Anda di halaman 1dari 2

TUGAS M1 KB3

1. Bagaimana hubungan arus, tegangan, resistor, dan daya listrik ?


Arus listrik (I), tegangan (V) dan tahanan listrik (R) merupakan besaran utama pada listrik,
Arus listrik diukur dengan amper meter, tegangan listrik dengan volt meter dan tahanan
listrik dengan Ohm meter. Hubungan antara besar arus, tegangan dan tahanan listrik
digambarkan dalam hukum Ohm , dimana I = V/R. Daya listrik merupakan tegangan kali arus
listrik P = V x I.

2. Jelaskan karakteristik rangkaian seri dan aplikasinya pada permasalahan kelistrikan


otomotif
Rangkaian seri adalah suatu rangkaian, dimana Dua tahanan atau lebih yang dirangkaikan
berurutan atau berderet, input suatu komponen berasal dari output komponen lainnya.
Aplikasi rangkaian seri sangat banyak digunakan pada kelistrikan otomotif. Sistem pengapian,
sistem starter, pengatur kecepatan motor kipas evaporator AC merupakan beberapa contoh
aplikasi rangkaian seri. Rangkaian seri 2 resistor adalah sebagai berikut:

Gambar Rangkaian seri

3. Jelaskan karakteristik rangkaian paralel dan aplikasinya pada permasalahan kelistrikan


otomotif
Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen
berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel.
Sistem penerangan merupakan salah satu contoh aplikasi rangkaian paralel pada
kelistrikan otomotif. Sistem penerangan lampu kepala mempunyai dua bola lampu yang
dipasang di depan kanan dan kiri, tiap bola lampu mempunyai 2 filamen, yaitu filamen
jarak dekat dan filamen jarak jauh. Filamen lampu dekat kanan dan kiri dihubungkan
secara paralel, demikian juga untuk lampu jauh.

G
ambar Rangkaian paralel

4. Jelaskan apakah dampak voltage drop pada rangkaian kelistrikan otomotif?


Dalam suatu rangkaian kelistrikan diperlukan sekring, kontak/ saklar maupun kabel, semua
komponen tersebut dirangkai seri dengan komponen utama, pada suatu saat permukaan
kontak dapat terbakar, konektor pada ujung kabel kotor atau hubungan kurang kuat yang
menyebabkan bagian tersebut tahanannya bertambah. Bertambahnya tahanan pada kontak
maupun konektor menyebabkan terjadi penurunan tegangan pada kaki komponen utama,
penurunan tegangan tersebut disebut Voltage Drop. Akibat voltage drop menyebabkan
besar arus yang mengalir pada komponen utama menjadi berkurang dan daya menurun.
Aplikasi konsep di atas dapat digunakan untuk mendiagnosa sumber kerusakan pada suatu
rangkaian seperti rangkaian sistem starter, sistem pengapian, sistem penerangan dan
sebagaianya. Banyak kasus sistem sterter putaran motor starter lemah yang disebabkan oleh
terminal kotor maupun hubungan massa yang kurang kuat. Percikan api busi lemah yang
disebabkan oleh platina kotor, konektor kotor atau kurang kuat. Nyala lampu kepala redup
yang disebabkan oleh saklar lampu kotor, konektor kotor atau kurang kuat maupun massa
yang kurang.
Sistem starter merupakan system yang membutuhkan arus paling besar pada system
kelistrikan otomotif sehingga kabel yang kotor maupun kendor sangat besar pengaruhnya
pada kinerja system, oleh karena itu voltage drop test menjadi standard diagnosa kerusakan
system starter.

Gambar Voltage drop test pada sistem starter

5. Bagaimana metode mencari hubungan terbuka (putus) dan hubung singkat pada rangkaian
otomotif ?
Listrik dapat mengalir pada suatu rangkaian bila rangkaian bila sistem tersebut mempunyai
rangkaian tertutup. Mencari dimana letak komponen yang menyebabkan rangkaian terbuka
dapat dilakukan menggunakan volt meter menggunakan konsep rangkaian seri. Dalam
rangkaian seri bila komponen yang rangkai tahanan sangat jauh beda maka tahanan yang
kecil diabaikan.
Bila suatu rangkaian ada bagian yang hubungannya terbuka atau putus berarti pada bagian
yang putus tersebut tahanan mendekati tak terhingga. Hal ini berarti nilai tahanan jauh lebih
besar dibandingkan nilai tahanan yang lain sehingga bila kita melakukan pengukuran
menggunakan Voltmeter pada kaki komponen yang putus akan dihasilkan pengukuran
dengan hasil nol dan maksimal.

Gambar Pemeriksaan hubungan terbuka pada rangkaian