Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN TB PARU

DI LINGKUNGAN RW 02
KEL.KELAPA DUA WETAN, JAKARTA TIMUR

Disusun Oleh :

Lela nurlaela tunnida


Rodyah
Kiki Nurmanto
Sucipto
Lely junianti
Iostiqomah
Restu ardianto

STIKES JAYAKARTA JAKARTA


TAHUN 2018
SAP TBC Paru

Topik : Macam-macam penyakit menular


Sub Topik : TBC Paru
Sasaran : warga RT 14 RW 002
Hari/Tanggal : Jum’at, 23 Maret 2017
Tempat : RT 14 RW 02
Penyuluh : lela nurlaela tunnida

A. Analisa Karakteristik Sasaran


Terdapat 58 KK yang tersebar di RW 002 Kelurahan kelapa dua wetan
Kecamatan Ciracas yang tidak membuka jendela setiap pagi 125 KK, kondisi
rumah pengap dan lembab karena sirkulasi udara yang tidak lancar serta sinar
matahari tidak sepenuhnya dapat masuk ke rumah karena ventilasi yang jarang
atau bahkan tidak dibuka setiap pagi. Beberapa alasan warga yang tidak
membuka jendela karena tidak sempat karena harus berangkat kerja pagi-pagi
buta, teras depan rumah diisi dengan tumpukan barang-barang dagangan
maupun barang-barang milik keluarga yang tidak muat jika dimasukkan
kedalam rumah sehingga sulit untuk membuka jendela. Padatnya rumah di
kawasan Rw 002 membuat lingkungan terasa tidak segar dan panas. beberapa
kawasan seperti di RT: 002, 008, 013, 014 sering terjadi banjir selain itu
kondisi lokasi RT tersebut dibawah. letak rumah yang padat dan berdempetan
dan tak jarang halaman rumah/ teras tertutup tembok rumah tetangga yang
lebih tinggi.

B. Analisa Karakteristik Tujuan


1. Kompetensi Umum/Tujuan Instruksional Umum/Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, warga RW 002 diharapkan mampu
memahami tentang tuberculosis dan pencegahan.
2. Kompetensi Khusus/Tujuan Instruksional Khusus/Tujuan Khusus
Setelah selesai mengikuti penyuluhan, warga RW 002 kelurahan kelapa dua
wetan, Kecamatan Ciracas diharapkan mampu :
a. Mampu menjelaskan pengertian Tuberculosis
b. Mampu menjelaskan penyebab TB paru
c. Mampu menjelaskan tanda dan gejala TB
d. Mampu menjelaskan akibat TB paru tidak diobati
e. Mampu menjelaskan cara penyembuhan TB paru
f. Mampu menjelaskan kerugian bila TB paru tidak tuntas
g. Mampu menjelaskan pencegahan TB paru

C. Materi (terlampir)

D. Strategi Penyampaian
1. Metode
Ceramah, tanya jawab, diskusi, dll (sesuaikan dengan materi yang akan
disampaikan dan tujuan yang ingin dicapai)
2. Media dan alat
Lembar balik, leaflet, MIC, , dll

E. Pengorganisasian
Setting Penyuluhan

Pintu
Flip chart masuk

moderator penyuluh
fasilitator

peserta
F. Kegiatan penyuluhan Kesehatan
Kegiatan Penyuluh Kegiatan Sasaran
Pendahuluan (5 menit)
Penyuluh memberikan salam & memperhatikan kesiapan Menjawab salam
sasaran terhadap materi yang akan disampaikan (menyampaikan & memperhatikan
kontak waktu & kesepakatan dilakukannya tanya jawab) penyuluh
Menyampaikan materi pokok tentang TB Paru Menyimak
Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai baik TIU maupun Menyimak
TIK
Apersepsi dilakukan terhadap sasaran tentang materi Menjawab
pertanyaan
Kegiatan Inti/Penyajian (20 menit)
1. Mampu menjelaskan pengertian Tuberculosis Menyimak
2. Mampu menjelaskan penyebab TB paru
3. Mampu menjelaskan tanda dan gejala TB
4. Mampu menjelaskan akibat TB paru tidak diobati
5. Mampu menjelaskan cara penyembuhan TB paru
6. Mampu menjelaskan kerugian bila TB paru tidak tuntas
7. Mampu menjelaskan pencegahan TB paru
Melakukan tanya jawab Menjawab sesuai
kemampuan
Memberikan reinforcement positif
Penutup (5 menit)
Menyimpulkan semua materi yang sudah dijelaskan Menyimak
Memberikan evaluasi terhadap materi yang sudah disampaikan Menjawab
pertanyaan sesuai
kemampuan
Meminta sasaran untuk menjelaskan kembali materi yang sudah Menjelaskan
dijelaskan sesuai dengan kemampuan kembali materi
Memberikan penugasan/tindak lanjut Menyimak
TB PARU

A. Pengertian TB Paru
Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh
kuman TB ( Mycobacterium Tuberculosis ). Sebagian besar kuman TB
menyerang paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya
(Kemenkes, 2011).
Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit infeksius yang terutama menyerang
parenkim paru.( Brunner and Suddarth , 2002 ).
Tuberkulosis paru adalah tuberkulosis yang menyerang jaringan paru, tidak
termasuk pleura (Kemenkes, 2010)

B. Tanda-Tanda TB Paru
1. Penurunan berat-badan
2. Penurunan kekuatan tubuh (Lemah, letih lesu)
3. Demam lebih dari satu bulan
4. Berkeringat malam hari walaupun tidak beraktivitas
5. Sesak nafas dan nyeri dada
6. Tidak memiliki semangat aktivitas
7. Nafsu makan berkurang
8. Pembesaran kelenjar di daerah leher yang tidak nyeri
9. Batuk:
a) Batuk berdahak selama 3 minggu atau lebih
b) Batuk dengan dahak mengandung darah
c) Batuk - batuk ketika sedang tidur pada dini hari.
d) Batuk berdahak lebih dari 4 minggu

C. Penyebab TBC
Penyebabnya adalah bakteri microbacterium tuberculosa yang
berbentuk batang / tongkat sangat kecil. selain karena bakteri sebagai
penyebab utama, factor lingkungan yang lembab, kurangnya sinar matahari
pada suatu ruang, dan kurangnya sirkulasi udara juga sangat berperan
dalam penyebaran bakteri mikrobakterium tuberkulosa ini sehingga sangat
mudah menjangkiti bagi orang yang hidup dalam kondisi lingkungan yang
tidak sehat.

D. Cara-Cara Penularan TB Paru


Cara penularan TB Paru adalah :
a. Sumber penularan adalah pasien TB BTA positif.
b. Pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara
dalam bentuk percikan dahak.
c. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak
berada dalam waktu yang lama.
d. Daya penularan seorang pasien ditentukan oleh banyaknya kuman yang
dikeluarkan dari parunya.
e. Faktor yang memungkinkan seseorang terpajan kuman TB di tentukan
oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara. (
Kemenkes RI, 2011 ).

E. Cara Penyembuhan TBC


Keberhasilan pengobatan TB Paru ditentukan oleh 4 faktor diantaranya :
1. Paduan obat-obatan
a) Dosis
b) Keteraturan berobat
c) Lama pengobatan
d) Jenis obat yang biasa digunakan :
 Isoniazid
 Rifampisin
 Pyrazinamide
 Sterptomycin
 Ethambutol
 Vitamin
2. Syarat pengobatan :
a) Pada awal pengobatan (2 bulan pertaama ) obat harus diminum
b) setiap hari selama hingga 60 kali
c) Selama 4 bulan berikutnya obat harus diminum sebanyak 54
d) kali berkala 3 kali seminggu
e) Setelah 6 bulan penyakitnya dinilai (dengan foto) paru-
parunya.Jika belum
f) bersih pengobatan dilanjutkan sampai paru-parunya bersih
3. Pengobatan TBC harus tuntas
4. Pengobatan TBC tidak boleh terputus
5. Hubungi Puskesmas terdekat untuk berobat gratis atau berobat ke
pelayanan terdekat.

F. Cara-Cara Pencegahan TB Paru


Penularan TB Paru dapat dicegah dengan cara :
1. Menutup mulut pada waktu batuk dan bersin
2. Meludah hendaknya pada tempat tertentu yang sudah diberi
desinfektan (lisol,savlon atau air sabun)
3. Imunisasi BCG diberikan pada bayi berumur 3-14 bulan
4. Menghindari udara dingin
5. Mengusahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke
dalam tempat tidur
6. Menjemur kasur,bantal,dan tempat tidur terutama pagi hari.
7. Semua barang yang digunakan penderita harus terpisah begitu juga
mencucinya
8. dan tidak boleh digunakan oleh orang lain
9. Makanan harus tinggi karbohidrat dan tinggi protein
DAFTAR PUSTAKA

Brunner and Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Volume 2.


Jakarta : EGC.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Pedoman Nasional
Penaggulangan Tuberculosis. Edisi 2. Jakarta
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Pedoman Nasional
Pengendalian Tuberkulosis. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit
Dan Penyehatan Lingkungan, Direktorat Pengendalian Penyakit
menular langsung. Jakarta.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Modul Peserta Pelatihan :
Pendekatan Praktis Kesehatan Paru (Practical Approach To Lung Health
/ PAL). Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan
Lingkungan , Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung,
Jakarta.
Kunoli, J. 2013. Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular. Edisi I , CV Trans
info Media, Jakarta.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2011. Tuberkulosis Pedoman Dan
Penatalaksanaan Di Indonesia. Revisi Pertama. Jakarta.