Anda di halaman 1dari 1

DPR Minta Kemendagri Telusuri

Ribuan E-KTP Sumsel Tercecer di


Bogor
Bayu Septianto, Jurnalis · Minggu 27 Mei 2018 09:42 WIB

JAKARTA – Ribuan e-KTP dari dua kardus yang jatuh dari truk berceceran di Jalan
Raya Salabenda, Desa Parakanjaya, Kecamatan Kemang. Kabupaten Bogor, Jawa
Barat. Anggota Komisi II DPR RI, Achmad Baidowi heran dengan peristiwa itu,
terlebih alamat tertera di e-KTP itu Sumatera Selatan.
"Alamat e-KTP yang ada di Sumsel, kenapa bisa nyasar dan numpuk di Bogor?
Kalau alasannya dicetak, bukankah e-KTP bisa dicetak di Sumsel," kata Baidowi
kepada Okezone,Minggu (27/5/2018).
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mendesak
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menelusuri peristiwa ini. Hal ini
penting agar tak terjadi penyalahgunaan e-KTP, apalagi dalam tahun politik seperti
ini yang rawan terjadinya penyalahgunaan.
"Sekarang mendekati momen politik jangan sampai e-KTP tersebut menjadi
komoditas untuk menguntungkan ataupun menjatuhkan salah satu kelompok," ucap
Baidowi.
"Jangan sampai Kemendagri kecolongan dan jangan sampai terjadi penyalahgunaan
terhadap e-KTP," imbuhnya.
Ribuan E-KTP berceceran di Jalan Raya Salabenda, Desa Parakanjaya, Kecamatan
Kemang. Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut warga sekitar, Ugan menuturkan
bahwa peristiwa tersebut terjadi saat sebuah truk engkel yang belum diketahui plat
nomornya melaju dari arah Kayumanis menuju Parung sekira pukul 13.30 WIB.
Setibanya di persimpangan Salabeda, sebuah kardus yang tengah dibawa truk
tersebut terjatuh ke jalan. Warga yang menyadari hal tersebut langsung mendekati
kardus yang ternyata berisi ribuan E-KTP.
Spontan, warga dibantu pengendara lain mencoba memberitahukan kepada sopir truk
bahwa barang bawaanya ada yang terjatuh. Kemudian, sopir memutar arah dan
mengambil ribuan E-KTP tersebut.
"Sopirnya balik, langsung mungutin. Kata temen saya yang tadi, di E-KTP itu
tulisannya dari Sumatera Selatan sama masa berlakunya 2017," jelas Ugan.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait tentang kejadian
tersebut. Namun, beberapa foto E-KTP yang tercecer itu mulai beredar di media
sosial dan menimbulkan pertanyaan.