Anda di halaman 1dari 20

DISUSUN OLEH :

AIFA AMIRUNISA

NURUL YAHDI YANI

AK1 RAWA BUAYA


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT yang telah melimpahkan taufik dan
hidayahnya, sehingga kelompok kami dapat meyelesikan makalah dengan judul “ Sistem
respiratori”.

Dalam menyusun makalah ini, kelompok kami menyadari masih banyak kekurangan –
kekurangan baik dari segi penyusunan dan isinya oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun dari teman – teman dan dosen mata kuliah. Kami
mengerharapkan makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.

Jakarta, 29 september 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. i


DAFTAR ISI................................................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................ 1
A. Latar Belakang .................................................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................................. 2
C. Tujuan ............................................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................................................3
A. PENGERTIAN RESPIRATORI atau PERNAFASAN DAN ORGAN – ORGANNYA ................ 3
1. Hidung ........................................................................................................................................... 3
2. Faring ............................................................................................................................................. 4
3. Tenggorokan .................................................................................................................................. 4
4. Paru-paru (Pulmo) ......................................................................................................................... 6
5. Alveolus ......................................................................................................................................... 7
B. MEKANISME PERNAFASAN ....................................................................................................... 7
1. Pernapasan dada ........................................................................................................................... 7
2. Pernapasan perut .......................................................................................................................... 8
C. PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN PADA MANUSIA ............................................................. 9
1. Asma .............................................................................................................................................. 9
2. Bronkhitis..................................................................................................................................... 11
3. Influenza ...................................................................................................................................... 11
4. Flu burung.................................................................................................................................... 11
5. Flu babi (Swine influenza)............................................................................................................ 12
6. Asbestosis .................................................................................................................................... 12
7. Faringitis ...................................................................................................................................... 13
8. TBC ............................................................................................................................................... 13
9. Emfisema ..................................................................................................................................... 14
10. Kanker Paru-Paru ......................................................................................................................... 14
11. Pneumonia................................................................................................................................... 15
BAB III PENUTUP ................................................................................................................................... 16
A. Kesimpulan ..................................................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................................... 17

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagai makhluk hidup kita masih hidup sampai saat ini karena setiap saat kita selalu
bernafas menghirup udara. Makhluk hidup, di dunia ini, baik itu hewan maupun manusia
akan mati (wafat) jika sudah tidak dapat bernafas lagi. Sebenarnya bagaimana sistem
pernafasan yang terdapat dalam tubuh kita ? maka dari itu penulis ingin mengetahui lebih
banyak tentang sistem pernapasan pada mammalia khususnya manusia.

Sistem pernapasan secara garis besarnya terdiri dari paru-paru dan susunan saluran
yang menghubungkan paru-paru dengan yang lainnya, yaitu hidung, tekak, pangkal
tenggorok, tenggorok, cabang tenggorok.

Metabolisme normal dalam sel-sel makhluk hidup memerlukan oksigen dan karbon
dioksida sebagai sisa metabolisme yang harus dikeluarkan dari tubuh. Pertukaran gas O2
dan CO2 dalam tubuh makhluk hidup di sebut pernapasan atau respirasi. O2 dapat keluar
masuk jaringan dengan cara difusi.

Pernapasan atau respirasi dapat dibedakan atas dua tahap. Tahap pemasukan oksigen
ke dalam dan mengeluarkan karbon dioksida keluar tubuh melalui organ-organ pernapasan
disebut respirasi eksternal. Pengangkutan gas-gas pernapasan dari organ pernapasan ke
jaringan tubuh atau sebaliknya dilakukan oleh sistem respirasi. Tahap berikutnya adalah
pertukaran O2 dari cairan tubuh (darah) dengan CO2 dari sel-sel dalam jaringan, disebut
respirasi internal.

1
B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan sistem pernapasan?


2. Apa sajakah alat-alat sistem pernapasan pada manusia?
3. Bagaimanakah mekanisme pernapasan manusia?
4. Apakah gangguan/kelainan pada sistem pernapasan manusia ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian system pernapasan.


2. Untuk memahami struktur organ pernapasan atau alat-alat pernapsan pada manusia.
3. Untuk mengetahui mekanisme pernapasan pada manusia.
4. Untuk mengetahui gangguan/kelainan pada sistem pernapasan manusia

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN RESPIRATORI atau PERNAFASAN DAN ORGAN –


ORGANNYA

Bernapas merupakan proses memasukkan gas oksigen (O2) ke dalam tubuh dan
mengeluarkan gas karbondioksida (gas sisa metabolisme) ke luar tubuh. Di dalam tubuh
oksigen akan digunakan untuk mengoksidasi zat makanan sehingga menghasilkan energi
yang berguna bagi tubuh manusia.
Proses bernapas juga biasa disebut proses respirasi. Manusia bernapas dengan
bantuan organ-organ atau alat-alat pernapasan yang berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya proses bernapas pada manusia.

Organ-organ pernapasan adalah bagian-bagian tubuh manusia yang berfungsi


sebagai alat bernapas. Saat manusia bernapas akan terjadi proses memasukkan oksigen (O2)
dari lingkungan ke dalam tubuh, kemudian proses mengeluarkan karbondioksida (CO2) dari
dalam tubuh ke lingkungan. Agar kita lebih paham, sekarang mari kita pelajari apa saja
organ-organ pernapasan yang dimiliki oleh manusia secara berurutan dari bagian yang
paling luar.

1. Hidung

Hidung merupakan organ pernapasan yang paling luar. Udara dari luar akan
masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Udara dari luar tidak hanya mengandung
oksigen tetapi juga mengandung gas-gas lain seperti nitrogen, belerang, dan
karbondioksida. Hidung juga dilengkapi dengan rambut-rambut hidung, indra pembau,
selaput lendir dan konka. Rambut-rambut hidung berfungsi sebagai alat untuk
menyaring debu-debu yang ikut masuk ke dalam hidung bersama dengan udara. Selaput
lendir berfungsi sebagai pelekat debu atau kotoran yang masuk ke hidung dan juga
menjaga agar hidung tetap lembab. Indra pembau berfungsi untuk merasakan bau-bau

3
dari ligkungan. Konka berfungsi untuk menghangatkan udara yang masuk ke dalam
tubuh.

2. Faring

Faring adalah hulu kerongkongan yang merupakan percabangan dua saluran.


Yaitu antara saluran yang menghubungkan mulut-kerongkongan dan hidung-
tenggorokan. Saluran penghubung mulut dengan kerongkongan disebut saluran
pencernaan atau orofarings yang berada pada bagian belakang. Sedangkan, saluran
penguhubung hidung dengan tenggorokan disebut saluran pernapasan
atau nasofarings yang berada pada bagian depan. Fungsi utama faring adalah sebagai
saluran pencernaan yaitu membawa makanan masuk ke dalam kerongkongan. Faring
juga berperan dalam proses masuknya udara ke dalam pita suara untuk menghasilkan
suara. Faring juga menjadikan manusia mungkin untuk bernapas melalui mulut.

3. Tenggorokan

Tenggorokan adalah saluran yang menghubungkan antara hidung dengan paru-


paru. Sehingga udara yang masuk melalui hidung dapat dialirkan ke dalam paru-paru.
Tenggorokan terdiri dari beberapa bagian yang dimulai dari pangkal tenggorokan
(laring), batang tengorokan (trakea), cabang tenggorokan (bronkus), dan anak cabang
tenggorokan (bronkiolus).

 Pangkal Tenggorokan (Laring)

Laring merupakan bagian atas tenggorokan yang berisi pita suara. Pada ujung
atas laring terdapat sebuah katup epiglotis. Katup epiglotis merupakan tulang rawan
yang sangat tipis yang menutup pangkal tenggorok pada waktu menelan. Katup akan
terbuka ketika kita berbicara atau bernapas.MSaat kita makan sambil berbicara
biasanya kita akan tersedak. Tersedak ini dikarenakan katup epiglotis tidak bisa
bekerja dengan baik karena bingung harus menutup atau membuka saluran
pencernaan atau pernapasan. Di bawah epiglotis terdapat tulang rawan yang
membentuk jakun. Di dalam jakun terdapat pita suara (vocal cord) tempat

4
dihasilkannya suara. Saat paru-paru mengeluarkan udara, pita suara akan bergetar
dan akan terdengar sebagai suara.

 Batang Tenggorokan (Trakea)

Trakea adalah tabung atau pipa tempat keluar masuknya udara. Dindingnya
tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan selaput lendir yang terdiri atas
jaringan epitelium bersilia. Cincin tulang rawan menjadikan tenggorokan selalu
terbuka sebagai tempat keluar dan masuknya udara. Fungsi silia pada
dinding trakea adalah untuk menyaring benda-benda asing yang masuk ke dalam
saluran pernapasan. Sehingga kotoran atau debu yang masuk ke dalam tenggorokan
akan didorong ke atas oleh silia dan dikeluarkan melalui mulut dengan mekanisme
batuk. Batang tenggrorokan berbentuk panjang seperti pipa dengan panjang kira-kira
10 cm yang bersifat kaku. Trakea memanjang dari leher ke rongga dada atas dengan
susunan sebagian berada di leher dan sebagian di rongga dada. Pada bagian
bawah trakea bercabang menjadi dua saluran yang disebut dengan bronkus. Saluran
bercabang ke sebelah kiri menuju paru-paru sebelah kiri dan bercabang ke sebelah
kanan menuju paru-paru sebelah kanan.

 Cabang Tenggorokan (Bronkus)


Bronkus adalah cabang tenggorokan yang bersambung ke bagian kiri dan
kanan paru-paru. Sama seperti trakea, bronkus juga tersusun dari tulang-tulang
rawan hanya saja bentuk bronkus lebih kecil jika dibandingkan
dengan trakea. Susunan tulang rawan pada bronkus juga tidak teratur yaitu
berselang-seling antara tulang dan otot. Bronkus juga berfungsi sebagai penyaring
udara tetapi sifatnya hanya sekedar sebagai penyaring sekunder. Jaringan epitel pada
dindingnya menghasilkan lendir yang menangkap kotoran yang ikut masuk bersama
udara. Dinding bronkus sama seperti trakea hanya saja dinding bronkus lebih tipis
jika dibandingkan dengan trakea. Bronkus berjumlah sepasang yang menuju ke
sebelah kiri dan ke sebelah kanan. Saluran yang menuju ke sebelah kiri bentuknya

5
lebih panjang dan sempit. Bronkus memiliki cabang-cabang yang lebih halus yang
disebut dengan bronkiolus.

 Anak Cabang Tenggorokan (Bronkiolus)

Bronkiolus merupakan percabangan dari bronkus. Fungsi utama bronkiolus


adalah menghubungkan bronkus dengan alveolus dan untuk mengatur banyaknya
udara yang didistribusikan ke paru-paru melalui mekanisme dilatasi (melebar)
dan konstriksi (menyempit) . Banyaknnya bronkiolus di dalam paru-paru akan sama
dengan jumlah lobus di dalam paru-paru kiri dan kanan. Paru-paru kanan memiliki 3
lobus dan paru sebelah kiri memiliki 2 lobus. Jadi jumlah bronkiolus pada paru-paru
sebelah kanan adalah 3 buah dan pada sebelah kiri jumlahnya 2 buah.
Bronkiolus bercabang menjadi saluran yang semakin halus, semakin kecil dan
dindingnya semakin tipis. Berbeda dengan bronkus, dinding bronkiolus tidak
tersusun dari tulang rawan lagi. Pada ujungnya terdapat banyak sekali gelembung-
gelembung kecil yang biasa disebut alveolus.

4. Paru-paru (Pulmo)

Paru-paru merupakan organ paling besar yang ada dalam sistem pernapasan
manusia. Kalian tentu telah mengetahui dimana letak paru-paru. Paru-paru terletak di
rongga dada manusi. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat sebuah pemabatas
yang disebut diafragma. Sekat ini nantinya akan berguna bagi proses memasukkan
udara ke paru-paru (inspirasi) dan mengeluarkan udara dari paru-paru (ekspirasi).
Didalamnya terdapat organ pernapasan lainnya, seperti bronkiolus, alveolus dan
pembuluh darah. Ukuran paru-paru sebelah kana lebih besar jika dibandingkan paru-
paru sebelah kiri. Hal ini dikarenakan paru-paru kanan mempunyai 3 lobus dan sebelah
kiri mempunyai 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh sebuah dua selaput tipis yang biasa
disebut pleura. Lapisan luar pleura melekat pada rongga dada dan pleura bagian dalam
melapisi paru-paru untuk menggabungkan organ-organ didalam paru-paru. Di antara
kedua lapisan tersebut terdapat cairan limfa yang akan berfungsi melindungi paru-paru

6
dari gesekan ketika mengambang dan mengempis. Jaringan penyusun paru-paru bersifat
elastis dan memiliki rongga-rongga

5. Alveolus

Pada ujung bronkus terdapat gelembung-gelembung kecil berisi udara yang


disebut alveolus (jamak: alveoli). Pada gelembung-gelembung ini terjadi proses
pertukaran gas oksigen dengan gas sisa metebolisme (karbondioksida) melalui dinding
alveolus. Dinding alveolus dilapisi oleh sel-sel tipis yang banyak mengandung
pembuluh darah kapiler. Pertukaran gas terjadi dengan mekanisme difusi (perpindahan
suatu zat melalui sebuah selaput atau dinding). Oksigen yang berada dalam alveolus
akan diserap oleh pembuluh kapiler dan ditukar dengan gas karbondioksida. Gas sisa
tersebut akan di keluarkan dari dalam tubuh melalui hidung.

B. MEKANISME PERNAFASAN

Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pernapasan (medulla oblongata) yang terdapat
di otak. Sedangkan keinginan bernafas adalah karena adanya rangsangan dari konsentrasi
CO2 dalam darah. Bila kita menahan napas dalam waktu tertentu, maka dorongan untuk
bernapas semakin besar. Ini terjadi karena kadar CO2 dalam darah semakin meningkat dan
akan memacu pusat pernapasan agar organ pernapasan melakukan gerakan bernapas.

Ada dua cara pernafasan yang dilakukan manusia, yaitu pernafasan dada dan
pernafasan perut. Organ yang terlibat pada pernafasan dada adalah tulang rusuk, otot antar
rusuk (intercostae), dan paru-paru. Sedangkan pada pernafasan perut yang terlibat adalah
diafragma, otot perut, dan paru-paru.

1. Pernapasan dada

Inspirasi : Bila otot antar tulang rusuk berkontraksi, maka tulang rusuk terangkat,
volume rongga dada akan membesar sehingga tekanan udara di dalamnya

7
menjadi lebih kecil daripada tekanan udara luar, sehingga udara masuk ke
paru-paru.
Ekspirasi : Bila otot antar tulang rusuk relaksasi, maka posisi tulang rusuk akan
menurun, akibatnya volume rongga dada akan mengecil sehingga tekanan
udara membesar, akibatnya udara terdorong ke luar dari paru-paru

2. Pernapasan perut

Inspirasi : Bila otot diafragma berkontraksi, maka posisi diafragma akan mendatar,
akibatnya volume rongga dada bertambah besar, tekanan mengecil, sehingga
udara masuk ke paru-paru
Ekspirasi : Bila otot diafragma relaksasi, maka posisi diafragma naik/melengkung,
sehingga rongga dada mengecil, tekanan membesar, akibatnya udara
terdorong keluar.
Ekspirasi bukan saja akibat otot-otot antar tulang rusuk dan diafragma yang berelaksasi,
tetapi juga karena kontraksi otot dinding perut.

8
C. PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN PADA MANUSIA

Sistem pernapasan manusia yang terdiri atas beberapa organ dapat mengalami
gangguan. Gangguan ini biasanyaberupa kelainan, penyakit, atau karena ulah manusia itu
sendiri (seperti merokok). Penyakit atau gangguan yang menyerang sistem pernapasan ini
dapat menyebabkan terganggunya proses pernapasan.

1. Asma

Asma adalah gangguan pada organ pernapasan berupa penyempitan saluran


pernapasan akibat reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu. Hal-hal yang dapat
memicu timbulnya serangan asma diantaranya seperti serbuk sari bunga, debu, bulu
binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Pengobatan yang tepat dan teratur dapat
membantu penderita. Serangan asma juga dapat dicegah jika faktor pemicunya
diketahui dan bisa dihindari. Serangan yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan
meminum obat sebelum melakukan olah raga.

Asma Karena Pekerjaan adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang ditandai
dengan serangan sesak nafas, bengek dan batuk, yang disebabkan oleh berbagai bahan
yang ditemui di tempat kerja. Gejala-gejala tersebut biasanya timbul akibat kejang pada
otot-otot yang melapisi saluran udara, sehingga saluran udara menjadi sangat sempit.

Penyebab

Banyak bahandi tempat kerja yang bisa menyebabkan asma karena pekerjaan.
Yang paling sering adalah molekul protein (debu kayu, debu gandum, bulu binatang,
partikel jamur) atau bahan kimia lainnya (terutama diisosianat). Angka yang pasti dari
kejadian asma karena pekerjaan tidak diketahui, tetapi diduga sekitar 2-20% asma di
negara industri merupakan asma karena pekerjaan.

Para pekerja yang memiliki resiko tinggi untuk menderita asma karena pekerjaan
adalah; Pekerja plastic,pekerja logam, pekerja pembakaran, pekerja penggilingan,
pekerja pengangkut gandum, pekerja laboratorium, pekerja kayu, pekerja di pabrik obat,
pekerja di pabrik deterjen.

9
Gejala

Gejala biasanya timbul sesaat setelah terpapar oleh alergen dan seringkali
berkurang atau menghilang jika penderita meninggalkan tempat kerjanya. Gejala
seringkali semakin memburuk selama hari kerja dan membaik pada akhir minggu atau
hari libur. Beberapa penderita baru mengalami gejalanya dalam waktu 12 jam setelah
terpapar oleh alergen. gejalanya berupa sesak nafas, bengek, batuk, merasakan sesak di
dada.

Diagnosa

Dalam riwayat perjalanan penyakit, biasanya penderita merasakan gejala yang


semakin memburuk jika terpapar oleh alergen tertentu di lingkungan tempatnya bekerja.
Pada pemeriksaan dengan stetoskop akan terdengar bunyi wheezing (bengek, mengi).

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:

Tes fungsi paru

Pengukuran puncak laju aliran ekspirasi sebelum dan sesudah bekerja

Rontgen dada

Hitung jenis darah

Tes provokasi bronkial (untuk mengukur reaksi terhadap alergen yang


dicurigai)

Tes darah untuk menemukan antibodi khusus.

Pengobatan

Pengobatan sama seperti jenis asma lainnya, yaitu diberikan bronkodilator (obat
yang membuka saluran pernafasan), baik dalam bentuk obat hirup (contohnya albuterol)
atau dalam bentuk tablet (contohnya theophylline). Untuk serangan yang hebat, dapat
diberikan corticosteroid (misalnya prednisone) per-oral (melalui mulut) dalam jangka

10
pendek. Untuk penanganan jangka panjang, lebih baik diberikan corticosteroid dalam
bentuk hirup.

2. Bronkhitis

Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru).


Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna, tetapi
pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau
penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius. Serangan
bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan
saluran pernafasan menahun. Infeksi berulang bisa juga merupakan akibat dari:

3. Influenza

Influenza atau flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza.
Penyakit ini ditularkan melalui udara melalui bersin dari si penderita. Penyakit ini tidak
hanya menyerang manusia, burung, dan binatang mamalia seperti babi dan orang utan
juga dapat terserang flu. Pada manusia, gejala umum yang terjadi adalah demam, sakit
tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat dan mengeluarkan cairan, batuk, lesu serta
rasa tidak enak badan. Dalam kasus yang lebih buruk, influensa juga dapat
menyebabkan terjadinya pneumonia, yang dapat mengakibatkan kematian terutama
pada anak-anak dan orang berusia lanjut.

Masa penularan hingga terserang penyakit ini biasanya adalah 1 sampai 3 hari
sejak kontak dengan hewan atau orang yang influensa. Penderita dianjurkan agar
mengasingkan diri atau dikarantina agar tidak menularkan penyakit hingga mereka
merasa lebih sehat.

4. Flu burung

Flu burung atau avian influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh
virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia. Penyebab flu burung adalah virus
influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu
pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.

11
Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan,
minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi.
Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk
menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan
dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.

Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan
atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah
memasak atau menyentuh bahan makanan mentah. Unggas sebaiknya tidak dipelihara di
dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan
untuk mengurangi risiko penularan. Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam
tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Perkembangan virus dalam tubuh dapat
berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan pengobatan.

5. Flu babi (Swine influenza)

Flu babi adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus


Orthomyxoviridae yang biasanya menyerang babi. Flu babi menginfeksi manusia tiap
tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi,
meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus
termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan
kesadaran yang berakhir pada kematian. Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan
Penyakit di Amerika Serikat, gejala influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya
seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin,
dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-
muntah.

6. Asbestosis

Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernapasan yang terjadi akibat


menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas.
Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika
terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut.

12
Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi
paru-paru).

Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di


dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang
dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya
pemaparan dan jumlah serat yang terhirup.

Gejala asbestosis muncul secara bertahap dan baru muncul hanya setelah
terbentuknya jaringan parut dalam jumlah banyak dan paru-paru kehilangan
elastisitasnya.

7. Faringitis

Faringitis adalah suatu penyakit peradangan yang menyerang tenggorokkan atau


faring. Kadang juga disebut sebagai radang tenggorokan. Radang ini bisa disebabkan
oleh virus atau kuman, pada saat daya tahan tubuh lemah. Pengobatan dengan
antibiotika hanya efektif apabila karena terkena kuman. Kadangkala makan makanan
yang sehat dengan buah-buahan yang banyak, disertai dengan vitamin bisa menolong.

8. TBC

Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan,
miskin, atau kaya) dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan
seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya
disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah
TBC di dunia.

Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam
sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA).

Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882,
sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan,
penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).

13
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri
Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada
anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila
sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak
(terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar
melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC
dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran
pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ
tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

9. Emfisema

Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus adalah


gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema,
volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena
karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya.
Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan
elastisitas pada paru-paru ini. Gejala emfisema ialah sesak napas dalam waktu lama dan
tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak
napas. Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami
penderita emfisema. Pencegahan dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah
terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.

10. Kanker Paru-Paru

Kanker paru-parumerupakan pembunuh pertama dibandingkan kanker lainnya.


Kanker dapat tumbuh di jaringan ini dan dapat menyebar ke bagian lain. Penyebab
utamanya adalah asap rokok yang mengandung banyak zat beracun dan dihisap masuk
ke paru-paru dan telah terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan mutasi pada

14
sel saluran napas dan menyebabkan terjadinya sel kanker. Penyebab lain adalah radiasi
radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan.

Gejala: Batuk, sakit pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan
berat badan menurun. Tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya baru
terlihat apabila kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar.

Pencegahan dan solusi: Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak
mengkonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah
timbulnya sel kanker.

11. Pneumonia

Penyebab: Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru


(parenkim) yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Umumnya disebabkan oleh
bakteri streptokokus (Streptococcus) dan bakteri Mycoplasma pneumoniae.

Gejala: Batuk berdahak dengan dahak kental dan berwarna kuning, sakit pada
dada, dan sesak napas juga disertai demam tinggi.

Pencegahan dan solusi: Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan
tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan
kesehatan tubuh. Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan bergizi atau
berolahraga secara teratur.

15
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan

Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan
oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh.
Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang
karbondioksida ke lingkungan. Alat-alat respirasi pada manusia adalah rongga hidung,
faring, laring, trakea, paru-paru, bronkus, bronkiolus, dan alveolus. Pada proses inspirasi
dan ekspirasi, mekanisme pernapasan pada manusia dibagi atas pernapasan dada dan
pernapasan perut. Sedangkan Faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan adalah
Umur, Jenis Kelamin, Suhu Tubuh, Posisi Tubuh. Pernapasan atau pertukaran gas pada
manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu Respirasi Eksternal dan Respirasi Internal.
Serta ada beberapa gangguan pada system respirasi manusia.

16
DAFTAR PUSTAKA

Refrensi :

https://informazone.com/organ-organ-pernapasan-pada-manusia-beserta-fungsinya/

http://missanatomystory.blogspot.co.id/2013/01/sistem-respiratori.html

17