Anda di halaman 1dari 158

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP WANITA

BERJILBAB DENGAN MOTIVASI UNTUK MENGGUNAKAN

JILBAB PADA REMAJA

SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Psikologi untuk Memenuhi Syarat dalam Meraih
Gelar Sarjana Psikologi (S.Psi)

Oleh:

lhda Mukhlishah Hasbi


101070022973

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1428 H / 2007 M
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP WANITA

BERJILBAB DENGAN MOTIVASI UNTUK MIENGGUNAKAN

JILBAB PADA REMAJA

SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Psikologi untuk Memenuhi Syarat dalam Meraih
Gelar Sarjana Psikologi (S.Psi)

Oleh : lhda Mukhlishah Hasbi


NIM : 101070022973

Di Bawah Bimbingan

Ors. Choliluddin AS. MA

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1428 H / 2007 M
PENGESAHAN PANITIA UJIAN
Skripsi yang berjudul "Hubungan Antara Persepsi Terhadap Wanita Berjilbab
dengan Motivasi untuk Menggunakan Jilbab Pada Remaja" telah diujikan
dalam sidang Munaqasyah Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, pada hari senin tanggal 22 Januari 2007 telah cliterima sebagai salah
satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program Strata 1 (Si) pada
Fakultas Psikologi.

Jakarta, Januari 2007

Sidang Munaqasyah

Pernbantu Dekan/
Sekertaris Merangkap Anggota

M.Si

Penguji I

~-
Barnbang Sll!yadi, Ph. D
NIP. 150326891

Pe Pembimbing II

Ors. C oliluddin AS, MA Ors. Akhrnad Baidun, M.Si


NIP. 150318441
KAT A MUTIARA :

Kusadari akhirnya Kau tiada duanya, tempat memohon bmaneka pinta, tempat
berlindung dari segala mara bahaya. Oh Tuhan mohon ampun alas dosa dan dosa
sempatkanlah, aku bertobat hidup dijalan-Mu tuk penuhi kewajibanku sebelum tutup
usia kembali pada-Mu.

Sebuah lirik lagu Islam


Keluh-kesah bencana
Duhai yang malang, jangan berkeluh, Tawakallah!
Bila kauserahkan dirimu kepada Sang pemberi, maka kau akan
selamat!
Semuanya anugerah
Semuanya jernih
Tanpa Allah, duniamu carut-marut dan ngeri
Mengeluhkan orang yang memikul sebutir pasir yang kecil?
Keluhan adalah musibah di dalam musibah
Dosa di dalam dosa, dan penderitaan!
Kalau kau tersenyum saat menghadapi musibah
Maka segala bencana menjadi surut dan lenyap
Di bawah mentari yang Haq ada titik-titik air embun!
Kini duniamu tersenyum
Senyuman dari lubuk hati, memancar sumber keyakinan
Senyuman bahagia karena pancaran keyakinan
Senyuman mempesona karena rahsia keyakinan
MOTTO:

J(mu ada(afi iman 6agi ama(


7\,arena i(mu (e6ifi mulia daripada i6acfafi
CJ'etapi i6adafi merupak,an se6uafi i(mu
I(mu tidak,6eifaedafi jikg, tidak,mengfiasi(kg,n
i6adafi,
([)an i6acfafi tidak,safi jik,a tidaft.6erdasark,an
i(mu.

Karya sederhana ini dipersembahkan teruntuk :


Ayahanda (Ahn) Drs. H. Hasbi Ramli, SE. MM. M.Si, dan
Ibunda tersayang Hj. Siti Hawlah serta kakak-kakak tercinta
dan seluruh anggota Besar Keluarga RAMLI AA dan Keluarga
SARBINI.
ABSTRAK
(a) Fakultas Psikologi
(b) Januari 2007
(c) lhda Mukhlishah Hasbi
(d) Hubungan Antara Persepsi Terhadap Wanita Berjilbab Dengan Motivasi
Untuk Menggunakan Jilbab Pada Remaja
(e) Xvi+ 96 Halaman
(f) Menutup aurat adalah suatu kewajiban dan keharusan bagi setiap wanita
muslimah, dan diwajibkan kepada wanita muslimah yang sudah akil
baligh/menstruasi. Hal ini terjadi pada usia 10 tahun keatas/tahapan
remaja. Masa remaja adalah masa mencari identitas diri, dan kemana
arah yang akan ditentukan. Kewajiban mengenakan busana
muslimah/jilbab bukan hanya sebatas kepala saja, tetapi juga menutup
tubuh dari atas (kepala) sampai kedua kaki, kecuali telapak tangan.
Pakaian yang digunakan harus longgar, sehingga tidak menampakkan
lekuk tubuh wanita, tidak menyerupai laki-laki. Namun kenyataan di
lapangan pada saat ini menunjukkan, bahwa remaja muslim
menggunakan busana muslimah tidak sesuai dengan syariat Islam, hal ini
menimbulkan berbagai macam persepsi baik itu positif atau negatif, dan
dari persepsi tersebut akan menimbulkan motivasi pada remaja untuk
menggunakan jilbab atau tidak.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan


antara persepsi terhadap wanita berjilbab dengan motivasi untuk
menggunakan jilbab pada remaja.

Untuk mengkaji permasalahan tersebut dilakukan studi kuantitatif pada


remaja yang berusia 14 - 18 tahun. Responden berjumlah 67 orang yang
berada di SMA Yapan Indonesia Sawangan Depok. Pengambilan sampel
yang digunakan pada penelitian ini adalah probability sampling, dengan
menggunakan teknik Whole sampling. Instrument yang digunakan adalah
skala, yaitu: (1) Skala Persepsi terhadap Wanita Berjilbab, dan (2) Skala
Motivasi untuk Menggunakan Jilbab Pada Remaja. Data diolah dengan
menggunakan statistik Product Moment Pearson, dan Alpha Cronbach.

Dari uji hipotesis diketahui bahwa nilai koefisien korelasi antara persepsi
terhadap wanita berjilbab dengan motivasi untuk menggunakan jilbab
pada remaja sebesar 0,355, maka (sig > 0,05) artinya Ho ditolak, dari
hasil pengolahan data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan
yang signifikan antara persepsi terhadap wanita berjilbab dengan motivasi
untuk menggunakan jilbab pada remaja.
Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk mengambil sampel yang
lebih beragam, baik berdasarkan usia , tingkat pendidikan dan lihgkungan
sehingga hasilnya dapat digeneralisasikan. Karena penelitian yang telah
dilakukan ini hanya dapat menjelaskan kelompok sarnpel penelitian yang
dimaksud, dan dalam penelitian selanjutnya menggunakan penelitian
kualitatif, supaya hasil/data yang didapatkan lebih lengkap, luas, dan lebih
rnendalam.

(g) Referensi Bacaan: 40 (1980 - 2006)


KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim

Puja dan puji Syukur penulis haturkan kepada kehadirat Allah SWT atas
segala Rahmat dan Karunia yang telah diberikanNya. Sllalawat beserta
salam bagi Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW, dimana atas
kesemuanya penulis memperoleh kemampuan sehingga dapat
menyelesaikan skripsi yang berjudul " Hubungan Antara Persepsi Terhadap
Wanita Berjilbab Dengan Motivasi Untuk Menggunakan Jilbab Pada Remaja."

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis juga tidak luput dari berbagai
kesalahan baik itu yang sengaja ataupun tidak sengaja. Dan penulis
menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan yang diperoleh saat ini bukanlah
semata-mata hasil usaha penulis sendiri, melainkan berl<at bantuan,
dorongan, bimbingan, dan pengarahan yang tidak ternilai harganya dari
pihak-pihak yang lain. Ucapan terima l<asih yang tak terhingga kepada :
1. lbu Ora. Netty Hartati, M.Si, Dekan Fakultas Psikologi dan lbu Ora.
Zahrotun Nihayah, M.Si, Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas
Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Kedua orang tua tercinta, (Alm) Abah Ors. H. Hasbi Ramli, SE. MM.
M.Si, yang sebelum meninggal dunia banyak sekali memberikan
dorongan materiil ataupun non materil, Beliau adalah seorang sosok
yang banyak sekali memberikan motivasi bagi anak-anakmu, dan
penulis akan selalu mengenang dari Jubuk hati yang paling dalam.
Semoga (Alm) Abah ditempat yang mulia disisi-Nya. Dan juga Mama
Hj. Siti Hawlah yang telah menjadi seorang ibu yang tegar dalam
menghadapi berbagai banyak cobaan yang telah diberikan Allah
kepadamu, dan tiada hentinya memberikan rasa cinta, perhatian, kasih
sayang, dukungan moril, spiritual, dan material yang tulus dan tak
terhingga kepada anak-anakmu.
3. Bapak Ors. Choliluddin AS, MA sebagai dosen pembimbing I yang
selalu memberikan arahan dan bimbingan setiap permasalahan dan
kesulitan yang penulis hadapi dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. !bu Ora. Neneng Tati Sumiati sebagai Dasen Penasehat Akademik dari
kelas B tahun 2001, yang mau memberikan waktunya untuk mendengar
keluhan dari para mahasiswa/I dengan sabar.
5. lbu Faozah dan lbu Sariah atas waktu dan tenaga yang telah diberikan
dalam hal menyelesaikan pengurusan nilai-nilai akademis.
6. Segenap dosen pengajar, karyawan, dan petugas Perpustakaan
Psikologi atas semua curahan ilmu, bantuan, perhatian, dan pelayanan
yang diberikan.
7. Acil Dini Permana Sari, S.Psi. Psi, Acil Rabiatul Adawiyah. S.Ag, Paman
Muhammad Ramli, M.Ed dan Paman lsro Ramli, S.Sos atas waktu,
tenaga, pikiran, dan semua yang telah acil berikan baik itu dalam
membantu menyelesaikan skripsi ini ataupun berbagai masalah yang
dihadapi penulis. Telah menjadikan sesosok (pengganti) orang tua yang
selalu memberikan rasa kasih sayang, cinta, dan perhatian yang tulus.
8. Kak Ridho, kak Abduh, dan Azkiya (kak iparku) atas perhatian, kasih
sayang, keceriaan, dan bimbingan yang telah kalian berikan.
9. Semua teman-teman, baik dari PSM UIN yang telah memberi
kesempatan berkarya dan mengembangkan potensi diri, SABENI (acil,
pengok, agung, ria, !ala, eka, k-inabh), KKN di Cibodas, PKL di Soeharto
Heardjan Grogol, Alpha Plus Company, kelas A-D angkatan 2001 yang
tidak dapat disebutkan satu-persatu, dan sepupuku Sholatiah yang
banyak membantu selama tinggal bersama, berjua11g untuk bisa lulus
sama-sama.
10. Ternan-ternan seperjuangan (sutikorn, yeyen, uci) dan seluruh ternan-
ternan kelas B, sernoga kalian bisa rnenyusul karni
11. Sahabat terbaikku (!iii, yunni), adik-adil< yang selalu rnenyayangiku (aris,
faqih, laila, tika, sari, rina) yang rnernberikan dukungan, doa yang sangat
berarti bagi penulis.

Penulis rnenyadari bahwa dalarn penyajian skripsi ini rnasih terdapat


kekurangan. Oleh karena itu penulis rnengharapkan, masukan dan kritikan
sehat dari pernbaca, sehingga akhirnya tulisan ini berguna bagi sernua pihak.

Jakarta, Januari 2007

Penulis
DAFTAR ISi

Halarnan Judul

Halarnan Persetujuan II

Halarnan Pengesahan iii

Kata-kata Mutiara iv

Motto dan Persernbahan v

Abstrak vi-vii

Kata Pengantar viii-x

Daftar lsi xi-xiv

Daftar Tabel xv

Daftar Bagan xvi

BAB1 PENDAHULUAN 1-9

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. ldentifikasi Masalah 6

1.3. Pernbatasan dan Perurnusan Masalah .. .. .. .. .. .. .. .... .. . 7

1.3.1. Pernbatasan rnasalah 7

1.3.2. Perurnusan rnasalah 7

1.4. Tujuan Penelitian .... . .. .. . .. .. .. .. .. .... . .. .. . .. .. .. .. .... ...... 7

1.5. Manfaat Penelitian .. .. .. .. . .. .. .. .. .. . ... .. .. . .. .. . .. . .. .. .. ... .. . 8

1.6. Sisternatika Penulisan 8


BAB 2 KAJIAN PUSTAKA 10 - 68

2.1. Persepsi 10

2.1.1. Pengertian persepsi 10

2.1.2. Proses terjadinya persepsi 13

2.1.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi 13

2.1.4. Macam-macam persepsi . .. . . . .. . . . .. . . . .. . . . .. . . .. .. . 17

2.1.5. Faktor-faktor yang menentukan persepsi 17

2.1.6. Persepsi dalam pandangan Al-Quran . . . .. . . .. . . . 22

2.2. Motivasi 23

2.2.1. Pengertian motivasi 23

2.2.2. Macam-macam motivasi 27

2.2.3. Fungsi motivasi 34

2.2.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi 35

2.3. Jilbab 36

2.3.1. Pengertian jilbab ...................................... . 36

2.3.2. Kriteria jilbab menurut Al-Quran dan As-sunnah .. r451


~-"/

2.3.3. Pola (etika) interaksi 47


2.3.4. lnteraksi laki-laki dan perempuan clalam Al-Quran dan

dalam Hadits Nabi 48

2.3.5. Akhlak wanita muslimah (Berjilbab) 51

2.4. Remaja 52
2.4.1. Pengertian remaja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 53

2.4.2. Batasan usia remaja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. 57

2.4.3. Tahap perkembangan remaja . . . .. . . .. .. . . .. . . . .. . . 58

2.4.4. Karakteristik remaja 60

2.4.5. Tugas-tugas perkembangan remaja 65

2.5. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Wanita Berjilbab

Deng an Motivasi Untuk Menggunakan Jilbab . . . . . .. . . .. . . 66

2.6. Kerangka Berfikir . . . . . .. . . . .. . . .... . . . .. . . .. . . . . . . . . ... . . .. .. .... . 67

2.7. Hipotesis Penelitian 68

BAB 3 METODE PENELITIAN 69 - 84

3.1 Jen is Penelitian . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . .. . . . . 69

3.1.1. Pendekatan penelitian 69

3.1.2. Metode penelitian ...................................... .. 69

3.2. Definisi variabel dan definisi operasional 70

3.2.1. Definisi variabel 70

3.2.2. Definisi operasional .............................. . 71

3.3. Pengambilan sampel ....................................... . 72

3.3.1. Populasi dan sampel 72

3.3.2. Teknik pengambilan sample 74


3.4. Pengumpulan data .................................................. . 74
3.4.1. Teknik pengumpulan data ..................... . 74
3.4.2. Instrument pengumpulan data 75

3.4.3. Teknik analisa data 78

3.5. Prosedur penelitian 82

3.5.1. Uji validitas skala 82

3.5.2. Uji reliabilitas 83

BAB 4 PRESENTASI DAN ANALISA DATA 85-92

4.1. Gambaran Um urn Subyek Penelitian . .. .. . . .. .. . .. . . .. . . . . 85

4.2. Presentasi Data 86


4.2.1. Penyebaran skor responden 86
4.2.2. Pengujian hipotesis 90

BAB 5 KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN 93 - 96

5.1. Kesimpulan .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . 93

5.2. Diskusi 93

5.3. Saran 96

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1. Skoring respon jawaban .. . . .. . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . .. . . . .. . . .. . .. . .. . 75


3.2. Blue print ska la persepsi terhadap wanita berjilbab .. . . .. . . . . .. . 76
3.3. Kisi-kisi penelitian skala persepsi terhadap wanita berjilbab 76
3.4. Blue print skala motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja.. 77
3.5. Kisi-kisi penelitian skala motivasi untuk menggunakan jilbab pada
remaja ............................................................................ 78
3.6. lnterpretasi Nilai r . .. .. . ... . . . .. . . . . .. . . .. . . . ... . .. .. . . ... . . . .. . . .. .. . ... . . . . 82
4.1. Gambaran umum responden berdasarkan jenis l<elamin, usia, dan
tingkatan kelas .. ... ... .... ... .... .......... .... ..... .. .... .... ... ... . .. . . . . .. . . . . 85
4.3. Kategorisasi persepsi terhadap wanita berjilbab .. . . . . .. . . .. . . . .. . . .. . 87
4.4. Kategorisasi tingkat motivasi untuk menggunakan jilbab pada
remaja ............................................................................ 87
4.5. Deskriptif statistik penyebaran skor responden ... ... ... ... ... ... .... 88
4.6. Tabulasi silang skor persepsi terhadap wanita berjilbab dengan motivasi
untuk menggunakan jilbab pada remaja . .. .. . . .. . . . . .. . . . .. . . .. . . . .. . . 89
4.7. Korelasi skala persepsi terhadap wanita berjilbab dengan motivasi untuk
menggunakan jilbab pad a remaja .. . . . . .. . . .. .. . . .. . . . .. . . .. . . . .. . . .. . . . . 91
DAFTAR BAGAN

Bagan Halaman
2.1. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi .......................... 17
2.2. Berbagai unsuryang mempengaruhi motif..................................... 36
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Menutup aurat adalah suatu kewajiban dan keharusan bagi setiap wanita

muslimah. Menurut pandangan agama Islam pakaian seorang wanita

muslimah harus sesuai dengan ketentuan syariat agama Islam, seperti yang

dijelaskan Al-Quran dalam surat Al-Ahzab ayat 59, yang berbunyi:

"Hai Nabil Katakan/ah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan para


wanita yang beriman, supaya mereka menutup tubuhnya dengan JILBAB, yang
demikian supaya mereka lebih patut dikena/ Uilbab itu ciri khas wanita mukrninat),
maka mereka pun tidak diganggu. Dan Allah itu Maha Pengampun Lagi Maha
Penyayang ( Al-Ahzab: 59)".

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT telah mewaj1bkar wani:a

muslimah agar menggunakan jilbab. Kewajiban mengenakan jilbab atau

menutup aural berlaku untuk setiap wanita yang telah mencapai usia akil

baligh. Seseorang yang telah memasuki usia akil baligh, 111aka secara
2

otomatis terkena kewajiban menjalankan syariat agama. Seorang wanita

dikatakan telah mencapai akil baligh ketika ia mendapatkan haid (rnenstruasi)

pertama. Hal ini biasa terjadi pada usia sekitar 10 tahun atau pada tahapan

perkembangan remaja.

l.Jsia remcii<i mfln1pakcin 4$ia yang rntiR"'h i:!ipen~~r4hl ql~h lingkun~cin.


., I ; • ' <

karein"l mereka ?~PanQ m~ncari identitci~ <:jlrjnyl'!. Rernaici Pfi!rnq9 9~!;:1111

bersikap, sehingga mereka nampak labil, karena proses peralihan dari kanak-

kanak menuju dewasa.

WHO memberikan definisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual.

Dalam definisi tersebut dikemukakan 3 (tiga) kriteria yaitu biologik, psikologik,

dan sosial ekonomi, sehingga secara lengkap definisi tersebut berbunyi

sebagai berikut:

1. lndividu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda

seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.

2. lndividu mengalami perkembangan psikologik dan pola identifikasi dari

kanak-kanak menjadi dewasa.

3. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada

keadaan yang relatif lebih mandiri (Muangman, dalarn Sarlito Wirawan,

2002).
3

Kewajiban rnengenakan busana rnuslirnah atau jilbab, hanya untuk rernaja

putri yang telah akil baligh. Menggunakan jilbab untuk rnenutup aurat bukan _,

hanya bagian kepala saja, tetapi juga menutup tubuh dari atas (kepala)

sarnpai kedua kaki, kecuali telapak tangan. Pakaian yang digunakan juga

harus longgar, sehingga tidak menampakkan lekuk tubuh wanita, tidak

menyerupai laki-laki. ltulah beberapa bagian kecil syarat-syarat yang

ditentukan dalam berbusana muslimah.

Cara berpakaian dan jilbab yang dikenakan wanita rnuslimah banyak

rnodelnya. Cara berpakaian yang dirnaksud yaitu pakaian yang mereka

kenakan. Model jilbab yang dikenakan saat ini pun beraneka ragam. Ada

yang mengenakan jilbab hanya sebatas menutup kepala saja dengan

membiarkan lekuk tubuhnya terbentuk, karena pakaiannya ketat. Banyak pula

wanita yang berpegang pada syariat agama Islam. Cara berpakaian

muslirnah (berjilbab) yang benar, yaitu menutup seluruh tubuh kecuali rnuka

dan telapak tangan dan berpakaian yang longgar.

Sebenarnya jilbab bukan hanya sebagai pakaian lahiriah (fisik) semata,

namun juga sebagai pakaian hati. Dimana wanita rnuslimah yang berjilbab

harus diikuti pulf'l dengan akhlak yang baik (akhlakul karimah). Pakaian jilbab

harus diikuti oleh sifat-sifat yang baik, baik itu menyanglrnt beribadah kepada
4

Allah (Hablumminallah) dan juga dalam bersikap kepada sesama manusia

(Hablumminannas).

Alasan-alasan seseorang untuk mengunakan jilbab pun sangat beragam.

Keberagaman ini timbul karena banyak faktor yang mempengaruhi, seperti

pengetahuan yang didapat dari lingkungan keluarga, ataupun kesadaran dari

dalam diri. Abu Fathan dalam bukunya yang berjudul "101 Alasan Mengapa

Saya Pakai Jilbab" memaparkan beberapa alasan yang menyebabkan wanita

menggunakan jilbab, diantaranya adalah:

1. Bukan hanya gaya-gayaan.

2. Karena ingin taat pada Allah.

3. Jilbab adalah pakaian taqwa.

4. Menjadi mar'ah sholihah.

5. Tanda bersyukur atas nikmat Allah.

Begitu banyak alasan para wanita untuk mengenakan jiibab, sehingga

akhirnya memutuskan untuk mengenakan jilbab. Alasan-alasan tersebut

terbentuk karena sebelumnya telah ada. persepsi tentang apa itu jilbab,

bagaimana berjilbab atau pandangan dirinya tentang wanita berjilbab yang

dilihatnya.
5

Persepsi, merupakan pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-

hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan dan menafsirkan pesan

(Rakhmat, 1996). Persepsi tentang jilbab pada setiap orang berbeda-beda.

Ada yang memberikan persepsi positif terhadap jilbab dan orang yang

mengenakannya. Sebaliknya, ada pula yang memberikan persepsi negatif

terhadap jilbab dan orang yang mengenakannya.

Jika persepsi yang terbentuk pada individu tentang jilbab dan wanita

muslimah yang mengenakannya positif, maka akan timbul dorongan di dalam

dirinya untuk mengikuti atau menjadi sama dengan apa yang

dipersepsikannya, yaitu mengenakan jilbab.

Dengan persepsi positif tentang jilbab dan wanita muslimah yang

menggunakannya akan menjadi motivasi tersendiri untuk mengenakan jilbab.

Jika persepsi yang terbentuk pada individu, tentang jilbab dan wanita

muslimah yang mengenakannya negatif, maka tidak akan muncul dorongan

pribadi atau motivasi untuk mengenakan jilbab.

Hal ini menjadi penting dan menarik bagi penulis untuk melihat, apakah benar

persepsi seseorang tentang jilbab dan orang yang mengenakan jilbab dapat

mendorong pribadi menjadi termotivasi atau tidak termotivasi mengenakan

jilbab. Untuk itu, penulis akan melakukan penelitian dengan judul :


6

"Hubungan antara persepsi terhadap wanita berjilbatb dengan motivasi

untuk menggunakan jilbab pada remaja".

1.2. ldentifikasi Masalah

Adapun identifikasi masalah yang dikemukakan adalah:

1. Seperti apa dan berapa banyakah mode berpakaian yang mempengaruhi

para wanita berjilbab dalam berbusana?

2. Bagaimanakah tingkah laku yang kurang sesuai dengan busana atau

jilbab yang dikenakan baik dalam bergaul pada sesaima wanita ataupun

dengan lawan jenis?

3. Seperti apakah tutur sapa yang diucapkan dalam berinteraksi terhadap

orang lain?

4. Bagaimana pandangan atau persepsi yang beragarn terhadap wanita

berjilbab?

5. Bagaimana motivasi yang ditimbulkan dari berbagai pandangan wanita

(remaja) terhadap wanita berjilbab?


7

1.3. Pembatasan dan Perumusan Masalah

1.3.1. Pembatasan Masalah

Untuk membatasi meluasnya permasalahan penelitian, maka masalah dalam

penelitian ini dibatasi pada:

1. Persepsi para wanita (remaja) terhadap wanita berjilbab.

2. Motivasi para wanita (remaja) untuk menggunakan jilbab.

3. Mengetahui hubungan antara persepsi dengan motivasi wanita (remaja)

untuk menggunakan jilbab.

1.3.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka permasalahan penelitian dapat

dirumuskan sebagai berikut: "Apakah terdapat hubungan antara persepsi

terhadap wanita berjilbab dengan motivasi untuk menggunakan jilbab pada

remaja?".

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian yang akan dilakukan adalah "Mengetahui apakah ada

hubungan antara persepsi terhadap motivasi".


8

1.5. Manfaat Penelitian


1. Secara teoritis dapat memberikan sumbangan dalam ilmu pengetahuan

khususnya dalam bidang psikologi sosial dan psikologi perkembangan.

2. Secara praktis dapat membantu para para guru-guru/pendidik, orang tua,

untuk lebih memberikan pemahaman kepada remaja tentang

kewajibabnya sebagai wanita muslimah bagaimana menutup aurat (jilbab)

yang sesuai dengan syariat Islam, dan memberikan informasi yang lebih

tentang pemahaman menutup aurat.

1.6. Sistematika Penulisan

Hasil penelitian ini disusun terdiri dari lima bab, dan tiap-tiap bab terdiri dari

beberapa sub-bab, dengan rincian sebagai berikut:

Bab 1 Pendahuluan, meliputi: latar belakang masalah, pembatasan

masalah dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat

penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab2 Kajian teori, berisi tentang teori-teori yang berkaitan dengan

permasalahan penelitian, kerangka berfikir, dan hipotesis.

Bab 3 Metodologi penelitian, meliputi: jenis penE!litian, variabel dan

definisi operasional, populasi dan sampel, teknik pengumpulan

data, teknik analisa data, dan prosedur penelitian.


9

Bab4 Hasil penelitian, mengemukakan hasil analisis penelitian yang

meliputi: gambaran umum subjek, deskripsi hasil penelitian,

pengujian hipotesis dan interpretasi hasil.

Bab 5 Penutup, mencakup kesimpulan, diskusi, clan saran.


BAB2

KAJIAN PUSTAKA

2.1. Persepsi

2.1.1. Pengertian Persepsi

Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-

hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan inforrnasi dan menafsirkan

pesan (Rakhmat, 1996). Persepsi memberikan rnakna pada stimuli inderawi

(sensory stimuli). Terdapat hubungan antara sensasi dengan persepsi.

Sensasi bagian dari persepsi. Menafsirkan makna infonnasi inderawi tidak

hanya melibatkan sensasi, tetapi juga atensi, ekspektasi, motivasi, dan

memori (Desiderata dalam Rakhmat, 1996)

Persepsi, seperti juga sensasi, ditentukan oleh faktor personal dan faktor

situasional. David Krech dan Ricard S. Crutchfield rnenyebutnya faktor

fungsional dan faktor struktural. Faktor situasional terkadang disebut sebagai

determinan perhatian yang bersifat eksternal atau penarik perhatian

(attention getter). Stimuli diperhatikan karena mempunyai sifat-sifat yang

menonjol, antara lain: gerakan, intensitas stimuli, kebaruan, dan perulangan.


11

Sedangkan faktor personal disebut faktor internal penaruh perhatian

(Rakhmat, 1996).

Dalam Kamus Lengkap Psikologi (J.P. Chaplin, 2000) pengertian persepsi

ada beberapa macam, yaitu :

1. Proses mengetahui atau mengenali objek dan kejadian objektif dengan

bantuan indera;

2. Kesadaran dari proses-proses organis;

3. Satu kelompok penginderaan dengan penambahan arti-arti yang berasal

dari pengalaman di masa lalu;

4. Variabel yang menghalangi atau ikut campur tangan, berasal dari

kemampuan organisme untuk melakukan pembedaan diantara

perangsang-perangsang; dan

5. Kesadaran intuitif mengenai kebenaran langsung atau keyakinan yang

serta merta mengenai sesuatu.

Proses mempersepsi dimulai dengan perhatian, yaitu proses pengamatan

selektif. Faktor-faktor perangsang yang penting dalam perbuatan

memperhatikan, antara lain perubahan, intensitas, ulan(Jan, kontras, dan

gerak. Faktor-faktor organisme yang penting, yaitu minat, kepentingan dan

kebiasaan memperhatikan yang telah dipelajari. Persepsi merupakan tahap


12

kedua dalam upaya mengamati dunia kita, mencakup pemahaman dan

mengenali atau mengetahui objek-objek, serta kejadian-kejadian.

Orang cenderung akan membentuk kesan atas orang lain berdasarkan

informasi terbatas. Hanya dengan melihat seseorang atau sebuah potret

selama beberapa menit saja, orang sudah cenderung menilai sebagian besar

karakteristik orang tersebut. Meski biasanya individu tidak terlalu percaya

pada pendapat yang dibentuk dengan cara demikian. Namun mereka

umumnya bersedia menilai intelegensi, usia, latar belakang, ras, agama,

tingkat pendidikan, kejujuran, kehangatan orang lain, dan sebagainya (Sears,

1999). Jadi, persepsi adalah proses dimana seseorang menjadi sadar akan

segala sesuatu di dalam lingkungannya. Pengetahuan lingkungan yang

diperoleh melalui interpretasi data indera (Gulo dalam Maulana, 2004).

Persepsi menurut penulis adalah suatu proses seseorang dalam melihat,

mengamati, mengartikan (menafsirkan) suatu objek, kejadian, peristiwa yang

terlihat oleh panca indera kemudian di masukkan ke dalam memori kita

sehingga akan membentuk suatu kesan atau makna/arti yang baru bagi

individu tersebut.
13

2.1.2. Proses terjadinya persepsi

Mempersepsikan sesuatu tidak terjadi begitu saja tetapi ada unsur yang

dapat menciptakan sebuah persepsi. Proses yang membuat terjadinya suatu

persepsi, dijelaskan seperti berikut ini :

Adanya objek yang mengenai alat indera atau reseptor, lalu diteruskan ke

syarat sensori. Alat indera atau reseptor merupakan alat untuk menerima

stimulus yang terdiri dari saraf sensori sebagai alat untuk meneruskan

stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan saraf yaitu otak. Tanpa

adanya perhatian tidak akan ada persepsi (Walgito dalam Maulana, 2004).

2.1.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi

Persepsi setiap orang dalam memandang suatu objek persepsi akan berbeda

satu sama lain, maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi

(Rakhmat, 1996).

a. Perhatian yang selektif

Dalam kehidupan manusia setiap saat akan menerima banyak sekali

rangsang dari lingkungan. Meskipun demikian, ia tidak harus menanggapi

semua rangsang yang diterimanya. lndividu akan memusatkan perhatiannya

pada rangsan-rangsang tertentu saja. Dengan demikian, objek-objek atau

gejala lain tidak akan tampil sebagai objek pengamatan.


14

Perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi

menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Perhatian

terjadi bila kita mengkonsentrasikan diri pada salah satu alat indera kita, dan

mengesampingkan masukan-masukan melalui alat indera yang lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian dapat dibeclakan menjadi dua

faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

1. Faktor Eksternal

Hal-hal yang menjadi perhatian seseorang ditentukan oleh faktor-faktor

situasional dan faktor personal. Faktor situasional terkaclang disebut

determinan perhatian yang bersifat eksternal atau penarik perhatian (attention

getter). Stimuli diperhatikan karena mempunyai sifat-sifat yang menonjol,

antara lain adalah :

1. Gerakan;

2. lntensitas Stimuli;

3. Kebaruan;

4. Perulangan;

2. Faktor Internal

1. Faktor-faktor Biologis.

2. Faktor-faktor Sosiopsikologis.
15

3. Mofio Sosiogenis.

b. Ciri-ciri perangsang

Perangsang yang bergerak diantara rangsang yang diam akan lebih menarik

perhatian. Demikian juga rangsang yang paling besar diantara yang kecil,

yang kontras dengan latar belakangnya dan perangsang intensitas

rangsangannya paling kuat.

c. Nilai dan kebutuhan individu

Seorang seniman tentu punya pola dan cita rasa yang berbeda dalam

pengamatannya dibanding seorang yang bukan seniman. Penelitian juga

menunjukkan, bahwa anak-anak dari golongan ekonomi rendah melihat koin

lebih besar daripada anak-anak orang kaya. Hal ini membuktikan bahwa

seberapa besar nilai dan kebutuhan mereka terhadap sesuatu yang mereka

Ii hat.

d. Pengalaman

Pengalaman-pengalaman terdahulu sangat mempengaruhi bagaimana

seseorang mempersepsikan dunianya. Cermin bagi kita tentu bukan barang

baru, tetapi lain hal bagi orang-orang mentawai di pedalaman Siberut atau

saudara kita di pedalaman lrian (Abdul Rahman Saleh 8, Muhbib Abdul

Wahab, 2004).
16

Menurut Kossen (1993) banyak faktor yang rnenentukan persepsi,

diantaranya :

1. Faktor-faktor keturunan (heredity factors), rnernepengaruhi persepsi

secara fisik seperti indera, kognisi, dan lain-lain.

2. Latar belakang lingkungan dan pengalarnan rnernpunyai pengaruh yang

lebih besar atas apa yang seseorang lihat atau dalarn rnernpersepsikan

sesuatu.

3. Tekanan, atau pengaruh ternan sejawat (peer effect). Pengaruh dari

seseorang, apalagi ternan dekat, sangat rnernpengaruhi pandangan kita

terhadap sesuatu.

4. Proyeksi. Kecenderungan rnanusiawi untuk rnelernparkan beberapa

kesalahan pada orang lain bisa rnenjadikan persepsi terhadap sesuatu

berbeda.

5. Penilaian yang tergesa-gesa, dapat rnenirnbulkan kecerobohan dalarn

rnernpersepsi sesuatu yang dapat rnenghasilkan sebuah kesirnpulan

yang salah.

6. Halo effect dan halo karatan (halo rusty effect). Seseorang yang cakap

dalarn satu hal juga dianggap cakap untuk hal lain. Asurnsi tersebut

dapat rnenirnbulkan halo sehingga akan berpengaruh terhadap

pandangan atau persepsi dia terhadap sesuatu.


17

Lebih lanjut, Robbins (2001) membuat skema tentang faktor-faktor yang

dapat mempengaruhi persepsi, yaitu :

Factors in the perceiver


a. Attitudes
b. Motives
c. Interest
d. Experience
Factors in the situation
e. Expectations
a. Time
b. Work setting
I
c. Social setting l Perception I
I
Factors in target
a. Novelty
b. Motion
c. Sounds
d. Size
e. Background
f. proximity

Bagan 2.1. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi

2.1.4. Macam-macam persepsi

Rakhmat (1999) kemudian membagi persepsi menjadi dua bagian besar,

yaitu persepsi interpersonal dan persepsi objek. Persepsi interpersonal

adalah persepsi terhadap pada manusia. Persepsi objek adalah persepsi

terhadap benda lain selain manusia.

2.1.5. Faktor-faktor fungsional yang menentukan persepsi.

a. Kebutuhan.

b. Pengalaman Masa Lalu.

c. Faktor-faktor Personal ( kerangka rujukan)


18

Yang menentukan persepsi bukan jenis atau bentuk stimuli, tetapi

karakteristik orang yang memberikan respons pada stimuli itu.

Krech dan Crutchfield (1996) merumuskan beberapa dalil persepsi, yaitu :

a. Persepsi bersifat selektif secara fungsional. Dalil ini berarti bahwa

objek-objek yang mendapat tekanan dalam persepsi kita biasanya objek-

objek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi. Mereka

memberikan contoh pengaruh kebutuhan, kesiapan mental, suasana

emosional, dan latar belakang budaya terhadap persepsi.

b. Medan perseptual dan kognitif selalu diorganisasikan dan diberi arti.

Dalil ini berarti mengorganisasikan stimuli yang kita terima tidak lengkap,

tetapi kita akan mengisinya dengan interpretasi yang konsistendengan

rangkaian stimuli yang kita persepsi.

c. Sifat-sifat perseptual dan kognitif dari substruktur ditentukan pada

umumnya oleh sifat-sifat struktur secara keseluruhan. Datil ini berarti

jika individu dianggap sebagai anggota kelompok, semua sifat individu

yang berkaitan dengan sifat kelompok akan dipengaruhi oleh

keanggotaan kelompoknya, dengan efek yang berupa asimilasi atau

kontras.

d. Objek atau peristiwa yang berdekatan dalam ruang dan waktu atau

menyerupai satu sama lain. cenderung ditanggapi :sebagai bagian dari

struktur yang sama.


19

Dali! ini umurnnya betul-betul bersifatruktural dalarn pen1~elornpokkan objek-

objek fisik, seperti titik, garis, atau balok. Kita segera rnenganggap bentuk-

bentuk segitiga sebgai satu kelornpok, dan titik-titik sebagai kelornpok yang

lain. Pada persepsi sosial, pengelompokkan tidak muni struktural sebab apa

yang dianggap sama atau berdekatan oleh seorang individu, tidaklah

dianggap sama atau berdekatan oleh individu yang lain. Kebudayaan juga

berperan dalam melihat kesamaan. Pada rnasyarakat menitikberatkan

kekayaan, orang akan mernbagi masyarakat pada dua k:elompok, orang kaya

dan muskin. Pada masyarakat yang mengutamakan pendidikan, orang

mengenal dua kelompok, kelompok terdidik dan tidak terdidik.

Dalam komunikasi, dalil kesamaan dan kedekatan ini sering dipakai oleh

komunikator untuk meningkatkan kredibilitasnya. la menghubungkan dirinya

atau mengakrabkan dirinya dengan orang-orang yang rnempunyai prestise

tinggi. Terjadilah apa yang disebut "gilt by association" (cemerlang karena

hubungan), sebaliknya kredibilitasnya akan berkurang karena duduk

berdarnpingan dengan orang yang kredibilitas yang renclah, itu disebut "guilt

by association" (bersalah karena hubungan) (Rakhmat, 1996).


20

Menurut Sears (1999), macam-macam faktor yang dapat membentuk kesan,

yaitu:

1. Kesan pertama;

2. Kesan menyeluruh;

3. Konsistensi;

4. Pendekatan kognitif.

Dimensi evaluatif merupakan prinsip organisasi paling penting dibelakang

kesan pertama. Nampaknya orang memutuskan lebih dulu berapa besar

kesukaan atau ketidaksukaannya pada orang lain, kemudian memberikan

karakteristik kepada mereka untuk mencocokkan gambaran menyenangkan

atau tidak menyenangkan.

Ada dua segi yang bertentangan mengenai pandangan tcerhadap bagaimana

orang memproses informasi tentang orang lain, yaitu :

1. Pendekatan belajar yang menyamaratakan informasi secara mekanis.

2. Pendekatan Gestalt yang membuat orang membentuk kesan yang lebih

melekat dan berarti.

Berbagai prasangka perseptual yang dapat diidentifikasi memutarbalikkan

penilaian kita atas orang lain, seperti Pengaruh halo dan prasangka

positivitas. Pengaruh Halo yaitu kita cenderung berfikir, lbahwa seseorang


21

yang kita sukai yaitu baik dalam segala dimensi sedangkan prasangka

positivitas yaitu kita cenderung menyukai semua orang, bahkan mereka yang

tidak begitu disukai orang. Penilaian kita atas orang lain tidak selalu cukup

akurat. Terutama kita mengalami kesulitan dalam menilai emosi manusia

berdasarkan ekspresi wajah mereka.

Kita cukup mudah mengetahui apakah emosi itu positif atau negatif, tetapi

kita menemui kesulitan mengendalikan emosi positif atau negatif yang

dialami. Namun demikian, terdapat hubungan universal melewati kebudayaan

antara emosi tertentu dan ekpresi wajah tertentu. Komunikasi verbal

seseorang mungkin merupakan sumber informasi yang paling penting

tentangnya. walaupun demikian, informasi yang terlihat dan bahasa

memberikan sumbangan besar dan penting.

Persepsi bukan semata fenomena visual saja. Apa pun yang kita "lihat" itu

bersifat fisik. Motivasi juga sangat mempengaruhi perhatian. Bila kita lapar,

kita memerhatikan iklan-iklan restoran dan makanan. Sama halnya dengan

bila kita melihat, bahwa wanita yang memakai jilbab itu menarik, maka akan

timbullah suatu persepsi yang kemudian diteruskan dengan motivasi apakah

akan mengenakan jilbab atau pun tidak.


22

Ekspektasi (ekspektasi yang dipersepsi) rnungkin rnerupakan unsur terbesar

dalarn persepsi. Manusia adalah rnakhluk dengan ,,"kebiasaan yang

dipersepsi". Selarna pengalarnan hidup, rnanusia belajar rnengharapkan

perilaku tertentu dari orang lain, selain itu juga dari diri rnanusia itu sendiri.

Melalui ekspektasi rnanusia rnerasa telah bertindak wajar, puas, dan arnan

dalarn rnelakukan asurnsi-asurnsi yang didasarkan pada konsep kekonstanan

dunia fisik, yang sebenarnya rnerupakan asurnsi yang keliru (Lynn Wilcox,

2003).

2.1.6 Persepsi Dalam Pandangan Al-Quran

Persepsi rnerupakan fungsi psikis penting yang rnenjadi jendela pernaharnan

bagi peristiwa dan realitas kehidupan yang dihadapi manusia. Manusia

sebagai rnakhluk yang diberikan arnanah kekhalifahan dianugerahi berbagai

rnacarn keistirnewaan diantaranya proses dan fungsi persepsi yang lebih

rurnit dan lebih kornpleks dibandingkan dengan rnakhluk Allah lainnya. Al-

Quran rnenyatakan tentang beberapa proses dan fungsi persepsi dirnulai dari

proses penciptaan.

QS Al-Mukrnin ayat 12-14, rnenyebutkan proses penciptaan fungsi-fungsi

penginderaan dan penglihatan. Dalarn ayat ini tidak disebutkan telinga dan

rnata, tetapi sebuah hanya fungsi rnata dan telinga. Kedua fungsi ini (rnata

dan telinga)f'l'len,ipa~~nfungsi vital bagi rnanusia dan disebutkan selalu


23

dalam keadaan berpasangan. Beberapa ayat lain juga mengungkapkan hal

yang sama, antara lain:

1. Persepsi penginderaan fisik/non fisik

"Kami akan memper/ihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di


segenap ufuk pada diri mereka sendiri, sehingga je/as/ah bagi mereka bahwa Al-
Quran itu ada/ah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa
sesungguhnya Dia menyaksikan sega/a sesuatu? (QS Fussilat: 53)".

2. lsytilaf, pengetahuan peristiwa yang berada jauh dari jangkauan

"Tatkala kafi/ah itu telah keluar (dari negE:ri Mesir) berkata ayah mereka:
Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah
aka/ (tentu kamu membenarkan a/.:.u) (QS Yusuf." 94)".

2.2. Motivasi

2.2.1 Pengertian Motivasi

Motif dalam bahasa lnggrisnya motive, berasal dari kata motion yang berarti

bergerak (Sarlito, 2000). Motif dalam psikologi berarti rangsangan, dorongan,

atau pembangkit tenaga bagi terjadinya suatu tingkah laku. Selain istilah
24

motif, dikenal pula dalam psikologi istilah motivasi. Motivasi merupakan istilah

umum, yang menunjuk pada seluruh proses gerakan, termasuk situasi yang

mendorong, dorongan yang timbul dalam diri individu, tingkah laku yang

ditimbulkan oleh situasi tersebut dan tujuan akhir dari gerakan atau perbuatan

(Sarlito, 2000)

Chaplin (2000) mengemukakan, bahwa motivasi adalah satu variabel yang

digunakan untuk menimbulkan faktor-faktor tertentu didalam organisme yang

membangkitkan, mengelolah, mempertahankan, dan me!nyalurkan tingkah

laku menuju satu sasaran. Untuk menuju satu sasaran tersebut manusia

bebas untuk memilih, dan pilihan yang ada baik atau buruk, tergantung pada

intelegensi dan pendidikan individu, oleh karenanya manusia bertanggung

jawab penuh terhadap setiap perilakunya.

Motivasi merupakan suatu proses yang tidak dapat diamati secara langsung,

sedangkan gejala perilaku individu dapat diamati secara langsung. Seperti

pemilihan tugas-tugas, usaha yang dilakukan, ketekunan, dan suatu

perwujudan dari perasaan atau pikiran kedalam wujud kata-kata. Sebagai

suatu proses, motivasi berasal dari pembelajaran bagaimana individu

menghadapi berbagai masalah, kegagalan atau kemunduran guna mengejar

tujuan.
25

Motivasi mencakup aktivitas fisik dan mental. Dalam aktivitas mental

diperlukan tindakan kognisi sebagai perencanaan, pengulangan, organisasi,

pembuatan keputusan, dan pemecahan masalah (Pintric:h & Schunk, 1996).

Linda L.Davidoff (1991) mengemukakan, bahwa motif atau motivasi

digunakan untuk menunjukkan suatu keadaan dalam diri seseorang sebagai

akibat dari munculnya suatu kebutuhan. Motif inilah yan!J mengaktifkan atau

membangkitkan perilaku yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan.motif

yang tampak sebagian besar berasal dari pengalaman dikenal sebagai motif

(motive), sedangkan motif yang muncul untuk memenuhi kebutuhan dasar

(makan dan minum) dinamakan drive. Tingkah laku manusia tidak selalu

dikendalikan oleh akal, tetapi banyak tingkah laku manusia yang dilakukan

diluar kontrol manusia.

Setiap perbuatan yang dilakukan manusia baik yang disadari atau tidak

disadari pada dasarnya merupakan sebuah wujud untuk menjaga

keseimbangan hidup. Jika keseimbangan hidup terganggu, maka akan timbul

suatu dorongan untuk melakukan aktivitas guna mengembalikan

keseimbangan ini, kadang terjadi atas dasar fisiologis semata tanpa disertai

kehendak manusia, seperti tubuh mengeluarkan keringat saat kepanasan.


26

Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia sangat

memperhatikan konsep keseimbangan (Makhuf dalam Utsman Najati, 2004).

Tenlu/ah mereka berkala: "Sesungguhnya pandangan kamilaf1 yang dikaburkan,


bahkan kami ada/ah orang-orang yang kena sihir" (15), Dan sesungguhnya kami
le/ah menciplakan gugusan binlang-binlang (di langil) dan Kami le/ah menghiasi
langil ilu bagi orang-orang yang memandang-Nya (16), dan Kami menjaganya dari
liap-tiap syailan yang lerkuluk (17), /<ecuali syailan yang mencuri-curi (berila) yang
dapal didengar (dari malaikal) /a/u dia dikejar o/eh semburan api yang terang
(18).Dan Kami le/ah hamparkan bumi dan menjadikan pada gunung-gunung dan
Kami lumbuhkan padanya segala sesualu menurul ukurannya (19).(QS Al-Hijr, 15-
19).

Motivasi menurut penulis adalah suatu kebutuhan dasar yang berasal dari

dalam diri ataupun pengaruh lingkungan yang mengakibatkan seseorang

untuk melakukan suatu melakukan tindakan/ bertingkah taku untuk memenuhi

dari tujuan yang diinginkan individu tersebut


27

2.2.2. Macam-macam Motivasi

Motivasi memiliki berbagai macam pendapat dari para al1li, diantaranya:

a. Menurut Chaplin (dalam Utsman Najati, 2004). Motivasi dibagi menjadi

dua:

1. Psychological drive yaitu dorongan-dorongan yang bersifat fisik, seperti

lapar, haus, dan sebagainya.

2. Social motives yaitu dorongan-dorongan yang berhubungan dengan

orang lain seperti dorongan ingin selalu berbuat baik dan etis. Lindzy

G.Hall, memasukkan kebutuhan berkelompok, kebutuhan terhadap

penghormatan, kebutuhan akan sesuatu yang dicintai ke dalam social

motives.

b. Woodworth & Marquis. Motivasi dibagi menjadi tiga:

1. Kebutuhan-kebutuhan organis yaitu motivasi yang berkaitan dengan

kebutuhan dalam, seperti makan & minum.

2. Motivasi darurat yang mencakup dorongan untuk rnenyelamatkan diri,

seperti dorongan untuk membalas, dorongan untul< berusaha. Motivasi

ini timbul jika situasi menuntut timbulnya kegiatan yang cepat dan kuat

dalam diri manusia. Dalam hal ini motivasi timbul atas keinginan

seseorang, tetapi karena perangsang dari luar.

3. Motivasi objektif, yaitu motivasi yang diarahkan kepada objek atau

tujuan tertentu disekitar kita.motif ini mencakup kebutuhan untuk


28

ekplorasi, manipulasi, menaruh minat. Motivasi ini timbul karena

dorongan untuk menghadapi dunia secara efektif.

c. Davis & Newstrom (1996). Motivasi yang mempengaruhi seseorang dalam

bertingkah laku terbagi menjadi empat:

1. Motivasi berprestasi yaitu dorongan untuk mengatasi tantangan untuk

maju. Dorongan tersebut harus dikejar agar mencapat satu tujuan.

lndividu dengan dorongan ini menginginkan untuk mencapai hasil yang

baik dan sukses. Pemenuhan tersebut dilihat sebagai kebutuhan yang

penting terutama untuk diri sendiri tidak hanya untuk penghargaan.

2. Motivasi berafiliasi yaitu dorongan untuk berhubungan dengan orang

lain dalam basis sosial secara efektif.

3. Motivasi berkompetensi yaitu dorongan untuk mencapai hasil kerja

dengan kualitas tinggi. Dorongan untuk menjadi lebih baik terhadap

sesuatu mengarahkan individu untuk menunjukkan kualitas kerja yang

tinggi.

4. Motivasi berkuasa yaitu dorongan untuk mempengaruhi orang lain dan

merubah situasi.

Keempat pola motivasi tersebut menggerakkan dan mendorong seseorang

untuk melakukan aktivitas, baik secara bersama-sama, ataupun terpisah.

Dalam suatu aktivitas terkadang hanya digerakkan oleh satu motivasi, tetapi
30

Ayat pertama dijelaskan larangan untuk menafikan kehidupan dunia karena

sebenarnya manusia diberikan keinginan dalam dirinya untuk mencintai dunia

itu. Hanya saja kesenangan hidup itu tidak diperbolehkan semata-mata

hanya untuk kesenangan saja, yang sebenarnya bersifat biologis daripada

bersifat psikis. Padahal motivasi manusia harus terarah pada qiblah, yaitu

arah masa depan yang disebut al-akhirah, sebuah kondisi yang situasi

sebenarnya lebih bersifat psikis. Dan ayat kedua menekankan sebuah motif

bawaan dalam wujud fitrah, sebuah potensi dasar. Potensi dasar yang

memiliki makna sifat bawaan, mengandung arti bahwa sejak diciptakannya

manusia memiliki sifat bawaan yang menjadi pendorong untuk mefakukan

berbagai macam bentuk perbuatan tanpa disertai dengan peran aka!,

sehingga terkadang manusia tanpa disadari bersikap dan bertingkah faku

untuk menuju pemenuhan fitrahnya.

Motivasi dapat hadir dari dua faktor dalam individu dan faktor luar cfiri

individu, keduanya sangat berperan dalam berperilaku, faktor tersebut lebih

dikenaf dengan faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik.

Muhibbin Syah (1999) mengefompokkan motivasi ke dalam dua kategori,

yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik.


31

1. Motivasi lnstrinsik

Yang dimaksud motivasi instrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam

diri seseorang tanpa paksaan dari luar dirinya, karena dalam diri setiap

individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi instrinsik

dapat menjadikan seseorang tidak merasa terpaksa dalam mengikuti suatu

aktivitas (Muhibbin Syah, 1999).

Sumber-sumber motivasi instrinsik adalah faktor-faktor internal, seperti minat

(interest), kebutuhan (needs), kenikmatan (enjoyment), dan rasa ingin tahu

(curiosity). Tipe penentuan tujuan adalah learning goal, berupa kepuasan

pribadi dalam menemukan tantangan, individu yang termotivasi secara

instrinsik, cenderung memilih tugas yang cukup sulit dan menantang

(Woolfolk dalam Holilah, 2005)

2. Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang muncul apabila ada ransangan dari

luar. Pada motivasi ini seseorang melakukan aktivitas atas dasar nilai yang

terkandung dalam objek yang menjadi sasaran atau tenclensi tertentu.

Karena itu, motivasi eksentrik ini juga dikatakan sebagai bentuk motivasi

yang di dalam aktivitasnya dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan-

dorongan dari luar yang secara tidak mutlak berkaitan dengan aktivitas

tersebut (Muhibbin Syah, 1999).


32

Motivasi ekstrinsik salah satu aktivitas tersebut. Motivasi ekstrinsik seringkali

menjadi pengarahan tujuan (Goa/ Directed) dan prioritas suatu tujuan (goal

oriented), karena individu yang bersangkutan terdorong; oleh hal-hal diluar

dirinya, seperti reward atau punishment (Pintrinch & Schunk dalam Holila,

2005).

lndividu termotivasi melakukan suatu aktivitas demi alasan tertentu, karena

motivasi ekstrinsik ini bersumber pada faktor-faktor eksternal, seperti

imbalan atau pujian (reward), tekanan sosial (social pressure), atau

penghindaran diri dari hukuman (punishment). Tipe penentuan tujuan

motivasi ekstrinsik ini adalah performance goal, berupa dorongan untuk

penerimaan hasil kerja oleh orang lain. lndividu cenclerung memilih tugas

yang sangat mudah atau sangat sulit (Woolfolk dalam Holilah, 2005).

Melihat kajian tentang manusia, manusia hanya terdiri dari dua unsur, yaitu :

fisik dan psikis. Maka pembagian motivasi cukup ada dua yaitu motivasi

fisiologis dan motivasi psikis yang mencakup motivasi spiritual. W.A

Gerungan menyebutkan dengan motivasi biogenetis, motivasi sosi()genetis,

dan motivasi teogenetis. Memang, motivasi sprituallah yang cenderung

dilupakan oleh para psikologi modern. Padahal dalam keseharian motivasi

spiritual dapat dirasakan. Seperti diungkapkan Lindzy, dorongan yang

berhubungan dengan aspek spritual dalam diri manusia :selalu ada, seperti
33

dorongan beragama, kebenaran dan keadilan dan sebagainya. Menurut

Maslow kebutuhan spiritual manusia merupakan kebutuhan alami yang

integritas perkembangan dan kematangan kepribadian individu sangat

tergantung pada pemenuhan kebutuhan tersebut.

Motivasi menggunakan jilbab bisa digolongkan dalam motivasi religius.

Karena dengan menggunakan jilbab berarti seseorang telah berhasil

mencapai suatu tingkat kereligiusannya. Dengan memahami agama secara

lebih mendalam.

Ustman Najati (1985), membagi dorongan menjadi dua bagian pokok, yaitu :

1. Dorongan-dorongan fisiologis

Fungsi-fungsi fisiologis adalah memenuhi kebutuhan-kebutuhan tubuh,

menutup semua kekurangan organis atau kimiawi yang rnenimpanya, dan

melawan kegoncangan, kekacauan atau hilangnya keseimbangan yang

menimpanya. Macam-macam dorongan fisiologis, yaitu :

a. Dorongan-dorongan untuk menjaga diri

b. Dorongan mempertahankan kelestarian hidup jenis

Allah telah menciptakan dorongan dari keduanya (manusia dan hewan)

dorongan fisiologis untuk melakukan dua tingkah laku penting yang


34

menentukan kelangsungan seluruh jenis. Dua dorongan itu ialah dorongan

seksual dan dorongan keibuan.

2. Dorongan Psikis

Dorongan psikis pada umumnya merupakan dorongan yang diperoleh

berdasarkan dorongan-dorongan fisiologis kita. Dengan kata lain, dorongan

psikis merupakan cabang dari dorongan fisiologis yang timbul akibat

terjadinya interaksi antara dorongan-dorongan itu dengan berbagai

pengalaman individu dan faktor pertumbuhan sosialnya. Dorongan psikis

terbagi menjadi empat, yaitu :

a. Dorongan memiliki

b. Dorongan memenuhi

c. Dorongan berkompetensi

d. Dorongan beragama

2.2.3 Fungsi Motivasi

Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2003), motivasi memiliki dua fungsi

yaitu:

1. Fungsi mengarahkan (directional function)

Dalam mengarahkan kegiatan, motivasi berperan mendekatkan atau

menjauhkan individu dari sasaran atau tujuan yang akan dicapai. Apabila

sasaran atau tujuan tersebut merupakan sesuatu yang diinginkan individu,


35

maka motivasi berperan mendekatkan (approach motivation). Dan apabila

tujuan tidak diinginkan individu, maka motivasi berperan menjauhkan sasaran

atau tujuan (avoidance motivation). Karena motivasi berkenaan dengan

kondisi yang cukup kompleks, maka akan terjadi pula bahwa motivasi

sekaligus berperan mendekatkan dan menjauhkan sasaran atau tujuan.

2. Fungsi mengaktifkan dan meningkatkan kegiatan (activating and energizing

function)

Suatu perbuatan atau kegiatan yang tidak bermotif atau motifnya sangat

lemah akan dilakukan dengan tidak sungguh-sungguh dan tidak terencana,

sehingga kemungkinan tidak akan membawa hasil. Sebaliknya apabila

motivasinya besar dan kuat, maka kegiatan atau aktivita:s tersebut akan

dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terencana dan kemungkinan akan

membawa hasil yang besar.

2.2.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi

Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi ada 3 faktor, yaitu:

1. lnsentif

2. Emosi

3. Kognisi
36

..
lnsentif
r----. '
Motivasi Perilaku

Kognisi
dan
Emosi
Pengalaman
lalu dan kini ----.

Bagan 2.2. Berbagai unsur yang mempengaruhi motivasi, tampak dalam bagan ini.

Kita menganggap bahwa pengalaman dan insentif serin!~kali mengubah

kognisi dan emosi dan akan mengarah pada motivasi. Dengan demikian,

dianggap pula bahwa motivasi akan membangkitkan perilaku. Perilaku dapat

pula mengubah kognisi dan emosi dan sekaligus menurunkan atau

menaikkan taraf motivasi.

2.3 Jilbab

2.3.1 Pengertian Jilbab

Jilbab berasal dari bahasa Arab yang jamaknya JalaabiilJ artinya pakaian

yang lapang/luas. Pengertiannya adalah pakaian yang lapang dan dapat

menutup aurat wanita, kecuali muka dan kedua telapak tangan sampai

pergelangan tangan saja yang ditampakkan. Dalam pengertian luas, jilbab

merupakan pakaian yang luas dan menutup aurat. Kata--kata jalaba berarti
37

menarik, maka badan wanita menarik pandangan dan p13rhatian umum

hendaklah ditutup. Menggunakan pakaian pada dasarnya ialah untuk

menutup yang perlu ditutupi dan tidak diinginkan diperlihatkan. Yang perlu

ditutup adalah badan yakni tempat bersemayamnya ruh/jiwa. Ruh adalah

milik Allah semata dan diberikan kepada manusia untuk dijaga baik-baik dan

diberikan-Nya petunjuk untuk menjaganya. Di dalam Islam ada lima pokok

dasar yang harus dijaga dan dipelihara yaitu ruh, hart.a benda, otak pikiran,

keturunan, aurat. Jilbab bukan hanya menutup badan semata badan, tetapi

jilbab untuk menghilangkan rasa berahi yang menimbulk.an syahwat. Mak.a

agar tidak mengundang syahwat hendak.lah ditutup segaila yang memaluk.an

(Fuad Mohd. Fachruddin, 1988)

Memakai jilbab huk.umnya wajib, sebagai suatu keharusan yang pasti atau

mutlak bagi wanita dewasa yang mukminat atau muslimat. Dasar yang

mewajibkan mukminat untuk memakai jilbab adalah Kitabullah dan

Sunnaturrasul. Allah berfirman dalam Al-Qur'an (S.33 Al Ahzab: 59 dan S.24

An Nur: 31). yang berbunyi:


38

"Kalakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan


pandangannya, dan memeli'1ara kema/uannya, dan jangan/ah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak darinya. Dan hendak/ah
mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah mereka, atau putra-
putra mereka, atau putra-pulra suami mereka, atau saudara /aki-laki mereka atau
putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-
/Judak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan /aki-laki yang tidak mempunyai
keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang be/um mengerti tentang aural. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan berlaubatlah kamu sekaliar: kepada Allah, hai orang-orang yang
/Jeriman supaya kamu beruntung. (An-Nur:31)

Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah SWT telah mewajibkan kepada wanita

yang beriman supaya mereka menggunakan jilbab atau kerudungnya.


39

Sehubungan dengan turunnya S.24 An-Nur: 31 yang memerintahkan wanita

mukminat supaya menggunakan jilbab, maka berikut ini terdapat hadits yang

menjelaskan perihal turunnya ayat tersebut, yang berbunyi :

"Berkatalah 'Aisyah : Mudah-mudahan Allah mengasihani (merahmati) para

wanita ketika Allah turunkan ayat : Dan ulurkan kerudung-kerudung merka itu

hingga ke dadanya. Mereka semua merobek kain-kainnya yang belum

berjahit. Lalu mereka gunakan buat kerudung".

Apabila telah berjilbab maka kewajiban berkerudung telah terpenuhi, karena

jilbab itu cukup memenuhi syarat tertutupnya aurat wanita.

Faktor-faktor yang menyebabkan orang berjilbab adalah :

a. Karena didasari oleh ilmu, iman dan takwa

b. Karena hendak menonjolkan eksistensi dan perbedaan dirinya dengan

maksud riya.

c. Karena ditimpa suatu peristiwa yang menyentuh hati.

d. Karena faktor lingkungan, kebudayaan dan pendidikan yang diterimanya

e. Karena pengaruh tekanan dari pihak tertentu.

Mereka yang sudah berjilbab sudah boleh dikatakan bai~: karena secara

langsung mereka telah menjalani hukum syara' meskipun diantara mereka


40

ada yang dengan sukarela maupun terpaksa. Bagi mereka yang telah

berjilbab maka nilai pahala masing-masing di sisi Allah SWT tidaklah sama.

Bagi mereka yang benar-benar beriman serta ikhlas dan lurus Diennya, maka

bagi mereka surga sebagaimana yang telah dijanjikan Allah dalam An-Nisa 4

: 143 - 144.

Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir) : tidak
masuk kepada golongan ini (orang-orang yang beriman) dan tidak pula kepada
golongan itu (orang-orang kafir). Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu
sekali-ka/i tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi
wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. /nginkah kamu mengadakan
a/asan yang nyata bagi A/lah untuk menyiksamu?.(An-Nisa:143-144)

lbnu Hazm mengatakan bahwa "Dalam bahasa Arab jilbab merupakan kain

bagian luar yang menutupi seluruh tubuh. Sepotong pakaian yang terlalu

kecil untuk menutupi tubuh tidak dapat disebut sebagai jilbab. Adapun,

sebagaimana dicatat oleh Nasaruddin Umar, jenis-jenis pakaian perempuan


41

dalam vocabulary Arab pada masa Rasulullah SAW dikenal dengan

beberapa istilah, yaitu :

a. Khimar, pakaian yang menutupi kepala.

b. Dir', pakaian yang khusus menutupi bagian badan.

c. Niqab dan Burq, pakaian yang khusus menutupi daerah muka kecuali bola
mata.

d. ldzar, pakaian berjahit yang menutupi anggota badan sampai ke bagian

kaki.

e. Rida', pakaian luar yang menutupi bagian atas badan sampai ke bagian

bawah diatas idzar.

f. Jilbab, kerudung yang menutupi bagian luar kepala termasuk menutupi dir'

dan khimar.

Beberapa istilah yang sering terkait dengan perkara hijab ini, yang yang

diantaranya muncul dalam (QS An Nuur 24:31) yaitu khaimaryang bentuk

jamaknya adalah khumur, memiliki makna tudung atau s19lendang untuk

penutup kepala. Kata ini merupakan bentuk turunan dari akar kata khamara

yang berarti menutupi atau menyembunyikan, dan terkai1t pula dengan kata

khamr yang berarti anggur, atau secara harfiah "sesuatu yang menutupi atau

mendera pikiran atau kepala''. Kemudian istilah juyub yang merupakan

bentuk jamak dari kata jayb, sebuah turunan dari kata jawb atau memotong
r··-··-· ......................
dan merujuk kepada belahan (dari pakaian);yang [)erarti bafiwatlltup kepala
I! .if<''+·
·"·'I ' , ·)
l "'
Li" l;,'"''
42

harus menutupi leher dan menggantung di atas dada. Adapun kata kerja

tabahraja menandai aktivitas menghiasi sesuatu, merapikan diri, menjadi

tidak alami (palsu), berpakaian untuk diperlihatkan. lni rnenurut llyas, tidak

hanya untuk membuat seseorang rnenjadi cantik, tapi juga memamerkan

dirinya, untuk rnengembangkan daya tarik seseorang dengan tujuan untuk

memancing hasrat.

Dalam QS Al-Ahzab 33:33 terdapat istilah tabarruj yang berarti "rnenampilkan

kecantikan", yang turunan kata lainnya adalah buruj yang digunakan dalam

beberapa ayat di Al-Qur'an (4: 7; 15:16; 25: 61; 85: 1).

.-.
"

Dan hendak/ah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan
bertingkah /aku seperti orang-orang jahi/iah yang dahu/u dan dirikanlah sholat;
tunaikan/ah zakat; dan taati/ah Allah dan Rasulnya. Sesungguhnya Allah
bermaksud hendak menghi/angkan dosa dan kamu. hai ah/ulbait, dan
membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (Al-Ahzab:33)

Buruj artinya "menara" karena visibilitasnya yang jelas, dan "visibilitas"

yang jelas dari perempuan pun dapat diakibatkan dari tipe pakaian yang

digunakannya. Cara mereka berjal<:rn, atau cara mereka bertingkah laku.


43

Dalam tafsir klasik tabarruj diartikan sebagai, pertama. mengingat atau

berjingkrak-jingrak secara menggoda, berjalan dengan cara seksi,

mendadani diri sendiri secara lengkap. Kedua bercumbu-cumbuan,

berkeletah. Ketiga berias, memperlihatkan dandanan, memamerkan daya

tarik tubuh. Tabarruj juga termasuk membuka tudung kepala,

mengikatkannya kebelakang yang berlawanan dengan diikat ke depan,

yang mengekspos leher, kalung, telinga, dan anting-anting yang

dikenakannya.

Dalam pengertian umum tabarruj berarti seorang perempuan yang

memperagakan dirinya sendiri di depan publik, termasuk gaya berjalannya

yang tak tertutup dan menggunakan kain yang menyingkapkan lekuk

tubuh, ornamen, make-up dan sebagainya.

Kaitannya dalam sejarah dunia Islam, Nasaruddin mencatat sejumlah

penutup kepala yang dikenal dengan istilah-istilah yan!~ berbeda-beda di

tiap-tiap bangsa. Cadar yang terkenal di Iran yang berarti "tenda" dalam

tradisi Iran cadar itu adalah sepotong pakaian serba membungkus yang

menutupi seorang wanita dari kepala hingga ujung kaki. Di India, Pakistan

dan Bangladesh dikenal dengan istilah purdah yang berarti "garden"

(curtain). Charshafyang dikenal di Turki untuk nama pakaian muslimah,


44

Milayat di Libya, Abaya serta kudung atau kerudung untuk daerah

Indonesia. Thailand Selatan, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Beryl Causari Syamwil (Alfathri Adlin, 2005), adalah generasi awal

pemakai jilbab di Indonesia, mengamati bahwasanya busana muslimah di

Indonesia bukanlah tradisi bar karena sudah ada ketika pertama kali Islam

datang, namun masih dalam proses untuk menutup aurat. Dia menunjuk

selendang tipis yang dikenakan perempuan Indonesia untuk menunjuk

Indonesia untuk menutupi sebagai rambutnya sebagai bukti dari proses

menuju jilbab dalam pemahaman seperti hari ini. Pada kenyataannya,

(tradisi) kerudung yang telah berkembang di Indonesia khususnya di

negara-negara melayu pada umumnya, ternyata memiliki makna yang

sepadan dehgan istilah khimaar pada zaman Rasulullah SAW. Namun,

"proses" menutup aurat tersebut sempat terhenti ketika Belanda dengan

peraturan-peraturannya mewajibkah setiap siswi untuk mehggunakan rok

ke sekolah-sekolah hingga tak heran apabila cukup banyak orang yang

terkejut ketika isu jilbab dan baju kurung diangkat lagi ke permukaan.

Bangsa Belanda dan Bangsa Eropa lainnya yang tiba di Hindia Belanda

bertolak belakang dengan Bangsa Indonesia dalam hal gaya hidup.

Muslim dari daerah pusat Islam lainnya, memperkenalkan, mendorong dan

memodifikasi gagasan dan simbol religius berkaitan dengan cara


45

bagaimana semestinya bagi seorang Muslim untuk berperilaku di

masyarakat, termasuk norma-norma dalam berpakaian. Di Indonesia

kontak dengan bagian-bagian dunia Islam lebih lama daripada dengan

dataran Eropa, orang-orang Muslim telah meninggalkan bekas lama

sebelum orang Belanda dan Eropa hadir dalam situasi ini. Oleh karena

itu, pilihan antara mengenakan pakaian yang berdasarkan aturan Muslim

atau budaya pribumi telah berlangsung amat lama.

11.3.2 Kriteria Jilbab Menurut Al-Qur'an

Kriteria jilbab bukanlah berdasarkan kepantasan atau mode yang sedang

trend, melainkan berdasarkan Al-Qur'an. Seperti yang terdapat dalam

Firman Allah SWT :

Tidak pan/as bagi seorang muslim atau muslimat jika Allah dan Rasul-Nya telah
memutuskan suatu hukum, mereka memili/1 hukum lain tentang suatu urusan.
Barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka ia le/ah sesat dengan
kesesatan yang nyata. (Al-Ahzab: 36)

Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam bukunya "Jilbab Al-Mar' ah

Al-Muslimah fil Kitabi was Sunati (Jilbab Wanita Muslimah) mengharuskan


46

jilbab itu memenuhi delapan syarat, yaitu: (1) Menutup seluruh badan selain

yang dikecualikan, (2) Bukan berfungsi sebagai perhiasan, (3) Kainnya harus

tebal, tidak tipis, (4) Harus longgar, tidak ketat, sehingga1 tidak

menggambarkan sesuatu dari tubuh, (5) Tidak diberi wewangian atau parfum,

(6) Tidak menyerupai laki-laki, (7) Tidak menyerupai pakaian wanita kafir, (8)

Bukan libas syuhrah (pakaian popularitas).

Ada dua kategori pakaian yang melekat pada kita. Dua kategoi itu, diyakini

sebagai identitas muslimah dan perlindungan bagi para pemakainya.

1. Khimar. Padanannya untuk kata ini adalah penutup ~:epala atau kerudung.

Sebagaimana ayat An Nuur 31, khimar adalah tradisi Arab pada waktu itu.

Sebagai identitas muslimah dan untuk menjauhkan diri dari godaan kaum

munafik, khimar yang sebelum diturunkan ayat ini ditelikung di seputar

leher dan menjumbaikan khimar tersebut untuk menutupi seputar dada.

Jadi khimar harus menjumbai ke bagian dada, sehinQ!ia bisa dibedakan

mana perempuan muslimah dan bukan mode kerudungnya.

2. Jilbab. Sebab-sebab diturunkannya ayat yang mensyariatkan jilbab

sebagai berikut : masyarakat Arab terdahulu terbagi menjadi dua golongan

yaitu merdeka dan hamba sahaya. Perempuan yang merdeka itu termasuk

kaum muslimah termasuk kaum muslimah terbiasa bersenang-senang.

Ketika itu mereka membiarkan muka mereka terbuka sebagaimana hamba

sahaya. Dan ada lagi satu kebiasaan yang lain, ketika malam tiba kadang-
47

kadang mereka membuang hajat ke pedalaman padang pasir. Pria Arab

yang suka usil selalu menggoda mereka karena disangka hamba-hamba

sahaya.

Dilihat dari keterangan di atas bahwa jilbab gaul itu sama dengan khimar,

sedangkan jilbab akhwat sama dengan jilbab.

2.3.3 Pola (Etika) lnteraksi

Masyarakat sejak zaman dahulu terdiri dari dua bagian, laki-laki dan

perempuan. Mereka saling berinteraksi satu dengan lainnya untuk

menunaikan ibadah khusus maupun kegiatan kemasyamkatan pada

umumnya. Mereka bukanlah dua bagian yang saling terpisah dan asing satu

sama lain, akan tetapi sebaliknya saling memerlukan. Al-Qur'an maupun

Sunnah mencatat peristiwa adanya interaksi antara laki-laki dan perempuan

sejak zaman dahulu. lni menjadi bukti sejarah bahwa interaksi antara laki-laki

dan perempuan bukanlah hal yang baru di zaman yang sudah banyak

kerusakan saat ini. Akan tetapi, di zaman-zaman nabi terdahulu, sampai

zaman Nabi terakhir Muhammad SAW. dijumpai adanya interaksi kedua jenis

makhluk Allah tersebut menandakan kebolehannya.


48

2.3.4 lnteraksi laki-laki dan perempuan dalam Al-Qur'an dan dalam

Hadits Nabi

Di dalam Al-Qur'an terdapat kisah Maryam, Al-Qur'an menggambarkan

bahwa Nabi Zakaria masuk ke mihrab yang dihuni oleh Maryam. Zakaria

berinteraksi dengannya.

Maka Tuhan-nya penerimanya sebagai nazar dengan penerimaan yang baik dan
mendidiknya dengan pendidikan yang baik, dan Allah menjadikan Zakaria
peme!iharaannya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Ma1yam di mihrab, ia
dapat makan di sisinya, Zakaria berkata, "Hai Matyam dari mana kamu mempero/eh
(makanan) ini?" Matyam menjawab, "makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya
Allah memberi rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (Ali lmron:37).

Dr. Yusuf Qardhawi men9gambarkan sebuah kisah tentang acanya interaksi

laki-laki dan perempuan seraya mengatakan, "tidak bisa dikatakan, bahwa ini

merupakan syariat untuk umat sebelum kita, sehingga ia tidak mengikat kita.

Sebab Al-Qur'an tidak mengemukakan kisah itu kepacla l~ita, melainkan

clidalamnya mengandung petunjuk, peringatan clan pelajaran bagi orang-

orang yang berakal. Masih banyak lagi riwayat lainnya yang menyatakan

bahwa interaksi antara laki-laki dan perempuan di zaman Nabi serta sahabat.
49

Dr. Yusuf Qadrawi membagi pola interaksi antara laki-laki dan perempuan

menjadi dua, yaitu :

a. lnteraksi Laki-laki dan Perempuan Menurut Al-Qur'an

Dalam Al-Qur'an kita mendapatkan kisah Musa diwaktu muda berdialog

dengan dua akhwat, yaitu dua putri seorang bapak tua. Dialah Nabi

Syu'aib. Musa bertanya kepada keduanya dan mereka pun menjawab

secara wajar. Musa bahkan akhimya membantu rnereka dengan sopan.

Dan tatkala ia sampai di sumber air negri Maydan ia menjumpai disana sekumpulan
orang-orang yang sedang meminumkan (temaknya), dan ia menjumpai dibe/akang
orang banyak itu, dua orang perempuan yang sedang meng/wmbat (temaknya).
Musa berkata "Apakah maksudmu {dengan berbuat begitu)?"
Kedua perempuan itu menjawab, "Kami tidak dapat meminumkan (temaknya).,
sebelum pengemba/R-pengemba/a itu memulangkan (temaknya), sedangkan bapak
50

kami ada/ah orang tua yang telah lanjut usianya. Maka musa memberi minum
temak itu untuk (monolong) mereka, kemudian dia kembali kE) tempat teduhlalu
berdo'a, "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan
yang Engkau turunkan kepadaku."
Kemudian datang/ah kepada Musa sa/ah seorang dari kedua perempuan itu berjalan
dengan rasa ma/u, ia berkata, "Sesungguhnya bapakku memanggit kamu agar ia
memberi a/asan terhadap (kebaikan)-mu memberi minum (temak) kami." Maka
tatka/a Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita
(mengenai dirinya)."
Syu'aib berkata, "Jangan/ah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang
zalim itu. Sa/ah satu dari kedua perempuan itu berkata, "Ya bapakku ambit/ah ia
sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya ia orang yang paling
baik yang bisa kamu ambit untuk bekerja (pada kita) ia juga orang yang kuat /agi
dapat dipercaya. (Al-Qashash:23-26)

Dr. Yushuf Qardhawi mengomentari kisah-kisah dalam Al-Qur'an yang

menggambarkan adanya interaksi antara laki-laki dan perempuan seraya

berkata, "Tidak bisa dikatakan, bahwa ini merupakan syari'at untuk umat

sebelum kita, sehingga ia tidak mengikat kita.Sebab Al-Qur'an tidak

mengemukakan kisah itu kepada kita, melainkan di dalamnya mengandung

petunjuk, peringatan dan pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Karena

itu, pendapat yang benar ialah bahwa syariat orang sebE!lum kita selama

belum dihapus oleh syari'at kita juga berlaku bagi kita."

b. lnteraksi Laki-laki dan Perempuan

Syari'at Islam tidaklah melarang adanya interaksi antara laki-laki dan

perempuan dalam berbagai kegiatan yang makruf. Akan tetapi syari'at

memberikan batasan dan rambu-rambu agar dalam berinteraksi bisa tetap

menjaga kebaikan dan tidak keluar dari koridor syari'at.


51

Diantara etika yang ditetapkan syari'at dalam kaitan dengan interaksi antara

laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut: (1) Menutup aurat, (2)

Menjaga pandangan, (3) Tidak mendayu-dayukan suara, (4) Keseriusan

agenda interaksi, (5) Menghindari jabat tangan pada situasi umum, (6)

Memisahkan laki-laki dan perempuan dan tidak berdesakan, (7) Menghindari

khalwat, (8) Menjauhi perbuatan dosa.

(Menurut Takariawan, dkk, 2003)

2.3.5 Akhlak Wanita Muslimah (Berjilbab)

Dalam syariat agama Islam setiap wanita muslimah mernpunyai tata cara

dalam berperilaku. Akhlak wanita berjilbab terbagi menjadi dua, yaitu :

1. Meninggalkan setiap perkara yang dapat merusak kesehatan jasmani dan

ruhani.

2. Memelihara diri dengan sifat-sifat yang terpuji. Diantaranya adalah :

a. 'lffah, ialah mengekang diri dari memperturutkan hawa nafsu

b. Tasawun, ialah menjaga diri dari tingkah laku yang1 tidak senonoh.

c. Alwafaa, ialah sikap sabar, tabah hati, dan dapat mengendalikan diri

dari pengaruh teman yang tidak berbudi.

d. Tawadhu', ialah rendah hati.

e. Muruah, ialah sifat yang selalu memelihara diri clari segala perkara

yang terlarang dalam agama.


52

f. Sederhana dafam berbicara dan berpakaian.

g. Zuhud, ialah tidak mengambil bagian dari kehidupan dunia secara

berlebih-lebihan.

h. Wara', ialah menjauhkan diri dari barang haram dan syuhbat (sifatnya

meragukan, antara haram dan halal). Terhadap yang halal dan mubah

mengambilnya hanya sekedar yang diperlukan.

i. Qana'ah, iafah merasa cukup dengan apa yang ada dari hasil

usahanya.

j. Hidup bersih.

k. Menjaga lidah.

Diantara kriteria perilaku wanita muslimah (Berjilbab) dia atas sudah cukup

mewakili dengan apa yang sesuai dengan perilaku wanita muslimah (Haya,

1996).

2.4. Remaja

Masa remaja merupakan suatu masa perkembangan yang berlangsung

cepat. Remaja tidak lagi seorang anak - anak dan belum pula menginjak usia

dewasa. Pada masa remaja ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang

amat pesat. Fisiknya sudah semakin kuat dan menarik, perkembangan


53

emosinya pun sedang bergejolak sehingga semangatnya pun semakin

membara.

Penggunaan istilah untuk menyabutkan masa peralihan dari masa anak

dengan masa dewasa, ada yang memberi istilah : puberty (lnggris), puberteit

(Belanda), pubertas (Latin), yang berarti kedewasaan yang dilandasi oleh

sifat dan tanda-tanda kelaki-lakian. Ada pula yang menggunakan istilah

Adu/escentio (Latin) yaitu masa muda. lstilah Pubescence yang berasal dari

kata pubis yang dimaksud pubishair atau rambut disekitar kemaluan. Dengan

tumbuhnya rambut itu suatu pertanda masa kanak-kanal< berakhir dan

menuju kematangan/kedewasaan seksual (Sri Rumini & Siti Sundari, 2004).

2.4.1. Pengertian Remaja

Banyak orang mengatakan masa remaja adalah masa yang paling indah,

banyak kesan yang terukir dimasa remaja. Tapi tak bisa dipungkiri pula

bahwa masa remaja adalah masa yang rawan, karena p19rubahan baik itu

secara fisik ataupun psikisnya. Sebenarnya bagaimana seseorang itu dapat

dikatakan remaja? Para ahli memberi definisi tentang siapa remaja itu

sebenarnya.

Piaget mengemukakan pandangannya tentang remaja yaitu secara

psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan


54

masyarakat dewasa, usia di mana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat

orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tin~1katan yang sama,

sekurang-kurangnya dalam masalah hak (Hurlock, 1980).

Monks dkk. (1989), menjelaskan remaja sebetulnya tidak mempunyai tempat

yang jelas. Mereka sudah tidak termasuk golongan anak-anak, tetapi belum

juga dapat diterima secara penuh untuk masuk ke golongan orang dewasa.

Remaja ada di antara anak dan orang dewasa. Oleh karena itu, remaja

seringkali dikenal dengan fase "mencari jati diri" atau fase "topan dan badai".

Remaja masih belum mampu menguasai dan memfungsikan secara

maksimal fungsi fisik maupun psikisnya (Mohammad Ali & Mohammad Asrori,

2004).

Dalam ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu lain yang terkait (seperti Biologi dan

ilmu faal) remaja dikenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik di mana

alat-alat kelamin manusia mencapai kematangannya. Se~cara anatomis

berarti alat-alat kelamin khususnya dan keadaan tubuh pada umumnya

memperoleh bentuknya yang sempurna dan secara faali alat-alat kelamin

tersebut sudah berfungsi secara sempurna pula (Sarlito 'Wirawan Sarwono,

2002). Erikson mengemukakan, bahwa perkembangan ego melalui 8 tahap

perkembangan psikososial agar mencapai perkembangan ego yang matang


55

(Singgih D. Gunarsa, 1997). Dan tahapan perkembangan ego, remaja

merupakan tahap perkembangan pada tingkatan ke 5.

Tahapan perkembangan pada tingkat 5 masa remaja: dimensi polaritas

antara identitas dan kekaburan peran, pada masa remaja terjadi perubahan

pertumbuhan, kematangan fisik dan perubahan psikologis. Penguasaan diri

pada remaja sudah muiai goyah, kegoncangan ini mempengaruhi integrasi

antara id, ego dan superego. Mekanisme pertahanan diri (defenses) seperti

sublimasi dari dorongan seksual yang terarah dengan baik, kini berubah dan

menuntut perbuatan dengan lawan jenis kelaminnya. Hal ini dapat dipahami

karena berada pada masa genital, dimana fungsi ego kini berhadapan

dengan peranan superego. Ego membentuk sintesa yang telah lalu dan yang

akan dihadapi dengan norma-norma sendiri dalam usahanya menemukan

identitas diri, baik yang berhubungan dengan seks, masirarakat, keluarga,

dan kepastian mengenai jabatan atau pekerjaan yang a~:an dilakukan kelak

(Singgih D. Gunarsa, 1997).

WHO memberikan definisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual.

Dalam definisi tersebut dikemukakan 3 (tiga) kriteria, yaitu biologis,

psikologis, dan sosial ekonomi, sehingga secara lengkap definisi tersebut

berbunyi sebagai berikut, remaja suatu masa dimana :


56

1. lndividu berkernbang dari saat pertarna kali ia rnenunjukan tanda-tanda

seksual sekundernya sarnpai saat ia rnencapai kernatangan seksual.

2. lndividu rnengalarni perkernbangan psikologik dan pola identifikasi dari

kanak-kanak rnenjadi dewasa.

3. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosiat- ekonomi yang penuh kepada

keadaan yang relatif lebih rnandiri (Muangrnan, 1980 dalarn Sarlito

Wirawan Sarwono, 2002).

Pendapat beberapa ahli tersebut penulis dapat rnengarnbil kesirnpulan

bahwa rernaja adalah suatu tahapan perkernbangan climrana telah terjadi

perubahan baik itu fisik clan psikologis. Secara fisik perubahan itu ditandai

dengan berfungsinya alat kelarnin serta bentuk tubuh yang turnbuh lebih kuat

dan tidak lagi seperti kanak-kanak. Secara psikologis perkernbangan rernaja

ditandai dengan adanya suatu keadaan ernosi yang rneluap-luap clan rnudah

berubah-ubah akibat dari perubahan bentuk fisiknya juga. Kenyataan bahwa

rernaja harus rnenjalani hidupnya dengan iebih rnandiri clan penuh

tanggungjawab serta rnulai rnelepas ketergantungan hidup dari orang - orang

disekelilingnya juga rnerupakan hal yang rnenandai perubahan psikologis

pada rernaja.
57

2.4.2. Batasan Usia Remaja

Menurut Mappiare (1982), masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun

sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun

bagi pria. Rentang usia remaja ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu usia

12/13 tahun sampai dengan 17/18 tahun adalah remaja awal, dan usia 17/18

tahun sampai dengan 21/22 tahun adalah remaja akhir (Monammad Ali &

Mohammad Asrari, 2004).

Gilmer menyebut masa remaja adalah adolescence yan1~ kurun waktunya

terdiri atas tiga bagian, yaitu :

1. Preadolesen dalam kurun waktu 1O - 13 tahun

2. Adolesen awal dalam kurun waktu 13 - 17 tahun

3. Adolesen akhir dalam kurun waktu 18 - 21 tahun (Sri Rumini & Siti

Sundari, 2004).

Hurlock menggunakan istilah masa puber namun la menjelaskan bahwa

puber adalah periode tumpang tindih, karena mencakup tahun-tahun akhir

masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja. Pembagiannya

sebagai berikut :

1. T ahap prapuber : wanita 11-13 tahun; pria 14-16 tahun

2. Tahap puber : wanita 13 - 17 tahun; pria 141 - 17 tahun 6 bulan


58

3. Tahap pasca puber : wanita 17 - 21 tahun; pria 1"7 tahun 6 bulan - 21

tahun (dalam Sri Rumini & Siti Sundari, 2004).

Zulkifli L. (1992) mengatakan bila ditinjau dari segi perke,mbangan biologis,

yang dimaksud remaja ialah mereka yang berusia 12 sampai 21 tahun. Usia

12 tahun merupakan awal pubertas bagi seorang gadis, yang disebut remaja

kalau mendapat menstruasi (datang bulan) yang pertama. Sedangl<an usia

13 tahun merupakan awal pubertas bagi seorang pemuda ketika ia

mengalami masa mimpi yang pertama, yang tanpa disaclarinya

mengeluarkan sperma.

WHO menetapkan batas usia 1O - 20 tahun sebagai batasan usia remaja

(dalam Sarito Wirawan Sarwono, 2002). Sarlito Wirawan Sarwono sendiri

memberikan batasan usia masa remaja yaitu 11 - 24 tahun dan belum

menikah untuk remaja Indonesia.

2.4.3. Tahap Perkembangan Remaja

Ny. Y. Singgih D. Gunarso dan Singgih D. Gunarso (2000) menyebutkan

kurun waktu perkembangan remaja adalah :

1. Masa pra remaja kurun waktunya sekitar 11 s.d. 13 tahun bagi wanita dan

pria sekitar 12 s.d. 14 tahun.


59

2. Masa remaja awal sekitar 13 s.d. 17 tahun bagi wanita dan bagi pria 14

s.d. 17 tahun 6 bulan.

3. Masa remaja akhir sekitar 17 s.d. 21 tahun bagi wanita dan bagi pria

sekitar 17 tahun 6 bulan s.d. 22 tahun.

Petro Blos berpendapat, bahwa perkembangan pada hakikatnya adalah

usaha penyesuaian diri (coping), yaitu untuk secara aktif mengatasi stress

dan mencari jalan keluar baru dari berbagai masalah. Dalam proses

penyesuaian diri menuju kedewasaan, ada 3 tahap perk19mbangan remaja:

1. Remaja awal (early adolescence). Seorang remaja pada tahap ini masih

terheran-heran akan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya

sendiri dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu.

Mereka mengembangkan pikiran - pikiran baru, cepat tertarik pada lawan

jenis dan mudah terangsang secara erotis. Kepekaan yang berlebihan

ditambah dengan berkurangnya kendali terhadap "ego" menyebabkan para

remaja awal ini sulit mengerti dan dimengerti orang dewasa.

2. Remaja madya (middle adolescence). Pada tahap ini remaja sangat

membutuhkan kawan-kawan. Ada kecenderungan "narcistic", yaitu

mencintai diri sendiri, dengan menyukai teman-teman yang punya sifat

yang sama dengan dirinya. Selain itu ia berada dalam kondisi kebingungan

karena ia tidak tahu harus memilih yang mana: peka atau tidak peduli,
60

ramai-ramai atau sendiri, optimis atau pesimis, idealis atau materialis dan

sebagainya.

3. Remaja akhir (late adolescence). Tahap ini adalah masa konsolidasi

menuju periode dewasa dan ditandai dengan pencapaian 5 hal, yaitu :

a. minat yang makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek

b. egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang-orang lain

dan dalam pengalaman - pengalaman baru

c. terbentuknya identitas seksual yang tidak akan berubah lagi

d. egosentrisme (terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri) diganti

dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dengan orang

lain

e. tumbuh "dinding" yang memisahkan diri pribadinya (private se/o dan

masyarakat umum (the public) (Sarlito Wirawan Sarwono, 2002).

Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam masa perkembangan remaja itu sendiri

dibagi ke dalam 3 tahapan perkembangan, yaitu : masa remaja awal, masa

remaja tengah dan masa remaja akhir (Sarlito Wirawan Sarwono, 2002).

2.4.4. Karakteristik Remaja

Kurt Lewin menggambarkan tingkah laku-tingkah laku yang menurut

pendapatnya akan selalu terdapat pada remaja :


61

1. Pemalu dan perasa, tetapi sekaligus juga cepat marah dan agresif

sehubungan belum jelasnya batas-batas antara berbagai sektor di

lapangan psikologik remaja.

2. Ketidakjelasan batas-batas ini menyebabkan pula remaja terus menerus

merasakan pertentangan antar sikap, nilai, ideologi dan gaya hidup. Konflik

ini dipertajam dengan keadaan diri remaja yang berada di ambang

peralihan antara masa anak - anak dan dewasa, sehingga ia dapat disebut

manusia marginal (dalam arti : anak bukan, dewasa pun bukan). la juga

tidak punya tempat berpijak yang bisa memberinya rasa aman, kecuali

dalam hubungannya dengan teman - teman sebayanya.

3. Konflik sikap, nilai dan ideologi tersebut di atas muncul dalam bentul<

ketegangan emosi yang meningkat.

4. Ada kecenderungan pada remaja untuk mengambil posisi yang sangat

ekstrim dan mengubah kelakuannya secara drastis, akibatnya sering

muncul tingkah lal<u radikal dan memberontak di kalangan remaja.

5. Bentuk - bentuk khusus dari tingkah laku remaja pada berbagai individu

yang berbeda akan sangat ditentukan oleh sifat dan keikuatan dorongan -

dorongan yang saling berkonflik tersebut di atas (Muss, dalam Sarlito

Wirawan Sarwono, 2002).

Mohammad Ali & Mohammad Asrori (2004) mengemukalkan sejumlah sikap

yang menunjukan karal<teristik remaja, yaitu:


62

1. Kegelisahan. Sesuai dengan perkembangannya, remaja mempunyai

banyak idealisme, angan - angan atau keinginan yang hendak diwujudkan

di masa depan. Namun, sesungguhnya remaja belum memiliki banyak

kemampuan yang memadai untuk mewujudkan semua itu. Seringkali

angan - angan dan keinginannya jauh lebih besar dibandingkan dengan

kemampuannya. Selain itu, di satu pihak mereka ingin mendapat

pengalaman sebanyak - banyaknya untuk menambah pengetahuan, tetapi

di pihak lain mereka merasa belum mampu melakukan melakukan

berbagai hal dengan baik sehingga tidak berani mengambil tindakan

mencari pengalaman langsung dari sumbernya. Tarik - menarik antara

angan - angan yang tinggi dengan kemampuannya yang masih belum

memadai mengakibatkan mereka diliputi oleh perasaan gelisah.

2. Pertentangan. Sebagai individu yang sedang mencari jati diri, remaja

berada pada situasi psikologis antara ingin melepaskan diri dari orang tua

dan perasaan masih belum mampu untuk mandiri. Pertentangan menjadi

sering terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara remaja dan orang

tua. Akibatnya, pertentangan yang sering terjadi itu akan menimbulkan

kebingungan dalam diri remaja itu sendiri maupun pada orang lain.

3. Mengkhayal. Dalam menyalurkan keinginan yang tidak terpenuhi remaja

banyak mengkhayal, mencari kepuasan, bahkan menyalurkan khayalannya

melalui dunia fantasi. Khayalan tidak selamanya bersifat negatif. Sebab


63

khayalan kadang - kadang menghasilkan sesuatu yang bersifat lmnstruktif,

misalnya timbul ide - ide tertentu yang dapat direalisasikan.

4. Aktivitas berkelompok. Remaja senang melakukan kegiatan secara

berkeiompok, karena dengan begitu remaja merasa bahwa masalah yang

dihadapinya dapat diatasi bersama dengan teman se~;elompoknya. Karena

remaja merasa bahwa teman sebayanya yang dapat rnengerti apa yang

dirasakannya.

5. Keinginan mencoba segala sesuatu. Pada umumnya, remaja memiliki rasa

ingin tahu yang tinggi (high curiosity). Karena didoron(J oleh rasa ingin tahu

yang tinggi, remaja cenderung ingin be11ualang menjelajah segala sesuatu,

dan mencoba segala sesuatu yang belum pernah dialaminya.

Zulkifli L (1992), juga menyebutkan beberapa karakteristik remaja, diantara

adalah:

1. Pertumbuhan fisik. Pertumbuhan fisik remaja mengalami perubahan

dengan cepat, lebih cepat dibandingkan dengan masa anak - anak dan

masa dewasa. Perkembangan fisik mereka jelas terlihat pada tungkal dan

tangan, tulang kaki dan tangan, otot - otot tubuh berkembang pesat,

sehingga anak kelihatan bertubuh tinggi, tetapi kepala11ya masih mirip

dengan anak - anak.


64

2. Perkembangan seksual. Tanda - tanda Seksual mengalami perkembangan

yang kadang - kadang menimbulkan masalah dan menjadi penyebab

timbulnya perkelahian, bunuh diri, dan lain - lain.

3. Cara berpikir kausalitas. Cara berpikir kausalitas yaitu menyangkut

hubungan sebab akibat. Remaja sudah mulai dapat berfikir kritis tentang

apapun yang terjadi dilingkungan sekitarnya.

4. Emosi yang meluap - luap. Keadaan emosi remaja masih labil karena erat

hubungannya dengan keadaan hormon. Emosi remaja lebih kuat dan lebih

menguasai diri mereka daripada pikiran yang realistis.

5. Mulai tertarik dengan lawan jenisnya. Secara biologis manusia terbagi dua

jenis, yaitu laki - laki dan perempuan. Dalam kehidupan sosial remaja,

mereka mulai tertarik kepada lawan jenisnya dan mulai berpacaran.

6. Menarik perhatian lingkungan. Pada masa ini remaja rnulai mencari

perhatian dari lingkungannya, berusaha mendapatkan status dan peranan

dalam berbagai kegiatan yang diadakan di lingkungannya.

7. Terikat dengan kelompok. Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik

kepada kelompok sebayanya sehingga tak jarang orang tua

dinomorduakan sedangkan kelompoknya dinomor satukan.

Dapat penulis simpulkan karakteristik yang terdapat pada remaja adalah :

1. Terjadi perubahan fisik dan psikoiogis.

2. Masa remaja merupakan periode pencarian jati diri.


65

3. Rernaja senang berkelornpok dengan ternan seusianya.

4. Pada rnasa ini rernaja tidak senang diatur oleh orang tuanya ataupun

orang dewasa, sehingga rernaja sering rnernbangkan9 perintah orang

tuanya.

2.4.5. Tugas-Tugas Perkembangan Remaja

Tugas perkernbangan rernaja dirnaksudkan pada upaya rernaja untuk

rnerubah tingkah laku kekanak-kanakannya untuk berprilaku dan bersikap

secara lebih dewasa.

Hurlock, rnenyebutkan tugas-tugas perkernbangan rernaja adalah berusaha:

1. Marnpu rnenerirna keadaan fisiknya.

2. Marnpu rnenerirna dan rnernaharni peran seks usia dewasa.

3. Marnpu rnernbina hubungan baik dengan anggota keiornpok yang

berlainan jenis.

4. Mencapai kernandirian ernosional.

5. Mencapai kernandirian ekonorni.

6. Mengernbangkan konsep dan keterarnpilan intelektual yang sangat

diperlukan untuk rnelakukan peran sebagai anggota rnasyarakat.

7. Mernaharni dan rnenginternalisasikan nilai -nifai oran9 dewasa dan orang

tua.

8. Mengernbangkan perilaku tanggung jawab sosial yang diperlukan untuk

rnernasuki usia dewasa.


66

9. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan.

10. Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan

keluarga (Mohammad Ali & Mohammad Asrari, 2004).

2.5. Hubungan Antara Persepsi terhadap wa111ita Berjiibab

Dengan Motivasi Untuk Menggunakan Jilbab

Hubungan antara persepsi terhadap wanita berjiibab dengan motivasi untuk

menggunakan jilbab, adalah hubungan yang positif. Komlasi positif terjadi

biia skor pada satu variabel kenyataan diikuti secara korisisten oleh

penyebaran skor pada variabel yang lain dengan arah yang sama, yakni skor

tinggi pada satu variabel diikuti skor tinggi pada variabel lain, sedang skor

rendah diikuti pula oleh skor rendah. Jika para siswi optimis dalam

mempersepsikan atau melihat bahwa wanita yang be1jilbab itu suatu yang

baik atau menentukan nilai yang tinggi, maka motivasi untuk menggunakan

jilbab akan tinggi, sehingga para siswi akan semakin terrnotivasi untuk

menggunakan jilbab dan dapat memberikan pemahaman dan manfaat yang

banyak untuk dirinya ataupun orang lain dalam segi pergaulan, bagaimana

bersikap, bertutur kata dalam berucap, dan lain-lain. Jika para siswi pesimis

dalam mempersepsikan wanita berjilbab maka nilai motivasi untuk

menggunakan jilbab menunjukkan nilai yang rendah, artinya karena banyak

kelemahan atau kejelekan yang ditimbulkan wanita yang berjilbab maka


67

mereka tidak motivasi untuk menggunakan jilbab. Meskipun kedua

pernyataan tersebut berlawanan, tetapi korelasinya tetap satu arah, dimana

jika persepsi kurang baik maka motivasi rendah dan jika persepsi baik maka

motivasi tinggi.

2.6. Kerangka Berfikir

Masa remaja merupakan periode yang paling penting dan rawan dalam masa

perkembangan manusia. Dalam hal ini penulis mengambil pada masa remaja

madya karena pada masa remaja madya cenderung menjadi labil ketika

dihadapkan pada sebuah pilihan. Karena memang cara IDerfikir remaja ,,

madya belum matang layaknya seperti orang dewasa. Dalam pengambilan

keputusan kebanyakan remaja mengambil di:lri pengetahuan atau juga

pengalaman yang dia (remaja) dapatkan baik itu dari dalam lingkungan

pendidikan ataupun lingkungan keluarga.

Persepsi remaja tentang wanit!;l•·P.~rjilbab terbentuk dari pengetahuan agama

yang diperolehnya. Kesa~~ran dari proses-proses organis (persepsi) remaja


,:\ 'ff
adalah dimana dalam diri remaja terdapat kesadaran. Kesadaran muncul

akibat suatu informasi yang diterima memory kemudian dimasukkan dan

diproses di otak sehingga menimbulkan persepsi.


68

Dengan sendirinya suatu pandangan atau persepsi tentang wanita berjilbab

yang diterima remaja tersebut akan menimbulkan suatu pemahaman yang

dapat membentuk suatu motivasi. Dari situlah remaja akan mengambil suatu

pilihan apakah remaja akan menggunakan jilbab atau tidak menggunakan

jilbab sesuai dengan motivasi yang dimilikinya. Baik itu clari dalam diri

ataupun melalui dorongan-dorongan dari luar.

2.7. Hipotesis Penelitian

Hipotesis Nol (Ho) :X# Y

X = variabel bebas

Y = variabel terikat

Atau dapat dirumuskan tidak terdapat hubungan positif antara persepsi

terhadap wanita berjilbab dengan motivasi untuk menggunakan jilbab pada

remaja.

Hipotesis Alternatif (Ha) : X # Y

X = variabel bebas

Y = variabel terikat

Atau dapat dirumuskan terdapat hubungan yang positif antara persepsi

terhadap wanita berjilbab dengan motivasi untuk menggunakan jilbab pada

remaja.
BAB3

METODOLOGI PENELITllAN

3.1. Jenis Penelitian

3.1.1. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu suatu pendekatan

penelitian yang menghasilkan data kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah

penelitian yang bekerja dengan angka, datanya berwujud bilangan (skor atau

nilai, peringkat atau frekuensi), dianalisis dengan menm1unakan statistik

untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian yang sifatnya spesifik,

dan untuk melakukan prediksi bahwa suatu variabel tertentu mempengaruhi

variabel lain (Creswell dalam Alsa, 2003). Sama halnya dengan pendapat

yang dinyatakan oleh Creswell, Sulaiman (2002) menyatakan, bahwa data

kuantitatif adalah karakteristik dari suatu variabel yang nilainya dinyatakan

dalam bentuk bilangan numerik.

3.1.2. Metode Penelitian

Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode

korelasional sesuai dengan tujuan penelitian yang meneliti apakah ada

hubungan antara persepsi terhadap wanita berjilbab clengan motivasi untuk


70

rnenggunakan jilbab pada rernaja dengan rnenggunakan rurnus statistik. Data

yang diperoleh dari penelitian ini berupa angka-angka kernudian dianalisis

dengan rnenggunakan rurnus statistik.

Menurut Sevilla (1993) penelitian korelasional adalah penelitian yang

dirancang untuk rnenentukan tingkat hubungan variabel-variabel yang

berbeda dalarn suatu populasi. Metode korelasional digunakan untuk

rnengukur hubungan diantara berbagai variabel, rnerarnalkan variabel terikat

(tidak bebas) dari pengetahuan kita tentang variabel bebas, dan rneratakan

jalan untuk rnernbuat rancangan penelitian eksperirnental (Rahrnat, 1991 ).

3.2. Definisi Variabel dan Definisi Operasio111al

3.2.1. Definisi Variabel

Variable penelitian adalah segala sesuatu yang akan rnenjadi objek

pengarnatan penelitian atau juga bisa dikatakan variable adalah faktor-faktor

yang berperan dalarn peristiwa afau gejala yang akan diteliti. Fred N.

Kerlinger (2003), rnenyebutkan variable adalah symbol atau larnbang yang

padanya kita letakkan bilangan atau nilai.


71

Variabel yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah:

a. Variabel bebas (Independent Variabel): persepsi terhadap wanita

berjilbab.

b. Variabel terikat (Dependent Variabel): motivasi untuk menggunakan jilbab

pada remaja.

3.2.2. Definisi Operasional

Operasional variable memuat rincian indikator variable yang digunakan dalam

pengukuran. Variable dalam penelitian ini adalah persepsi terhadap wanita

berjilbab dan motivasi untuk menggunakan jilbab pada mmaja.

a. Persepsi terhadap wanita berjilbab adalah pandangan seseorang terhadap

wanita yang menggunakan jilbab. Persepsi terhadap wanita berjilbab yang

dimaksud penulis disini ada empat, yaitu:

1. Kesan pertama;

2. Kesan menyeluruh;

3. Konsistensi;

4. Pendekatan kognitif.

b. Motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja adalah keinginan atau

ketertarikan para remaja dengan jilbab sehingga menimbulkan

ketertarikan untuk menggunakan jilbab. Motivasi yang dimaksud penulis

disini meliputi motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik.


72

4. Motivasi instrinsik, indikatornya meliputi minat (interest), kebutuhan

(needs), kenikmatan (enjoyment), dan rasa ingin tahu (curiosity).

5. Motivasi ekstrinsik, indikatornya meliputi imbalan atau pujian (reward),

dan hukuman (punishment).

3.3. Pengambilan Sampel

3.3.1. Populasi dan Sampel

Dalam hal ini peneliti menggunakan Whole Sampling dimana pengambilan

populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki

karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti (Hasan, 2002).

Dibatasi sebagai individu yang paling sedikit mempunyai sifat yang sama.

Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SMA YAPAN Indonesia yang

berlokasi di Sawangan Depok dengan jumlah 67 orang .•Jumlah tersebut telah

memenuhi kriteria/karakteristik yang telah ditentukan. Adapun karakteristik

yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Siswa tersebut masih duduk di bangku SMA Yapan Indonesia.

2. Siswa SMA tersebut berjenis kelamin perempuan.

3. Siswi tersebut tidak menggunakan jilbab.

4. Siswa tersebut sudah memasuki masa usia remaja 14-18 tahun.


73

Sample adalah sebagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu

yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap

bisa mewakili populasi. Pengambilan sample ini dilakukan secara Probability

sampling, dimana setiap subjek dalam satu populasi yang memiliki

karakteristik yang sama dengan penelitian ini.

Jumlah suatu sample yang baik harus memenuhi syarat baik ukuran atau

besarnya memadai untuk meyakinkan kestabilan ciri-ciri populasi. Populasi

siswa SMA Yapan Indonesia Sawangan dari kelas X (SMA kelas 1), XI (SMA

kelas 2), XII (SMA kelas 3), berjumlah 303 orang, namun dalam penelitian ini,

dari masing-masing kelas ini hanya mengambil siswi per<empuan yang tidak

memakai jilbab dan beragama Islam dengan rincian, (SMA kelas 1) X.1

berjumlah 10 orang, X.2 berjumlah 8 orang, X.3 berjumla1h 10 orang, (SMA

kelas 2) XI.IPA berjumlah 9 orang, Xl.IPS 1 berjumlah 1:2 orang, Xl.IPS 2

berjumlah 3 orang, dan (SMA kelas 3) XII.IPA berjumlah 8 orang, Xll.IPS 1

berjumlah 4 orang, Xll.IPS 2 berjumlah 3 orang. Jumlah seluruh sampel

dalam penelitian, yaitu sebanyak 67 orang. Penetapan jumlah sampel

tersebut disesuaikan dengan kemampuan peneliti berdasarkan pertimbangan

waktu, tenaga, dan dana.


74

3.3.2. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan

dengan metode Whole Sampling atau keseluruhan/total sample , dimana

sample yang akan diambil adalah seluruh jumlah total subjek yang memiliki

ciri-ciri atau karakteristik yang telah ditentukan.

3.4. Pengumpulan Data

3.4.1. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang dapat mengungkap masalah dalam penelitian

ini, penulis menggunakan teknik angket dalam bentuk skala model Likert

yang dikembangkan sendiri untuk masing-masing variabel. Skala adalah

ukuran gabungan yang didasarkan pada struktur intensitas pertanyaan-

pertanyaan (Singarimbun, 1989).

Skala Likert adalah suatu himpunan butir pernyataan sik;~p yang kesemuanya

dipandang kira-kira sama dengan "nilai sikap", subjek memanggapi setiap

butir itu dengan mengungkapkan taraf setuju (favourable) atau tidak setuju

(unfavourable) terhadapnya. Skor-skor untuk butir-butir yang terdapat dalam

skala semacam itu dijumlahkan, atau dijumlah dan di rata-rata, untuk

mendapatkan skor sikap seorang individu (Kerlinger, 1993).


75

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam skala modE~I Likert antara lain

bentuk jawaban skala model Likert menggunakan Hrna kemungkinan jawaban

yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), ragu-ragu (R), tidak setuju (TS), sangat

tidak setuju (STS). Adapun cara subjek memberikan jawaban terhadap tipe

skala model Likert, ialah dengan memberikan tanda silang atau check list ('1}

pada salah satu alternatif jawaban berkisar antara 1-5. Untuk item positif

(favourable) skornya untuk jawaban SS=5, S=4, R=3, TS=2, STS='I. Untuk

item negatife (unfavourable) sebaliknya, untuk jawaban SS=1, S=2, R=3,

TS=4, STS=5 (Sevilla, dkk, 1993).

Tabel 3.1.

Skoring Respon Jawaban

Respon Favourable Unfavourable


SS 5 1
s 4 2
R 3 3
TS 2 4
STS 1 5

3.4.2. lnstrumen Pengumi;>ulan Data

Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu:

1. Skala Persepsi terhadap wanita berjilbab


76

Oalam penyusunan angket pada skala persepsi terhadap wanita berjilbab,

penulis berpedoman pada teori Sears, yaitu Kesan pertama, Kesan

menyeluruh, Konsistensi, dan Pendekatan kognitit

Tabel 3.2.

Blue Print Skala Persepsi Terhadap Wanita Berjilbab

No Aspek Favourable Unfavourable Jml

1 Kesan pertama 1*, 11, 31, 32*, 42* 23*, 10*, 33, 10
12*, 22
2 Kesan menyeluruh 2*, 30, 9, 8, 28, 7, 21, 15, 36, 14, 16
34*, 41 35*, 13*, 29, 24*
3 Konsistensi 25*, 27, 44, 37, 39, 20, 40*, 16, 6*, 12
19 43*,.3*
4 Pendekatan 4, 5,26, 18 17*, 38 6
kognitif
Total 23 21 44

Tabel 3.3.

Kisi-kisi penelitian Skala Persepsi Terhadap Wanita Berjilbab

No Aspek Favourable Unfavourable Jml

1 Kesan pertama 31, 11 33,22 4


2 Kesan menyeluruh 30,9,8,28, 7,41 29, '14, 36, 15, 11
21
77

3 Konsistensi 27,44,37,39, 19 16,20 7


4 Pendekatan 4, 5,26, 18 38 5
kognitif
Total 17 10 27

2. Skala Motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja

Dalam penyusunan angket pada skala motivasi untuk menggunakan jilbab

pada remaja berpedoman pada teori Muhibbin Syah, yaitu motivasi

instrinsik (minat/interest, kebutuhan/needs, kenikmatan/enjoyment, rasa

ingin tahu/curiosity), dan motivasi ekstrinsik.

Tabel 3.4.

Blue Print Skala Motivasi Untuk Menggunakan Jilbab Pada Remaja

No Aspek Favourable Unfavourable Jml

1 Motivasi lnstrinsik
A Minat/interest 1,16,21,32 6,:26, 37,53 8
B Kebutuhan/needs 2, 12, 22, 33*, 42 7, 17, 27, 38*, 10
47
c Kenikmatan/enjoyment 3, 13,23,34,43 8, 18, 28, 39*, 11
48, 51
D Rasa ingin 4*, 11*, 14*, 24*, 9*, 19, 29, 40, 10
tahu/curiosity 35 49
2 Motivasi Ekstrinsik 5, 10*, 15, 25, 20", 31, 41, 14
30*, 36*, 44*, 46* 45", 50, 52*
Total 27 26 53
78

Tabel 3.5.

Kisi-kisi Penelitian Skala Motivasi Untuk Menggunakan Jilbab Pada

Remaja

No Aspek Favourable Unfavourable Jml

1 Motivasi lnstrinsik
A Minat/interest 1, 16,21, 32 6, 26, 37, 53 8
B Kebutuhan/needs 2, 12,22,42 7, 17,27,47 8
c Kenikmatan/enjoyment 3, 13,23,34,43 8, 18, 28, 48, 10
51
D Rasa ingin 35 19,29,40,49 5
tahu/curiosity
2 Motivasi Ekstrinsik 5, 15,25 31., 41, 50 6
Total 17 20 37

Dari kedua tabel di atas terdapat 44 butir pernyataan pacla skala persepsi

terhadap wanita berjilbab dan 53 butir pernyataan pada skala motivasi untuk

menggunakan jilbab pada remaja.

3.4.3. Teknik Analisa Data

Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa statistic,

sebagai cara untuk mengetahui h,ubungan antara independent variable

(variabel bebas/variabel X) yaitu persepsi terhadap wanita berjilbab, dan


79

dependent variable (variabel terikat/variabel Y) yaitu motivasi untuk

menggunakan jilbab pada remaja.

Validitas menurut Azwar (2000), adalah ketetapan dan kecermatan skala

dalam menjalankan fungsi ukurnya. Suatu instrument dikatakan valid jika

memiliki tingkat validitas yang tinggi. Tinggi rendahnya validitas instrument

menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari

gambaran tentang variabel yang dimaksud.

Uji validitas skala dilakukan dengan mengkorelasikan antara skor masing-

masing item dengan skor total. Adapun rumus yang digunakan adalah rumus

product moment yang dikemukakan oleh Pearson (Azwar, 2003). Untuk

perhitungannya menggunakan program SPSS. Adapun rumus korelasi

product moment sebagai berikut:

rry=~~~~~~~~~~~~·

-V[L:X2 - (L:X) 2 I n] [L:Y2 - (L:Y)2/n]

Keterangan rumus:

rxy =koefisien korelasi variabel x dengan variabel y


L:XY = jumlah hasil perkalian skor x dan skor y
80

LX = jumlah nilai dari tiap butir

LY =jumlah nilai konstan yang diperoleh individu


n =jumlah subyek penelitian

Reliabilitas adalah konsistensi, keajegan atau kepercayaan hasil ukur yang

mengandung makna kecermatan pengukuran (Azwar, 2003). Untuk

menghitung reabilitas angket digunakan teknik Alpha Cronbach. Rumus ini

digunakan untuk mencari reabilitas instrument yang bukan skornya 1-0, dan

skor yang digunakan dalam penelitian ini adalah antara ·1-5. Untuk

penghitungannya penulis menggunakan program SPSS, dengan rumus

sebagai berikut (Azwar, 2003):

a=~n­
n-1
SDt2
SDt2
- (S0i 2 )-l
_J
Keterangan rumus :

a = nilai Alpha Cronbach

n = jumlah item

sot = standar deviasi dari skor total

(SDi) = jumlah SD dari skor tiap item


81

Dalam penelitian ini data yang diperoleh berdistribusi normal, maka analisa

data akan menggunakan korelasi product moment untuk pengujian

hipotesisnya agar diketahui hubungan antar variabel (Azwar, 2003). Untuk

penghitungannya penulis menggunakan program SPSS. Rumus yang

digunakan adalah:

L:XY - (L:X) (L:Y)/n


r~=~~~~~~~~~~~~

,l[L:X2 - (L:X) 2 I n] [L:Y2 - (L:Y) 2/n]

Keterangan rumus:

r~ =koefisien korelasi variabel x dengan variabel y


L:XY = jumlah hasil perkalian skor x dan skor y

L:X =jumlah nilai dari tiap butir


L:Y =jumlah nilai konstan yang diperoleh individu
n =jumlah subyek penelitian

Menurut Guilford seperti dikutip oleh Sutrisno Hadi (1982), prinsip umum

yang digunakan untuk menafsirkan nilai r adalah sebagal berikut:


82

Tabel 3.6. lnterpretasi Nilai r

Besarnya r lnterpretasi

0.0-0,20 Sangat rendah

0,20-0,40 Rendah

0,40-0,70 Sedang atau cukup

0,70-0,90 Tinggi

0,90-1,00 Sangat tinggi

Arikunto (1993) menyatakan bahwa ada atau tidaknya korelasi dinyatakan

dalam angka indeks. Betapapun kecilnya indeks jika bukan 0.00 dapat

diartikan antara dua variabel yang dikorelasikan terdapalt adanya hubungan.

Begitu pula dengan tinggi rendahnya korelasi dapat diketahui dari besar

kecilnya angka dalam indeks korelasi tersebut.

3.5. Prosedur Penelitian

3.5.1. Uji Validitas Skala

Setelah item yang dibuat diberikan pada 67 subjek penelitian untuk

diujicobakan, maka selanjutnya peneliti melakukan uji validitas terhadap dua

skala tersebut. Yaitu Skala persepsi terhadap wanita berjilbab dan skala

motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja.


83

3.5.2. Uji Reliabilitas

a. Skala persepsi terhadap wanita berjilbab

Nilai reliabilitas pada skala ini secara keseluruhan terletak pada angka.

b. Skala motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja

Nilai reliabilitas pada skala ini terletak pada nilai

c. Persiapan dan pelaksanaan penelitian

1. Persiapan penelitian

a. Dimulai dengan perumusan masalah

b. Menentukan variabel yang akan diteliti

c. Melakukan studi pustaka untuk mendapatkan gambaran dan landasan

teori yang tepat mengenai variabel penelitian.

d. Menentukan, menyusun dan menyiapkan alat ukur yang akan

digunakan dalam penelitian ini, yaitu skala persepsi terhadap wanita

berjilbab dengan jumlah pernyataan sebanyak 44 item dan skala

motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja clengan jumlah

pernyataan sebanyak 53 item.

e. Menentukan lokasi dan menyelesaikan administrasi perizinan.

2. Pelaksanaan penelitian

Setelah melakukan proses persiapan penelitian, dan kedua alat ukur

memenuhi standar validitas, maka skala tersebut dise1barkan sesuai


84

dengan responden penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa

SMA Yapan Indonesia yang beralokasi di Sawangan Depok.


BAB 4

PRESENTASI DAN ANAllS)ll DATA

4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian

Gambaran umum responden dalam penelitian ini akan diuraikan secara rinci

dibawah ini berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkatan k1elas. Subjek dalam

penelitian ini adalah 67 siswa (perempuan) yang masih duduk dibangku SMA

(Sekolah Menengah Atas) di SMA Yapan Indonesia Sawangan Depok.

Tabel 4.1

Gambaran umum responden berdasarkan jenis kelamin, usia, dan

tingkatan kelas

Data Frekuensi Prnsentase


Perempuan 67 orang 100%
14 tahun 7 10,4%
15 tahun 22 32,8%
Usia 16 tahun 23 34,3%
17 Tahun 13 19,4%
18 tahun 2 3,1%
Tingkatan 1 SMA 27 40,3%
Kelas 2SMA 21 31,3%
3SMA 19 28,4%
86

Dari hasil presentasi data di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam

penelitian ini terdiri dari 100% perempuan.

Berdasarkan usia, responden pada penelitian ini yang berusia 14 tahun

dengan total prosentase 10,4%, yang berusia 15 tahun dengan total

prosentase 32,8%, yang berusia 16 tahun dengan total prosentase 34,4%,

berusia 17 tahun dengan total prosentase 19,4%, dan yang berusia 18 tahun

dengan total prosentase 3, 1%.

Berdasarkan dari tingkatan kelas, SMA kelas 1 dengan total prosentase

40,3%, SMA kelas II dengan total prosentasi 31,3%, dan SMA kelas Ill

dengan total prosentase 28,4%.

4.2. Presentasi Data


4.2.1. Penyebaran Skor Responden

Berikut ini peneliti akan menguraikan deskripsi hasil perhitungan statistik skor

subjek penelitian, yang dibantu dengan penyajian bentuk tabel. Dalam skala

persepsi terhadap wanita berjilbab diketahui mean 95,2836, median 96,

standart deviasi 12,05770, range 69, skor terendah 50, dan skor maksimum

119 (Terlampir). Maka dapat diketahui persepsi responden terhadap wanita

berjilbab sebagai berikut:


87

Tabel 4.2

Kategorisasi persepsi untuk menggunakan jilbab

Klasifikasi Klasifikasi skor Interval Jumlah Prosentase

Negatif X:>96 50-96 35 52,2%

Positif 96::; x 96-119 32 47,8%

Dari keterangan di atas maka dapat disimpulkan bahwa !52,2% responden

menyatakan persepsi yang negatif terhadap wanita berjilbab, dan 47,8%

menyatakan persepsi yang positif terhadap wanita berjilbab.

Dalam skala motivasi untuk memakai jilbab diketahui mean 137,76'12, median

139, standart deviasi 16, 18931, range 91, skor terendah 87, dan skor

maksimum 178 (Terlampir). Maka dapat diketahui persepsi responden

terhadap wanita berjilbab sebagai berikut:

Tabel 4.3

Kategorisasi tingkat motivasi untuk menggunakan jiilbab pada remaja

Klasifikasi Klasifikasi skor Interval Jumlah Prosentase

Rendah x::; 139 87-139 34 50,7%

Tinggi 139::; x 139- 178 33 49,3%


88

Dari keterangan di atas maka dapat disimpulkan bahwa 50,7% responden

(Remaja) memiliki motivasi yang rendah untuk menggunakan jilbab, dan

49,3% responden (Remaja)memiliki motivasi yang tinggi untuk menggunakan

jilbab. Adapun hasil dari gambaran deskriptif statistiknya1 dapat dilihat pada

table dibawah ini.

Tabel 4.4

Deskriptif statistic penyebaran skor responden

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation


PERSEPSI 67 50.00 119.00 95.28313 12.05770
MOTIVASI 67 87.00 178.00 137.7612 16.18931
Valid N (listwise) 67

Sebelum melakukan uji hipotesis, peneliti menentukan tingkat atau kualitas

persepsi terhadap wanita berjilbab dan motivasi mengguinakan jilbab pada

remaja terlebih dahulu. Pengkategorisasian yang dilakukan menggunakan

kategorisasi jenjang ordinal, yaitu menempatkan individu kedalam kelompok-

kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasar

atribut yang diukur (Azwar, 2003).

Dengan demikian, untuk melihat proporsi masing-masing kategori

berdasarkan skor hasil perhitungan skala persepsi terhaclap wanita berjilbab


89

dan skala motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja, maka peneliti

membuat tabulasi silang sebagai berikut.

Tabel 4.5

Tabulasi silang skor persepsi terhadap wanita berjilbab dan motivasi

untuk menggunakan jilbab pada remaja

motivasi * persepsi Crosstabulation

oerseosi --
neqatif oositif Total
motivasi rendah Count 18 16 34
% of Total 26.9% 23.9% 50.7%
tinggi Count 17 16 33
% ofTotal 25.4% 23.9% 49.3%
Total Count 35 32 67
% ofTotal 52.2% 47.8% 100.0%

Berdasarkan data hasil tabulasi silang pada tabel di atas, menunjukan dari 67

subjek, terdapat 33 subjek (49,3%) termasuk ke dalam kategori motivasi yang

tinggi, dan 34 subjek (50,7%) termasuk ke dalam kategori motivasi yang

rendah.

Sedangkan pada kategori persepsi , terdapat 32 subjek (47,8%) termasuk ke

dalam kategori tingkat persepsi positif, dan 35 subjek (52,2%) termasuk ke

dalam kategori tingkat persepsi negatif_


90

Data hasil penyilangan menunjukkan, 18 subjek (26,9%) yang memiliki

motivasi rendah dengan persepsi negatif, 17 subjek (25,4%) yang memiliki

motivasi tinggi dengan persepsi negatif, 16 subjek (23,9%) yang memiliki

motivasi rendah dengan persepsi positif, dan 16 subjek (23,9%) yang

memiliki motivasi tinggi dengan persepsi positif.

Dan deskripsi data-data di atas, mengindikasikan bahwa semakin tinggi

motivasi seseorang, maka semakin tinggi persepsi seseorang terhadap

wanita berjilbab, dan sebaliknya.

4.2.2. Pengujian Hipotesis

pengujian hipoesis dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product

moment dari Pearson, yaitu dengan mengkorelasikan jumlah skor variabel

persepsi terhadap wanita berjilbab dengan jumlah skor variable motivasi

untuk menggunakan jilbab pada remaja. Rumus korelasi product moment ini

digunakan untuk mengetahui kekuatn hubungan antar dua variabel. Untuk

perhitungannya dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 11.0.

Adapun hasilnya dapat dilihat pada table berikut.


91

Tabel 4.6

Korelasi skala persepsi terhadap wanita berjilbab dengan motivasi

menggunakan jilbab pada remaja1

Correlations

I I PERSEPSJ MOTJVASI
Spearman's rho PERSEPSI Correlation
1.000 .355(**)
Coefficient
Sig. (2-tailed) .003
N 67 67
MOTIVASI Correlation
.355(..) 1.000
Coefficient
Sig. (2-tailed) .003
N 67 67
** Correlation 1s significant at the 0.01 level (2-tatled).

Berdasarkan table di atas diketahui, bahwa koofesian korelasi antara skala

persepsi terhadap wanita berjilbab dengan skala motivasi untuk

menggunakan jilbab pada remaja adalah sebesar 0,355. Setelah

dibandingkan dengan nilai r 1abe1 untuk sampel 67 orang, diperoleh r 1abe1

sebesar 0,306 pada a = 0,01 dan 0,235 pada a = 0,05

R hilung r label (N=67, 0,05) r 1abe1 (N=67, 0,01)

0,355 0,235 0,306

Hal ini menunjukan, bahwa nilai r hitun 9 lebih besar dibandingkan nilai r 1abe1

pada a= 0,01 maupun pada a = 0,05. Dengan demikian, hipotesis alternatif

yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi


92

terhadap wanita berjilbab dengan motivasi untuk menggunakan jilbab pada

remaja diterima. Sedangkan hipotesis null yang menyatakan, bahwa tidak

terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap wanita berjilbab

dengan motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja ditolak.

Diperoleh pula arah korelasi positif yang menunjukan, bahwa korelasi antar

kedua variabel tersebut searah, artinya jika variable persepsi terhadap wanita

berjilbab mengalami peningkatan, maka akan diikuti pula dengan peningkatan

motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja. Begitu juga sebaliknya, jika

variabel persepsi terhadap wanita berjilbab mengalami penurunan, maka

akan diikuti pula dengan penurunan motivasi untuk menggunakan jilbab pada

remaja.
BAB5

KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN

Pada bab ini akan diuraikan kesimpulan hasil penelitian mengenai hubungan

antara persepsi terhadap wanita berjilbab, dengan motivasi untuk

menggunakan jilbab pada remaja. Selanjutnya pada sub bab diskusi akan

membahas hasil penelitian, dan akan ditutup dengan saran-saran yang

berkaitan dengan penelitian ini.

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa data serta pengujian hipotesis yang telah

dikemukakan pada bab sebelumnya, maka penelitian ini menyimpulkan,

bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap wanita

berjilbab dengan motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja.

5.2. Diskusi

Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan terhadap 67 subjek

responden para remaja di SMA Yapan Indonesia Sawangan, Depok, penulis

menemukan bahwa adanya korelasi yang signifikan diantara persepsi

terhadap wanita berjilbab dengan motivasi untuk menggunakan jilbab pada


94

remaja. Terdapatnya hubungan ini, berdasarkan dari hasil yang diperoleh

ternyata r hitung (0,355) lebih besar daripada r tabel baik pada a = 0,05

(0,306) maupun a = 0,01 (0,235). lni berarti hipotesis alternatif yang

menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap

wanita berjilbab dengan motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja

diterima. Dengan demikian hipotesis null yang menyatakan tidak ada

hubungan yang signifikan antar persepsi terhadap wanita berjilbab dengan

motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja ditolak.

Melihat dari hasil jawaban responden mengenai persepsi terhadap wanita

berjilbab, terlihat bahwa distribusi sebagian besar responden tentang

persepsi terhadap wanita berjilbab pada penelitian ini cukup positif (baik),

sebesar 61.2% responden tergolong dalam kategori sedang. Persepsi

terhadap wanita berjilbab para remaja dalam penelitian ini membuktikan

bahwa tidak semua wanita berjilbab itu dipandang tidak baik oleh para

remaja, hat ini tergantung dari individu, atau sikap yang mereka lihat. Hal ini

membuktikan teori yang dikemukakan oleh Sears, bahwa faktor-faktor yang

dapat membentuk kesan (persepsi) seseorang dikarenakan kesan pertama,

kesan menyeluruh, konsistensi dan pendekatan kognitif.

Dari hasil jawaban responden mengenai motivasi untuk menggunakan jilbab

pada remaja, juga terlihat bahwa distribusi sebagian responden penelitian ini
95

sangat positif (baik) dengan motivasi untuk menggunakan jilbab pada remaja,

sebesar 61,2% responden tergolong dalam kategori ting!li. Hal ini

membuktikan teori yang dikemukakan oleh Muhibbin Syah, bahwa seseorang

akan termotivasi karena dua hal, yaitu yang berasal dari dalam diri/ lnstrinsik

dan juga yang diterima dari luar/ ekstrinsik (lingkungan). Di dalam motivasi

instrinsik merupakan aspek-aspek internal yang meliputi minat, kebutuhan,

kenikmatan, dan rasa ingin tahu.

Hal ini berkaitan dengan banyaknya wanita pada saat ini yang menggunakan

jilbab. Penggunaannya pun beragam, baik itu dari segi model, pakaian yang

dikenakan, sikap, bahasa dalam pergaulan, dll. Wanita yang menggunakan

jilbab pun sudah dapat kita lihat pada sekolah-sekolah, seperti SMA dari

situlah para remaja dapat mencermati tentang wanita yang menggunakan

jilbab tersebut. Karena pada masa remaja, adalah masa terjadi perubahan

pertumbuhan, kematangan fisik dan perubahan psikologis. Penguasaan diri

pada remaja sudah muiai goyah, kegoncangan ini mempengaruhi integrasi

antara id, ego dan superego. Jadi semakin rendah (buruk) persepsi remaja

terhadap wanita yag menggunakan jilbab, maka semal<in rendah motivasi

remaja untuk menggunakan jilbab, dan semakin tinggi (baik) persepsi remaja

terhadap wanita yag menggunakan jilbab, maka semal<in kuat (tinggi)

motivasi remaja untuk menggunakan jilbab.


96

5.3. Saran

Sehubungan dengan penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti menyadari

bahwa penelitian ini masih perlu dilakukan perbaikan dan penyempurnaan,

untuk itu peneliti memberikan beberapa saran yang bisa dipertimbangkan

sebagai penyempurnaan berbagai hal yang berkaitan dengan penelitian,

yaitu:

1. Untuk penelitian berikutnya disarankan untuk mengarnbil sampel yang

lebih beragam, baik berdasarkan usia , tingkat pendidikan dan lingkungan

sehingga hasilnya dapat digeneralisasikan. Karena pHnelitian yang telah

dilakukan ini hanya dapat menjelaskan kelompok sarnpel penelitian yang

dimaksud.

2. Dalam penelitian selanjutnya menggunakan penelitian kualitatif, supaya

hasil/data yang didapatkan lebih lengkap dan lebih mi~ndalam.


DAFTAR PUST,~KA

1. Buku:

A. Supratikna. (2000). Statistik Psikologi. Jakarta : Penerbit PT Grasindo.

Abdul Rahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab. (2004). Psikologi Suatu
Pengantar Dalam Perspektif Islam. Jakarta : Penerbit Prenada
Media.

Abu Muhammad Rasyid Ridha, (2001). Ciri dan Fungsi Wanita Sha/ihah.
Solo : Penerbit Pustaka Al-'Alaq.

Al-Amili, Ali Usaili. (20020. Nikmatnya Berjilba/J. Jakarta: Penerbit


Pustaka Zahra.

Al-Barik, Haya Binti Mubarak. (1999). Ensiklopedi Wanita Muslimah.


Jakarta : Penerbit Darul Falah.

Al-Bilaly, Syaikh Abdul Hamid. (2000). Saudariku, Apa Yang


Menghalangimu Untuk Berhijab Edisi Indonesia. Ainu! Haris bin
Umar Arifin (terj). Kuwait : Penerbit Daarud Dakwah.

Al-Ghifari, Abu. (2004). Kudung Gaul: Berji/bab Tapi Telanjang. Bandung


: Penerbit Mujahid Press.

Alisuf Subri. (1996). Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan.


Jakarta : Penerbit Pedoman llmu Jaya.

Anshori Umar. (1986). Fiqih Wanita. Semarang: Penerbit CV. Asy Syifa'.

Arina Qonita. (2002). Ji/bab & Hijab. Jakarta : Penerbit Bina Mitra Press.
Cahyadi Takariawan, Abdullah Sunono, Wahid Ahmadi, dan Ida Nur Laila.
(2003). Keakhwatan 2: Bersama Tarbiyah Mempersiapkan
Akhawat Menjadi Daiyah Seri Materi Tarbiyah. Solo : Penerbit
Era lntermedia.

Chaplin, James. P. (2000). Kamus Lengkap Psikologi. Kartini Kartono


(terj). Jakarta : Penerbit PT Raja Grafindo Persada.

Consuelo Sevilla. (1993). Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: UI Press.

Davidoff, Linda L. (1988). Psikologi Suatu Pengantar Edisi Kedua. Mari


Juniati (terj). Jakarta : Penerbit Erlangga.

El-Guindi, Fedwa. (2004). Ji/bab: Antara Kesalehan, Kesopanan, dan


Perlawanan. Jakarta : Penerbit PT Serambi llmu Semesta.

Elizabeth Hurlock. (1980). Psikologi Perkembangan . .Jakarta: Erlangga.

\, Fred N. Kerlinger. (2003). Asas-asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta:


Gadjah Mada University Press.

Harre, Rom & Roger Lamb. (1996). Ensiklopedi Psikologi: Pembahasan


dan Evaluasi Lengkap Berbagai Topik, Riset, dan Penemuan Baru
Dalam I/mu Psikologi Edisi Indonesia. Danuyasa Asihwardji (terj).
Jakarta : Penerbit Arcan.

Jalaluddin Rakhmat. (1996). Psikologi Komunikasi Eciisi Revisi. Bandung:


Penerbit PT Remaja Rosdakarya.

Lari, Sayid Mujtaba Musawi. (2001). Etika dan Pertumbuhan Spiritual.


Jakarta : Penerbit PT Lentera Basritama.

Linda L.Davidof. (1991). Psikologi Suatu Pengantar. •Jakarta : Penerbit


Erlangga.

Masri Singarimbun & Sofian Effendi. (1989). Metode .Penelitian Survey.


Jakarta: LP3ES. Cet 1.

Mohammad Ali dan Mohammad Asrori. (2004). Psikologi Remaja


Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Penerbit PT Bumi Aksara.
Muhammad Ismail. (1992). BeJjabat Tangan Dengan Perempuan. Jakarta
: Penerbit Gema lnsani.

Muhammad Utsman Najati. (1985). Al-Quran dan I/mu Jiwa. Bandung:


Penerbit Pustaka.

_ _ _ _ _ _ _ _ _ . (2000). Psikologi Dalam Tinjauan Hadits Nabi


SAW. Jakarta: Penerbit Mustaqiim.

Muhibbin Syah. (1999). Psiko/ogi Be/ajar. Jakarta: Penerbit PT Logos


Wacana llmu.

Nana Syaodih Sukmadinata. (2003). Landasan Psikologi Proses


Pendidikan. Bandung : Penerbit Rosdakarya.

Saifuddin Azwar, MA. (2003). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta :


Penerbit Pustaka Pelajar.

Sarlito Wirawan Sarwono. Pengantar Umum Psikologi. Jakarta : Penerbit


PT Bulan Bintang.

_ _ _ _ _ _ _ _ _ . (2004). Psiko/ogi Rem<Ua. Jakarta : Penerbit


PT Raja Grafindo.

Sayid Qutb dan Umar Tilmasani. (1990). Surat Terbuka Untuk Para
Wanita. Jakarta : Penerbit Gema lnsani Press.

Sears, David 0, Jonathan L. Freedman, L. Anne Peplau. (1999). Psikologi


Sosial Edisi Kelima. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Singgih D. Gunarsa. (1997). Dasar dan Teori Perkembangan Anak.


Jakarta : Penerbit PT BPK Gunung Mulia.

Sri Rumini & Siti Sundari. (2004). Perkembangan Anak dan Remaja.
Jakarta: Rineka Cipta.
Suharsimi Arikunto. (1998). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutrisno Hadi. (1982). Metodologi Research. Yogyakarta: Fakultas


Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Wahid Sulaiman. (2002). Jalan Pintas Menguasai SPSS 10. Yogyakarta:


Andi.

Zulkifli L. (1992). Psikologi Perkembangan. Bandung: Penerbit PT


Remaja Rosdakarya.

2. Skripsi

Muna Eka Sari. (2005). Hubungan Antara Kepuasan Citra Tubuh Dengan
Kepercayaan Diri Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Islam
Negeri Jakarta. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Nur Holilah. (2005). Hubungan Antara Persepsi Terhadap Peluang Kerja


Dengan Motivasi Menyelesaikan Skripsi Mahasiswa Fakultas
Psikologi Universitas Islam Negri Jakarta. Jakarta : Universitas Islam
Negri Syarif Hidayatullah.

3. Majalah:

PT. Hikmah Abadi Jaya. (2004). Antara Jilbab Syari'ah dan Jilbab
Jahiliyah : Mitos Jilbab dan Khimar. Puteri (Cerdas - Dinamis -
Trendi), Edisi 04, Januari, hal 40-43.

PT. Variapop Grup. (2006). Cover Story: Natalie Sarah "Kutemukan


Keteduhan Dalam Islam". Muslimah (Trend Remaja Islam), tahun IV,
No 42, Januari 2006, hal 22-22.

PT. Variasi. (2006). Sosok : Zaskia 'Sarah' Mecca Siap-siap sebelum


kiamat. Variasi (Dinamika Kehidupan lslami), Tahun II, Edisi 23,
Januari 2006, hal i-2.
SEKOLAH MENENGAH /.\TAS
( SMA YAPAN INDONESIA}
STATUS TERAKREDITASI "A"
JI. Raya Much tar No. 50 Sawangan Kota Depok Telp. (0251) 612 621 Fax. 612 621
Website : www.ibclycllowpagcs.com/perguruanyapan. E-mail : yapan l 979.@yahoo.com
K. KANWIL DEPDIKBUD PROPINSI JAWA BARAT NO: 005/1.02/KEP./E81·NDS.:8. 05174001. NSS: 304020511022. Akd. 009/C/Kep/1/1990

SURAT KETERANGAN
Nomor: 000 I 049-UM I SMA.YPI/ I I 2007.

Yang bcrlanda tangan di bawah ini, Kepala SMA Yapan Indonesia


Smvangan Kola Dcpok menerangkan :

I. Nama IHDA MUKHLISHAH


2. NIM 101070022973
3. Fakultas Psikologi UIN Ciputat Jakarta
4. Alamat Jl.Pemuda Perum Depok Lama Alam Pennai
Blok L/8 Depok 16431
5. Judul Penelitian Hubungan antara Persepsi Terhadap Wanita
Berjilbab Dengan Motivasi Untuk
Menggunakan Jilbab

Benar telah melaksanakan Penelitian di SMA Yapan Indonesia S~wangan


Depok pada tanggal 05 Nopember 2006.

Demikian Surat Keterangan ini kami buat, agar dapat dipergunakan


sebagaimana mestinya.
UNIVERSITA.S ISLA!VI NEGERI
'SYARIF HIDAYATULLAH .i1AK1\l\'l'A
FAKULTAS l'SIKOLO<;I
.II. J\.t·rt:i i\lukti No. 5 t:irt·undcu (:iputat ,Jaka'rta Sl•latan JS-t19 'll·lp. 7..tJJ060 Fa:-.. 7-l71..i71-t
~.,,,_.,,_-.-----.----~~---.--- -----.-.------.-.--_-.--.--.-.. -- --.---··'
... .. •. ... ... .. ... .. •.. ...-.-... .

Nomor : E.f'si/OT.01.7 / li ~ / 11/2006


Lamp
Hal -. IziH Pe11eliUa11

Kcpada
Yth. Kepala Sekolah SMA Ya pan Indone~;ia
Sawangan Depok
'1

'
i\s':;alainu' al,1ikurn Wr. Wb.
I
Deng~-.n hor1nat karni san1puikttn bzihvvil:
\! ' ,''
Nan1i:l : lkhda Mi:khli~lmh
Tern pat/ tangg::l !2 hir : Ba1;i)armasin, 29 ju ni 1982
/\la milt : JI: Pcrnw;la Pcrnrn DLJ\P lllok L8
D,e'pok
'
adalah benar m<ihasiswa Fakultas,.Psiko!Jgi UJN Syilrif Hidayatullah
Jakarta
.,
Semestc:r : x (SepL1luh)
Nllvl : l0l07002:?973
[ )rot~ra 111 : Slr<1l<1-l' (S-1)
Tahun i\kad<emik : 2UOS I 2006

Schubun~~~1n dcngdn tui~ns pcny\:lcst1i;111 skrijJSi yt1ng bcrjuLiu!:


"l lubu11g<111 i\nlar<1 l'ersq1si 'i'erhadap \V,mila Be1·jilbi1b Deng<rn
i\lotiva:;i Untuk l'vlenggunak'crn Jilbab", rnuhasiswa lcrsc:but
rncmcrlubrn izin penelitiun di lomb:iga ycrng Bapuk/lbu/Sm1ciara
pimpin. Olch karona itu karni mohon kcscdi<1<111 Bapak/l'.iu/saudara
U".luk rnenl'rirna doscn terscbut cfon rncrnbcrikan bantuannya.

Dcmikian alas perhatian· dan bantwm Bapnk/ lbu/Saudara


kD:11i, uco1JkLln teri111a kasih.
Kepada Yth,
Adik-adik SMA Yapan Indonesia
Di Tempat

Assalamua'laikum Wr. Wb

Saya mahasiswa Fakultas Psikologi UIN (Universitas Islam


Negeri) Ciputat Jakarta bermaksud melakukan penelitian
mengenai "Hubungan Antara Persepsi Terhadap Wanita
Berjilbab dengan Motivasi Untuk Menggunakan Jilbab Pada
Remaja". Pada saat ini banyak sekali pandangan-pandangan
banyak orang termasuk para remaja tentang jilbab maupun
kepada wanita yang mengenakan jilbab saat ini. Untuk itu saya
ingin mengetahui bagaimana sikap adik-adik menilai tentang jilbab
dan wanita yang memakai jilbab tersebut. Sehubungan dengan
hal ini, saya mohon kerjasama adik-adik untuk dapat membantu
sayo dengan mengisi koesioner penelitian ini.
Besar harapan saya, adik-adik semua berSE!dia mengisi
koesioner ini sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan bukan
kondisi yang diinginkan. Dalam penelitian ini tidal< ada jawaban
yang benar atau salah. Data maupun jawaban adik-adik semua
akan terjamin kerahasiaannya.
Bantuan adik-adik semua sangat berharga bagi peneliti,
yang akan saya lakukan demi pengembangan ilmu pengetahuan
dalarn b!dang Psikoiogi pada umumnya. Untuk itu dimohon
kiranya, sekali lagi memeriksa kelengkapan jawaban dan jangan
sampai ada jawaban yang kosong sebelum dikumpulkan.
Atas bantuan dan kerjasama adik-adik berikan, saya
ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

lhda Mukhlishah
Instrument Persepsi Terhadap Wanita Berjilbab

A. Petunjuk pengisian

Dihadapan Anda terdapat sejumlah pernyataan dengan 5


(lima) alternative jawaban. Anda diminta memberi tanda check list
(>J) pada salah satu alternative jawaban yang paling sesuai
dengan diri Anda. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama
dan teliti, jangan sampai ada yang terlewati.

B. ldentitas subjek

Nam a
Usia :
Sekolah
Ke las
No Tip

C. Jawablah pertanyaan dibawah ini :

Apakah dalar.i sehari-hari Anda mengenakan jilbab? oYa o tidak

D. Contoh pengisian

SS : Sangat setuju
S : Setuju
R : Ragu - ragu
TS : Tidak setuju
STS : Sangat tidak setuju

No Pernyataan SS s
1 Saya bangga memakai jilbab
"
E. Item instrument persepsi terhadap wanita berjilbab

No Pernyataan SS S R TS STS
1 Ketika melihat pertama kali, model
Jilbab itu unik
2 Kebanyakan pakaian wanita
berjilbab itu, longgar
3 Sejak dulu wanita berjilbab tidak
berubah modelnya
4

5
1
Saya fikir, model jilbab itu sangat
bervariasi
Saya fikir wanita berjilbab itu I I ____ _l_n
L berbudi pekerti --------+---j 1 ~
f 6 Perilaku wanita berjilbab tidak [ I
I dapat mengekang diri dari 1; \

1
c--
I perbuatan jahat I I
1
1 1 i
' I I I
Kebanyakan wanita berjilbab itu--.! _l~-1-·--~--1~.----!
!
-
llfendah hati
1·81 Kebanyakan wanita berjilbab itu
I sabar
I
9 I Menurut saya kebanyakan
berjilbab itu berperilaku baik
110 II Ketika pertama kali, perilaku
'
! wanita berjilbab terkesan menutup
I
I f diri I

~ I Kesan pertama saya, wanita


I
: berjilbab itu selalu menjaga
I ~

kebersihan
I
--1--
1

i- ----
I 12 I Kesan pertama saya, fungsi jilbab
I

I i tidak bisa membedakan antara


I I
I
• muslim dan non muslim
'

13 Secara urn um jilbab itu tidak bisa


II
membedakan muslim dan non
muslim I I
-+ '

t-l
14 [ Kebanyakan wanita berjilbab itu, !

I
1s
1
sombong
Secara umum wanita berjilbab !tu, tt
---t
j

1 i I j

: pelit I i 1

\ 16 Sejak dulu perilaku wanita 1


--\ I
I
1
berjilbab sama saja dengan wanita , .
i yang tidak memakai jilbab
[_ _____________ -----~------------l __
1
lI __ _j __
I '
~l _ __J __
17 Saya fikir wanita yang berjilbab
dan yang tidak, tidak ada bedanya
18 Saya fikir wanita berjilbab itu
terbiasa hidup sederhana
19 Dari dulu wanita berjilbab mudah
mendapatkan pekerjaan

21 Kebanyakan wanita berjilbab , sulit


bekerja I

22 Ketika melihat wanita berjilbab, dia


akan sulit rnendapatkan pekerjaan
I
-r1···1
I . I
23 Ketika melihat pertama kali, model
I
jilbab itu norak
24 Kebanyakan pakaian wanita
berjilbab itu, seksi it
25 I Sejak dulu wanita bGrj!lbab

26
ber'ubah modelnya
Saya fikir wanita berjilbab itu
tt I

I
selalu baik
1~=-t-:=---cc-c---~----ccc-------+--+---+----+--+-----{
I
27 Perilaku wanita berjilbab dapat I
mengekang diri dari hawa nafsu ) I
I
--+-----1
I
28 I Kebanyakan wanita berji!bab i t U \ - /
I i
I
I
sederhana II 1
I
I
I I
c._ _ _ '.._ · · · · - - - - - - - - - - - - - ··---.. -~- ...J. _ _ _1 _____ ,, __ __L_~------'----. ..- . - ' •····-···-··
29 Menurut saya, wanita berjilbab itu
berperilaku buruk
I
I
I
I
T-L
30 Menurut saya, wanita berjilbab itu
I
berakhlak mulia
31 Ketika pertama kali, sikap wanita
berjilbab itu sangat sopan
t-
32 Kesan pertama saya, fungsi jilbab I

[ untuk membedakan antara laki-

~3
[ 1aki dan perempuan
'
/ Kesan pertama saya, wanita l
I
[ berjilbab itu kurang menjaga
kebersihan Il
f 34 ! Secara umum jilbab itu untuk I
membedakan muslim dan non I
muslim
. 35 Secara umum wanita berjilbab I [
1 selalu menarik diri I I
~n·----------------------- I

36 I Kebanyakan wanita berjilbab itu, :


.k.
' k I Ir
I
I
I
1
.37 Sejak dulu perilaku wanita yang j

. berjilbab lebih baik daripada yang


1 tidak berjilbab
[ I
~
3slsaya fikir wanita be-rjilbab itu - --~--l~--1-1
i
I

[ terbiasa hidup mewah I l I j !


,_ _ _i _ _ · - - - - - · - - · · · · · · - - - - - - · - · - · · · · · - - · - · - · - · · · · · .. j __..L_ L__L _ _:
39 Sejak dulu wanita berjilbab mudah
mendapatkan jodoh

140 Dari dulu wanita berjilbab sulit


mendapatkan pekerjaan
,_.
41 Kebanyakan wanita berjilbab,
mudah bekerja
C------·
42 Ketika melihat wanita berjilbab, dia
pasti akan mudah mendapatkan
I jodoh
1431 Pedlaku wanita berjilbab tidak I
dapat mengekang diri dari hawa
nafsu
44 Perilaku wanita berjilbab dapat
menjaga diri dari perbuatan jahat
'
!

Selamat bekerja
Instrument Motivasi Untuk Menggunakan Jilbab

A. Petunjuk pengisian

Dihadapan Anda terdapat sejumlah pernyataan dengan 5


(lima) alternative jawaban. Anda diminta memberi tanda check list
(--./) pada salah satu alternative jawaban yang paling sesuai
dengan diri Anda. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama
dan teliti, jangan sampai ada yang terlewati.

B. Item Instrument Motivasi Untuk Menggunal<an Jilbab

No Pernyataan I SS I s R TS STS
1--~1--~~~~~~~~~~~~-~~-l--

1 Saya berjilbab karena kemauan


say a
2 Saya ingin memakai jilbab
3 Jilbab itu membuat saya nyaman
4 Saya ingin tahu bagaimana
rasanya berjilbab
5 Menurut saya, jika saya memakai I I
~- jilbab saya terlihat anggun __J____i_ _J__ ,
I6 Saya berjilbab bukan karena I I, ·

I 1 kemauan saya I [ I,
1

__ E{-l -1 -- .•
Ir-·· 1
~-

~. ~:;"·~;~~~;:~~;t;~b t
untuk memakainya
------------------i---+----+--+----+----1
9 Saya tidak perduli bagaimana
rasanya berjilbab
1--1--------------------+----r------l-----+-----+-----I
10 Menu rut saya, jika saya tidak
memakai jilbab saya merasa
berdosa
11 Saya ingin tahu bagaimana
pergaulan orang-orang berji\bab
~ Saya merasa perlu untuk berjilbab
1
i----------1-----------------+---+---~---~--~-------j
\ 13 Saya tidak merasa terbebani jika

J_ _ _ _

1/ 14
memakai jilb_a_b-----------1--------+------+--
S3ya ingin tahu bagaimana T
~5-
hukum berjilbab
Menurut saya, jika saya memakai
jilbab maka saya terlihat cantik
I
16 Saya tertarik memakai jilbab
17 Saya merasa tidak perlu memakai (

18
jilbab
Saya merasa gelisah jika
memakai jilbab
Ii I

I
I

I
~~-~~~~~---+-~-~--+- ~
19 Saya acuh tak acuh terh2dap I I
H
1

I hukum berjilbab ( I : I,

lr ____ I 1 '
I 20 1
Jika saya tidak memakai jilbab, \_. ---1-i-----r-1.
j I saya tidal': merasa berdosa , !
L___ ,, _ _ j_ ______________________ ,_ _ _ _ _ _ _ _ _ ., _ _
! ---- -··-'-----·---L,_ .---~-
21 Saya mempunyai perhatian yang
I I I
kuat terhadap jilbab
22 Jilbab sangat penting bagi saya
23 Saya merasa aman jika memakai
jilbab
T
I I .
24 Saya ingin tahu bagaimana I I
macam-macam/ mode j;lbab f ..
25 Menurut saya, jika memakai jilbab I I
perilaku saya akan terjaga I I .
I
26 Saya tidak mempunyai perhatian
I
yang kuat terhadap jilbab
I
27 Jilbab tidak penting bagi saya
I..
28 Jilbab itu sangat merepotkan
29 Saya tidak perduli bagaimana
fungsi jilbab bagi saya
30 Menu rut saya, jika memakai jilbab
saya akan disanjung orang II
31 Jika saya memakai jilbab, saya TI
I
dianggap kuno '
C---· I
32 Saya selalu terus menerus
1I

H
mengikuti perkembangan jilbab
33 Jilbab adalah kebutuhan yang i •
jilbab
·-
35 Saya ingin tahu bagaimana fungsi
jilbab bagi saya
36 Menurut saya, jika berjilbab saya
terlihat alim
.
37 Saya tidak terus menerus
mengikuti perkembangan jilbab
__j

38 Jilbab bukanlah kebutuhan yang


mendesak bagi saya
39 Jika memakai jilbab, akan I

I memakan waktu lama untuk I


memakainy2
I · - ~·
40 Saya tidak perduli dengan jilbab
--· -I
141 Saya akan diacuhkan jika
berjilbab
42 Saya terdorong untuk memakai

--
43
jilbab
Saya merasa leluasa dalam
bergerak jika berjilbab
-·-
--+- -·

.44 Menurut saya, jika memakai jilbab


l
saya dipuji banyak orang I! I
I I I
I
45 Jika saya tidak berjilbab, saya [ I ' I
I I
I
1 / dianggap tidak mengikuti mode I f I

146-j Saya sering digoda oran'.J jika


I
L-·----·- ··-----~ ...- - -....-
···-i--r·-1-
I ~=·I
. . ........J
···-"--------·-·----"--~---~----
' I
,---.---------------,----,--~,----,--,-----

me ma k a i jilbab
1-----1---------------t---,---+--+---t---- -
47 Saya tidak terdorong untuk
memakai jilbab
48 Saya merasa sumpek jika
memakai jilbab
l------1-----------------1--~,----+---1---t----1

49 Saya tidak ingin tahu bagaimana


pergaulan orang-orang berjilbab
50 Menu rut saya, jika saya memakai
jilbab saya diolok-olok orang lain
51 Saya merasa sesak nafas jika I
memakai jilbab i I I
-1 1-1HI_
1

52 Saya serir.g digoda orang jika ._ -

tidak memakai jilbab


1
\ I I
,__5_3_-+_S_a_y_a-ti-d-ak-te_rt_a-ri_k_m_e_m_a_k_a_iJ-.il-ba--b--+_ _,I j I I I

Se/amat bekerja
'SI TER'rlAD/l P W/l NITA BER.llLBAB (TRY OUT) J
-
3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 111 19 20 21 22 23
~

1 4 3 3 3 3 3 4 4 " '· 4· 4 3 2 2 2 2 4 5 4 5
24 25 26 27 28 29 30 31 32
5 4 3 2 2 5 3 3 5
33 34 35 36 37 38 39 40 41 4Z 43 44 JI
4 4 3 3 1 2 3 5 3 3 4 13
·-
1:!±
4 4 4 4 3 3 4 3 4 :i 3 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 5 4 4 3 5 5 4 4 5 4 5 3 5 1 4 4 3 4 4 2 4 1;~
- 4 2 4 !4 1· 12
4 4 2 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 4 2 2 4 4 4 2 4 4 2 4 2 -
5 5 3 3 3 3 3 2 2 4 4 3 3 3 4 4 1 5 4 4 5 3 5 3 3 4 5 3 5 4 3 4 1 5 2 5 3 4 1 3 5 !5 11 i5
-
4 4 2 3 4 4 3 4 4 3 3 5 5 3 3 4 3 5 4 4 5 5 4 2 4 5 5 5 4 4 3 3 4 5 5 2 3 3 3 3 4 /4 1•~
,,
2 4 4 5 2 4 4 4 4 '· 2 4 4 4 2 4 2 2 4 4 4 4 2 4 2 4 2 5 4 3 4 4 2 4 5 4 3 4 4 1 4 !1 1·!£
4 5 2 2 4 4 4 1 2 1 4 4 4 4 1 4 2 4 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 4 5 3 3 3 4 4 3 4 4 3 5 11l5
-
4 4 4 4 2 3 4 2 3 4 2 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 2 4 3 4 4 5 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 2 5 1JJ3
-
3 4 3 4 4 4 4 1 5 3 3 5 5 3 4 4 3 5 5 3 3 4 3 3 4 5 4 5 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 5 1•~
2 3 3 4 5 4 4 1 5 4 3 5 5 4 4 3 3 4 4 3 5 5 3 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 5 3 3 4 3 4 3 4 4 11;s
-
4 4 3 2 2 2 3 2 4 4 4 4 4 4 4 5 3 5 4 4 4 4 2 3 3 5 4 3 4 5 4 5 4 4 3 4 2 4 2 2 4 4 11i7
-
3 4 3 2 3 3 3 4 2 4 4 4 5 3 4 4 2 5 5 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 2 4 2 4 4 3 4 4 1•l_!
/3. 4 4 3 3 4 4 2 3 '· 2 - 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4
')
4 3 3 2 4 2 4 5 4 3 2 4 5 3 3 3 3 3 3 2 4 1·14
-
4 5 5 3 5 3 5 1 4 5 5 3 3 5 5 3 3 3 3 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 1 4 1 3 5 5 4 3 4 3 3 5 5 1"'3
3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2
-
1<1.~
4 •4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 2 4 2 3 3 4 4 5 5 4 3
4 5 2 2 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 5 4 3 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 2 4 3 4 3 3 4 4 1!:~

4 4 3 1 3 4 4 1 3 4 2 4 4 5 5 4 3 4 3 2 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 3 5 2 4 3 4 3 2 3 3 5 5 11~
4 4 4 5 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 5 5 4 5 3 4 4 4 5 4 4 5 4 4 2 5 4 5 3 5 3 3 3 4 11~
4 5 4 2 4 4 4 3 4 4 5 5 5 4 4 5 3 5 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 2 3 4 2 3 4 4 2 4 3 2 4 4 1•>5
·-· 3 3
2 4 4 2 3 4 3 2 4 1 2 4 4 3 4 4 3 3 3 3 5 5 4 3 3 4 3 4 3 4 5 4 3 5 5 3 3 3 5 3 1!~'..Q
3 3 3 2 4 3 3 4 4 1 4 4 1 4 3 4 3 2 2 3 1:39
4 4 3 4 2 3 3 3 2 5 3 4 4 1 2 2 3 3 4 5 4 5 --'-
2544334 ..___
244 4 4 4 4 4 4 2 5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 2 5 4 4 4 4 3 3 3 4 170
14 1s 13 12 ~~ti> 3 4 4 4 .Ll!JLl~ 3 4 3 4 4 5 4 3 4 4 5 5 5 3 5 4~- ~u 5 5 1•~
4 4 4 4 4 4 4 1 4 5 5 4 4 5 14 4 4 3 3 4 4 4 4
5
4
2
3
2
4
3
4
4
4
3
4
3
2
2
4
3
4
5
2
4
5
4
4
1
4
3
4
3
3
3
4
3
4
3
3
3
4
3
1•~
1:37
4 4 3 3 2 2 2 4 3 5 5 3 3 2 2 2 3 4 3 3 5 3
,.
4 5 4 4 4 4 4 2 3 ,) 5 3 3 4 2 2 3 4 4 4 5 5 3 4 3 3 4 4 5 2 4 5 3 5 2 5 3 3 3 4 3 2 1•52,
2 3 3 4 3 2 2 3 7 4 4 3 3 2 1 3 2 4 4 4 2 4 3 4 2 3 3 2 3 4 3 5 3 3 2 3 2 4 2 2 3 2 1:~
4 4 2 4 2 3 4 2 4 1 3 4 4 4 2 3 4 4 4 4 5 4 2 4 4 4 4 4 4 4 5 5 3 5 4 4 4 4 1 3 3 5 1157
3 3 4 4 4 4 2 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 148
2 5 3 3 3 3 3 2 4 4 3 4 4 2 1 4 3 4 4 4 3 3 4
4 2 2 4 3 4 4 4 4 5 4 2 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 4 1153
4 4 2 2 2 4 2 2 4 4 2 4
4 2 4 4 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 1151
4 4 4 2 3 2 4 4 2
4 4 2 4 2 2 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 2 4 3 3 2 3 4 2 2 2 4 3 3 5 4 3 3 3 2 2 3 .
3 2 3 4 2 1:32
4 4 3 4 2 4 4 5 4 4 5 3 4 4 4 3 4 4 3 4 5 1•54
4 5 3 4 2 2 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4
4 3 ,3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 2 3 3 3 3 3 4 4 1155
4 4 3 3 4 4 3 2 4 3 4 4
3 5 5 5 4 4 4 1 5 :1 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4
1
5 4 3 5 5 5 4 5 2 4 4 2 5 4 4 3 3 3 3 5 4 1•68 ~

-~-
5 5 3 4 5 4 4 4 4 4 4 4
4 4 4 4 4~ 4 2 4 4 2 4
4 5 5 2._ L 5 5 2,_5
~-

4 14 4 4.. -L~_2.__ 4
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
4
4
4
4
4
1
4
4
4
1
4
3
2
4jt5
4 4 4
2
4
5
4
2
4
2
4
2
4
4
5
1•S2
1'73 "
5 4 3 4 3 4 3 3 5 5 5 5 5 3 3 3 4 4 4 4 5 4 4 3 4 3 4 3 5 3 3 3
·-
11.;9
4
4 4 2 4
4 4
2 2 4 2
4
4 4
1
2
4
4
4
4
4
4
4
3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4
4
2 3 2 4 1(~
-
4 4 2 2 2 2 2 3 2 5 5 4 4 3 3 2 2 3 4 4 4 3 3 2 4 3 4 2 4 4 4 4 3 4 2 3 3 4 3 2 4 2 1:·13
4 5 4 2 3 4 4 3 4 5 5 3 4 4 6 3 3 3 4 4 5 5 4 4 3 4 4 4 3 5 4 1 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 1i~
2 3 1 4 4 1 4 3 3 1 4 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 1 1 3 3 4 1 4 3 3 4 2 4 1 4 3 3 4 1 1': 1;__
5
1 5 3 4 3 3 3 2 3 4 3 4 4 2 4 2 2 4 4 3 4 4 3 3 4 5 5 4 4 2 4 2 5 5 3 4 2 4 2 3 4 1 1-18
·-
4 4 3 4 3 4 3 2 3 5 4 3 3 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 2 3 2 3 4 2 3 3 3 1:~
4 5 3 3 2 2 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 4 4 4 4 3 5 3 4 1 5 4 3 5 1 5 1 5 3 1 2 5 1d9
·-
2 4 3 3 4 4 4 2 3 4 5 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 5 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 1JJ6
·-
5 5 5 5 4 5 5 4 3 5 5 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 3 3 5 5 5 5 4 5 5 5 3 5 5 5 4 4 4 3 4 5 1:~~
4 5 3 4 4 5 4 1 4 2 4 5 5 4 4 5 3 4 4 4 5 5 4 4 5 4 4 5 4 5 5 5 3 5 4 5 4 4 4 3 2 4 1"'9
!_
4 5 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 2 4 11s5
·-
5 5 4 3 2 2 2 1 4 5 5 3 3 5 4 4 2 5 1 1 5 2 4 2 4 2 5 4 4 4 5 5 2 2 3 4 4 2 2 4 4 4 14~
4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 3 5 5 5 4 4 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 2 5 2 5 3 5 4 3 5 5 i:B6
4 4 3 2 3 3 4 2 3 1 5 4 4 4 4 3 2 4 4 4 5 2 4 4 3 3 4 3 3 4 4 2 3 4 4 4 3 4 3 2 4 4 1!52
4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 2 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 1iS8
3 5 3 4 3 3 3 2 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5 5 4 3 3 3 3 3 4 4 3 5 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 147
,.,;.;..

3 5 4 1 4 4 5 2 5 5 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 1 5 3 4 3 4 4 4 5 5 174
5 4 1 3 1 1 1 2 3 4 4 1 2 1 4 1 1 1 1 1 2 1 4 2 1 1 4 3 3 3 1 5 3 4 1 1 3 1 3 3 3 1 11;)3
2 4 3 4 4 4 4 2 3 2 2 ~ 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 4 3 4 3 3 3 4 1ri7
4 4 4 :J 3 3 3 2 4 4 4 4 5 4 4 4 3 2 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 3 1'55
4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 3 3 4 4 3 1 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 2 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 143
3 3 3 4 3 4 2 5 5 5 5 5 5 4 2 5 3 5 5 5 5 3 3 2 3 3 3 5 5 5 3 5 3 5 3 3 3 3 5 5 170
4 4
, ,
4 5 3 2 3 3 3 4 2 "
,) 2 5 4 2 2 3 2 4 4 4 5 5 5 2 2 3 3 3 4 <
' 3 2 4 5 2 ~ 2 4 2 2 ~
'
~
1·~
15 4 3 5 3 3 3 3 3 3 5 3 5 3 3 1 3 3 3 3 3 3 4 11,n
4
4
5
4
3 3
2 4
3 3 3
3 4 3
3
2
3
4
1
1
5
3
5
4 4
3
4
3
1
3
4
3
4
5
4
"4 4
4 4 2 4 3 4 4 4 4 5 2 4 3 3 4 1 4 2 5 3 4 5 3 1130
4 4 4 4 2 3 4 2 4 4 3 4 4 4 2 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 2 4 1150
4 4 2 4 2 2 1 2 4 4 5 4 4 2 2 2 2 5 4 4 2 5 4 3 3 2 4 3 4 4 4 4 4 4 2 5 3 3 2 3 5 2 142
2 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 2 3 1 5 4 3 5 5 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 1:37
4 5 3 2 4 4 5 2 5 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 2 3 5 4 4 3 4 4 4 4 1136

),.

r
···- • • • ,..,_, -•• • " " "''-"""""""""'~ "''-"""''"' ,..,.....,.,. ni;:ml"""" \ 1 n T VU I/

s 1 2 3 4 5 6 8 9 1U 11 12 13 14 1::. f6 17 18 19 2l 21 22 23 24 25 26 21 28 25 130 31 32 33 34 35 35 37 38 39 40 41 42 4.:i 44 4:> 4b 47 48 49 so 51 52 • 53 JML


1 4 3 3 4 2 3 '
3 2 4 2 4 3 4 4 2 4 4 2 2 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 2 4 4 4 3 4 4 3 2 2 4
, 4 ' 4 1 5 ' 2 '2 4 4
' 3 167
2 4 5 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 2 3 3 2 3 4 3 3 4 4 4 4 3 2 4 4 4 3 3 s 4 4 3 1
3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 ' 4 4 4 4 4 4 4 2 4 201
3 4 4 4 4 2 3 3 2 0 5 2 0 3 4 4 5 3 2 1 4 2 3 3 2 5 2 2 2 4 1 4 0 5 2 1 175
5
4 3
3
3
4
4
5
4
4
2
3
4
4
4
3
4
4
5
3
1
2
4
4 3 3 4 3
3
3
4
3 4
'5 3 4 3 4 4 3 3 4 5 3 2 4 3 2 4 4 3 3 4 3 4
'
4 3 4 1 3 '3 3 5 4 5 5 5 3 ' 186
4
6
7
4
3
4
3
4
3
5
4
2
2
4
3
4
3
4
4
3
4
3
3
5
5
5 4 3 2
4 3 4 1
4
3
4
5
4
4
4
'
4
4
4
4
4
3
5
3 '5 4
5
4
5
4
5
4
5
4
5
2
2
4
4
4 2 4
4 '
4 4
3 5 4
4 2 4 4 0 4 4
2 3 3 5 5 3 3 3
4
2' 4 4
4 3
4
0 5
2 4
5
4 4
5 5 5
2
198
8
9
4
4
4
3
-
4
4
5
4
3
3
4
4
4
4
4
5
3
4
3
4
4
3 4 3 2
4 4 4 3
3
4
4
4
3
4
4
3
4
3
3
3
3
4
4
4
4
0
3
4
2
3
4
2
4
4
4
5
2
2
4
4
3
2 2
4 2 3 3
4
4 4 4 4
4 3 4 4 3 4 3 4
4 3 3 3
4 2
4
3
4 3 4 3
4 4 4 3
4
5
4 4 4
4 4 4
1"
1"2
10
11
3
5
3
3
4
3
3
4
3
4
3
4
4
4
3
4
4
3
3
3
5
4
3 4 5 3
3 4 4 3
3
3
4
3
3
4
3
4
2
4
3
3
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
2
3
3
4
4 ' 2 4
2 2 3
4
3 3
3 4 4 4
3 3
4
4 '
4
3 4 4 3 4 3 4
4 4 3 4
4 3
4 4
4 4
2
3
4 2
4 4 4
4 185
18'
12 4 4 3 2 4 4 4 4 4 3 1 3 2 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 2 2 4 4 4 1 4 2 2 3 3 4 2 4 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 5 5 5 4 4 182
4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 2 4 3 2 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 179
13
14
3
4
4
3
4
5
4
3
3
5
3
3
3
3
4
5
3
5
1
3
4
3
4 3 4 3
4 5 4 5
3
4 3 4
3
4
'
4 3 4 5 3 5 3 5 5 5 1 5 3 1 5 4 4 3 5 2 5 5 4 3 4 4' 0 5 4 4 5 5 0 0 210
15 5 5 3 5 5 5 5 4 5 1 4 4 4 4 5 4 5 5 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 207
4 5 4 5 3 4 3 4 3 3 4 5 4 3 3 2 0 0 4 3 3 4 4 3 4 1 5 204
16 5 4 3 5 3 4 5 3 5
4
4
5
4
0
4 3 4 3
3 4 4 4
4
3
4
2
3
2
4
4
4 3
3 2
4
2 0 4
4
4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 2' 4 4
' 5
3 4 4 4 183
17
18
3
3
3
3
3
3
4
4
5
4
2
3
3
4
3
4 5 4 3 3 2 4 3 3 4 4 3 '3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 33 3 4 5 3 3
' 4
4 '
3 3 3 4 5 3 3 3 171'
5 4 4 5 4 4 3 4 5 3 4 4 4 4 4 5 5 5 2 4 5 2 4 5 3 4 4 ' 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 5 5 4 5 211
IB
20
5
4
4
3
,,
4 5
3
4
5
4
3
3
3
3
2
5
2
2
5 4 5 4 3 3 4 5 3 4 5 4 4 5
'3 4 5 4 5 2 3 3 4 5 4 4 5 5 4 4 5 3 4 4 4 3 4 3 5 4 3 3 3 4 201
3 3 4 0 4 3 4 4 4 2 4 4 2 2 4 3 3 3 2 3 2 3 4 4 3 2
' 4 3 4 4 3 4 4 3 3 174
21 4 4 4 4 2 4 3 5 4 2 2
4
3 4 4 2
3 3 4 4
4
4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 2 4 '
4 5 4 4 3 2
'
0 4 4 4 0 4 2 4 4 2 3 4 2 4 187
22 4 3 4
,, 4 4 4 4 4 2 2
4 2
'3 4 '4 4 3 3 4 3 2 4 3 2 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 3 183
23 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3
3
'
4
3
4 4 4 4 4 4 4 5 1 4 4 4 5 4 3 4 4 5 4 4 4 2 3
' 4 4 4 4 4 4 2 4
"2' 4
5
4
4
4
3
4
3
4
3
4
4
3
,
4
0
4
5
3
2
4
3
4 4 4 4
3 5 4 3
4
4 4
4
5
3
·' 4
4
3 4 3 4 3 3 5 3 3 2 4 '
2 2 3 4
' ' 3 4 4 0 4 4 1 4 4 5
'3 5 0 5 0 191
4 4 4 4 3 5 5 5 2 5 4 3 5 4 3 3 3 5 4 3 1 4 4 3 4 4 4 5 5 4 203
,,
26 4
5
3
3
4
3
4
3
4
2
4
4
3
2
5
2
4
3
2
2
3
2
3 4 4 3
2 3 2 1
4
2
4
2
4
1
4
1
'
'
4
2 1 1 2 3 2 2 2 2
' 3 1 3 4 2 4 2 3
' '
1 3 3 2 2 4 4 2 3 3 3 4 4 2
5 4 4
131

25
29
4
3
4
3
5
4
4
4
5
3
4
3
4
4
4
4
3
4
4
2
4
4
4 0 4 4
2 5 4 3
4
3
2
4
4
4
'
3
4
4
4
5
0
3
0
3
4
5
4
3
4
3
4
4
4
4
3
4 '
3
4
4
3 2
"3 5
'4
3 2 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4
4 3
' ' 2 4 4
4 4
4
4
4
4
4
4 4 4 4
204
f§IT

4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 1®
4 4 4 4 2
30 4 4 4 4
4 3
4
4 3 4 4 2 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4
"3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 2 3 4 2 3 2 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 183
31 4 3 4
4 4 4 i68
32 3 2 2 4 3 2 ' 4 4 2 4 2 3 4
' 2 4 3 3 4 ' ' 3 4 4 4 4 4 4 4
1
3
5
3 3 3 4 3
2 2 3 4 4
' 4 4 4
2 2 4 4 5 4
4 3 3
1
4
' 2 3
2 5 5
3 4
5
2
4 5 4 5 191
32
34
2 3
3
3
4
4
3
2
4
4
4
5
3
4
4
4
3
3
1
4
4
3 2 4 3
3 4 4 3
3
3
5
4
4
4
5
4
4
3
4
3
'3 3
4
4
4
4
4
4
3
5
4
5
4
5
4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3
4

3 4 ' 3 4 4 4 4 4 3 4 185
·1
4 3 3 3 4 3 0 3 4 4 3 4 3 2 3 ' 4 3 3 3 4 0 4 4 4 3 4 4 4 4 5 2 4 199
" 4 <1 3 4 5 4 4 3 4 3 0 ' 3 4 4
4 4 '
'5 '
36
37
5
4
5
4
5
4
1
4
5
5
5
4
5
4
5
5
5
4
'
4
2
4
4 5 5 5
5 4 4 5
5
4
5
5
5
5
'4 0
5
4
5
4
5
4
3
4
5
3
4
4
4
4
5
4
4
4
5
1
4
5
5
4
5
5
4
1
1
2
5

'
4
4
4
1 5 4
1 5
3 3 4 4 3 3
2 4 1 5 5
5 4 5 5, 5 5 4 4
3 4 4
5 '

4 4 3 4
4
4
' '
4
4
4 5 0
4 5
4 4 4
5 0
4

4
0
5
4
5 2 5
5 5 5
4 3 4
"'
229
19'
4 4 4 4 4 4 5 5 3 3 3 4 4 4 4 4 5 4 3
"'9 4
3
4 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4
4
' 2
2 3
4 4
1 4 4
2 3 4 4
2 3 2
4 4
4
4
2
-'
2 4
4 4 4
4 3
4
3 4
2 4
4
4
4
4 4
4 3
1"5
158
40 2 4 2 2 4 4 4 3 4 3 3 5 2 2 2 3 1 3 2 2 2 0 2 3 3 4 4 2 4 '
2 3
5 4 3 3 4 4 4 3 5 5 5 2 3 4 3 3 4 3 2 4 5 5 3 4 3 3 4 3 3 2 5 5 3 3 4 4 5 2 3 193
41 4 3 4 4 3 5 3 4 3 2 4 4 5 3
4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 162
42
4;;
3 3 3 3 4 3 2 3 2
4
3
2
4
3
2 5 3 4
3 3 3 3
1
5
2
3
2
4
3 5
3
4 3 5
4
3
4
4
4
1
1
4
3
3
4
3
4
3
1
3
4
4
5
4 1 3 1 3 3
1 4 4 2 3 4 5 ' ' '4 3 4
3
1 5
3 '
5 3 3 5 3 4 4 5 191
4 4 4 4 3 4 4 3
" 4 '
3 2 4 5 3 4 3 5 4 5 4 0 204
4,~ •1 3 3 4 3 4 3 3 2 5 4
4
5 3 5 4
3 3 4 3
4
3
4
4
3
4
'
3
5
3
3
3
4
3
4
3
4
4
4
4
4
3 '
4
4
4
5
4
1
4 '
4 4 2 2 4 4
3 4 4
4 2 4 4
' '
4 '
4 4 3
3
4 4 4 3
4
3 2 4
'
4 4 3 178
J:.' 3 2 3 4 3 3 3 3 2 3
3 4 3 191
4 4 4 4 3 3 4 4 3 5 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4
~E .J 4 3 3 2

""
4
5
4
4
3
5
4
5
4
4
5
4
5
5
5
4
5
5
5
5
3
5
2
4
4
4
3 5 3 4
5 5 4 5
3
4
4
5
5
4
4
4
3
5
3
4
3
4
4
0
4
4
5
5
3
4
4
0
4
5
4
5
5
1
5
5 4
5 3 5
2 4
5 5
4 4
5 4 4 4 4 3
4 2 4 5 5 0 4
2 4
1 4
4 4 3 4 5
4 5 0 5
5
4 '
4
4

'
'
5 ,,,-
213

4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 5 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 207
4 5 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5
"so 4
5 5 4 5 5 ' 5 5 5 4 5 5 3 4 5 5 4 4 4 3 4 4 4 5 5 5 5 3 5 4 5 4 3 3 5 5 1 2 2 4 5 5 4
' 2 5 0 4 5 5 5 ' 0 227

51
57
5
4
5
4 .
5 5
4
4
4
5
4
3
3
4
3
4
2
3
4
4
4
4 4 4 3
5 4 4 3
4
4
3
4
4
4
4

'5
3
4
4
3
4
4
4
4
4
4
5
4
3
4
4
4
4
5
4
5
3
1
5
5
4 3 3
4 2 4
3 4 4 4
4 4
2 5 3 4 4
4 4 3 4 5 5 4 3
2 3
4
4 3 4 4
2 1 4 4
0
2
5 3 5
4 3 4 ""
198

53
54
4
5
4
5
4
4
3
3
3
3
4
0
3
5
3
5 3
4 3
2
3
3
3 4 4 3
3 5 4 2
4
5
4
4
4
5 5
5
3
3
3
3
0
4
4
4
3
4
3
4
4
5
5
4
5
4
5
2
1 "5 3 3 3 3
5 1 5 4 , ,
4 3 3 4 "
5
5 4
2 5 0 0
4 3
4 1 5
3 3 4 4 4
5 5 0 3
4
4
4 3
5 5 5
4 196
210
5 5 5 195
SS 4 3 5 5 4 4 3 4 5 3 4 3 4 4 4 " 4 4 4 3 3 3 5 5 4 3 4 4 4 2 4 3 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 2
·,
2 4 4 3 4 3 4
4 1 4 142 :,.
:>f3 2
4
3 2
4
4
4
5
4
2
4
2
4
2
4
2
4
5
2
3
3
3 3 5 4
3 3 3 4
2
4
4
4
2
4
4
4
4
4
'
3
1
3
3
4
5
4
3
3
2
3
3
4
2
4
3
4
1
3
1
4
3 5 3
3 4 4
4 4
' '
4 4 4 4 4 4 4 4
3 1 4 3 2 2
3 4 4
2 4
4 3
1
4
1
4
1
4 4 4 4 195 \..J
5/ 4 5 3 0 200
3 2 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 2 4 4 5 4 2 5
5d 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4
4
4 4
3
4
3 '
4
'4 4
4
2
2
'
4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 ' 3 2 3 3 3 3 4 3 4 11'
59 3 4 4 2 4 3 3 4 3 2 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4
3 4 5 5 5 5 3 5 5 5 4 4 5 5 5 5 3 3 5 5 5 3 5 5 5 I 4 5 4 3 4 5 3 2 2 5 5 4 4 3 4 2 2 5 5 224
' 3 4 3 5 4 1 3 3 4 3 3 4 3 4 4 5 3 4 3 4 2 4 4 5 4 2 5 4 2 4 '
4 2 4 4 4 4 4 4 3 2 4
5
4
' ' 5' 5 4
' 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 5 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 5 4 4 4 1 3 5 3 5 3 5
4
3 3
4 4
3 4 4
4 193

,' ' 4 0 3 185


1 4 3 3 3 2 4 3 4 2 4 4 3 5 5 3 3 3 3 5 5 1 5 4 1 3 4 1 2 1 5 5 3 3 1 5 4 4 5 5 194
3 4 2 2 4 3 '2 3 3 3 2 2 4 4 4 2 4 ' '4
4 2 '
2 3 4 3 4 4 3 4 4 4 2 2 '2 4 4 3 5 3 '
2 2
5
2
'
4 '2 163
' 3 4 4 3 2 4 4 4 3
4
4
4
3 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 3 4
3 '
3 4 4
4
4'
' 4 4 5 5 5 3 5 4 2 4 4 4 5 5 5 4 3 3 3 '4 3 3 4 5 5 I 3 5 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3
4
3 3 3
4
2
4 4
5 4
2
3
192

' 3 ·1 3 4 4 5 4 5 4 4 4 4 3 4 2 4 3 4 4 5 5 4 4 4 4 I 3 4 4 2 3 3 4 4 2 4 4 4 5 4 4
3
3 4
4
4 4 3 '4 2
5
4
203
200
' 0

+.
'1'
Correlations

Correlations
IVAROOOO~ I total I
!VAR00001
1
total
I
1-i ,..,v"'A"'R"oo"'o"o"7-;p"'c:-::.a:::rson Corrciolion

Sig. (2-tailed) I I
.6 <

.aoo
02·· I
I
Pearson Correlation
I 1 .226

1
~-to~t~al~--..;~;,-e"a-::rs:-:oc:n·;c"°o:-:r::cre:;cia:;tc:lo:;;n-j .6~~~JI
67
~ig. (2-tailed) .065
67 67
ta/ Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
.226
.065
I
Sig. (2-tailed)
N
.000
6 ,t II 67 I
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
N 67 67

Correlations
Correlations
VAR00008 total
VAR00002 total
VAR00008 Pearson Correlation 1 .717 ..
\R00002 Pearson Correlation 1 I .095
Sig. (2-tailed) .000
Sig. (2-tailed) .445
N 67 67
N 67 67
total Pearson Correlation .11r 1
:al Pearson Correlation .095 1
Sig (2-tailed) .000
Sig. (2-tailed) .445
N 67 67
N 67 67
Correlation rs s1gnrficant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations
Correlations
VAR00003 total
\R00003 Pearson Correlation 1 .170 VAR00009 total
VAR00009 Pearson Correlation 1 _574••
Sig. (2-tailed) .169
Sig. (2-tailed) .000
N 67 67
:a! Pearson Correlation N 67 I 67
.170 1
total Pearson Correlation _574··1 1
Sig. (2-tailed) .169
N 67 67
Sig. (2-tailed) .ooo I
N 67 i 67

Correlations Correlation is signrficant at the 0 .01 level (2-tarled).

VAR00004 I total Correlations


\R00004 Pearson Correlation 1 .402**
Sig. (2-tailed) .001 VAR00010 total
N 67 VAR00010 Pearson Correlation 1 I -.029
67
al Pearson Correlation .402· s·1g. (2-ta"lled) .818
1
Sig. (2-tailed) .001 N 67 67
N total Pearson Correlation -.029 1
67 67
Sig, (2-tailed) .818
Correlation JS s1gnrficant at the 0.01 level (2-ta!led).
N 67 67

Correlations
Correlations
VAR00005 total
VAR00011 total
1R00005 Pearson Corr~lation 1 .559 ..
VAR00011 Pearson Correlation 1 .367 ..
Sig. (2-tailed) .ODO
Sig. (2-taiied) .002
N 67 67
N 67 67
al Pearson Correlation .5G9* 1
total Pearson Correlation .367" 1
Sig. (2-tailed) .000
Sig. (2-tailed) .002
.N 67 67
N 67 67
Correlation is srgnrficant at the 0.01 level (2-ta!led).
Correlation is signrficant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations
Correlations
VAR00006 total
VAR00012 total
H00006 Pearson Correlation 1 .042
Sig. (2-tailed) 735
VAR00012 Pearson Correlation 1 i .144
Sig. (2-tailed) .243
N 67 I 67
N 67 I 67
al Pearson Correlation .042 i 1 I
total Pearson Correlation .144 1
Sig. (2-lailed) .735 I Slg. (2~tci!ed) .243
N 67 I 67
I N 67 67
CcrreiZ:t:ons

IVAR00013 tot~ __ I I
R00013 Pearson Correlation
Sig. (2-tailed) I 1
.070 I I VAR00019 Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
lvAR00019 total
.419··1

I
.574 .000

,1
j\j

Pearson Correlation
Sig. (2-tai1ed)
67
.070
.Jl'"t
67
I total
N
Pearson Correlation
Sig. (2-t~i!cd)
67

N 67 67 N
"".Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
Correlations
VAR00014 total
R00014 Pearson Correlation 1 .513 .. VAR00020 total
Sig. (2-tailed) .000 VAR00020 Pearson Correlation 1 _354••
N 67 67 Sig. (2-tai!ed) .003
31 Pearson Correlation .513' 1 N 67 67
Sig. (2-tailed) .000 total Pearson Correlation .354' 1

.. N 67
. Correlation 1s significant at the 0.01 level {2-tailed).
67 Sig. (2-tailed)
N
.003
67 67
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
Correlations
VAR00015 total
R00015 Pearson Correlation 1 .500" VAR00021 total
Sig. (2-tailed) .000 VAR00021 Pearson Correlation 1 .420 ..
N 67 67 Sig. (2-tailed) .000
31 Pearson Correlation .5oo· 1 N 67 67
Sig. (2-tailed)
N
o~~
bf
II 67
total Pearson Correlation
Sig. (2-tai!ed)
.420 .. 1
.000
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). N 67
... Correlation 1s s1grnficant at the 0.01 level (2-tatled). 67
Correlations

Vf.,R00016 II Correlations
total
R00016 Pearson Correlation 1 .608 .. VAR00022 total
Sig. (2-tailed) .000 VAR00022 Pearson Correlation 1 .382"
N 67 67 Sig. (2-tailed) .001
31 Pearson Corre!ation 608'1 1 N 67 67
Sig. (2-tailed) .000 total Pearson Correlation .382' 1
N 67 I 67 Sig. (:!-tailed) .001
' N
... Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
.. 67
. Correlation 1s srgrnficant at the 0.01 level (2-tailed}.
67

Correlations

VAR00017
I Correlations
I total
R00017 Pearson Correlation 1 .342' VAR00023 total
Sig. (2-tailed) I' .005 VAROOOZ3 Pearson Correlation 1 .342..
N 67 67 Sig. (2-tailed) .005
>I Pearson Correlation .342' 1 N 67 67
Sig. (2-tailed) .005 total Pearson Correlation .342 .. 1
'N 67 67 Sig. (2-tailed) .005
"'. Correletion is significant at the 0.01 level (2-tailed). N 67 67
Correlation is sig~1ificant at the 0 01 level (2-tai!ed).
Correlations

VAR00018 \ total
Correlations
R00018 Pearson Correlation 1 I .551 .. VAR00024 I total
Sig_ (2-tailed) I' 000 VAR00024 Pearson Correlation .319 ...
N 67 I ~-
67 Sig. (:!-tailed) 1 I .008
11 Pearson Correlation 551·1 1 N 67 ' 67

~
Sig (2-taiied) 000 I total Pearson Correlation
.319"\ 1
N 67 I Sig. (2-tailed)

" I .008
C7 I C7
Gvrno;iai1ons Gorreiat1ons

IVAR00025 I total
Pearson Correlation
VAR00031 total
.483 ..
'<00025 Pearson Correlation 1 .049 VAR00031 1
Sig. (2-tailed) .694 Sig. (2-tailed) .000
N 67 67 N 67 67
Pearson Correlation .049 total Pearson Correlation .483*' 1
Sig. (2-tailed) .694 Sig. (2-tailed) .000
N 67 67 N 67 67
**. Correlation is significant at the 0.01 leve! (2-taited).
Correlations
Correlations
VAROOD26 total
R00026 Pearson Correlation 1 .466 .. VAR00032 total
Sig. (2-tailed) .000 VAR00032 Pearson Correlation 1 .271 •
N 67 67 Sig. (2-tailed) .026
>I Pearson Correlation .466. 1 N 67 67
Sig. (2-tailed) .000 total Pearson Correlation .211· 1
N 67 67 Sig. (2-tailed) .026
'*. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). N 67 67
'"".Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Correlations
Correlations
VAR00027 total
RCQ027 Pearson Correlation 1 .776 .. VAR00033 total
Sig. (2-tailed) .ODO VAR00033 Pearson Correlation 1 .488 ..
N 67 67 Sig. (2-tailed) .000
ii Pearson Correlation .ft6*• 1 N 67 67
Sig. (2-tailed) .000 total Pearson Correlation .488. 1
N 67 67 Sig. (2-tailed) .000
Correlation is significant at the 0.01 level (2·tailed). N 67 67
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tai!ed).
Correlations
Correlations
VAR00028 I total
R00028 Pearson Correlation 1 .653.. VAR00034 total
Sig. (2-tailed) .000 VAR00034 Pearson Correlation 1 .149
N 67 67 Sig. (2-tailed) .227
31 Pearson Correlation .653" 1 N 67 67
Sig. (2-tailed) .000 total Pearson Correlation .149 1
N 67 67 Sig. (2-tailed) .227
Correlation is significant at the 0.01 level (2·tailed). N 67 67

Coael.dions Correlations

VAR00029 I !ota! VAR00035 to~al


R00029 Pears011 Correlation .364 .. v~ R00035 Pearson Correlation 1 -.258*
Sig. (2-tailed) 1 I .002 Sig. (2-tailed) .035
N 67 67 N 67 i 67
al Pearson Correlation .364·1 1 tot al Pearson Correlation -25s· 1 1
Sig. (2-tailed) .002 Sig . (2-tailed) .035 I
N 67 I 67 N 67 I 67
Ccrreiation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Currelatiori is 5ignificant al the 0.05 level (2-tai!ed).

Correlations Correlations

VAR00030 I total VARQ0036 total I


.R00030 Pearson Correlation 1 I .6EO*~ VAR00036 Pearson Correlation 1 .412*•!
Sig. (2-tailed) II .000 Sig. (2-tailed) .001 I
N 67 ! 67 !
~
N 67
al Pearson Correlation 660"1 1 total Pearson Correlation
.412"1
Sig. (2-tailed) .ooo I Sig. 12-tailed) .001
N 67 i I
67 N
'2J.. 67
I
Corrf_•1at1011s Correiat1ons

\ VAR00037 total VAR00043 total


.R00037 Pearson Correlation 1 .505 .. VAR00043 Pearson i:orrelation 1 I .205
Sig. (2-tailed) .ODO Sig. (:<-tailed) .096
N 67 67 N 67 67
al Pearson Correlation .sos· 1 total Pearson Correlation .205 1
Sig. (2-tailed) .000 Sig. (2-tai!ed) .096
N 67 67 N 67 67
u. Correlation is significant <:1t !he 0.01 levP.I {2-tailed).
Correlations
Correlations VAROOD44 total
VAR00038 total VAR00044 Pearson Correlation 1 .691 ..
.R00038 Pearson Correlation 1 .514 .. Sig. (2-tailed) .ODO
Sig. (2-tailed)
N 67
.ODO
67 I
total
N
Pearson Correlation
67

691"1
67
1

I
31 Pearson Correlation .s14·· 1 Sig. (2-tailed) .000
Sig. (2-tailed)
N
.000
67 I 67
I N 67
..... Correlation is significant at the 0.01 level (2-talled).
67

Correlation is significant at the 0.01 level (2-taited).

Correlations
VAR00039 total
R00039 Pearson Correlation 1 .369*'
Sig. (2-tailed) .002
N 67 67
ll Pearson Correlation .369 .. 1
Sig. (2-tailed) .002
N 67 67
"'.Correlation is significant at the 0.01 level (2-tai!ed).

Correlations

VAR00040 I total
R00040 Pearson Correlation 1 .Jog·
Sig. (2-tailed) .011
N 67 67
11 Pearson Correlation .309" 1
Sig. (2-tailed) .011
N 67 67
'.Correlation is significant at the 0.05 level (2~tal!ed).

Correlations

VAROOD41 total
~00041 Pearson Correlation 1 .484 ..
Sig. (2-tailed) .ODO
.N 67 67
11 Pearse: Correlation .484 .. 1
Sig. 12-tailed) .ooo I
N s1 I 67
Correlation is signific<'!nt at the 0.01 level (2-tailed)

Correlations

IVAR00042 I total
~00042 Pearson Corre!ation 1 I .256*
.I
Sig. (2-tailed) .036
N 67 I 67
Pearson Correlation .256' 1
11/IU 11 VA_,I Correlations

1R00001
Correlations

Pearson Correlation
1VA.R00001 101<'11
.445..
I VAR00007 Pearson Correlation
Sig. (2-talled)
VAR00007 total
_533u
.000
N
I
Sig. (2-tailed) 67
.000
Pearson Correiation
N 67 total
al Pearson Correlation Sig. (2-tailed) .000
Sig. (2-tailed) N bf 67
N 67 **. Correlation is sionificant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlation is significan! at the 0.01 level (2-tailed}.
Correlations
Correlations
i VAR00008 total
I VAR00002 I total J I VAR00008 Pearson Correlation 1 .558..
~Ru0002 Pearson Correlation
.54rl Slg. (2-tailed) .000

al
Sig. (2-tailed)

Pearson Correlation .547'


.000
67 I.,,, N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
67
.558'
.000
67
1

Sig. (2-tailed) .000 N 67 67


N 67 67 Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlalion is significant at the 0.01 level (2-tai!ed).
Correlations
Correl2tior.s
VAR00009 total
VAR00003 total VAR00009 Pearson Correlation 1 .341"
R00003 Pearson Correlation 1 .546.. Sig. (2-tailed) .005
Sig. (2-tailed) .000 N 67 67
N 67 67 total Pearson Correlation .341 .. 1
ll Pearson Correlation .546' 1 Sig. (2-tailed) .005
Sig. (2-tailed) .000 N 67 67
N 67 67 Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
Correlations
VAR00010 total
VAR00004 total VAR00010 Pearson Correlation 1 .231
R00004 Pearson Correlation 1 .174 Sig. (2-tailed) .060
Sig. (2-tailed) .159 N 67 67
N 67 67 total Pearson Correlation .231 1
11 Pearson Correlation .174 1 Sig. (2-tailed) .060
Sig. (2-tailed) .159 N 67 67
N 67 67
Correlatio11s
Correlations - VAR00011 total
VAR00005 total VAR00011 Pearson Correlation 1 .261"
;:00005 Pearson Correlation 1 .399" Sig. (2-tailed) .033
Sig. (2-tailed) .001 N 67 67
N 67 67 total Pearson Correlation .261' 1
I ·Pearson Correlation .399.. 1 Sig. (2-tailed) .033
Sig. 12-tailed) N 67 67
N
.001
67 67
-
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed}.
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
Correlations
VAR00012 total
VAR00006 total VAR00012 Pearson Correlation 1 .665""
<00006 Pearson Correlation 1 .558" Sig. (2-tailed) .000
Sig. (2-lailed) .000 N 67 67
N 67 67 total Pearson Correlation .665" 1
I Pearson Correlation .558H 1 Sig . (2-tailed) .ODO
Sig. (2-tailed) 000 N R7 F.7
Correiations Corrciations

IVAR00013 total VAR00019 total


AR00013 Pearson Correl<ition 1 I .3s5·· VAR00019 Pearson Correlation 1 .443 ..
Sig. (2-tailed)
N 61
I .001
67
Sig. (2-tailed)
N 67
.000
67
ital Pearson Correlation .385 .. 1 total Pearson Correlation .443.. 1
Sig. (2-tailed) .001 Sig. (2-taiied) .000
N 67 67 N 67 67
*"'. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). "".Correlation is s!9nificant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations Correlations
VAR00014 total VAR00020 total
AR00014 Pearson Correlation 1 .213 VAR00020 Pearson Correlation 1 .300'
Sig. (2-tailed) .084 Sig. (2-tailed) .014
N 67 67 N 67 67
!al Pearson Correlation .213 1 total Pearson Correlation .300' 1
Sig. (2-tailed) .084 Sig. (2-tailed) .014
N 67 67 N 67 67
*.Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Correlations

VAR00015 total Correlations


~R00015 Pearson Correlation 1 .453 ..
VAR00021 total
Sig. (2-tailed) .000 VAR00021 Pearson Correlation 1 .482"
N 67 67 Sig. (2-tailed) .000
lal Pearson Correlation .453 .. 1 N 67 67
Sig. (2-tailed) .000 total Pearson Correlation .482.. 1
N 67 67 Sig. (2-tailed) .000
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). N 67 67
••. Correlation is sif1nificant at the 0.01 level (2-tai!ed).
Correlations

VAR00016 total Correlations


\R00016 Pearson Correlation 1 .737 .. VAR00022 total
Sig. (2-tailed) .000 VAR00022 Pearson Correlation 1 .697"
N 67 67 Sig. (2-tailed) .000
:al Pearson Correlation .737' 1 N 67 67
Sig. (2-tailed) .000 total Pearson Correlation .697*' 1
N 67 67 Sig. (2-tailed) .000
**.Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). N I 67
*'".Correlation is si9nificant at the 0.01 level (2-tailed).
67

Correlations

VAR00017 total Corielations


>R00017 Pearson Correlation 1 .485 .. VAR00023 total
Sig (2-tailed) .000 VAR00023 Pearson Correlation 1 .562**
N 67 o7 Sig. (2-tailed) .000
al Pearson Correlation .485'' 1 N 67 67
Sig. (2-tailed) .000 total Pearson Correlation .562 .. 1
N 57 67 Sig. (2-tailed) .000
Correlation ls significant at tile 0.01 :evel (2-tailed). N 67 67
Correlation is si~rnificant at the 0.01 !eve! (2-tai!ed).
Correlations

VAR00018 tJtal Correlat!ons


.R00018 Pearson Correlation 1 .691 .. VAR00024 total
Sig_ ~2-tailed) .000 VAR00024 Pearson Correlation I .165
N 67 67 Sig_ (2-tailed) .181
31 Pearson Correlation .691' 1 N 67 67
Sig_ (2-tailed) ------------·
.000 total Pearson Correlation .105 I
N 67 67 Sig (2-tailed) 181
Correlations Correlations

VAR00025 I toial VAR0003·i totai


~R00025 Pearson Correlation
Sig. (2 ~tailed) 1 I .423 ..
.000
VAR00031 Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
1 .588..
.000

!al
N
Pearson Correlation
67
.423 ..I.
67
I
total
N
Pearson Correlation
67
.588""
67
1
I I
Sig. (2-tailed)
N
.000
67
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
67 I **.
Sig. (2-tailed)
N I .000
67
Correlation is significant at the 0.01 level (2-talled).
67

Correlations Correlations

VAR00026 total VAK00032 totai


'ROD026 Pearson Correlation 1 .s9s·· VAR00032 Pearson Correlation 1 .403**
Sig. (2-tai!ed) .000 Sig. (2-tailed) .001

lal
N
Pearson Correlation
67
.598•
67
1 I
total
N
Pearson Correlation
67
.403•
67
1
I
Sig. (2-tailed)
N
.ODO
67
*". Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
67 I Sig. (2-ta.iled)
N I .001
67
-... Correlation is significant a( the 0.01 level (2-tailed).
67 I
Correlations Correlations
VAROD027 to:ai VAR00033 total
\ROD027 Pearson Correlation 1 .369 .. VAR00033 Pearson Correlation 1 -.383..
Sig. (2-tai!ed) .002 Sig. (2-tailed) .001
N 67 I 67 N 67 67
al Pearson Correlation .369 •• total Pearson Correlation -.383"' 1
Sig. (2-tailed) .002 Sig. (2-talled) .001
N 67 67 N 67 07
Correlation is significant at the 0.01 level (2-talled). *". Correlation i3 significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations Correlations

,POD028 Pearson Correlation


Sig. (2-tailed)
VAR00028
1
total
.61r
.ODO
I
VAR00034 Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
VAR00034
1
total
.521 ..
.000
N 67 67 N 67 67
al Pearson Correlation .619·· 1 total Pearson Correlation .s21· 1
Sig. (2-tailed) .000 Sig. (2-tailed) .000
N 67 67 N 67 67
"*.Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). "*. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tai!ed).

Correlations Correlations
VARD0029 total VAR00035 total
R00029 Pearson Correlation 1 .s13·· VAR00035 PearSon Correlation 1 .488 ••
Sig. (2-tailed) .ODO Sig. (2-tailed) .000
N 67 67 N 67 67
11 · Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
.s13·
.000
I 1 total Pearson Correlation
Sig. <2-tailed)
.488••
.000
·1

N 6l i 67 N 67 67
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Correlation is significant at the 0.01 level (2~tailed).

Correiations Correlations

VAR00030 total VAR00036 I total


R00030 Pearson Correlation -.045 VAR00036 Pearson Correlation 1 I. .171
Sig. (2-lailed) 721 Sig (2-lailed) .166
N 67 67 N 671 67
ii Pearson Correlation -.045 I total Pearson Correlation
Sia. f2-tailedl
171
1RR
I 1
Sig. (2-tailed) .721
Correlations Correlations

VAR00037 total VAR00043 total


~00037 Pearson Correlation 1 .372"" VAR00043 Pearson C,orre!ation 1 .431 ""
Sig. (2-tailed) .002 Sig. (2-tail ed) .000
N 67 67 N 67 67
11 Pearson Correlation .372"' 1 total Pearson C:orrelation .431" 1
Sig. (2-tailed) .002 Sig. (2-tail ed) .000
N 67 67 N 67 67
Correlatton 1s significant at the 0.01 level (2-tai!ed). *~.Correlation is significant at the 0.01 lcvel (2·tailed}.

Correlations Correlations

VAR00038 total VAR00044 total


,00038 Pearson Correlation 1 .170 VAR00044 Pearson Correlation 1 .127
Sig. (2-tailed) .168 Sig. (2-tailed) .306
N 67 67 N 67 67
I Pearson Correlation .170 1 total Pearson Correlation .127 1
Sig. (2-tailed) .168 Sig. (2-tailed) .306
N 67 67 N 67 67

Correlations Correlations

VAROOQ3g total VAR0004S total


<0003g Pearson Correlation 1 .246. VAR00045 Pearson C:orrelation 1 .081
Sig. (2-tailed) .04S Sig. (2-tail ed) .S17
N 67 67 N 67 67
I Pearson Correlation .246" 1 total Pearson C:orre!atlon .081 1
Sig. (2-tailed) .04S Sig. (2-tai led) .S17
N 67 67 N 67 67
. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Correlations
Correlations VAR00046 total
VAR00046 Pearson Correlation 1 .303"
VAR00040 total
W0040 Pearson Correlation 1 .s5s·· Sig. (2-tailed) .013
Sig. (2-tailed) .000 N 67 67
·--
N 67 67 total Pearson Correlation _303· 1
I Pearson Correlation .S6S"' 1 Sig. (2-tailed) .013
Sig. (2-tailed) .000 N 67 67
N 67 67 *.Correlation is significant at the 0.05 leve! (2-tailed).
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tai!ed).
Correlations
Correlations VAR00047 total
Vft.R00047 Pearson C:orrelatio;i 1 _s72··
VAROQ041 total
t00041 Pearson Correlation 1 .sag·· Sig. (2-tailed) .000
Sig. (2-tailed) .ODO N 67 67
N total Pearson Correlation .572" 1
67 67
Pearson Correlation .sag·· 1 Sig. (2-tailed) .ODO
.Sig. (2-tailed) .000 N 67 67
N 67 67 ~·. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
'. Sorre!ation 1s s1gn1ficant at the 0.01 level (2-tai!ed).
Correlations
Correlations VAR00048 to ta!
VAR00048 Pearson Correlation 1 .69s··
VAR00042 total
:00042 Pearson Correlation 1 .614 .. Sig. (2-tailed) .ODO
Sig (2-tailed) .000 N 67 67
N 67 total Pearson Correlation .69S"" 1
67
Pearson Correlation .614"' 1 Sig (2-tailed) .ODO
Sig. (2-tailed) N 67 6l
N
000
67 67
.. - Correlat1on 1s s1gmncant atthe 0.01 level (2-Jailed)_
Correlations

VAR00049 total
VAR00049 Pearson Correlation 1 .470 ..
Sig. (2-tailed) .000
N 67 67
total Pearson Correlation .47o· 1
Sig. (2-tailed) .000
N 67 67
"". Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations

VAR00050 total
VAR00050 Pearson Correlation 1 .451 ..
Sig. (2-tailed) .000
N 67 67
total Pearson Correlation .451·· 1
Sig. (2-tailed) .000
N 67 67
..... Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations

VAR00051 total
VAR00051 Pearson Correlation 1 .393""
Sig. (2-tailed) .001
N 67 67
total Pearson Correlation .393"' 1
Sig. (2-tailed) .001
N 67 67
.... Correlation ls significant at the 0.01 level (2-tai1ed).

Correlations

VAR00052 total
VAR00052 Pearson Correlation 1 .179
Sig. (2-tailed) .148
N 67 67
total Pearson Correlation .179 1
Sig. (2-tailed) .148
N 67 67
--
Correlations

VAR00053 total
VAR00053 Pearson Correlation 1 .693..
Sig. (2-tailed) .000
N 67 67
total Pearson Correlation .693"' 1
Sig. (2-tailed) .000
N 67 67
*'". Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
O<;;f',,;;><:;,-01 I <Of'.01"\Ll,...0 Y YJ"'\nl I r l L1'-f'.'11'-'-''"'"" r<-n>-'-•••n••
SIB 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 JML
1 4 3 3 3 3 4 4 I 3 2 2 2 4 5 4 3 2 2 5 3 3 5 3 1 2 3 3 3 84
2 4 4 3 l 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 5 5 4 4 5 5 1 4 4 4 4 102
3 4 2 2 2· 2 2 4 4 4 4 2 4 4 4 2 2 2 4 2 2 4 4 4 4 2 2 4 82
4 5 3 3 3 3 2 3 3 3 4 1 5 4 4 3 3 4 5 3 5 4 5 2 5 3 1 5 94
5 4 2 4 4 3 4 5 5 3 4 3 5 4 4 2 4 5 5 5 4 4 5 5 2 3 3 4 105
6 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 2 4 2 5 4 3 4 5 4 3 4 1 95
7 5 2 '· 4 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5 3 3 4 4 4 5 106
8 4 4 2 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 5 3 3 4 4 3 4 3 3 5 97

9 4 3 4 4 4 5 5 5 3 4 3 5 5 3 3 4 5 4 5 4 4 4 3 3 3 3 5 107
10 3 3 5 4 4 5 5 5 4 3 3 4 4 3 4 4 4 5 4 5 4 5 3 3 4 4 4 108
11 4 3 2 2 3 4 4 4 4 5 3 5 4 4 3 3 5 4 3 4 5 4 3 4 2 2 4 97
12 4 3 3 3 3 2 4 5 3 4 2 5 5 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 2 4 4 97
13 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 2 4 5 4 5 3 3 3 3 4 94
14 5 5 5 3 5 4 3 3 5 3 3 3 3 5 5 5 4 5 5 5 1 5 5 4 3 3 5 110
15 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 81
16 5 2 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 96
17 4 3 3 4 4 3 4 4 5 4 3 4 3 2 4 5 4 5 4 4 5 4 3 4 3 3 5 103
18 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 5 5 4 4 4 5 4 4 5 5 4 5 3 3 4 107
19 5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 3 5 4 4 3 4 4 4 4 4 2 3 4 4 2 3 4 105
20 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 5 3 5 3 3 3 95
21 4 3 2 3 3 2 4 4 1 2 3 3 4 5 3 3 2 4 3 3 4 4 1 4 3 3 3 83
22 5 4 3 3 4 4 4 4 4 4 2 5 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 3 4 109
23 5 3 4 4 4 5 4 4 4 4 3 3 3 3 4 5 4 3 4 4 5 5 4 4 4 3 5 107
24 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 2 5 4 4 4 4 4 105
25 4 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 4 3 3 2 2 3 4 3 3 2 4 1 3 3 3 3 75
26 5 4 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 4 4 4 3 3 4 4 5 2 5 2 5 3 3 2 96
27 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 4 4 4 2 3 3 2 3 4 3 2 3 2 2 2 75
28 4 2 2 3 4 4 4 4 4 3 4 '
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 1 5 101
29 5 3 3 3 3 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 2 4 3 4 4 3 3 95
30 4 2 2 4 2 4 4 4 2 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 94
31 4 4 3 2 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 92
32 4 2 2 2 3 3 3 3 4 2 2 4 3 3 2 2 2 4 3 3 5 3 2 2 3 2 2 75
2 2 2 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 2 4 4 5 4 4 4 4 3 4 5 98
33
34
5
4
3
3 4 4
'3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 5 2 3 3 3 4 98
35 5 5 4 4 4 5 3 3 4 4 3 3 4 3 3 5 5 5 4 5 2 5 4 4 3 3 4 106
4 4 4 4 5 2 2 5 5 5 4 4 4 5 4 4 ., 4 i 5 2 2 4 iOi
36 5 3 5 4
37 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 109
38 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 5 5 5 3 3 4 4 4 4 5 4 3 4 3 4 3 106
39 4 2 2 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 2 2 4 94
40 4 2 2 2 2 2 4 4 3 2 2 3 4 4 2 4 3 4 2 4 4 4 2 3 3 3 2 80
41 5 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 5 3 3 2 3 3 4 97
42 3 1 4 1 4 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 1 1 3 3 4 1 4 2 4 1 3 1 72
43 5 3 3 3 3 3 4 4 2 2 2 4 4 3 3 4 5 5 4 4 2 5 3 4 2 2 1 89
44 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 2 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 2 3 2 3 2 3 87
45 5 3 2 2 3 2 4 4 4 4 2 4 3 3 4 4 3 5 3 4 1 5 1 5 1 3 5 89
46 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 97
47 5 5 4 5 5 3 4 4 4 5 3 4 4 4 3 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 119
5 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 116
~
48 5 3 4 5 4 4 5 5 4 5 3 4 4 4 4 4
49
50
51
52
5
5
4
4
4
4
4
3
4
2
4
3
4
2
5
3
3
2
5
4
4
4
4
3
4
3
4
4
4
3
4
4
4
5
4
4
4
4
4
3
3
2
3
2
4
5
5
4
4
1
5
4
4
1
5
4
2
2
4
4
4
4
5
3
4
2
5
3
4
5
5
4
4
4
5
3
4
4
5
3
4
4
5
4
4
2
5
4
3
3
2
4
4
4
5
4
4
4
3
3
4
2
4
3
4
4
5
4
104
87
118
95
-
53 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 100
; 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 86
; 4 4 4 5 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 3 4 3 4 5 111
I 1 1 1 1 3 1 .2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 4 3 3 3 4 1 1 3 3 1 50
I 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 2 4 3 3 4 91
I 4 3 3 3 4 4 5 4 4 3 2 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 96
I 2 2 2 2 4 3 3 4 3 1 4 3 4 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 4 2 3 82
I 3 3 4 3 2 s 5 5 4 2 5 3 5 3 3 2 3 3 3 5 5 3 5 3 3 5 99
; 3 3 3 3 2 5 4 2 3 2 4 4 4 2 2 3 3 3 4 1 5 2 4 2 2 4 84
; 3 3 3 3 3 5 5 3 3 3 5 4 4 3 3 3 3 3 3 5 3 1 3 3 3 4 92
I 2 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 2 4 1 4 2 3 3 95
I 4 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 2 3 3 3 4 95
I 2 2 2 1 4 4 4 2 2 2 5 4 4 3 3 2 4 3 4 4 4 2 5 3 2 2 83
I 3 3 3 1 3 4 3 3 3 1 5 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 83
; 3 4 4 5 5 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 5 4 4 4 4 103
JO 212 210 218 231 232 258 257 231 231 173 263 252 252 218 232 239 267 245 250 251 275 191 251 201 198 246

~
("
ll UNTUK MENGGUNAKAN JILBAB PADA REMAJA CPENELITIAN
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 JML
3 3 2 3 3 2 3 A 2 4 4 2 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 2 2 3 2 4 4 3 117
- 5 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 5 4 3 137
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 145
3 4 2 4 4 4 3 4 4 3 4 4 5 3 3 2 5 2 5 3 4 5 3 1 4 3 5 5 2 2 1 3 5 5 2 2 126
4 5 4 3 4 3 3 3 3 3 4 5 3 3 4 3 3 4 5 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 5 4 5 5 3 136
4 4 2 4 4 4 5 4 2 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 2 4 4 4 145
3 3 2 3 3 4 4 3 1 3 5 4 5 4 3 3 5 5 5 5 5 4 4 3 5 2 5 5 3 3 3 5 5 5 5 5 143
4 3 4 3 4 4 3 4 2 3 4 3 4 3 3 4 3 2 4 4 4 4 3 2 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 128
3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 2 4 5 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 5 4 4 138
3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 2 4 4 131
3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 2 4 2 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 130
4 3 4 4 4 4 0
2 4 3 4 4 4 3 3 3 2 2 4 4 4 4 2 3 3 2 4 4 3 3 4 4 5 5 5 4 131
4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 125
3 5 5 3 3 5 4 5 5 4 3 4 4 3 3 5 5 3 5 5 5 5 3 5 4 3 5 5 4 3 5 4 4 5 5 5 156
5 3 5 5 5 4 ' 4 4 5 4 5 5 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 149
4 3 3 4 5 3 4 3 3 4 4 3 4 3- 4 4 4 4 5 3 4 4 3 4 5 3 5 5 4 3 5 3 5 5 4 5 146
3 3 5 2 3 3 3 3 4 3 2 2 4 3 2 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 2 2 2 3 4 3 4 4 120
3 3 4 3 4 4 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 5 3 3 3 3 4 5 3 3 124
4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 5 3 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 3 5 5 5 154
5 4 5 3 3 2 5 4 3 4 5 3 4 4 4 5 4 5 4 5 2 3 4 4 4 5 5 3 3 4 3 5 4 3 3 3 143
4 4 2 4 3 5 3 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 2 4 4 2 4 3 3 3 3 4 4 3 2 4 4 3 4 4 3 126
3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 2 4 4 3 2 4 5 4 3 5 4 4 3 4 4 2 3 4 4 134
3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 5 4 5 3 131
4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 147
4 3 3 4 5 5 3 5 3 4 4 5 3 3 3 3 3 3 5 3 3 4 2 3 4 2 3 5 4 3 5 5 3 5 5 5 140
3 4 4 4 3 5 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 5 5 5 4 5 4 3 5 5 4 3 3 4 4 4 5 4 149
3 3 2 4 2 2 2 3 1 2 2 1 1 2 1 1 3 2 2 2 2 3 1 4 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 4 2 87
4 5 5 4 4 4 4 5 4 4 2 4 3 4 5 5 4 4 4 4 3 4 3 5 3 3 5 5 4 3 3 4 4 4 5 4 148
3 4 3 3 4 4 2 5 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 132
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 146
3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 130
I 2 2 3 2 2 4 2 3 3 2 4 3 3 2 2 3 4 2 4 4 4 3 3 3 4 2 4 4 3 3 3 3 4 2 4 4 112
' I 3 3 3 4 5 4 3
3
2
4
3
3
3
3
5
4
4
4
5
4
2
3
2
3
3
4
4
4
4
3
5
4
5
4
5
4
5
4
2
3
3
3
4
4
2
3
4
4
5
4
3
3
3
3
5
4
5
4
5
4
4
4
5
4
5
4
139
134
j
3 4 3 4 3 4
4 3 5 4 4 3 5 3 4 4 4 3 3 4 3 4 5 2 3 4 4 4 3 3 5 3 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 143
5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 178
' 5 5 4 1 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 167
4 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 5 4 4 4
3 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 5 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 142
4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 2 4 4 4 2 4 4 4 138
3 2 2 2 3 4 3 3 2 2 2 3 1 2 2 2 2 3 3 4 4 4 2 1 4 2 4 4 3 2 3 3 4 4 4 3 103
' 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 5 5 2 3 4 3 4 3 4 5 3 3 4 3 3 3 3 4 4 5 3 134
3 3 5
'
I 3 3 4 3 2 3 2 5 4 1 2 2 3 4 3 5 4 1 4 3 3 3 4 1 3 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 112
4 4 3 4 4 3 3 3 3 5 3 4 5 4 5 4 4 1 3 4 4 4 5 4 4 3 5 4 3 4 3 3 5 3 4 5 140
I
I 3 3 3 4 3 3 5 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 5 4 5 5 3 4 5 3 5 5 4 3 5 4 4 5 5 5 147
I 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 3 3 2 4 4 3 123
4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 137
I 4 3
; 5 5 3 5 4 3 4 5 4 3 3 4 5 3 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4 3 2 3 4 5 5 5 3 153
3 4 5 5
0 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 5 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 170
'' 4 4 4 4 4 2 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 146

~
-\ 5 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4
; 4 5 5 5 3 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 3 5 5 4 3 5 1 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 165
5 5 5
4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 5 3 4 4 4 5 4 3 3 4 5 3 3 4 3 4 4 5 5 5 148
; 5 5 4 5 3
3 5 4 3 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 4 1 4 4 2 4 4 146
I 4 4 4 4 3
3 3 4 3 4 4 4 5 3 3 4 4 4 5 4 4 5 3 3 3 3 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 142
4 3 4 3
I
"
5 4 3 5 5 5 3 5 2 5 4 5 5 3 5 4 ' 3 4 5 5 5 5 5 5 4 2 5 5 5 4 5 5 3 4 5 5 162
3 5 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 5 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 2 3 4 3 4 0 5 138
3 2 5 2 2 2 3 '3 4 2 4 2 4 2 1 3 3 2 3 2 3 1 3 3 4 2 3 1 3 3 3 1 1 1 .3 3 94
4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 138
4 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 5 4 5 3 4 4 3 4 4 4 3 5 4 2 5 5 5 145
4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 128
4 4 3 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 3 3 5 5 3 5 5 5 5 4 4 5 3 5 5 4 4 5 5 5 5 2 5 162
3 3 3 4 3 5 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 2 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 5 . 5 4 141
3 4 3 3 4 3 3 3 5 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 5 4 3 5 3 5 3 4 3 5 4 3 132
4 3 1 4 3 3 4 3 2 4 4 3 5 3 3 3 5 3 5 5 5 5 4 3 4 2 5 5 3 3 4 4 5 5 5 5 140
3 3 3 4 2 2 3 3 3 3 2 2 4 4 2 4 4 2 2 3 4 4 4 4 4 2 4 4 3 5 2 2 2 4 2 2 114
4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 2 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 135
5 3 4 4 5 5 4 2 4 4 5 5 5 3 3 3 3 3 4 5 5 5 3 3 4 3 4 4 3 3 2 4 5 3 5 5 144
4 4 3 4 3 4 5 4 4 4 3 4 2 3 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 5 4 4 4 3• 4 4 144

~
"-.\'"
VALIDITAS DAN RELIABILITAS
ITEM PERSEPSI TERHADAP WANITA BERJILBAB

Reliability Statistics

Cronbach's
Aloha N of Items
.851 44

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cronbach's


Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted __
item1 151.1791 201.270 .174 .851
item2 151.5075 203.951 .022 .856
item3 151.2985 202.000 .106 .853
item4 150.5672 199.552 .368 .848
item5 151.7313 192.351 .515 .844
item6 151.6567 205.471 -.026 .856
item? 151.7612 190.397 .582 .842
items 151.6418 187.506 .683 .840
item9 151.4478 189.251 .637 .841
item10 152.3582 207.536 -.098 .858
item11 151.4328 197.098 .311 .848
item12 151.2687 202.139 .060 .856
item13 151.2985 204.697 -.004 .856
item14 151.0448 196.165 .476 .846
item15 151.0597 196.602 .464 .846
item16 151.4478 189.918 .563 .842
item17 151.5672 196.280 .273 .849
item18 151.4478 192.645 .506 .844
item19 152.2687 197.624 .377 .847
item20 150.9701 198.029 .302 .848
item21 151.1343 196.906 .374 .847
"item22 151.1343 197.75A I .334 .848
itam23
item24
150.7910 198.047 i .288 .849
150.9403 197.602 ' .255 .850
item25 151.1791 ' 205.210 -.004 .854
item26 151.64181 196.536 .425 .846
item27 151.4328 185.280 .747 .838
item28 151.32841 188.436 .611 .841
item29 150.9104 ' 198.265 .316 .848
item30 151.2388 192.063 .629 .842
item31 151.0149 196.954 .446 .846
item32 151.1493 197.886 .192 .852
item33 151.0149 196.288 .450 .846
item34 150.9552 202.225 .074 .855
item35 151.9552 212.225 -.309 .8130
item36 150.7910 196.895 .364 .847
item37 152.0448 190.589 .443 .845
item38 151.1493 193.553 .467 .845
item39 151.8955 198.610 .325 .848
item40 151.3284 199.375 .258 .849
item41 151.9403 195.633 .442 .846
item42 152.0000 201.182 .211 .850
item43 151.3582 201.052 .141 .852
item44 151.2239 184.995 .647 .839
VALIDITAS DAN RELIABILITAS
ITEM SKALA MOTIVASI UNTUK MENGGUNAKAN JILBAB

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.903 53

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cro nbach's

item1
Scale Mean if
Item Deleted
188.2537 !
Variance if
Item Deleted
316.223
Item-Total
Correlation
.411
___,
Alpl1a if Item
Deleted
.900
item2 188.5075 313.526 .517 .899
item3 188.4478 313.827 .516 .899
item4 188.2687 323.684 .134 .903
item5 188.6119 314.877 .353 .901
item6 188.3731 313.601 .530 .899
item7 188.5522 309.009 .603 .898
item8 188.3433 311.320 .525 .899
item9 188.3731 317.025 .293 .902
item10 189.1940 319.977 .174 .904
item11 188.3731 320.540 .217 .902
item12 188.6119 308.696 .638 .898
item13 188.4776 317.284 .346 .901
item14 188.2090 323.622 .181 .902
item15 188.7761 313.570 .411 .900
item16 188.5821 308.005 .717 .897
item17 18E.4328 314.249 .450 .900
item18 188.4328 307.370 .665 .897
item19 188.3731 313.540 .399 .900
item20 188.4925 319.193 .256 .902
.item21 188.8507 317.159 .455 .900
item22 188.8507 307.765 .673 .897
item23 188.4627 311.495 .530 .899
item24 187.9552 324.498 .132 .903
item25 188.2985 316.516 .387 .901
item26 188.8955 308.853 .564 .898
item27 188.1791 317.240 .328 . .901
item28 188.1194 312.046 .899
593il
item29 188.1940 313.007 .478f · U .>)0,0!,,·•nao••110
I
I
item30 189.7612 330.366 -.099 .907
item31 188.0746 311.555 .558 .899
item32 188.7910 316.350 .364 .901
item33 189.7164 340.994 -.424 .910
item34 188.6119 310.908 .482 .899
item35 188.1493 316.917 .460 .900
item36 188.7015 322.849 .120 .904
item37 189.0149 317.409 .332 .901
item38 188.9403 322.845 .119 .904
item39 188.8955 319.550 .190 .903
item40 188.0149 314.803 .539 .899
item41 187.9552 315.256 .479 .900
item42 188.6716 311.769 .587 .899
item43 188.7761 315.995 .394 .901
item44 189.6269 ! 324.450 .077 .904
ltem45 188.4179 326.217 .041 .904
I
ltem46 188.5970 318.820 I .257 .902
ltem47 188.5672 308.370' .533 .899
ltem48 188.3134. 309.643 I .673 .898
ltem49 188.4478 312.3121 .426 .900
ltem50 188.1045 313.883 .410 .900
ltem51 187.9851 317.348 .356 .901
ltem52 188.7015 321.879 .119 .905
ltem53 188.2090 307.38u I .667 I .897
Descriptives
Descriptive Statistics

N Minimum I Maximum ( Mean Std. Deviation


psp 67 50.00 119.00 95.2836 12.05770
mtv 67 87.00 178.00 137.7612 16.18931
Valid N (listwise) 67

Explore
Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnov(a) I Shapiro-Wil~-
Statistic I df J Siq. Statistic I df l Si .
psp .129 I 67 I .007 I .957 I 67 .022
a Lilliefors Significance Correction

Tests of Normality

Kolmooorov-Smirnovla\ Shaoiro-Wilk
Statistic I df I Siq. Statistic i df Siq.
mtv
..
.109 I 67 I .045 I .962 I 67 .040
a L1lhefors Significance Correction

Nonparametric Correlations
Cor;elations

I I PSP mtv
Spearman's rho psp Correlation
1.000 .355(..)
Coefficient
Sig. (2-tailed) .003
N 67 67
mtv Correlation .355(..) 1.000
Coefficient
Sig. (2-tail~d) .003
N 67 67
.. Correlation 1s significant at the 0.01 level (2-tailed).
Normal Q-Q Plot of mtv

"'._E
0
z

-
"O
Q)

tl
Q)
0..
><
0

UJ
0
-2 0
0

-4

80 100 120 140 160 180


Observed Value
Normal Q-Q Plot of psp

"'E
~

0
z

-
't:l
Q)
( .)
Q)
a.
0

><
UJ

-2
0

-4

60 80 100 120
Observed Value
DESI<RIPTIF
Descriptive Statistics

I
N Minimum I Maximum Mean Std. Deviation
mtv 67 87.00 ! 178.00 . 137.7612 16.18931
i
Valid N (listwise) 67 I :

Descriptive Statistics

I i
N Minimum I Maximum Mean I Std. Deviation
psp 67 50.00 I 119.00 I 95.2836 I 12.05770
Valid N (listwise) I
67 I
I

FREQUENCIES

Statistics
oersepsi
N Valid 67
Missing 0
Mean 95.2836
Median 96.0000
Std. Deviation 12.05770
Variance 145.388
Range 69.00
Minimum 50.00
Maximum 119.00

Statistics

mtv
N Valid 67
Missing 0
Mean 137.7612
Median 139.0000
Std. Deviation 16.18931
Variance 262.094
RBnge 91.00
Minimum 87.00
Maximum
Sum
178.00
9230.00
I
Cases
Valid f\1issinQ Total
N Percent N Percent N Percent
I motivasi * persepsi 67 100.0% 0 .Oo/o 67 100.0%

n1otivasi • persepsi Crosstabuiation

. persepsi
I negatif positif Total
! motivasi rend ah Count 18 16 34

I tinggi
% of Total
Count
% of Total
26.9%
17
23.9%
16
50.7%
33
25.4% 23.9% 49.3%
Tota! Count 35 32 67
% of Total 52.2% 47.8% 100.0%
1· H-H~~·· ··-1-··-·:.::::f···--1
I 89 ,...,, I

94 I neg at if
I
I
:;
119
~:~~ti~
positif
II

.
105 positif I 116 positif I
95
106
neqatif
positif
I '°' po,iUI [
97 positif 118 positif I

107 positif 95 neqatif


108 positif 100 oositif
97 positif I 86 negatif
97 I positif 111 I positif
94 neqatif 50 n~_aj_if
I
81
96
110 positif
negatif
ne(latif
r- 91
96
82 I
neaatif
negatif
neg at if
I I

103 positif I 99 I posit if


107 positif 84 I ~egatif
105
95
83
I
oositif
neaatif
neQatif
92
95
95 tI
.
____ n_egatif
neQaiif
109 . positif 83 negatif
107 positif 83 ~-e~a_t~if_ _--<
105 oositif 103 l____positif
75 neaatif
96 neQatif
75
-- neqatif
..

94 I neaatif
92 I neaatif
75 negatif
93· positif
98 pcsitif
106 positif
101
109
T .__JJositif
positif
·-

106 I positif ..•


94.. ..
·~---·--·· ~- ~·--·-·
, ne_gatif
I
80 "
negat1f
MOTIVASI -------i
134 j,1 ----re_n_d_a_h
,_____1_1_2___ 1
rendah
__ ---;II
kor Motivasi Kategorisasi
.----~-1
140 tinggi
I
«7
' "
rcndah _ __c1~4~7___ ___~ti..!l9..g~~---~1
-+r-
~~~ ~i____c~~=~~~=:~~~·
137 rendah
__1_4_5_ _ _J _ _ _ _ tingg~i_ _ _-; ___,I
·126 rendah 153 I iin j I

136 rendah 170 tinggi


145 tinggi I 146

~~: ~:~~:~
165
148 t1ng I
I 146 ''ngnl
-1 ;;~9~;
131
i 30
···I
I
__ rendah_ _
rend ah I l
I
142
i62
138 1
1_ _ _

.
. o.ci n"-'g=g~i_ _____,
rendah
125 I rendah I ~... . 94 ·I rendah
138
,l---·--1~4~5---c,
1
rendah
ting_g~i ---l\
128 ~ rendah
---'-'-'-cc=.'------1
+-I
1

120 rendah 162 tinggi


124 rendah 141 I tinggi
154 tinggi J 132 I rendah
__1_4_3_ _-+_ _ _ _t_in~g~gi_ _ _. 1 ~ ____1_40_ _ I tinggi
126 rendah 11
r- 114 rendah
134 rendah \ !--- 135 rend ah
131 rendah I 144 tin i
144 .~_ _ _tingg~i_ _ - j

149 tinggi I
87 I rend ah .
148t' ____t_ing11_i__
-132-- rend~h I
130

__1_3_S___ ",! _ _ _ _
re_n_da_h_. - - - - - j
134 rendah
------:-------'-'----j
143 tingg~i__ ~
-'17~8'-----t------=ting_gi J

__ 16_7 _ _-+-____t::.:.in._g_gi . ~,!


_1_4_2___-+_____ti_ng_gi _ _ _...;
_1:3_8___ ...l____ rendah
'O"'> i d '
=J ,
1
_ ____i~~-·-- re~ __an_____ ···--J