Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Memasuki abad 21 ini, nasib suatu negara semakin ditentukan oleh kekuatan persaingan
global. Dalam dunia seperti ini, keputusan-keputusan operasi, investasi dan pendanaan
pembiayaan diwarnai oleh implikasi-implikasi internasional. Dengan banyaknya keputusan
yang berasal dari data-data akuntansi, pengetahuan mengenai isu-isu akuntansi internasional
sangat penting untuk memperolah interpretasi dan pemahaman yang tepat dalam komunikasi
bisnis internasional. Dengan kata lain, saat ini akuntansi telah berkembang dalam tahap masa
kedewasaannya menjadi suatu aspek integral dari bisnis dan keuangan global.

Perbedaan nasional dalam pengungkapan umumnya didorong oleh perbedaan dalam tata
kelola perusahaan dan keuangan. Di Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Anglo
Amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan
perusahaan sehingga menjadi sangat maju. Di pasar-pasar tersebut, kepemilikan cenderung
tersebar luas di antara banyak pemegang saham dan perlindungan terhadap investor sangat
ditekankan. Investor institusional memainkan peranan yang semakin penting di negara-negara
ini, menuntut pengembalian keuangan dan nilai pemegang saham yang meningkat.

Kesejahteraan masayarakat bisa dipengaruhi oleh pembayaran pajak secara arbiter


(sewenang-wenang) antar negara, ataupun serentetan manipulasi yang dilakukan oleh
perusahaan multinasional, sehingga “Pemegang saham non – keuangan, seperti serikat
pekerja, pemerintah, dan masyarakat umum memerlukan transparansi (pengungkapan)
Koorporasi, baik keuangan maupun non-keuangan.

B. Rumusan masalah
1. Bagaimana perspektif manajemen multinasional discloruse dan regulasi informasi?
2. Bagaimana kombinasi dan konsolidasi bisnis internasional?

C. Tujuan
1. Mengetahui perspektif manajemen multinasional discloruse dan regulasi informasi.
2. Mengetahui kombinasi dan konsolidasi bisnis internasional.

1
BAB II
PEMBAHASAN

PERSPEKTIF MANAJEMEN INTERNASIONAL DISCLOSURE DAN REGULASI


INFORMASI

1.1 PENGERTIAN DISCLOSURE, PENGUKURAN Vs DISCLOSURE


Kata Disclosure memiliki arti tidak menutupi atau tidak menyembunyikan. Apabila
dikaitkan dengan data, Disclosure berarti memberikan data yang bermanfaat kepada
pihak yang memerlukan. Disclosure mengandung arti bahwa laporan keuangan harus
memberikan informasi dan penjelasan yang cukup mengenai hasil aktifitas suatu unit
usaha. Dengan demikian informasi yang diungkapkan harus jelas, lengkap dan dapat
menggambarkan secara tepat mengenai kejadian-kejadian ekonomi yang berpengaruh
terhadap hasil operasi unit usaha tersebut. Tiga konsep pengungkapan yang umumnya
diusulkan adalah sebagai berikut :
1. Pengungkapan yang cukup (Adequate)
Disclosure yang minimal harus ada sehingga ikhtisar-ikhtisar keuangan menjadi
tidak menyesatkan.
2. Wajar (Fair Disclosure)
Tersirat tujuan-tujuan etis untuk memberikan perlakuan yang sama kepada semua
pihak yang merupakan pembaca potensi pembaca potensial dari laporan keungan.
3. Lengkap (Full)
Penyajian semua informasi yang relevan. Bagi beberapa pihak Full Disclosure
berarti penyajian informasi secara berlebih-lebihan dan karenanya tidak tepat.
Informasi yang berlebih-lebihan berbahaya karena penyajian informasi dengan
detail terlalu banyak justru akan menyembunyikan informasi yang penting dan
membuat laporan keuangan menjadi sukar diinterpretasikan.
Yang paling umum digunakan dari ketiga konsep diatas adalah pengungkapan yang
cukup (Adequate).

Pengukuran vs disclosure
Konseptualisasi proses laporan keuangan menurut Bedford terdiri dari :

2
 Proses Pengukuran, yaitu suatu proses penyajian data yang berisi informasi mengenai
kondisi keuangan perusahaan.
 Persepsi aktivitas penting dari entitas akuntansi
Transaksi-transaksi keuangan mewakili entitas penting dalamproses pelaporan.
 Simbolisasi aktivitas
Dibuat database (akun-akun) dengan tujuan mempermudah identifikasi yang
kemudian membentuk suatu kumpulan data dan informasi akhir mengenai asset dan
kewajiban perusahaan yang akan dianalisa.
 Tahap pengungkapan atas informasi yang dihasilkan dari pelaporan dimana tanpa
penggunaan informasi yang diperoleh dari pelaporan dengan sendirinya tidak
berguna.
 Analisis terhadap model aktivitas
Mengungkapkan apa yang tersaji dalam pelaporan sehingga dapat menyediakan
pemahaman mengenai sift dari aktivitas-aktivitas entitas.
 Komunikasi (transmisi) analisis kepada pengguna
Dengan tujuan menuntun pembuatan keputusan dalam mengarahkan aktivitas-
aktivitas entitas dimasa yang akan datang.

1.2 EVOLUSI PENGUNGKAPAN KORPORASI


Kewajiban dan praktik-praktik pengungkapan korporasi dipengaruhi oleh sejumlah
hal, antara lain sebagai berikut:
 Pengaruh Pasar Modal
Dalam ekonomi yang kompetitif, pengungkapan koorperasi merupakan sarana
untuk menyalurkan akuntabilitas korporasi kepada para penyedia modal (investor)
dan untuk mepermudah alokasi sumberdaya untuk pemanfaatan yang paling
produktif. Pengungkapan perusahaan akan meningkatkan distribusi probabilitas dari
hasil yang diharapkan oleh investor dengan mengurangi ketidakpastian yang
berhubungan dengan pengembalian tersebut. Sehingga akan meningkatkan
performance (kinerja perusahaan) di mata para investor sehingga memikat para
investor untuk menginvestasikan yang lebih besar pada sekuritas yang sama sehingga
dapat mengurangi biaya modal.
 Pengaruh Non-Keuangan
Yang terjadi saat ini terdapat kecenderungan yang semakin meningkat dimana
korporasi bertanggung jawab terhadap public atas kebijakan-kebijakan dan tindakan-
3
tindakannya. Hal ini disebabkan negara-negara kecil cenderung melihat perusahaan
multinasional sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan negara, dimana
perusahaan multinasional mampu menciptakan standar kehidupan umum suatu negara
dengan aktivitas-aktivitas bisnis multinasional, seperti strategi investasi langsung
yang mempengaruhi nilai tukar valuta di luar negeri. Selain itu kesejahteraan
masayarakat bisa dipengaruhi oleh pembayaran pajak secara arbiter (sewenang-
wenang) antar negara, ataupun serentetan manipulasi yang dilakukan oleh perusahaan
multinasional, sehingga “Pemegang saham non – keuangan, seperti serikat pekerja,
pemerintah, dan masyarakat umum memerlukan transparansi (pengungkapan)
Koorporasi, baik keuangan maupun non-keuangan.
 Upaya PBB untuk menggerakkan ketaatan aktivitas investasi langsung luar negeri,
sebagai berikut:
o Nilai batas Investasi langsung adalah dimana investor asing tunggal
mengendalikan lebih dari 10 % saham biasa atau hak suara yang efektif dalam
manajemen.
o Komposisi laba investasi langsung, adalah deviden, laba ditahan , dan hutang
bunga.
o Eliminasi capital gains/losess : dimana laba tidak boleh mengandung capital
gain maupun losess yang sudah/belum realisasi.
o Penagihan piutang dagang antar perusahaan harus memasukkan transaksi
dalam saham, ataupun hutang jangka panjang maupun pendek.
o Prosedur konversi dimana bunga, deviden, laba yang didistribusikan dan
ditahan dalam valas harus dikonversikan dalam kurs spot pada tanggal
penerimaan.
o Pengukuran investasi langsung harus diukur menggunakan nilai buku dari
modal saham dan cadangan.
o Estimasi -ulang saham investasi langsung, dimana kepemilikan saham harus
diestimasi-ulang memakai replacement cost bukan nilai buku.
 Tangapan Koorperasi
Sejumlah perusahaan memandang permintaan diperluasnya transparansi
pelaporan sebagai sesuatu yang positif, namun terdapat beberapa perusahaan yang
menentang transparansi tersebut dengan alasan:
o Bersifat diskriminatif, membedakan perusahaan multinasional dengan
perusahaan domestik murni.
4
o Prematur, karena tidak ada kebutuhan yang nyata bagi pengungkapan yang
disarankan.
o Mumbutuhkan biaya.
Sejumlah koorperasi sering mengalami keterlambatan dalam pegungkapan yang
disebabkan cengkraman peraturan mengenai standar pengungkapan yang diterbitkan
oleh organisasi seperti: UNCTC, OECD, EC, IASC, ICFTU, dan IOSCO. Oleh karena
itu, koorperasi modern harus mengantisipasi peningkatan permintaan bagi
transparansi koorperasi dengan tujuan memikat para investor untuk menanamkan
modalnya dalam koorperasi.

1.3 PERATURAN YANG BERKAITAN DENGAN KEWAJIBAN PENGUNGKAPAN


Sebagai landasan perlindungan investor, SEC AS, Menkeu Jepang dan COSOB Italia,
bersama dengan badan pembuat peraturan pemerintah membebankan kewajiban
pengungkapan kepada perusahaan domestic maupun asing yang mengupayakan meraih
akses ke dalam pasar bursa, dengan tujuan menjamin para investor agar memperoleh
pengungkapan minimum yang memungkinkan untuk menilai kinerja masa lalu ataupun
prospek perusahaan.
Kewajiban-Kewajiban SEC :
1) Perdagangan sekuritas pada bursa terkelola diatur oleh Securities Exchange Act
(SEC).
2) Perusahaan non-AS terkena peraturan dan pengungkapan SEC bila terjadi kondisi
;
 Perusahaan menerbitkan sekuritas untuk penjualan perdana kepada public
AS
 Perusahaan ingin memperdagangkan sekuritas yang masih beredar pada
suatu bursa terkelola di AS
3) Perusahaan non-AS yang telah terdaftar dalam bursa nasional harus
menyampaikan laporan periodeik pada SEC dalam 6 bulan dari tahun fiskalnya.
Bagi koorperasi yang memiliki asset lebih dari $ 5 juta dan lebih dari 500
pemegang saham di seluruh dunia dengan pengecualian kurang dari 300 orang
yang berdiam di AS, maka material laporan diwajibkan untuk ;
 disebarluaskan pada public negara asalnya
 disampaikan pada bursa tempat dimana sekuritasnya diperdagangkan

5
 didistribusikan kepada pemegang sahamnya

1.4 PENGUNGKAPAN SUKARELA, PENGUNGKAPAN OPERASI LUAR NEGERI


DAN PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOCIAL
pengungkapan sukarela
Manajer harus memiliki insiatif untuk mengungkap informasi mengenai performa
perusahaan secara sukarela. Keuntungan dari pengungkapan tersebut mungkin
menyangkut biaya transaksi yang lebih rendah dalam perdagangan sekuritas perusahaan,
bunga yang lebih tinggi dari analis keuangan dan investor, meningkatkan likuiditas
saham dan biaya modal yang lebih rendah. Laporan yang diungkapkan meliputi tuntunan
bagaimana perusahaan bisa menggambarkan dan menjelaskan investasi potensial mereka
kepada investor.
Upaya untuk berkomunikasi secara efektif dengan pembaca-pembaca asing, karena tidak
adanya standar akuntansi dan pelaporan yang diterima secara internasional. Perusahaan
multinasional telah mengujicobakan berbagi model pelaporan. Empat pendekatan yang
menonjol antara lain sbb:
 Translasi Apabila Tidak Menyulitkan
Perusahaan mentranslasikan bahasa dari laporan keuangan kedalam idiom-idiom
nasional dari kelompok pengguna utama, selain bahasa jumlah moneter juga
ditranslasikan (biasanya memakai kurs akhir tahun).
 Kelebihan
– Memberikan penampilan internasioanl kepada laporan-laporan primer
– Memberikan keuntungan dari sisi hubungan masyarakat
 Kekurangan
– Translasi tersebut menyesatkan, seolah-olah memberi kesan kepada pembaca asing
seolah-olah prinsip akuntansi yang mendasari laporan keuangan yang terkait juga
telah ditranslasikan, sehingga kesimpulan yang salah bisa timbul.
– Analis keuangan cenderung menginterprestasikanlaporan keuangan semacam itu
sebagai laporan keuangan yang memiliki substansi yang sebanding dengan laporan
keuangan domestic, sehingga potensi penyalahgunaan akan timbul.
 Minimalisasi Permasalahan
Melalul pengungkapan yang secara khusus menyebutkan prinsip-prinsip akuntansi
nasional, tempat perusahaan berdomisili, dan standar-standar auditing yang mendasari
laporan keuangan tersebut.
6
Pengungkapan operasi luar negeri
Permintaan akan pengungkapan yang lebih luas mengenai operasi-operasi
multinasional kepada public umum ditimbulkan karena adanya peningkatan perhatian
pada dampak social dan ekonomi perusahaan multinasional atas negara investor.
Sehingga para pengguna informasi dapat menilai dampak dari operasi di berbagai
tempat utama dunia atas perusahaan secara keseluruhan. Penentang pengungkaan
operasi luar negeri disebabkan:
o Mungkin membahayakan posisi kompetitif perusahaan.
o Terlalu mendetail bagi laporan keuangan yang bertujuan umum
o Membingungkan pengguna laporan keuangan
o Pengungkapan operasi luar negeri didapati tidak menimbulkan dampak-
dampak signifikan kepada pasar

Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial


Pelaporan tanggung jawab social mengacu pada pengukuran dan komunikasi
informasi mengenai pengaruh suatu perusahaan terhadap kesejahteraan karyawannya,
masyarakat setempat dan lingkungan. Hal ini mencerminkan kepercayaan bahwa
perusahaan berutang kepada para pihak yang berkepentingan dalam bentuk laporan
akuntansi tahunan mengenai kinerja sosial dan lingkungannya, seperti halnya informasi
keuangan yang diberikan kepada para pemegang saham.
Informasi mengenai kesejahteraan karyawan telah lama menjadi perhatian bagi
organisasi buruh. Bidang permasalahan yang menjadi perhatian terkait dengan kondisi
kerja, keamanan, pekerjaan, kesetaraan dalam kesempatan, keanekaragaman angkatan
kerjadan tenaga kerja anak-anak. Pengungkapan karyawan juga diminati oleh para
investor karena memberikan masukan berharga mengenai hubungan kerja, biaya, an
produktivitas perusahaan.

1.5 PEMAHAMAN PEMAKAI DAN PENGUNGKAPAN INFORMASI


Pemahaman pemakai terhadap pengungkapan informasi sangat bervariasi tergantung
pengalaman dan kecakapannya pemakai dalam menghadapi informasi ini ada yang
secara sistematis memhami dan mampu menggunakan laporan tahunan perusahaan,
tetapi ada juga yang tidak memahami dan tidak mengerti secara proporsional dalam
membaca laporan tersebut. Untuk dapat memahami laporan tersebut para pemakai dapat
7
menggunakan tenaga konsultan untuk menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan
dalam rangka membuat keputasan investasi.
Adanya kebutuhan informasi yang mendasar dan kompleks untuk tujuan pembuatan
keputusan, tetapi dipihak lain informasi tidak dapat langsung dimengerti karena adanya
pengertian yang ganda.
Permintaan efektif terhadap informasi berasal dari analisis investasi yng masih aktif
dalam bursa efek, dimana informasi digunakan dalam mensiasati perusahaan, juga upaya
perusahaan untuk memenuhi tambahan informasi. OECD mengatakan bahwa informasi
dapat menambah pemahaman secara umum, perbedaan tidak penting sehingga suatu
persoalan yang timbul dipandang pemakai dapat diatasi dengan perluasan informasi yang
relevan.

1.6 DORONGAN MANAJERIAL DALAM PENGUNGKAPAN INFORMASI


Manajemen perusahaan terdorong mengungkapkan informasi secara
sukarela jika menyangkut kepentingan mereka dan adanya respon positif dari pemakai
informasi. Faktor-faktor ekonomi, sosial, dan tekanan politik mendorong keseimbangan
bentuk pengungkapan yang memadai.
Keuntungan adanya informasi adalah
 mengurangi ketidakpastian mengenai kinerja keuangan dan prospek dimasa
depan sehingga mempengaruhi biaya, modal, dan nilai saham.
 Meningkatkan kepentingan yang saling menguntungkan yang sering dinyatakan
sebagai komunikasi dan edukasi, yaitu suatu kesadaran dimana perusahaan yang
menerima informasi menjadi sadar akan kepentingan yang saling menguntungkan
dan sekaligus meningkatkan usaha dan kerja sama.

Kemungkinan kerugian adanya informasi adalah


 Tanggapan negatif dari informasi menimbulkan opini negatif terhadap
perusahaan serta adanya penambahan beban kerja bagi manajemen.

8
Agar pengungkapan informasi dapat lebih obyektif diperlukan komunikasi dan edukasi
dengan syarat :
1. kesamaan pandang perusahaan
2. pengetahuan pemakai akan kepentingan umum.

Sehubungan dengan pengungkapan, di Inggris oleh conferedition pf british


industry (suatu organisasi ketenagakerjaan beranggapan bahwa informasi pada laporan
keuangan perusahaan dapat jaminan untuk dipercaya). Sementara, di Amerika Serikat
bussiness industry and advisory committee (BIAC) mengatakan bahwa informasi yang
diberikan meragukan karena adanya penyetelan data agar menjawab beberapa
permasalahan yang dipertanyakan.

1.7 BIAYA INFORMASI


Pengungkapan informasi mempunyai hubungan dengin biaya secara langsung, hal
ini membuat perusahaan enggan melakuklan pengungkapan kecuali jika kenaikan
manfaat melenihi kenaikan biaya secara langsung atau perusahaan diminta untuk
mengungkapkan informasi. Biaya langsung adalah nilai penggunaan sumber daya dalam
menyusun, memproses, mengedit, serta mengkomunikasikannya. Informasi digunakan
untuk tujuan internal maupun eksternal.
Kebutuhan informasi yang berbeda bagi setiap manajemen mengakibatkan tidak
adanya keselarasan kebutuhan informasi dan eksternal yang menyebabkan perbedaan
tinggi rendahnya biaya penyusunan informas. Bagi tujuan internal, informasi disusun
secara lengkap sedangkan untuk eksternal informasi yang dihasilkan diadakan
pengurangan informasi penting sesuai dengan biaya pengungkapan. Ada dua alasan
mengapa hal itu dilakukan, yakni :
1. Legitimasi kebutuhan informasi pemkai eksternal seharusnya diakui meskipun
informasi tidak digunakan untuk tujuan manajerial.
2. Perbedaan tekanan atau perhatian perusahaan terhadap informasi yang
diminta banyak seperti kebutuhan perusahaan untuk tujuan kontrol dan
perencanaan.

1.8 COMPETITIVE DISADVANTADGE


Perusahaan mengalami kerugiaan kompetitif jika ternyata prngungkapan
informasi yang dilakukan digunakan oleh pesaing. Kerugian ini menyulutkan pro dan
9
kontra. Pengungkapan informasi mengakibatkan pesaing meningkatkan eksistensinya
tetapi disisi lain hal itu tidak dikehendaki karena dapat merugikan perusahaan.
Namun secara makro pengungkapan informasi meningkatkan efisiensi dan
kesejahteraan secara keseluruhan karena persaingan yang ketat antar perusahaan.
Perusahaan memiliki pendapat lain bahwa pengembangan dan perluasan pengungkapan
informasi cukup ditujukan untuk intern perusahaan sehingga akan mendorong upaya
perusahaan meraih keunggulan kompetitif.

1.9 INTERVENSI PEMERINTAH


Pada kurun waktu 1950-1960 dimana kebebasan untuk perusahaan masih
relatif luas tetapi operasi perusahaan dikontrol oleh pemerintah. Pada periode 1980-
1990, seiring dengan kondisi perekonomian yang sulit,tekanan dan kontrol pada
beberapa kasus sedikit berkurang.
Perusahaan yang beroperasi di Negara sendiri akan melakukan control
terhadap aktivitasnya lebih ekspensif sekaligus menimbulkan pengawasan yang lebih
ketat dari pemerintah khususnya jika bertentangan dengan kepentingan pemerintah.
Pengawasaan pemerintah dapat longgar jika perusahaan melakukan pengungkapan
informasi tetapi perusahaan tidak mau melakukannya secara sukarela. Perusahaan
khawatir pengungkapan dilaksanakan akan mengakibatkan bumerang yaitu
meningkatnya kontrol pemerintahan terhadap perusahaan. Perusahaan mempunyai
keinginan bahwa pengungkapan informasi dilakukan hanya untuk kepentingan
internal perusahaan. Jika prinsip nondiskriminasi antara perusahaan multinasional
dengan perusahaan domestic diterapkan. Sebenarnya tidak ada alasan untuk takut
terhadap control yang dilakukan. Tetapi dibebrapa Negara keseimbangan ini tidak
diterima, dimana control diberlakukan ketat terhadap perusahaan multinasional karena
beberapa aktivitasnya memang membutuhkan control yang ketat tetapi terkadang
hanya karena mereka orang asing.

1.10 SIKAP MANAJERIAL TERHADAP PENGUNGKAPAN SUKARELA


Permintaan atas pengungkapan tambahan datang dan organisasi
internasional,pemerintah dan masyarakat dimana perusahaan beroperasi. Pertumbuhan
pasar modal menunjukkan adanya tekanan pasar pada tambahan informasi mengenai

10
operasi, prospek dan perhatian pada koordinasi internasional dan peraturan pasar
modal. Baik Amerika maupun Inggris mensyaratkan informasi segmental tetapi
manajemen mempunyai kebiksanaan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan.
Pengungkapan sukarela tergantung pada hasil penelitian mengenai
konsekuensi ekonomis dari pengungkapan item yang disajikan. Item yang dapat
meningkatkan biaya bersih utama dua negara antara lain :
 Profit yang disesuaikan dengan inflasi
 Perkiraan yang dikuantifikasi
 Definisi yang sempit mengenai segmen informasi

Secara keseluruhan persepsi eksekutif finansial Amerika dan Inggris berbeda


dalam penekanan respon yakni :
 Pengungkapan item individu
 Pengaruh beberapa biaya yang terlihat
 Kendala biaya langsung atau tidak langsung dalam pengungkapan

1.11 EVALUASI BIAYA MANFAAT


Biaya pengungkapan dapat berupa biaya langsung yang merupakan nilai
sumber daya untuk memperoleh dan mengkomunikasikan informasi maupun biaya
tidak langsung seperti manfaat tetapi dalam konteks negatif. Manfaat dan biaya tidak
langsung pengungkapan tidak mudah diidentifikasi dan diukur. Perusahaan tidak
dapat membuat pengungkapan obyektif kecuali dalam keadaan tidak biasa.
Perhitungan biaya manfaat saat biaya langsung dihitung dengan beberapa
tingkat ketepatan, sebaliknya biya dan manfaat tak langsung tidak dapat dihitung.
Pengungkapan sukarela oleh perusahaan dalam prakteknya menunjukkan banyak yang
percaya jika manfaat bersih akan dihasilkan.

11
KOMBINASI DAN KONSOLIDASI
BISNIS INTERNASIONAL

2.1 BENTUK-BENTUK KOMBINASI DAN BISNIS INTERNASIONAL

Suatu kombinasi bisnis terjadi apabila suatu perusahaan bergabung dengan satu
perusahaan lain atau lebih menjadi satu entitas akuntansi dan entitas yang baru meneruskan
aktivitas perusahaan terdahulu yang semula terpisah (APB Opinion No.16). menggabungkan
entitas-entitas bisnis suatu alternatif untuk memperluas usaha. Tujuan utama kombinasi bisnis
adalah profitabilitas, manfaat yang diperoleh adalah efesiensi operasi melalui integrasi
operasi maupun diversifikasi risiko bisnis melalui konglomerasi.

Kombinasi bisnis dapat dikategorikan menjadi salah satu bentuk di antaranya :

 Merger yaitu suatu perusahaan mengambil alih operasi suatu entitas bisnis lain dan
entitas bisnis tersebut dilebur menjadi satu dengan perusahaan yang mengambil alih.
 Konsolidasi yaitu apabila suatu perusahaan baru terbentuk dengan mengambil alih
aset atu operasi dua/lebih entitas bisnis yang terpisah dan perusahaan yang lama
dibubarkan.
 Akuisisi yaitu apabila suatu perusahaan membeli hak milik entitas, namun kedua
entitas bisnis tetap beroperasi secara terpisah.

2.2 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Konsolidasi umumnya diterima dalam praktek sebagai cara akuntansi untuk


kombinasi bisnis secara internasional. Laporan konsolidasi menjadi relevan bukan hanya
terhadap pemakai luar maupun digunakan manajemen untuk kontrol dan koordinasi.

a) Perbandingan Praktek
Dalam survei yang dilakukan D.J Tonkin pada tahun 1989 terhadap
perusahaan multinasional menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan menyediakan
laporan keuangan konsolidasi internasional. Beberapa negara mensyaratkan secara
ketat peraturan untuk pengungkapan konsolidasi seperti Jepang pada tahun 1976,dan
ada yang secara sukarela melakukannya seperti beberapa perusahaan di Italia dan
Swiss.
12
Dalam praktek, kualitas dan kuantitas informasi konsolidasi bervariasi baik
antarnegara maupun dalam satu negara. Di Inggris, neraca dari sebuah perusahaan
induk selalu disediakan sebagai tambahan dari neraca dan laporan rugi laba
konsolidasi. Sebaliknya di Amerika, hanya laporan keuangan konsolidasi yang
disediakan. Di Jerman, praktek yang umum adalah penyediaan informasi baik
perusahaan induk maupun laporan keuangan konsolidasi. Perbedaan metode
konsolidasi mempengaruhi neraca pada metode konsolidasi penuh yang memasukkan
semua aset ditunjukkan terpisah dari ekuitas.

b) Purchase vs Pooling Interest


Terdapat perbedaan pertimbangan antarnegara untuk menerapkan berbagai
metode yang ada untuk konsolidasi. Di Inggris metode konsolidasi yang biasanya
digunakan adalah purchase dimana aset direvaluasikan ke “Fair Value” pada tanggal
akuisisi dan perbedaan antara harga beli dan revaluasi diakui sebagai goodwill dalam
konsolidasi. Di beberapa negara lain metode pooling of interest juga dijalankan dalam
situasi tertentu. Pada metode ini aset tidak direvaluasi, tidak ada goodwill dan tidak
ada perbedaan pendapatan antara sebelum dan sesudah akuisisi.
Dengan metode pooling of interest,semua laba sebelum konsolidasi dimasukkan.
sebaliknya untuk metode purchase. Hal ini akan memberi indikasi bahwa
kecenderungan menggunakan metode pooling of interest jika di ijinkan akan
menggunakan laba yang lebih bagus. Pada metode purchase,investasi oleh holding
company dicatat pada harga pasar serta aset-aset kewajiban perusahaan yang diambil
alih direvaluasi pada tanggal kombinasi. Dengan metode pooling of interest,investasi
dicatat sebesar harga nominal serta aset dan kewajiban tidak direvaluasi.
Pengaruh perbedaan itu addalah di bawah pendekatan akuisisi, laba kombinasi
menurun dengan kenaikan depresiasi karena revaluasi aset. Penurunan profit mungkin
terjadi karena amortisasi goodwill meskipun write-off diperbolehkan. Karena itu
terdapat kecenderungan penggunaan metode pooling of interest sebagai alternatif
metode purchase.

c) Perlakuan Terhadap Perusahaan Anak yang Tidak Dikonsolidasi


Perusahaan anak mungkin tidak dikonsolidasikan untuk beberapa alasan.
Pengaruh pada pendapatan akan tergantung apakah mereka diperlakukan dengan
menggunakan metode ekuiti atau cost. Jika metode ekuiti digunakan,laba yang
13
dilaporkan akan lebih cenderung lebih tinggi dari pada jika deviden dimasukkan.
Survei terakhir oleh D.J. Tonkin pada tahun 1989 menunjukkan bahwa metode ekuiti
hanya digunakan oleh 42% perusahaan dengan perusahaan anak yang
dikonsolidasikan.
Di Amerika dan Inggris,peraturan yang baru meminta konsolidasi untuk
semua anak perusahaan yang material. di Swedia,Companies Act 1975 meminta
semua kepemilikan perusahaan dimasukkan dalam konsolidasi,tetapi kriteria untuk itu
kadang-kadang kurang jelas. Di Swis suatu peraturan yang meminta publikasi
laporan keuangan konsolidasi dikeluarkan tahun 1991. Meskipun akuntansi ekuiti
tidak disyaratkan taetapi beberapa perusahaan mengadopsi secara sukarela.
Di Jepang peraturan tersebut dikeluarkan olehmenteri keuangan pada tahun
1976. Masalah utama di Jepang adalah tidak mudah untuk mengidentifikasi
perusahaan anak. Perusahaan-perusahaan di Jepang berbeda dengan perusahaan
Inggris dan Amerika yang dikenal dengan keiretsu. Hubungan legal bukan faktor yang
utama tapi lebih menekankan pada kepercayaan dan keloyalan.

2.3 USAHA HARMONISASI INTERNASIONAL BERKAITAN DENGAN


KONSOLIDASI

Menyangkut harmonisasi internasional pada permasalahan konsolidasi, terdapat


beberapa ide yang mengarah pada pemahaman secara bersamaan mengenai konsolidasi
terutama pada tingkat masyarakat Eropa dan IASC. Di Eropa langkah yang paling berharga
bagi harmonnisasi adalah adaptasi Seventh Directive On Consolidated Account pada tahun
1983. Point yang tercantum sangat penting dalam hal memberi arahan bagi konsolidasi secara
luas pada tingkat dunia. Arahan tersebut juga searah dengan praktek akuntansi anglo-amerika
yang dominan pada saat ini. Meskipun demikian arahan ini juga memasukkan praktek-
praktek di Eropa.

Bebarapa kompromi di lakukan untuk menggabungkan konsolidasi ala daratan Eropa


dan khususnya praktek di Jerman. Masalah utama adalah pendekatan Inggris mendorong
kekuatan legal untuk kontrol perusahaan lain melalui kepemilikan saham,sementara
pendekatan Jerman meningkatkan eksistensi melalui kontrol manajemen. Sevent Directive
memberikan peluang untuk pemakaian kedua pendekatan tersebut. Konsolidasi yang diminta
menurut Article I jika salah satu dari kondisi dibawah ini terpenuhi :

1. Sebagian besar dari pemegang saham degan hak voting

14
2. Pemegang saham dan hak untuk memilih mayoritas dewan direktur

3. Pengaruh dominan sebagai hasil dari kontrak.

Di Perancis tiadanya peraturan yang baku mengenai konsolidasi mengakibatkan


praktek yang banyak berbeda. Ditingkat internasional,harmonisasi yang di prakarsai oleh
IASC Mengenai konsolidasi terwujud dalam salah satu bagian IAS (27 dan 28) yang
menyatakan bahwa laporan keuangan konsolidasi tingkat dunia harus disajikan bersama
dengan infromasi mengenai perusahaan anggota grup termasuk anak-anak perusahaan.
Kombinasi meliputi semua anak perusahaan kecuali dilakukan justifikasi dan diperlakukan
dengan metode akuiti.

Permasalahan yang dihadapi IASC adalah membangun sebuah dasar teori yang kuat
bagi alternatif-alternatif yang ditawarkan dalam usulan IASC. Yang sering nampak adalah
IASC lebih banyak dipengaruhi oleh praktek-praktek akuntansi dan maksud-maksud untuk
lebih menyeragamkan perlakuan akuntansi. Salah satunya terlihat dalam kasus goodwill yang
muncul karena konsolidasi,meskipun praktek perlakuan goodwill sebagai aset yang bisa
diamortisasi telah banyak dilakukan.

 PROBLEM DAN PROSPEK


Permintaan mengungkapkan laporan keuangan konsolidasi untuk perusahaan
multinasional semakin meningkat tetapi tidak diimbangi dengan respon yang baik.
Banyak perusahaan dinegara-negara seperti Italia dan Swiss tidak menyediakan
laporan keuangan konsolidasi meskipun sudah berubah seiring dengan perubahan
peraturan-peraturan. Di pihak lain banyak yang mengungkapkan informasi
konsolidasi secara sukarela.
Dengan semakin banyaknya kepentingan yang terlibat diperusahaan,tekanan
untuk pengungkapan dari praktek pengukuran yang akan menyediakan informasi
untuk kebutuhan sejumlah kelompok. Isu lain adalah mengenai proses konsolidasi itu
sendiri dalam konteks dimana perusahaan beroperasi dengan variasi lokasi
geografis,tingkat inflasi yang berbeda,nilai tukar mata uang dan risiko politik.

2.4 USAHA HARMONISASI BERKAITAN DENGAN LAPORAN ALIRAN KAS

Laporan aliran kas atau laporan posisi keuangan semakin diakui sebagai sebuah
perangkat yang tidak kalah pentingnya dalam keseluruhan laporan keuangan konsolidasi.
Laporan ini menggambarkan aliran masuk dari operasi dan dari hal lain seperti pinjaman

15
baru, modal, atau penjualan aset bersama aliran keluar dana yang diperuntukkan bagi
pembayaran dividen, pembayaran utang dan investasi.

 Usaha Harmonisasi Internasional


Pada tingkat masyarakat Eropa, permintaan atau proposal berhubungan
dengan dana dan laporan arus kas tidak ada. Hal yang tidak mengherankan jika
permintaan untuk itu hanya ada di Pernaacis dan Inggris dan negara-negara anggota
Internasional Accounting Standard 7 (IAS 7), tidak jauh beda dari rekomendasi
presentasi laporan dana. IAS 7 tidak memberi bahasan spesifik item-item yang
diungkapkan maupun bagaimana laporan disajikan, hanya menyatakan bahwa
perusahaan harusnya mengadopsi laporan perubahan posisi keuangan.

 Problem dan Prospek


Meskipun laporan arus kas relatif baru,tetapi secara cepat laporan ini diterima
sebagai laporan keuangan yang utama dan esensial. Ada tekanan besar dari
UN,OECD dan IACS untuk publikasi laporan tersebut. Beberapa perusahaan secara
sukarela menyediakan laporan arus ka terutama di negara –negara Jerman,Swiss dan
Jepang. Tetapi laporan arus kas tidak terbangun secara baik dalam daratan
praktis,dengn banyak kebingungan dan perdebatan yang terjadi mengenai
tujuan,presentasi dan kegunaan. Ada banyak variasi pertimbangan dalam definisi dana
yang digunakan. item yang diungkapkan,pengkuran dana dari operasi dan bentuk
penyajian dari laporan. Kegunaan laporan arus kas untuk tujuan perbandingan juga
terbatas.

2.5 AKUNTANSI JOINT VENTURE

Joint venture merupakan fenomena bisnis yang relatif baru dan tumbuh dengan cepat
beserta isu-isu yang melatarbelakangi. Baik antara perusahaan multinasional itu sendiri dan
antara perusahaan dinegara tempat operasinya maupun dengan pemerintah. Masalah yang
terjadi adalah bagaimana untuk melakukana koordinasi kultur dan tradisi akuntansi yang
berbeda dengan cara yang dapat memberikan solusi kepada kontrol keuangan, pengukuran
laba, dan penilaian investasi joint venture. Jika terdapat perbedaan penilaian aset, depresiasi,

16
perlakuan utang dan penggunaan dana untuk berbagai tujuan termasuk investasi baru dan
manfaat sosial pegawai.

Ada tiga bentuk joint venture yaitu Operasi,Aset, dan Perusahaan meskipun secara
umum lebih banyak berbentuk operasi dan aset daripada perusahaan. Benchmark Treatment
yang direkomendasikan untuk IASC,menggunakan pendekatan konsolidasi secara
proporsional baik kombinasi saham dari aset,utang,pendapatan dan biaya joint venture ke
dalam dasar line-by-line dengan grup yang dikonsolidasi atau dengan memasukkan item yang
terpisah dalam laporan keuangan konsolidasi.

Apapun metode yang digunakan,pengungkapan infromasi disyaratkan


mengungkapkan mengenai ketidakpastian,komitmen modal,daftar dan deskripsi kepentingan
yang signifikan dan proporsi kepemilikan yang mengontrol suatu entitas.

17
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pengungkapan adalah langkah akhir dari akuntansi yaitu penyajian informasi dalam
separangkat penuh statemen keunagan, tujuan adanya pengungkapan ialah untuk melindungi
investor. Terdapat beberapa jenis pengungkapan akuntansi internasional yaitu pengungkapan
sukarela, pengungkapan operasi luar negeri dan pengungkapan tanggung jawab social.

Beberapa bentuk kombinasi bisnis internasional antara lain merger, konsolidasi, dan
akuisisi. Menyangkut harmonisasi internasional terkait konsolidasi mengarah pada
pemahaman bersama terkait konsolidasi, di Eropa menggunkan Internatianal Accounting
Standart 7 (IAS7).

Saran

Pengungkapan tanggung jawab social yang hanya memiliki perhatian penting bagi buruh,
perusahaan juga harus memliki perhatian penting bagi lingkungan karena lingkungan yang
memberi segala aspek-aspek yang dibutuhkan perusahaan dalam peningkatan operasional
perusahaan.

18
DAFTAR PUSTAKA

Eko Suwardi. 2000. Akuntansi Internasional, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta


https://id.scribd.com/saved

19