Anda di halaman 1dari 5

TINDAKAN PREVENTIF

No. Dokumen : SOP/ /I/AK/2018


No. Revisi :
SOP TanggalTerbit :
Halaman :
UPT Puskesmas NELSON GINTING,SKM
Stabat Lama NIP. 196411251987031003

1. Pengertian 1. Tindakan pencegahan (preventif action) adalah tindakan untuk


menghilangkan mencegah ketidaksesuaian agar tidak terulang lagi.
2. Ketidaksesuaian adalah tidak terpenuhinya suatu persyaratan.
3. Persyaratan (requirement) adalah ketentuan yang dipersyaratkan oleh
standar/ target dan/ atau kebutuhan/ harapan.
4. Ketidaksesuaian diidentifikasi melalui:
 Proses penanganan keluhan pelanggan
 Proses penanganan ketidaksesuaian layanan
 Proses hasil audit internal
 Proses monitoring
 Proses analisis data
 Temuan/ laporan lainnya yang ada kaitannya ketidak sesuaian
layanan
2. Tujuan Sebagai acuan dalam menerapkan mekanisme tindakan perbaikan atas
ketidaksesuaian, supaya setiap tindakan perbaikan yang diambil dapat
menghilangkan penyebab ketidaksesuaian serta mencegah berulang
kembali.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. / /AK/I/P-SL/ /2018 tentang Tindakan
Preventif;

4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang pusat


kesehatan masyarakat
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang
Akreditasi Puskesmas klinik pratama, tempat praktek mandiri dokter,
dan tempat praktek mandiri dokter gigi
5. Alat dan bahan
- Laptop

- ATK
6. Langkah-
A. Identifikasi Ketidaksesuaian
langkah
1. Seluruh Staf Mengidentifikasi ketidaksesuaian yang berasal dari:
a. Hasil proses pengukuran kepuasan pelanggan
b. Hasil proses audit internal
c. Hasil proses monitoring
d. Hasil proses analisis data
e. Hasil proses penanganan ketidaksesuaian layanan
f. Temuan/ laporan lainnya
2. Seluruh Staf menyampaikan ketidaksesuaian kepada
Koordinator Bagian terkait.
3. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas Mencatat ketidaksesuaian pada
formulir Laporan Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP)
4. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas dan pelaksana membahas dan
menganalisis penyebab ketidaksesuaian
5. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas Menetapkan rencana dan jadwal
tindakan perbaikan atas ketidaksesuaian.

B. Tindakan pencegahan
1. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas beserta pelaksana/ Staf terkait
2. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas Melakukan tindakan perbaikan
sesuai dengan tindakan perbaikan yang sudah ditetapkan
3. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas Memantau aktifitas tindakan
perbaikan yang sedang dilakukan oleh staf terkait
4. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas menginformasikan aktifitas
tindakan perbaikan yang tidak mencapai target kepada Ketua tim
mutu
5. Ketua tim mutu melapor kepada kepala Puskesmas hasil
aktifitas tindakan
6. Ketua tim mutu dan kepala Puskesmas membahas hasil aktifitas
tindakan untuk ditindak lanjuti
7. Ketua tim mutu dan Kepala Puskesmas memberikan pengarahan
kepada Koordinator Bagian dan pengelola terkait, tentang
langkah-langkah yang perlu diambil
8. Staf terkait, Jika sudah selesai maka menandatangani formulir
Laporan Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP) pada
kolom yang sudah disediakan.
9. Melaporkan kepada Koordinator Bagian atas tindakan perbaikan
yang telah dilakukan.

C. Verifikasi
1 Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas menerima laporan hasil tindakan
perbaikan dari staf terkait
2 Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas memeriksa hasil tindakan
perbaikan.
3 Jika sudah sesuai maka membubuhkan tanda tangan pada kolom
verifikasi melakukan Close Out, sebagai penjelasan status
tindakan perbaikan sudah selesai dilakukan
4 Jika belum selesai, kembali atau membuat formulir Laporan
Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP) yang baru dan
mengulangi prosedur ini.
5 Menandatangani formulir Laporan Ketidaksesuaian dan
Penyelesaiannya (LKP).
6 Melaporkan hasil tindakan perbaikan yang telah selesai kepada
Kepala Puskesmas atau ketua tim mutu
7. Bagan Alir
Seluruh staf mengidentifikasi ketidak
Identifikasi sesuaian
ketidak
sesuaian
Seluruh staf menyampaikan ketidak
sesuaian

Koordinator pelayanan klinis, mencatat


ketidaksesuaian

Koordinator pelayanan klinis,


membahas dan menganalisis penyebab
ketidaksesuaian

Koordinator pelayanan klinis,


menetapakan rencana, jadwal tindakan
perbaikan
Tindakan Koordinator pelayanan klinis, beserta
pencegahan pelaksana/ staf terkait

Koordinator pelayanan klinis,


melakukan tindakan perbaikan

Koordinator pelayanan klinis,


memantau tindakan perbaikan

Koordinator pelayanan klinis,


menginformasikan tindakan perbaikan

Ketua tim mutu melapor ke kepala


Puskesmas akifitas tindakan

Ketua tim mutu membahas hasil


aktifitas tindakan untuk tindak lanjut

Ketua tim mutu, dan kepala


puskesmas memberikan pengarahan

Jika sudah selesai staf terkait,


menandatangani formulir laporam
ketidaksesuaian

Melaporkan kepada koordinator


bagian atas tindakan perbaikan

Verifikasi Koordinator pelayanan klinis,


menerima laporan hasil tindakan
perbaikan

Koordinator pelayanan klinis,


memeriksa hasil tindakan perbaikan

Jika sudah selesai, membubuhkan


tanda tangan pada kolom verifikasi

Jika belum selesai, membuat formulir


laporan ketidaksesuaian
Menandatangani formulir laporan
ketidaksesuaian

Melaporkan hasil tindakan perbaikan


kepada kepala puskesmas

8. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
9. Unit terkait

10.Dokumen
terkait
11.Rekaman
Historis No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan tgl