Anda di halaman 1dari 8

BUSINESS ETHICS

“Pelanggaran Etika Bisnis (Sexual Harassment) oleh Weinstein Company”

Tugas Akhir Mata Kuliah Business Ethics

Disusun Oleh:
Febry Choirunnisa
43R17011

Reguler 43

Dosen :
Khomsiyah, Dr., Ak., CA.

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
JAKARTA
2018
Etika Bisnis dan Pelanggarannya
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh
aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam
suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam
membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham,
masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis
dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah
etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Etika Bisnis dapat menjadi standar
dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai
pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur,
transparan dan sikap yang profesional.

Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1. Utilitarian Approach: Setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena
itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi
manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan
dengan biaya serendah-rendahnya.
2. Individual Rights Approach: Setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak
dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari
apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3. Justice Approach: Para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan
bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan
ataupun secara kelompok.

Contoh Kasus Pelanggaran Etika Bisnis (Sexual Harassment) oleh Weinstein Company
Latar Belakang
Harvey Weinstein dan saudaranya, Bob Weinstein, membentuk perusahaan produksi film
Miramax dan memimpin perusahaan tersebut dari tahun 1979 hingga 2005. Pada bulan Maret
2005, Weinstein kemudian mendirikan The Weinstein Company dan meninggalkan Miramax
pada September di tahun yang sama. Rumor bahwa Weinstein melakukan "pelecehan seksual
dengan modus untuk mendapatkan pekerjaan" (casting couch) telah beredar di Hollywood
selama bertahun-tahun, dan figur hiburan pada masa itu berkali-kali menyinggung tindakan
tersebut. Setelah tuduhan itu diterbitkan, sutradara Quentin Tarantino mengatakan bahwa dia
sudah mengetahui Weinstein telah melecehkan aktris selama berpuluh-puluh tahun. Sejauh
paling awal pada 1998, Gwyneth Paltrow mengatakan dalam "Late Show" dengan David
Letterman bahwa Weinstein "akan memaksa Anda untuk melakukan satu atau dua hal". Pada
2005, Courtney Love menyarankan para aktris muda dalam sebuah wawancara, "Jika Harvey
Weinstein mengundang Anda untuk sebuah pesta pribadi di Four Seasons, jangan pergi." Pada
2010, sebuah artikel berjudul "Harvey Girls" untuk Pajiba menyinggung reputasi Weinstein
dan "casting couch"-nya: "Setiap beberapa tahun, Harvey mengambil seorang gadis baru
sebagai peliharaannya".

Pada 2012, salah satu karakter serial TV 30 Rock berkata: "Saya tidak takut dengan
siapapun dalam bisnis pertunjukan, saya menolak hubungan seksual dengan Harvey Weinstein
tidak kurang dari tiga kali, dari lima." Pada upacara pengumuman nominasi Oscar tahun 2013,
Seth MacFarlane bercanda saat mengumumkan nominasi untuk Aktris Pendukung Terbaik:
"Selamat, Anda kelima perempuan tidak perlu lagi berpura-pura tertarik dengan Harvey
Weinstein." Pada 2015, Jordan Sargent menulis dalam artikel Gawker "Tell Us What You Know
About Harvey Weinstein's 'Open Secret" bahwa "rumor produser yang memanfaatkan
kekuasaan produsernya dalam dunia industrinya untuk kepuasan seksual—konsensual atau
tidak—cenderung tetap tidak diketahui publik, sebatas buah bibir dan rangkaian komentar
bernada dalam blog gosip." Pada tahun yang sama, The New York Times melaporkan bahwa
Weinstein diinterogasi oleh polisi "setelah perempuan berusia 22 tahun menuduh dia
menyentuhnya secara tidak sopan". Perempuan tersebut, model asal Italia, Ambra Gutierrez,
bekerja sama dengan polisi untuk memperoleh rekaman audio di mana Weinstein mengaku
telah menyentuh dia secara tidak sopan. Bersamaan dengan berkembangnya investigasi polisi
dan kabar ini menjadi publik, tabloid di Amerika Serikat mulai menerbitkan cerita negatif
tentang Gutierrez yang digambarkan sebagai seorang oportunis. Jaksa Distrik Manhattan Cyrus
Vance Jr. memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan terhadap Weinstein, dengan beralasan
bukti kriminal yang kurang memadai, bertolak belakang dengan saran dari polisi setempat yang
menganggap bukti yang ada telah mencukupi.

Pelaporan pada tahun 2017

Tuduhan pelecehan seksual oleh Weinstein dengan jumlah besar, pertama kali dilaporkan oleh
wartawan Jodi Kantor dan Megan Twohey dalam surat kabar The New York Times pada
tanggal 5 Oktober 2017. Laporan tersebut menuduh Weinstein telah melecehkan secara seksual
dalam tiga dekade terakhir dan membayar penutupan kasus untuk 8 aktris dan perempuan yang
pernah bekerja di Miramax dan Weinstein Company. Lebih lanjut lagi, pada 10 Oktober 2017,
koresponden NBC News Ronan Farrow melaporkan dalam The New Yorker dengan tuduhan
bahwa Weinstein telah melakukan kekerasan seksual atau pelecehan terhadap 13 perempuan,
dan memperkosa tiga perempuan. Farrow mengatakan bahwa ia ingin menyebarkan berita
tersebut berbulan-bulan sebelumnya dengan NBC, namun secara tersirat memberikan sinyal
bahwa NBC berada di bawah tekanan untuk tidak mempublikasikan cerita tersebut, sesuatu
yang ditolak oleh NBC. Menurut Farrow, 16 mantan eksekutif dan asisten atau yang saat ini
masih terhubung dengan Weinstein mengaku bahwa mereka telah menyaksikan atau tahu
mengenai ajakan tindakan seksual yang dilakukan Weinstein terhadap perempuan.

Empat aktris menyampaikan kecurigaan mereka bahwa, setelah menolak ajakan


Weinstein dan mengeluh tentang dia, Weinstein kemudian mencoret nama mereka dalam
projek atau membujuk orang lain untuk mencoret nama mereka. Sejumlah sumber mengatakan
kepada Farrow mengatakan bahwa Weinstein telah mengacu kepada kesuksesannya, sebagai
alasan dalam menyebarkan fitnah kepada media tentang orang-orang yang telah
mengkhianatinya. The New Yorker juga merilis rekaman audio pada 2015 di mana Weinstein
mengaku meraba-raba Gutierrez. Farrow juga melaporkan pada November 2017 bahwa
Weinstein telah, melalui pengacara David Boies, memperkejakan agen intelijen swasta Kroll,
Black Cube, dan detektif swasta Jack Palladino untuk memata-matai dan mempengaruhi
tertuduh korban Weinstein beserta wartawan yang menyelidiki Weinstein, untuk mencegah
kasus pelecehan seksualnya menjadi publik.

Tuduhan Pelanggaran Etika Pelecehan Seksual :

Pada Oktober 2017, The New York Times dan The New Yorker melaporkan bahwa puluhan
wanita telah menuduh Harvey Weinstein, seorang produser film terkemuka asal Amerika
Serikat, dengan pelecehan seksual, kekerasan seksual, atau pemerkosaan. Lebih dari 80
perempuan yang bekerja dalam industri film telah menuduh Weinstein dengan tindakan
tersebut. Weinstein menolak "segala hubungan seks non-konsensual".

Tak lama setelah tuduhan pertama diterbitkan, Weinstein dipecat dari perusahaannya
sendiri, The Weinstein Company, dan keanggotaannya dicabut dari Academy of Motion
Picture Arts and Sciences, serta beberapa asosiasi profesional lainnya. Investigasi kriminal
yang didasarkan pada laporan dari setidaknya enam perempuan saat ini sedang diproses oleh
lembaga berwenang di Los Angeles, New York City, dan London. Skandal ini juga memicu
tuduhan pelecehan seksual lain yang dilakukan oleh laki-laki yang dianggap memiliki posisi
kuat di seluruh dunia, termasuk di Parlemen Inggris, dan menyebabkan sejumlah besar
perempuan membagikan pengalaman mereka sendiri mengenai kekerasan seksual, pelecehan
atau perkosaan di media sosial dengan menggunakan tagar #MeToo.

Jaksa Agung New York, Eric Schneiderman mengatakan pada hari Minggu (11/2) ia
telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Weinstein Company, juga Harvey Weinstein dan
adiknya Robert Weinstein, yang turut mendirikan perusahaan tersebut. Ia menuntut ganti rugi,
ditambah denda, atas nama para korban dugaan pelecehan seks yang dilakukan Harvey
Weinstein. Dokumen dalam tuntutan hukum tersebut menuding bahwa selama bertahun-tahun,
Weinstein melakukan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap para perempuan pekerja
studio film tersebut. Dituduhkan bahwa para eksekutif senior di perusahaan tersebut, termasuk
Robert Weinstein, tidak mencegah perlakuan buruk terhadap staf perusahaan meskipun banyak
bukti diajukan. Tuntutan hukum digulirkan setelah dilakukan empat bulan penyelidikan dan
menyebut beberapa contoh dugaan kejahatan yang dilakukan Weinstein, antara lain:

 Ancaman-ancaman verbal, dengan mengatakan ucapan-ucapan seperti "Saya akan bunuh


kamu" atau "Saya akan membunuh keluarga kamu" kepada para karyawan.

 Mempekerjakan staf perempuan sebagai 'pendamping' untuk 'menemani (Weinstein) ke


berbagai acara dan memfasilitasi pemenuhan hasrat seksualnya.'

 Menuntut peristiwa seksual sebagai imbalan promosi karir di studio.

 Meminta para pengemudinya untuk setiap saat "menyediakan kondom dan suntikan
disfungsi ereksi di mobil."

 Menyuruh asistennya untuk 'menjadwalkan orang untuk kegiatan seksual' baik pada jam
kerja maupun seusai setelah lepas bekerja.

 Kontrak produser film tersebut diduga berisi ketentuan bahwa tuduhan perbuatan tidak
senonoh akan berakibat denda finansial, dan bukan dilarang, yang 'secara efektif'
memprlakukan pelecehan seksual sekadar 'urusan uang.'

Menanggapi hal ini, pengacara Weinstein, Ben Brafman mengatakan meskipun


perilaku kliennya "bukan tanpa cacat," namun tidak ada unsur kriminalitas. "Pada akhir
penyelidikan nanti, akan terlihat jelas bahwa Harvey Weinstein mempromosikan lebih banyak
perempuan untuk posisi-posisi eksekutif dibanding pemimpin-pemimpin industri lainnya dan
tidak ada diskriminasi sama sekali pada Miramax atau (Weinstein Company)." katanya.
Tanggapan Weinsten

Menanggapi artikel New York Times, Weinstein mengatakan: "Saya mengakui bahwa cara saya
berperilaku dengan rekan-rekan di masa lalu, telah menyebabkan banyak rasa sakit, dan saya
sungguh-sungguh meminta maaf untuk itu." Dia mengatakan bahwa dia mengambil cuti dan
bekerja sama dengan terapis untuk "menangani masalah ini sesegera mungkin". Konsultan
pengacaranya, Lisa Bloom, menggambarkan dia sebagai "dinosaurus tua yang mempelajari
cara-cara baru". Setelah anggota dewan dari The Weinstein Company mengkritik Bloom atas
penanganan dari pembelaan Weinstein, Bloom mengakhiri kerjanya untuk Weinstein pada 7
Oktober. Sampai dengan 9 Oktober 2017, Weinstein mempekerjakan perusahaan jasa humas
Sitrick and Company, yang memiliki spesialisasi dalam situasi krisis.

Pengacara Weinstein, Charles Harder, mengatakan bahwa kliennya akan


menggugat The New York Times, namun sampai dengan 15 Oktober, Harder tidak lagi bekerja
untuk Weinstein. Dalam menanggapi laporan The New Yorker, seorang juru bicara untuk
Weinstein menyatakan kalau semua tuduhan dari tindakan seksual non-konsensual seluruhnya
ditolak. Weinstein telah mengonfirmasi lebih jauh bahwa tidak pernah terjadi perlawanan dari
perempuan siapapun untuk menolak tindakan [seksual]-nya. Weinstein telah mulai
berkonsultasi, mendengarkan komunitas, dan sedang mencari jalan yang lebih baik. Weinstein
berharap bahwa jika ia membuat perubahan yang cukup, ia akan diberikan kesempatan kedua.
Laporan dan tuduhan pemerkosaan selanjutnya juga ditanggapi dengan tanggapan sejenis
bahwa "setiap tuduhan hubungan seks non-konsensual dengan tegas ditolak oleh Weinstein."

Dampak Yang Timbul

Selain menyatakan diri bangkrut, perusahaan yang digagas oleh Harvey Weinstein itu jatuh
sejak sang bos tersandung kasus pelecehan seksual Oktober lalu. Weinstein sendiri sudah
dipecat dari kursi pemimpin. Istri Weinstein, Georgina Chapman mengumumkan pada tanggal
10 Oktober 2017, bahwa ia sedang menceraikan Weinstein. Surat kabar London The Guardian
menghubungi 20 aktor laki-laki yang pernah bekerja dengan Weinstein; mulanya tidak ada
yang berkomentar. Harian tersebut menyimpulkan bahwa, sementara banyak perempuan-
perempuan terkemuka yang mengutuk Weinstein, "para tokoh laki-laki terkemuka dalam
industri tetap diam". Juga pada Oktober 2017, University at Buffalo, almamater Weinstein,
mulai mencabut gelar kehormatannya, dan Harvard University membatalkan medali W. E. B.
Du Bois yang diperoleh Weinstein pada 2014.

Begitupula dengan perusahaan mobil Lexus yang telah mengonfirmasi bahwa


pihaknya akan mengakhiri kerjasama dengan perusahaan Weinstein yang bergerak di bidang
produksi film dan program televisi. Keputusan tersebut diambil menyusul kasus pelecehan
seksual yang dilakukan oleh pemilik perusahaan, Harvey Weinstein, terhadap karyawan dan
artis yang pernah bekerja sama dengannya. Produsen mobil asal Jepang itu menjadi sponsor
'Project Runway', sebuah acara reality show yang diproduksi oleh Weinstein. Dengan
diakhirinya kerjasama tersebut, maka mobil Lexus tidak akan lagi muncul di acara tersebut.
"Lexus telah memilih untuk mengakhiri kerjasama dengan The Weinstein Company.
Sebelumnya mobil Lexus berada di studio film untuk jalannya proyek film dan televisi
tertentu," kata juru bicara Lexus kepada Reuters.

Kesimpulan

Sexual harassment adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang
diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara
verbal ataupun fisik merujuk pada seks. Rayuan seksual yang tidak diinginkan, permintaan
untuk melakukan hubungan, dan kontak verbal atau fisik lain yang sifatnya seksual merupakan
pelecehan seksual bila:

1. Sikap tunduk terhadap tindakan tersebut secara eksplisit ataupun implisit dikaitkan
dengan situasi atau syarat-syarat kerja seseorang
2. Sikap tunduk atau penolakan terhadap tindakan tersebut digunakan sebagai dasar
untuk membuat keputusan yang berpengaruh pada individu yang bersangkutan
3. Tindakan tersebut bertujuan mengganggu pelaksanaan pekerjaan seseorang atau
menciptakan lingkungan kerja yang diwarnai dengan kekhawatiran, sikap
permusuhan, atau penghinaan

Apa yang sudah dilakukan oleh Weinstein sudah tidak etis dan merugikan banyak pihak
terutama perempuan yang sudah banyak menjadi korban Weinstein dari tahun 1998 hingga
2017. Pelecehan seksual dan ancaman-ancaman verbal yang dilakukan oleh Weinstein banyak
meninggalkan trauma pada korban yang dilecehkannya.Dalam sidang pertama, hakim
memberikan denda jaminan senilai US$ 1 juta atau sekitar Rp 13 miliar dan pemantauan
elektronik atas sanksi jera hukum Harvey Weinstein yang menjadi tersangka dalam kasus
memperkosa banyak korban (wanita) dan melakukan kejahatan seksual dengan memaksa
wanita lain. Weinstein juga harus kembali ke pengadilan pada 30 Juli nanti. Keadilan (justice)
harus segera ditegakkan dan didapatkan bagi korban-korban yang sudah dirugikan oleh
Weinstein.

Referensi

Velasquez, M.G. 2012 Business Ethics, Concepts and Cases 7th edition. Pearson Education,
Inc. America.

https://id.wikipedia.org/wiki/Tuduhan_pelecehan_seksual_Harvey_Weinstein

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43028136

https://news.okezone.com/read/2017/10/30/15/1804830/duh-gara-gara-kasus-pelecehan-
seksual-lexus-akhiri-kerjasama-dengan-perusahaan-weinstein