Anda di halaman 1dari 3

Penelitian lainnya oleh Nurhayati dkk, dengan judul gambaran faktor resiko pada

pasien penyakit gagal jantung kongestif di ruang X.A RSUP. dr. Hasan Sadikin Bandung
periode bulan Juni-Juli 2009, diketahui terdapat 53,3% dari 30 penderita gagal jantung yang
diteliti adalah berjenis kelamin perempuan, 50% pasien berusia 40-59 tahun, dengan
riwayat menderita penyakit diabetes mellitus sebesar 50%, penyakit hipertensi 66,7% dan
riwayat kebiasaan merokok 53,5%, yang mana jumlahnya meningkat dibanding tahun lalu,
bulan September tahun 2008 angka penderita penyakit jantung berjumlah 12 orang, pada
bulan Oktober tahun 2008 berjumlah 24 orang, pada bulan November tahun 2008 berjumlah
29 orang, dan pada bulan Desember tahun 2008 berjumlah 40 orang.1

Penelitian dari Amerika mengenai gagal jantung yang terjadi pada dari tahun 2002
hingga 2009 menyebutkan bahwa pada tahun 2009 jumlah pasien penderita gagal jantung
yang dirawat di rumah sakit sebesar 802,796 pasien, 59% diantaranya memiliki penyakit
hipertensi, disusul oleh gagal ginjal sebagai komorbid tertinggi kedua dengan 44,4% dari
total pasien, diabetes dan komplikasinya sebesar 42,8%, dan penyakit paru obstruktif kronis
sebesar 31,1%.2

Faktor risiko terjadinya gagal jantung bersifat multifaktorial. Beberapa faktor


risiko terjadinya gagal jantung adalah bertambahnya usia, hipertensi, hiperlipidemia,
kegemukan, diabetes melitus, penyakit jantung koroner, riwayat keluarga, anemia,
kardiomiopati, kelainan katup jantung, infark miokard, merokok, drug abuse, alcoholism,
dari beberapa faktor di atas hipertensi dan penyakit jantung koroner merupakan faktor risiko
tersering terjadinya gagal jantung.3

Penelitian yang dilakukan oleh Haris Devina dkk mengenai gambaran pasien gagal
jantung akut yang menjalani rawat inap di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode
September - November 2016 ditemukan etiologi terbanyak yaitu penyakit jantung koroner
(73,1%).4 Dalam penelitian Chamberlain Allana dkk dengan judul multimorbiditas pada
gagal jantung dalam perspektif masyarakat menjelaskan bahwa 86% pasien gagal jantung
memiliki 2 atau lebih kondisi kronis tambahan (86%); prevalensi terbanyak dimiliki oleh
hipertensi, hiperlipidemia, dan aritmia.5 Penelitian Tambuwun dkk mengenai gambaran
gagal jantung terkait hipertensi pada rumah sakit dan periode yang sama didapatkan dari
total 167 pasien gagal jantung, ditemukan gagal jantung disertai hipertensi sebanyak 70
pasien (41,9%).6
Hasil penelitian ini memiliki kemiripan dengan penelitian di Amerika mengenai
gagal jantung yang terjadi pada dari tahun 2002 – 2009 bahwa pada tahun 2009 jumlah
pasien penderita gagal jantung yang dirawat di rumah sakit sebesar 802.796 pasien, 59%
diantaranya memiliki penyakit hipertensi.2 Penelitian Nieminen dkk pada European Heart
Journal tahun 2006, dari 3580 pasien didapatkan hasil hipertensi (62,5%), diabetes mellitus
(32,8%), penyakit jantung koroner (53,6%), gagal ginjal (16,1%), dan gangguan katup
jantung (34,4%).7 Demikian juga penelitian dalam negeri oleh Haris Devina dkk mengenai
gambaran pasien gagal jantung di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode
September - November 2016 ditemukan etiologi terbanyak yaitu penyakit jantung koroner
(73,1%).4 Disusul penelitian dari Nurhayati dkk di rumah sakit hasan sadikin bandung pada
pasien gagal jantung di rawat inap di ruang XA, didapati hasil pasien gagal jantung dengan
diabetes melitus (50%) dan hipertensi (66,7%).1

1. Nurhayati E, Isni N. Gambaran faktor resiko pada pasien penyakit gagal jantung kongestif
di ruang X.A RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Jurnal Kesehatan Kartika. 2009; h. 40-51.
2. Chen J, Dharmarajan K, Wang Y, et al. National Trends in Heart Failure Hospital Stay Rates,
2001 to 2009. JACC (Journal of the American College of Cardiology).2013;61(10):1078-
1088. Diunduh dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3939721/ on April 13,
2017
3. Schub T & Cabrera G. 2010. Heart failure: Diagnosis-an overview. Cinahl Information
System
4. Haris DE, Rampengan SH, Jim EL. Gambaran pasien gagal jantung akut yang menjalani
rawat inap di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou periode September-November 2016. Jurnal e-
Clinic (eCl). Vol. 4, No. 2, Juli-Desember 2016; h. 1-3.
5. Chamberlain AM, Sauver JL, Gerber Y, et al. Multimorbidity in heart failure: a community
perspective. The American Journal of Medicine. January 2015; 128, (1):38-45. Diunduh dari:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4282820/ on April 18, 2017
6. Tambuwun CFD, Panda AL, Rampengan SH. Gambaran pasien gagal jantung dengan
penyakit hipertensi yang menjalani rawat inap di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
periode September – November 2016. Jurnal e-Clinic (eCl), Vol. 4, No. 2, Juli-Desember
2016; h. 1-2. Diunduh dari:
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic/article/download/14680/14 on February 7,
2017
7. Nieminen MS, Brutsaert D, et al. EuroHeart Failure Survey II (EHFS II): a survey on
hospitalized acute heart failure patients: description of population. European Heart Journal;
2006.27: p.2725–2736. Diunduh dari:
https://academic.oup.com/eurheartj/article/27/22/2725/2887288#56860330 on November
20, 2017