Anda di halaman 1dari 11

AKUNTANSI BANK & LPD

“Akuntansi Unit Teller dan Giro”

Oleh :
I Komang Kumara Wijaya (1607531005)
Kadek Kristina Surya Dewi (1607531019)
Ni Putu Atik Widiastini (1607531024)
Ni Wayan Prita Wanda Hilldayani (1607531025)
Pande Putu Gayatri Maharani (1607531027)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2018
AKUNTANSI UNIT TELLER & UNIT GIRO

A. Pengertian Kas dan Teller


a. Kas
Definisi kas menurut SKAPI (Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia/PSAK No.
31):
Mata uang kertas dan logam baik rupiah maupun valas yang masih berlaku sebagai alat
pembayaran yang sah termasuk uang yang ditarik dari peredaran. Bagian Kas sebagai pengelola
alai likuid, secara fisik berupa uang atau/dan surat berharga dalam transaksi sehari-hari yang
masuk dan keluar serta disimpan dalam vault.(tempat khusus).
Kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk
pelunasan utang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dengan jumlah sebesar
nominalnya serta simpanan dalam bank yang dapat diambil sewaktu-waktu.

b. Teller
Teller adalah petugas bank yang bertanggung jawab terhadap lalu lintas uang tunai. Dengan
demikian, teller dapat diartikan sebagai kuasa kas terbatas karena dalam jumlah uang tertentu
teller dapat melakukan transaksi secara langsung

B. Jenis – Jenis Teller


a. Express Teller Non Cash Teller
b. Foreign Exchange Teller
c. Individual Teller Corporate Teller
C. Tugas Unit Kerja Teller
a. Pembayaran Uang Tunai
b. Penerimaan Setoran
c. Persediaan Uang Tunai
D. Akuntansi Unit Teller
Berdasarkan tugas dari unit kerja Teller, maka pencatatan transaksi dilakukan pada Head
Teller dan Teller itu sendiri. Transaksi-transaksi tersebut diawali saat pembukaan cabang
(Open Branch) sampai penutupan cabang (Close Branch).
1. Transaksi Saat Pembukaan Cabang
Saat awal pembukaan bank, transaksi awal yang dilakukan oleh officer sebagai berikut.
Contoh:
 Bank ASIA melakukan setoran modal awal Rp 1.000.000.000
Jurnal:
Kas Rp 1.000.000.000
Modal Bank Rp 1.000.000.000

 Head Teller Bank Asia melakukan setoran awal ke Teller 1, Teller 2 dan untuk kas kecil
masing-masing sebesar Rp 5.000.000
Jurnal :
Kas I Rp 5.000.000
Kas II Rp 5.000.000
Kas Kecil Rp 5.000.000
Kas Induk Rp 15.000.000

2. Transaksi Harian dan Unit Teller

a. Setoran Tunai Nasabah dalam Rupiah (Cash Deposit)


1. Seorang nasabah melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening giro secara tunai Rp
1.000.000
Jurnal:
Kas Rp 1.000.000
Rekening Giro Nasabah-Hutang Rp 1.000.000

2. Seorang nasabah melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening tabungan secara tunai
Rp 5.000.000
Jurnal:
Kas Rp.5.000.000
Rekening Tabungan Nasabah -hutang Rp 5.000.000

3. Seorang nasabah melakukan pembukaan deposito berjangka Rp 50.000.000 suku bunga


7,25% p.a. Jangka waktu 1 bulan, penyetoran dana dilakukan secara tunai.
Jurnal:
Kas Rp 50.000.000
Rekening Antar Unit (RAU) Rupiah Rp 50.000.000

Rekening Antar Unit (RAU) Rupiah Rp 50.000.000


Rekening deposit nasabah Rupiah -H Rp 50.000.000

b. Setoran Tunai Nasabah dalam bentuk Valas (Cash Deposit FX)

1. Seorang nasabah membuka rekening giro valas USD 1000. Nasabah


tersebut membawa valuta rupiah. Kurs beli USD Rp 9.000 dan Kurs jual USD Rp 9.150
Jurnal :

Tahap I –
Bank jual USD ke nasabah untuk penempatan Giro Valas dengan menggunakan Kurs Jual
USD Rp 9.150
Kas Rupiah Rp 9.150.000
Rek Perantara Valuta Rupiah Rp 9.150.000

Rek Antar Perantara Valuta USD 1.000


Kas Valuta USD 1.000

Tahap II –
Bank menerima penempatan giro valas USD Nasabah sebesar USD 1.000
Kas Valas USD 1.000
Rek Perantara Valuta USD 1.000
Rek Perantara Valuta USD 1.000
Rek Giro Valas Nasabah-H 1.000

2. Seorang nasabah membuka rekening giro SGD 10.000 Nasabah tersebut membawa valuta
SGD. Kurs beli SGD 6.000 dan Kurs jual SGD.6.050

Kas valas SGD 10.000


Rek Perantara Valuta SGD 10.000

Rek Perantara Valuta SGD 10.000


Rek Giro Valas nasabah -H 10.000

3.Seorang nasabah menyetor secara tunai USD 5.000 untuk penempatan deposito valas.
Kas Valas USD 5.000
Rek Perantara Valuta USD 5.000

Rek Perantara Valuta USD 5.000


Rek Deposito Valuta USD -H 5.000

c. Penarikan Tunai Nasabah Dalam Rupiah (Cheque and Sundry Withdrawal)

1. Seorang nasabah melakukan penarikan tunai dari rekening tabungannya sebesarRp.500.000


Jurnal:
Rekening tabungan -H Rp 500.000
Kas Rp 500.000
2. Seorang nasabah giro menarik cek sebesar Rp 1.000.000
Jurnal:
Rekening giro nasabah Rp 1.000.000
Kas Rp 1.000.000

3. Seorang nasabah mencairkan deposito secara tunai sebesar Rp 50.000.000


Jurnal:
Rek. Penampungan (RAU Rupiah) Rp 50.000.000
Kas Rp 50.000.000

Rek deposito nasabah -H Rp.50.000.000


Rek Penampungan Rp Rp.50.000.000
Pembelian BBM secara tunai sebesar Rp 45.000
Jurnal transaksinya:
Biaya BBM Rp 45.000
Kas Kecil Rp 45.000
d. Penarikan tunai nasabah dalam valuta asing (sundry withdrawal FX)

1. Seorang nasabah giro valas melakukan penarikan tunai sebesar USD 5.000 pembayaran
dilakukan valuta rupiah. Kurs beli USD Rp 8.000 dan kurs jual USD Rp 9.000
Jurnal:
Rek Giro valas nasabah USD 5.000
Rek Perantara Valuta USD 5.000

Rek Perantara Valuta Rupiah 40.000.000


Kas Rupiah 40.000.000

2. Seorang nasabah giro valas melakukan penarikan tunai sebesar SGD 2.000 Kurs beli SGD
Rp 6.000 dan Kurs jual SGD Rp 6.500
Jurnal:
Rek Giro valas nasabah SGD 2.000
Rek perantara valuta SGD 2.000

Rek perantara valuta SGD 2.000


Kas valuta SGD 2.000

3. Seorang nasabah mencairkan deposito valas HKD 15.000 dan diambil secara tunai dalam
valuta rupiah. Kurs beli HKD Rp 3.000 dan Kurs jual Rp.4.000.
Jurnal:
Deposito valas HKD 15.000
Rek perantara valuta HKD 15.000

Rek perantara valuta Rupiah Rp 45.000.000


Kas Rupiah Rp 45.000.000

4. Seorang nasabah mencairkan deposito SGD sebesar 20.000 Pembayaran dilakukan secara
tunai dengavaluta SGD
Jurnal:
Rek Deposito Valas SGD 20.000

Kas Valas SGD 20.000

e. Jual Beli Bank Notes Secara Tunai (Exhange Cash)

1. Seorang nasabah menjual Bank Notes USD 500 secara tunai. Kurs beli USD Rp 8.000 Kurs
jual USD Rp 9.000 Hasil penjualan Bank Notes kehendaki dalam valuta rupiah.
Jurnal:
Kas Valas USD 500
Rek Perantara Valuta USD 500
Rek Perantara Valuta Rupiah Rp 4.000.000
Kas Rupiah Rp 4.000.000

2. Seorang nasabah membeli Bank Notes Euro sebesar 2.000 Kurs beli Euro Rp 9.000, Kurs
jual Euro Rp 10.000 pembayaran dilakukan dengan valuta rupiah
Jurnal:
Kas Rupiah Rp 20.000.000
Rek Perantara Valuta Rp 20.000.000

Rek Perantara Valuta Euro 2.000


Kas Valas Euro 2.000

3. Bank Asia Cabang Malang membeli Bank Notes USD dari nasabah sebesar USD 1.000
Kurs beli USD Rp 9.800 Kurs jual USD Rp 9.850 Kurs buku di kantor pusat Rp 9.900
Jurnal:
Kas Valas USD 1.000
Rek Perantara Valuta USD 1.000

Rek Perantara Valuta Rupiah Rp 9.800.000


Kas Rupiah Rp 9.800.000

Cabang Jual Bank Notes ke Kantor Pusat (RAK):


Rekening Antar Kantor Rp9.900.000
Rek Perantara Valuta Rupiah Rp 9.900.000

Rek Antar Unit Valuta USD 1.000


Kas Valas 1.000

Keuntungan Cabang dari pembelian Bank Notes :


Rek Antar Kantor Rp 100.000
Bank Notes Rp 100.000

4. Transaksi Saat Penutupan (Akhir Hari) Cabang Head Teller menerima setoran tunai dari
Teller 1 Sebesar Rp 50.000.000 dan setoran dari kas kecil Rp 500.000 saat penutupan cabang.
Jurnal:
Kas Induk Rp 50.500.000
Kas Teller I Rp 50.000.000
Kas Kecil Rp 500.000

E. Pengertian Giro
Pengertian giro menurut Undang-undang Perbankan nomor 10 tahun 1998 adalah
simpanan/dana pihak ketiga, dimana penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan
menggunakan media yaitu cek (cheque), bilyet giro dan sarana perintah pembayaran lainnya.
Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir merupakan
kebalikan dari sistem cek. Suatu cek diberikan kepada pihak penerima pembayaran (payee)
yang menyimpannya di bank mereka, sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar (payer)
ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank pihak penerima, langsung
ke akun mereka. Perbedaan tersebut termasuk jenis perbedaan sistem ‘dorong dan tarik’ (push
and pull). Suatu cek adalah transaksi ‘tarik’: menunjukkan cek akan menyebabkan bank
penerima pembayaran mencari dana ke bank sang pembayar yang jika
tersedia akan menarik uang tersebut. Jika tidak tersedia, cek akan “terpental” dan dikembalikan
dengan pesan bahwa dana tak mencukupi. Sebaliknya, giro adalah transaksi ‘dorong’:
pembayar memerintahkan banknya untuk mengambil dana dari akun yang ada dan
mengirimkannya ke bank penerima pembayaran sehingga penerima pembayaran dapat
mengambil uang tersebut. Karenanya, suatu giro tidak dapat “terpental”, karena bank hanya
akan memproses perintah jika pihak pembayar memiliki dana yang cukup untuk melakukan
pembayaran tersebut. Namun ini juga berarti pihak pembayar tidak mendapatkan keuntungan
dari “float”.
Kesimpulannya adalah Rekening Giro atau Current Account merupakan salah satu produk
perbankan berupa simpanan dari nasabah perseorangan maupun badan usaha dalam Rupiah
maupun mata uang asing yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja selama jam kerja
dengan menggunakan warkat Cek dan Bilyet Giro.

F. Alat – Alat Pembayaran Giro


Giro adalah merupakan ALAT PEMBAYARAN NON TUNAI . Dalam dunia bisnis tak
sedikit orang melakukan transaksi pembayaran non tunai. Apakah yang dimaksud pembayaran
non tunai? yaitu pembayaran yang dilakukan tanpa menggunakan uang tunai yang beredar saat
ini melainkan menggunakan cek atau bilyet giro atau sering disebut BG.
Cek adalah surat perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu yang
memerlukan ketersediaan dana setiap saat, terutama saat diunjukan oleh pemegang.
Masa pengunjukan cek adalah 70 hari setelah tanggal penerbitan, sedangkan jangka waktu180
hari adalah terkait dengan hak regress (hak tagih) karena ada penolakan atas cek yang
diunjukan dalam masa 70 hari tersebut. Sepanjang tidak ada pembatalan cek setelah masa
pengunjukan (70hari), bank dapat melakukan pembayaran kepada nasabah tanpa perlu
konfirmasi kepada penarik.
Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada penyimpan dana untuk melakukan
pemindahbukuan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang
yang disebutkan namanya.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam BG:
- Nama "Bilyet Giro" dan nomer BG ang bersangkutan
- Nama tertarik
- Perintah yang jelas dan tanpa syarat untuk memindahbukukan dana atas beban rek. penarik
- Nama dan nomer rekening pemegang
- Nama bank pemegang
- Jumlah dana yang dipindahbukukan baik dalam angka maupun huruf selengkap-lengkapnya
- Tempat dan tanggal penarikan
- Tanggal efektif
- Tanda tangan, nama jelas atau dilengkapi dengan cap/stempel sesuai dengan syarat
pembukaan rek.
Bilyet Giro yang ditolak dalam tenggang waktu adanya kewajiban penyediaan dana oleh
penarik karena dananya tidak cukup, dikategorikan sebagai Bilyet Giro kosong. dan
mendapat sanksi administratif dalam Daftar Hitam Nasabah.

G. Jasa Giro
Perhitungan Bunga Giro
Seorang nasabah giro, apabila masih memiliki saldo kredit selama periode perhitungan
bunga atau jasa giro, akan diberikan sejumlah bunga giro. Perhitungan bunga giro dilakukan
atas saldo rata-rata terendah dari mutasi setiap bulan. Pembukuan langsung dibukukan atas
keuntungan nasabah yang bersangkutan.
Contoh perhitungan bunga Giro untuk Tn. Gunawan, nasabah Bank Omega Cabang
Jakarta, dapat diilustrasikan.
BANK OMEGA
Cabang Jakarta

Rekening Koran
Per 30 November 2011
Nomor Rekening : 01820008912
Nama : Gunawan Suku Bunga : 12%pa
Alamat : Jl. Duta II/1
Jakarta Selatan
Tgl. Mutasi Debet Kredit Saldo
1/11 Setor Tunai 100.000.000 100.000.000
6/11 Setor Kliring 10.000.000 110.000.000
8/11 Tarik Tunai 15.000.000 95.000.000
11/11 Setor Transfer 5.000.000 100.000.000
15/11 Tarik Kliring 4.000.000 96.000.000
20/11 Tarik Transfer 2.000.000 94.000.000
30/11 Bunga Giro 973.666 94.973.666
Keterangan :

Pimpinan Cabang
SE & O

3 metode perhitungan bunga sbb:


a. Metode saldo terendah
Perhitungan bunga giro, bila diterapkan saldo terendah bulan November 2011:
Bunga Tahunan 12%.
Bunga Bulanan 1,00%
Perhitungan Bunga : 1,00% * Rp 94.000.000 = Rp 940.000

b. Metode lama mengendap


Bila perhitungan bunga giro diterapkan berdasarkan lamanya pengendapan dana:
Tanggal Saldo Lamanya Bunga
1-5 Rp 100.000.000 5 hari Rp 166.667
6-7 110.000.000 2 hari 73.333
8-10 95.000.000 3 hari 95.000
11-14 100.000.000 4 hari 133.333
15-20 96.000.000 6 hari 192.000
21-30 94.000.000 10 hari 313.333
Jumlah Bunga ......................................................................... Rp
973.666

c. Metode rata-rata
Bila perhitungan bunga dilakukan berdasarkan saldo rata-rata setiap bulannya, maka
diperoleh perhitungan sebagai berikut:
Saldo rata-rata perbulan .......................................................... Rp. 99.160.000
Bunga sebulan ......................................................................... Rp. 991.600

Metode mana yang akan diterapkan oleh Bank Omega dapat diputuskan sendiri
berdasarkan pengalaman bank. Hal yang akan mempengaruhi perhitungan bunga ini adalah
fluktuasi dari saldo rekening giro. Dalam hal ini harus diketahui perilaku pergerakan saldo giro,
baik menurun maupun meningkat, setiap bulannya sebagai dasar pemilihan metode
perhitungan bunga.

H. Akuntansi Unit Giro


Transaksi giro yang dibukukan oleh suatu bank dapat terjadi dari peristiwa seperti setoran
nasabah, baik tunai maupun kliring, setoran dari transfer, pemindah bukuan karena kliring atau
transfer, penarikan tunai atau kliring, penambahan karena jasa atau bunga giro, pembebanan
karena amanat nasabah, dan lainnya
a. Pembukaan rekening/ setoran awal
Ny. Grace calon nasabah Bank DKI ingin membuka rekening giro pada Cabang Jakarta dengan
melakukan setoran tunai / cash sebagai setoran awal di rekening gironya sejumlah Rp
100.000.000,00 & biaya administrasi untuk buku cek sejumlah Rp 50.000,00
Kas Rp. 100.050.000,00
Giro Ny. Grace Rp. 100.000.000,00
Persediaan buku cek Rp. 50.000,00
b. Setoran kliring
Ny. Grace menyerahkan cek giro Bank BNI sejumlah Rp 10.000.000,00 untuk disetorkan
kepada rekening gironya di Bank DKI.
Bank Indonesia -giro Rp 10.000.000,00
Warkat Kliring Rp 10.000.000,00

Pada waktu kliring berhasil


Warkat Kliring Rp. 10.000.000,00
Giro Ny. Grace Rp. 10.000.000,00

c. Setoran dalam Transfer


Ny. Grace menerima transfer dari Ibu Endang nasabah Bank BCA sebesar Rp 5.000.000,00
Giro BCA Rp 5.000.000,00
Giro Ny. Grace Rp 5.000.000,00
d. Penarikan Giro
1. Penarikan tunai
Ny. Grace menarik selembar cek untuk dibayarkan secara tunai oleh Bank DKI sebesar Rp
15.000.000,00
Giro Ny. Grace Rp. 15.000.000,00
Kas Rp. 15.000.000,00

2. Penarikan kliring
Ny. Grace menerbitkan cek sebesar Rp 4.000.000,00 diberikan kepada temannya Nn. Early
seorang nasabah Bank Permata
Giro Ny. Grace Rp 4.000.000,00
Bank Indonesia – giro Rp 4.000.000,00

3. Penarikan dengan amanat


Ny. Grace memerintahkan Bank DKI untuk mendebet rekening gironya sebesar Rp
2.000.000,00 untuk dipindahbukukan ke dalam rekening Ny. Ira pada Bank DKI Cabang
Depok.
Giro Ny. Grace Rp 2.000.000,00
RAK * Cabang Jakarta Rp 2.000.000,00

*) Rekening Antar Kantor


DAFTAR PUSTAKA

Taswan. 2008. Akuntansi Perbankan. “Transaksi Dalam Valuta Rupiah”, Yogyakarta: UPP
AMP YKPN, edisi ketiga
http://aristriandikautomo.blogspot.com/2016/05/akuntansi-unit-teller-dan-unit-giro.html
(Diakses tanggal 7 september 2018, pukul 18:04)