Anda di halaman 1dari 2

Latar Belakang

Indonesia adalah Negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah.
Dapat dilihat dari sejarah kemerdekaan Indonesia penjajah berebut untuk menggali sumber
daya alam khususnya rempah-rempah secara besar-besaran. Hal itulah yang mendasari bahwa
Indonesia selalu menjadi incaran bangsa lain untuk kerjasama terkait sumber daya alam.
Sumber daya alam daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari
alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Didalam SDA tidak
hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikro organisme. Ada juga abiotik
seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air dan tanah. Dalam
perkembangannya, sumber daya alam mengalami inovasi teknologi, dalam kemajuan
peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era
eksploitas sumber daya alam sehingga persediaan terus berkurang secara signifikan, terutama
pada satu abad kebelakang. Pada umunya, sumber daya alam dibedakan berdasarkan sifat
dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui.
SDA yang dapat diperbarui yakni keberagaman alam yang terus ada selama selama
pemanfaatanya tidak berlebihan. Hal itu berefek pada jumlahnya yang terbatas karena
penggunaaanya lebih banyak dan cepat dari pada proses terbentuknya. Emas, minyak bumi,
besi, dan berbagai hasil tambang lainya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang
sangat panjang dan lama umumnya berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang hidup
jutaan tahun lalu, terutama dibentuk dan berasal dari lingkungan perairan. SDA harus terus
diperhatikan dan dikaji secara ilmiah, Harus ada keseimbangan antara lingkungan dan
kehidupan masyarakat. Apabila hal itu diacuhkan maka terjadi kerusakan sumber daya alam.
Kerusakan tersebut ditandai dengan terjadinya degradasi. Menurut kajian factual, degradasi
merupakan penurunan kualitas maupun kuantitas. Penurunan daya dukung limgkungan yang
banyak diakibatkan dari kegiatan manusia dan alami.Kenyatannya dalam memanfaatkan
sumber daya alam telah mengakibatkan berbagai dampak yang cenderung menurunkan
kualitas dan kuantitas sumber daya alam tersebut. Kegiatan penambangan tersebut tidak
dilakukan didaerah yang layak dan cara yang tepat akan berdampak pada lingkungan, baik
fisik, biologi, maupun sosial.
Keterangan tersebut menjadi dasar bahwa SDA harus dimanfaatkan secara baik dan
benar. Di Indonesia sendiri memiliki potensi SDA yang melimpah yakni dalam tambang batu
kapur. Tepatnya di kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban Jawa Timur . Kecamatan
Plumpang merupakan salah satu kecamatan yang telah memanfaatkan potensi galian
golongan C yang berupa pertambangan deposit, dolomit, pasir Kwarsa, Tanah liat dan
mineral. Secara mayoritas, Kecamatan Plumping merupakan kawasan perbukitan kapur
kendeng utara yang kurang subur dan kebanyakan wilayah daerah tadah hujan. Mayoritas
industri pertambangan mengambil bahan baku di pegunungan kapur di Kecamatan Plumpang
dan di kecamatam Rengel. Kawasan ini kaya akan bahan galian berupa batu kapur yang
melimpah. Kekayaan SDA ini menculkan investor untuk menamkan modal di bidang industri
pertambangan batu kapur. Hal ini ternyata menimbullkan masalah perizinan. Dikarenakan
sebagian bangunan belum memilki perizinan yang resmi untuk mendirikan bangunan
sekaligus izin pertambagan.
Kegiatan pertambangan yang semakin banyak dan tidak teratur menimbulkan
kerusakan lingkungan yang diakibatkan dari bekas galian sehingga dapat meenimbulkan
longsor yang mengancam keselamatan pekerjaan. Penambangan batu kapur juga
mengakibatkan lahan bekas galian yang terlihat dibiarkan tanpa ada pemanfaatan. Sehingga
kawasan kecamatan Plumpung dapat dikaterogikan sebagai kawasan rawan longsor.
Kerusakan yang terjadi di area tambang akan semakin parah karena tidak diimbangi dengan
usaha reklamasi baik oleh pemerintah, pekerja tambang, maupun pemilik tambang.

EFEK LIMBAH
DAMPAK LINGKUNGAN