Anda di halaman 1dari 1

Bukti audit mencakup informasi yang sangat persuasif, seperti PURWATI 16.0102.

PURWATI 16.0102.0165 Keputusan penting yang dihadapi auditor adalah


perhitungan auditor atas sekuritas yang dapat diperjual belika, dan menentukan jenis dan jumlah bukti audit yang tepat,
AKUNTANSI 16C
informasi yang kurang persuasive seperti respons atas pertanyaan- yang diperlukan untuk memastikan bahwa laporan
pertanyaan dari para karyawan klien keuangan telah disajikan secara wajar

Para ahli hukum, ilmuwan, dan auditor semuanya


BUKTI-BUKTI AUDIT 1.Prosedur audit yang akan digunakan
menggunakan bukti guna membantu mereka dalam menarik 2.Berapa ukuran sampel yang akan dipilih untuk
kesimpulan prosedur tersebut.
KEPUTUSAN BUKTI 3.Item-item mana yang akan dipilih dari populasi
SIFAT BUKTI
AUDIT 4.Kapan melaksanakan prosedur tersebut
Ketepatan bukti: ukuran mutu bukti, yang berarti relevansi dan
reabilitasnya memenuhi tujuan audit untuk kelas transaksi,
saldo akun, dan pengungkapan yang berkaitan Dokumentasi audit adalah catatan utama tentang
prosedur auditing yang diterapkan, bukti yang diperoleh,
dan kesimpulan yang dicapai auditor dalam melaksanakan
Relevansi bukti: relevansi hanya dapat dipertimbangkan dalam
penugasan
tujuan audit khusus, karena audit mungkin relevan untuk 1
DOKUMENTASI
tujuan audit, tapi tidak relevan untuk tujuan audit lainnya.
AUDIT
Tujuan dokumentasi audit secara keseluruhan adalah
Reliabilitas Bukti: mengacu pada tingkat dimana bukti tersebut PERSUASIVITAS AUDIT untuk membantu auditor dalam memberikan kepastian
dianggap dapat dipercaya atau layak dipercaya Dasar bagi Perencanaan Audit: yang layak bahwa audit yang memadai telah dilakukan
informasi pengendalian internal, sesuai dengan standar audit
anggaran waktu untuk masing2 area
1.independensi penyedia bukti.
audit, program audit, hasil audit thn
2.efektivitas pengendalian internal klien.
sebelumnya Kepemilikan file audit
3.pengetahuan langsung auditor.
4.kualifikasi individu yang menyediakan informasi.
5.tingkat objektivitas.
JENIS-JENIS BUKTI Catatan bukti yg dikumpulkan dan Kerahasiaan file audit
hasil pengujian: bukti yg
6.ketepatan waktu AUDIT
dikumpulkan telah tepat & Persyaratan untuk retensi
mencukupi & laporan audit tepat, dokumentasi audit
Kecukupan bukti: diukur terutama oleh ukuran sampel dgn mempertimbangkan hasil audit
yang dipilih auditor 1.pemeriksaan fisik (physical File permanen: data yg bersifat historis/
examination) berlanjut yg bersangkutan dgn audit saat ini
Data untuk menentukan jenis
Dampak gabungan: ketika menentukan persuasivitas bukti, 2.konfirmasi (confirmation)
laporan audit yg tepat: untuk
auditor harus mengevaluasi apakah tingkat ketepatan dan 3.inpeksi (inpection) File tahun berjalan: semua dokumentasi
mengevaluasi apakah laporan
kecukupan, termasuk semua faktor yang mempengaruhi 4.prosedur analitis (analytical audit yg dpt diterapkan pd thn yang diaudit
keuangan telah disajikan secara
kedua ha itu telah dpenuhi procedures)
wajar, sesuai dgn bukti audit
5.wawancara dengan klien
(inquiries of the client) Penyusunan dokumentasi audit: file audit harus
Persuasivitas dan biaya: persuasivitas dan biaya dari semua 6.rekalkulasi (recalculation) Dasar bagi review oleh supervisor diidentiifikasi scr wajar, harus memiliki indeks
alternative harus dipertimbangkan sebelum memilih jenis bukti 7.pelaksanaan-ulang dan partner: review yg cermat oleh dan referensi silang u/ membantu pengaturan
terbaik (reperformance) supervisor bukti bahwa audit telah dan pengarsipannya, menunjukkan pekerjaan
8.obeservasi (observation) diawasi secara memadai. audit yg dilakukan, informasi cukup u/ memenuhi
tujuan yg dirancang, kesimpulan jelas