Anda di halaman 1dari 8

Dosis, Jumlah Dan Waktu Pemberian Serta Efek Samping Imunisasi

Diposting oleh Timbang Rasa / 18.43 /

A. BCG
Umur : 0 – 11 bln
Dosis : 0,05 cc
Cara : Intrakutan, lengan kanan
Jumlah suntikan : Satu kali
Efek samping :
1. Reaksi normal
Bakteri BCG ditubuh bekerja dengan sangat lambat. Setelah 2 minggu akan terjadi
pembengkakan kecil merah di tempat penyuntikan dengan garis tengah 10 mm.
Setelah 2 – 3 minggu kemudian, pembengkakan menjadi abses kecil yang kemudian menjadi
luka dengan garis tengah 10 mm, jangan berikan obat apapun pada luka dan biarkan terbuka
atau bila akan ditutup gunakan kasa kering. Luka tersebut akan sembuh dan meninggalkan
jaringan parut tengah 3-7 mm.
2. Reaksi berat
Kadang terjadi peradangan setempat yang agak berat atau abses yang lebih dalam, kadang
juga terjadi pembengkakan di kelenjar limfe pada leher / ketiak, hal ini disebabkan kesalahan
penyuntikan yang terlalu dalam dan dosis yang terlalu tinggi.
3. Reaksi yang lebih cepat
Jika anak sudah mempunyai kekebalan terhadap TBC, proses pembengkakan mungkin terjadi
lebih cepat dari 2 minggu, ini berarti anak tersebut sudah mendapat imunisasi BCG atau
kemungkinan anak tersebut telah terinfeksi BCG.

B. DPT
Umur : 2 – 11 bln
Dosis : 0,5 cc
Cara : IM / SC, jumlah suntikan : 3 x
Selang pemberian : Minimal 4 minggu
Efek samping :
1. Panas
Kebanyakan anak akan menderita panas pada sore hari setelah mendapat imunisasi DPT, tapi
panas ini akan sembuh 1 – 2 hari. Anjurkan agar jangan dibungkus dengan baju tebal dan
dimandikan dengan cara melap dengan air yang dicelupkan ke air hangat.
2. Rasa sakit di daerah suntikan
Sebagian anak merasa nyeri, sakit, kemerahan, bengkak.
3. Peradangan
Bila pembengkakan terjadi seminggu atau lebih, maka hal ini mungkin disebabkan
peradangan, mungkin disebabkan oleh jarum suntik yang tidak steril karena :
- Tersentuh
- Sebelum dipakai menyuntik jarum diletakkan diatas tempat yang tidak steril.
- Sterilisasi kurang lama.
- Pencemaran oleh kuman.
4. Kejang-kejang
Reaksi yang jarang terjadi sebaliknya diketahui petugas reaksi disebabkan oleh komponen
dari vaksin DPT.
C. Polio
Umur : 0 – 11 bln
Dosis : 2 tetes
Cara : Meneteskan ke dalam mulut
Selang waktu : Berikan 4 x dengan jarak minimal 4 minggu.
Efek samping :
Bila anak sedang diare ada kemungkinan vaksin tidak bekerja dengan baik karena ada
gangguan penyerapan vaksin oleh usus akibat diare berat.
D. Hepatitis B
Umur : Mulai umur 0 bulan
Dosis : 0, 5 cc / pemberian
Cara : Suntikan IM pada bagian luar
Jumlah suntikan : 3 x
Selang pemberian : 3 dosis dengan jarak suntikan 1 bulan dan 5 bulan.
Efek samping : tidak ada
E. Campak
Umur : 9 bln.
Dosis : 0, 5 cc
Cara : Suntikan secara IM di lengan kiri atas
Jumlah suntikan : 1 x dapat diberikan bersamaan dengan pemberian vaksin lain tapi tidak
dicampur dalam 1 semprit.
Efek samping vaksin campak : panas dan kemerahan.
Anak-anak mungkin panas selama 1 – 3 hari setelah 1 minggu penyuntikan, kadang disertai
kemerahan seperti penderita campak ringan.
Jadwal Pemberian Imunisasi

Vaksin dan Cara Pemberiannya


Posted on September 19, 2016 by admin_imunisasi

Proses pemberian vaksin ke dalam tubuh bervariasi. Lokasi penyuntikan vaksin dan cara
pemberiannya menentukan efektivitas vaksin dalam merangsang terbentuknya kekebalan tubuh.
Hendaknya kita mengetahui cara pemberian vaksin yang benar. Cara pemberian vaksin
ditentukan oleh uji klinik, pengalaman praktis, dan pertimbangan teoritis. Pemberian vaksin dapat
dilakukan dengan cara disuntikkan ke dalam otot (intramuskular), disuntikkan di bawah lapisan
kulit (subkutan), atau disuntikkan ke dalam lapisan kulit terluar hingga menggembungkan kulit
(intrakutan). Ada pula vaksin yang diberikan dengan cara diteteskan melalui mulut (oral).

Cara pemberian tersebut dapat ditentukan berdasarkan jenis vaksinnya, yaitu vaksin hidup dan
vaksin mati. Umumnya, vaksin mati disuntikkan secara intramuskular, sedangkan vaksin hidup
disuntikkan secara subkutan. Cara pemberian vaksin yang tersedia di Indonesia dijelaskan
secara lebih rinci pada tabel.
Vaksin Volume Dosis Lokasi Pemberian

Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT, DpaT, TT,


Td, dan yang dikombinasikan dengan Hib, 0,5 ml Intramuskular (IM)
Hepatitis B, dan Polio Suntik)

Haemophilus influenzae tipe b (Hib) 0,5 ml IM

≤ 18 tahun: 0,5 ml
Hepatitis A IM
≥ 19 tahun: 1ml
≤ 19 tahun: 0,5 ml
Hepatitis B IM
≥ 20 tahun: 1ml
Human papillomavirus (HPV) 0,5 ml IM

6-35 bulan: 0,25ml


Influenza mati (trivalen) IM
≥ 3 tahun: 0,5ml
Campak, Gondongan, Rubella (Campak tunggal
0,5 ml Subkutan (SC)
ataupun MMR)

Meningokokus konjugat (MCV) 0,5 ml IM

Meningokokus (polisakarida) (MPS) 0,5 ml SC

Pneumokokus konjugat (PCV) 0,5 ml IM

Pneumokokus (polisakarida) (PPS) 0,5 ml IM atau SC

Polio hidup (OPV) 2 tetes Oral

Polio (mati) (IPV) 0,5 ml IM atau SC

Rotarix: 1 ml
Rotavirus Oral
RotaTeq: 2 ml
Varisela (cacar air) 0,5 ml SC

BCG 0,05 ml Intrakutan

Untuk suntikan subkutan (SC), pada anak yang berusia dibawah 12 bulan, penyuntikan
dilakukan di paha atas. Sedangkan anak yang berusia diatas 12 bulan, disuntik dibagian lengan
atas. Namun, menyuntik anak berusia dibawah 12 bulan di bagian lengan atas dan anak di atas
12 bulan di paha atas tetap diperbolehkan.
Untuk suntikan intramuskular (IM), pada anak yang berusia dibawah 12 bulan, penyuntikan
dapat dilakukan di paha atas. Pada anak berusia 1-2 tahun, penyuntikan dapat dilakukan di paha
atad atau lengan atas (bahu). Begitu pula dengan anak berusia 3-18 tahun. Pada orang dewasa
berusia 19 tahun keatas penyuntikan dilakukan di lengan atas (bahu). (FG)

Cermati Macam-Macam Vaksin dan Kegunaannya

Tassa Marita Fitradayanti

18 Jul 2016, 15:30 WIB


 0

201
Vaksin

Liputan6.com, Jakarta Mungkin masih ada beberapa masyarakat yang tidak


mengetahui macam-macam vaksin, baik kegunaannya maupun diberikan pada usia
berapa saja.

Vaksin merupakan produk biologi yang berasal dari virus atau bakteri, atau kombinasi
keduanya yang dilemahkan kemudian dimasukkan ke dalam tubuh manusia yang sehat.
Vaksin berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah dari infeksi atau
tertular penyakit. Sifat vaksin sebagai pencegahan.

Ada 11 jenis vaksin yang berguna sebagai pencegahan dari suatu penyakit, seperti
yang dikutip dari Bio Farma, Senin (18/7/2016).

1. Vaksin Polio

Vaksin ini berguna sebagai pencegahan terhadap poliomyelitis. Vaksin Polio diberikan
empat kali untuk usia 0, 2, 3, dan 4 bulan.

2. Vaksin Campak

Vaksin ini berguna sebagai pencegahan terhadap penyakit campak.


Vaksin campak diberikan untuk anak usia 9 bulan.

3. Vaksin Flubio

Vaksin ini berguna sebagai pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus
influenza. Vaksin flubio diberikan untuk usia di atas 12 tahun, serta direkomendasikan
pemberian satu tahun sekali.

4. Vaksin Hepatitis B Rekombinan

Vaksin ini berguna sebagai pencegahan terhadap penyakit hepatitis B. Vaksin hepatitis
B diberikan untuk usia kurang dari 10 tahun sebanyak 0,5 ml, sedangkan untuk usia
lebih dari 10 tahun sebanyak 1 ml. Jadwal pemberian vaksin ialah 0-1-6 bulan atau 0-1-
2 bulan.

5. Vaksin Pentabio

Vaksin ini berguna sebagai pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis
(batuk rejan), hepatitis B, dan infeksi haemophilus influenza tipe B, yaitu kuman
penyebab utama pneumonia (radang paru-paru) dan meningitis (radang selaput otak)
pada anak berusia kurang dari 5 tahun.
6. Vaksin BCG

Vaksin ini berguna sebagai pencegahan terhadap penyakit tuberkulosis. Vaksin BCG
diberikan satu kali untuk usia 0 sampai 2 bulan.

7. Vaksin Jerap Td

Vaksin ini berguna sebagai pencegahan terhadap penyakit tetanus dan difteri. Vaksin
Jerap Td diberikan satu kali sebagai booster atau lanjutan untuk usia di atas 7 tahun.

8. Vaksin Jerap DT

Vaksin ini berguna sebagai pencegahan terhadap penyakit difteri dan tetanus. Vaksin
Jerap DT diberikan untuk usia kurang dari 7 tahun.

9. Vaksin TT

Vaksin ini berguna sebagai pencegahan terhadap penyakit tetanus dan neonatal
tetanus, yaitu tetanus pada bayi yang baru lahir. Vaksin TT diberikan untuk wanita usia
subur, wanita hamil, dan dewasa.

10. Vaksin DTP

Vaksin ini berguna sebagai pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, dan pertusis
(batuk rejan). Vaksin DTP diberikan tiga kali untuk usia 2, 3, dan 4 bulan.

11. Vaksin DTP-HB

Vaksin ini berguna sebagai pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis
(batuk rejan), dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan tiga kali untuk usia 2, 3, dan 4
bulan, namun didahului satu dosis vaksin hepatitis B pada saat lahir.