Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN

 Nama : Ny. Anjani


 Jenis Kelamin : Perempuan
 Umur : 24 Tahun
 No. RM : 00-13-95-89
 Alamat : Palembang
 Tanggal Masuk : 09 Agustus 2018

ANAMNESIS

 Keluhan Utama : Benjolan pada pergelangan tangan kanan


 Keluhan Tambahan : Nyeri pada benjolan di pergelangan tangan kanan
 Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang ke poli bedah RS. Siloam Sriwijaya dengan keluhan benjolan di
pergelangan tangan kanan sejak 6 bulan yang lalu. Enam bulan yang lalu benjolan
tidak terlalu dirasa karena sangat kecil ukurannya. Benjolan semakin lama
dirasakan semakin membesar. Nyeri disertai rasa pegal pada benjolan dirasakan
pasien bila beraktifitas menggunakan tangan kirinnya. Pasien mengaku belum
pernah mengalami hal yang sama sebelumnya dan belum pernah diobati.
 Riwayat Penyakit Dahulu : Tidak ada
 Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK

A. Status Generalis
 Keadaan Umum : Baik

 Kesadaran : Compos Mentis

 Tanda-tanda Vital
TD : 120/70 mmHg RR : 18x/menit
Nadi : 68x/menit Suhu : 36,7 ‘C

 Kepala
Bentuk : Normocephal
Rambut : Hitam, Distribusi merata, Tidak mudah dicabut

 Mata

Page 1 of 15
Palpebra : Edema -/-

Konjungtiva : Anemis -/-

Sklera : Ikterik -/-

Pupil : Isokor kanan kiri

Refleks Cahaya : RCL +/+, RCTL +/+

 Telinga
Bentuk : Normal, serumen -/-,
Mukosa : Tidak Hiperemis
 Hidung
Bentuk : Simetris
Deviasi septum : (-)
Concha : Hiperemis (-) ; Hipertrofi(-), edema (-)
 Mulut
Bibir : Mukosa lembab
Lidah : Coated tongue (-),
Tonsil : T1-T1
Mukosa faring hiperemis (-)
 Leher
KGB : Tidak teraba membesar
Kel. Thyroid : Tidak teraba membesar
JVP : 5-2 Cm H2O
 Thoraks
Paru

Inspeksi : Simetris kiri dan kanan

Palpasi : Fremitus vokal simetris

Perkusi : Sonor

Auskultasi : Wheezing (-), Ronkhi (-)

 Jantung

Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak

Palpasi : Iktus kordis teraba

Perkusi : Batas jantung tidak membesar

Auskultasi : Suara Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

 Abdomen
Inspeksi : Datar, Jejas (-), distensi (-)

Page 2 of 15
Perkusi : Timpani seluruh lapang abdomen

Palpasi : Supel, nyeri tekan (-)

Auskultasi : BU (+) normal

 Ekstremitas

Atas

Akral : Hangat

Sianosis : (-)

Perfusi : Normal

Edema : (-)

Bawah

Akral : Hangat

Sianosis : (-)

Perfusi : Normal

Edema : (-)

B. Status Lokalis

Regio dorsal wirst dextra

o Inspeksi : benjolan(+), eritema: (-),


o Palpasi : nyeri tekan (+), kenyal, diameter ukuran: 3cm

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium 9 Agustus 2018

Hb : 12,4 g/dl
Ht : 38 %
Leukosit : 9.200/ul
Trombosit : 293.000/ul

Page 3 of 15
Masa perdarahan / Masa pembekuan : 2’/13’

DIAGNOSIS KERJA
Ganglion dorsal wrist sinistra

DIAGNOSIS BANDING
 Lipoma
 Dermatofibroma

PENATALAKSANAAN
Non farmakologi:

Eksisi tumor

Farmakologi:

Ciprofloxacin 3x1 tablet

Dexametason 3x1 tablet

Asam Mefenamat 3x1 tablet

PROGNOSIS

Quo ad vitam : Bonam


Quo ad fungsionam : Bonam
Quo ad sanactionam : Bonam

Page 4 of 15
TINJAUAN PUSTAKA

Pendahuluan

Kista Ganglion atau biasa disebut Ganglion merupakan kista yang terbentuk dari
kapsul suatu sendi atau sarung suatu tendo. Kista ini berisi cairan kental jernih yang mirip
dengan jelly yang kaya protein. Kista merupakan tumor jaringan lunak yang paling sering
didapatkan pada tangan. Ganglion biasanya melekat pada sarung tendon pada tangan atau
pergelangan tangan atau melekat pada suatu sendi; namun ada pula yang tidak memiliki
hubungan dengan struktur apapun. Kista ini juga dapat ditemukan di kaki. Ukuran kista
bervariasi, dapat bertambah besar atau mengecil seiring berjalannya waktu dan bahkan
menghilang. Selain itu kadang dapat mengalami inflamasi jika teriritasi. Konsistensi dapat
lunak hingga keras seperti batu akibat tekanan tinggi cairan yang mengisi kista sehingga
kadang didiagnosis sebagai tonjolan tulang. Ganglion timbul pada tempat-tempat berikut ini:

 Pergelangan tangan – punggung tangan ("dorsal wrist ganglion"), pada telapak


tangan ("volar wrist ganglion"), atau kadang pada daerah ibu jari. Kista ini
berasal dari salah satu sendi pergelangan tangan, dan kadang diperberat oleh
cedera pada pergelangan tangan.
 Telapak tangan pada dasar jari-jari ("flexor tendon sheath cyst"). Kista ini
berasal dari saluran yang menjaga tendon jari pada tempatnya, dan kadang
terjadi akibat iritasi pada tendon - tendinitis.
Bagian belakang tepi sendi jari ("mucous cyst"), terletak di sebelah dasar kuku. Kista
ini dapat menyebabkan lekukan pada kuku, dan dapat menjadi terinfeksi dan menyebabkan
infeksi sendi walaupun jarang. Hal ini biasanya disebabkan arthritis atau taji tulang pada
sendi.

Page 5 of 15
Anatomi

Ganglion terjadi pada sendi, oleh karena itu perlu diketahui mengenai anatomi sendi.
Ganglion ditemukan pada sendi diartrodial yang merupakan jenis sendi yang dapat
digerakkan dengan bebas dan ditemukan paling sering pada wrist joint. Hal ini mungkin
diakibatkan banyaknya gerakan yang dilakukan oleh wrist joint sehingga banyak gesekan
yang terjadi antar struktur di daerah tersebut sehingga memungkinkan terjadinya reaksi
inflamasi dan pada akhirnya mengakibatkan timbulnya ganglion. Selain itu wrist joint
merupakan sendi yang kompleks karena terdiri dari beberapa tulang sehingga kemungkinan
timbulnya iritasi atau trauma jaringan lebih besar. Jenis sendi diartrodial mempunyai unsur-
unsur seperti rongga sendi dan kapsul sendi. Kapsul sendi terdiri dari selaput penutup fibrosa
padat serta sinovium yang membentuk suatu kantung yang melapisi seluruh sendi dan
membungkus tendon-tendon yang melintasi sendi. Sinovium tidak terlalu meluas melampaui
permukaan sendi tetapi terlipat sehingga memungkinkan gerakan sendi secara penuh.
Lapisan-lapisan bursa di seluruh persendian membentuk sinovium. Sinovium menghasilkan
cairan yang sangat kental yang membasahi permukaan sendi. Cairan sinovial normalnya
bening, tidak membeku, dan tidak berwarna. Jumlah yang ditemukan pada tiap sendi relatif
sedikit (1-3 ml). Asam hialuronidase adalah senyawa yang bertanggung jawab atas viskositas
cairan sinovial dan disintesis oleh sel-sel pembungkus sinovial. Bagian cair dari cairan
sinovial diperkirakan berasal dari transudat plasma. Cairan sinovial juga bertindak sebagai
sumber nutrisi bagi tulang rawan sendi.

Page 6 of 15
Epidemiologi

Kista ganglion merupakan tumor jaringan lunak yang paling sering ditemukan pada
tangan dan pergelangan tangan. Kista ini dapat terjadi pada berbagai usia termasuk anak-
anak; kurang lebih 15% terjadi pada usia di bawah 21 tahun. Tujuh puluh persen terjadi pada
dekade kedua dan keempat kehidupan. Perempuan tiga kali lebih banyak menderita
dibandingkan laki-laki. Tidak ditemukan predileksi antara tangan kanan dan kiri, dan
tampaknya pekerjaan tidak meningkatkan resiko timbulnya ganglion, namun referensi lain
menyebutkan bahwa ganglion banyak ditemukan pada pesenam dimana terjadi tekanan yang
besar pada pergelangan tangan.

Etiologi

Penjelasan yang paling sering digunakan untuk mengungkapkan pembentukan kista


hingga degenerasi mukoid dari kolagen dan jaringan ikat. Teori ini menunjukkan bahwa
sebuah ganglion mewakili struktur degeneratif yang melingkupi perubahan miksoid dari
jaringan ikat. Teori yang lebih baru, yang dipostulasikan oleh Angelides pada 1999,
menjelaskan bahwa kista terbentuk akibat trauma jaringan atau iritasi struktur sendi yang
menstimulasi produksi asam hialuronik. Proses ini bermula di pertemuan sinovial-kapsular.
Musin yang terbentuk membelah sepanjang ligamentum sendi serta kapsul yang melekat
untuk kemudian membentuk duktus kapsular dan kista utama. Duktus pada akhirnya akan
bergabung menjadi kista ganglion soliter yang besar.

Seperti yang telah disebutkan, penyebab ganglion tidak sepenuhnya diketahui, namun
ganglion dapat terjadi akibat robekan kecil pada ligamentum yang melewati selubung tendon
atau kapsul sendi baik akibat cedera, proses degeneratif atau abnormalitas kecil yang tidak
diketahui sebelumnya.

Patofisiologi

Kista ganglion dapat berupa kista tunggal ataupun berlobus. Biasanya memiliki
dinding yang mulus, jernih dan berwarna putih. Isi kista merupakan musin yang jernih dan
terdiri dari asam hialuronik, albumin, globulin dan glukosamin. Dinding kista terbuat dari
serat kolagen. Kista dengan banyak lobus dapat saling berhubungan melalui jaringan duktus.

Page 7 of 15
Tidak terdapat nekrosis dinding atau selularitas epitel atau sinovia yang terjadi.

 Normalnya, sendi dan tendon dilumasi oleh cairan khusus yang terkunci di dalam
sebuah kompartemen kecil. Kadang, akibat arthritis, cedera atau tanpa sebab yang
jelas, terjadi kebocoran dari kompartemen tersebut. Cairan tersebut kental seperti
madu, dan jika kebocoran tersebut kecil maka akan seperti lubang jarum pada pasta
gigi –jika pasta gigi ditekan, walaupun lubangnya kecil dan pasta di dalamnya kental,
maka akan mengalir keluar- dan begitu keluar, tidak dapat masuk kembali. Hal ini
bekerja hampir seperti katup satu arah, dan akan mengisi ruang di luar area lubang.
Ketika kita menggunakan tangan kita untuk bekerja, sendi akan meremas dan
menyebabkan tekanan yang besar pada kompartemen yang berisi cairan tersebut- ini
dapat menyebabkan benjolan dengan tekanan yang besar sehingga sekeras tulang.

 Cairan pelumas mengandung protein khusus yang menyebabkannya kental dan pekat
dan menyulitkan tubuh untuk me-reabsorbsi jika terjadi kebocoran. Tubuh akan
mencoba untuk menyerap kembali cairan tersebut, tapi hanya sanggup menyerap air
yang terkandung di dalamnya sehingga membuatnya lebih kental lagi. Biasanya, pada
saat benjolan cukup besar untuk dilihat, cairan tersebut telah menjadi sekental jelly.

Kadang disebutkan bahwa ganglion berasal dari protrusi dari membran sinovial sendi
atau dari selubung suatu tendo. Namun, kami tidak dapat memperlihatkan adanya hubungan
antara rongga kista dengan selubung tendon atau sendi yang berhubungan. Namun, terdapat
kemungkinan bahwa kista berasal dari bagian kecil membran sinovia yang mengalami
protrusi dan kemudian terjadi strangulasi sehingga terpisah dari tempat asalnya; bagian ini
kemudian berdegenerasi dan terisi oleh materi koloid yang berakumulasi dan membentuk
kista.

Page 8 of 15
Manifestasi Klinis

Meskipun kista ganglion umumnya asimtomatik, gejala yang muncul dapat berupa
keterbatasan gerak, parestesia dan kelemahan. Kista ganglion umumnya soliter, dan jarang
berdiameter di atas 2 cm. Dapat melibatkan hampir semua sendi pada tangan dan pergelangan
tangan. Dorsal wrist, volar wrist, volar retinakular dan distal interfalangeal merupakan kista
ganglion yang paling sering ditemukan pada tangan dan pergelangan tangan. Ganglion
terbesar terletak di belakang lutut dan biasa disebut Kista Baker.

Sebagian pasien mengeluhkan benjolan di bawah kulit yang sebagian besar terletak

Page 9 of 15
pada bagian belakang pergelangan tangan, sisi telapak pada pergelangan tangan, di atas
tendon pada dasar jari pada sisi telapak tangan, atau pada sendi jari terdekat ke ujung jari.
Ganglion umumnya tidak nyeri; namun dapat menyebabkan nyeri ketika digerakkan atau
menyebabkan masalah mekanis (terbatasnya ruang gerak) tergantung dari lokasi ganglion
tersebut. Kista ganglion memiliki kecenderungan untuk membesar dan mengecil,
kemungkinan karena cairan yang terdapat dalam kista terserap kembali ke dalam sendi atau
tendon untuk kemudian diproduksi kembali. Masalah terbesar dengan ganglion adalah
ketakutan pasien bahwa benjolan tersebut merupakan sesuatu yang gawat.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis dan kadang melalui
pemeriksaan radiologik. Dari anamesis bisa didapatkan benjolan yang tidak bergejala namun
kadang ditemukan nyeri serta riwayat penggunaan lengan yang berlebihan. Pada pemeriksaan
fisis ditemukan benjolan lunak yang tidak nyeri tekan. Melalui transiluminasi diketahui
bahwa isi benjolan bukan merupakan massa padat tapi merupakan cairan. Pada aspirasi
diperoleh cairan dengan viskositas yang tinggi dan jernih. Sering juga ditemukan adanya
gangguan pergerakan dan parestesia dan kelemahan pada pergelangan tangan ataupun lengan.

Diagnosis Banding

Ganglion dapat didiagnosis banding dengan benjolan lain yang mungkin didapatkan
di tangan seperti lipoma, kista, dermatofibroma, dan nevus pigmentosus.

- Lipoma
Suatu tumor (benjolan) jinak yang berada dibawah kulit yang terdiri dari lemak.
Biasanya lipoma dijumpai pada usia lanjut (40-60 tahun), namun juga dapat dijumpai
pada anak-anak. Karena lipoma merupakan lemak, maka dapat muncul dimanapun
pada tubuh ini. Jenis yang paling sering adalah yang berada lebih ke permukaan kulit
(superficial). Biasanya lipoma berlokasi di kepala, leher, bahu, badan, punggung, atau
lengan. Jenis yang lain adalah yang letaknya lebih dalam dari kulit seperti dalam otot,
saraf, sendi, ataupun tendon.

- Dermatofibroma

Page 10 of 15
Dermatofibroma adalah tumor kulit jinak yang teridiri dari sel sel fibroblas (sel-sel
yang membentuk jaringan lunak di bawah kulit). Dermatofibroma tampak sebagi
benjolan kecil berwarna merah sampai coklat. Paling sering ditemukan di tungkai atau
lengan. Kadang menimbulkan gatal-gatal.

Penatalaksanaan

Terdapat tiga pilihan utama penatalaksanaan ganglion. Pertama, membiarkan ganglion


tersebut jika tidak menimbulkan keluhan apapun. Setelah diagnosis ditegakkan dan pasien
diyakinkan bahwa massa tersebut bukanlah kanker atau hal lain yang memerlukan
pengobatan segera, pasien diminta untuk membiarkan dan menunggu saja. Jika ganglion
menimbulkan gejala dan ketidaknyamanan ataupun masalah mekanis, terdapat dua pilihan
penatalaksanaan: aspirasi (mengeluarkan isi kista dengan menggunakan jarum) dan
pengangkatan kista secara bedah.

Terapi
1. Konservatif

1. Splint Immobilization (ganglion pergelangan tangan)


2. NSAIDs

2. Operatif

1. Pengambilan massa dengan teknik operasi terbuka.


2. Reseksi arthroskopik
3. Mengeluarkan cairan ganglion dengan menggunakan needle dan syringe (aspirasi).

Aspirasi melibatkan pemasukan jarum ke dalam kista dan mengeluarkan isinya


setelah mematirasakan daerah sekitar kista dengan anestesi lokal. Karena diperkirakan bahwa
inflamasi berperan dalam produksi dan akumulasi cairan di dalam kista, obat anti inflamasi
(steroid) kadang diinjeksikan ke dalam kista sebagai usaha untuk mengurangi inflamasi serta
mencegah kista tersebut terisi kembali oleh cairan kista. Penelitian terbaru menunjukkan
bahwa menggunakan substansi lain seperti hialuronidase bersama dengan steroid setelah
aspirasi meningkatkan angka kesembuhan dari 57% (aspirasi dan steroid) menjadi 89%
dengan substansi tambahan.

Page 11 of 15
Gambar : Aspirasi cairan ganglion

Jika kista rusak, menimbulkan nyeri, masalah mekanis dan komplikasi saraf
(hilangnya fungsi motorik dan sensorik akibat tekanan ganglion pada saraf) atau timbul
kembali setelah aspirasi, maka eksisi bedah dianjurkan. Hal ini melibatkan insisi di atas kista,
identifikasi kista, dan mengangkatnya bersama dengan sebagian selubung tendo atau kapsul
sendi dari mana kista tersebut berasal. Lengan kemudian dibalut selama 7-10 hari. Eksisi
kista ini biasanya merupakan prosedur minor, tapi dapat menjadi rumit tergantung pada lokasi
kista dan apakah kista tersebut melekat pada struktur lain seperti pembuluh darah, saraf atau
tendon.

Insisi “S” memanjang, dilanjutkan diseksi tumpul dengan klem

Diseksi tajam dengan gunting, hati-hati mengenai masa kista

Page 12 of 15
Setelah dasar kista teridentifikasi, klem, jangan sampai
tendon terpotong

Ikat bagian dasar dengan PGA, jahit subkutis.


Tutup kutis dengan nylon 4-0

Gambar : Ekstirpasi Ganglion Dorsal Wrist

Komplikasi

Komplikasi yang mungkin terjadi tergantung pada lokasi dan ukuran ganglion.
Komplikasi utama adalah keterbatasan gerak pada sendi dimana terdapat ganglion. Tidak
seperti tumor lain, ganglion tidak pernah berubah menjadi ganas.

Komplikasi yang dapat terjadi akibat prosedur bedah yang dilakukan berupa rekurensi
walaupun kemungkinannya tidak besar. Selain itu juga terdapat resiko infeksi, keterbatasan
gerak, kerusakan serabut saraf atau pembuluh darah.

Prognosis

Prognosis penyakit tergantung dari beberapa hal:

• Kista yang berasal dari selaput tendon lebih mudah sembuh dengan suntikan kortikosteroid
dibandingkan dengan yang berasal dari sendi
• Kista dari pergelangan tangan bagian depan (volar wrist ganglion) akan lebih mudah
kembali setelah pembedahan dibandingkan kista pada bagian dorsal.
Tingkat rekurensi setelah penanganan nonoperatif mencapai 30-60% dibandingkan dengan

Page 13 of 15
yang dioperasi (5-15%). Total ganglionektomi menghasilkan angka kesembuhan 85-95% jika
kista dan akar diangkat bersamaan dengan pemotongan sedikit dari kapsul tendo. Rekurensi
setelah operasi biasanya diakibatkan oleh pengangkatan kapsul atau membrane sinovial yang
tidak lengkap.

Page 14 of 15
D A F TA R P U S TA K A

1. Widodo,djoko. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Penerbit : Fk UI. Jakarta.
2007.
2. Staf pengajar FK UI. Kumpulan kuliah Ilmu Bedah. Penerbit :Fk UI. Jakarta. 2005.
3. Sjamsuhidaja R, Jong W. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi II Penerbit : EGC. Jakarta.
2005.
4. Shines,Schwartz. Intisari Prinsip – Prinsip Ilmu Bedah. Edisi 6. Penerbit : EGC.
Jakarta. 2006.
5. Snell RS; editor bahasa Indonesia: Huriawati Hartanto...(et al.). Anatomi klinik untuk
mahasiswa kedokteran. Edisi ke-6. Jakarta: EGC; 2006

Page 15 of 15