Anda di halaman 1dari 5

SEL ELEKTROLISIS

● Ahjar Murdiansyah
● Muhammad Fahmi Fauzi
● Muhammad Hasan
● Muhammad Rafli Rizki
● Qaul Tsabit
Pengertian Sel Elektrolisis
Sel elektrolisis adalah sel yang mengubah energi listrik menjadi energi suatu reaksi kimia. Pada sel
elektrolisis, kutub positif merupakan tempat terjadinya oksidasi sehingga disebut anoda. Kemudian kutub
negatif merupakan tempat terjadinya reduksi sehingga disebut katoda. Kita dapat mengetahui sel
elektrolisis dari ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:

● Dalam larutan tersusun dari setengah sel anoda (A) dan setengah dari katoda (K).
● Anoda (kutub positif) adalah eletroda tempat terjadinya reaksi oksidasi, sedangkan katoda (kutub
negatif) adalah elektroda terjadinya reaksi reduksi.
● Kation (ion positif) menuju katoda (K) sedangan anion (ion negatif) pergi menuju anoda (A).
● Listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan.
Reaksi-Reaksi Yang Terjadi Pada Sel Elektrolisis
A. Reaksi-reaksi di Katode ( Reduksi)
Reaksi di katode hanya tergantung dari jenis Kation dalam larutan. Kation logam aktif ( Gol IA, II A, AL dan Mn) tidak mengalami
reduksi karena mempunyai potensial reduksi lebih kecil dari pada air. Sedangkan kation lain dapat mengalami reduksi. Reaksi di
katode tidak dipengaruhi oleh jenis elektrode.
Reduksi air (Katode) : 2H2O + 2 e- → H2(g) + 2 OH-
Reduksi Kation Logam (Katode) : L(aq) n+ + ne- → L(s)
Llogam-logam aktif tidak dapat diperoleh dari elektrolisis larutannya, tetapi dapat diperoleh dari elektrolisis lelehannya.

B. Reaksi-reaksi di Anode ( Oksidasi)


Reaksi di anode dipengaruhi oleh jenis anion dan jenis elektrode. Bila elektrodenya tidak inert , maka elktrode tersebut langsung
mengalami oksidasi. Tetapi bila elektrode inert ( Karbon grafit , Pt, Au) maka ynag mengalami oksidasi adalah anion yang ada dalam
larutan. Anion sisa asam oksi ( SO42-, NO3-, PO43- dll) sukar dioksidasi karena mempunyai potensial oksidasi lebih kecil dari air,
sehingga air mengalami oksidasi. Jika anion bukan sisa asam oksi maka anio tersebut mengalami oksidasi.
Oksidasi elektrode Anode tidak inert: L(s) → L(aq) n+ + n e-
Oksidasi Air ( Anode) : 2H2O → O2 + 4 H+ 4 e-
Oksidasi Anion : 2 X- → X2 + 2 e- ( X misalnya halogen )
Penyepuhan logam dan produksi logam murni dapat dilakukan dengan menggunakan konsep elektrolisis.
Contoh Elektrolisis Dalam Bidang Industri
1. Pembuatan Beberapa Bahan Kimia
Beberapa bahan kimia seperti logam alkali dan alkali tanah aluminium, gas hidrogen, gas oksigen, gas klorin, dan
natrium hidroksida dibuat secara elektrolisis. Contoh: Pembuatan logam natrium dengan mengelektrolisis lelehan
NaCl yang dicampur dengan CaCl2.

2. Pemurnian Logam
Pada pengolahan tembaga dari bijih kalkopirit diperoleh tembaga yang masih tercampur dengan sedikit perak,
emas, dan platina. Untuk beberapa keperluan dibutuhkan tembaga murni, misalnya untuk membuat kabel.
Tembaga yang tidak murni dipisahkan dari zat pengotornya dengan elektrolisis.

3. Penyepuhan Logam
Suatu produk dari logam agar terlindungi dari korosi (perkaratan) dan terlihat lebih menarik seringkali dilapisi
dengan lapisan tipis logam lain yang lebih tahan korosi dan mengkilat. Salah satu cara melapisi atau menyepuh
adalah dengan elektrolisis.
TERIMA KASIH