Anda di halaman 1dari 3

Nama : 1.

Artialita Harda Oktaviani P1337420516059

2. Indita Nugraheny P1337420516077

Peran perawat dalam pemberian obat : ANTIDEPRESAN

A. Golongan Trisiklik
1. Amitripilin hidroklorida (Elavil)
a. Fungsi Obat :
Untuk depresi. Dapat diberikan pada jam tidur. Hindari pemakaian pada
kehamilan. Mempunyai waktu paruh yang panjang.
b. Dosis :
D : PO : 25 mg, t.i.d.; naikkan sampai 150 mg/hari; 25-100 mg, h.s
c. Efek Samping :
Mengantuk, tremor, konstipasi, kejang-kejang.

2. Imipramin Hidroklorida (Tofranil)


a. Fungsi Obat :
Untuk depresi. Dapat dipakai pada jam tidur untuk mengurangi bahaya dari
efek sedasi.
b. Dosis :
D : PO : 7 mg/hari, h.s. atau 25 mg, t.i.d.
c. Efek Samping :
Mengantuk, insomnia

3. Doksepin Hidroklorida (Sinequan)


a. Fungsi Obat :
Untuk depresi dan ansietas yang berkaitan degan depresi involusional atau
gangguan manik-depresif.
b. Dosis :
D : PO : 75-150 mg, h.s. atau b.i.d atau t.i.d ; tidak melebihi 300 mg/hari
c. Efek Samping :
Kejang-kejang, efek terhadap keadaan jantung lebih sedikit daripada obat-obat
lain dalam kelompok ini, hipotensi ortostatik, gangguan konduksi, aritmia.

4. Desipramin Hidroklorida (Norpramin, pertofrane)


a. Fungsi Obat :
Untuk depresi. Dapat dipakai pada jam tidur untuk mengurangi bahaya dari
efek sedasi.
b. Dosis :
D : PO : 25 mg, t.i.d. atau 75 mg, h.s ; naikkan sampai 200 mg/hari.
Lanjut Usia : 25-50 mg/hari dalam dosis terbagi.
c. Efek Samping :
Mengantuk
5. Nortriptilin Hidroklorida (Aventil)
a. Fungsi Obat :
Untuk depresi. Dapat dipakai pada jam tidur untuk mengurangi bahaya dari
efek sedasi.
b. Dosis :
D : PO : 25 mg, t.i.d. atau q.i.d ; sampai 100 mg/hari
Lanjut Usia : 30-50 mg/hari dalam dosis terbagi.
c. Efek Samping :
Mengantuk, insomnia.

B. Golongan Antidepresi Generasi Kedua


1. Amoksapin (Asedin)
a. Fungsi Obat :
Untuk depresi dengan ansietas dan depresi reaktif. Efek sedasi, kardiovakular
dan antikolinergik minimal.
b. Dosis :
D : PO : 25 mg, t.i.d. atau b.i.d. ; naikkan dosis bertahap sampai <300 mg/hari.
c. Efek samping :
Mengantuk, tremor, insomnia, konstipasi, kejang-kejang, aritmia.

2. Maprotilin (Ludiomil)
a. Fungsi Obat :
Untuk depresi dengan ansietas dan depresi reaktif. Efek sedasi, kardiovakular
dan antikolinergik minimal. Dapat dipakai pada jam tidur. Kategori kehamilan
B.
b. Dosis :
D : PO : 7 mg/hari, h.s. atau dalam dosis terbagi.
c. Efek Samping :
Mengantuk, tremor, insomnia, konstipasi,aritmia.

3. Trazodon Hidroklorida (Desyrel)


a. Fungsi Obat :
Untuk depresi. Dapat dipakai pada jam tidur untuk mengurangi bahaya dan
efek sedasi. Kategori kehamilan C.
b. Dosis :
D : PO : 7 mg/hari, h.s. atau 50 mg, t.i.d. dan q.i.d. ; tidak melebihi 600
mg/hari.
c. Efek samping :
Mengantuk, pusing, insomnia, sakit kepala, berat badan turun.

4. Fluoksetin Hidroklorida (Prozac)


a. Fungsi Obat :
Antidepresan baru. Untuk depresi, ansietas adiksi, bulimia, dan gangguan
obsesif-kompulsif.
b. Dosis :
D : PO : 20 mg pada pagi hari ; tidak melebihi 80 mg/hari dalam dosis terbagi
c. Efek samping :
Berkeringat, ruam kulit, gejala saluran cerna. Dapat menimbulkan insomnia
dan mengurangi nafsu makan. Dapat meningkatkan usaha bunuh diri ; sama
seperti obat-obat anti depresi lain yang dipakai. Biasanya membutuhkan waktu
3 mnggu untuk menjadi efektif.

KETERANGAN :
D : DEWASA ; PO : PER ORAL
Peran perawat dalam pemberian obat

1. Memantau pasien untuk tanda-tanda dan gejala depresi : perubahan mood,


insomnia, atau kurang berminat dalam aktivitas.
2. Memeriksa tanda-tanda vital klien.
3. Memberitahu pasien untuk memakai pengobatan yang diresepkan.
4. Menganjurkan klien untuk mentaati kunjungan ke dokter. Minta klien untuk
bertanya ke dokter mengenai pemakaian obat-obat bebas.
5. Memberitau klien untuk tidak minum alkohol atau penekan SPP lain karena efek
aditif terhadap antidepresi.
6. Memberitahu klien untuk didak mengendarai kendaraan atau menjalankan
peralatanyang berbahaya karena efek sedasi dari anti depresi.
7. Memberitau klien untuk tidak secara mendadak menghentikan pemakaian
antidepresi.
8. Memberitahu klien untuk secara bertahap menurunkan dosis obat yang
dikonsumsi.
9. Menasehatkan klien bahwa antidepresi dapat dipakai pada jam tidur untuk
mengurangi bahaya akibat efek sedasi dari obat.