Anda di halaman 1dari 1

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS


RSUD CIAWI
KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT
2018 – 2019
PEMBERIAN TETES OKSITOSIN

KABUPATEN BOGOR No Dokumen : No. Revisi : Halaman : RSUD CIAWI


KABUPATEN BOGOR
Jl. Raya Puncak No. 479
00 /1
1 Telp. (0251) 8240797
Fax. (0251)8242937
Ciawi - Bogor
Tanggal terbit : Ditetapkan,
DIREKTUR

PANDUAN
PRAKTEK KLINIK

drg. HESTI ISWANDARI, M.Kes


PEMBINA TK I
NIP. 19630408 199212 2 001
Pemberian tetes oksitosin melalui infus dengan tujuan menimbulkan atau
DEFINISI memperkuat kontraksi rahim

1. Mengakhiri kehamilan
INDIKASI
2. Memperkuat kontraksi rahim selama persalinan
1. Kehamilan dengan luka parut rahim
KONTRAINDIKASI 2. Disproporsi kepala panggul
3. Letak lintang
Lima unit oksitosin dalam 500 cc Dextrose 5% diberikan kecepatan awal 20
tetes per menit, dinaikan 5 tetes per menit setiap 15 menit sampai
didapatkan his yang memadai (3sampai 4 kali per 10 menit atau sampai
batas waktu maksimum 60 tetes/menit). Untuk gravid multipara: kehamilan
ganda dan bayi besar, maksimal 40 tetes/menit
Tetesan oksitosin diberikan maksimal 2 labu dengan istirahat diantaranya 2
jam kecuali untuk letak sungsang hanya 1 labu.
Untuk kasus tertentu seperti perdarahan antepartum, infeksi intrauterine dan
kemajuan persalinan yang nyata setelah pemberian tetes oksitosin labu
pertama, tetes oksitosin labu kedua langsung diberikan.
CARA PEMBERIAN Upaya untuk meningkatkan keberhasilan tetes oksitosin dapat dilakukan:
1. Amniotomi dilakukan sebelum pemberian oksitosin (segera setelah
pembukaan memungkinkan)
2. Metrolisa
Cara pemakaian:
Dilakukan tindakan dan antiseptik pada vagina dan sekitarnya
Metrolisa dimasukkan melalui kanalis serviks sehingga balon
terletak di kavum uteri. Selanjutnya metrolisa diisi dengan 10-150
cc NaCl atau aquades. Metrolisa akan terlepas bila pembukaan lebih
besar dari diameter balon