Anda di halaman 1dari 2

Assalamualaikum Wr. Wb .....................

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat, karunia, dan
Hidayah Nya kita bisa berkumpul lagi pada hari ini untuk bertukar dan berbagi pengalaman dalam
penyuluhan Bina Keluarga Balita.

Terimakasih saya ucapkan kepada para orang tua hebat yang sudah meluangkan waktunya untuk
bersedia hadir pada hari ini.

Kata pepatah kalau tak kenal maka tak kan sayang, kalau udah kenal tapi ngga sayang-sayang itu
mungkin udah takdir. Mohon bersabar ini ujian. Perkenalkan nama saya Novia Anggraini, umur saya
24 tahun, status belum menikah.

Bagi keluarga anak adalah anugrah dan keajaiban yang dititpkan oleh Tuhan. dalam masa
pertumbuhan anak ada yang dikenal dengan golden age periode atau masa keemasan. Kapan masa
keemasan ini? Yaitu pada 1000 hari pertama kehidupan sikecil, kenapa disebut masa keemasan?
Karena pada masa ini otak anak berkembang dengan pesat sehingga keluarga sebagai kelompok
sosial pertama yang dikenal anak harus memberikan pendidikan, bimbingan, dan nutrisi yang cukup
agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan taat agama. Berikut saya sampaikan tips
atau pertolongan pertama jika anak mengalami luka bakar, yang pertama cuci luka di air mengalir,
selanjutnya bisa gunakan daun sirsak, lidah buaya, kulit pisang,teh celup, dan daun pegagan.

Sebelum melanjutkan ke materi hari ini, ada baiknya kita mengulas atau mengingat-ingat kembali
materi bulan lalu tentang....................................

Baiklah ibu-ibu materi kita pada hari ini adalah tentang 7 aspek perkembangan anak.

1. perkembangan motorik kasar

Perkembangan motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar,
sebagian besar atau seluruh anggota tubuh, yang dipengaruhi oleh usia, berat badan, dan
perkembangan anak secara fisik. Contohnya kemampuan duduk, menari, bermain bola, menendang,
berjalan, berlari, atau naik turun tangga.

2. perkembangan motorik halus

Perkembangan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan ketrampilan


fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus dapat dilatih dan
dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan secara rutin. Seperti bermain puzzle, menyusun
balok, memasukkan benda kedalam tempat sesuai bentuk ataupun warnanya.

3. perkembangan komunikasi pasif

Yaitu kesanggupan mengerti dan melakukan apa yang diperintahkan oleh orang lain. Contoh
anak mengerti ketika diminta mengambilkan sendok, garpu. Anak mengerti ketika sang ibu
memintanya untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
4. perkembangan komunikasi aktif

Yaitu kemampuan untuk menyatakan perasaan dan keinginan melalui tangisan, gerakan
tubuh, maupun dengan kata-kata. Contoh anak mengatakan bahwa ia lapar dan ingin makan. Anak
terluka sehingga ia menangis dan mengatakan bahwa lukanya sakit, ketika anak senang terhadap
sesuatu misalnya film ia akan menyanyikan lagu dari film tersebut.

5. perkembangan kecerdasan

Pada anak balita kemampuan berpikir bermula pada perkembangan ke lima indra. Ia mulai
mengenal warna, mendengar bunyi, mengenal suara, mengenal rasa bahkan mengenal orang-orang
disekelilingnya. Contohnya anak dapat membedakan panjang pendek, bulat ataupun kotak, anak
mulai mengenal warna, mengenal berbagai rasa, mengenal keluarga dalam rumah bahkan mengenal
tetangga dan kawan bermainnya.

6. perkembangan tingkah laku sosial

Yaitu kemampuan anak untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan


disekitarnya, mula-mula anak hanya mengenal orang yang paling dekat dengan dirinya yaitu ibu,
kemudian orang serumah. Dengan bertambahnya usia pergaulan anak perlu dikembangkan. Seperti
anak diajarkan untuk saling berbagi dengan temannya, diajarkan sopan santun ketika bertemu orang
lain.

7. perkembangan kemandirian atau kemampuan menolong diri sendiri

Seorang anak pada awal kehidupannya masih bergantung pada orang lain dalam hal
pemenuhan kebutuhannya, dengan makin mampunya ia melakukan gerakan motorik dan berbicara,
anak terdorong untuk melakukan berbagai hal sendiri. Sebagai orang tua kita harus mendukung anak
dengan membantu ia mandiri dalam pemenuhan kebutuhannya sehari-hari, seperti makan, minum,
BAK, BAB, selanjutnya kemampuannya ditingkatkan dalam hal kebersihan, kesehatan, dan
kerapihan, seperti cuci tangan, mengemas kembali mainan yang telah digunakan.

Dari berbagai aspek tersebut perlu adanya usaha yang berimbang yaitu dengan program stimulasi
atau rangsangan dari ibu, untuk itu para ibu diharapkan dapat saling betukar pengalaman dalam
mengasuh anaknya, dan dalam mengasuh anak para ibu diharapakan untuk fokus dalam artian
ketika mendidik anak tidak sambil bermain gadget ataupun menonton sinetron.

M ungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan pada pertemuan kali ini, semoga dapat bermanfaat
dan dapat diamalkan dirumah. Jangan lupa untuk ibu-ibu membawa sang anak melakukan
pemeriksaan SDIDTK (stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang anak) setiap 3 bulan untuk
anak usia 3 bulan sampai 3 tahun dan setiap 6 bulan untuk anak usia 3 tahun sampai 6 tahun.

Untuk mendapatkan generasi yang berkualitas, yuk sama-sama kita sukseskan program pemerintah
mendukung 1000 hari pertama kehidupan sikecil dengan 2 anak lebih baik.

Atas perhatian para ibu-ibu saya ucapkan terimakasih, apabila ada salah kata,kurang lebihnya saya
mohon maaf.

Wassalamualaikum Wr Wb. Selamat pagi dan salam sejahtera...