Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Topik : Masa Nifas


Subtopik : Perawatan Masa Nifas
Sasaran : Ny.S
Tempat : Rumah Ny.S
Hari/Tanggal : Senin, 29 Oktober 2018
Waktu : 30 menit
Tempat : Rumah Ny.S

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan ibu mampu mengetahui
dan memahami tentang Masa Nifas.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, ibu dapat menjelaskan kembali tentang:
1. Mengetahui pengertian masa nifas.
2. Mengetahui tujuan asuhan masa nifas.
3. Mengetahui waktu dan tujuan kunjungan masa nifas.
4. Mengetahui kebutuhan dasar ibu nifas.

B. MATERI
1. Pengertian masa nifas.
2. Tujuan asuhan masa nifas.
3. Waktu dan tujuan kunjungan masa nifas.
4. Kebutuhan dasar ibu nifas
5. Tanda bahaya masa nifas

1
C. MEDIA
1. SAP
2. Leaflet
3. Buku KIA
4. Lembar Balik

D. METODE
1. Penyuluhan
2. Tanya jawab, diskusi

E. KEGIATAN PENYULUHAN
No. Tahap Waktu Kegiatan Kegiatan Klien
Penyuluhan
1. Pembukaan 5 menit 1. Memberi salam. 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan 2. Mendengarkan,dan
diri. memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan
penyuluhan dan
pokok materi yang
akan disampaikan.
2. Pelaksanaan 15 menit Menjelaskan materi: 1. Menyimak dan
1. Pengertian masa memperhatikan
nifas. materi yang
2. Tujuan asuhan disampaikan
masa nifas.
3. Waktu dan tujuan
kunjungan masa
nifas.
4. Kebutuhan dasar

2
ibu nifas.
3. Evaluasi 5 menit 1. Memberikan 1. Merespon dan
kesempatan kepada bertanya.
responden untuk
bertanya.
2. Memberikan pujian 2. Merespon dan
atas keberhasilan menjelaskan
ibu menjelaskan
pertanyaan dan
memperbaiki
kesalahan.
4. Penutup 5 menit 1. Menyimpulkan 1. Menyimak
materi yang telah
disampaikan.
2. Mengucapkan 2. Memberikan respon
terima kasih atas yang baik
perhatian dan
waktu yang
diberikan

2. Menutup acara dan 3. Menjawab salam


mengucapkan
salam

3
F. EVALUASI
Metode evaluasi : Memberi pertanyaan
Jenis pertanyaan : Lisan

4
MATERI PENYULUHAN
MASA NIFAS

1. Pengertian Masa Nifas


Menurut Wulandari (2011) dalam Astuti (2013) masa nifas adalah masa pulih
kembali mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum
hamil. Masa nifas kira-kira berlangsung 6 minggu
Pengertian lainnya adalah, masa nifas adalah masa yang dimulai setelah kelahiran
plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil,
masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Saleha, 2009).
Masyarakat Indonesia, masa nifas merupakan periode waktu sejak selesai proses persalinan
sampai 40 hari setelah itu.
2. Tujuan Asuhan Masa Nifas
Tujuan asuhan masa nifas menurut Maryunani (2009) adalah:
a. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik.
b. Melaksanakan sharing yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobatan atau
merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
c. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga
berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayi, dan perawatan bayi sehat.
d. Memberi pelayanan KB.
3. Waktu dan Tujuan Kunjungan Masa Nifas
Pemerintah melalui Departemen Kesehatan (Suherni, 2009) memberikan kebijakan
sesuai dengan dasar kesehatan pada ibu pada masa nifas, yakni paling sedikit 4 kali
kunjungan pada masa nifas.
Tujuan kebijakan tersebut adalah :
a. Untuk menilai kesehatan ibu dan kesehatan bayi baru lahir.
b. Pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya gangguan kesehatan ibu nifas
dan bayinya.
c. Mendeteksi adanya kejadian-kejadian pada masa nifas.
d. Menangani berbagai masalah yang timbul dan menganggu kesehatan ibu maupun bayinya
pada masa nifas.

5
Waktu dan tujuan kunjungan masa nifas adalah sebagai berikut:
a. Kunjungan pertama
 Waktu 6-8 jam setelah persalinan.
 Tujuan : mencegahan perdarahan masa nifas karena persalinan atonia uteri,
mendeteksi dan merawat penyabab lain perdarahan: rujuk bila perdarahan berlanjut,
memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana
mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri, pemberian ASI awal, memberi
supervisi kepada ibu bagaimana teknik melakukan hubungan antara ibu dan bayi
baru lahir, menjaga bayi agar tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi. Bila ada
bidan atau petugas lain yang membantu melahirkan, maka petugas atau bidan itu
harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama.
b. Kunjungan kedua
 Waktu: enam hari setelah persalinan.
 Tujuan: memastikan involusi uterus berjalan dengan normal, evaluasi adanya tanda-
tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal, memastikan ibu cukup makan,
minum dan istirahat, memastikan ibu menyusui dengan benar dan tidak ada tanda-
tanda adanya penyulit, memberikan konseling pada ibu mengenai hal-hal berkaitan
dengan asuhan pada bayi.
c. Kunjungan ketiga
 Waktu: dua minggu setelah persalinan.
 Tujuan: sama dengan kunjungan kedua.
d. Kunjungan keempat
 Waktu: enam minggu setelah persalinan.
 Tujuan : menanyakan penyulit-penyulit yang ada, memberikan konseling untuk KB
secara dini.

4. Kebutuhan Dasar Ibu Nifas


Ada beberapa kebutuhan dasar ibu dalam masa nifas, menurut Suherni (2009) yaitu:
a. Gizi
Ibu nifas dianjurkan untuk: makan dengan diet berimbang, cukup, karbohidrat, protein,
lemak, vitamin dan mineral, mengkonsumsi makanan tambahan, nutrisi 800 kalori/hari

6
pada bulan pertama, 6 bulan selanjutnya 500 kalori dan tahun kedua 400 kalori. Asupan
cairan 3 liter/hari, 2 liter di dapat dari air minum dan 1 liter dari cairan yang ada pada kuah
sayur, buah dan makanan yang lain, mengkonsumsi tablet besi 1 tablet tiap hari selama 40
hari, mengkonsumsi vitamin A 200.000 iu. Pemberian vitamin A dalam bentuk
suplementasi dapat meningkatkan kualitas ASI, meningkatkan daya tahan tubuh dan
meningkatkan kelangsungan hidup anak.
b. Kebersihan Diri
Ibu nifas dianjurkan untuk: menjaga kebersihan seluruh tubuh, mengajarkan ibu cara
membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air, menyarankan ibu mengganti
pembalut setiap kali mandi, BAB/BAK, paling tidak dalam waktu 3-4 jam, menyarankan
ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum menyentuh kelamin, anjurkan ibu
tidak sering menyentuh luka episiotomi dan laserasi, pada ibu post sectio caesaria (SC),
luka tetap di jaga agar tetap bersih dan kering, tiap hari di ganti balutan.
c. Istirahat dan tidur
Ibu nifas dianjurkan untuk: istirahat cukup untuk mengurangi kelelahan, tidur siang atau
istirahat selagi bayi tidur, kembali ke kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan,
mengatur kegiatan rumahnya sehingga dapat menyediakan waktu untuk istirahat pada siang
kira-kira 2 jam dan malam 7-8 jam. Kurang istirahat pada ibu nifas dapat berakibat:
mengurangi jumlah ASI, memperlambat involusi, yang akhirnya bisa menyebabkan
perdarahan, depresi.
d. Pemberian ASI/Laktasi
Hal-hal yang diberitahukan kepada ibu nifas yaitu: menyusui bayi segera setelah lahir
minimal 30 menit bayi telah disusukan, ajarkan cara menyusui yang benar, memberikan
ASI secara penuh 6 bulan tanpa makanan lain (ASI eklusif), menyusui tanpa jadwal, sesuka
bayi (on demand), di luar menyusui jangan memberikan dot/kompeng pada bayi, tapi
berikan dengan sendok, penyapihan bertahap meningkatkan frekuensi makanan dan
menurunkan frekuensi pemberian ASI.
e. Keluarga Berencana
Idealnya setelah melahirkan boleh hamil lagi setelah 2 tahun. Pada dasarnya ibu tidak
mengalami ovulasi selama menyusui ekslusif atau penuh 6 bulan ibu belum mendapatkan
haid (metode amenorhe laktasi). Meskipun setiap metode kontrasepsi beresiko, tetapi

7
menggunakan kontrasepsi jauh lebih aman. Jelaskan pada ibu berbagai macam metode
kontrasepsi yang diperbolehkan selama menyusui. Metode hormonal, khususnya oral
(estrogen-progesteron) bukanlah pilihan pertama bagi ibu yang menyusui.

5. Tanda-tanda Bahaya Masa Nifas


a. Keluar Cairan Berbau Dari Jalan Lahir
Selama nifas, ibu akan mengeluarkan cairan yang berasal dari rahim. Cairan ini
disebut “lokia”. Pada hari pertama dan kedua, ibu akan mengeluarkan lokia rubra atau
lokia kruenta, berupa darah segar bercampur sisa selaput ketuban dan lain-lain. Hari
berikutnya keluar lokia sanguinolenta, berupa darah bercampur lendir. Setelah satu pekan,
keluar lokia serosa yang berwarna kuning dan tidak mengandung darah. Setelah dua
pekan, keluar lokia alba yang hanya berupa cairan putih. Biasanya lokia berbau agak
amis. Bila berbau busuk, mungkin terjadi lokiostasis (lokia tidak lancar keluar) dan infeksi
(Almanhaj, 2010).

b. Payudara bengkak, merah disertai rasa sakit


Payudara bengkak yang tidak disusu secara adekuat dapat menyebabkan payudara
menjadi merah panas terasa sakit dan akhirnya terjadi mastitis. Putting lecet akan
memudahkan masuknya kuman dan terjadinya payudara bengkak. BH/bra yang terlalu
ketat mengakibatkan engorgement segmental. Ibu yang dietnya buruk, kurang istirahat
dan anemia mudah mengalami infeksi.
Gejala gangguan ini meliputi:
1) Bengkak dan nyeri pada seluruh payudara atau lokal
2) Kemerahan pada seluruh payudara atau hanya lokal
3) Payudara keras dan berbenjol-benjol (merongkol)
4) Panas badan dan rasa sakit umum
Gangguan ini dapat diatasi dengan:
1) Menyusui tetap dilanjutkan. Pertama, bayi disusukan pada payudara yang sakit selama
dan sesering mungkin. Hal ini dilakukan agar payudara kosong. Selanjutnya, susukan
bayi pada payudara yang normal.

8
2) Beri kompres hangat. Hal ini dilakukan dengan menggunakan shower hangat atau lap
basah panas pada payudara yang terkena.
3) Ubah posisi menyusi dari waktu ke waktu yaitu dengan posisi berbaring, duduk, atau
posisi memegang bola.
4) Pakai BH longgar
5) Istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi
6) Banyak minum (2 liter per hari)
Dengan penatalaksanaan tersebut, biasanya peradangan akan menghilang setelah 48
jam dan jarang sekali yang menjadi abses. Tetapi bila dengan cara-cara tersebut tidak ada
perbaikan setelah 12 jam, ibu perlu diberi antibiotik selama 5-10 hari dan analgesik
(Bahiyatun, 2009)
c. Pembengkakan wajah, tangan dan kaki
Bila mengalami gejala ini periksa adanya varises, periksa kemerahan pada betis,
dan periksa apakah tulang kering, pergelangan kaki atau kaki mengalami edema (terdapat
cairan berlebih) (Bahiyatun, 2009). Gejala tersebut berhubungan dengan terjadinya pre-
eklampsi postpartum yaitu tekanan darah tinggi yang disertai adanya protein dalam urin
pada saat nifas (Ipoel, 2015).
d. Depresi masa nifas (Depresi Postpartum)
Riset menunjukan 10% ibu mengalami depresi setelah melahirkan dan 10%-nya
saja yang tidak mengalami perubahan emosi. Keadaan ini berlangsung antara 3-6 bulan
bahkan pada beberapa kasus terjadi selama 1 tahun pertama kehidupan bayi. Penyebab
depresi terjadi karena reaksi terhadap rasa sakit yang muncul saat melahirkan dan
karena sebab-sebab yang kompleks lainnya.
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan menunjukan faktor-faktor penyebab
depresi adalah terhambatnya karir ibu karena harus melahirkan, kurangnya perhatian
orang orang terdekat terutama suami dan perubahan struktur keluarga karena hadirnya
bayi, terutama pada ibu primipara.
Tanda adanya depresi pasca persalinan antara lain perasaan sedih, kecewa,
sering menangis, gelisah, cemas, kehilangan ketertarikan terhadap hal menyenangkan,
nafsu makan berkurang, kehilangan energi dan kehilangan motivasi, dan tidak bisa
tidur. Depresi ini merupakan salah satu bahaya masa nifas yang sering tak disadari,

9
padahal kondisi ini harus diwaspadai karena dapat mempegaruhi ibu sehingga ibu
mungkin akan mengabaikan si bayi (Mediskus, 2016).
Beberapa intervensi berikut dapat membantu seorang wanita terbebas dari
ancaman depresi setelah melahirkan: pelajari diri sendiri, tidur dan makan yang cukup,
olahraga, hindari perubahan hidup sebelum atau sesudah melahirkan, beritahukan
perasan anda, dukungan keluarga dan orang lain, persiapkan diri dengan baik, lakukan
pekerjaan rumah tangga dan dukungan emosional.

10
SUMBER PUSTAKA

Bahiyatun. 2009. Buku Ajar Auhan Kebidanan Nifas Normal. Jakarta: EGC.
Saleha, S. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta : Salemba Medika
Suherni, 2008. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya
Almanhaj. 2010. Sekilas Mengenal Nifas. (https://almanhaj.or.id/2741-sekilas-mengenal
nifas.html, diakses pada tanggal 16 Januari 2017
Astuti, Evi. 2013. Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas tentang Tanda Bahaya Nifas Di BPS Siti
Murwani Batuwarno Wonogiri. Karya Tulis Ilmiah. Surakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Kusuma Husada. (http://digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/9/01-gdl-eviastutib-432-1-
ktievi-i.pdf, diakses pada tanggal 16 Januari 2017).
Ipoel. 2015. Mama, Kenali 5 Tanda Bahaya di Masa Nifas ini. ( http://nakita.id/Bayi/Mama-
Kenali-5-Tanda-Bahaya-Di-Masa-Nifas-Ini, diakses pada tanggal 16 Januari 2017).
Maryunani,Anik.2009. Asuhan Pada Ibu Dalam Masa Nifas (Postpartum).Jakarta : CV. Trans
Info Medika

11