Anda di halaman 1dari 20

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting system ekskresi dari tubuh
kita khususnya dalam mempertahankan keseimbangan (homeostatis).Fungsi ginjal begitu
kompeks dan juga mempunyai kaitan dengan organ vital kita lainnya. Karna ginjal kita amat
penting,maka gangguan yang berlanjut terhadap fungsi ginjal akan berakibat besar sebagaimana
yang di duga orang. Namun sayang sebagian besar di antara kita belum menyadari akan hal
itu,mereka tetap mempertahankan pola hidup dan prinsip mereka yang sebenarnya akan
memberi dampak buruk bagi kesehatan mereka.

“Di Indonesia terdapat hampir kurang lebih 150 ribu penderita sakit ginjal dengan
berbagai macam keluhan.sebagian besar penderita adalah orang dewasa.hal ini terjadi di
karenakan oleh berbagai factor yakni kurangnya kesadaran masyarakat tentang mengatur pola
hidup sehat,kurangnya pengetahuan akan masalah kesehatan yang di alami baik itu bagaimana
mencegah maupun mengobati”.1 padahal jika di sepelehkan akan mengancam hidup
mereka,karena itu maka dalam makalah ini akan membantu pembaca mengenal dan mengetahui
lebih dalam tentang ginjal baik itu struktur dan fungsinya serta sedikit gambaran mengenai
pemeriksaan terhadap sakit ginjal.

1.2 Tujuan

 Memberi informasi tentang pentingnya organ ginjal dalam proses system ekskresi tubuh
 Menjelaskan tentang bagaimana sruktrur ginjal,mekanisme kerjanya dan fungsi ginjal
 Memberitahukan bagaimana pemeriksaan yang dilakukan pada pasien sakit ginjal

BAB 2
1
ISI

2.1 Defenisi

Traktus urinarius : “merupakan suatu kesatuan ( system urinaria )yang terdiri dari organ-
organ yang memproduksi urin dan mengeluarkannya dari tubuh dan merupakan suatu
system utama dalam mempertahankan homeostatis / keseimbangan atau kekonstanan
lingkungan internal.”2

Komponen system Urinaria terdiri dari : dua ginjal yang memproduksi urine; dua ureter
yang membawa urine ke vesica urinaria untuk enampungan sementara; dan uretra yang
mengalirkan urine keluar tubuh melalui orifisium urethra externa.

Fungsi Ginjal :

 Pengeluaran zat sisa organic.

 Pengaturan konsentrasi ion-ion penting.

 Pengaturan keseimbangan asam basa tubuh.

 Pengaturan produksi sel darah merah..

 Pengaturan tekanan darah..

 Pengendalian terbatas terhadap konsentrasi glukosa darah dan asam amino darah.

2.2 Stuktur makroskopis traktus urinanarius

2.2.1 Ginjal
Ginjal terletak retro perineal. Bentuknya seperti kacang merah. Berat ginjal

diperkirakan 0,5 % dari berat badan dn panjangnya kira-kira 10cm. ginjal terdiri

dari dua bagian utama :2

 Korteks Renis

2
korteks banyak glomerulus dan pembulu darah. Pada bagian korteks banyak

sekali mengandung banyak sekali nefrron. Setiap nefron terdiri atas badan

malpihigi dan tubulus * yang panjang


 Medulla Renis
Medulla terbagi menjadi segitiga-segitiga yang disebut pyramis renis

(malphigi). Diantara pyramis-pyramis terdapat columna renalis *. Beberapa

calyx minor membentuk calyx mayor. Beberapa calyx mayor membentuk

pelvis renalis.

1. Pembungkus ginjal
 Capsula fibrosa
Hanya menyelubungi ginjal dan mudah dikupas
 Capsula adipose
Mengandung banyak lemak, membungkus ginjal dan glandula supra renalis.
 Fascies renalis
Terletak di luar capsula fibrosa. Terdiri dari dua lembar. Kedua lembar fasies
*
renalis ke caudal tetap terpisah dan menyatu di cranial sehingga kantung

ginjal terbuka ke bawah.

Ginjal terdiri dari sekitar satu juta satuan fungsional yang dikenal sebagai

nefron. Setiap nefron terdiri dari glomerulus dan tubulus.

 Glomerulus
Merupakan bagian dari ginjal yang sangat dominan dengan pembulu darah,

berupa berkas kapiler yang berbentuk bola sebagai tempat berlangsungnya

filtrasi.
 arteriol aferan.
Pada saat memasuki ginjal arteri renalis secara sistematis terbagi menjadi

pembuluh-pembuluh halus yang dikenal sebagai arterial aferan.


 Arteriol eferen
Tempat keluarnya darah yang tidak difiltrasi

3
 Kapiler peritubulu
Merupakan cabang dari arteriol eferen yang memperdarahi jaringan ginjal dan

penting dalam pertukaran antara system tubulus dan darah. Kapiler-kapiler

peritubulus menyatu dan membentuk venula yang mengalir ke vena

ranalis,tempat darah meninggalkan ginjal.2


 Kapsula bowman
 Tubulus proksimal
 Lenkung henle
 Apparatus jukstaglomerulus
 Tubulus distal
2. Pendarahan ginjal3
 A. renalis ,cabang aorta abdominalis
 A. interlobaris
 A. arcuata pada komponene vascular. Glomerulus berupa suatu berkas kapiler

berbentuk bola
 A. interlobularis

2.2.2 ureter

Masing-masing ureter merupakan saluran saluran muskular yang membentang dari ginjal
sampai fascies posterior vesica urinaria. Ureter memasuki cavitas pelvis dengan menyilang
biforcatio arteria iliaca communis di depan articulation sacroiliaca. Selanjutnya masing-masing
ureter berjalan ke bawah pada dinding lateral pelvis di depan arteria iliaca interna ke region spina
ischiadica dan berbelok ke depan untuk masuk sudut lateral vesica urinaria. Dekat bagian
terminal, ureter disilang oleh ductus deferens.2,3

1. Setiap ureter panjangnya antara 25-30 cm dan berdiameter 4-6mm. “saluran ini
menyempit di 3 tempat: (1) di tempat pelvis renalis bergabung denggan ureter di
dalam abdomen, (2) di tempat ureter melekuk pada waktu menyilang aperture
pelvis superior untuk masuk ke dalam pelvis, dan (3) di tempat ureter menembus
vesica urinaria. Batu ginjal tersangkut dalam ureter di ketiga tempat ini,
menyebabkan nyeri yang disebut kolik ginjal.”2
2. Dinding ureter terdiri dari 2 lapisan jaringan: lapisan terluar adalah lapisan
fibrosa, di tengah adalah muskularis longitudinal ke arah dalam dan otot polos

4
sirkular ke arah luar, dan lapisan terdalam adalah epitelium mukosa yang
mensekresi selaput mucus pelindung.2,3
3. Lapisan otot mempunyai aktivitas peristatik intrinsic. Gelombang peristalsis
mengalirkan urine dari vesica urinaria ke luar tubuh.3

2.2.3 vesica urinaria (kandung kemih )

Merupakan organ muscular berongga yang berfungsi sebagai container penyimpanan urine.

Lokasi : Pada laki-laki vesica urinaria terletak tepat dibelakang simphisis pubis dan di depan
rectum. Pada perempuan, organ ini terletak dibawah uterus dan di depan vagina. Ukuran organ
ini sebesar kacang kenari dan terletak di pelvis saat kosong; organ berbentuk seperti buah pir dan
dapat mencapai umbilicus dengan rongga abdominopelvis jika penuh berisi urine.

Pada vesica urinaria, terdapat sebuah Trigonum yaitu area halus , triangular, dan relative tidak
dapat mengembang yang terletak secara internal di bagian dasar vesika urinaria. Sudut-sudutnya
terbantuk dari tiga lubang. Di sudut atas trigonum, dua ureter bermuara ke vesika urinaria. Uretra
keluar dari vesika urinaria di bagian apex trigonum.1,2

2.2.4 uretra

Mengalirkan urine dari vesika urinaria ke bagian exterior tubuh.1,2,3

5
1. Pada laki-laki, uretra membawa cairan semen dan urine, tetapi tidak dalam waktu
yang bersamaan. Uretra laki-laki panjangnya mencapai 20 cm dan melalui
kelenjar prostat dan penis.
i. Uretra pars prostatika, dikelilingi oleh kelenjar prostat. Uretra ini
menerima dua duktus ejakulator yang masing-masing terbentuk dari
penyatuan duktus deferen dan duktus vesical seminalis, serta menjadi
tempat bermuaranya sejumlah duktus dari kelenjar prostat.
ii. Urethra pars membranasea, adalah bagian yang terpendek ( hanya 1-2cm).
bagian ini berdinding tipis dan dikelilingi oleh otot rangka sfingter urethra
externus.
iii. Urethra pars cavernosus, merupakan bagian yang terpanjang. Bagian ini
menerima duktus kelenjar bulbouretra dan merentang sampai orifisium
uretra external pada ujung penis. Tepat sebelum mulut penis , uretra
membesar dan membentuk dilatasi kecil, fossa navicularis. Uretra
cavernosus dikelilingi corpus spongiosum, yaitu kerangka ruang vena
besar.

2. Uretra pada perempuan, berukuran pendek (3,75 cm). saluran ini membuka keluar
tubuh melalui orificium uretra external yang terletak di vestibulum diantara
klitoris dan mulut vagina. Kelenjar uretra yang homolog dengan kelenjar prostat
pada laki-laki, bermuara ke dalam urethra.

2.3 struktur mikroskopis traktus urinarius

2.3.1 ginjal

struktur internal dari ginjal adalah sebagai berikut:2

1. Hilus, adalah tingkat kecekungan tepi medial ginjal.

6
2. Sinus ginjal, adalah rongga berisi lemak yang membuka pada hilus. Sinus ini
membentuk perlekatan untuk jalan masuk dan keluar ureter, vena dan arteri
renalis, saraf dan limfatik.

3. Pelvis ginjal, adalah perluasan ujung proksimal ureter. Ujung ini berlanjut
menjadi dua sampai tiga khaliks major, yaitu rongga yang mencapai glandular,
bagian penghasil urine pada ginjal. Pada khaliks major bercabang menjadi
beberapa (8-18) khaliks minor.

4. Parenkim ginjal, adalah “jaringan ginjal yang menyelubungi sruktur sinus


ginjal. Jaringan ini terbagi menjadi medula dalam dan korteks luar.”3

 Medulla terdiri dari massa-massa triangular yang disebut piramida ginjal.


Ujung yang sempit dari setiap piramida, papilla, masuk ke dalam khaliks
minor dan ditembus ductus pengumpul urine.

 Korteks tersusun dari tubulus dan pembuluh darah nefron yang


merupakan unit structural dan fungsional ginjal. Korteks terletak di dalam
di antara piramida-piramida medulla yang bersebelahan untuk
membentuk kolumna ginjal.

5. Ginjal terbagi lagi menjadi lobus ginjal. Setiap lobus terdiri dari satu piramida
ginjal, kolumna yang saling berdekatan, dan jaringan korteks yang
melapisinya.1,3

7
Struktur mikoskopik nefron.

“Satu ginjal mengandung 1-4 juta nefron yang merupakan unit pembentuk urine.
Setiap nefron memiliki satu komponen vascular (kapilar) dan satu komponen
tubular.”2

1. Glomerulus, adalah gulungan kapiler yang dikelilingi kapsul epitel berdining


ganda yang disebut kapsula Bowman. Glomerulus dan kapsul Bowman
bersama-sama membentuk sebuah korpuskel ginjal.

1. Lapisan visceral kapsula Bowman adalah lapisan internal epithelium.


Sel-sel lapisan visceral dimodifikasi menjadi padosit (:sel seperti ,
kaki”), yaitu sel-sel epitel khusus di sekitar kapiler glomerular.

2. Lapisan parietal kapsula Bowman membentuk tepi luar korpuskel


ginjal.

i. Pada kutub vascular korpuskel ginjal, arteriola afferen masuk


ke glomerulus dan arteriola efferent keluar dari glomerulus.

ii. Pada kutub urinarius korpuskel ginjal, glomerulus memfiltrasi


aliran yang masuk ke dalam tubulus kontortus proksimal.

2. Tubulus Kontortus Proksimal, panjangnya mencapai 15mm dan sangat


berliku. Pada permukaan yang menghadap lumen tubulus ini terdapat sel-sel
epithelial kuboid yang kaya akan mikrovilus (brush border) dan mamperluas
area permukaan lumen.

3. Ansa Henle. Tubulus kontortus proksimal mengarah ke tungkai desenden ansa


Henle yang masuk ke dalam medulla, membentuk lengkungan jepit yang
tajam (lekukan), dan membalik ke atas membentuk tungkai asenden ansa
Henle.

8
4. Tubulus kontortus distal juga sangat berliku, panjangnya sekitar 5 mm dan
membentuk segmen terakhir nefron.

1. Di sepanjang jalurnya, tubulus ini bersentuhan dengan dinding arteriol


aferen. Bagian tubulus yang bersentuhan dengan arteriol mengandung
sel-sel ermodifikasi yang disebut macula densa. Macula densa
berfungsi sebagai suatu kemoreseptor dan distimulasi oleh penurunan
ion natrium.

2. Dinding arteriol aferen yang bersebelahan dengan macula densa


mengandung sel-sel otot polos termodifikasi yang disebur sel
jukstaglomerular. Sel ini distimulasi melalui penurunan tekanan darah
untuk memproduksi renin.

3. Macula densa, sel jukstaglomerular, dan sel mesangium saling bekerja


sama untuk membentuk apparatus jukstaglomerular yang penting
dalam pengaturan tekanan darah.

5. Tubulus dan ductus pengumpul. Karena setiap tubulus pengumpul


berdesenden di korteks, maka tubulus tersebut akan mengalir ke sejumlah
tubulus kontortus distal. Tubulus pengumpul membentuk ductus
pengumpul besar yang lurus. Ductus pengumpul membentuk tuba yang
lebih besar yang mengalirkan urine ke dalam khaliks minor. Khaliks minor
bermuara ke dalam pelvis ginjal melalui khaliks major. Dari pelvis ginjal,
urine dialirkan ke ureter yang mengarah ke vesica urinaria

2.3.2 Ureter

secara mikroskopik ureter tersusun dari :


epitel transisional dengan sel-sel membulat pada kantung yang menyusut, sel-
sel geperng pada kantung yang melebar.2


Lamina propia, yang berisi jaringan ikat dan pembuluh,


Otot polos : longitudinal (dalam), sirkular (tengah), longitudinal (luar)

9
2.3.3 vesica urinaria

Vesika urinaria ini ditopang dalam rongga pelvis dengan lipatan-lipatan peritoneum dan
kondensasi fasia. 3
Dinding vesica urinaria terdiri dari 4 lapisan:
i. Serosa, adalah lapisan terluar. Lapisan ini merupakan perpanjangan
lapisan peritoneal rongga abdominopelvis dan hanya ada di bagian atas
pelvis.
ii. Otot detrusor, adalah lapisan tengah . lapisan ini tersusun dari berkas-
berkas otot polos yang satu sama lain saling membentuk sudut. Ini
untuk emastikan bahwa selama urinasim vesika urinaria akan
berkontraksi dengan serempak ke segala arah.
iii. Submukosa, adalah lapisan jaringan ikat yang terletak di bawah mukosa
dan menghubungan dngan muskularis.
iv. Mukosa adalah lapisan terdalam, lapisan ini merupakan lapisan epitel
yang tersusun dari epithelium transisional. Pada vesika urinaria yang
rileks, mukosa membentuk ruga (lipatan-lipatan), yang akan memipih
dan mengembang saat urine berakumulasi dalam vesika urinaria.

2.3.4 uretra

Urethra secara mikroskopik terdiri dari 3 lapisan:1,2

 Lapisan Mukosa, lapisan ini berisi epitel transisional sampai berlapis


gepeng.

 Lapisan Muskularis, merupakan lapisan otot polos yaitu m. sphincter


urethra

 Lapisan Adventitia

10
2.4 Mekanisme pembentukan dan pengeluaran urin

2.4.1 Pembentukan urin

Secara garis besar terdapat 3 proses utama yang terjadi di ginjal yakni :

1. Proses Filtrasi

Merupakan “proses perpindahan cairan dan zat terlarut dari kapiler glomerolus,dalam
gradient tekanan tertentu ke dalam kapsula bowman.”2

Adapun mekanisme kerja filtrasi di glomerular :

a) Tekanan hidrostatik glomerular mendorong cairan dan zat terlarut keluar dari darah dan
masuk ke dalam ruang kapsula bowman
b) Tekanan yang berlawanan dengan tek.hidrostatik glomerular yaitu:
 Tekanan hidrostatik dari kapsula bowman ( menarik cairan ke glomerular)
 Tekanan onkotik yakni tekanan osmotik yang di hasilkan oleh protein plasma

c) Tekanan filtrasi efektif yaitu selisih tekanan antara tekanan hidrostastik glomerular
dengan tekanan yang melawannya

Komposisi hasil filtrasi glomerular antara lain :

a) Air dan zar terlarut dengan berat molekul rendah ( glukosa,Na,Cl,K,P,urea,as.urat,dan


kreatinin)
b) Sejumlah kecil albumin plasma
c) Sel darah merah dan protein tidak di filtrasi.

2. proses reabsorbsi

Merupakan suatu proses penyerapan kembali bahan- bahan yang masih di butuhkan,di
tubulus ginjal.Sebagian besar filtrat (99%) secara selektif di serap melalui proses tertentu.

Adapun mekanisme yang dikenal dalam proses reabsorbsi di kenal dengan sistem counter
current.

System counter current merupakan suatu system yang terdiri dari 2 pembuluh yang sejajar dan
berdekatan dengan arah aliran yang berlawanan. Di bagi menjadi dua bagian menjadi :

11
1. counter current multiplier : terjadi di ansa henle,air akan keluar dari ansa henle,sehingga
terjadi pemekatan urin

2. counter current exchanger : terjadi di vasa recta,dimana sangat membrannya permiabel


terhadap bahan tertentu dan air.

Adapun zat yang di reabsorbsi adalah :

1. Ion Natrium,ion clor dan ion negative lainnya

2. glukosa, fruktosa, dan asam amino

3. air dan urea

4. ion organik lain seperti kalsium , fosfat dan sulfat dan ion organic lain melalui transport aktif

3. Proses eksresi

Merupakan proses aktif yang memindahkan zat keluar dari darah menuju cairan tubular
untuk kemudian di keluarkan dalam urin.

Adapun zat yang di ekskresi :

1. zat seperti ion hydrogen,kalium dan ammonium,produk hasil metabolic,kreatinin,serta obat-


obat tertentu secara aktif di sekresi dalam tubulus

2. sekresi ion hydrogen dan ammonium membantu dalam pengaturan pH plasma dan
keseimbangan asam basa plasma

2.4.2 Pengeluaran urin

12
Urin yang di hasilkan dari proses- proses di atas akan di keluarkan melalui ureter yang
merupakan perpanjangan tubular berpasangan dan berotot dari ginjal serta memiliki aktivitas
peristaltic,dimana gelombang peristaltisnya dapat mengalirkan urin,selanjutnya urin di alirkan
ke kandung kemih sebagai container penyimpan urin yang letaknya berbeda antara laki –laki
dan perempuan serta mempunyai otot detrusor yang berkotraksi ketika ingin berkemih
.Beralih dari kandung kemih urin akan masuk ke dalam uretra dimana urin akan di eskresikan
lewat orifisium uretra eksterna.2

Urinasi ( berkemih ) bergantung pada inervasi parasimpatis dan simpatis juga impuls
saraf volunter,dan memerlukan kontraksi aktif otot detrusor,bagian dari otot ini mengelilingi
jalan keluar uretra berfungsi sebagai sfingter uretra internal yang menjaga saluran terututup
dan sfinger uretra eksternal yang terbentuk dari serabut otot rangka dari otot perineal
transversa yang berada dibawah kendali volunter.1,3

Reflex berkemih terjadi saat peregangan kandung kemih sampai 300ml -400ml urin
akan menstimulasi reseptor peregang pada dinding kandung kemih,sebagai berikut:

Vesiva urinaria mengembang

Reseptor regang dinding vesica


urinaria

Impuls pada medulla spinalis ke otak

Kontaksi otot detrusor Relaksasi sfingter uretra ext. Relaksasi sfingter uretra int.

MIKSI

2.5 Pemeriksaan

13
2.5.1 Anamnesa

Merupakan suatu bentuk wawancara antara dokter dan pasien / keluarganya / orang
yang empunyai hubungan dekat dengan pasien dengan memperhatikan petunjuk-
petunjuk verbal dan non verbal mengenai riwayat penyakit pasien, meliputi : 4

1. Identitas pasien
2. Keluhan utama
3. Riwayat penyakit sekarang
4. Riwayat penyakit dahulu
5. Riwayat kesehatan keluarga
6. Riwayat pribadi
7. Riwayat sosial ekonomi

Tahap pelaksanaan anamnesis

1. Persiapan anamnetor–pasien
2. Pembukaan
3. Tahap wawancara
4. Penutup

2.5.2 pemeriksaan fisik

Pemeiksaan secara fisik untuk ginjal (Ren) adalah dengan cara palpasi. Meskipun
umumnya ginjal tidak teraba dengan cara palpasi, tapi anda harus tetap mendeteksi
adanya pembesaran ginjal.5

Palpasi ginjal kiri :

Berdirilah di sisi kiri pasien : pasien berbaring terlentang tearuh tangan kanan di
belakang pasien tepat di bbawah dan parallel dengan iga ke 12, angkat dan coba untuk
memindahkan ginjal ke arah anterior. Letakkan kanan kiri anda pada daerah kuadran
atas kiri, lateral dan parallel terhadap dengan otot rektus abdominis. Mintalah pasien
untuk bernafas dalam. Pada saat puncak inspirasi, tekan tangan kiri anda kuat dan
dalam ke dalam kuadran kiri atas, tepat di bawah arcus kosta, dan coba untuk
“menangkap ginjal” di antara kedua tangan anda. Kemudian mintalah pasien untuk
mengeluarkan nafas dan stop secara tiba-tiba. Perlahan-lahan lepaskan tekanan tangan

14
anda, dan rasakan pada saat yang sama ginjal berpindah tempat kembali pada saat
ekspirasi. Bila teraba, jelaskan besar, bentuk ginja dan apakan ada rasa nyeri.

Palpasi ginjal kanan:

Untuk merasakan ginjal kanan, berdirilah kembali di sisi kanan pasien. Gunakan
tangan kiri anda untuk menekan pada bagian belakang pasien dan tangan kanan untuk
merasakan ke dalam daerah kuadran atas kanan atas. Lakukan prosedur yang sama
seperti di atas. Ginjal kanan normalnya dapat teraba, terutama pada orang yang kurus
dan sangat relaks. Biasanya ginjal kanan terletak lebih anterior, dan harus dibedakan
dengan hati. Bedanya ujung tepi hati biasanya runcing, sedang katup ginjal biasanya
membulat. Penyebab pembesaran ginjal termasuk hidronefrosis, kiata dan tumor.

Pemeriksaan rasa nyeri pada ginjal

Dilakukan dengan cara penekanan dengan ujung jari-jari anda pada daerah sudut
kostovetebral. Bila tekanan ini tidak cukup kuat untuk membangkitkan rasa nyeri,
maka gunakan tekanan dengan menggunakan pukulan ringan tinju anda. Letakkan
tangan anda pada sisi telapaknya pada bagian kostovetebral pasien, lalu pukullah pada
bagian permukaan ulnar tinju anda. Nyeri yang timbul pada pemeriksaan ini,
kemungkinan besar disebabkan oleh adanya pielonefritis, namun juga dapat
disebabkan oleh kelainan musculoskeletal.

2.5.3 Pemeriksaaan laboratorium

Makroskopik urin :

1. Warna urin

Di pengaruhi oleh jumlah dan besarnya diuresis, kepekatan urin, obat yang
dimakan, makanan dan minuman tertentu.6

Contoh : kuning tua (urin pekat), orange ( konsumsi rifampisin), merah (ada
eritrosit).

2. Kejernihan urin

15
Adapun penyebab kekeruhan pada urin yaitu adanya leukosit, eritrosit, khilus,
bacteri, dan benda-benda kiloid. Kejernihan urin dinyatakan sebagai jernih, agak
keruh, keruh, atau sangat keruh.

3. Berat jenis urin


Berat jenis urin dapat berubah dari waktu ke waktu menggambarkan fungsi
pemekatan ginjal dan berat jenis urin siang biasanya lebih rendah dari pada berat
jenis urine pagi. Apabila terjadi peningkatan biasanya terjadi karena demam,
dehidrasi, proteinuria, dll.
Dan penurunan berat jenis urine dijumpai pada Diabetes Insipidus, dehidrasi
berlebih.
4. Bau Urin
Beberapa jenis bau urin abnormal adalah amoniak (urine dibiarkan tanpa
pengawet), aseton (pada penderita DM ketoasidosis), bau busuk ( infeksi oleh
kuman), lain-lain (obat dan makanan yang dimakan).
5. pH urin
urine normal mempunyai pH 4,8 -7,4. Factor yang mempengaruhi pH urin : status
asam basa tubuh, diet, infeksi, penyakit tertentu (asidosis, diare, kelaparan).6

Mikroskopik Urin

Pemeriksaan sedimen urin yang dapat di lihat terdiri dari :

1. eritrosit (ditemukan jika ada kelainan membrane glomerular,trauma vascular ginjal,

Glomerularnefritis akut,infeksi akut ginjal,keganasan

2. leukosit ( pada pielonefritis,sintitis,prostatitis,uretritis)


3. Epitel ( pada anemia gemolitik intravascular)
4. silinder
5. mikroorganisme( bakteri,parasit,dll)
6. Kristal

Tes faal ginjal

Tes Faal Ginjal

16
Tujuan melakukan tes faal ginjal adalah untuk memeriksa faal glomerulus dan faal
tubulus. Dikenal beberapa tes untuk memeriksa faal glomerulus antara lain: tes
clearance inulin, kreatinin daan ureum serta cystatin C.6

Tes Clearance.

Adalah untuk menguji faal glomerulus dengan cara menguci berapa mL darah
permenit yang bibersihkan dari suatu zat oleh ginjal. Clearance suatu zat akan tepat
sama dengan laju filtrasi glomerulus (GFR) bila zat tidak di metabolisme oleh
ginjal/jaringan lain, zat difiltrasi bebas, zat tidak di reabsorpsi dan tidak di sekresi oleh
tubuli.

Zat yang diperiksa pada tes clearance adalah urea dan kreatini yang berasal dari dalam
tubuh, sedangkan tes clearance inulin dilakukan dengan memberikan inulin secara
intravena/melalui infuse. Untuk tes clearance diperlukan bahan pemeriksaan urin 24
jam yang harus dikumpulkan dengan teliti karena dapat mempengaruhi hasil
pemeriksan.

Oenghitungan nilai clearance dilakukan dengan menggunakan rumus berikut.

U
Clearance = ---- x V x F (mL/menit)
B

Ket. U= kadar zat dalam urin

B= kadar zat dalam darah

V= dieresis/menit

F= factor koreksi

F= 1, bila luas permukaan tubuh (1pt) 1,73 m2

1,73

F= --------

17
1 pt (Body Surface Area)

Pengukuran luas permukaan tubuh (Body Surface Area) dapat dilakukan dengan cara
menetapkan angka tinggi badan dan berat badan pada skala sebuah nomogram
(Dubois), lalu kedua titik tersebut saling dihubungkan dengan garis penghubung akan
memotong skala di tengah yang menunjukkan luas permukaan tubuh.

Tes clearance yang sering dipakai adalah tes clearance creatinin. Tes ini cukup baik
meskipun selain di filtrasi, kreatinin juga disekresi oleh tubuli ginjal.

Tes clearance cretinin menguji faal filtrasi glomerulus terhadap kreatinin yang
dinyatakan dengan beberapa ML darah/menit dibersihkan dari kreatinin oleh ginjal.6

2.5.4 pemeriksaan Radiologi

Pada setiap pemeriksaan traktus urinarius sebaiknya diawali dengan pembuatan foto
polos abdomen (FPA). Yang harus diperhatikan disini adalah kontur, ukuran, dan
posisi kedua ginjal. Dapat pula dilihat kalsifikasi dalam kista dan tumor, batu
radioopak dan perkapuran dalam ginjal. Interpretasi terhadap kalsifikasi saluran ginjal
harus dilakukan secara hati – hati karena phlebolit dalam kelenjar mesenterika dan
vena pelvis sering disalahartikan sebagai batu ureter.6

Pemeriksaan IVP (intravenous Pyelography) akan menghasilkan sebuah gambaran


yang disebut dengan pielogram. Pada pielogram normal, akan didapatkan gambaran
bentuk kedua ginjal seperti kacang. Kutub atas ginjal kiri setinggi vertebra Th11,
batas bawahnya setinggi korpus vertebra L3. Ginjal kanan letaknya kira – kira 2 cm
lebih rendah daripada yang kiri. Pada pernafasan, kedua ginjal bergerak, dan
pergerakan ini dapat dilihat dengan fluoroskopi. Arah sumbu ke bawah dan lateral
sejajar dengan muskuli psoas kanan dan kiri. Dengan adanya lemak perirenal, ginjal
menjadi lebih jelas terlihat. Hal ini terutama dapat dilihat pada orang gemuk . IVP
dilakukan dengan memasukkan bahan kontras tertentu ke dalam pembuluh darah di tangan,
bahan ini selanjutnya akan masuk ke sistem kemih dan dapat menimbulkan pencitraan

18
kontras terhadap pemeriksaan dengan sinar-X sehingga membantu dokter dalam menegakkan
diagnosis.

Sebagian besar batu pada ginjal terdiri atas calsium, zat kimia yang mengabsorbsi sinar-X
lebih banyak dari jaringan sekitarnya. Hal ini memberikan gambaran putih pada foto sinar-X.
Batu seperti ini dinamakan radiopaque.

CT /CAT Scan

CT/CAT Scan adalah tipe diagnosis sinar-X yang dapat memeriksa gambaran
potongan melintang dari suatu bagian tubuh. Pemeriksaan ini dapat membedakan batu
dari tulang atau bahan radiopaque lain.

Pemeriksaan USG

Batu pada saluran kemih dapat menghasilkan pantulan akustik pada pemeriksaan
dengan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengaplikasikan
alat ultrasonografi (transducer) pada daerah perut bagian bawah dan ginjal penderita,
kemudian gambaran yang dihasilkan dapat dilihat pada layar monitor. Prosedur ini
akan sedikit merepotkan pada pasien yang kelebihan berat badan. Hasil sonogram
pada penderita ini kurang baik karena impuls suara dari alat USG harus melewati
lebih banyak jaringan (terutama lemak) sehingga pantulan akustiknya kurang kuat.

Daftar pustaka

1. Irianto,kus.Stuktur dan fungsi tubuh manusia.2008.Bab 7.sistem pengeluaran.hal:224-


228.Yrama widya.Bandung

2. Sloane, ethel.Anatomi dan Fisiologi.2004.Bab 16.Sistem Urinaria.hal : 322-336.EGC.Jakarta

3. Snell,S Richard.Anatomi klinik.2006.Bab 6.Pelvis Bagian II cavitas pelvis.Hal 339.EGC.Jakarta

4. Santoso, Mardi. Pemeriksaan fisik dan diagnosis.2004.Bab 2.Anamnesa.Hal 2-3. Yayasan


diabetes Indonesia.Jakarta

5. Kurnia, yasavati dkk. Panduan ketrampilan medik.2009.blok 9.ketrampilan pemeriksaan fisik


abdomen.Hal 82-83.FK UKRIDA.Jakarta

19
6. Sudiono,Herawati dkk.Urinalisis.2008.Pemeriksaan Urin.hal 19-24.bagian PK UKRIDA.Jakarta

7. Rasad, Sjahriar dkk.Radiologi diagnostic.2004.bab 11.Traktus urinarius.hal 273.FK UI.Jakarta

20