Anda di halaman 1dari 8

Rangkuman Mata Kuliah

AUDIT MANAJEMEN

Disusun oleh:

Helga Leoni F0313013

Novi Wulandari F0313039

Ardi Bazanolo Z F0313071

Rennyta Dyah P F0313077

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

2016
BAB 1

Foundations of Internal Auditing

(Dasar-dasar Audit Internal)


Audit telah berkembang selama ribuan tahun, dan hari ini kita umumnya menggolongkan 2
jenis auditor:

- Auditor ekternal : Auditor eksternal disewa oleh pengawas yang berwenang untuk
mengunjungiperusahaan atau entitas dan untuk meninjau dan independen dalam
melaporkan hasil kajiantersebut. Tanggung Jawab utamanya adalah memberikan opini
atas laporan keuangan.
- Auditor Internal : IIA mendefinisikan praktek audit internal dengan cara ini:Audit
internal merupakan fungsi penilaian independen yang dibentuk dalam sebuah
organisasi untuk memeriksa dan mengevaluasi kegiatan sebagai jasa yang diberikan
kepada organisasi.
Audit internal adalah bidang yang lebih luas , Sebagai seorang karyawan atau
anggota dari suatu perusahaan, auditor internal secara independen mengkaji dan menilai
operasional secara luas dari berbagai area, seperti prosedur kantor akuntansi atau proses
kualitas manufaktur.

Audit internal adalah sebuah fungsi penilaian independen yang dibentuk dalam sebuah
organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan sebagai pelayanan kepada organisasi

Istilah internal yang didefinisikan sebagai pekerjaan yang dilakukan di dalam suatu
perusahaan, oleh karyawan sendiri, bukan oleh auditor eksternal, di luar pihak akuntan publik
atau pihak lain, seperti pemerintah pembuat peraturan, yang tidak secara langsung
merupakan bagian dari perusahaan tertentu atau perusahaan.

Hasil dari definisi IIA tentang audit internal meliputi sejumlah hal penting yang berlaku
untuk profesi.

 Istilah independen digunakan untuk audit yang bebas dari pembatasan yang dapat secara
signifikan membatasi cakupan ruang lingkup dan efektivitas dari setiap tinjauan auditor
atau laporan selanjutnya dari penemuan dan kesimpulan yang dihasilkan.
 Kata penilaian menegaskan kebutuhan dari sebuah evaluasi yang ditekankan oleh auditor
internal dalam mengembangkan kesimpulan mereka
 Kata dibentuk menegaskan bahwa audit internal adalah formal, fungsi yang pasti dalam
perusahaan modern.
 Ungkapan mengujian dan mengevaluasi menggambarkan peran aktif dari auditor
internal, yang pertama dari fakta-pertanyaan yang ditemukan dan kemudian untuk
keputusan evaluasi.
 Istilah kegiatannya menegaskan cakupan yurisdiksi yang luas dari pekerjaan audit
internal yang diaplikasikan untuk seluruh aktivitas dari perusahaan modern
 Kata pelayanan bahwa bantuan untuk komite audit, manajemen, dan anggota lain dari
perusahaan adalah produk akhir dari seluruh pekerjaan audit internal
 Ungkapan kepada organisasi menegaskan bahwa jumlah cakupan audit internal
berkaitan pada seluruh perusahaan, termasuk seluruh anggota, dewan direksi, dan komite
audit mereka, pemegang saham, dan pemilik lainnya.

Audit internal juga harus diakui sebagai sebuah kontrol organisasi dalam sebuah
perusahaan yang fungsinya oleh pengukuran dan pengevaluasian efektivitas dari kontrol
lainnya.

Auditor internal yang melakukan pekerjaannya secara efektif menjadi ahli dalam apa
yang dibuat untuk kemungkinan rancangan terbaik dan implementasi dari seluruh tipe
pengontrolan dan praktek yang diinginkan. Keahlian ini termasuk pemahaman antarhubungan
dari variasi kontrol dan kemungkinan integrasi terbaik mereka dalam total sistem kontrol
internal.

Auditor internal dapat membantu usaha tanggung jawab individual menghasilkan lebih
efektif oleh penilaian kontrol yang ada dan menyediakan sebuah dasar untuk membantu
mengembangkan kontrol tersebut. Sebagai tambahan, karena auditor internal sering memiliki
sebuah pengetahuan yang baik dan pemahaman pada banyak unit organisasi dalam sejumlah
perusahaan, tingkat pemahaman mereka seringkali melebihi orang lain kebanyakan.

Sejarah Audit internal dan Latar Belakangnya

Perusahaan bisnis tahun 1940an, ketika audit internal modern baru dimulai,
mensyaratkan sebuah keterampilan yang sangat berbeda dari bisnis yang berlaku hari ini.
Sebagai contoh, disamping dari beberapa perangkat elektromekanik dan kegiatan dalam
laboratorium penelitian, sistem komputer digital belum ada. Perusahaan tidak membutuhkan
program komputer hingga komputer mulai berguna untuk penyimpanan arsip dan
komputerisasi lainnya serta fungsi akuntansinya. Secara bersamaan, perusahaan belum
terkoneksi dengan telepon secara bersamaan; Operator penghubung seluruh panggilan masuk
untuk sejumlah nomor yang dibatasi pada layar telepon. Sekarang ini, kita seluruhnya
terkoneksi secara cepat, menggunakan otomisasi web diseluruh dunia sebagai telekomunikasi
dan internet. Peningkatan yang kompleks dari bisnis modern dan perusahaan lain telah
menciptakan kebutuhan untuk auditor internal menjadi spesialis dalam variasi pengontrolan
bisnis. Kita juga bisa mengerti lebih baik dari sifat audit internal sekarang ini jika kita tahu
sesuatu tentang perubahan kondisi di masa lalu dan perbedaan kebutuhan yang berubah
tercipta.

Pada tingkat yang paling primitif, sebuah penilaian-sendiri atau fungsi audit internal
dapat ada ketika seseorang duduk kembali dan mensurvey sesuatu yang dia lakukan.

Jika orang kedua terlibat dalam aktivitas ini, fungsi penilaian akan diperluas termasuk
dalam sebuah evaluasi dari partisipasi orang kedua dalam usaha yang keras. Pada bisnis kecil,
pemilik atau manajer akan melakukan peninjauan untuk beberapa tingkat untuk seluruh
karyawan perusahaan. Pada seluruh situasi tersebut, penilaian atau fungsi audit internal
adalah dilakukan secara langsung sebagai sebuah bagian dari sebuah peran dasar
manajemen.Namun, sebagai operasional dari sebuah perusahaan menjadi lebih produktif dan
kontak dengan seluruh operasional untuk tinjauan efektivitas secara lebih memuaskan dari
kinerja perusahaan. Tanggung jawab ini harus didelegasikan.

Secara dini auditor internal ditinjau sebagai sebuah orientasi pemeriksa keuangan dari
arsip dan lebih pada sebuah “kebijakan perusahaan” dari pada seorang teman sekerja. Pada
beberapa perusahaan, auditor internal telah bertanggungjawab major untuk mengecek
rekonsiliasi pembatalan penggajian dengan laporan bank, atau mengecek secara matematis
pada dokumen bisnis yang berlaku. Sebagaimana yang disebutkan, auditor internal pada
banyak perusahaan ritel seringkali bertanggung jawab untuk merekonsiliasi kas penjualan
harian untuk mengarsipkan data penjualan yang diterima.
Audit internal sekarang ini melibatkan sebuah spektrum yang lebih luas dari tipe
akitivitas operasional dan tingkat yang meliputinya. Audit internal telah beralih menjadi
sebuah aktivitas staff yang sekiranya terkait dengan departemen pengawas, dan peran audit
internal yang berkelanjutan didefinisikan kembali. SOx telah menjadi pendorong utama
perubahan untuk auditor internal dalam Amerika Serikat dan kemudian seluruh dunia. Ketika
auditor internal pernah memiliki sejumlah hubungan pelaporan dengan dewan komite audit,
SOx telah diperkuat dan diresmikan hubungan pelaporannya. Namun, dalam beberapa
perusahaan lain, audit internal yang terus berfungsi yang hanya pada tingkat kepatuhan yang
rutin. Pada situasi lainnya, audit internal masih terintegrasi sangat erat dengan aktivitas
akuntansi reguler dan membatasi hampir semua pekerjaan auditnya untuk area keuangan
yang ketat. Pengecualian ini tidak mencerminkan kemampuan potensial dari auditor internal
modern. Mereka mungkin juga mencerminkan kekurangan dari kemajuan sikap dalam
keseluruhan perusahaan.

Auditor internal modern adalah secara resmi dan secara aktif melayani dewan audit
komite, dan kepala audit eksekutif (CAE) secara langsung dan tingkat aktif dari komunikasi
dengan komite audit yang sama. Situasi ini mencerminkan kemajuan yang lebih besar dalam
cakupan audit internal dan tingkat pelayanan untuk semua area perusahaan. Profesi audit
internal dengan sendirinya, melalui dedikasi perkembangan-diri, telah berkontribusi untuk
kemajuan ini dan telah mengatur langkah untuk kelanjutan tren ke depannya.

Dengan sebuah fokus dalam perkembangan terbaru dan teknologi, bagian dari buku ini
terbagi menjadi delapan bagian :

Bagian pertama : dasar dari Audit internal modern

Bagian dua : pentingnya kontrol internal

Bagian ketiga : merencanakan dan melakukan audit internal.

Bagian keempat : mengorganisir dan mengatur aktivitas audit internal.

Bagian kelima : dampak dari sistem informasi dalam Audit internal.


Bagian keenam : Audit Internal dan tata kelola perusahaan.

Bagian ketujuh : Profesi Auditor Internal.

Bagian kedelapan : Pensyaratan Konvergensi CBOK Profesi Audit Internal.

Tujuan kita bahwa bahan dalam chapter akan membantu seluruh auditor internal untuk
mengambil pengetahuan dan keahliannya dalam profesi mereka dan untuk manajemen serta
yang lainnya untuk memahami lebih baik praktik dari audit internal modern.

BAB 2
Internal audit’s common body of knowledge
( Bagian Umum Pengetahuan Audit Internal)

Profesi audit internal terus-menerus menghadapi area dimana mereka diharapkan


untuk menguntungkan seseorang dan pengetahuan profesional untuk menilai mereka dalam
kinerja audit internal.
Area pengetahuan ini datang dari perkembangan industri, perubahan standar yang
diperkenalkan oleh Institut Auditor Internal (IIA) atau lainnya, perubahan teknologi seperti
yang digunakan oleh layanan Internet baru, atau hanya ide yang baik yang berkembang dari
auditor internal berdasarkan motto IIA ‘kemajuan melalui pertukaran’.
Bagaimanapun, auditor internal pada semua level yang diharapkan untuk memperoleh
pengetahun pada sebuah variasi yang luas dari area, beberapa bersifat unik terhadap sebuah
perusahaan individual atau area produk sementara yang lainnya mencakup praktik umum dari
audit internal.
Apa itu CBOK ?
CBOK diberbagai profesi diartikan sebagai batas minimum kecakapan yang dibutuhkanuntuk
kinerja yang lebih efektif dalam suatu profesi tersebut. Dibanding menaruh semua pengetahuan dibidang yang
mana praktisi, seperti misalnya internal auditor, perlu terlihat ahli dalam profesi tersebut, suatu CBOK lebih
memfokuskan padapengetahuan minimal yang diperlukan oleh setiap professional dalam disiplin ilmu
tersebut untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif.
CBOK juga merujuk pada berbagai organisasi profesional yang yang dikembangkanatau berusaha
dikembangkan untuk CBOK organisasi tersebut. Contohnya : BAI (Bank Administration Institute) yang
membuat CBOK sebagai acuannya terutama dalam halrisikonya.
Hubungan antara CBOK dengan pengetahuan lainnya bagi seorang internal auditor
dapat dilihat pada gambar berikut:

Institute of Internal Auditor’s Research Foundation CBOK

Audit internal dikembangkan dari suatu dukungan utama akuntansi dan pengecekan
keakuratan matematika, hingga evaluasi pengendalian internal spesialis saat ini. Profesi
auditor internal memiliki sejarah yang panjang. Berdasarkan International Standards for the
Practice of Internal Auditing IIA, auditor internal saat ini bekerja di perusahaan, organisasi
non-profit, dan seluruh kantor pemerintahan.

Diluar standar yang telah dibuat IIA dan beberapa review persyaratan legal audit
internal. Tidak terdapat aturan pasti mengenai panduan benar dan salah dalam praktek audit
internal. Selain itu, auditor internal saat ini mengikuti sejumlah besar praktek terbaik dibawah
keseluruhan panduan dari standar IIA. Banyak praktek terbaik audit internal yang
dikomunikasikan dari satu auditor ke auditor lainnya melalui publikasi dan aktivitas IIA,
mengikuti motto “Progress through Sharing (Kemajuan melalui Berbagi)” mereka. Meski
demikian, setelah bertahun-tahun, audit internal profesional menunjukkan kebutuhan akan hal
yang lebih formal dan pengembangan dalam CBOK audit internal. Lembaga Riset IIA (the
IIA Research Foundation-IIARF) meluncurkan upaya utama pada tahun 2006 untuk
mengembangkan semacam CBOK untuk profesi audit internal. Hasil awalnya pada tahun
2008, dipublikasikan pada studi riset pertengahan tahun 2007.

Tujuan yang dinyatakan oleh survey ini mencakup dan menggambarkan bagian dari
praktek audit internal profesional diseluruh dunia, termasuk:

 Pengetahuan dan kemampuan dalam proses auditor internal


 Kemampuan dan tingkat peorganisasian yang digunakan untuk praktek kerja audit
internal
 Kewajiban yang dapat ditunjukkan auditor internal
 Struktur organisani audit internal
 Beberapa tipe industri yang mempraktekan audit internal
 Regulasi lingkungan di beberapa negara
CBOK IIARF bertujuan mendokumentasikan pemahaman tentang peran nilai tambah
unik yang dimiliki audit internal perusahaan di seluruh dunia, berdasarkan pemahaman ini,
suatu tujuan CBOK IIARF menjasi lebih baik dalam menentukan masa depan audit internal
dan memastikan bahwa hal tersebut berisi “semangat dan kontribusi relevan terhadap
perusahaan”.

Sayangnya, tujuan CBOK IIARF tidak mengembangkan seperangkat standar level tinggi
dalam pelaksanaan audit internal, seperti pendekatan yang digunakan dalam PMBOK PMI
maupun praktek terbaik untuk Perpustakaan Informasi Teknologi Infrastruktur (Information
Technology Infrastructure Library—ITIL). IIARF ditujukan hanya untuk memperoleh
pengetahuan yang lebih baik mengenai aktivitas dan tugas auditor internal saat ini dalam
berbagai bagian unit IIA di seluruh dunia dan operasi individu seperti fungsi kepala audit
internal termasuk Chief Audit Executives (CAEs), manajer audit, senior audit
internal/supervisor, staf, dan hal lainnya yang terkait audit internal.

Meskipun disebut sebagai CBOK, pendekatan IIARF tidak menentukan seperangkat


pengetahuan umum akan praktek terbaik audit internal melainkan untuk mensurvei apa yang
dilakukan auditor internal disaat praktek publikasi studi dari negara ke negara. Untuk
mengembangkan studi IIARF, sebuah tim kontraktor dikontrak, format rinci standar survey
dikembangkan, dan survey ini dikirim kepada 9000 fungsi individual audit internal.

Survey CBOK IIARF dilakukan terhadap survei tipe-pelanggan yang serupa dimana
partisipan ditanyai untuk bersedia memberikan tanggapan atas pertanyaan berdasarkan skor 1
sampai 5 untuk setiap pertanyaan. Tanggapan dengan skor 5 berarti responden sangat setuju
dengan pertanyaan survey, skor 4 berarti setuju, dan skor 1 mengindikasikan responden
sangat tidak setuju dengan pertanyaan survey. Hasilnya akan dipubikasikan sebagai nilai
tengah atas bebagai tanggapan; tidak ada nilai standar deviasi yang ditunjukkan dalam
tingkatan tanggapan-tanggapan tersebut.

Kelemahan survei ini ialah hasil dari survei tersebut dapat membingungkan. Selain itu,
survei ini juga tidak dapat menghasilkan informasi lebih lanjut yang dapat emndukung jenis
tanggapan atau variasi dari skor yang tercatat. Berikut ini 3 pernyataan evaluasi CBOK
IIARF yang berada di bawah skor 4 dan diatas skor 3,5:

1. Kegiatan Internal audit anda membawa sebuah pendekatan sistematis untuk


mengevaluasi keefektivan proses penguasaan.
2. Cara aktivitas internal audit kita menambah nilai untuk proses penguasaan adalah
melalui akses langsung kepada komite audit.
3. Ijin dengan IIA’s Standard s for the Professional Practice of Internal Auditing adalah
sebuah factor kunci dari kegiatan audit internal anda untuk menambah nilai untuk
proses penguasaan.

Dengan laporan seluruh level responden yang relatif rendah untuk pertanyaan-pertanyaan ini,
maka perhatian beberapa manajemen audit internal harus dipusatkan pada hal ini. IIA
menyatakan merencanakanm untuk memperbarui studi CBOK IIARF setiap tiga tahun dan
menunjukkan rencana umum untuk mengembangkan dan melepas produk lain dan penawaran
untuk meningkatkan dan membangun CBOK audit internal.

CBOK IIARF tidak memberi pedoman dalam praktek terbaik audit internal. CBOK IIRF
hanya memberikan gambaran garis bersar aktivitas audit internal dan bagaimana
mempraktekannya. Standar IIA dibentuk melalui upaya keras komite relawan. Melalui bagian
IIA lokal mereka, auditor internal seharusnya bisa lebih terlibat dalam proses pengembangan
standar IIA. Yang paling penting ialah, standar IIA ini secara efektif menentukan body of
knowledge atau seperangkat praktik terbaik bagi audit internal.

WHAT DOES AN INTERNAL AUDITOR NEED TO KNOW ?

apa yang perlu diketahui oleh seorang auditor internal?

Seorang auditor internal semestinya mengembangkan pengetahuan umum mengenai esensi


dari seluruh topik yang dibahas dalam buku ini.

Auditor internal yang berpengalaman biasanya terspesialisasi dalam beberapa area dan
memliliki tingkatan yang lebih besar atas pengetahuan industri spesifik. Bagaimanapun
perusahan manufaktur industri alat berat atau yang menyediakan beberapa jasa financial,
seorang auditor internal berpengalaman seharusnya mengembangkan kemampuan dan
pengetahuan mengenai bagian spesifik tersebut.

Pengetahuan tersebut bisa didapat dari membaca publikasi industry-spesifik, menghadiri


pameran perdagangan , atau hanya mendengar lebih banyak. Setelah memperbanyak
pengetahuan tentang industry-spesifik , seorang auditor internal dapat menggunakan beberapa
pengetahuan tersebut dan menggabungkannya dengan prinsip-prinsip audit secara layak.

MODERN INTERNAL AUDITING ‘S CBOK GOING FORWARD

Kita mengenal bahwa lapangan dan profesi dari internal auditing adalah luas. IIA telah
memgumumkan rencana utama untuk membangun dan memperluas IIARF CBOK itu sendiri
di tahun- tahun kedepan . Akan tetapi, pulikasi terbaru IIARF CBOK menemukan bahwa
akhir-akhir ini sejumlah auditor internal tidak mengikuti standar IIA , IIA mereview temuan
ini dan hanya menerbitkan lebih banyak materi dasar untuk kedepannya. Laporan praktek ini
menunjukan kebutuhan pengetahuan auditor internal secara nyata.