Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN

A. Analisis Situasi
Kecamatan Kintamani merupakan salah satu kawasan sejuk yang terletak di
wilayah Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Kecamatan Kintamani terdiri dari 48
desa/kelurahan. Desa Bayung Cerik adalah salah satu desa yang terletak di
Kecamatan tersebut. Desa Bayung Cerik merupakan salah satu desa yang
dijadikan lokasi bagi mahasiswa Universitas Udayana untuk
mengimplementasikan ilmu yang diperoleh saat kuliah serta Tri Dharma
Perguruan Tinggi yang merupakan prinsip dasar pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata
Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Udayana (KKN PPM
UNUD) 2018.
Desa Bayung terletak 9 km ke arah barat daya dari Desa Kintamani. Luas wilayah
Desa ini sekitar 401 km2 Suhu rata-rata harian wilayah ini sekitar 20 0 C. Secara
geografis, Desa Bayung Cerik berbatasan dengan desa di sekitarnya, yakni:
Di sebelah utara : Banjar Bukih
Di sebelah timur : Desa Mangguh
Di sebelah selatan : Desa Marga Tengah, Payangan
Di sebelah barat : Desa Lembean
Desa Bayung Cerik terdiri atas sebuah desa dengan sebuah banjar dinas
yang mencangkup dua buah banjar adat. Saat ini, desa Bayung Cerik dipimpin
oleh seorang kepala desa yaitu bapak I Wayan Kumpul yang didampingi oleh 3
perangkat desa lainnya yang terdiri atas seorang sekretaris desa, tiga orang kepala
seksi (KASI) dan tiga orang kepala urusan (KAUR). Pada tahun 2017, di desa
Bayung Cerik terdapat sebanyak 1128 penduduk yang terdiri atas 579 orang
penduduk laki-laki dan 549 orang penduduk perempuan dengan jumlah kepala
keluarga (KK) sebanyak 282 KK. Adapun presentase jumlah penduduk berusia
produktif mencapai lebih dari 50%.
Di desa Bayung Cerik terdapat berbagai fasilitas yang menunjang
kehidupan penduduk desa. Adapun fasilitas-fasilitas tersebut meliputi fasilitas
perkantoran/ pemerintahan yaitu sebuah kantor kepala desa yang bertempat di
pusat desa, fasilitas peribadatan dan sosial budaya yaitu pura-pura yang terdapat

1
di wilayah desa, fasilitas pendidikan yaitu sebuah sekolah dasar (SD) dan sebuah
tempat pendidikan anak usia dini (PAUD), fasilitas kesehatan yaitu sebuah
puskesmas pembantu (pustu) dan empat buah pos pelayanan terpadu (posyandu),
fasilitas transportasi yaitu jalan desa serta fasilitas komunikasi dan informasi.
PAUD di desa Bayung Cerik sudah berjalan selama + tiga tahun di mana
pada tahun 2017, terdapat sebanyak 40 orang siswa yang terdiri atas 20 orang
siswa di kelas nol kecil dan 20 orang siswa di kelas nol besar. Pustu di desa
Bayung Cerik yang dipimpin oleh seorang bidan merupakan satu-satunya tempat
bagi penduduk untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan di mana pustu
tersebut berada di bawah teritorial puskesmas Kintamani I. Posyandu di desa
Bayung Cerik pada tahun 2017 memiliki sebanyak 24 orang kader di mana
kegiatan rutin yang dilakukan di posyandu meliputi penimbangan bayi dan
pemeriksaan terhadap ibu hamil yang dipandu oleh kader posyandu. Akses jalan
di desa Bayung Cerik saat ini sudah diaspal sehingga mempermudah lalu lintas
kendaraan bermotor. Selain itu, di desa Bayung Cerik juga tidak terdapat kendala
sinyal dalam hal berkomunikasi dan penyebaran informasi.
Sebagian besar wilayah desa Bayung Cerik digunakan sebagai lahan
pertanian sehingga mayoritas (70%) penduduk bermata pencaharian sebagai
petani. Selain sebagai petani, ada juga sekitar 20% penduduk yang mengelola
usaha kecil dan menengah (UKM) serta 10% penduduk lainnya yang bekerja
sebagai pegawai swasta. Hasil utama pertanian adalah jeruk dengan dengan
beberapa hasil pertanian lainnya yang meliputi padi, pala wija, jagung, cabai,
kelapa, kopi dan tembakau.
Pentingnya kesadaran masyarakat dalam rangka meningkatkan potensi
desa menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan perekonomian
penduduk. Melalui kegiatan KKN-PPM UNUD yang dilakukan oleh mahasiswa,
kelompok kami ingin mengangkat tema kegiatan yaitu “pemberdayaan sumber
daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) desa Bayung Cerik
berlandaskan akhlak, budaya dan keilmuan”.
KKN-PPM UNUD dirancang sebagai salah satu upaya perwujudan Tri
Darma Perguruan Tinggi dan sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial
mahasiswanya sehingga mampu berkontribusi positif terhadap pembangunan

2
daerahnya. Daerah yang digunakan sebagai lokasi KKN-PPM adalah daerah yang
masih memerlukan perhatian dan bantuan terkait pembangunan yang berlangsung
di dalamnya, salah satunya yaitu di Desa Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani,
Kabupaten Bangli. Oleh karena itu, melalui pelaksanaan kegiatan KKN-PPM
diharapkan dapat memberdayakan penduduk untuk meningkatkan potensi desa
Bayung Cerik menjadi lebih baik dari segi produktivitas, kesehatan dan destinasi
pariwisata.

B. Identifikasi Permasalahan
Berdasarkan survei, observasi lapangan dan wawancara yang telah dilakukan
kepada perangkat Desa Bayung Cerik, khususnya kepala desa ditemukan beberapa
permasalahan maupun potensi yang dapat dikembangkan di wilayah Desa Bayung
Cerik. Adapun permasalahan tersebut dijelaskan lebih lanjut melalui tabel di
bawah ini:

SUMBER
NO PERMASALAHAN LOKASI
(P/M/D)
1. Adanya penyakit yang
menyerang tanaman jeruk Desa Bayung
P
sehingga menurunkan Cerik
produktivitas.

2. Hampir sebagian besar luas lahan Desa Bayung P


di Desa Bayung Cerik merupakan Cerik, Tempekan
lahan perkebunan jeruk. Kebun Sekunjeng
jeruk terlihat di sepanjang jalan di
Bayung Cerik, dari awal masuk
desa sampai pada ujung desa
yang berbatasan langsung dengan
gianyar. Sisi geografis desa juga
memiliki lahan yang berbukit dan
lembah lengkap dengan sungai
dan air terjun. Oleh karenanya

3
Desa Bayung Cerik berpotensi
untuk memiliki objek wisata desa
baik itu wisata alam maupun
wisata agro.

Namun saat ini, di sekitar sungai


dan air terjun tersebut masih
terkendala infrastruktur. Akses
jalan baru di buka sekitar 5 tahun
lalu, tetapi belum layak dilalui
kendaraan. Jalan tersebut bisa
menghubungkan Kecamatan
Kintamani dengan Kecamatan
Payangan, Gianyar yang
berlokasi di Tempekan
Sekunjeng, Bayung Cerik.

3. Kurangnya penggunaan APD dan


Desa Bayung
penerapan PHBS di kalangan P
Cerik
petani.

4. Belum adanya skrining kelainan Desa Bayung


P
penglihatan pada siswa SD. Cerik

5. Belum adanya skrining terhadap Desa Bayung


P
kejadian PTM. Cerik

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12. Kantor Desa Bayung Cerik saat Kantor Desa P
ini sedang melakukan penataan, Bayung Cerik
khususnya pada bagian lansekap
yaitu penanaman tanaman hias
dan pembuatan kolam hias.

4
Penataan ini juga dilakukan
dalam rangka mengikuti lomba
adipura.

13. Cuci tangan

C. Tujuan dan Manfaat


 Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Bayung Cerik mengenai cara
pengendalian hama dan penyakit tanaman jeruk serta bahaya penggunaan
pestisida jangka panjang bagi kesehatan manusia
2. Mempromosikan kesehatan dan keselamatan kerja pada petani jeruk di Desa
Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
3. Meningkatkan pemasaran hasil pertanian jeruk di Desa Bayung Cerik berbasis
ilmu pengetahuan dan teknologi
4. Meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan perilaku remaja sehat
(kesehatan reproduksi, pernikahan dini, NAPZA, dan HIV/AIDS)
5. Meningkatkan kualitas ternak sapi dan babi di Desa Bayung Cerik, Bangli
6. Melakukan deteksi dini penyakit hipertensi melalui tenda tensi
7. Meningkatkan kesehatan melalui kaderisasi dokter kecil dan UKS
8. Meningkatkan pengetahuan bahasa asing siswa SD melalui program
pembelajaran tambahan untuk siswa Sekolah Dasar Negeri Bayung Cerik,
Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
9. Meningkatkan pengetahuan rabies melalui penyuluhan rabies bagi masyarakat
Desa Bayung Cerik
10. Meningkatkan lahan hijau dan tepat guna melalui penanaman Tanaman Obat
Keluarga (Toga) dan Penataan Ruang di SDN Bayung Cerik
11. Optimalisasi pembangunan pura melalui perancangan landscape pura berbasis
Tri Hita Karana

 Manfaat
1. Bagi mahasiswa, dapat meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa
terhadap lingkungan sosial di desa Bayung Cerik. Diharapkan mahasiswa
mampu bersosialisasi dengan masyarakat setempat dengan mengetahui tata
cara berinteraksi dalam kehidupan sosial desa serta meningkatkan soft skill dan
hard skill melalui pengalaman yang diperoleh saat membantu masyarakat desa

5
sehingga hal tersebut dapat dijadikan sebagai pembelajaran hidup untuk masa
mendatang.
2. Bagi perguruan tinggi, dapat menjadikan Perguruan Tinggi lebih terarah dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan terhadap mahasiswa, melalui umpan balik
dari hasil integrasi mahasiswa dengan masyarakat. Selain itu, kegiatan melalui
kegiatan KKN-PPM juga dapat mengembangkan IPTEK dengan berkerja
bersama pemerintah dalam penyelesaian berbagai masalah pembangunan
maupun permasalahan lainnya dalam masyarakat.
3. Bagi masyarakat, dapat meningkatakan taraf kesehatan, kebersihan serta
kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis lingkungan
yang ke de-pannya dapat diimplementasikan oleh masyarakat serta
meningkatkan produktivitas pemanfaatan SDA di desa Bayung Cerik. Selain
itu, terciptanya lingkungan yang sehat diharapkan dapat mempengaruhi SDM
yang ada di desa baik dari segi mental tentang pentingnya kebersihan
lingkungan dan pola hidup bersih bagi masyarakat di desa Bayung Cerik.
4. Bagi pemerintah, dapat membantu dalam memperoleh pembaharuan informasi
yang berguna dalam efektifitas pembangunan di daerah. Se-lanjutnya,
pemerintah diharapkan dapat membentuk kader-kader pelopor pembangunan di
antara masyarakat desa yang akan menghasilkan kesinambungan pembangunan
dan meningkatkan kemampuan berfikir dalam bertindak di antara masyarakat
desa agar sesuai dengan program pembangunan yang dilaksanakan oleh
pemerintah.

 Kelompok Sasaran
1. Kelompok usia produktif dan Lansia Desa Bayung Cerik, Kecamatan
Kintamani, Kabupaten Bangli
2. Siswa PAUD dan sekolah dasar Desa Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani,
Kabupaten Bangli
3. Sekaa Teruna-Teruni Desa Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten
Bangli
4. Kelompok Petani Desa Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten
Bangli
5. Masyarakat umum Desa Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten
Bangli.

6
BAB II
REALISASI PENYELESAIAN MASALAH

A. Tema dan Program


 Tema
Tema dari pelaksanaan KKN PPM Unud 2018 di Desa Bayung Cerik adalah
“Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA)
desa Bayung Cerik berlandaskan Akhlak, Budaya dan Keilmuan”. Dari tema di
atas dapat dibagi menjadi beberapa sub tema yang kami jadikan sebagai program
pokok, yaitu:

7
1. Penyuluhan Mengenai Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman
Jeruk serta Bahaya Penggunaan Pestisida Jangka Panjang bagi Kesehatan
Manusia
2. Promosi Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Petani Jeruk di Desa
Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
3. Pemasaran Hasil Pertanian Jeruk di Desa Bayung Cerik Berbasis Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IT)

Non Tema
Selain program tema, terdapat beberapa program pokok non tema lainnya
antara lain sebagai berikut:
1. Pendidikan Perilaku Remaja Sehat (Kesehatan Reproduksi, Pernikahan
dini, NAPZA dan HIV/AIDS)
2. Peningkatan Kualitas Ternak Sapi dan Babi di Desa Bayung Cerik, Bangli
3. Deteksi Dini Penyakit Hipertensi Melalui Tenda Tensi
4. Peningkatan Kesehatan Melalui Kaderisasi Dokter Kecil dan UKS
5. Program Pembelajaran Tambahan untuk Siswa Sekolah Dasar Negeri
Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
6. Penyuluhan Rabies bagi Masyarakat Desa Bayung Cerik
7. Penanaman Toga dan Penataan Ruang di SDN Bayung Cerik
8. Perancangan Landscape Pura Berbasis Tri Hita Karana

 Jadwal Pelaksanaan
KKN PPM ini dilaksananakan selama lima minggu, yakni berlangsung dari
tanggal 21 Juli 2018 sampai dengan 27 Agustus 2018. Tim KKN-PPM UNUD
2018 yang terlibat dalam pelaksanaan program ini sebanyak 22 orang. Pembagian
pelaksanaan bidang kegiatan disesuaikan dengan disiplin ilmu dan alokasi waktu
yang dimiliki masing-masing mahasiswa. Pengerjaan kegiatan KKN-PPM di Desa
Bayung Cerik dibagi menjadi 4 bidang yang akan melaksanakan masing-masing
program kegiatan yang mengacu pada tema yang telah disepakati dan sesuai
dengan disiplin ilmu.

8
9
BAB III
PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA KEGIATAN KKN PPM

A. Program Pokok
Program pokok adalah program yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa
KKN PMM Unud 2018. Masing-masing mahasiswa bertanggung jawab penuh
terhadap program pokok baik secara kelompok maupun secara individual baik
secara imiah maupun operasional. Program pokok terdiri dari dua jenis program,
yaitu program pokok tema dan program pokok non tema. Total jumlah program
pokok minimal lima buah program dengan minimal satu program diantaranya
bersifat interdispliner dan minimal 1 diantaranya adalah program pokok tema.
Sedangkan, program pokok tambahan adalah program yang menjadi tanggung
jawab seorang mahasiswa KKN PPM Unud 2018 di luar tema dan disiplin ilmu
yang digeluti. Hal ini karena ada mahasiswa yang mempunyai ilmu dan
keterampilan tambahan di luar tema dan disiplin ilmu yang ditekuni di
perkuliahan. Mahasiswa tidak harus melaksanakan program pokok tambahan.
Dengan adanya keberagaman mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dalam
kelompok KKN PPM Unud 2018 di Desa Bayung Cerik, maka kami menyusun
berbagai program yang mengacu pada tema yang dipilih, yaitu Pemberdayaan
Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) desa Bayung Cerik
berlandaskan Akhlak, Budaya dan Keilmuan. Berikut adalah paparan program
kami yang dibagi menjadi program pokok tema, program pokok non tema
(tambahan), dan program bantu.
 Program Pokok Tema
1. Penyuluhan terkait Penyakit yang Menyerang Tanaman Jeruk
Sebagian besar penduduk Desa Bayung Cerik memiliki pekerjaaan
yang bergerak di bidang pertanian, yaitu budidaya tanaman jeruk. Setelah
dilakukan pengamatan serta melakukan wawancara singkat, ternyata ada
hama dan penyakit pada tanaman jeruk yang sering kali muncul sehingga
menyebabkan menurunnya hasil produksi petani. Untuk contoh nyata
dilapangan adalah adanya lalat buah dan penyakit diplodia yang sudah
sangat sering meresahkan para petani di Desa Bayung Cerik. Biasanya

10
langkah yang diambil oleh para petani untuk menangani kasus ini adalah
langsung melakukan penyemprotan terhadap tanaman jeruknya. Banyak
petani yang melakukan penyemprotan dengan dosis yang tidak sesuai
dengan anjuran dari pemerintah.
Kebanyakan petani memberikan dosis berdasarkan perkiraan mereka
saja tanpa memperhatikan anjuran pemakaian. Penggunaan pestisida yang
tidak tepat cara dan tidak tepat dosis dapat mengakibatkan hama dan
penyakit menjadi resisten sehingga hama dan penyakit sulit untuk
dikendalikan. Tidak heran juga apabila kita melihat banyak pohon-pohon
jeruk yang sudah dipotong oleh para petani agar penyakitnya tidak
menyebar ke tanaman yang berada disebelah.
Melihat fenomena tersebut, maka peserta KKN PPM Unud yang
berada di Desa Bayung Cerik memberikan solusi bagi petani dengan cara
melakukan penyuluhan terkait penyakit yang menyerang tanaman jeruk
dimana peserta KKN melakukan penyuluhan dengan metode blusukan,
yaitu kami mendatangi para petani di kebun masing-masing.
a. Persiapan
Hal yang kami lakukan sebelum melakukan kegiatan adalah melakukan
koordinasi dengan Kepala Desa mengenai tanggal yang tepat dan tidak
berbenturan dengan kegiatan yang ada di desa nantinya, dan juga
menanyakan tempat pelaksanaan kegiatan. Telah dilakukan juga koordinasi
terkait tanggal pelaksaan kegiatan kepada kelompok tani yang ada di Desa
Bayung Cerik dan juga kepada Dosen Fakultas Pertanian. Selain itu,
dilakukan juga survei lokasi ke beberapa ladang milik petani Bayung Cerik
untuk mendapatkan informasi hama dan penyakit jeruk yang saat ini
menyerang serta jenis pestisida yang sering digunakan dan cara melakukan
penyemprotan.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Setelah dilakukan persiapan terkait dengan tanggal dan tempat
pelaksaan, ternyata ada beberapa kendala yang didapat di lapangan, salah
satunya yaitu padatnya jadwal kegiatan di Desa Bayung Cerik akibat
adanya persiapan pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya (Ngaben) yang
mengakibatkan kegiatan kita tidak berjalan sesuai dengan apa yang telah

11
kita rencanakan. Untuk menyikapi hal tersebut, maka muncul ide berupa
pelaksanaan penyuluhan langsung kepada petani yang ada di kebun dengan
berbekal ilmu yang didapat dari kampus maupun dari internet, dimana
kegiatan ini juga bersamaan dengan kegiatan penyuluhan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS) serta Alat Perlindungan Diri (APD) oleh bidang
Kesehatan Masyarakat.
Meskipun kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan rencana awal,
tapi kegiatan tetap dapat berlangsung dengan baik walaupun cara dan
langkah kerjanya berbeda. Kegiatan yang kami lakukan berjalan lancar dari
hari pertama hingga hari terakhir. Dan pada akhirnya kegiatan ini tidak
hanya berdampak positif bagi petani saja, tetapi berdampak positif
terhadap mahasiswa juga, karena para mahasiswa juga mendapat
pengetahuan juga dari para petani yang telah dikunjungi, hal ini dapat
terjadi karena selain kami melakukan penyuluhan terkait penyakit pada
tanaman jeruk juga sekaligus dilakukan diskusi bersama.
Dengan ini diharapkan pasca penyuluhan ini, petani jeruk Desa Bayung
Cerik mendapatkan ilmu yang memadai dalam mengendalikan hama dan
penyakit tanaman jeruk, sehingga di masa yang akan datang kualitas
produksi jeruk dapat meningkat.
c. Jadwal Kegiatan
Alokasi
No. Tanggal Rincian Kegiatan
Waktu
1. Selasa, 24 Juli Melakukan koordinasi dengan
2018 kepala desa dan juga
kelompok tani, serta 5 jam
melakukan survei lokasi
pertanian jeruk.
2. Jumat, 26 Juli Kunjungan ke ladang petani
2018 di Bayung Cerik dan di
Sekunjeng untuk mengetahui
7 jam
informasi mengenai hama dan
penyakit jeruk

3. Kamis, 16 Persiapan materi mengenai


4 jam
Agustus 2018 hama dan penyakit pada jeruk
4. Jumat, 17 Agustus Penyuluhan ke petani yang
2018 kebunnya terletak di 4 jam
Sekunjeng.

12
5. Sabtu, 18 Agustus Penyuluhan ke petani yang
2018 kebunnya terletak di Bayung 5 jam
Cerik.

d. Kendala
Terdapat kendala yang kami temukan pada saat sebelum pelaksaan
kegiatan dan ada pula kendala yang kami peroleh pada saat melakukan
kegiatan. Salah satu kendala yang kami dapat sebelum pelaksanaan
kegiatan adalah terlalu padatnya acara di Desa Bayung Cerik, yang
mengakibatkan Kepala Desa tidak dapat memberikan tanggal yang kosong,
sehingga pada akhirnya Kepala Desa juga memberikan saran agar kegiatan
sosialisasi kemudian diganti atau dimodifikasi.
Setelah mendapatkan ide untuk memodifikasi acara penyuluhan ini,
di lapangan kami menemukan kendala lagi yaitu kami tidak dapat melihat
langsung dari jalan apakah ada petani atau tidak di kebun tersebut. Serta
kendala yang tidak diprediksikan yaitu kendala mengenai cuaca yang pada
saat kegiatan agak gerimis.
e. Solusi
Untuk mengatasi kendala yang muncul, kami telah melakukan rapat
dan menemukan satu ide yaitu melakukan penyuluhan tetapi tidak seperti
seminar, melainkan dengan menerapkan metode blusukan. Tetapi hal itu
tidak mudah dilakukan, dimana kami harus terlebih dahulu mencari tahu
informasi dari petani jeruk di desa mengenai permasalahan dalam pertanian
jeruk, lalu mempelajari sendiri mengenai materi permasalahan yang
ditemukan tersebut serta solusi yang dapat diberikan sesuai dengan
keilmuan yang kami pelajari di bangku kuliah serta dari sumber-sumber
dari internet yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mengatasi kendala
selanjutnya, kami memutuskan untuk tidak hanya melihat dari jalan, tetapi
turun dan masuk langsung ke setiap lahan kebun tersebut untuk mencari
petani yang sedang bekerja. Terakhir, dengan memakai payung dan topi,
kendala cuaca dapat teratasi.

2. Perencanaan Objek Wisata Desa Bayung Cerik di Sekunjeng

13
Berdasarkan hasil survei awal, hampir sebagian besar luas lahan di Desa
Bayung Cerik merupakan lahan perkebunan jeruk. Kebun jeruk terlihat di
sepanjang jalan di Bayung Cerik, dari awal masuk desa sampai pada ujung
desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gianyar. Sisi geografis
desa juga memiliki lahan yang berbukit dan lembah lengkap dengan sungai
dan air terjun. Oleh karena itu, Desa Bayung Cerik berpotensi untuk
memiliki objek wisata desa baik itu wisata alam maupun agrowisata.
Namun, saat ini di sekitar sungai dan air terjun tersebut masih terkendala
infrastruktur. Akses jalan baru dibuka sekitar 5 tahun lalu, tetapi belum
layak dilalui kendaraan. Jalan tersebut bisa menghubungkan Kecamatan
Kintamani dengan Kecamatan Payangan, Gianyar yang berlokasi di
Tempekan Sekunjeng, Bayung Cerik.
Melihat potensi dan permasalahan tersebut, maka peserta KKN PPM Unud
memberikan solusi bagi pemerintah desa untuk mengembangkan lokasi
tersebut sebagai objek wisata desa. Solusi yang diberikan dalam bentuk
gambar konsep perencanaan objek wisata desa Bayung Cerik. Gambar
tersebut diharapkan dapat digunakan dalam penyusunan rencana jangka
panjang desa dan pada akhirnya dapat mengangkat perekonomian
masyarakat setempat.
a. Persiapan
Kegiatan persiapan diawali dengan berkoordinasi dengan kepala desa
Bayung Cerik, dan pemilik lahan di sekitar lokasi. Koordinasi yang
dilakukan, yaitu terkait perencanaan desa dalam jangka panjang, dan
keinginan pemilik lahan untuk mengembangkan lahan tersebut. Selain itu
kami juga melakukan survei lokasi untuk mengetahui situasi dan kondisi
awalnya.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Setelah adanya kesepahaman, maka dilanjutkan dengan pendataan site dan
melakukan brain storming mengenai konsep perencanaan objek wisata
yang cocok dikembangkan di Desa Bayung Cerik.
Luas lahan yang akan dikembangkan menjadi objek wisata yaitu sekitar 15
Ha. Di atas lahan tersebut dibangun berbagai fasilitas wisata, yaitu berupa

14
River Track, Orange Track, Selfi Spot, Open Space, Amphitheatre,
Wantilan, Coffee Shop, Restaurant, Kios, Office, tempat pengelolaan
sampah sementara.
c. Jadwal Kegiatan
Alokasi
No. Tanggal Rincian Kegiatan
Waktu
1. Sabtu 21 Juli 2018 Melakukan koordinasi awal
dengan perbekel tentang 2 jam
perencanaan program
2. Minggu, 22 Juli Survei awal ke lokasi site (di
2 jam
2018 Sekunjeng)
3. Senin, 23 Juli 2018 Survei awal ke lokasi site (di
3 jam
air terjun)
4. Selasa, 24 Juli 2018 Melakukan koordinasi lanjutan
dengan perbekel dan membuat 2 jam
kesepahaman tentang program
5. Sabtu, 28 Juli 2018 Survei lanjutan ke lokasi site
3 jam
(di campuhan)
6. Rabu, 1 Agustus Pengumpulan data
2018 s.d. Sabtu 4 12 jam
Agustus 2018
7. Sabtu, 4 Agustus Brain Storming dan
2018 s.d. Selasa, 21 penyusunan konsep 36 jam
Agustus 2018 pengembangan objek wisata
8. Minggu, 5 Agustus Pengerjaan Skematik Desain
2018 s.d. Selasa, 21 36 jam
Agustus 2018
9. Rabu, 22 Agustus Rendering/ Export Skematik
24 jam
2018 Desain

d. Kendala
Adapun kendala saat pelaksanaan program yaitu adanya kesulitan dalam
mendapatkan data site yang akurat, khususnya mengenai ukuran lahan.
Selain itu juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat
perencanaan yang matang sesuai dengan perencanaan desa.
e. Solusi
Untuk mengatasi kendala yang dihadapi, kami melakukan pengukuran
secara global yang cukup mewakili lahannya dan melakukan komparasi
dengan peta dari aplikasi google earth. Selain itu kendala terkait waktu

15
tersebut, diatasi dengan melakukan batasan terhadap perencanaan hanya
pada konsep pengembangan atau skematik desain.

3. Penyuluhan Penggunaan APD dan Penerapan PHBS


Pertanian merupakan sektor yang memegang peranan penting dalam
perekonomian Desa Bayung Cerik. Hal ini dikarenakan mayoritas warga
Desa Bayung Cerik bermata pencaharian sebagai petani, terutama petani
jeruk. Petani merupakan kelompok populasi yang berisiko terhadap
paparan bahaya di tempat kerja dan penyebaran penyakit terkait kontak
dengan bahan kimiawi, biologis, fisik dan lainnya. Para petani kerap kali
mengalami kontak dengan bahaya (hazards) di tempat kerja, baik yang
bersifat kimia, biologis, radiasi, fisik, elektrik, mekanik dan lainnya.
Perilaku perlindungan diri merupakan salah satu faktor terpenting yang
dapat dimodifikasi untuk mencapai terjadinya keselamatan kerja. Selain itu,
praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diperlukan untuk
mencegah penyebaran penyakit terkait pekerjaan.
Berdasarkan hal tersebut maka dipandang perlu untuk melakukan kegiatan
sosialisasi mengenai penggunaan APD dan penerapan PHBS. Penyuluhan
tentang pentingnya pengunaan APD dan penerapan PHBS kepada para
petani diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan petani
akan keselamatan di tempat kerja dan terhindar dari berbagai peyakit yang
tidak diinginkan.
a. Persiapan
Kegiatan persiapan diawali dengan berkoordinasi dengan Kepala Desa
Bayung Cerik, dan Kelompok Tani untuk membicarakan rangkaian
kegiatan yang akan dilakukan untuk melakukan Penyuluhan APD dan
PHBS pada Petani Jeruk di Desa Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani,
Kabupaten Bangli. Koordinasi dilakukan untuk membahas penetapan
waktu dan tempat pelaksanaan penyuluhan. Setelah itu kami mengadakan
survei ke beberapa ladang jeruk di banjar Bayung Cerik dan Tempekan
Sekunjeng untuk melihat perilaku petani jeruk dalam menggunakan Alat

16
Pelindung Diri (APD) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Selain itu dilakukan persiapan mengenai materi penyuluhan.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Setelah terjadi kesepakatan mengenai waktu dan tempat penyuluhan
dengan Bapak Kepala Desa beserta Kelompok Tani, maka Penyuluhan
APD dan PHBS pada Petani Jeruk di Desa Bayung Cerik, Kecamatan
Kintamani, Kabupaten Bangli dapat dilaksanakan. Dalam penerapan
kegiatan ini, penyuluh datang ke ladang-ladang masyarakat untuk
memberikan sosialisasi secara langsung. Dalam kegiatan sudah
dipersiapkan materi penyuluhan mengenai menggunakan Alat Pelindung
Diri (APD) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penggunaan
alat pelindung diri yang dijelaskan berupa penggunaan topi, kacamata
pelindung atau pelindung muka, pelindung pernapasan, pakaian kerja,
sepatu lars tinggi serta sarung tangan. Penyuluhan mengenai Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) lebih ditekankan pada penerapan cuci
tangan yang benar dengan sabun. Para petani sebagian besar sudah
mengetahui secara umum mengenai penggunaan APD dan perlunya cuci
tangan terutama setelah kontak dengan bahan-bahan pertanian namun
dalam penerapan di lapangan tidak semua petani menerapkan hal tersebut.
Disini kami menekankan konsekuensi apabila tidak menggunakan APD
dan menerapkan PHBS sehingga diharapkan dapat meningkatkan
kepatuhan para petani. Keseluruhan rangkaian kegiatan penyuluhan ini
berlangsung dengan lancar dan didukung oleh masyarakat. Diharapkan
pasca kegiatan penyuluhan ini seluruh lini masyarakat Desa Bayung Cerik
dapat meningkatkan dan menerapkan pengetahuannya mengenai cara
menjaga kesehatan kerja yang sudah dijelaskan dan dapat menyebarkan
informasi yang sudah mereka dapatkan ke warga sekitarnya.
c. Jadwal Kegiatan
Alokasi
No. Tanggal Rincian Kegiatan
Waktu
1. Selasa, 24 Melakukan koordinasi dengan kepala
Juli 2018 desa dan juga kelompok tani, serta
5 jam
melakukan survei lokasi pertanian
jeruk.

17
2. Jumat, 27 Kunjungan ke ladang petani di
Juli 2018 Bayung Cerik dan di Sekunjeng untuk
7 jam
mengetahui praktik penggunaan APD
dan PHBS di kalangan petani
3. Kamis, 16 Persiapan materi mengenai
Agustus penggunaan APD dan PHBS di 4 jam
2018 kalangan petani
4. Jumat, 17 Penyuluhan kepada petani yang
Agustus kebunnya terletak di Sekunjeng. 4 jam
2018
5. Sabtu, 18 Penyuluhan kepada petani yang
Agustus kebunnya terletak di Bayung Cerik. 5 jam
2018

d. Kendala
Adapun kendala saat pelaksanaan program adalah dalam memenentukan
tanggal yang tepat dikarenakan padatnya rangkaian upacara adat terkait
ngaben massal di Desa Bayung Cerik.
e. Solusi
Untuk mengatasi kendala yang dihadapi dilakukan koordinasi yang intensif
dengan kepala desa dan masyarakat sehingga mendapatkan waktu yang
tidak menganggu kegiatan sehari-hari para petani.

4. Skrining Kelainan Penglihatan pada Siswa SD


Kegiatan Skrining Kelainan Penglihatan pada Siswa SD ini bertujuan untuk
mendeteksi kelainan penglihatan pada siswa SD di Desa Bayung Cerik.
Dengan dilakukannya skrining kelainan penglihatan ini diharapkan dapat
mencegah gangguan penglihatan yang lebih buruk pada siswa SD di desa
Bayung Cerik sehingga secara tidak langsung dapat memaksimalkan
potensi akademis dan sosial siswa SD di Desa Bayung Cerik. Program
deteksi dini gangguan penglihatan pada siswa sekolah perlu dilakukan
mengingat belum adanya program skrining rutin dan perhatian terhadap
permasalahan kesehatan penglihatan. Kelainan penglihatan, khususnya
gangguan ketajaman penglihatan ini merupakan masalah pada masyarakat
yang akan selalu dijumpai selama tidak didapati adanya tindakan preventif
sejak dini. Skrining dan edukasi dipilih sebagai manajemen penurunan
tajam penglihatan karena dibandingkan dengan usaha mengkoreksi
18
kelainan refraksi maupun kelainan mata lainnya oleh ahli, usaha preventif
lebih bersifat hemat biaya dan dapat dilakukan oleh tenaga masyarakat
yang sudah terlatih.
a. Persiapan
Kegiatan persiapan diawali dengan berkoordinasi dengan Kepala Desa
Bayung Cerik, Bidan Desa serta pihak SDN Bayung Cerik untuk
membicarakan kegiatan yang kami akan laksanakan. Koordinasi yang kami
lakukan meliputi penetapan waktu dan lokasi pelaksanaan skrining
penglihatan. Kami juga menyiapkan alat untuk melaksanakan kegiatan
seperti snellen chart, penlight, buku ishihara; alat perekaman data seperti
alat tulis, dan form peserta serta ruang kelas yang akan dipergunakan.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Setelah terjadi kesepakatan dengan Kepala Desa Bayung Cerik, Bidan
Desa serta pihak SDN Bayung Cerik, kegiatan skrining dapat dilaksanakan.
Kegiatan ini diikuti oleh Siswa Kelas 5 dan 6 SDN Bayung Cerik.
Kegiatan diawali oleh pendaftaran peserta dimana peserta mengisi form
nama dan jenis kelamin. Skrining kelainan penglihatan yang dilakukan
antara lain pemeriksaan ketajaman penglihatan, segmen anterior mata,
kedudukan bola mata, gerakan bola mata, tekanan bola mata dan tes buta
warna. Kegiatan ini dilakukan selama 3 jam. Anak-anak diberikan
Konseling, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait kesehatan mata, dan hasil
pemeriksaan ini kemudian disampaikan pada pihak sekolah dan puskesmas
pembantu untuk ditindaklanjuti.

Dari hasil pemeriksaan didapatkan kelainan refraksi sebagai


gangguan penglihatan yang paling sering ditemui. Didapatkan sebanyak 6
orang dari 41 orang siswa dicurigai menderita kelainan refraksi.
Didapatkan 2 orang yang dicurigai menderita buta warna merah-hijau serta
2 orang yang dicurigai mengalami konjungtivitis.
c. Jadwal Kegiatan
No. Tanggal Rincian Kegiatan Alokasi Waktu
1. Rabu, 8 Agustus Melakukan koordinasi dan kerja 4 jam
2018 sama dengan kepala desa, bidan
desa dan pihak SDN Bayung

19
Cerik terkait skrining penglihatan
2. Minggu, 12 Perencanaan dan persiapan 6 jam
Agustus 2018 skrining kelainan penglihatan
3. Senin, 13 Agustus Pelaksanaan kegiatan skrining 3 jam
2018 kelainan penglihatan

d. Kendala
Peserta skrining yang merupakan siswa SD dimana perhatiannya mudah
teralihkan dan kadang tidak kooperatif saat dilakukan pemeriksaan.
e. Solusi
Metode skrining penglihatan dibuat semenyenangkan mungkin dan tidak
terlalu serius. Anak-anak yang belum mendapat giliran untuk pemeriksaan,
dihibur dengan permainan-permainan serta beberapa lagu agar anak-anak
tidak cepat bosan.

5. Skrining terhadap Penyakit Hipertensi, Diabetes Mellitus dan


Obesitas
Penyakit Tidak Menular (PTM) hingga kini masih menjadi penyebab
kematian yang cukup sering ditemukan di Indonesia. Penyakit tidak
menular sebenarnya dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko dan
mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut dari penyakit tersebut. Faktor
risiko PTM adalah suatu kondisi yang secara potensial berbahaya dan dapat
memicu terjadinya PTM pada seseorang atau kelompok tertentu. Faktor
risiko yang dimaksud antara lain kurang aktivitas fisik, diet yang tidak
sehat dan tidak seimbang, merokok, konsumsi alkohol, obesitas,
hiperglikemia dan hipertensi. Di Desa Bayung Cerik sendiri masih banyak
warga yang masih merokok, rutin mengkonsumsi kopi, dan belum
melakukan pengendalian terhadap faktor risiko pemicu PTM. Oleh sebab
itu, perlu dilaksanakan upaya dalam hal deteksi dini. Salah satu kegiatan
yang dapat dilaksanakan untuk mendeteksi adanya faktor risiko PTM
seperti hipertensi, obesitas dan hiperglikemia pada masyarakat adalah tenda
kesehatan. Tenda kesehatan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh
mahasiswa sebagai upaya untuk mendeteksi sedini mungkin adanya faktor
risiko PTM seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan obesitas

20
pada warga Desa Bayung Cerik sehingga dapat menjadi upaya untuk
mengendalikan faktor risiko PTM maupun mengurangi komplikasi yang
mungkin terjadi.
a. Persiapan
Kegiatan persiapan diawali dengan berkoordinasi dengan Kepala Desa
Bayung Cerik untuk membicarakan kegiatan yang kami akan laksanakan.
Koordinasi yang kami lakukan meliputi penetapan waktu dan lokasi
pelaksanaan tenda tensi. Kami juga menyiapkan alat untuk melaksanakan
kegiatan skrining seperti tensimeter, stetoskop, glukometer, strip gula
darah, blood lancet, handskun, timbangan dan meteran. Alat perekaman
data seperti alat tulis, dan form peserta juga kami siapkan dalam hal
dokumentasi pelaksanaan kegiatan.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Setelah terjadi kesepakatan dengan Kepala Desa Bayung Cerik dan Bidan
Desa maka kegiatan ‘Skrining terhadap Penyakit Hipertensi, Diabetes
Mellitus dan Obesitas’ dapat terselenggara. Pelaksanaan program
dilakukan sesuai dengan tempat dan waktu yang sudah disepakati
sebelumnya bersama pihak terkait. Pada pelaksanaannya terdapat 4 pos
yaitu pos pengecekan tekanan darah, pos pengecekan gula darah, pos
pengukuran tinggi badan dan berat badan serta pos Konseling Edukasi dan
Informasi (KIE). Kegiatan diawali oleh pendaftaran peserta dimana peserta
mengisi form nama, jenis kelamin dan umur. Selanjutnya dilaksanakan
pengecekan tensi, gula darah, tinggi dan berat badan. Setelah itu
dilaksanakan diskusi dan konsultasi antara peserta dengan anggota kami
yang bertugas sesuai dengan hasil pemeriksaan. Peserta juga diberikan obat
atau vitamin sesuai indikasi medis. Apabila terdapat kelainan dari hasil
pemeriksaan, maka peserta tersebut disarankan untuk berobat ke
puskesmas atau pustu terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan kemudian dilaporkan kepada puskesmas pembantu Desa
Bayung Cerik.
Dari total 103 orang peserta skrining, didapatkan 19 orang dengan suspek
pra hipertensi, 24 orang dengan suspek hipertensi grade I, 19 orang dengan

21
suspek hipertensi grade II, 2 orang dengan suspek Diabetes Mellitus Tipe
II, 15 orang termasuk dalam kategori berisiko berat badan lebih, 13 orang
termasuk dalam kategori Obese I, dan 1 orang termasuk dalam kategori
Obese II.
c. Jadwal Kegiatan
No. Tanggal Rincian Kegiatan Alokasi Waktu
1. Selasa , 31 Juli 2018 Melakukan koordinasi 3 jam
dan kerja sama dengan
kepala desa, bidan desa
Bayung Cerik terkait
skrining PTM.
2. Rabu, 1 Agustus 2018 Mempersiapkan alat-alat 6 jam
yang akan dipergunakan
saat pelaksanaan
program
Minggu, 5 Agustus Mempersiapkan tempat 3 jam
2018 yang akan dipergunakan
saat pelaksanaan
program
4. Senin, 6 Agustus 2018 Pelaksanaan program 8 jam
dan Selasa, 7 Agustus skrining PTM.
2018

d. d. Kendald. Kendala
Kendala yang dihadapi saat melaksanakan kegiatan tenda tensi adalah tidak
adanya kursi untuk melaksanakan kegiatan skrining di Balai Banjar
Bayung Cerik dan Sekunjeng.
e. Solusi
Untuk mengatasi kendala yang dihadapi, kami berinisiatif untuk meminjam
kursi kelas di SD Bayung Cerik. Hal tersebut kami awali dengan
berkoordinasi dengan kepala sekolah SD Bayung Cerik. Setelah diberikan
izin maka kami meminjam kursi di ruang kelas untuk digunakan pada
kegiatan skrining.

 Program Pokok Nontema


1. Penataan Lansekap di Kantor Desa Bayung Cerik

22
Pada awalnya program ini merupakan perencanaan penataan lansekap desa
Bayung Cerik. Lansekap desa merupakan salah satu indikator yang
menunjukkan kehidupan dan budaya masyarakatnya. Terlebih lagi Desa
Bayung Cerik mendapat kesempatan untuk mengikuti lomba Adipura yang
mana nantinya akan lebih memperkenalkan desa ini ke dunia luar. Oleh
karenanya lansekap desa sangat perlu untuk diperhatikan.
Akan tetapi saat koordinasi mengenai kepastian program dengan perbekel
saat baru mulai KKN, program ini dikerucutkan menjadi penataan lansekap
di kantor Desa Bayung Cerik. Hal ini dikarenakan pertimbangan mengenai
kemudahan untuk mewujudkannya.
Berdasarkar hasil survey lanjutan, di Kantor Desa Bayung Cerik memang
sedang melakukan penataan, khususnya pada bagian lansekap yaitu
penanaman tanaman hias dan pembuatan kolam hias. Penataan ini juga
dilakukan dalam rangka mengikuti lomba adipura. Pada saat yang hampir
bersamaan, di Desa Bayung Cerik juga ada kegiatan upacara Pitra Yadnya
yaitu Ngaben Massal. Semua masyarakat desa sibuk dalam kegiatan
tersebut.
Setelah koordinasi lebih lanjut dengan Perbekel Desa Bayung Cerik terkait
hal tersebut, kami peserta KKN PPM Unud turut menyumbang tenaga
untuk menanam tanaman hias dan pembuatan kolam hias di kantor desa.
Penataan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan keindahan di
kantor desa dalam menyambut lomba adipura.
a. Persiapan
Kegiatan persiapan diawali dengan berkoordinasi dengan kepala desa
Bayung Cerik. Koordinasi yang dilakukan, yaitu terkait penanaman
tanaman hias dan pembuatan kolam hias di kantor desa serta alat dan
bahannya. Selain itu kami juga melakukan survey lokasi yang akan
dibangun kolam hias. Untuk mempermudah pengerjaannya, kami membuat
gambaran konsep kolam hias yang akan dibuat sesuai dengan lokasi yang
disediakan.

23
Gambar 1. Visualisasi Kolam Hias di Kantor Desa Bayung Cerik.

b. Pelaksanaan dan Hasil


Setelah adanya gambar perencanaan kolam dan kesepakatan dengan
perbekel, kami mulai membantu penataan lansekap di kantor desa secara
fisik. Mulai dari penanaman tanaman hias pada tepi pagar kantor dan
membersihkan lokasi kolam hias. Kolam hias yang akan dibuat yaitu
memiliki kesan natural dengan batu alam, tebing-tebingan, dan
mengeluarkan suara percikan air dengan pancurannya. Kolam hias ini
dikerjakan selama 5 jam setiap harinya dengan pekerja aktif 6 orang.

c. Jadwal Kegiatan
Alokasi
No. Tanggal Rincian Kegiatan
Waktu
1. Sabtu 21 Juli 2018 Melakukan koordinasi awal
dengan perbekel tentang 2 jam
perencanaan program
2. Kamis, 26 Juli 2018 Survey awal 1 jam
3. Minggu, 29 Juli Melakukan koordinasi lanjutan
2018 dengan perbekel dan membuat 1 jam
kesepahaman tentang program
4. Senin, 30 Juli 2018 Pengumpulan data 2 jam
5. Selasa, 31 Juli 2018 Penggambaran Konsep Kolam
s.d. Rabu, 1 Agustus Hias 8 jam
2018
6. Kamis, 2 Agustus Penanaman Tanaman Hias di 3 jam

24
2018 Kantor Desa
7. Kamis, 2 Agustus Pengerjaan Kolam Hias
2 jam
2018
8. Sabtu, 4 Agustus Pengerjaan Kolam Hias
2018 s.d. Selasa 21 90 jam
Agustus 2018
9. Rabu, 22 Agustus Finishing
5 jam
2018
d. Kendala
Adapun kendala saat pelaksanaan program yaitu ketersediaan alat dan
bahan dari pihak desa yang sering tidak tepat waktu sehingga menghambat
perkerjaan.
e. Solusi
Untuk mengatasi kendala yang dihadapi, kami berinisiatif mencari alat dan
bahan alternatif seadanya di sekitar lokasi. Seperti batu-batu di sekitar
lapangan dan alat-alatnya minjam di tetangga sekitar.

2. Penyuluhan Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar pada Siswa
PAUD
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dapat mulai diajarkan kepada anak sejak
dini, untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan sebagai
upaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Upaya yang dapat dilakukan
pada usia anak-anak salah satunya adalah penerapan cara cuci tangan yang
baik dan benar. Cuci tangan merupakan salah satu tindakan yang mudah
dan murah untuk mencegah penyebaran penyakit. Tangan kita sendiri justru
seingkali menjadi perantara dari berbagai bakteri untuk masuk ke dalam
tubuh kita. Hasil yang maksimal dapat diperoleh dengan mengetahui teknik
mencuci tangan yang benar dan tentunya menggunakan sabun.
Berdasarkan aspek kesehatan masyarakat, khususnya pola penyebaran
penyakit menular, cukup banyak penyakit yang dapat dicegah melalui
kebiasan atau perilaku higienes dengan cuci tangan pakai sabun (CTPS),
seperti penyakit diare, demam tifoid, kecacingan, dan penyakit lainnya
yang menyebar melalui transmisi fekal-oral.
Perilaku cuci tangan, terlebih cuci tangan pakai sabun masih merupakan
sasaran penting dalam promosi kesehatan. Perilaku cuci tangan yang benar,

25
yaitu pakai sabun dan menggunakan air bersih yang mengalir akan dapat
menurunkan kejadian diare sampai 45%. Maka dari itu upaya promosi
kesehatan bermaterikan peningkatan cuci tangan dirasa sangat penting,
disini kami mensasar usia anak-anak agar sejak kecil sudah terbiasakan
untuk menerapkan perilaku cuci tangan yang baik benar.
a. Persiapan
Kegiatan persiapan diawali dengan berkoordinasi dengan Kepala Desa
Bayung Cerik, Bidan Desa serta pihak PAUD Desa Bayung Cerik untuk
membicarakan kegiatan yang kami akan laksanakan. Koordinasi yang kami
lakukan meliputi penetapan waktu dan lokasi pelaksanaan penyuluhan.
Kami juga menyiapkan alat untuk melaksanakan kegiatan seperti sabun
cuci tangan serta media edukasi berupa lagu.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Setelah terjadi kesepakatan dengan Kepala Desa, Bidan Desa serta pihak
PAUD Desa Bayung Cerik maka kegiatan ‘Cara Cuci Tangan yang Baik
dan Benar pada Siswa PAUD’ dapat terselenggara. Pelaksanaan program
dilakukan sesuai dengan tempat dan waktu yang sudah disepakati
sebelumnya bersama pihak terkait. Pemberian penyuluhan dilakukan
dengan media lagu. Para siswa dikumpulkan di depan ruang kelas dan
diajarkan cara cuci tangan yang benar dengan bernyanyi bersama, petugas
secara bersamaan memeragakan langkah-langkah cuci tangan. Setelah
diberikan contoh yang benar, para siswa diarahkan untuk secara mandiri
menerapkan cara cuci tangan tersebut di wastafel dengan sabun yang sudah
disiapkan. Setelah dilakukan penyuluhan cara cuci tangan yang benar,
pengetahuan para siswa PAUD mengenai cuci tangan mengalami
peningkatan dilihat dari sudah mampunya mereka untuk secara mandiri
mempraktekkan cara cuci tangan yang benar.

26
c. Jadwal Kegiatan
No. Tanggal Rincian Kegiatan Alokasi Waktu
1. Selasa, 24 Juli 2018 Melakukan koordinasi 3 jam
dan kerja sama dengan
kepala desa, bidan desa
dan pihak PAUD
Bayung Cerik terkait
penyuluhan cara cuci
tangan yang benar.
2. Jumat, 27 Juli 2018 Mempersiapkan materi 10 jam
dan alat-alat yang akan
dipergunakan saat
pelaksanaan program
3. Minggu, 29 Juli 2018 Mempersiapkan tempat 4 jam
yang akan
dipergunakan saat
pelaksanaan program
4. Senin, 30 Juli 2018 Pelaksanaan program 3 jam
penyuluhan cara cuci
tangan yang benar.

d. Kendala
d.d. Kendala
Peserta penyuluhan cuci tangan yang benar merupakan siswa PAUD
dimana perhatiannya mudah teralihkan dan kadang tidak kooperatif
serta tidak sepenuhnya dapat menyerap edukasi yang diberikan.
e. Solusi
Metode penyuluhan dibuat semenyenangkan mungkin dan tidak terlalu
serius yaitu berupa bernyanyi dan praktik bersama. Pengaturan anak-anak
peserta penyuluhan selama kegiatan juga memperbantukan guru-guru
PAUD.

Sw sxz
3. Deteksi Dini Penyakit Hipertensi Melalui Tenda Tensi

27
Kegiatan ini bertujuan untuk skrining penyakit tekanan darah tinggi,
khususnya di wilayah Desa Bayung Cerik, Kintamani, Bangli. Dari hasil
survei yang dilakukan, salah satu masalah yang terjadi di Desa Bayung
Cerik yaitu angka kejadian hipertensi yang masih tinggi. Tingginya angka
hipertensi tersebut tidak diikuti oleh tindakan preventif serta
penanggulangan yang berkelanjutan. Hal tersebut menyebabkan banyaknya
masyarakat yang menderita hipertensi kurang mendapatkan perhatian yang
seharusnya mereka peroleh. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya dalam
hal tindakan preventif dengan tujuan mengurangi komplikasi yang dapat
terjadi akibat dari tidak tertanggulanginya penyakit hipertensi di
masyarakat. Di akhir pengecekan tensi dilakukan diskusi kesehatan umum
termasuk diantaranya hipertensi sehingga diharapkan terjadi peningkatan
pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penanganan hipertensi yang
efektif dan berkelanjutan. Kelompok sasaran dalam pelaksanaan kegiatan
yaitu seluruh masyarakat di Desa Bayung Cerik.
a. Persiapan
Kegiatan persiapan diawali dengan berkoordinasi dengan Kepala Desa
Bayung Cerik untuk membicarakan kegiatan yang kami akan laksanakan.
Koordinasi yang kami lakukan meliputi penetapan waktu dan lokasi
pelaksanaan tenda tensi. Kami juga menyiapkan alat untuk melaksanakan
kegiatan pengecekan tensi seperti sphygmomanometer dan stetoskop. Alat
perekaman data seperti alat tulis, alas tulis, form peserta tenda tensi juga
kami siapkan dalam hal dokumentasi pelaksanaan kegiatan.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Setelah terjadi kesepakatan dengan Kepala Desa Bayung Cerik maka
kegiatan tenda tensi dapat terselenggara. Kegiatan tenda tensi dilakukan
dalam tiga sesi yaitu pendaftaran, pengecekan tensi serta diskusi dan
konsultasi. Tenda tensi dilakukan sebanyak 3 kali di Balai Banjar Bayung
Cerik. Keseluruhan kegiatan ini berlangsung dengan lancar. Kegiatan
diawali oleh pendaftaran peserta dimana peserta mengisi form nama, umur
dan tanda tangan. Selanjutnya dilaksanakan pengecekan tensi bagi peserta.
Setelah tensi peserta tersebut telah diketahui, dilaksanakan diskusi dan

28
konsultasi antara peserta tenda tensi dengan anggota kami yang bertugas.
Apabila peserta tergolong dalam kategori penderita hipertensi maka peserta
tersebut disarankan untuk berobat ke puskesmas atau pustu terdekat untuk
mendapat penanganan lebih lanjut.
c. Jadwal Kegiatan
No. Tanggal Rincian Kegiatan Alokasi
Waktu
1. Kamis, 13 Agustus Tenda tensi 3 jam
2015
2. Jumat, 14 Agustus Tenda tensi 4 jam
2015
3. Selasa, 18 Agustus Tenda tensi 3 jam
2015

d. Kendala
Kendala yang dihadapi saat melaksanakan kegiatan tenda tensi adalah tidak
adanya kursi untuk melaksanakan kegiatan tenda tensi di Balai Banjar
Bayung Cerik. Hal tersebut dikarenakan setiap kegiatan di Balai Banjar
dilaksanakan dengan peserta duduk lesehan di lantai menggunakan karpet.
Kendala berikutnya yaitu kesulitan dalam hal mengajak orang-orang untuk
turut serta mengecek tensi mereka.
e. Solusi
Untuk mengatasi kendala yang dihadapi, kami berinisiatif untuk meminjam
kursi kelas di SD Bayung Cerik. Hal tersebut kami awali dengan
berkoordinasi dengan kepala sekolah SD Bayung Cerik. Setelah diberikan
izin maka kami meminjam kursi di ruang kelas 5 SD untuk digunakan pada
kegiatan Tenda Tensi. Kendala berikutnya kami hadapi dengan secara aktif

29
mengajak warga masyarakat disertai penjelasan singkat mengenai
pentingnya pengecekan tensi secara rutin sehingga warga masyarakat
tersebut bersedia untuk turut serta dalam kegiatan tenda tensi.

4. Program Pembelajaran Tambahan untuk Siswa Sekolah Dasar Negeri


Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
Pendidikan merupakan tahapan penting untuk membentuk pribadi yang
unggul dan bermutu. Suatu pendidikan dapat diperoleh di bangku sekolah,
maka dari itu semua ilmu yang diberikan di bangku sekolah selayaknya
sudah maksimal, namun hal tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan
yang ada. Pembelajaran yang didapat di bangku sekolah seringkali tidak
maksimal, dikarenakan waktu belajar yang kurang. Berdasarkan
wawancara dari Kepala Sekolah dan guru guru di SDN Bayung Cerik
dikatakan sisw SDN Bayung Cerik belum mendapatkan pelajaran bahasa
asing terutama Bahasa Inggris. Menanggapi hal tersebut, perlu diadakan
pemberian pelajaran tambahan bagi siswa setelah jam pelajaran sekolah
berakhir. Dengan memberikan pelajaran tambahan, maka siswa akan lebih
merasa mampu dan lebih memahami setiap pelajaran yang diberikan pada
saat jam pelajaran berlangsung. Pemberian pelajaran tambahan diberikan
bagi siswa di SDN Bayung cerik yang duduk di kelas 1-6, pemberian
pelajaran tambahan dilaksanakan di sekolah SDN Bayung Cerik. Pelajaran
tambahan yang diberikan terutama pelajaran bahasa asing yaitu bahasa
inggris diselingi dengan pemberian keterampilan (melipat kertas, menari
bali, dan mengarang cerita) untuk mengasah kreativitas untuk mengisi
kegiatan anak – anak di sore hari.
a. Persiapan
Sebelum melaksanakan program bimbingan belajar, diadakan survei terkait
dengan mata pelajaran apa yang telah diperoleh oleh anak – anak SDN Bayung
Cerik. Proses ini melibatkan koordinasi dan kerjasama dengan Kepala Desa
Bayung Cerik, Kepala Sekolah dan guru guru SDN Bayung Cerik. Berdasarkan
hasil survei dikatakan bahwa anak – anak SDN Bayung Cerik belum memperoleh
pelajaran Bahasa Inggris, seperti layaknya anak – anak SD di sekolah lain pada
umumnya. Oleh karena itu, pemberian pelajaran tambahan bahasa Inggris dan

30
akan diselingi dengan pembuatan keterampilan seperti : keterampilan membuat
kertas, menggunting dan menempel, membuat gelang hingga belajar untuk
membuat sebuah karangan cerita dipandang perlu.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Untuk program pemberian bimbingan belajar bagi siswa SDN dapat
diperoleh hasil bahwa peminatnya sangat banyak terbukti dari tingkat
kehadiranya serta variatif berkisar antara 30-40 orang per setiap kegiatan
pembelajaran tambahan yang diberikan oleh peserta KKN PPM Unud.
Pemberian pelajaran tambahan dilakukan disalah satu ruang kelas SDN
Bayung Cerik seusai jam sekolah. Pemberian materi pembelajaran
melibatkan seluruh mahasiswa KKN. Siswa SDN Bayung Cerik dibagi
menjadi beberapa kelompok kelompok kecil. Pembelajaran tambahan
diawali dengan pemberian materi oleh seorang tutor kemudian diskusi
dalam kelompok kecil yang dimana dalam setiap kelompok kecil
didampingi oleh beberapa orang mahasiswa KKN sebagai fasilitator.
c. Jadwal Kegiatan
NO TANGGAL KEGIATAN WAKTU

1 Sabtu, 1 Perkenalan dan mempelajari 09.00 – 11.00


agustus 2015 bahasa inggris lesson 1#
alphabet

2 Senin, 3 Mempelajari bahasa inggris 15.00 – 17.30


agustus 2015 lesson 2# numbering

3 Rabu, 5 agustus Menari Bali & mengejarkan 15.00 – 17.30


2015 PR

4 Jumat, 7 Mempelajari bahasa inggris 15.00 – 17.30


agustus 2015 lesson 3# fruits & vegetable

5 Senin, 10 Melipat kertas origami 15.00 – 17.00


agustus 2015

6 Rabu, 12 Mempelajari bahasa inggris 13.00 – 15.00


agustus 2015 lesson 4# parts of body &
colours

31
7 Jumat, 14 Mengerjakan PR 16.00 – 17.00
agustus 2015

8 Senin, 17 LOMBA 17 – AN -
agustus 2015

9 Rabu, 19 Menggunting dan menempel 15.00 – 17.00


agustus 2015

10 Jumat, 21 Mempelajari bahasa inggris 14.00 – 15.00


agustus 2015 lesson 5# conversation

11 Senin, 24 - Libur - -
agustus 2015

12 Rabu, 26 Mengarang cita – cita 15.00 – 17.00


agustus 2015

13 Jumat, 28 Menari Bali & mengerjakan 15.00 – 17.00


agusutus 2015 PR

d. Kendala
Untuk program pemberian pelajaran tambahan, peserta KKN PPM Unud
tidak terlalu mendapatkan kendala yang berarti, karena semua siswa SDN
Bayung Cerik antusias untuk belajarnya begitu tinggi. Antusias yang begitu
tinggi tercipta karena anak-anak begitu senang bergaul dengan peserta
KKN karena pelajaran tambahan diberikan di posko KKN PPM Unud
maupun di SD Bayung Cerik. Hanya saja bila ada upacara adat yang di
selenggarakan oleh desa setempat, maka jumlah kehadiran anak – anak
sedikit menurun, kemungkinan mereka merasa lelah setelah upacara adat.
e. Solusi
Dilakukan review materi pada kunjungan pemberian pembelajaran
berikutnya untuk anak anak yang berhalangan hadir pada pertemuan
sebelumnya.

5. Perancangan Landscape Pura Berbasis Tri Hita Karana


Penataan sebuah landscape yang baik pada lingkungan masayarakat akan
menciptakan suasana yang sejuk serta nyaman bagi masyarakat dalam

32
menjalankan kegiatannya. Disamping memberikan kenyamanan dalam
beraktifitas penataan sebuah landscape dan penanaman vegetasi yang tepat
akan memberikan kesehatan dan meneningkatkan kualitas hidup
masyarakat. Menata sebuah landscape yang baik harus memperhatikan dua
unsur elemen pembentuk landscape yaitu elemen softscape dan hardscape.
Elemen softscape berupa elemen-elemen yang bersifat lunak yang dapat
berupa vegetasi, air, tanah, dan sebagainya, sedangkan hardscape adalah
elemen yang bersifat keras seperti perkarasan baton, batu, patung dan
elemen lainnya. Kedua elemen inilah yang harus ditata sebemikian rupa
agar menciptakan sebuah lingkungan yang nyaman dan indah. Di bali
sendiri terdapan ribuan pura yang tersebar di setiap Desa ataupun Banjar,
Pura biasanya dibagi menjadi 3 area, yaitu jaba/nista, jaba tengah/madya,
jeruan/utama. Area pura sendiri biasanya sangat luas dengan area terbuaka
yang cukup banyak, disitulah perlu adanya penataan lanscape yang baik
untuk menciptakan suasana yang nyaman dalam melakukan kegiatan
upacara keagamaan. Desa bayung cerik sediri kondisinya saat ini sedang
melakukan beberapa pembangunan Desa, salah satunya adalah
pembangunan yang sedang dilakukan di salah satu Pura di desa tersebut.
Pada pura tersebut sedang dilakukan renovasi pelinggih. Pembangunan
pura tersebut kondisinya saat ini masih dalam proses pembangunan dan
buru selesai sekitar 40%. Melihat kondisi tersebut, diputuskan untuk
melakukan perencanaan terhadap penataan landscape Pura, sehingga
nantinya gambar perncanaan lanscape tersebut bisa diwujudkan oleh
masyarakat setempat setelah keseluruhan pebangunan pelinggih Pura
tersebut selesai.
Program tambahan kedelapan ini pada akhirnya tidak terlaksana pada
kegiatan KKN ke XI di Desa Bayung Cerik. Hal ini dikarenakan
pembangunan pura telah selesai dalam tempo yang lebih cepat ketika
mahasiswa KKN tiba dilokasi KKN. Setelah berkoordinasi dengan
Kepala Desa dan Kelian Banjar, maka program ini ditiadakan.

B. Program Bantu

33
1. Mengenal Kebudayaan Lokal Melalui Kegiatan Gotong Royong di
Pura
Kebersihan lingkungan mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup
masyarakat, sehingga kebersihan lingkungan harus tetap dijaga terutama
kebersihan Pura yang merupakan tempat suci umat Hindu. Karena hal
tersebut, kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan perlu
ditingkatkan. Disamping itu, melalui kegiatan gotong royong yang ada di
Pura bersama warga Desa Bayung Cerik dapat mengetahui arsitektur pura
serta kebudayaan kebudayaan lokal contohnya piodalan piodalan yang ada
di pura pura Desa Bayung Cerik dan budaya Nyepi Desa yang ada 3 kali
dalam setahun.
a. Persiapan
Persiapan yang dilakukan oleh mahasiswa terkait gotong royong tersebut
meliputi koordinasi dengan Kepala Desa dan beberapa warga untuk
mengetahui lokasi dan waktu pelaksanaan gotong royong serta membawa
peralatan yang diperlukan seperti membawa alat kebersihan seperti sapu
lidi, rit dan serok.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Kegiatan gotong royong dilaksanakan pada Hari Selasa, 4 Agustus 2015 di
seluruh pura di kawasan Bayung Cerik yang dimulai dari pukul 07.00-
11.00 WITA. Mahasiswa membagi diri menjadi 3 kelompok menuju 3 pura
berbeda begitu juga warga. Kegiatan gotong royong meliputi pembersihan
dinding dinding pura yang berisi lumut, pemotongan dan pencabutan
rumput, dan menyapu dan pembakaran sampah.
c. Jadwal Kegiatan
Alokasi
No Tanggal Rincian Kegiatan
Waktu
1 Selasa, 4 Agustus Gotong royong pembersihan 4 jam
2015 pura dalam rangka Anggara
Kasih
d. Kendala

34
Tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong
di pura ini. Permasalahan sederhana yang ditemui adalah peralatan yang
terbatas.
e. Solusi
Keterbatasan peralatan disiasati dengan mempergunakan tangan dan
meminjam peralatan dari warga warga di Desa Bayung Cerik.

2. Meningkatkan Keasrian Lingkungan Melalui Kegiatan Gotong


Royong di Kantor Kepala Desa
Desa Bayung Cerik memiliki sebuah kantor desa yang memiliki halaman
yang luas. Kantor Desa ini baru saja selesai direnovasi sehingga terdapat
masih banyak lahan kosong. Halaman di kantor desa tersebut direncanakan
akan dirubah menggunakan batu sikat sehingga pembokaran lahan tidaklah
hanya dikerjakan oleh pegawai kantor desa melainkan warga-warga di desa
Bayung Cerik untuk turut ikut membantu. Acara Adipura merupakan
sebuah kegiatan untuk menilai kebersihan desa sehingga kantor desa
tersebut secara cepat dikerjakan. Dengan adanya bantuan tenaga dari
peserta KKN untuk ikut membantu bergotong royong, diharapkan
kesadaran warga untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong
dan menjaga kebersihan lingkungan bisa ditingkatkan
a. Persiapan
Persiapan yang dilakukan oleh mahasiswa terkait gotong royong tersebut
meliputi koordinasi dengan Kepala Desa dan staff untuk mengetahui waktu
pelaksanaan gotong royong serta membawa peralatan yang diperlukan
seperti membawa alat kebersihan seperti sapu lidi, rit dan serok.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Kegiatan gotong royong dilaksanakan pada Hari Senin, 24 Agustus 2015 di
kantor Desa Bayung Cerik yang dimulai dari pukul 08.00-10.00 WITA.
Kegiatan gotong royong meliputi pembersihan dinding dinding pura yang
berisi lumut, pemotongan dan pencabutan rumput, penanaman pohon dan
menyapu dan pembakaran sampah.
c. Jadwal Kegiatan

35
Alokasi
No Tanggal Rincian Kegiatan
Waktu
1 Senin, 24 Agustus Gotong royong di Kantor 2 jam
2015 Desa untuk acara Adipura
d. Kendala
Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan gotong royong yakni warga lebih
memilih pergi bekerja ke ladang jeruk dibandingkan membantu gotong
royong di kantor desa Bayung Cerik karena alasan dapat mengurangi
pendapatan mereka. Sedangkan penilaian acara Adipura sudah mendekati
jadwal yang ada.
e. Solusi
Mengatasi kendala yang telah disebut diatas, peserta KKN memberikan
saran kepada kepala desa untuk mangatur waktu agar peserta yang hadir
lebih banyak lagi dan pekerjaan cepat selesai.

3. Meningkatkan Kesehatan dan Kebugaran Jasmani Melalui Senam


Pagi bagi Siswa SDN Bayung Cerik
Didalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Masa anak anak
merupakan masa pertumbuhan. Aktivitas fisik yang teratur selain
memberikan kesehatan jiwa juga memberikan ketenangan psikologis.
Berdasarkan wawancara dengan Kepala Sekolah SDN Bayung Cerik
didapatkan bahwa siswa SDN Bayung Cerik telah lama tidak mendapatkan
pelatihan senam. Padahal siswa SD di perkotaan pada umumnya telah
mendapatkan pelajaran senam pagi selama 30 menit secara teratur setiap
harinya. Oleh karena itu, pelatihan senam bagi anak SD di pagi hari
dirasakan penting.
a. Persiapan
Sebelum dilaksanakan pelatihan senam, terlebih dahulu dilakukan
koordinasi dengan Kepala Sekolah SDN Bayung Cerik, Kepala Desa serta
Kepala Puskesmas I Kintamani. Setelah itu dilakukan proses
pendownloadan video senam “Ayo Bersatu”. Sebelum pelaksanaan senam,
dipersiapkan peralatan seperti sound system dan laptop yang juga dibantu
oleh siswa siswa SD.

36
b. Pelaksanaan dan Hasil
Kegiatan pelatihan senam bagi anak- anak SDN Bayung Cerik telah
dilaksakan selama 3 kali yaitu pada tanggal 8 Agustus 2015, 18 Agustus
2015 dan 19 Agustus 2015. Pelaksanaan dimulai dengan mengumpulkan
dan membariskan anak-anak SDN Bayung Cerik. Ketika mengatur barisan
anak-anak, dibantu oleh para guru. Anak kelas 1 berada paling depan dan
anak kelas 6 berada pada baris paling belakang. Jumlah anak-anak SD yang
ikut dalam senam berjumlah 110 orang.
c. Jadwal Kegiatan
No. Tanggal Rincian Kegiatan Alokasi
Waktu
1. Sabtu,8 Agustus Senam 08.00-08.30
2015 (30 menit)
2. Selasa, 18 Senam 07.00-08.00
Agustus 2015 (1 jam)
3. Rabu, 19 Senam 07.00-08.00
Agustus 2015 (1 jam)
d. Kendala
Secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar, namun kesulitan yang ditemui
dalam pelaksanaan adalah mengatur anak anak agar tertib.
e. Solusi
Untuk membantu mengatur anak-anak maka mahasiswa KKN beserta guru
menjadi pendamping (fasilitator) di setiap sisi anak-anak SD.

4. Mengasah Kreativitas Budaya Bali Anak Melalui Pelatihan Muatan


Lokal bagi Siswa SDN Bayung Cerik
Budaya Bali perlu diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Budaya budaya
tersebut antara lain membuat klakat, menari, mengulat tipat dan membuat
canang sari. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini antara lain Untuk
menumbuhkan minta dan rasa cinta terhadap budaya Bali melalui
pengenalan kesenian tari Bali dan pelatihan pembuatan sarana upakara
sejak dini sebagai upaya untuk melestarikan budaya Bali, untuk
meningkatkan soft skill siswa SDN Bayung Cerik dan untuk mengisi
kekosongan jam pelajaran.
37
a. Persiapan
Pada tahap ini dilakukan koordinasi dengan Kepala sekolah SDN Bayung
Cerik dan para guru mengenai materi muatan lokal yang akan diberikan
serta waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan. Siswa SDN Bayung Cerik
yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah kelas IV sampai VI. Selain itu
anak-anak SD untuk membawa alat alat yang diperlukan untuk muatan
lokal seperti janur, bamboo, pisau, semat dan kain untuk menari.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Setelah melakukan diskusi dan koordinasi dengan kepala sekolah SDN
Bayung Cerik mengenai teknis pelaksanaan program, dilakukan sosialisasi
kepada anak-anak kelas IV - VI guna menginformasikan jadwal
pelaksanaan program serta alat dan bahan yang harus dipersiapkan. Materi
muatan lokal yang diberikan dibedakan antara siswa laki-laki dan
perempuan. Siswa perempuan diberikan pelatihan menari Bali dan
diajarkan cara membuat canang sari dan ketupat, sementara siswa laki-laki
diajarkan membuat klakat. Kegiatan pemberian muatan lokal dilakukan
pada hari Sabtu. Setelah kerja bakti, seluruh siswa kelas IV – VI
dikumpulkan di halaman sekolah, kemudian dibagi menjadi dua kelompok
besar siswa laki-laki dan perempuan. Total siswa yang mengikuti kegiatan
muatan lokal sebanyak 30 siswa. Pemberian muatan lokal bagi siswa laki-
laki dilakukan di halaman sekolah sementara untuk siswa perempuan
dilakukan di ruang kelas. Pemberian muatan lokal dilakukan selama 2,5
jam. Khusus untuk siswa perempuan, pelatiahan menari Bali dilakukan
selama 1 jam dilanjutkan dengan pelatihan membuat canang sari dan
ketupat selama 1,5 jam. Hasil karya kerajinan siswa baik itu canang sari,
ketupat dan klakat kemudian dibawa pulang untuk keperluan upacara di
rumah masing-masing. Secara umum program ini telah memenuhi target
yang diharapkan dapat dicapai. Seluruh peserta mampu membuat
perlengkapan upakara yang diajarkan. Dan untuk pelatihan menari Bali
siswa mampu menguasai gerakan-gerakan dasar dalam tarian Bali dan
terdapat beberapa siswa yang mampu menguasai tarian yang diajarkan
dengan baik yang berhasil ditampilkan pada saat perpisahan KKN.

38
c. Jadwal Kegiatan
No Tanggal Kegiatan Alokasi Waktu
1 3 Agustus Diskusi dengan kepala 2 jam
2015 sekolah
2 7 Agustus Persiapan alat-alat dan 1 jam
2015 pemberian pengumuman
kepada siswa kelas IV – VI
SDN Bayung Cerik terkait
alat dan bahan yang harus
disiapkan.
3 8 Agustus Pemberian muatan lokal 2,5 jam
2015
d. Kendala
Peserta yang adalah anak SD dimana perhatiannya mudah teralihkan.
e. Solusi
Kendala diatas disiasati dengan menbentuk kelompok-kelompok kecil
siswa yang masing-masing didampingi oleh beberapa orang mahasiswa
sebagai fasilitator.

5. Meningkatkan Kualitas Kesehatan Balita dan Lansia Melalui Program


Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
Posyandu atau pos pelayanan terpadu merupakan salah satu program bantu
yang bertujuan untuk untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat,
untuk membantu menjalankan program puskesmas dan untuk
menggerakkan kader-kader posyandu di desa Bayung Cerik.
a. Persiapan
Pada tahap persiapan dilakukan koordinasi dengan bidan Desa di
Puskesmas Pembantu Desa Bayung Cerik terkait waktu dan kegiatan yang
akan dilaksanakan. Alat-alat dan bahan-bahan telah dipersiapkan
sebelumnya oleh pihak puskesmas pembantu, seperti: sphygmomanometer,
timbangan, stetoskop, dan kelengkapan imunisasi.
b. Pelaksanaan dan Hasil
Pada kegiatan ini kami membantu dengan menyediakan
sphygmomanometer dan stetoskop tambahan. Pada hari pelaksanaan
39
posyandu, kami membantu pelaksanaan kegiatan berupa pengecekan
tekanan darah, pengukuran berat badan, serta imunisasi. Selain itu kami
juga memberikan konsultasi kepada warga yang memiliki tekanan darah
tinggi. Antusiasme warga dalam mengikuti posyandu cukup tinggi. Hal ini
terlihat dari banyaknya warga yang turut serta mengikuti kegiatan
posyandu. Program ini secara umum telah mampu meringankan pekerjaan
Puskesmas Pembantu dalam hal meningkatkan dan memperbaiki taraf
kesehatan masyarakat di Desa Bayung Cerik. Selain itu, dengan adanya
kegiatan posyandu tersebut maka kami dapat mempraktekan ilmu
kedokteran yang kami pelajari di bangku kuliah.
c. Jadwal Kegiatan
No Tanggal Kegiatan
1 18 Agustus Posyandu di Banjar Bayung Cerik
2014
2 19 Agustus 2014 Posyandu di Tempekan Sekunjeng
d. Kendala
Hambatan yang kami peroleh yaitu masih banyak masyarakat yang masih
belum mengetahui tentang kegiatan Posyandu. Selain itu, tempat
pelaksanaan posyandu masih kurang bersih dan tertata rapi
e. Solusi
Memberdayakan kader kader yang ada disetiap wilayah untuk mengatasi
kendala tersebut diatas.

40
BAB IV
PENUTUP

a. Kesimpulan
Secara umum pelaksanaan seluruh program KKN kami yang berlangsung selama
satu bulan ini berjalan dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari bantuan dan
kerjasama dari seluruh aparat, jajaran pengurus desa serta warga desa itu sendiri.
Dengan adanya kegiatan KKN ini, wawasan kami menjadi lebih luas dan pola
pikir kami lebih terbuka mengenai permasalahan dan potensi-potensi yang ada di
Desa Bayung Cerik. Begitu banyak potensi yang dimiliki namun masih belum bisa
dimanfaatkan dengan baik karena kurangnya disiplin ilmu yang dimiliki sesuai
dengan bidangnya masing-masing. Ada baiknya sewaktu-waktu pengurus desa
mengadakan penyuluhan sehingga wawasan warga menjadi lebih luas.

b. Rekomendasi
Program kerja yang telah dilaksanakan memberikan manfaat yang sangat banyak
terutama bagi kami mahasiswa KKN PPM Unud 2018. Demi kelangsungan
kegiatan kami agar terus berkesinambungan, kami memiliki beberapa saran:
1. Waktu persiapan KKN diperpanjang agar program yang kami buat dan jalani
menjadi lebih baik tanpa harus terburu-buru mengerjakannya.
2. Pembekalan KKN-PPM oleh pihak LPPM Unud perlu diberikan secara lebih
baik agar perencanaan, pelaksanaan, penyusunan laporan, dan beberapa
urusan administrasi KKN-PPM dapat terlaksana dengan baik.
3. Dana yang diberikan LPPM ke mahasiswa KKN sebaiknya lebih banyak lagi
karena untuk melakukan semua program kami dibutuhkan banyak biaya. Agar
kami tidak perlu mengeluarkan uang pribadi seperti saat ini untuk dana
program padahal kami juga harus mengeluarkan banyak biaya untuk hidup
kami selama satu bulan di tempat KKN.

41