Anda di halaman 1dari 2

Oleh : Prasetya Perwira

Mahasiswa Teknik Elektro


FT, UMRAH, Tanjungpinang

Kegagalan Bangunan yang menyebabkan Selasar bangunan BEI Ambruk


Setiap tahun negara di dunia membangun infrastruktur negaranya, baik itu dalam
pembangunan gedung perkantoran, rumah sakit, sekolah atau bangunan-bangunan lain yang
menunjang kehidupan suatu bangsa untuk menjadikan bangsa yang maju dan sejahtera.
Namun, baru beberapa bulan masuk tahun 2018, Indonesia sudah terdapat banyak kegagalan
proyek besar dengan dampak kerugian yang luar biasa, terutama yang terjadi di Tower 2
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan indikasi kerawanan bangunan publik.
Dimana gedung BEI adalah bangunan perkantoran megah yang dibangun sekitar tahun 1997.
Namun sayangnya ambruk dan meresahkan warga. Pada Senin (15/1/2018) sekitar pukul
11.55 WIB juga mengakibatkan korban luka sebanyak 72 orang. Meski sudah berumur 20
tahun, pengecekan selalu dilakukan rutin terutama pengeluaran izin pasti dilakukan setiap
tahun. Sesuai yang penulis baca, Kekurangan spesifikasi bangunan yang menyebabkan
kegagalan kontruksi di tengarai menjadi penyebab runtuhnya selasar di Gedung Bursa Efek
Indonesia (BEI) (ANTARA News).
Dilihat dari vidio kondisi sebelum runtuhnya gedung tersebut, kontruksi selasar yang
ada di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) memang menggantung tanpa ada pondasi atau
tiang di bawahnya sehingga runtuhnya sampai sedemikian parah dan membuat Mahasiswa
yang berkunjung di gedung perkantoran Bursa Efek Indonesia (BEI) itu ikut terjatuh. Selain
itu juga terlihat konstruksi selasar memakai sling yang disambungkan ke konstruksi langit-
langit lantai dua, dan saat kejadian sling terlihat lepas sehingga selasar tidak kuat menahan
beban. Hal ini juga terjadi dari struktur balok baja yang hanya diangkur bolt pada kolom
dengan sling pengantung pada ujung yang melayang.

didalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 ini menjelaskan tentang bangunan


gedung juga menyatakan bahwa dalam persyaratan keselamatan bangunan gedung meliputi
persyaratan kemampuan bangunan gedung untuk mendukung beban muatan, serta
kemampuan bangunan gedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan
bahaya petir. Namun, kejadian kegagalan bangunan masih kerap terjadi di Indonesia.
Robohnya struktur selasar pada lantai 1 (satu) di gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2
menunjukan bahwa amanat Undang – Undang tentang Bangunan Gedung belum terwujud
seperti yang diharapkan.

Setelah melihat dari beberapa sumber dan undang – undang yang menjelaskan tentang
bangunan “Saran saya lebih kepada balkon yang seharusnya jika untuk balkon, baloknya
harus menyambung pada balok utama bukan hanya menempel pada dinding gedung sehingga
sling tidak kuat menahan beban yang ada, tidak selama yang kita harapkan jika baloknya
tersambung ke balok utama.” Kemudian yang perlu di perhatikan dalam pembangunan adalah
ketahanan sebuah bangunan agar tahan lama, dan harus di prediksi jangka waktu ketahanan
bangunan.