Anda di halaman 1dari 22

EVALUASI PROGRAM NUSANTARASEHAT SEBAGAI BAGIAN DARI

PROSPERITY APPROACH DALAM MENJAGA STABILITAS KEAMANAN


DAERAH TERTINGGAL, PERBATASAN DAN KEPULAUAN

EVALUATION OF HEALTHY ARCHIPELAGO PROGRAM AS A PART OF


PROSPERITY APPROACH IN MAINTAINING SECURITY STABILISATION IN
UNDERDEVELOPED REGION, BORDER AREA AND ISLANDS

Sri Sadono Mulyanto1


Prodi Strategi Perang Semesata, Fakutas Strategi Pertahanan
(drgibeng_04@yahoo.com)

Abstrak -- Sebagai negara berbentuk kepulauan, permasalahan yang mendasar dalam upaya
pemerataan hasil pembangunan adalah ketersediaan sarana akses penghubung. Kendala ini
menyebabkan beberapa daerah yang sulit diakses mengalami ketrtinggalan dari daerah lain.
Kendala akses ini umumnya dialami oleh daerah terpencil, daerah perbatasan dan daerah
kepulauan. Dampak yang ditimbulkan akibat permasalahan akses tersebut antara lain daerah
menjadi tertinggal, masyarakat sulit bersaing dengan para pendatang. Bagi daerah yang berada di
perbatasan juga rentan provokasi dari luar, dengan isu pemerintah tidak memberikan perhatian,
sementara negara tetangga lebih menjanjikan. Hal ini berdampak pada lunturnya rasa
nasionalisme. Agar daerah tertinggal perbatasan dan kepulauan (DTPK) tersebut tetap kondusif,
maka kebutuhan dasar mereka selain pangan dan sandang harus terpenuhi, yaitu dengan layanan
pendidikan dan kesehatan. Kementerian kesehatan memandang pentingnya pemerataan dan
penguatan pelayanan kesehatan dasar di daerah (DTPK) dengan meluncurkan Program Nusantara
Sehat (PNS). Program ini telah berjalan sejak tajun 2015. Untuk menilai apakah program ini telah
terencana dan terlaksana dengan baik, maka untuk itulah dilakukan penelitian evaluasi ini. PNS
bukan semata pemenuhan pelayanan kesehatan dasar, namun meruoakan suatu pendekatan
kesejahteraan dalam kontribusi menjaga stabilitas kemanan suatu wilayah. Jika masyarakat
sejahtera, kondusivitas akan lebih terjaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi CIPP,
dengan mengevaluasi latar belakang yang mendasari program ini (context), input yang
mempengaruhi keberhasilan program, pelaksanaan dan hasil program juga dievaluasi. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Program Nusantara Sehat telah terlaksana dengan baik.
Namun demikian, beberapa hal menjadi perhatian agar program ini lebih optimal kedepan.
Kata Kunci: Nusantara Sehat, Pendekatan Kesejahteraan, Daerah Tertinggal, Pemerataan Layanan
Kesehatan

Abstract -- A fundamental problem as an archipelago state is about connecting island to islands,


especially outer island and boundary region. This situation creates serious problem for them to
develop equally with other region. Underdeveloped region usually are border area and outer islands.

1
Penulis adalah mahasiswa Prodi Strategi Perang Semesta, Fakultas Strategi Pertahanan Universitas
Pertahanan

Evaluasi Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari … | Sri Sadono Mulyanto | 85
People in that region lack of service from government, even a basic service, education and health for
example. They fell government isnot paying attention to themand on the other hand, they respond
by disobeying the government, and they are more sensitive obout anything. This situation will affect
to the security condition on that region and around. They are more easily affected from outers. The
worst acces, they start a disintegration movement. So, to keep the situation in good condition, not
only military approach applied, but also prosperity approach. One of that prosperity approach is
basic health service for every one. Indonesiaon ministery of health, launch a program to enhance
basic health service on remote areas. This program called Nusantara Sehat or Healthy Archipelago.
To comfirm that this program are running well, an comprehensive evaluation should be done, that’s
the goal of this research evaluation. The evaluation will be done in comprehensively, therefore using
CIPP evaluation model, to evaluate context, input, process, and product of this program. The
conclution at the end of research evaluation, this program is running well, but some point need some
attention to make this programmore optimal in the future. Some recommendation are send to the
government and stake holder for their input to improve this program
Keywords: Healthy Archipelago, Prosperity Approach, Underdeveloped Region, Health Services

Pendahuluan daerah, dengan regulasi terbaru berupa

S
ebagai negara kepulauan, Undang Undang Tentang Pemerintah
secara geografis Indonesia Daerah no 23 Tahun 2104. Namun
terletak pada lokasi yang pemberlakukan otonomi daerah belum
strategis yaitu berada di antara dua benua serta merta membawa pemerataan
dan dua samudera. Posisi ini, di satu sisi kesejahteraan, khususnya daerah
memberikan peluang yang besar bagi terpencil dan perbatasan. Hal ini dilihat
Indonesia, namun di sisi lain juga dari masih minimnya sarana prasarana
menimbulkan berbagai tantangan dan pelayanan dasar yang dibutuhkan
ancaman. Konsekwensi lain sebagai masyarakat, contohnya keterbatasan
negara kepulauan adalah penyebaran sarana pendidikan dan layanan kesehatan
penduduk yang tidak merata dibanding yang bermutu, meskipun dalam Undang
luas daerah atau provinsi wilayah Undang otonomi daerah tersebut,
tersebut. pendidikan dan kesehatan merupakan
Ketidakmerataan kondisi demografi jenis pelayanan wajib yang menjadi
tersebut, juga diikuti dengan tidak kewenangan dan tanggung jawab daerah.
meratanya pembangunan diakibatkan Sesuai tujuan bernegara, kehadiran
akses penghubung yang belum memadai. negara di segenap wilayah Negara
Adanya tuntutan pasca reformasi, Kesatuan Republik Indonesia merupakan
pemberlakuan otonomi membawa keharusan dalam upaya memberikan
perubahan bentuk pemerintahan yang kesejahteraan secara merata. Tujuan
sebelumnya terpusat menjadi otonomi bernegara pada pembukaan UUD 1945,
86 | Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta | Desember 2017 | Volume 3 Nomor 3
salah satunya untuk memajukan memiliki nasionalisme yang tinggi,
kesejahteraan umum, dengan mengingat keberadaan mereka juga
mewujudkan suatu keadilan sosial bagi merupakan benteng utama dalam upaya
seluruh rakyat Indonesia, menekankan mengatasi ancaman nirmiliter yang
bahwa negara berkewajiban memberikan berpotensi mengganggu keamanan
kesejahteraan yang merata bagi segenap nasional secara keseluruhan. Salah satu
warga negara Indonesia. Atas dasar contoh yaitu ancaman disintegrasi dan
kesamaan hak dan kewajiban sebagai separatisme. Kehadiran negara mutlak
warga negara Indonesia, sudah diwujudkan dalam segala aspek
sewajarnya hasil kemerdekaan dalam kehidupan masyarakat daerah terpencil
bentuk keberhasilan dan kemajuan dan perbatasan, sehingga rasa memiliki
pembangunan dirasakan oleh segenap negara dan diperhatikan negara
masyarakat Indonesia, yang tidak diharapkan mampu menepis segala
terbatas oleh kondisi geografis negara ancaman disitegrasi yang merupakan
Indonesia yang berbetuk kepulauan. wujud kekecewaan terhadap pemerintah
Kurangnya perhatian terhadap pusat.
pembangunan di wilayah perbatasan dan Oktober 2008, Dewan
terpencil ditanah air harus menjadi Pertimbangan Presiden menyampaikan
perhatian semua pihak dalam upaya laporan hasil kajian masalah perbatasan,
memajukan kesejahteraan umum yang salah satunya wilayah perbatasan di
berdasarkan keadilan sosial bagi seluruh Kalimantan, masalah ketimpangan
rakyat indonesia. kesejahteraan di wilayah perbatasan
Perubahan paradigma dalam Kalimantan, umumnya menjadi temuan
memandang daerah perbatasan sebagai diberbagai kajian perbatasan serupa. 2
pintu gerbang negara, dan bukan sebagai Berdasarkan kajian terhadap dokumen
halaman belakang yang jauh dari dan studi lapangan yang telah dilakukan,
peradaban harus diwujudkan dengan terdapat beberapa permasalahan penting
pembangunan serta peningkatan sarana berkaitan dengan pengelolaan kawasan
dan infrastruktur pendukung. Masyarakat perbatasan, antara lain: a) Permasalahan
Indonesia yang menempati daerah yang berkaitan dengan kedaulatan
terpencil dan perbatasan di seluruh bangsa dan negara serta manajemen
wilayah negara Indonesia haruslah 2
Moeldoko (2012)

Evaluasi Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari … | Sri Sadono Mulyanto | 87
pengelolaan kawasan perbatasan; dan kawasan perbatasan dalam rangka
b) Permasalahan yang berkaitan dengan mewujudkan kawasan perbatasan yang
kepentingan langsung masyarakat merupakan pintu gerbang ataupun
kawasan perbatasan. beranda negara, harus berorientasi pada
Dalam Sistem Pertahanan Negara , aspek kesejahteraan (prosperity) dan
yang tertuang dalam Undang Undang keamanan (security).4
Pertahanan Negara no 3 Tahun 2002, Dalam mewujudkan wilayah
Buku Strategi Pertahanan Negara, serta perbatasan yang kondusif sebagai
Buku Putih Pertahanan Negara 2015, beranda negara, pendekatan keamanan
disebutkan bahwa Kementerian / di wilayah perbatasan jelas merupakan
Lembaga / Pemerintah Daerah terkait tugas TNI. Namun, menjaga wilayah
menjadi komponen utama dalam perbatasan agar tetap kondusif melalui
menghadapi ancaman nonmiliter, sesuai pendekatan peningkatan kesejahteraan
dengan kewenangan lembaga masing- juga tidak bisa dikesampingkan, melalui
3
masing. Ancaman disitegrasi sangat pemenuhan sarana dan prasarana
berpotensi terjadi di daerah terpencil dan kebutuhan dasar, pendidikan dan
perbatasan dengan negara tetangga. kesehatan.
Dalam menghadapi ancaman ini, Pemenuhan kebutuhan pelayanan
pemerintah harus mampu mencari akar kesehatan yang baik merupakan
permasalahan yang menjadi penyebab kebutuhan pokok manusia dalam upaya
ancaman disintegrasi wilayah tersebut, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas
sehingga penanganannya tepat sasaran hidup masyarakat, terutama masyarakat
dan berdaya guna. daerah terpencil dan perbatasan. Dalam
Sobar Sutisna (2012), pengamanan upaya memberikan pelayanan kesehatan
wilayah Negara Kesatuan Republik yang dapat diakses oleh seluruh
Indonesia (NKRI) bukan hanya masalah masyarakat Indonesia, khususnya di
pertahanan dan keamanan, melainkan daerah terpencil dan perbatasan,
menyangkut masalah politik, hukum, Pemerintah Indonesia dalam hal ini
ekonomi, sosial budaya, kesejahteraan, Kementerian Kesehatan Republik
dan dokumentasi informasi geospasial. Indonesia melaksanakan sebuah program
Pembangunan dan pengembangan kegiatan dengan nama Nusantara Sehat.
3 4
Buku putih pertahanan (2015) Sabar sutisna (2012)

88 | Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta | Desember 2017 | Volume 3 Nomor 3


Dengan tujuan memenuhi kebutuhan dan Nusantara Sehat, dimana Kementerian
meningkatkan akses pelayanan kesehatan Kesehatan serta Pemerintah Daerah
di daerah tertinggal, perbatasan, dan sebagai komponen utama dalam
kepulauan (DTPK) dan daerah bermasalah mengantisipasi ancaman nonmiliter, baik
kesehatan (DBK). Program ini telah berupa antisipasi penyebaran wabah
berjalan seiring diterbitkannya Peraturan penyakit, maupun dalam meredam
Menteri Kesehatan Republik Indonesia dorongan disintegrasi yang didasari rasa
Nomor 23 Tahun 2015. ketidakpuasan terhadap kesenjangan
Dalam perspektif pertahanan, pemerataan hasil pembangunan.
program ini juga merupakan upaya Dari penelitian awal, Program
pendekatan kesejahteraan (Prosperity) Nusantara Sehat (PNS) saat ini hanya
sebagai perwujudan kehadiran dipandang sebagai upaya pemenuhan
pemerintah dalam memenuhi kebutuhan kebutuhan pelayanan kesehatan bagi
dasar bagi warga negara, khususnya yang daerah tertinggal, perbatasan dan
tinggal di daerah tertinggal, perbatasan kepulauan (DTPK) serta daerah
dan kepulauan (DTPK). Mengeliminasi bermasalah kesehatan (DBK). Program
kesenjangan sarana dan prasarana Nusantara Sehat belum dipandang
khususnya sarana prasarana kesehatan sebagai salah satu wujud keikutsertaan
dengan negara tetangga diharapkan tenaga kesehatan dalam pertahanan
mampu menumbuhkan kecintaan pada negara, dan juga merupakan pendekatan
NKRI, jiwa nasionalisme dan menyadari kesejahteraan (Prosperity) dalam
kehadiran negara. Dengan terpenuhinya menjaga keutuhan dan kedaulatan
kebutuhan dasar, diharapkan mampu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
meredam upaya provokasi yang berujung Keikutsertaaan seluruh tenaga kesehatan
pada keinginan disintegrasi. yang memenuhi syarat, serta
Dalam konsep Sistem Pertahanan penempatan tugas di daerah tertinggal,
Negara (Sishanneg), Kementerian dan perbatasan dan kepulauan (DTPK)
Lembaga terkait serta Pemerintah Daerah seluruh wilayah Indonesia, merupakan
merupakan komponen utama dalam wujud kesemestaan dalam kontribusi
mengatasi ancaman nonmiliter, sesuai upaya pertahanan negara, walau tanpa
bidang terkait. Hal ini memiliki korelasi disadari. Sejauh ini PNS yang telah
yang sangat kuat dengan Program dicanangkan oleh Kementerian

Evaluasi Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari … | Sri Sadono Mulyanto | 89
Kesehatan RI sejak tahun 2015 sampai program ini di Kecamatan Rupat Utara
saat ini belum pernah dievaluasi oleh Kabupaten Bengkalis, terutama oleh
eksternal secara komprehensif, sehingga tenaga kesehatan di Kabupaten Bengkalis
efektifitas dari program ini belum dapat sendiri, juga menjadi salah satu alasan
diketauhi secara pasti. Oleh karena itu, perlunya program di evaluasi.
evaluasi sebuah program sangat penting Metode Penelitian
dilakukan untuk mengetahui efektivitas Program Nusantara Sehat merupakan
dari suatu program dan sebagai bahan program prioritas pemerintah dalam
pertimbangan dalam membuat mewujudkan Indonesia Sehat melalui
keputusan.5 peningkatan derajat kesehatan
Oleh karena itu penelitian evaluatif masyarakat di daerah tertinggal,
perlu dilakukan untuk mengetahui apakah perbatasan dan kepulauan DTPK.
Program Nusantara Sehat yang Program ini juga merupakan suatu
merupakan bagian dari pendekatan pendekatan kesejahteraan dalam
kesejahteraan (Prosperity Approach) menjaga kondusivitas suatu wilayah.
dalam menjaga stabilitas keamanan suatu Penelitian yang akan dilaksanakan
wilayah telah terencana dan terlaksana bertujuan untuk mengevaluasi Program
dengan baik, dalam memenuhi kebutuhan Nusantara Sehat di DTPK, secara
dasar berupa pelayanan kesehatan. komprehensif. Hasil evaluasi terhadap
Lokasi yang diambil yaitu Tanjung Program Nusantara Sehat ini nantinya
Medang, Kecamatan Rupat Utara dapat menjadi masukan bagi pemerintah
Kabupaten Bengkalis Riau. Rupat Utara dalam pelaksanaan Program Nusantara
merupakan kecamatan terluar dari Sehat selanjutnya. Evaluasi dilakukan
Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau yang menggunakan metode penelitian
berhadapan dengan negara Malaysia. kualitatif dengan menggunakan model
Kedekatan budaya dengan negara evaluasi CIPP, yaitu evaluasi dilakukan
tetangga menjadi pekerjaan rumah terhadap seluruh komponen program
tersendiri bagi Pemerintah Indonesia tersebut. Dengan evaluasi menyeluruh
untuk meminimalisir kesenjangan dengan terhadap seluruh komponen program,
negara tetangga. Banyaknya pihak yang diharapkan dapat memberikan masukan
tidak mengetahui adanya pelaksanaan terhadap komponen Program Nusantara
5
Arikunto (2014)
Sehat dari Context atau latar belakang

90 | Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta | Desember 2017 | Volume 3 Nomor 3


yang mendasari program ini hingga Dalam mengevaluasi Program Nusantara
Product atau hasil program. Penelitian ini Sehat ini, peneliti menggunakan model
juga bertujuan menganalisa faktor-faktor evaluasi CIPP yang dikembangkan oleh
yang mempengaruhi pelaksanaan Sufflebeam. 6 Model CIPP ini merupakan
Program Nusantara Sehat serta manfaat sebuah singkatan dari Contex, Input,
Program Nusantara Sehat dalam Process, Product. Yaitu mengevaluasi
kehidupan masyarakat Daerah Terpencil, konteks atau latar belakang program
Perbatasan, dan Kepulauan tersebut, masukan, proses, maupun hasil.
Pembahasan Mengingat Program Nusantara Sehat
Program yang akan dievaluasi dalam merupakan kegiatan pelayanan, maka hal
penelitian ini adalah Program Nusantara ini sesuai dengan pendapat Arikunto
Sehat yang dicanangkan oleh (2008), yang menyatakan model evaluasi
Kementerian Kesehatandan CIPP tepat dan cocok diterapkan untuk
pelaksanaannya berdasarkan Peraturan program layanan. 7 Ini salah satu alasan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia peneliti menggunakan Model Evaluasi
Nomor 16 Tahun 2017. Program Nusantara CIPP.
Sehat dilaksanankan dengan melakukan Penugasan Khusus Tenaga
Penugasan Tenaga Kesehatan Berbasis Kesehatan Berbasis Tim (Team Based)
Tim (Team Based) dalam kurun waktu dalam Mendukung Program Nusantara
tertentu guna meningkatkan akses dan Sehat bertujuan untuk:
mutu pelayanan kesehatan pada fasilitas a. Memberikan pelayanan kesehatan
pelayanan kesehatan di daerah tertinggal, untuk menjangkau remote area.
perbatasan, dan kepulauan, dan daerah b. Menjaga keberlangsungan pelayanan
bermasalah kesehatan. kesehatan.
Dalam suatu penelitian, dibutuhkan c. Menangani masalah kesehatan sesuai
tata cara prosedur bertahap yang menjadi dengan kebutuhan daerah.
acuan penelitian di lapangan, tata cara d. Meningkatkan retensi tenaga
tersebut dikenal sebagai metodologi kesehatan yang bertugas.
penelitian. Metodologi penelitian e. Penggerakan pemberdayaan
digunakan sebagai pedoman atau alat masyarakat.
bantu peneliti tentang bagaimana
6
Wirawan (2016)
langkah-langkah penelitian dilakukan. 7
Arikunto (2018)

Evaluasi Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari … | Sri Sadono Mulyanto | 91
f. Pelayanan terintegrasi. komponen process, subfokusnya meliputi
g. Peningkatan dan pemerataan 1) pelaksanaan program nusantara sehat;
pelayanan. 2) pelaksanaan dukungan sarana dan
Agar Program yang dicanangkan prasarana; 3) pelaksanaan anggaran,
oleh pemerintah sejak Maret 2015 ini terdiri dari: a) pelaksanaan dukungan
dapat terlaksana dengan baik, maka anggaran; b) pelaksanaan pos-pos
diperlukan suatu evaluasi yang pembiayaan; c) pelaksanaan pengelolaan
komprehensif guna memberikan masukan anggaran. Evaluasi komponen product,
dalam pelaksanaan PNS kedepan, hal subfokusnya terdiri dari: 1) hasil capaian
inilah yang menjadi fokus dalam program; 2) Hasil dari aspek pertahanan
penelitian ini. negara.
Pendekatan penelitian ini Teknik pengumpulan data disajikan
menggunakan model evaluasi CIPP yang dalam table 1. Penilaian tidak hanya
terdiri dari context, input, process, dan dilakukan terhadap masing-masing aspek
product. Pada evaluasi komponen yang dievaluasi, namun penilaian juga
context, subfokusnya meliputi dua hal, dilaksanakan terhadap masing-masing
yaitu : 1) latar belakang, terdiri dari: a) visi tahapan evaluasi dan penilaian terhadap
dan misi; dan b) aktivitas sosialisasi; 2) tahapan secara keseluruhan. Adapun
tujuan program, terdiri dari: a) dasar diskripsi dan kategori penilaian yang
perumusan tujuan berdasarkan digunakan dalam penelitian evaluasi ini
kebutuhan-kebutuhan; b) dasar menggunakan rating scale, disajikan pada
perumusan tujuan berdasarkan Tabel 2.
permasalahan; c) dasar perumusan tujuan Hasil evaluasi yang dinilai disajikan
berdasarkan mempertimbangkan aset- berdasarkan komponen sesuai criteria
aset; d) dasar perumusan tujuan atau indikator pencapaian. Pada table 3
berdasarkan peluang-peluang; e) dasar hasil evaluasi komponen konteks, table 4
perumusan tujuan berdasarkan aspek hasil evaluasi komponen input, table 5
legalitas. Evaluasi komponen input, hasil evaluasi komponen proses dan table
subfokusnya yaitu perencanaan, yang 6 hasil evaluasi komponen hasil.
terdiri dari: a) kesiapan rencana kegiatan;
b) kesiapan SDM; c) kesiapan sarpras dan
fasilitas; d) kesiapan anggaran. Evaluasi

92 | Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta | Desember 2017 | Volume 3 Nomor 3


Tabel 1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik Instrumen Komponen/Aspek Sumber Data
Pengumpulan yang dievaluasi
Data

Wawancara Pedoman CIPP Informan/


Wawancara narasumber:
Penyelenggara,
Pelaksana,
Observasi Pedoman Input dan Proses Pelaku,
Pengamatan Pengguna

Studi Daftar CIPP


Dokumentasi dokumen

Tabel 2 Kategori Penilaian Berdasarkan Pemenuhan


Kriteria Evaluasi
Skala Kategoori Diskripsi Penilaian
Penilaian Penilaian
1 Kurang
Kurang terpenuhi:
yaitu evaluan sebagian kecil atau tidak sama sekali
memenuhi sesuai dengan kriteria evaluasi
(memenuhi sesuai dengan kriteria 0-34%)

2 Cukup
Cukup terpenuhi:
yaitu evaluan sebagian memenuhi sesuai dengan
kriteria evaluasi
(memenuhi sesuai dengan kriteria 35-67%)

Evaluasi Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari … | Sri Sadono Mulyanto | 93
3 Baik
Telah terpenuhi:
yaitu evaluan sebagian besar atau seluruhnya telah
memenuhi sesuai dengan kriteria evaluasi
(memenuhi sesuai dengan kriteria 68-100%)

Tabel 3 Hasil Evaluasi Komponen Konteks


NO ASPEK YANG DIEVALUASI KATEGORII KRITERIA TERCAPAI
KOMPONEN KONTEKS X=∑∕N
K C B
1 1.1 Latar Belakang Visi dan
Misi √
 Ada rumusan visi dan Misi √ 100%
 Visi dan misi tertulis sesuai 100%
kebutuhan program √

 Visi dan misi dijabarkan 100%

secara jelas dalam


aktivitas kegiatan X = 100%

1.2 Aktivitas Sosialisasi


 Secara internal Kemenkes √
Secara eksternal 100%
 Institusi Pendidikan √

 Sarana Kesehatan √ 66 %

 Umum √ 33 %
33 %

X = 58 %
2 2.1.Tujuan berdasar

94 | Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta | Desember 2017 | Volume 3 Nomor 3


kebutuhan
 Pemerataan pelayanan √
kesehatan √
 Peningkatan √
kesejahteraan 100%

 Peningkatan kualitas √ 100%

hidup masyarakat 100%

 Peningkatan kompetensi
SDM Kesehatan 100%
X = 100 %
2.2.Tujuan berdasar
permasalahan
 Keterbatasan SDM √
Kesehatan di DTPK 100%
 Permasalahan kesehatan √
di layanan primer 100%

X = 100%
2.3.Tujuan berdasar asset-
aset √
 SDM Kesehatan √ 100%
 Pemerintah Pusat √ 100%

 Pemerinath Daerah √ 100%

 BPJS 100%
X = 100%
2.4.Tujuan berdasar Peluang √
100%
2.5.Tujuan berdasar aspek √
legalitas 100%
X Komponen Konteks = ∑ ∕ N= 94 %

Evaluasi Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari … | Sri Sadono Mulyanto | 95
Tabel 4 Hasil Evaluasi Komponen Input
NO ASPEK YANG DIEVALUASI KATEGORII KRITERIA TERCAPAI
KOMPONEN INPUT
K C B
1 Perencanaan
 Rencana kegiatan tersusun √
 Didasari kebijakan √ 100%

 Sesuai Renstra √ 100%

 Sesuai sasaran √ 100%


100%

X = 100%
2 Kesiapan SDM
 Jumlah kebutuhan secara √
keseluruhan 100%
 Jumlah kebutuhan secara √
profesi tenaga kesehatan 66%

 Sesuai Kompetensi √

 Adanya pola penempatan √ 100%

 Pendaftaran, Pelatihan dan 66%

pembekalan √

 Penggajian dan insentif √ 66%


100%

X = 83%
3 Kesiapan Saranan Prasarana
dan Fasilitas
 Gedung/tempat pelayanan √
 Alat kesehatan √ 100%

 Obat-obatan √ 100%

 Ambulance √ 100%

96 | Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta | Desember 2017 | Volume 3 Nomor 3


 Alat dan bahan pendukung √ 100%
kegiatan promotif 100%
preventif √
 Fasilitas tempat tinggal 66%

X = 94,3 %
4 Kesiapan Anggaran
 APBN untuk penyiapan
tenaga hingga penggajian √
 APBD untuk sarana 100%
prasarana penunjang √

 APBD bantuan insentif √ 100%

 BOK (Bantuan Operasional 33%

Kesehatan) √

 BPJS √ 100%
100%

X = 86,6%
X Komponen Input = ∑ ∕ N= 90,97 %

Tabel 5 Hasil Evaluasi Komponen Proses


NO ASPEK YANG DIEVALUASI KATEGORII KRITERIATERCAPAI
KOMPONEN PROSES
K C B
1 Pelaksanaan Program
Pelaksanaan SDM
 Jumlah kebutuhan secara
keseluruhan √ 100%
 Jumlah kebutuhan secara √
profesi tenaga kesehatan 66%

 Sesuai Kompetensi √

Evaluasi Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari … | Sri Sadono Mulyanto | 97
 Adanya pola penempatan √ 100%
 Pendaftaran, Pelatihan dan √ 66%
pembekalan 66%

 Penggajian dan insentif √ 100%

X = 83%
Pelaksanaan Sarana
Prasarana dan fasilitas
 Gedung/tempat pelayanan √
 Alat kesehatan √ 100%

 Obat-obatan √ 100%

 Ambulance √ 100%

 Alat dan bahan pendukung √ 100%

kegiatan promotif 100%

preventif √

 Fasilitas tempat tinggal 66%

X = 94,3%
Pelaksanaan Dukungan
Anggaran
 APBN untuk penyiapan √
tenaga hingga penggajian 100%
 APBD untuk sarana √
prasarana penunjang 100%

 APBD bantuan insentif √

 BOK (Bantuan Operasional √ 66%

Kesehatan) √ 100%

 BPJS 100%
X = 93,2 %
Pelakasanaan Pos
Pembiayaan √

98 | Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta | Desember 2017 | Volume 3 Nomor 3


 Pos pembiayaan survey √ 100%
 Pos pembiayaan penyiapan 100%
SDM √

 Pos pembiayaan insentif √ 100%

SDM 100&

 Pos pembiayaan pelaporan


dan monev X = 100%

Pelaksanaan Pengelolaan √
Anggaran 100%
X Komponen Proses = ∑ ∕ N= 94,1 %

Tabel 6 Hasil Evaluasi Komponen Hasil


NO ASPEK YANG DIEVALUASI KATEGORII KRITERIA TERCAPAI
KOMPONEN HASIL
K C B
1 Product
Hasil Pencapaian Program
 Kegiatan kuratif √
 Kegiatan Promotif √ 66%

 Kegiatan Preventif √ 100%


100%

X = 88,6 %
Hasil dari aspek pertahanan
Hasil dari Rasa Cinta Tanah
Air √
 Nasionalisme peserta NS √ 100%
 Wujud Bela Negara √ 100%

 Antisipasi ancaman 100%

nirmilter aspek kesehatan √

 Peningkatan kepedulian 66%

Evaluasi Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari … | Sri Sadono Mulyanto | 99
masyarakat di DTPK
terhadap lingkungan √
 Menunjang kondusifitas
DTPK 100%

X = 93,25

X Komponen Product= ∑ ∕ N= 90,92%

Evaluasi Konteks (Context) sosialisasi internal sudah cukup baik,


Secara keseluruhan, latar belakang yang namun untuk sosialisasi ekternal perlu
mendasari Program Nusantara Sehat mendapat perhatian. Hal ini dilihat dari
telah terkonsep dan terencana dengan sebagian besar tenaga kesehatan dan
baik. Kesiapan kegiatan telah tergambar masyarakat umum tidak mengetahui
dari data yang diperoleh. Visi dan misi program ini.
Kementerian Kesehatan RI sejalan Dalam Peraturan Menteri Kesehatan
dengan visi dan misi Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015,
Presiden Jokowi yang mengusung tentang penugasan khusus tenaga
prioritas kabinet kerja dengan konsep kesehatan berbasis tim dalam
Nawacita. Visi dan misi telah dirumuskan mendukung Program Nusantara Sehat,
dengan baik, tertulis sesuai kebutuhan yang diperbaharui melalui Permenkes
dan dijabarkan serta disosilisasikan Nomor16 Tahun 2017, diterangkan bahwa
dengan baik. Visi tersebut telah tujuan Program Nusantara Sehat telah
dijabarkan dalam kegiatan-kegiatan dirumuskan dengan baik, dengan
pendukung guna mencapai visi misi berdasarkan pada kebutuhan, khsusnya di
tersebut, salah satunya Program DTPK. Adanya survey penentuan lokasi
Nusantara Sehat. Visi dan misi tersebut juga memberikan gambaran bahwa
juga telah tersosialisasi dengan baik, baik kebutuhan akan penguatan pelayanan
dalam bentuk dokumen yang dimuat di kesehatan primer dalam bentuk Program
media cetak berupa bulletin, maupun Nusantara Sehat sangat dibutuhkan.
dalam media elektronik. Sosialisasi Permasalahan kesehatan yang
dilakukan di internal dan eksternal. Untuk paling menonjol dalam pemenuhan

100 | Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta | Desember 2017 | Volume 3 Nomor 3
kebutuhan pelayanan kesehatan dasar perhatian pada evaluasi konteks yaitu
adalah ketersediaan SDM kesehatan yang sosialisasi PNS yang masih sangat minim,
kompeten, sesuai standarisasi profesi dan terutama di sarana pelayanan kesehatan,
standar pelayanan. Untuk jumlah SDM masyarakat umum, dan lembaga
Kesehatan dudah terpenuhi, namun pendidikan SBM Kesehatan. Sosialisasi ini
untuk jenis profesi, khususnya tenaga penting agar seluruh lapisan mengetahui
dokter, dari segi jumlah belum terpenuhi. dan mendukung program tersebut.
Untuk mencapai tujuan Kebijakan Evaluasi Input
Indonesia sehat, serangkaian program Secara keseluruhan, jumlah dan
diluncurkan pemerintah, khususnya kebutuhan akan SDM Kesehatan sudah
program berkaitan dengan peningkatan terpenuhi, hal ini dilihat dari tingginya
kesehatan masyarakat melalui layanan jumlah pendaftar program ini. Namun
primer promotif dan preventif. Dengan yang menjadi perhatian adalah kurangnya
kegiatan promotif dan preventif, minat dari profesi dokter dan dokter gigi
diharapkan dapat mencegah orang untuk yang mengikuti program ini, meskipun
sakit dan meminimalisir kebutuhan dana setiap tahunnya ada peningkatan.
untuk pengobatan, dan sebagai upaya Permasalahan ini menurut data yang
peningkatan kualitas hidup masyarakat. didapat awalnya akibat adanya insentif
Program ini fokus pada penyediaan SDM yang kurang sesuai untuk dua profesi itu,
Kesehatan, mengingat untuk komponen sehingga jumlah mereka yang berminat
pembiayaan kesehatan, baik untuk untuk mengikuti program ini relative
pendanaan kegiatan promotif dan sedikit. Pemerintah melalui BPPSDM telah
preventif, pemerintah telah punya berupaya mencari solusi maslaah ini
sumber pendanaan dan kegiatan dengan menaikkan insentif yang sesuai,
tersendiri, yaitu Program Bantuan sehingga menanmbah peminat profesi
Operasional Kesehatan di setiap dokter dan dokter gigi untuk mengikuti
Puskesmas. Selain dari BOK, dukungan program ini
pembiayaan juga melalui Program BPJS Dengan adanya MOU antara
Kesehatan. Kementerian Kesehatan Dengan Kepala
Tingginya jumlah lulusan tenaga Daerah tempat dilaksanakannya Program
kesehatan di tanah air juga tersalurkan ini, yaitu adanya kewajiban Pemenrintah
dengan adanya program ini. Yang menjadi Daerah dlam menyiapkan sarana

Evaluasi Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari … | Sri Sadono Mulyanto | 101
prasarana dan fasilitas penunjang dalam pelaksanaannya hanya rata-rata
penugasan, maka sarana prasarana dan enam orang. Hal ini didasari atas
fasilitas tidak menjadi kendala dalam kebutuhan di DTPK dan ketersediaan
program ini. anggaran Kementerian Kesehatan RI.
Yang menjadi perhatian pada Pada awal program ini berjalan, jumlah
evaluasi input dari PNS ini yaitu adanya profesi dokter sangat minim yang
pola penempatan yang kurang optimal, mengikuti program ini. Ini berdasarkan
sehingga pengalokasian tenaga pengumpulan data pada program
kesehatan PNS ada yang tidak tepat Nusantara Sehat Gelombang kedua tahun
sasaran. Kebijakan pada Permeknkes No pertama, yaitu tahun 2015. Mengenai
16 Tahun 2017 tentang penentuan DTPK kualifikasi, jumlah secara keseluruhan,
atas SK Kepala Daerah juga harus pembayaran insentif gaji bagi tenaga
dilaksanakan dengan baik, yaitu verifikasi kesehatan telah berjalan cukup baik.
daerah usulan yang diajukan oleh Kepala Evaluasi Hasil (Product)
Daerah.8 Selain itu lokasi pendaftaran dan Program Nusantara Sehat berfokus pada
ujian awal yang diselenggarakan hanya di pelayanan promotif dan preventif dengan
12 kota juga harus mendapat perhatian. persentase 70% dari seluruh kegiatan. Hal
Hal ini berdampak pada peminat kegiatan ini dilakukan mengingat pada pelayanan
ini yang tidak maksimal, karena kesehatan dasar, penyakit yang diderita
keterbatasan akses untuk mengikuti oleh masyarakat pada umumnya adalah
seleksi. penyakit akibat prilaku hidup yang tidak
Evaluasi Proses sehat, sehingga menyebabkan penyakit.
Program ini telah terlaksana dengan telah Bila hanya fokus mengobati tanpa adanya
ditugaskannya tenaga kesehatan program promosi dan preventif, maka
Nusantara Sehat ke DTPK sesuai tidak mustahil penyakit tersebut akan
kebutuhan. Tenaga yang ditugaskan telah menjadi wabah. Dari data yang diperoleh
sesuai dengan kompetensi yang di lokasi Program Nusantara Sehat, awal
dibutuhkan, dengan melalui seleksi dan Tim Nusantara Sehat bertugas, mereka
pembekalan. Dalam pelaksanaannya, satu memetakan kondisi wilayah kerja,
tim tenaga kesehatan yang seharusya selanjutnya membuat program.
terdiri dari sembilan profesi kesehatan, Program Nusantara Sehat
8
Permenkes 16 Tahun 2017
merupakan implementasi dari kebijakan

102 | Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta | Desember 2017 | Volume 3 Nomor 3
pemerintah dalam mewujudkan Indonesia kesejahteraan sosial juga menjadi
dengan fokus pada penguatan layanan keadaan yang tidak menguntungkan
primer di Puskesmas. Dengan penguatan Adanya perubahan perilaku
dan pemerataan akses pelayanan masyarakat menjadi masyarakat yang
kesehatan primer di DTPK, diharapkan lebih sehat dalam menajaga lingkungan
mampu meningkatkan derajat kesehatan sedikit banyak merupakan bentuk
masyarakat dan mencegah kondisi tumbuhnya rasa cinta tanah air. Dengan
kesakitan yang dapat mempengaruhi adanya perhatian dan pengabdian tenaga
kondisi bangsa secara keseluruhan, kesehatan Program Nusantara Sehat,
terutama bila terjadinya wabah. Dalam yang secara tidak langsung mewakili
perspektif pertahanan, wabah penyakit di pemerintah, membuat msayarakat di
suatu wilayah merupakan ancaman DTPK lebih merasakan manfaat
nonmiliter yang potensial menggangu pembangunan.
stabiitas negara. Kesenjangan Hasil ini lebih dirasakan oleh tenaga
kesejahteraan juga menjadi pemicu kesehatan peserta program nusantara
gangguan stabilitas keamanan disuatu sehat. Selain adanya materi pendidikan
daerah. bela negara pada pembekalan pra tugas,
Permasalahan yang berkaitan kondisi wilayah, budaya masyarakat
dengan kedaulatan bangsa dan negara setempat, dan tantangan dalam
serta manajemen pengelolaan kawasan melaksanakan kegiatan semakin
perbatasan, antara lain adanya fenomena menambah kecintaan pada bangsa dan
lunturnya rasa nasionalisme, baik yang negara. Sesuai nama programnya,
disebabkan oleh sulitnya jangkauan pengabdian yang mereka berikan selama
pembinaan serta peluang kegiatan dua tahun untuk membantu meningkatan
9
ekonomi di negara tetangga. derajat kesehatan masyarakat di
Kesenjangan tingkat kesejahteraan nusantara, merupakan salah satu bentuk
penduduk perbatasan dibandingkan sikap bela negara.
dengan negara tetangga, seperti terjadi di Kesimpulan
Kalimantan dengan minimnya sarana dan Komponen Konteks (Context)
prasarana untuk mendukung a. Secara keseluruhan, latar belakang dan
pembangunan ekonomi dan rumusan Program Nusantara Sehat
9
Moeldoko (2012)
sudah baik, 94%.

Evaluasi Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari … | Sri Sadono Mulyanto | 103
b. Sub Komponen atau kegiatan yang kebutuhan. Jumlah yang direncanakan
perlu mendapat perhatian yaitu sudah dapat terpenuhi dengan terlebih
sosialisasi Program Nusantara Sehat dulu diadakan seleksi penerimaan.
secara eksterna, yaitu pada lembaga b. Secara jumlah SDM Kesehatan yang
pendidikan kesehatan, sarana mendukung PNS sudah mencukupi,
kesehatan, dan masyarakat umum. namun dari profesi, khususnya dokter
Komponen Masukan (Input) masih sangat minim
a. Secara keseluruhan aspek-aspek yang c. Secara keseluruhan proses atau
menjadi input Program Nusantara pelaksanaan PNS sudah berjalan baik,
Sehat sudah berjalan dan terlaksanan 94,1%
dengan baik, 90,97%. Komponen Hasil (Product)
b. Pola penempatan yang tidak didasari a. Fokus Program Nusantara Sehat yaitu
oleh survey lokasi yang baik berakibat kegiatan promotif dan preventif yang
adanya DTPK yang tidak prioritas di laksanakan di pelayanan dasar
mendapat penguatan, sementara yang (Puskesmas). Pelayanan ini bertujuan
membutuhkan tidak mendapat meningkatkan derajat kesehatan
penguatan. masyarakat, mencegah orang untuk
c. Lokasi seleksi yang hanya sakit dan meminimalisir kebutuhan
diselenggarakan di 12 Kota se dana untuk pengobatan, sebagai
Indonesia berdampak pada tidak upaya peningkatan kualitas hidup
terakomodirnya tenaga kesehatan di masyarakat.
daerah yang jauh untk mengikuti b. Program Nusantara Sehat tanpa
seleksi, sehingga berdampak pada disadari oleh tenaga kesehatan adalah
jumlah peserta serta kualitas SDM bentuk tindakan Bela Negara dan
Kesehatan yang melaksanakan bagian dari Sistem Pertahanan Negara,
Program Nusantara Sehat tersebut khususnya pertahanan nirmiliter.
Komponen Pelaksanaan (Process) c. Aspek Pertahanan Negara belum
a. Dalam pelaksanaanya, rata-rata tenaga dijadikan dasar pelaksanaan Program
yang bertugas pada satu DTPK Ini oleh Kementerian Kesehatan.
sebanyak 6 orang dari 9 jenis profesi Saran
kesehatan. Penentuan jenis profesi a. Perlunya aspek pertahanan sebagai
SDM kesehatan disesuaikan dengan peran serta Kementerian dan Lembaga

104 | Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta | Desember 2017 | Volume 3 Nomor 3
dalam menghadapi ancaman Kesehatan dalam program ini tepat
nonmiliter dijadikan sebagai latar sasaran dan sesuai kebutuhan DTPK.
belakang program ini, mengingat
program ini merupakan bentuk Bela Daftar Pustaka
Arifin, Rois & Muhammad, Helmi. (2016).
Negara dan berperan dalam
Pengantar Manajemen. Empat Dua.
mengantisipasi ancaman nonmiliter, Malang.
Arikunto, Suharsimi.(2013). Prosedur
berupa wabah dan KLB di bidang
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta
Arikunto, Suharsimi. (2014). Evaluasi
b. Agar pencapaian hasil Program
Program Pendidikan.Bumi Aksara.
Nusantara Sehat lebih optimal dan Jakarta.
Bappenas. (2014). Buku II Rencana
mendapat dukungan semua pihak,
Pembangunan
diharapkan sosialisasi Program ini JangkaMenegahNasional (RPJMN)
2015-2019.
dilaksanakan lebih maksimal,
Creswell,John,W. (2016). Research Design,
khususnya pada sarana pendidikan PendekatanMetodeKualitatif,
Kuantitatif, dan CampuranEdisi
SDM Kesehatan maupun pada
4.PustakaPelajar, Yogyakarta.
masyarakat umum. Hal ini juga dapat Kementrian Pertahanan. (2014). Peraturan
Rektor Unhan No. 22 Tahun 2014,
membantu Tim Nusantara Sehat saat
tentang Penulisan Karya Akhir Studi.
dalam penugasan. Bogor
Kementrian Pertahanan. (2015).
c. Agar lokasi seleksi Peserta Nusantara
BukuPutihPertahananTahun
Sehat tidak hanya di 12 kota se 2015.Jakarta.
Kementrian Pertahanan RI Universitas
Indonesia, namun di setiap Ibu Kota
Pertahanan. (2014). Peraturan
Provinsi. penambahan lokasi seleksi ini Rektor Universitas Pertahanan
Nomor 22 Tahun 2014 Tentang
akan menambah peminat SDM
Penulisan Karya Akhir Studi
Kesehatan untuk mengikuti program Universitas Pertahanan.Bogor
Kuntjojo.( 2009). Metodologi Penelitian.
ini. Selain itu juga mengedepankan
Kediri.
azaz keadilan bagi semua SDM La Ode, M.Dahrin. (2012). Kedaulatan
Wilayah Perbatasan Adalam
Kesehatan untuk mendapat
Perspektif Politik Etnisitas dan Sosial
kesempatan mengikuti program ini. Budaya. Jurnal Pertahanan 2 (1),60-
82
d. Pelaksanaan survey penentuan lokasi
Supriyatno, Makmur. (2014). Tentang Ilmu
harus dilaksanakan dengan baik dan Pertahanan.Yayasan Pustaka Obor
Indonesia. Jakarta
dengan pengumpulan data yang
Moeldoko.(2012). Kompleksitas
akurat, agar pengalokasian SDM Pengelolaan Perbatasan, Tinajauan

Evaluasi Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari … | Sri Sadono Mulyanto | 105
dari perspektif kebijakan pengelolaan Disertasi.Program Pascasarjana
perbatasan Indonesia. Jurnal Universitas Negeri Jakarta. Jakarta
Pertahanan 2 (1), 15-37 Tippe, Syarifudin. (2012). Antropologi
Prabowo,J.Suryo. (2016). Perang Semesta Pertahanan Sebuah Strategi Human
Dalam Kajian Budaya dan Media. Capital Management di Kawasan
Remaja Rosda Karya. Bandung. Perbatasan. Jurnal Pertahanan 2 (1),
Prabowo, J.Suryo. (2016). Perang Semesta 1-14
Dalam Kajian Budaya dan Media.PT Wahyudi, Bambang. (2013). Resolusi
Remaja Rosdakarya Offset. Bandung Konflik Aceh. Kiprah masyarakat non
Redaksi.(2014). UUD 1945 beserta GAM dalam perdamaian di serambi
amandemennya.B-Media. Jakarta. mekah pasca MOU Helsinki. Makmur
Rektor Unhan. (2016). Tataran Dasar Bela Cahaya Ilmu. Jakarta
Negara. Universitas Pertahanan. Wirawan.(2016). Evaluasi Teori, Model,
Bogor. Metodologi, Standar, Aplikasi dan
Sukardi.(2014). Evaluasi Program Profesi.Raja Grafindo Persada.
Pendidikan dan Kepelatihan. Bumi Jakarta
Aksara Jakarta Yunisa, Nanda. (2016). PedomanUmum
Sugiyono. (2017). Memahami Penelitian Ejaan Bahasa Indonesia Yang
Kualitatif. Penerbit Alafabeta. Disempurnakan. Victory Inti Cipta.
Bandung.
Sugiyono.(2017). Metode Penelitian Perundang-undangan
Kebijakan. Pendekatan Kuantitatif, UU No 3 Tahun 2001, Tentang Pertahanan
Kualitatif, Kombinasi R&D dan Negara
Penelitian Kombinasi. Penerbit UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang
Alfabeta. Bandung. Kesehatan
Sukardi.(2014). Evaluasi Program Pemenkes No 16 Tahun 2017 Tentang
Pendidikan dan Kepelatihan.PT Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan
Bumi Aksara. Jakarta Dalam Mendukung Program Nusantara
Suryana. (2010). Metodologi Penelitian Sehat.
Model Praktis Penelitian Kuantitatif
dan Kualitatif. Universitas
Pendidikan Indonesia. Bandung.
Suryokusumo, Suryanto. (2016) Konsep
Sistem Pertahanan Non militer, Suatu
system pertahanan komplemen
system pertahanan militer dalam
pertahanan rakyat semesta, Yayasan
Pustaka Obor. Jakarta
Sutisna, Sabar. (2012). Pengamanan
Wilayah Perbatasan Negara Kesatuan
Republik Indonesia dan Kepastian
Hukum Bagi Pertahanan Wilayah
Negara. Jurnal Pertahanan 2 (1),123-
130
Tim Program Pascasarjana.(2012). Buku
Pedoman Penulisan Tesis dan

106 | Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta | Desember 2017 | Volume 3 Nomor 3