Anda di halaman 1dari 4

Kamis, 4 Agustus 2016

Cari...
Cari...

 Home
 Politik
 Ekonomi & Bisnis
 Catatan
 Hukum
 Akademia
 Kesehatan
 Nusantara
 Lainnya

Dinas Kesehatan Banten Selenggarakan


Sosialisasi
Ditulis oleh Admin2 Kategori: Nusantara
Tanggal Diterbitkan Dilihat: 1178

Rilisindonesia.com

BANTEN-Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyelenggarakan Sosialisasi Informasi


Pembangunan Kesehatan di Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang Kamis (21 Agustus). Acara
yang menghadirkan para wartawan cetak, televisi, radio dan media online ini, sebagai upaya
mengenalkan berbagai program pembangunan layanan di Dinas Kesehatan di Provinsi
Banten.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Drg Sigit Wardoyo mengatakan, sosialisasi yang
dilakukan ini adalah bagian dari keterbukaan informasi publik sesuai amanat undang-undang
No 14 tahun 2008. “Diharapkan melalui acara ini, masyarakat lebih banyak mengetahui
tentang apa saja yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten,” katanya.

Dia menjelaskan kondisi pembangunan kesehatan di Provinsi Banten, khususnya untuk


indikator angka kematian ibu melahirkan di provinsi itu masih cukup tinggi kendati masih di
bawah rata-rata secara nasional. Di Provinsi Banten tercatat 308 per-seribu kelahiran hidup

menurut SDKI 2012.

Menurutnya tantangan besar untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) harus di
selesaikan di semua tingkat administrasi dengan komitmen yang efektif, intensif dan
berkesinambungan. Umpamanya program puskesmas yang mampu memberikan layanan
obstetridan neotal emergency komperhensif dan sistem rujukan maternal dan neonatal di
fasilitas kesehatan.

Dia juga menyebutkan, angka kematian ibu dan bayi pasca persalinan di Banten sangat
tinggi. Pada tahun 2013, kematian ibu mencapai 216, sedangkan kematian bayi neonatal
(hanya hidup dalam rentang waktu 28 hari) sebanyak 1220.

Provinsi Banten menempati peringkat ke-5 dalam kasus kematian ibu dan peringkat ke-6
kematian bayi. Berdasarkan data kesehatan ibu dan anak Dinas Kesehatan Provinsi Banten,
penyebab utama kematian ibu saat melahirkan adalah Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK)
dan perdarahan.

Hipertensi dalam kehamilan dapat mengakibatkan komplikasi berupa gagal jantung, kejang-
kejang, penurunan fungsi ginjal, gangguan penglihatan dan pendarahan. Sedangkan penyebab
utama kematian bayi dikarenakan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan Asfiksia atau
kekurangan oksigen yang dialami oleh bayi.
Kasus kematian ibu dan bayi ini, terbanyak dialami oleh pasangan suami istri yang menikah
dalam usia muda. Yang paling banyak terjadi dan berujung kematian adalah pendarahan dan
keracunan dalam kehamilan atau Preeclampsia.

Disebutkannya, pada tahun 2015 Pemerintah Provinsi Banten menganggarkan Rp 28,8 miliar,
untuk melayani kesehatan masysrakat miskin. “Anggaran sebesar itu sudah disiapkan dan
tinggal menunggu Pergub untuk bisa dicairkan,” tuturnya.

Sigit mengakui, untuk memberikan pelayanan dengan merata dan adil kepada masyarakat di
seluruh daerah di Provinsi Banten memang sulit dilakukan. Umpamanya memberikan
pelayanan kesehatan masyarakat di perkotaan dengan masyarakat yang berada di pedalaman
atau di kabupaten tertentu.

Perbedaan ini menyangkut banyak hal, terutama sarana, prasarana dan tenaga medis yang
berkaitan dengan anggaran. “Contohnya untuk tenaga dokter ahli atau dokter spesialis. Untuk
menempatkan dokter ahli di daerah, biayanya tentu agak mahal bila dibandingkan dengan
penempatannya di wilayah perkotaan,” tutur Sigit.

Untuk dokter ahli di perkotaan, gajinya bisa mencapai Rp 30 juta perbulan, bahkan lebih. “Di
tingkat inilah, terkadang sejumlah pemerintah daerah belum sanggup membiayai secara
penuh,” katanya. (Adv)

Share

TERKINI

 09 Jul 2016

Langit Bersih di Atas Kota Sukabumi

 09 Jul 2016

Komisi I DPRD Banten Kunjungan ke BPN Cilegon

 08 Jul 2016

Komisi IV DPRD Banten Kunjungi Perum Perumnas

 08 Jul 2016

Sembilan Fraksi Usulkan Perubahan RTRW Banten Dibahas di Pansus

 08 Jul 2016

Menutup Masa Persidangan Anggota DPRD Banten Reses

 07 Jul 2016

Ketua DPRD Banten, Minta Perda Pekat Tetap Diberlakukan


 26 Jun 2016

DPPKD Banten, Bebaskan Denda Pajak Selama Puasa

 26 Jun 2016

DPPKD Banten Siapkan 31 Gerai Samsat

 25 Jun 2016

Dua Bulan DPPKD Gelontorkan Rp 26 M, Untuk Kabupaten Kota

 25 Jun 2016

Sekda Banten : Pelayanan Samsat Semakin Baik

You are here:


RILIS INDONESIA
Copyright © 2016 RilisIndonesia.Com
Dikelola oleh Swaka Karya




 Tokoh
 Buah Hati
 Rilis Sports
 Pariwisata
 Kuliner