Anda di halaman 1dari 22

FORMAT PENGKAJIAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Nama Mahasiswa : Kelompok 3


Pengkajian diambil tanggal : 23 Oktober 2018
Jam : 13.45 WIB

A. IDENTITAS UMUM
1. Identitas Kepala Keluarga:
Nama : Tn. D Pendidikan : SD
Umur : 70 tahun Pekerjaan : Petani
Agama : Islam Alamat : Kendal
Suku : Jawa Nomor Telp : 085 645 377 487
2. Komposisi keluarga:

N
Nama L/P Hub dg KK Umur Pend Imunisasi KB
o

1 Tn. D L Kepala 70 Thn SD Lengkap


-
Keluarga
2 Ny. N P Istri 68 Thn SD Lengkap Pil KB

3 Ny. S P Anak 48 Thn SD Lengkap -

4 Tn. J L Anak 46 Thn SMP Lengkap -

5 Ny. E P Anak 44 Thn SMP Lengkap -

1
3. Genogram

4. Tipe keluarga : Keluarga Inti


5. Suku bangsa : Jawa
6. Agama : Islam
7. Status social ekonomi keluarga : Terpenuhi
8. Aktifitas rekreasi keluarga : Terpenuhi, Tn. D dan Ny. N bercengkrama bersama diwaktu
luang dan menonton tv bersama.

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini:

2
Keluarga lanjut usia.
2. Tugas tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi:
Menerima kematian pasangan, kawan dan mempersiapkan kematian.

C. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA INTI


1. Riwayat keluarga sebelumnya:
Ibu klien mempunyai riwayat penyakit yang sama yaitu alzeimher yang diturunkan ke Tn. D
2. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga:
No Nama Umur BB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan
kesehatan (BCG/Polio/ Kesehatan yang telah di
DPT/HB/ lakukan
Campak
1 Tn. D 70 Th 67 kg Kurang Lengkap Diabetes Periksa ke
sehat Mellitus, puskesmas
Alzheimer

2 Ny. N 68 Th 55 kg Sehat Lengkap Tidak ada -


3 Ny. S 48 Th 60 kg Sehat Lengkap Tidak ada -
4 Tn. J 46 Th 64 kg Sehat Lengkap Tidak ada -
5 Ny. E 44 Th 50 kg Sehat Lengkap Tidak ada -

3. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan:


Puskesmas

D. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah :
a. Gambaran tipe tempat tinggal:
Rumah klien berada di pedesaan, dikelilingi oleh 3 rumah disamping kanan kiri dan depan.
Sedangkan dibelakangnya rumah klien terdapat kebun kosong. Rumah klien berukuran 8x12
m2, rumah masih berdinding papan, terdapat 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 dapur, lantai
plester semen.

3
b. Denah rumah:

c. Gambaran kondisi rumah:


Keadaan lingkungan rumah tampak kurang bersih. Terlihat dari selokan dipenuhi dengan
sampah, terdapat genangan air yang bau dan warnanya hitam. Halaman rumah tampak kotor,
banyak dedauan yang berserakan. Ventilasi kurang baik, jendela rumah jarang dibuka.
Jamban mengalir ke sungai. Kondisi bak mandi banyak jentik dan tidak menggunakan air
PDAM. Pencahayaan tidak terlalu terang dengan warna lampu kuning.
d. Dapur:
Kondisi dapur masih menggunakan tungku dan kayu bakar.
e. Kamar mandi:
Jamban mengalir ke sungai. Kondisi bak mandi banyak jentik dan tidak menggunakan air
PDAM.
f. Mengkaji pengaturan tempat tidur didalam rumah:
Terdapat dua kamar tidur di mana setiap kamar tidur di lengkapi dengan ranjang beserta
kasur. Pencahayaan di kamar kurang, hanya ada lubang ventilasi kecil di setiap kamar dan
tidak terdapat jendela.
g. Mengkaji keadaan umum kebersihan dan sanitasi rumah:
Rumah kurang nyaman untuk di tinggali, saat ini istri klien jarang membersihkan rumah di
karena kan usia yang sudah tidak muda lagi dan tidak memungkinkan istri klien untuk

4
membersihkan atau menata ulang kembali. Untuk sanitasi selokan dipenuhi dengan sampah,
terdapat genangan air yang bau dan warnanya hitam. Klien dan istri mengatakan tidak
sanggup lagi untuk mengupayakan agar air dapat mengalir dan tidak menggenang.
h. Mengkaji perasaan-perasaan subjektif keluarga terhadap rumah:
Klien dan istrinya mengatakan jika mereka ingin sekali rumahnya terurus seperti sedia kala
di saat anak-anaknya masih tinggal bersama mereka.
i. Evaluasi adekuasi pembuangan sampah:
Evaluasi adekuasi pembuangan sampah belum terlaksana dengan baik
j. Penataan/pengaturan rumah:
Penataan ataupun pengaturan rumah klien kurang tertata dengan rapi, misalnya kebun
terlihat berserakan dedauanan yang kering, di bagian dapur terdapat tumpukan kayu dan
banyak debu yang dihasilkan akibat pembakaran kayu yang merupakan sisa untuk memasak.
2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW:
Ditemukan data bahwa tetangga klien masih ada yang membuang sampah disembarang tempat,
misalnya diselokan, disungai maupun di area kebun
3. Mobilitas geografis keluarga:
Ketiga anak Tn.D dan Ny. N sudah tinggal dirumah mereka masing- masing dengan anak
maupun cucunya. Sedangkan ketiga anak Tn. D dan Ny. N berkunjung setiap satu tahun sekali
karena tinggal beda kota.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat:
Waktu yang digunakan Tn. D dan Ny. N berkumpul yaitu pada saat Tn.D selesai berkebun malam
hari. Dan pada sore harinya Tn.D bercengkrama dengan para tetangganya. Sedangkan Ny.N
biasa berinteraksi dengan tetangganya pada sore hari, sedangkan pada pagi hari biasanya Ny.N
membantu suaminya untuk berkebun.
5. Sistem pendukung keluarga:
Keluarga memiliki jumlah anggota keluarga yang sehat yaitu sebanyak satu orang, yaitu Ny. N
dan fasilitas keluarga yang menunjang kesehatan seperti Kartu Sehat.
E. STRUKTUR KELUARGA
1. Pola komunikasi keluarga:
Terbuka. Yang berperan sebagai pengambil keputusan utama adalah Tn.D.
2. Struktur kekuatan keluarga:
Tn.D tidak memlikiki kemampuan untuk mempengaruhi dan mengendalikan anggota keluarga
untuk mengubah perilaku yang berhubungan dengn kesehatan karena masalah kesehatan yang
dialaminya.

5
3. Struktur peran (formal dan informal):
Tn. D sebagai kepala keluarga dapat memenuhi tugasnya untuk mencari nafkah dengan bertani.
Ny. N sebagai ibu rumah tangga dan pendidik untuk anaknya.
4. Nilai dan norma keluarga:
Baik
F. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi afektif:
Baik
2. Fungsi sosialisasi:
Terpenuhi dengan kegiatan seperti pengajian yang selalu di hadiri baik Tn. D maupun Ny. N.
3. Fungsi perawatan kesehatan:
Tn. D berusaha untuk merawat istrinya dengan baik dan membawanya ke puskesmas bila
kondisinya semakin memburuk.Begitu sebaliknya dengan Ny. N
4. Fungsi reproduksi:
Fungsi reproduksi baik, Tn. D dan Ny. N memiliki 3 orang anak.
5. Fungsi ekonomi:
Tn. D dan Ny. N dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil bertani. Dari hasil bertani Tn.
D dan Ny. N dapat menyekolahkan ke tiga anaknya walau sampai di bangku SD dan SMP.
G. STRESS DAN KOPING KELUARGA
1. Stressor jangka pendek dan panjang:
Normal
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/ stressor:
Keluarga kurang mengerti
3. Strategi koping yang digunakan:
Keluarga kurang mengerti
4. Strategi adaptasi disfungsional:
Baik
H. PEMERIKSAAN FISIK (Setiap individu anggota keluarga)
1. Identitas
Nama : Tn.D
Umur : 70 tahun
2. Keluhan/Riwayat Penyakit saat ini:
Sering lupa
3. Riwayat Penyakit Sebelumnya:

6
Diabetes Mellitus
4. Penampilan umum:
a. Tahap perkembangan: Lanjut Usia
b. Jenis kelamin: Laki-laki
c. Cara berpakaian: Klien mengenakan kaos oblong dan sarung
d. Kebersihan personal: Terlihat kurang bersih
e. Postur dan cara berjalan: Agak sedikit membungkuk, cara berjalannya pelan.
f. Bentuk dan ukuran tubuh: bentuk tubuh klien terlihat agak kurus, dengan tinggi badan
kurang lebih 165 cm, dan berat badan 67 kg.
5. Status mental dan cara berbicara:
a. Status emosi: Keras kepala
b. Tingkat kecerdasan: Kurang, tingkat pendidikan SD
c. Orientasi: Sering lupa
d. Proses berpikir:
e. Gaya/cara berbicara: Kurang jelas, dan sedikit pelo karena ompong
6. Tanda – Tanda Vital:
a. Tekanan Darah: 130/90 mmHg
b. Nadi: 65 x/menit
c. Suhu: 37 oC
d. RR: 15 x/menit
7. Pemeriksaan kulit
a. Inspeksi: Kulit terlihat keriput
b. Palpasi: Kulit tidak elastis
8. Pemeriksaan kuku:
a. Inspeksi: Kuku terlihat panjang dan kotor
b. Palpasi: kuku capilary refill kurang dari 3 detik
9. Pemeriksaan kepala:
a. Inspeksi: rambut terlihat memutih dan rontok
b. Palpasi: kepala tidak terdapat nyeri tekan dan tidak terdapat benjolan
c. Auskultasi: -
10. Pemeriksaan muka:
a. Inspeksi: mimik wajah
b. Palpasi: -
c. Tes sensasi wajah:

7
11. Pemeriksaan mata:
a. Inspeksi:
b. Palpasi: disekitar mata tidak terdapat nyeri tekan
c. Tes ketajaman visual: penglihatan mulai berkurang > 3 m
d. Tes lapang pandang: > 3 m klien tidak dapat melihat dengan jelas
12. Pemeriksaan telinga:
a. Inspeksi: terlihat terdapat sedikit serumen
b. Palpasi: tidak terdapat nyeri tekan dan benjolan
c. Tes ketajaman pendengaran: pendengaran mulai berkurang
13. Pemeriksaan hidung dan sinus:
a. Inspeksi: tidak terdapat sekret
b. Palpasi: tidak terdapat nyeri tekan
c. Tes penciuman: masih bisa membedakan aroma bau
14. Pemeriksaan mulut dan tenggorokan:
a. Inspeksi: tidak terdapat stomatitis, gigi mulai berkurang
b. Palpasi: tidak terdapat nyeri tekan dan tidak terdapat benjolan
c. Tes rasa: mulai berkurang untuk membedakan rasa terutama rasa asam dan manis
15. Pemeriksaan leher:
a. Inspeksi: terlihat keriput disekitar leher
b. Palpasi: tidak terdapat benjolan dan nyeri tekan
c. Auskultasi: -
d. Tes ROM: mampu menggerakan leher dan kepala (fleksi dan ekstensi)
16. Pemeriksaan system pernafasan:
a. Inspeksi: dada terlihat mengembang secara simetris
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan dan benjolan
c. Perkusi: suara terdengar sonor
d. Auskultasi: terdengar vesikuler tidak terdapat suara tambahan
17. Pemeriksaan system kardiovaskuler:
a. Inspeksi: -
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan dan tidak ada benjolan
c. Perkusi: terdengar redup
d. Auskultasi: terdengar lup dup
18. Pemeriksaan payudara dan aksila:
a. Inspeksi: kulit disekitar papila mamae terlihat keriput

8
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan dan tidak ada benjolan
19. Pemeriksaan abdomen:
a. Inspeksi: perut terlihat tidak membuncit
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan dan tidak ada benjolan
c. Perkusi:abdomen terdengar pekak
d. Auskultasi: peristaltik usus terdengar sebnyak 12 x/menit
20. Pemeriksaan ekstermitas atas:
a. Bahu: tidak dapat melakukan
b. Siku: mampu melakukan fleksi dan ekstensi tetapi tidak secara penuh
c. Pergelangan dan telapak tangan: mampu melakukan pergerakantetapi tidak secara penuh
21. Pemeriksaan ekstermitas bawah:
a. Panggul: mampu melakukan pergerakan tetapi secara tidak penuh
b. Lutut: mampu melakukan pergerakan fleksi dan ekstensi
c. Pergelangan dan telapak kaki: mampu melakukan pergerakan tetapi tidak secara penuh

I. PEMERIKSAAN FISIK
1. Identitas
Nama : Ny. N
Umur : 68 th
2. Keluhan/Riwayat Penyakit saat ini:
Tidak ada keluhan
3. Riwayat Penyakit Sebelumnya:
Tidak ada riwayat peyakit sebelumnya
4. Penampilan umum:
g. Tahap perkembangan: klien dengan lanjut usia
h. Jenis kelamin: perempuan
i. Cara berpakaian: umum seperti lansia umumnya
j. Kebersihan personal: klien Nampak bersih
k. Postur dan cara berjalan: postur normal dan cara berjalan tegak
l. Bentuk dan ukuran tubuh: bentuk dan ukuran tubuh normal layaknya lansia umumnya
5. Status mental dan cara berbicara:
a. Status emosi: emosi dapat terkontrol
b. Tingkat kecerdasan: tingkat kecerdasan sedang
c. Orientasi:

9
d. Proses berpikir: dapat berpikir nyata
e. Gaya/cara berbicara: dapat berbicara dengan baik
6. Tanda – Tanda Vital:
a. Tekanan Darah: 130/95 mmHg
b. Nadi: 77x/menit
c. Suhu: 370C
d. RR: 24x/menit
7. Pemeriksaan kulit
a. Inspeksi: kulit tampak keriput
b. Palpasi: turgor kulit tidak elastis
8. Pemeriksaan kuku:
a. Inspeksi: tampak tidak kebiruan
b. Palpasi: CRT<3 detik
9. Pemeriksaan kepala:
a. Inspeksi: kepala tampak simetris
b. Palpasi: tidak ada benjolan
c. Auskultasi: -
10. Pemeriksaan muka:
a. Inspeksi: muka tampak simetris
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan
c. Tes sensasi wajah: dapat mengeksprsikan perasaan(sedih,senang,gembira)
11. Pemeriksaan mata:
a. Inspeksi: pupil dapat mengecil ketika terkena cahaya
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan
c. Tes ketajaman visual: dapat melihat dengan normal
d. Tes lapang pandang: dapat melihat dengan jarak ±10 meter
12. Pemeriksaan telinga:
a. Inspeksi: tampak ada serumen
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan telinga
c. Tes ketajaman pendengaran: dengan pemeriksaan menggunakan garpu tala dikedua
telinga pendengaran klien seimbang
13. Pemeriksaan hidung dan sinus:
a. Inspeksi: hidung tampak simetris tidak ada secret
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan hidung

10
c. Tes penciuman: dapat membedakan bau
14. Pemeriksaan mulut dan tenggorokan:
a. Inspeksi: mulut tampak simetris, tidak ada stomatitis,
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan
c. Tes rasa: dapat sedikit membedakan rasa (manis,asin,pedas)
15. Pemeriksaan leher:
a. Inspeksi: tidak Nampak benjolan
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan
c. Auskultasi: -
d. Tes ROM: dapat menggerakan leher dengan normal
16. Pemeriksaan system pernafasan:
a. Inspeksi: retraksi dada normal
b. Palpasi: pergerakan dada simetris
c. Perkusi: sonor
d. Auskultasi: tidak ada bunyi tambahan
17. Pemeriksaan system kardiovaskuler:
a. Inspeksi: -
b. Palpasi: -
c. Perkusi: pekak
d. Auskultasi: redup
18. Pemeriksaan payudara dan aksila:
a. Inspeksi: tidak ada benjolan
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan
19. Pemeriksaan abdomen:
a. Inspeksi: terlihat simetris dan tidak ada benjolan
b. Palpasi: tidak ada nyeri tekan
c. Perkusi: pekak
d. Auskultasi: peristaltic usus 12x/menit
20. Pemeriksaan ekstermitas atas:
a. Bahu: dapat digerakan dengan normal
b. Siku: dapat melakukan fleksi dan ekstensi
c. Pergelangan dan telapak tangan:
21. Pemeriksaan ekstermitas bawah:
a. Panggul: panggul tampak lebar

11
b. Lutut: lutut dapat menekuk
c. Pergelangan dan telapak kaki: pergelangan dapat memutar dengan baik dan telapak kaki
mampu pergerakan tetapi tidak secara penuh

PEMERIKSAAN TAMBAHAN (Khusus untuk anggota keluarga yang lanjut usia )


PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL DAN SPIRITUAL
1. Psikososial
Jelaskan kemampuan sosialisasi klien pada waktu sekarang, sikap klien pada orang lain, harapan
– harapan klien dalam melakukan sosialisasi. Kemampuan sosialisasi dengan tetangga baik, sikap
klien pada orang lain baik akan tetapi klien mudah tersinggung dan marah. Harapan klien dalam
melakukan sosialisasi dapat terjalin dengan baik.
2. Identifikasi masalah emosianoal.
Pertanyaan tahap pertama
 Apakah klien mengalami kesulitan tidur? Ya, klien mengalami kesulitan tidur
 Apakah klien sering mengalami gelisah ? Ya, klien sering mengalami gelisah
 Apakah klien sering murung dan menangis sendiri ? Tidak, klien tidak murung dan
menangis sendiri
 Apakah klien sering was – was dan khawatir ? Ya, klien sering was-was dan khawatir
 Lanjutkan ke tahap –tahap yang kedua jika lebih dari atau sama dengan satu jawaban “ya”
Pertanyaan tahap kedua
 Keluhan ini 3 bulan atau lebih dari 3 bulan atau lebih dari satu kali dalam satu bulan ? klien
sudah mengalami lebih dari satu bulan
 Ada atau banyak pikiran ? pada saat klien banyak masalah yang sedang dipikirkan,
terutama masalah kesehatannya.
 Ada gangguan atau masalah dengan anggota keluarga lain ? Tidak, istri tidak mengalami
masalah gangguan kesehatan
 Menggunakan obat tidur atau penenang atas anjuran dokter ? Tidak, klien tidak
mengonsumsi obat tidur atau penenang atas anjuran dokter
 Cenderung mengurung diri ? Tidak
 Bila lebih dari atau sama satu jawaban “ya”
 kesimpulan : Masalah Emosional (+)
3. Spiritual
Kaji agama, kegiatan keagamaan, konsep / keyakinan klien tentang kematian, harapan – harapan
klien dan lain sebagainya.
Klien sering mengikuti acara keagamaan didesa, seperti tahlil, pengajian, dan RT an. Klien tak lupa
untuk menjalankan ibadah sebagai seorang muslim dengan harapan masuk surga.

PENGKAJIAN FUNGSIONAL KLIEN


1. INDEK KATZ
Termasuk Kategori Manakah Klien ?
a) Mandiri dalam makan, ( BAK/BAB ), menggunakan pakaian, pergi ke toilet, berpindah dan
mandi ( mandiri dalam 6 hal)
b) Mandiri dalam hal makan, (BAK/BAB ), menggunakan pakaian, berpindah, dan mandi (
mandiri dalam 5 hal)
c) Mandiri dalam hal makan, ( BAK/BAB ), berpindah, pergi ke toilet (mandiri dalam 4 hal )
Klien masuk kedalam kategori C, karena pasien tidak dapat melakukan 2 hal seperti mandi
dan berpakaian.

12
d) Mandiri dalam hal makan, (BAK/BAB ), berpakaian. ( mandiri dalam 3 hal )
e) Mndiri dalam hal berpakaian , dan makan ( mandiri dalam 2 hal )
f) Ketergantungan untuk samua fungsi diatas
g) Lain – lain: Keterangan : Mandiri berarti tanpa pengawasan, pengarahan, bantuan aktiif
dari orangn lain, seseorang yang menolak untuk melakukan sesuatu fungsi dianggap
tidak melakukan fungsi, meskipun ia diaggap mampu

2. MODIFIKASI DARI BARTHEL INDEKS


Termasuk manakah klien ?
KRITERIA DENGAN MANDIRI KETERANGAN
BANTUAN

Makan 5 10 Frekuensi : 3x sehari


Jumlah : ½ porsi
Jenis : Bubur
Minum 5 10 Frekuensi : 5x
Jumlah : 1,5 liter
Jenis : Kopi, teh, air putih
Berpindah dari kursi roda 5 – 10 15 Klien dapat berpindah dari satu tempat ke
ketempat tidur / sebaliknya tempat yang lalin
Personal toilet (cuci muka, 0 5 Klien dapat melakukan cuci muka, menyisir
menyisir rambut, gosok gigi) rambut dan gosok gigi dengan mandiri

Keluar masuk toilet (mencuci 5 10 Frekuensi : jarang, karena yang mencuci


pakaian, menyeka tubuh, pakaian sang istri, sedangkan menyeka
menyiram) tubuh dan menyiram masih bisa dilakukan
sendiri
Mandi 5 15 Istri klien selalu menyiapkan air hangat untuk
klien mandi
Jalan dipermukaan datar 0 5 Frekuensi : sering
Naik turun tangga 5 10 Klien mengatakan bisa naik turun tangga
tetapi dengan pelan
Mengenakan pakaian 5 10 Klien mengatakan dibantu istri untuk
berpakaian
Control bowel(BAB) 5 10 Frekuensi : setiap pagi hari
Konsistensi : lunak tidak keras
Control bladder(BAK) 5 10 Frekuensi : setiap ± 3 jam sekali
Warna : kuning
Olah raga/latihan 5 10 Frekuensi : jarang
Jenis : hanya bertani di sawah
Rekreasi/pemanfaatan 5 10 Frekuensi : jarang
waktu Jenis : menonton tv

Keterangan: 130 : mandiri


65 – 125 : ketergantungan sebagian
60 : ketergantungan total

13
PENGKAJIAN STATUS MENTAL GERONTIK
1. Identifikasi tingkat intelektual dengan Short Portable Mental Status Questioner (SPSMQ)
INSTRUKSI : Ajukan pertanyaan 1 – 10 pada daftar ini dan catat semua jawaban. Catat jumlah
kesalahan total berdasarkan total kesalahan berdasarkan 10 pertanyaan
Pertanyaan Benar Salah
Tanggal berapakah hari ini ? 
Hari apa sekarang ? 
Apa nama tempat ini ? 
Di mana alamat anda ? 
Berapa umur anda ? 
Kapan anda lahir ?(minimal tahun lahir) 
Siapa presiden Indonesia sekarang ? 
Siapa presiden Indonesia sebelumnya ? 
Siapa nama ibu anda ? 
Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari 
setiap angka baru, semua secara menurun
Jumlah 2 8

INTERPRESTASI HASIL
Salah 0 – 3 : fungsi intelektual utuh
Salah 4 – 5 : kerusakan intelektual ringan
Salah 6 – 8 : kerusakan intelektual sedang
Salah 9 – 10 : kerusakan intelektual berat

2. Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental dengan menggunakan MMSE (Mini Mental Status
Exam).

ASPEK NILAI NILAI KRITERIA


KOGNITIF MAKSIMUM KLIEN
Orientasi 5 1 Menyebutkan dengan benar
 Tahun
 Musim
 Tanggal
 Bulan
 Hari
Orientasi 5 3 Dimana kita sekarang
 Negara Indonesia
 Propinsi…
 Kota…
 Panti wreda…
 Wisma…
Registrasi 3 3 Sebutkan 3 objek (oleh pemeriksa) satu detik
untuk mengatakan masing - masing objek.
Kemudian tanyakan pada klien ke 3 objek tadi
untuk disebutkan.
Perhatian 5 1 Minta klien untuk memulai dri angka 100
dan kalkulasi kemudian dikurangi 7 sampai 5 kali :
 93
 86

14
 79
 72
 65
Mengingat 3 1 Minta klien untuk mengulangi ke 3 objek tadi pada
nomor 2 (registrasi) tadi, bila benar 1 point untuk
masing – masing objek

Bahasa 9 1 Tunjukan pada klien suatu benda dan tanyakan


namanya pada klien (misal jam tangan/ pensil)
Minta pada klien untuk mengulang kata berikut
tidak ada jika, dan, atau, tetapi” .bila benar nilai 1
point. Pernyatan benar2 buah tidak, ada, tetapi
Minta klienuntuk mengikuti perintah berikunt terdiri
dari langkah :”ambil kertas ditangan anda, lipat
dua dan taruh dilantai”.
 Ambil kertas
 Lipat dua
 Taruh dilantai
Perintah kepada kien
untuk hal berikut(bila aktivitas sesuai perintah
nilai 1 point)
 Tutup mata anda
Perintahkan pada klien untuk menulis satu
kalimatdan menyalin gambar
 Tulis satu
Kalimat
 Menyalin gambar
Interprestasi hasil
>23 : aspek kognitif dari fungsi mental baik
>18 – 22 : kerusakan aspek fungsi mental ringan
>17 : terdapat kerusakan asfek fungsi mental berat

J. HARAPAN KELUARGA
1. Terhadap masalah kesehatannya:
Klien berharap masalah kesehatannya dapat di sembuhkan.
2. Terhadap petugas kesehatan yang ada:
Klien berharap petugas kesehatan yang ada lebih baik lagi.
KENDAL, 23 Oktober 2018
TTD

Kelompok 3

15
FORMAT DIAGNOSIS
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. ANALISA DATA
No Data Masalah (Kode Diagnosa)
1 DS: Tn.D mengatakan mudah lupa dalam Hambatan memori (00131)
mengingat sesuatu.
DO: Didapatkan pada pengkajian tingkat
intelektual dengan SPMSQ salah 8 dengan
interpretasi hasilnya terdapat kerusakan
intelektual sedang.

2 DS: Tn. D mengatakan kesulitan dalam bicara. Hambatan komunikasi verbal (00051)
DO: Klien tampak bicara pelo, pada pengkajian
aspek kognitif dari fungsi mental dengan
menggunakan MMSE (Mini Mental Status Exam)
didapatkan nilai 16 / kurang dari 17 dengan
interpretasi hasil terdapat kerusakan aspek
fungsi mental berat.

3 DS: Klien mengatakan jarang membersihkan Hambatan pemeliharaan rumah (00098)


rumah di karena kan usia yang sudah tidak muda
lagi dan tidak mampu untuk menata ulang
kembali
DO: Keadaan lingkungan rumah tampak kurang
bersih. Selokan dipenuhi dengan sampah,
terdapat genangan air yang bau dan warnanya
hitam. Halaman rumah tampak kotor, banyak
dedauan yang berserakan. Ventilasi kurang baik,
jendela rumah jarang dibuka. Jamban mengalir
ke sungai. Kondisi bak mandi banyak jentik dan
tidak menggunakan air PDAM.

16
B. PERUMUSAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN
No Diagnosis Keperawatan (PES)
1 Hambatan memori berhubungan dengan gangguan kognitif ringan
2 Hambatan komunikasi verbal berhubungan dengan ketidakcukupan informasi
3 Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga berhubungan dengan konflik pengambil
keputusan

C. PENILAIAN (SKORING) DIAGNOSIS KEPERAWATAN


1. Diagnosa Kep : Hambatan memori berhubungan dengan gangguan kognitif ringan
No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran
1 Sifat masalah 1
- Tidak/ kurang sehat 3
- Ancaman kesehatan 2
- Keadaan sejahtera 1

2 Kemungkinan masalah 2
dapat diubah
- Mudah 2
- Sebagian 1
- Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk 1
dicegah
- Tinggi 3
- Cukup 2
- Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 1
- Masalah berat harus 2
segera ditangani
- Ada masalah tetapi 1
tidak perlu segera
ditangani
- Masalah tidak 0
dirasakan

17
2. Diagnosa Kep : Hambatan komunikasi verbal berhubungan dengan ketidakcukupan
informasi
No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran
1. Sifat masalah 1
- Tidak/ kurang sehat 3
- Ancaman kesehatan 2
- Keadaan sejahtera 1
2. Kemungkinan masalah 2
dapat diubah
- Mudah 2
- Sebagian 1
- Tidak dapat 0
3. Potensi masalah untuk 1
dicegah
- Tinggi 3
- Cukup 2
- Rendah 1
4. Menonjolnya masalah 1
- Masalah berat harus
2
segera ditangani
- Ada masalah tetapi
1
tidak perlu segera
ditangani
- Masalah tidak 0
dirasakan

18
3. Diagnosa Kep : Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga berhubungan dengan
konflik pengambil keputusan
No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran
1. Sifat masalah 1
- Tidak/ kurang sehat 3

- Ancaman kesehatan 2

- Keadaan sejahtera 1
2. Kemungkinan masalah 2
dapat diubah
- Mudah 2
- Sebagian 1
- Tidak dapat 0
3. Potensi masalah untuk 1
dicegah
- Tinggi 3
- Cukup 2
- Rendah 1
4. Menonjolnya masalah 1
- Masalah berat harus
2
segera ditangani
- Ada masalah tetapi
1
tidak perlu segera
ditangani
- Masalah tidak
0
dirasakan

D. PRIORITAS DIAGNOSIS KEPERAWATAN


Prioritas Diagnosis Keperawatan Skor
1
2
3

19
FORMAT RENCANA
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA


Kode Diagnosa NOC NIC
Keperawatan Kode Hasil Kode Intervensi
Hambatan Setelah diberikan 1. Tentukan tahap
memori tindakan keperawatan gangguan kognisi klien
berhubungan selama 3x24 jam, (misalnya, mal-
dengan gangguan diharapkan skala orientasi, bingung
kognitif ringan target outcome waktu, pengulangan
memori rerata 4 gerakan, atau
1. Mengingat vegetasi).
informasi baru 2. Hindari menggunakan
saja terjadi secara kata-kata perasaan
akurat 3. Pertahankan kontak
2. Mengingat mata ketika
informasi yang merefleksikan apa yang
terbaru secara tampak dalam
akurat pandangan mata
3. Mengingat pasien
informasi yang 4. Kaji risiko kesehatan
sudah lama pasien dengan tepat.
secara akurat 5. Dapatkan informasi
mengenai pola hidup
harian klien
6. Monitor pola hidup klien
7. Monitor status
emosional klien
Hambatan Setelah diberikan 1. Sertakan anggota
komunikasi verbal tindakan keperawatan keluarga dalam
berhubungan selama 3x24 jam, perencanaan,
dengan diharapkan skala pemberian dan evaluasi

20
ketidakcukupan target outcome perawatan sejauh yang
informasi komunikasi rerata 4: diinginkan
1. Mengenali pesan 2. Tentukan harapan-
yang diterima harapan perilaku sesuai
2. Interpretasi akurat dengan status kognitif
terhadap pesan klien
yang diterima 3. Berikan satu arahan
3. Mengarahkan sederhana pada suatu
pesan pada waktu
penerima yang 4. Diskusikan intervensi
tepat dan isu-isu keamanan
4. Pertukaran pesan dirumah
yang akurat 5. Sediakan lingkungan
dengan orang lain fisik dan rutinitas
sehari-hari yang
konsisten
6. Berikan perhatian
positif tanpa syarat
7. Berikan isyarat/petunjuk
seperti peristiwa saat
ini, musim, lokasi, dan
nama-nama untuk
membantu orientasi
Hambatan Setelah diberikan 1. Sediakan
pemeliharaan tindakan keperawatan keluarga/orang terdekat
rumah selama 3x24 jam, dengan informasi
berhubungan diharapkan skala membuat lingkungan
dengan kurang target outcome status rumah yang nyaman
pengetahuan kenyamanan 2. Identifikasi bersama
tentang lingkungan rerata 4: mengenai tujuan
pemeliharaan 1. Kepuasan dengan perawatan lingkungan
rumah lingkungn fisik 3. Jelaskan pada klien
bahwa hanya satu

21
2. Kebersihan tingkah laku yang perlu
lingkungan dimodifikasi pada
3. Tidak ada yang suatu waktu tertentu
berserakan 4. Dukung klien untuk
dilantai mengidentifikasi
4. Pencahayaan kekuatan dan
ruangan kemampuan diri
5. Dukung identifikasi
mengenai nilai hidup
yang spesifik
6. Bantu klien untuk
mengembangkan
rencana mencapai
tujuan
7. Bantu klien untuk
mengatur batasan
waktu yang realistis

22