Anda di halaman 1dari 4

Asssmen Drug-Related Problems (DRPs) dan Rencana Asuhan

Kefarmasian
Masalah Terapi saat ini Subjektif dan Assesmen Care Plan
Objektif (Rekomendasi
Terapi)
Kanker Cyclophosphamide Objektif = Hb Pasien Adanya
Ovarium = 600 mg 12, L = 4000, mendapatkan dosis perubahan
Adriamycin = 60 T = 154.000, yang terlalu rendah reeegimen terapi
mg GFR = 70 Untuk menetapkan CAP menjadi :
Platamin = 60 mg ml/min, dosis obat kanker Rekomendasinya
ECHO:EF = dilakukan =
65 % perhitungan BSA : Cycloposphamide
SGOT, SGPT BSA = = 745 mg
normal √𝑇𝐵(𝑐𝑚)×𝐵𝐵(𝑘𝑔
) Adryamicin =
3600 74,5 mg
1,49 Platamin = 74,5
Maka perhitungan mg
dosis aliran Setiap 21 hari
menjadi sebanyak 6 kali
Cycloposphamide=
500 × 1,49 =
745 𝑚𝑔
Adryamicin=
50 ×1,49 = 74,5
mg
Platamin=
50 ×1,49= 74,5
mg
Mual muntah ondansentron Pasien butuh obat Karna untuk
(efek untuk mencegah dan
samping) mengatisipasi dan mengatasi mual-
CINV mengatasi efek muntah yang
samping (mual- terajadi maka
muntah) yang diberikan . Mual
mungkin terjadi muntah sedang
(CINV) oral: 8 mg, 1-2
jam sebelum
terapi atau injeksi
intravena lambat,
8 mg sesaat
sebelum terapi,
dilannjutkan
dengan 8 mg oral
tiap 12 jam
sampai dengan 5
hari, muntah
berat karena
kemoterapi: oral:
24 mg, 1-2 jam
sebelum terapi
atau injeksi
intravena lambat,
8 mg sebelum
terapi, diikuti
dengan 8 mg
dengan interval 4
jam untuk 2 dosis
berikutnya (atau
diikuti dengan
infus intravena 1
mg/jam sampai
24 jam)
kemudian diikuti
8 mg oral tiap 12
jam sampai 5 hari

Pembahasan Assesmen DRPs


Pada kasus ni, terdapat 2 macam DRP, yaitu berupa pasien mendapat dosis terlalu rendah yaitu
kategori 4 dosis salah dan yang kedua berupa pasien memerlukan tambahan obat, kategori DRP
1.
Pada kasus DRP pertama akan menimbulkan kurang keefektifan, karna untuk menetuaan dosis
obat kanker (khusus CAP) dengan perhitungan BSA. Tetapi tidak cukup dengan hanya
disesuaikan dengan BSA, tetapi dengan melihat nilai GFR, karna dengan melihat GFR dapat
ditentukan apakah pasien kemungkinan ada gangguan ginjal atau tidak, hal ini dilakukan dengan
tujuan agar dosis yang diberikan tidak memberatkan fungsi ginjal yang sudah menurun. Pada
riwayat pasien dalam kasus GFR 70 ml/min hal ini menunjukkan bahwa pasien mengalami
gangguan ginjal stage mild. Oleh karan dibutuhkan penyesuain dosis berdasarkan BSA dan GFR,
didapat bahwa obat Cisplastin dengan kondisi GFR masih >60 ml/min dosisnya 100% ,
Cyclophosphamide >20 ml/min dosisnya masih 100% dan untuk Adryamicin tidak ada
pengurangan dosis untuk pengaruh GFR, dengan melihat nilai GFR pasien dapat dipastikan obat
CAP berdasarkan GFR tetap dihitung dosis awal (100 %) dan selanjutnya berdasarkan BSA
disesuaikan dengan cara dihitung BSA dan dikalikan dosis lazim, BSA sangat diperhitungkan
dalam penyesuain dosis obat CAP karna obat CAP = bersifat sistematik dan bisa semua sel
terkena akibatnya. Setelah dilakukan perhitungan BSA didapat dosis Cycloposphamide= 500 ×
1,49 = 745 𝑚𝑔; Adryamicin= 50 ×1,49 = 74,5 mg; Platamin= 50 ×1,49= 74,5 mg.
TB 160 cm; BB 50 kg
Setelah BSA ketemu lalu dikalikan dosis lazim 100% , didapat BSA sebesar 1,49, didapat dosis
Cycloposphamide= 500 × 1,49 = 745 𝑚𝑔; Adryamicin= 50 ×1,49 = 74,5 mg; Platamin=
50 ×1,49= 74,5 mg

Untuk DRP kedua yaitu pasien butuh obat anti emetic yang digunakan untuk mencegah
dan mengatasi mual muntah yang terajadi akibat obat CAP (CINV). Karna pada pemberian terapi
CAP biasanya akan terjadi CINV, sehingga dengan pemeberian anti emetic dapat mengatasi hal
tersebut, dan dengan pemberian anti emetic diperkirakan dapat mempengaruhi kepatuhan pasien
dalam menjalani program kemoterapinya. Karna apabila mual muntah yang terjadi tidak diatasi
dapat meningkatkan ketidakpatuhan pasien dalam menjalankan terapi. Untuk anti emetic yang
direkomendasikan untuk agen kemoterapi yang termasuk kriteria high emetic risk adalah,
dolasetron 100 mg PO atau granisetron 2 mg PO atau ondansetron 16-24 mg PO palonosetron
0,25 mg IV pada hari pertama sebelum kemoterapi dan dexamethasone 12 mg PO atau IV pada
hari pertama, dilanjutkan 8 mg PO pada hari ke 2-4 dan apprepitant 125 mg PO pada hari
pertama, dilanjutkan 80 mg PO pada hari ke 2-3. Dapat ditambahkan lorazepam 0,5-2 mg PO
atau IV dan atau H2 reseptor bloker atau proton pump inhibitor (National Comprehensive Cancer
Network, 2012)

Daftar Pustaka
National Comprehensive Cancer Network, 2012, NCCN clinical practice guidelines in
oncology antiemesis, Version 1.
Kouno, T., Katsumata, N., Mukai, H., Ando, M., and Watanabe, T., 2003, Standarization
of Body Surface Area (BSA) Formula to Calculate the Dose of Anticancer Agents in Japan,
Japanese Journal Clinical Oncology, 33 (6) :309-313

Satunya journalnya rini tapi lupa Namanya, nunggu rini dulu ya……