Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH INSTRUMENTASI GEOFISIKA

DISUSUN OLEH :

NAMA : Randyana (12116006)

DOSEN : Maria Rosalita P Sudibyo, S.Si, M.Sc.

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

2018
KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan
Pencipta Semesta Alam, karena atas rahmat, karunia dan hidayah-Nya, kami dapat
menyelesaikan penulisan makalah ini yang merupakan tugas mata kuliah Instrumentasi
Geofisika,. Penulis sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen
pengampu mata kuliah Instrumentasi Geofisika, Ibu Maria Rosalita P Sudibyo, S.Si, M.Sc.
yang telah memberikan tugas ini.

Penulis menyadari, makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, baik dari segi
isinya maupun struktur penulisannya, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran
positif untuk perbaikan makalah dikemudian hari.

Demikian, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat, umumnya kepada para
pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri. Aamiin.

Bogor, 28 Oktober 2018

Penyusun,

(Randyana)
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan kehidupan dan teknologi pada saat ini dirasakan semakin cepat dan
menuntut adanya perubahan di berbagai sektor. Penguasaan IPTEK mutlak dibutuhkan guna
menunjang perubahan dan perkembangan tersebut. Dampak tersebut secara otomatis berimbas
kepada dunia usaha maupun dunia industri. Penguasaan teknologi industri yang lebih maju
dibutuhkan agar dapat menciptakan produk dan kualitas yang lebih baik. Sumber daya manusia
(SDM) sebagai tenaga yang menguasai peralatan teknologi juga dituntut untuk semakin handal
dalam menjalankan segala macam teknologi yang lebih maju.
Dunia elektronika saat ini diramaikan dengan proyek-proyek membuat robot mulai dari
robot mainan, sampai pada robot yang serius seperti robot pemadam api, robot produksi, robot
keamanan, dan sebagainya. Dan dalam geofisika pun penggunaan elektronika sebgai alat
eksplorasi bumi pun memainkan pengguaaan yang sangat penting dalam akusisi data. Seorang
penggemar elektronika yang berangkat dari mengoprek radio dan amplifier, besar kemungkinan
akan merasa repot kalau ingin mengembangkan hobby ke arah robotika atau peralatan elektronika
yang dapat berhubungan dengan komputer misalnya karena dunia elektronik sekarang sudah
sangat jarang menggunakan komponen linear seperti dulu, tetapi sudah menggunakan
mikrokontroler. Arduino merupakan program mikrokontroler yang sedang naik daun dalam
dunia pemrograman elektro. Arduino lebih mudah diterima karena kesederhanaan tampilan
program dan penulisan source code yang sederhana sehingga pemograman dengan Arduino sangat
mudah dipelajari oleh pemula. Kegunaan Arduino sangat beragam yaitu dapat digunakan
untuk,mengembangkan obyek interaktif, mengambil masukan dari berbagai switch atau sensor,
dan mengendalikan berbagai lampu, motor, dan output fisik lainnya.
1.2 Batasan Masalah

Pengetahuan mengenai Arduino secara umum, bentuk umum pemrograman Arduino, dan
mengetahui prinsip instumentasi sensor suhu menggunakan Arduino Uno R3 dan sensor LM35.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah :

 Mengetahui pengertian Arduino, Bagian-bagian Arduino beserta fungsinya


 Memahami mengenai skematik Arduino Uno R3
 Memahami bentuk umum bahasa pemrograman Arduino
 Memahami Instrumentasi sensor suhu
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Skema Arduino Uno R3

2.1 1 Pengertian Arduino

Arduino adalah sistem purnarupa elektronika (electronic prototyping platform)


berbasis open-source yang fleksibel dan mudah digunakan baik dari sisi perangkat
keras/hardware maupun perangkat lunak/software. Di luar itu, kekuatan utama arduino
adalah jumlah pemakai yang sangat banyak sehingga tersedia pustaka kode program (code
library) maupun modul pendukung (hardware support modules) dalam jumlah yang sangat
banyak. Hal ini memudahkan para pemula untuk mengenal dunia mikrokontroler.
Arduino didefinisikan sebagai sebuah platform elektronik yang open source,
berbasis pada software dan hardware yang fleksibel dan mudah digunakan, yang ditujukan
untuk seniman, desainer, hobbies dan setiap orang yang tertarik dalam membuat sebuah
objek atau lingkungan yang interaktif (Sumber: Artanto,2012:1).
Arduino sebagai sebuah platform komputasi fisik (Physical Computing) yang open
source pada board input ouput sederhana, yang dimaksud dengan platform komputasi fisik
disini adalah sebuah sistem fisik yang interaktif dengan penggunaan software dan hardware
yang dapat mendeteksi dan merespon situasi dan kondisi.
Kelebihan arduino dari platform hardware mikrokontroller lain adalah:
1. IDE Arduino merupakan multiplatform, yang dapat dijalankan di berbagai
sistem operasi, seperti Windows, Macintosh dan Linux.
2. IDE Arduino dibuat berdasarkan pada IDE Processing sederhana sehingga
mudah digunakan.
3. Pemrograman Arduino menggunakan kabel yang terhubung dengan port USB
bukan port serial. Fitur ini berguna karena banyak komputer sekarang ini tidak
memiliki port serial.
4. Arduino adalah hardware dan software open source, pembaca bisa
mendownload software dan gambar rangkaian arduino tanpa harus membayar
ke pembuat arduino.
5. Biaya hardware cukup murah, sehingga tidak terlalu menakutkan untuk
membuat kesalahan.
6. Proyek arduino ini dikembangkan dalam lingkungan pendidikan sehingga bagi
pemula akan lebih cepat dan mudah mempelajarinya.
7. Memiliki begitu banyak pengguna dan komunitas di internet dapat membantu
setiap kesulitan ya ng dihadapi terutama oleh programmer pemula.
(Sumber: Artanto,2012:2)

2.1 2 Bagian-bagian Arduino UNO R3


Dengan mengetahui bagian-bagian dari papan Arduino UNO R3 diharapkan akan
mempermudah dalam mempelajari jenis papan arduino yang lain. Adapun bagian-
bagiannya dari papan Arduino tipe USB dengan seri UNO ini secara garis besar dapat
dijelaskan secara umum dan sederhana yaitu sebagai berikut:

Bagian-bagian Board Arduino UNO R3


Sumber : https://4.bp.blogspot.com
Berdasarkan pada gambar di atas, akan diurutkan bagian-bagian dari board Arduino
UNO R3 beserta fungsi-fungsinya yaitu sebagai berikut:
1) USB Soket/Power USB
USB Soket/Power USB digunakan untuk memberikan catu daya ke Papan Arduino
menggunakan kabel USB dari komputer. Selain menjadi port catu daya, USB juga
memiliki berfungsi untuk:
i. Memuat program dari komputer ke dalam board Arduino.
ii. Komunikasi serial antara papan Arduino dan komputer begitu
juga sebaliknya.
Pada versi lebih lama Arduino terdapat sambungan SV1 Sambungan atau jumper
untuk memilih sumber daya yang digunakan, apakah dari sumber eksternal atau
menggunakan USB. Sambungan ini tidak diperlukan lagi pada papan Arduino versi
terakhir karena pemilihan sumber daya eksternal atau USB dilakukan secara otomatis.
2) Power (Barrel Jack)
Papan Arduino dapat juga diberikan colokan catu daya secara langsung dari sumber
daya AC dengan menghubungkannya ke Barrel Jack yang tersedia. Tegangan maksimal
yang dapat diberikan kepada Arduino maksimal 12volt dengan range arus maksimal 2A
(Agar regulator tidak panas).
3) Voltage Regulator
Fungsi dari voltage regulator adalah untuk mengendalikan atau menurunkan
tegangan yang diberikan ke papan Arduino dan menstabilkan tegangan DC yang digunakan
oleh prosesor dan elemen-elemen lain.
4) Crystal Oscillator
Kristal (quartz crystal oscillator), jika mikrokontroler dianggap sebagai sebuah
otak, maka kristal adalah jantung-nya karena komponen ini menghasilkan detak-detak
yang dikirim kepada mikrokontroler agar melakukan sebuah operasi untuk setiap detak-
nya. Kristal ini dipilih yang berdetak 16 juta kali per detik (16MHz).
Crystal oscillator membantu Arduino dalam hal yang berhubungan dengan waktu.
Bagaimana Arduino menghitung waktu? Jawabannya adalah, dengan menggunakan crystal
oscillator. Angka yang tertulis pada bagian atas crystal 16.000H9H berarti bahwa frekuensi
dari oscillator tersebut adalah 16.000.000 Hertz atau 16 MHz.
5) 5, 17 Arduino Reset
Kita dapat mereset papan arduino, misalnya memulai program dari awal. Terdapat
dua cara untuk mereset Arduino Uno. Pertama, dengan menggunakan reset button (17)
pada papan arduino. Kedua, dengan menambahkan reset eksternal ke pin Arduino yang
berlabel RESET (5). Perhatikan bahwa tombol reset ini bukan untuk menghapus program
atau mengosongkan mikrokontroler.
6) 3.3V (6) − Supply 3.3 output volt
7) 5V (7) − Supply 5 output volt
Sebagaian besar komponen yang digunakan papan Arduino bekerja dengan baik
pada tegangan 3.3 volt dan 5 volt.
8) GND (8)(Ground)
Ada beberapa pin GND pada Arduino, salah satunya dapat digunakan untuk
menghubungkan ground rangkaian.
9) Vin (9)
Pin ini juga dapat digunakan untuk memberi daya ke papan Arduino dari sumber
daya eksternal, seperti sumber daya AC.
10) 10 Analog pins
Papan Arduino Uno memiliki enam pin input analog A0 sampai A5. Pin-pin ini
dapat membaca tegangan dan sinyal yang dihasilkan oleh sensor analog seperti sensor
kelembaban atau temperatur dan mengubahnya menjadi nilai digital yang dapat dibaca oleh
mikroprosesor. Program dapat membaca nilai sebuah pin input antara 0 – 1023, dimana hal
itu mewakili nilai tegangan 0 – 5V.
11) Main microcontroller
Setiap papan Arduino memiliki Mikrokontroler (11). Kita dapat menganggapnya
sebagai otak dari papan Arduino. IC (integrated circuit) utama pada Arduino sedikit
berbeda antara papan arduino yang satu dengan yang lainnya. Mikrokontroler yang sering
digunakan adalah ATMEL. Kita harus mengetahui IC apa yang dimiliki oleh suatu papan
Arduino sebelum memulai memprogram arduino melalui Arduino IDE. Informasi tentang
IC terdapat pada bagian atas IC. Untuk mengetahui kontruksi detai dari suatu IC, kita dapat
melihat lembar data dari IC yang bersangkutan.

12) 12 ICSP pin


Kebanyakan, ICSP (12) adalah AVR, suatu programming header kecil untuk
Arduino yang berisi MOSI, MISO, SCK, RESET, VCC, dan GND. Hal ini sering dirujuk
sebagai SPI (Serial Peripheral Interface), yang dapat dipertimbangkan sebagai “expansion”
dari output. Sebenarnya, kita memasang perangkat output ke master bus SPI.
In-Circuit Serial Programming (ICSP)Port ICSP memungkinkan pengguna untuk
memprogram microcontroller secara langsung, tanpa melalui bootloader. Umumnya
pengguna Arduino tidak melakukan ini sehingga ICSP tidak terlalu dipakai walaupun
disediakan.
13) Power LED indicator
LED ini harus menyala jika menghubungkan Arduino ke sumber daya. Jika LED
tidak menyala, maka terdapat sesuatu yang salah dengan sambungannya.
14) 14 TX dan RX LEDs
Pada papan Arduino, kita akan menemukan label: TX (transmit) dan RX (receive).
TX dan RX muncul di dua tempat pada papan Arduino Uni. Pertama, di pin digital 0 dan
1, Untuk menunjukkan pin yang bertanggung jawab untuk komunikasi serial. Kedua, TX
dan RX led (13). TX led akan berkedip dengan kecepatan yang berbeda saat mengirim data
serial. Kecepatan kedip tergantung pada baud rate yang digunakan oleh papan arduino. RX
berkedip selama menerima proses.
15) Digital I/O
Papan Arduino Uno memiliki 14 pin I/O digital (15), 6 pin output menyediakan
PWM (Pulse Width Modulation). Pin-pin ini dapat dikonfigurasikan sebagai pin digital
input untuk membaca nilai logika (0 atau 1) atau sebagai pin digital output untuk
mengendalikan modul-modul seperti LED, relay, dan lain-lain. Pin yang berlabel “~” dapat
digunakan untuk membangkitkan PWM.
16) AREF
AREF merupakan singkatan dari Analog Reference. AREF kadanag-kadang
digunakan untuk mengatur tegangan referensi eksternal (antar 0 dan 5 Volts) sebagai batas
atas untuk pin input analog input.
Catatan:
Arduino UNO memiliki 14 pin input/output digital (0-13) yang berfungsi sebagai
input atau output, dapat diatur oleh program. Khusus untuk 6 buah pin 3, 5, 6, 9,
10 dan 11, dapat juga berfungsi sebagai pin analog output dimana tegangan
output-nya dapat diatur. Nilai sebuah pin output analog dapat diprogram antara 0
– 255, dimana hal itu mewakili nilai tegangan 0 – 5V.

 Overview Arduino UNO R3


Arduino Uno R3 adalah board mikrokontroler berbasis ATmega328. Memiliki 14
pin input dari output digital dimana 6 pin input tersebut dapat digunakan sebagai output
PWM dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP
header, dan tombol reset. Untuk mendukung mikrokontroler agar dapat digunakan, cukup
hanya menghubungkan Board Arduino Uno ke komputer dengan menggunakan kabel USB
atau listrik dengan AC yang-ke adaptor-DC atau baterai untuk menjalankannya. Uno
berbeda dengan semua board sebelumnya dalam hal koneksi USB-to-serial yaitu
menggunakan fitur Atmega8U2 yang diprogram sebagai konverter USB-to-serial berbeda
dengan board sebelumnya yang menggunakan chip FTDI driver USB-to-serial.
 Tampak depan Arduino Uno R3
Nama “Uno” berarti satu dalam bahasa Italia, untuk menandai peluncuran Arduino
1.0. Uno dan versi 1.0 akan menjadi versi referensi dari Arduino. Uno adalah yang terbaru
dalam serangkaian board USB Arduino, dan sebagai model referensi untuk platform
Arduino.
Summary

Skematik Arduino Uno R3


Sumber : https://4.bp.blogspot.com
2.2 3 Bentuk Umum Bahasa Pemrograman Arduino
Bahasa pemrograman atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer atau
bahasa pemrograman komputer adalah instruksi standar untuk memerintah komputer.
Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang
dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang
programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer,
bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang
akan diambil dalam berbagai situasi.
Fungsi bahasa pemrograman yaitu memerintah komputer untuk mengolah data
sesuai dengan alur berpikir yang kita inginkan. Keluaran dari bahasa pemrograman tersebut
berupa program/aplikasi. Bahasa pemrograman komputer yang kita kenal antara lain
adalah Java, Visual Basic, C++, C, Cobol, PHP, .Net, dan bahasa lainnya. Namun tentu
saja kebutuhan bahasa ini harus disesuaikan dengan fungsi dan perangkat yang
menggunakannya. (Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/bahasa_pemrograman)
Dalam bahasa pemrograman arduino ada tiga bagian utama yaitu struktur, variabel
dan fungsi:

a. Struktur Program Arduino


Struktur dasar bahasa pemrograman arduino sangatlah mudah dan
sederhana. Agar program dapat berjalan dengan baik maka perlu setidaknya dua
bagian atau fungsi yaitu setup() yang dipanggil hanya satu kali, biasanya untuk
inisialisasi program (setting input atau setting serial, dan lain-lain). Dan loop()
tempat untuk mengeksekusi program secara berulang-ulang, biasanya untuk
membaca input atau men-trigger output. Berikut ini bentuk penulisannya:
Void setup()
{
//Statement;
}
Void loop()
{
//Statement;
}
 Setup()
Fungsi setup() hanya dipanggil satu kali saja saat program mulai
berjalan. Fungsi setup() berguna untuk melakukan inisialisasi mode pin atau
memulai komunikasi serial. Setup() ini harus ada meskipun tidak ada program
yang akan dieksekusi. Berikut ini bentuk penulisannya:
Void setup()
{
pinMode(led, OUTPUT); //set led sbg output
}
Void loop()
{
//statement;
}

 Loop()
Setelah menyiapkan inisialisasi pada setup(), berikut membuat fingsi loop().
Sesuai namanya, fungsi ini akan mengulang program yang ada secara terus-
menerus, sehingga program akan berubah dan merespon sesuai inputan. Fungsi
loop() ini akan secara aktif mengontrol board arduino.Contoh penggunaan
fungsi loop() seperti berikut:
Void setup()
{
pinMode(led, OUTPUT); //set led sbg output
}
Void loop()
{
digitalWrite(led, HIGH); //set led on
delay (500); / tunda untuk ½ detik
digitalWrite(led, LOW); //set led off
delay (500); //tunda untuk ½ detik
}

b. Variabel
Variabel ini berfungsi untuk menampung nilai angka dan memberikan nama
sesuai dengan kebutuhan membuat program. Dengan menggunakan variabel, maka
nilai yang ada dapat diubah dengan leluasa. Sebuah variabel perli dideklarasikan
terlebih dahulu, dan bisa digunakan sebagai penampung pembaca input yang akan
disimpan atau diberi nilai awal.
c. Fungsi
Function atau Fungsi terdiri dari :
 Fungsi Digital I/O
Fungsi untuk digital I/O ada tiga buah yaitu pinMode(pin, mode),
digitalWrite(pin, value), dan int digitalRead(pin).
 Fungsi Analog I/O
Fungsi untuk analog I/O ada tiga buah yaitu analogReference(type), int
analogRead(pin), dan analogWrite(pin, value)-PWM.
 Fungsi Waktu
Fungsi waktu terdiri dari unsigned long milis (), delay(ms) dan
delayMicroseonds(us).
 Fungsi Matematika
Fungsi matematika terdiri dari min(x,y), max(x,y), abs(x), sqrt(x) dan
pow(base, exponent).
(Sumber: Artanto, 2012:27)
2.1 Instrumentasi Sensor Suhu

2.2 1 Suhu
Pengertian suhu adalah suatu besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas
atau dinginnya suatu benda.Sebagai gambaran tentang suhu adalah saat mandi
menggunakan air hangat. Untuk mendapatkan air hangat tersebut kita mencampur air
dingin dengan air panas. Ketika tangan kita menyentuh air yang dingin, maka kita
mengatakan suhu air tersebut dingin. Ketika tangan kita menyentuh air yang panas
maka kita katakan suhu air tersebut panas. Ukuran derajat panas dan dingin suatu benda
tersebut dinyatakan dengan besaran suhu.

2.2 2 Instrumentasi
Instrumentasi adalah alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran
dan pengendaliandalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks. Instrumentasi
bisaberarti alat untuk menghasilkan efek suara, seperti pada instrumen musik misalnya,
namun secara umum instrumentasi mempunyai 3 fungsi utama:
1) sebagai alat pengukuran
2) sebagai alat analisis, dan
3) sebagai alat kendali.
Instrumentasi sebagai alat pengukuran meliputi instrumentasi survey/ statistik,
instrumentasi pengukuran suhu, dll. Contoh dari instrumentasi sebagai alat analisis banyak
dijumpai di bidang kimia dan kedokteran, misalnya, sementara contoh instrumentasi
sebagai alat kendali banyak ditemukan dalam bidang elektronika, industri dan pabrik-
pabrik. Sistem pengukuran, analisis dan kendali dalam instrumentasi ini bisa dilakukan
secara manual (hasilnya dibaca dan ditulis tangan), tetapi bisa juga dilakukan secara
otomatis dengan menggunakan komputer (sirkuit elektronik). Untuk jenis yang kedua ini,
instrumentasi tidak bisa dipisahkan dengan bidang elektronika dan instrumentasi itu
sendiri.
2.2 3 Komponen LM35
LM335 dan LM35 merupakan pilihan pengukuran suhu pada daerah pengukuran
suhu rendah (kurang dari 150°C) dengan harga yang lebih murah. Namun IC ini hanya
digunakan pada keperluan yang tidak menginginkan ketelitian yang baik. IC LM335 dan
LM35 merupakan sensor suhu yang terkemas dalam bentuk Integrated Circuit (IC). Sensor
ini memiliki koefisien sebesar 10mV/°C yang berarti bahwa setiap kenaikan suhu 1°C
maka akan terjadi kenaikan tegangan sebesar 10mV. IC LM335 dan LM35 memiliki
perbedaan pada satuan suhu yang terukur. LM335 memberikan data suhu pada satuan
Kelvin (koefisien: 10mV/°K) sedangkan LM35 memberikan data suhu pada satuan Celcius
(koefisien: 10mV/°K). IC LM35 memiliki beberapa pilihan range kerja suhu tertentu jika
dilihat dari kode (marking) pada kemasannya sebagai berikut:
a. LM35, -55°C- 150°C LM35A
b. LM35C, -40°C - 110°C LM35CA
c. LM35D -0°C - 100°C’
Fitur dan karakteristik sensor suhu LM35

2.2 4 Rangkaian Sensor Suhu LM35 dengan Arduino

Peralatan :

 Board Arduino.
 Bread Board.
 Sensor LM35
 Kabel Jumper
 Program IDE Arduino.
 Program Pengolahan/Processing.
 Personal Computer

Pada rangkaian ini out sensor LM35 terhubung ke PIN0 pada Arduino. Berikut
adalah gambar dari skema rangkaian proyek monitoring sensor suhu dengan LM35:
Dengan menggunakan sumber tegangan listrik (5V dan Gnd) langsung dari board
arduino untuk menyalakan LM35 dan analog pin 0 (nol) untuk membaca output analog
dari sensor. Berikut adalah gambar dari rangkaian kabel di Breadboard.

Urutan kaki komponen LM35 dan dimensinya di tunjukkan pada gambar berikut ini:
2.2 5 Program Arduino Untuk Sensor Suhu LM35
Program IDE arduino memungkinkan kita untuk menuliskan baris program yang
dapat membaca data sensor LM35 yang itu mengubah data analog sensor menjadi data
digital pada arduino. untuk mendapatkan nilai suhu yang akurat maka harus
memperhatikan dataset dari LM35 yang mana perubahan suhu adalah 10mv/derajat
celsius, dengan demikin kita akan membuat rumus yang dapat menkonversi nilai tersebut
dengan menghitung nilai ADC yang masuk kemudian mengkonversikannya menjadi nilai
tegangan milivolt dimana pada arduino menggunakan ADC 10bit yaitu 1024 dan tegangan
refrensi sebesar vcc yanitu 5Volt dengan demikin akan kita dapatkan persamaan seperti
berikut ini:
derajat celsius= (adc/1024)*5000/10
Sehingga kita dapat membuat rumus persamaan tersebut pada program berikut ini
yang dapat anda copy-kan langsung pada proyek arduino.

//declare variables
float suhuC;
int suhuPin = 0;

void setup()
{
Serial.begin(9600); //membuka port serial dengan data rate 9600 bps
}

void loop()
{
suhuC = analogRead(suhuPin); //membaca nilai adc sensor
suhuC = (suhuC / 1024.0)* 5000; //konversi data analog menjadi milivolt
suhuC = suhuC/10; //konversi kedalam derajat celsius dengan persamaan
1derajat/10mv
Serial.print((byte)suhuC); //mengirimkan data ke serial komputer
delay(1000); //waktu tunggu 1 detik
}

Pada program tersebut di atas, akan terlihat nilai suhu pada serial monitor.

Penampilan data temperatur/suhu pada LCD seperti pada proyek berikut ini.
Dibawah ini adalah pengkabelan yang dapat anda terapkan untuk menambahkan LCD
2x16 sebagai tampilan data suhu:

2.2.1 Program Arduino untuk LM35 dan LCD


Berikut ini adalah program yang dapat anda terapkan pada proyek ini sehingga dapat
menghasilkan tampilan seperti ini pada LCD
//include library LCD
#include <liquidcrystal.h>

//declare variables
float suhuC;
int suhuPin = 0;
LiquidCrystal lcd(12, 11, 5, 4, 3, 2);

void setup()
{
Serial.begin(9600); //membuka port serial dengan data rate 9600 bps
lcd.begin(16, 2);

lcd.setCursor(1, 0); // Set posisi kursor lcd (colom, baris)


lcd.print("Belajar Robot");
lcd.setCursor(3, 1);
lcd.print("Thermometer");
delay(5000);
lcd.clear();
}

void loop()
{
suhuC = analogRead(suhuPin); //membaca nilai adc sensor
suhuC = (suhuC / 1024.0)* 5000; //konversi data analog menjadi milivolt
suhuC = suhuC/10; //konversi kedalam derajat celsius dengan persamaan
1derajat/10mv
Serial.print((byte)suhuC); //mengirimkan data ke serial komputer

lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print("Current Temp is: ");
lcd.setCursor(1, 1);
lcd.print(" Celcius ");
lcd.setCursor(12, 1);
lcd.print(suhuC,0); //menampilkan data suhu
lcd.print("\xdf"); //menampilkan karakter derajat
lcd.print("C");
delay(1000); //waktu tunggu 1 detik
}

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan studi literatur pada bab pembahasan, dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut :
 Arduino adalah sistem purnarupa elektronika (electronic prototyping
platform) berbasis open-source yang fleksibel dan mudah digunakan baik
dari sisi perangkat keras/hardware maupun perangkat lunak/software.
 Arduino Uno R3 adalah board mikrokontroler berbasis ATmega328.
Memiliki 14 pin input dari output digital dimana 6 pin input tersebut dapat
digunakan sebagai output PWM dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator
kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header, dan tombol reset.
 Bagian-bagian dari papan Arduino Uno R3 yaitu,USB Soket/Power
USB,Power (Barrel Jack),Voltage Regulator,Crystal Oscillator, 5.17
Arduino Reset, 3.3V (6) − Supply 3.3 output volt, 5V (7) − Supply 5 output
volt, GND (8)(Ground) Vin (9), 10 Analog pins, Main microcontroller, 12
ICSP pin, Power LED indicator, 14 TX dan RX LEDs, Digital I/O, AREF
 Dalam bahasa pemrograman arduino ada tiga bagian utama yaitu struktur,
variabel dan fungsi.
 LM335 dan LM35 merupakan pilihan pengukuran suhu pada daerah
pengukuran suhu rendah (kurang dari 150°C) dengan harga yang lebih
murah. Namun IC ini hanya digunakan pada keperluan yang tidak
menginginkan ketelitian yang baik. IC LM335 dan LM35 merupakan sensor
suhu yang terkemas dalam bentuk Integrated Circuit (IC).
 Program IDE arduino memungkinkan kita untuk menuliskan baris program
yang dapat membaca data sensor LM35 yang itu mengubah data analog
sensor menjadi data digital pada arduino.

DAFTAR PUSTAKA

Artanto, Dian., 2012, Interaksi Arduino dan LabVIEW, PT. Elex Media. Komputindo, Jakarta
Adruino UNO for beginners - Progects, Programming and Parts". makerspaces.com. Di Akses 8
Oktober 2018.
"What is Arduino?". learn.sparkfun.com. Di Akses 8 Oktober 2018.
"Introduction to Arduino" (PDF). priceton.edu. Di Akses 8 Oktober 2018.
"Arduino". store.arduino.cc. Di Akses 8 Oktober 2018.
https://arduino.cc https://store.arduino.cc/usa/arduino-leonardo-with-headers
https://en.wikipedia.org/wiki/Arduino_Uno