Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA TAHAP IV (USIA SEKOLAH)

Disusun Oleh :
S16C
Kelompok 4

1. Heni Rohayati (S16152)


2. Ikha Yuliana W (S16154)
3. Ilham Azis Purnama (S16155)
4. Indah Novitasari (S16156)
5. Indriani Safitri (S16157)
6. Irvan Nova D (S16158)
7. Janurika Purnamawati (S16159)

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANP KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2018
A. Pengkajian
Nama KK : Tn. S
Umur : 36 Tahun
Alamat : Karanganyar
Pendidikan KK : SMA
Pekerjaan : Pedagang
Komposisi keluarga : Ayah, Ibu dan 2 orang anak

Hubungan
No. Nama Jenis kelamin Usia Pekerjaan Pendidikan
dengan KK
1. Tn. S Laki-laki Suami 36 Tahun Pedagang SMA
2. Ny. Y Perempuan Istri 33 Tahun Pedagang SMA
3. An. H Laki-laki Anak 10 Tahun Pelajar SD
4. An. L Perempuan Anak 5 Tahun Pelajar TK

Genogram

Keteranag :
I. Tipe Keluarga :
Keluarga Tn. S adalah keluarga inti / nuclear family, terdiri dari ayah ibu dan anak.
Suku Bangsa : Jawa
Agama : Islam
Status sosial ekonomi : Keluarga menengah kebawah, total pengkajian
tidak terkaji
Aktivitas rekreasi keluarga : Pergi kerumah nenek setiap sebulan sekali
dihari minggu

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluraga


1. Tahap perkembangan kelurga
Keluarga Tn. S saat ini memiliki tahap keluarga keempat karena anak pertama
yaitu An. H baru berusia 10 tahun dan baru Sekolah Dasar
2. Tahap perkembangan yang belum terpenuhi
Yang belum terpenuhi saat ini pada Keluarga Tn. S adalah defisit pengetahuan
dan perhatian terkait peran dan tugas sebenarnya pada tahap usia sekolah. Serta
ketidakmampuan mengenal masalah yang dihadapi anaknya. Tn. S juga belum
memenuhi situasi kenyamanan pada tempat tinggalnya.
3. Riwayat keluarga inti
Keluarga Tn. S dan Ny. Idibentuk dibentuk sejak tahun 2007, Tn. S dan Ny. I
mempunyai anak pertama
4. Riwayat keluarga sebelumnya
Ny. I mengatakan keluarga mereka tidak memiliki masalah kesehatan yang
serius

III. Lingkungan
1. Karakteristik rumah
a. Rumah tidak rapi
b. Tidak ada fentilasi
c. Keluarga mengatakan bahwa merasa nyaman dengan kondisi rumahnya
saat ini
2. Karakteritis keluarga dan komunitas
Keluarga mengatakan bahwa tetangga disekitar rumahnya sangatlah baik dan
peduli, tetangga juga sering membeli dagangan baksonya.
3. Mobilitas gerak keluarga
Ny. I mengatakan bahwa keluarganya sebelumnya menetap di Jakarta,
kemudian kembali kedesa dikarenakan merasa hidup dikota biaya hidupnnya
mahal dan tidak ada peningkatan.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan keluarga
Ny. I mengatakan aktif dalam kegiatan masyarakat seperti kerja bakti dan
pengajian ibu-ibu setiap hari jumat. An. H juga mengatakan aktif dala kegiatan
TPA setiap sorenya
5. Sisrem pendukung keluarga
Ny. I mengatakan dalam menjalani menghadapi kehidupan keluarganya tidak
ada pihak yang mendukung baik materi maupun imateril. Dalam memenuhi
kebutuhan keluarganya hanya dengan penghasilan penjualan bakso.

IV. Struktur Kominikasi keluarga


1. Pola komunikasi keluarga
Ny. I mengatakan dalam berkomunikasi dengan semua keluarga secara satu arah
2. Pola kekuatan
Ny. I mengatakan bahwa kekuatan keluarganya ada pada suaminya yaitu Tn. S,
tetapi Tn. S sering mengeluhkan nyeri pada kakinya akibat riwayat asam urat
yang tinggi, sehingga proses berdagangnya sering terhambat.
3. Struktur peran
Tn. S berperan sebagai kepala keluarga mencari nafkah dengan cara berdagang.
Ny. I sebagai ibu rumah tangga serta membantu Tn. S dalam berdagang. Anak-
anak sekolah dan mengaji serta ikut membantu setelah pulang sekolah.
4. Nilai dan norma budaya
Ny. I mengatakan bahwa ia memiliki prinsip “jika dalam keluarga ingin dihargai
ia harus menghargai dan menghormati orang lain”.

V. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif
Keluarga Tn. S terlihat harmonis dan komunikasi terjalin 2 arah
2. Fungsi sosial
Keluarga Tn. S selalu ikut bergabung dalam kegiatan masyarakat seperti
kerjabakti dan pengurusan masjid. Mereka dianggab ramah oleh tetangga sekitar
rumah. An. H juga aktif dalam kegiatan TPA disore hari. Keluarga Tn. S juga
berkomunikasi dengan baik kepada orang-orang sekitar rumah.
3. Fungsi perawatan kesehatan
a. Mengenal masalah
Ny. I mengatakan tidak tau apa masalah, peneybab serta pelaksanaan
masalah pada anaknya. Ny. I hanya menganjurkan anaknya untuk
meminum adem sari sebagai upaya penanganan panas dalam.
b. Mengambil keputusan
Dalam menentukan menentukan keputusan pada keluarga Tn. S diserahkan
penuh pada Tn. S untuk menentukannya tetapi tetap melakukan rundingan
bersama dengan anggota keluarga.
c. Merawat anggota yang sakit
Ny. I mengatakan hanya mampu merawat anggotanya saat sakit dengan
tindakan sederhana seperti kompres dan membelikan obat-obatan diapotik
d. Memelihara/memodifikasi lingkungan
Keluarga Tn. S keluarga Tn. S belum bisa memelihara/memodifikasi
lingkungan dengan baik, rumah masih kotor dan berantakan
e. Menggunakan fasilitas kesehatan
Dirumah keluarga Tn. S banyak menyediakan obat-obatan yang diperoleh
dari diapotik
VI. Stress dan Koping Keluarga
1. Stres jangka pendek dan panjang
a. Jangka pendek
Masalah yang dihadapi saat ini adalah ketidaktahuan terhadap masalah
kesehatan anaknya yang sudah 5 hari tidak sembuh
b. Jangka panjang
Tn. S mengatakan apabila nyerinya sering timbul akan membuat ia sulit
timbul berdagang, sehingga kebutuhan keluarga tidak akan tercukupi
2. Kemampuan berespon terhadap stres dan situasi
Keluarga Tn. S sebisa mungkin segera menentukan solusi terhadap masalah
yang dialaminya
3. Strategi koping yang digunakan
Untuk menentukan masalah Tn. S selalu berunding dengan Ny. I

VII. Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia


1. Nutrisi : semua keluarga makan 3xsehari
2. Cairan : tidak terkaji
3. Aktivitas dan latihan : dari pagi hingga malam beraktivitas berjualan bakso
4. Istirahat tidur : mereka tidur selalu diatas jam 21.30 WIB
5. Eliminasi : tidak terkaji

B. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Nama anggota keluarga
fisik Tn. S Ny. I An. H An. I
TD 129/80 Mmhg 110/70 Mmhg Tidak terkaji Tidak terkaji
N 78x/menit 80x/meit Tidak terkaji Tidak terkaji
RR 20x/meit 22x/menit Tidak terkaji Tidak terkaji
Rambut Hitam lurus Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Sklera Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Hidung Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Normal tidak Normal tidak Normal tidak
Telinga Tidak terkaji
ada luka ada luka ada luka
Mulut Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Leher Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Dada
1. Paru-paru Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
2. Jantung Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Abdomen Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Lengkap, Lengkap, Lengkap, Lengkap,
Eksternitas masih masih masih masih
berfungsi baik berfungsi baik berfungsi baik berfungsi baik
Lengkap, Lengkap, Lengkap, Lengkap,
Turgo masih masih masih masih
berfungsi baik berfungsi baik berfungsi baik berfungsi baik
Merasa nyeri Mengeluh
Nyeri pada
pada telapak & tenggorokan
Keluhan perut ada Tidak terkaji
persendian sakit akibat
riwayat magh
kaki gejala radang
C. Analisa Data
No. Data Diagnosa Keperawatan
Ds.
 Tn. S sering nyeri pada tungkai, telapak dan
persendian kaki.
 Tn. S mengatakan nyeri disebabkan karena
kadar asam urat yang tinggi. Nyeri hanya
diobati dengan obat anti nyeri yang dibeli
diapotik.
Nyeri berhubungan dengan
1.  P : asam urat tinggi
agen injuri biologis
 R : tungkai dan sendi
 S:6
 T : saat kelelahan dipagi hari
Do.
 Tn. S menunjukkan lokasi nyeri yang sering
timbul
 Telapak kaki tampak tebal dan kaku
Ds.
 An. H sering mengeluh sakit tenggorokan dan
sudah 5 hari hanya diberi minum adem sari
 Ny. I mengatakan tidak tau apa sakit yang
dialami An. H. Ny. I hanya menyarankan An.
H untuk meminum adem sari karena Ny. I
merasa itu hanya gejala panas dalam
 Ny. I mengatakan bahwa pernah bertanya pada Defisiensi pengetahuan
2. tetangga tetapi tetangga hanya menyarankan keluarga dalam mengenal
untuk banyak minum air putih masalah
 Ny. I juga mengatakan tidak tau apa penyebab
dari keluhan anaknya
Do.
 Ny. I tampak bingung saat dikaji terkait
masalah anaknya
 An. H tampak aktif dalam menunjukkan lokasi
yang bermasalah
Ds.
 An. H mengatakan setiap sepulang sekolah ia
harus membantu ibu dan ayahnya berdagang
bakso.
 An. H mengatakan jaran bermain dengan
teman-teman sebayanya karena harus
membantu orangtuanya.
 An. H sering lupa untuk mengerjakan PR dari Perubahan peran dan tugas
3.
sekolah karena sudah capek dan malas belajar, anak pada masa sekolah
serta sering dimarahi pak guru karena tidak
mengerjakan PR
Do.
 An. H tampak aktif dalam menjawab
pertanyaan dari pengkaji
 An. H tampak bingung saat ditanya terkait
pelajaran disekolah
D. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri berhubungan dengan agen injuri biologis
2. Defisiensi pengetahuan keluarga dalam mengenal masalah
3. Perubahan peran dan tugas anak pada usia sekolah

E. Skering
1. Diagnosa keperawatan : Nyeri berhubungan dengan agen injuri biologis
No. Kriteria Skor Bobot Rumus Rasioal
1. Sifat masalah
a. Aktual 3 tn. S
b. Resiko/ mengatakan
ancaman 2 bahwa rasa
kesehatan 𝑠𝑖𝑓𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙 nyerinya sering
𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 sekali timbul,
c. Keadaan 𝑠𝑘𝑜𝑟
sejahtera/ 1 nyeri hanya
diagnosis 3 diobati oleh
𝑥1=1 antinyeri dari
sehat 1 3
apotik tanpa
pemerisaan
rutin
2. Kemungkinan
masalah dapat
diubah
a. Mudah 2 Tn. S
b. Sebagian 1 mengatakan
c. Tidak 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑠𝑙ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙 bahwa
𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 nyerinya sulit
dapat 𝑠𝑘𝑜𝑟
1 sembuh dan
0 0 tidak dapat
𝑥2=0 diubah karena
2
tidak tau
caranya
3. Kemungkinan
masalah dapat
dicegah
a. Tinggi 3 Tn. S
b. Cukup 2 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑠𝑙ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙 mengtakan
𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 nyerinya sulit
c. Rendah 𝑠𝑘𝑜𝑟
1 dicegah karena
1 1 1 tidak paham
𝑥1= cara
3 3
pencegahannya
4. Menonjolnya
masalah
a. Masalah 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑠𝑙ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙 Tn. S
dirasakan 𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 mengatakan
𝑠𝑘𝑜𝑟
dan harus 2 1 saat nyeri
segera 2 timbul harus
ditangani 𝑥1=1
2
b. Ada segera minum
masalah obat
tetapi 1
tidak perlu
ditangani
c. Masalah
tidak 0
dirasakan
Jumlah 6 1
2
3

2. Diagnosa keperawatan : Defisit pengetahuan keluarga dalam mengenal masalah


No. Kriteria Skor Bobot Rumus Rasioal
1. Sifat masalah
d. Aktual 3 Ny. I
e. Resiko/ mengatakan
𝑠𝑖𝑓𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙
ancaman 2 𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 tidak
kesehatan 𝑠𝑘𝑜𝑟 mengetahui
1
f. Keadaan penyebab
3 1
sejahtera/ 𝑥1= masalah yang
1 2 2 dialami
diagnosis
sehat anaknya
2. Kemungkinan
masalah dapat
diubah
d. Mudah 2 Ny. I
e. Sebagian 1 mengatakan
𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑠𝑙ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙
f. Tidak 𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 masalah
dapat 𝑠𝑘𝑜𝑟 mudah diubah
2
jika ia mau
0 2
𝑥1=1 memeriksakan
2 anaknya ke
dokter
3. Kemungkinan
masalah dapat
dicegah
d. Tinggi 3 Ny. I
e. Cukup 2 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑠𝑙ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙 mengatakan
𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 masalah bisa
f. Rendah 𝑠𝑘𝑜𝑟
1 dicegah
1 3 1 dengan cara
𝑥1= berkonsultasi
2 2
dengan dokter
4. Menonjolnya
masalah
d. Masalah 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑠𝑙ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙 Ny. I
dirasakan 2 1 𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 mengatakan
𝑠𝑘𝑜𝑟
dan harus anaknya tidak
segera 2 ditangani
ditangani 𝑥1=2 selama 5 hari
0
e. Ada
masalah
tetapi 1
tidak perlu
ditangani
f. Masalah
tidak 0
dirasakan
Jumlah 6 4

3. Diagnosa keperawatan : Perubahan peran dan tugas anak pada usia sekolah
No. Kriteria Skor Bobot Rumus Rasioal
1. Sifat masalah
g. Aktual 3 Ny. I
h. Resiko/ mengatakan
𝑠𝑖𝑓𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙
ancaman 2 𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 kurang
kesehatan 𝑠𝑘𝑜𝑟 memperhatikan
1
i. Keadaan tugas dan peran
3 1
sejahtera/ 𝑥1= anaknya pada
1 2 2
diagnosis usia sekolah
sehat
2. Kemungkinan
masalah dapat
diubah
g. Mudah 2 Ny. I
𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑠𝑙ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙
h. Sebagian 1 𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 mengatakan
i. Tidak 𝑠𝑘𝑜𝑟 peran anaknya
2
dapat mudah
0 2
𝑥1=1 dikembalikan
2 sesuai usianya
3. Kemungkinan
masalah dapat
dicegah
g. Tinggi 3 Ny. I
𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑠𝑙ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙
h. Cukup 2 𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 mengatakan
i. Rendah 𝑠𝑘𝑜𝑟 masalah bisa
1
dicegah karena
1 3
𝑥1=1 kesibukan
3 mereka
4. Menonjolnya
masalah
g. Masalah 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑠𝑙ℎ 𝑦𝑔 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙 Ny. I
dirasakan 𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 mengatakan
𝑠𝑘𝑜𝑟
dan harus 2 1 akan segera
segera 2 menangani dan
ditangani 𝑥1=2 merubah
0
h. Ada kembali sesuai
masalah peran & tugas
tetapi 1 anaknya
tidak perlu
ditangani
i. Masalah
tidak 0
dirasakan
Jumlah 1
7 4
2
F. Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga
No. Hari/Tgl Dx. Kep NOC NIC
1. Jumat, Nyeri Nyeri dapat berkurang dengan Manajemen nyeri
28/9/18 berhubungan kriteria hasil : (1400)
dengan agen (21021)  Monitoring skala
injuri biologis  Skala nyeri berkurang dari nyeri
skala 6 menjadi 2  Berikan terapi pijat
 Nyeri berkurang atau akupresure pada titik
sembuh nyeri
 Pasien tampak tidak lebih  Anjurkan Tn. S
sehat untuk melakukan
 Asam urat sembuh total pemeriksaan
 Kolaborasi dengan
semua keluarga
untuk mengontrol
pola makan pemicu
peningkatan purin
2. Jumat, Defisiensi Keluarga dapat meningkatkan (5515)
28/9/18 pengetahuan pengetahuan terkait dengan :  Monitoring keluarga
keluarga dalam (1803) untuk memantau
mengenal  Keluarga mampu kesehatan keluarga
masalah mengenal  Beri informasi
masalah/penyakit terkait masalah
 Mengetahui tanda dan  Edukasikan
gejala masalah/penyakit mengenai penyebab
 Mengetahui tanda gejala dan
penatalaksanaan penatalaksanaan
masalah/penyakit masalah
3. Jumat, Perubahan Keluarga dapat Kontrak sengan
28/9/18 peran dan tugas mengembalikan peran dan keluarga :
anak pada usia tugas anak sesuai usianya :  Monitori keluarga
sekolah (0108) untuk memantau
 Menunjukkan kemampuan anak
pada tingkat mampu  Beri motivasi orang
disekolah tua untuk
 Bermain kelompok memberikan
 Bermain dengan teman kebebasan anak
sebayanya terhadap peran dan
 Menunjukkan tanggung tugasnya
jawab terhadap tugas yang  Dukung anak untuk
sebelumnya berinteraksi dengan
teman sebayanya
 Edukasikan kepada
orangtua terkait
pentingnya
memantau
perkembangan
anaknya