Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Istilah “Identitas Nasional” secara terminologis adalah suatu ciri yang


dimiliki oleh suatu bangsa secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan
bangsa lain. Berdasarkan penelitian tersebut maka setiap bangsa memiliki
identitas masing masing antar bangsa satu dengan bangsa lainnya, memiliki ciri
khas yang berbeda, untuk menjadi pandangan tentang jati diri dan kepribadian
yang sebenarnya yang dimiliki bangsa tersebut. Istilah kepribadian sebagai
suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari factor faktor biologis,
psikologis, sosiologis yang mendasari tingkah laku. Maka, pengertiaan
kepribadian sebagai identitas nasional suatu bangsa adalah keseluruhan atau
totalitas dari individu-individu sebagai unsur yang membentuk bangsa tersebut.
Oleh karena itu, pengertian identitas nasional atau bangsa tidak dapat
dipisahkan dengan pengertian “Peoples Character”, “National Character”, atau
“National Identity”.
Identitias Nasional bangsa Indonesia harus dipahami dalam konteks
dinamis. Bagi bangsa Indonesia dimensi dinamis identitas Nasional bangsa
Indonesia belum menunjukkan perkembangan ke arah sifat kreatif serta
dinamis. Setelah bangsa Indonesia mengalami kemerdekaan 17 Agustus 1945,
berbagai perkembangan ke arah kehidupan kebangsaan dan kenegaraan
mengalami kemerosotan dari segi identitas nasional.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa itu identitas nasional Indonesia?


2. Bagaimanakah identitas nasional Indonesia?

1
3. Apa dan bagaimana faktor pendukung terbentuknya identitas nasional
Indonesia?
4. Apa yang dimaksud Pancasila sebagai kepribadian dan identitas nasional?
5. Bagaimana pemberdayaan identitas nasional Indonesia?

C. TUJUAN DAN MANFAAT

Pembuatan makalah ini bertujuan untuk :

1. Mengetahui pengertian identitas nasional


2. Mengetahui faktor-faktor pendukung kelahiran identitas nasional
3. Mengetahui maksud dari Pancasila sebagai kepribadian dan identitas
nasional

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN IDENTITAS NASIONAL

Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan.


Secara etimologis , identitas nasional berasal dari kata “identitas” dan “ nasional”.
Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah;
ciri, tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau . sesuatu
sehingga membedakan dengan yang lain. Kata “nasional” merujuk pada konsep
kebangsaan. Jadi, pegertian Identitas Nasional adalah pandangan hidup bangsa,
kepribadian bangsa, filsafat pancasila dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga
mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan
bernegara termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia, dalam
arti lain juga sebagai Dasar Negara yang merupakan norma peraturan yang harus
dijnjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa kecuali “rule of law”, yang
mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara, demokrasi serta hak asasi
manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia.
Secara global, identitas nasional indonesia adalah:
1.Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
2. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
3. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
4. Lambang Negara yaitu Pancasila
5. Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
6. Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
7. Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
9. Konsepsi Wawasan Nusantara
10.Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional

3
B. UNSUR-UNSUR IDENTITAS NASIONAL

1. Unsur-unsur pembentuk identitas yaitu:

a. Suku bangsa: adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat


askriptif (ada sejak lahir),yang sama coraknya dengan golongan umur
dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa
atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialeg bangsa.
b. Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis.
Agama-agama yan tumbuh dan berkembang di nusantara adalah
agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu.
Agama Kong H Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama
resmi negara. Namun sejak pemerintahan presiden Abdurrahman
Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan.
c. Kebudayaan: adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social
yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model
pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-
pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang
dihadapi dan digunakan sebagi rujukan dan pedoman untuk bertindak
(dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan
lingkungan yang dihadapi.
d. Bahasa: merupakan unsure pendukung Identitas Nasonal yang lain.
Bahsa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbiter
dientuk atas unsure-unsur ucapan manusia dan yang digunakan sebgai
sarana berinteraksi antar manusia.

Dari unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan


pembagiannya menjadi 3 bagian sebagai berikut :
a. Identitas Fundamental, yaitu pancasila merupakan falsafah bangsa,
Dasar Negara, dan Ideologi Negara

4
b. Identitas Instrumental yang berisi UUD 1945 dan tata
perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera
Negara, Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.
c. Identitas Alamiah, yang meliputi Negara kepulauan (Archipelago)
dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, dan agama,
sertakepercayaan.

Menurut sumber lain disebutkan bahwa Satu jati diri dengan dua identitas:
1. Identitas Primordial
Orang dengan berbagai latar belakang etnik dan budaya: jawab,
batak, dayak, bugis, bali, timo, maluku, dsb.
Orang dengan berbagai latar belakang agama: Islam, Kristen, Khatolik,
Hindu, Budha, dan sebagainya.
2. Identitas Nasional
Suatu konsep kebangsaan yang tidak pernah ada padanan
sebelumnya.
Istilah Identitas Nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang
dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa
tersebut dengan bangsa lain.

Eksistensi suatu bangsa pada era globalisasi yang sangat kuat terutama
karena pengaruh kekuasaan internasional. Menurut Berger[2], era globalisasi
dewasa ini, ideology kapitalisme yang akan menguasai dunia. Kapitalisme telah
mengubah masyarakat satu persatu dan menjadi sistem internasional yang
menentukan nasib ekonomi sebagian besar bangsa-bangsa di dunia, dan secara tidak
langsung juga nasib, social, politik dan kebudayaan.
Oleh karena itu agar bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi
globalisasi maka harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang
merupakan kepribadian bangsa Indonesia sebagai dasar pengembangan kreatifitas
budaya globalisasi. Sebagaimana terjadi di berbagai negara di dunia, justru dalam

5
era globalisasi dengan penuh tantangan yang cenderung menghancurkan
nasionalisme, muncullah kebangkitan kembali kesadaran nasional.
Faktor-Faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional meliputi :

1. Faktor Objektif, yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis


2. Faktor Subjektif, yaitu faktor historis, social, politik, dan kebudayaan yang
dimiliki bangsa Indonesia (Suryo, 2002)
3. Faktor pembentukan Identitas Bersama.

Proses pembentukan bangsa- negara membutuhkan identitas-identitas


untuk menyatukan masyarakat bangsa yang bersangkutan. Faktor-faktor yang
diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa, yaitu :

1. Sejarah
Menurut catatan sejarah, sebelum menjadi sebuah negara, bangsa
indonesia pernah mengalami masa kejayaan yang gemilang. Dua kerajaan
nusantara, Majapahit dan Sriwijaya misalnya.Kebesaran dua kerajaan
nusantara tersebut telah membekas pada semangat perjuangan bangsa
Indonesia pada abad-abad berikutnya ketika penjajahan asing
menancapkan kuku imperealisme nya.

2. Kebudayaan
Aspek kebudayaan yang menjadi unsur pembentuk identitas
nasional meliputi
3 unsur, yaitu Akal budi, peradaban, dan pengetahuan.

3. Suku bangsa
Kemajemukan merupakan identitas lain bangsa Indonesia. Namun
demikian, lebih dari sekedar kemajemukan yang bersifat alamiah tersebut,
tradisi bangsa Indonesia untuk hidup bersama dalam kemajemukan
merupakan unsur lain yang harus terus dikembangkan dan dibudayakan

6
4. Agama
Keaneka ragaman Agama merupakan identitas lain dari kemajukan
alamiah Indonesia. Dengan kata lain, keragaman Agama dan keyakinan
di Indonesia tidak hanya dijamin oleh konstitusi negara, tetapi juga
merupakan rahmat tuhan YME.
5. Bahasa
Bahasa Indonesia adalah salah satu identitas nasional Indonesia
yang penting. Sekali pun Indonesia memiliki ribuan bahasa daerah,
kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung berbagai
kelompok etnis yang mendiami Nusantara memberikan nilai identitas
tersendiri bagi bangsa Indonesia. Peristiwa sumpah pemuda tahun 1928
menyatakan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa
Indonesia.

Faktor-faktor penting bagi pembentukan bangsa Indonesia sebagai berikut :


1. Adanya persamaan nasib , yaitu penderitaan bersama dibawah penjajahan
bangsa asing lebih kurang selama 350 tahun
2. Adanya keinginan bersama untuk merdeka , melepaskan diri dari belenggu
penjajahan
3. Adanya kesatuan tempat tinggal , yaitu wilayah nusantara yang
membentang dari Sabang sampai Merauke
4. Adanya cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan
sebagai suatu bangsacita- cita, tujuan dan visi Negara Indonesia .

C. IDENTITAS NASIONAL INDONESIA

Identitas nasional Indonesia menunjuk pada identitas-identitas yang


sifatnya nasional. Pada uraian sebelumnya identitas nasional bersifat buatan
dan sekunder. Bersifat buatan karena identitas nasional itu dibuat, dibentuk,

7
dan disepakati oleh warga negara sebagai identitasnya setelah mereka
bernegara. Bersifat sekunder karena lahirnya identitas nasional setelah identitas
kesukubangsaan yang telah dimiliki warga bangsa itu secara aksriptif. Jauh
sebelum mereka memiliki identitas nasional itu, warga bangsa telah memiliki
identitas primer, yaitu identitas kesukubangsaan.
Proses pembentukan identitas nasional umumnya membutuhkan waktu
dan perjuangan Panjang di antara warga bangsa negara yang bersangkutan. Hal
ini dikarenakan identitas nasional adalah hasil kesepakatan masyarakat bangsa
itu. Kemungkinan dapat terjadi sekelompok warga bangsa tidak sertuju dengan
identitas nasional yang hendak diajukan oleh kelompok bangsa lainnya. Setiap
kelompok bangsa di dalam negara umumnya identitasnya dijadikan atau di
angkat sebagai identitas nasional yang belum tentu diterima oleh kelompok
bangsa yang lain. Inialah yang menyebabkan sebuah negara-bangsa yang baru
merdeka mengalami pertikaian internal yang berlarut-larut demi untuk saling
mengangkat identitas kesukubangsaan menjadi identitas nasional. Contoh,
kasus negara Srilangka yang diliputi pertikaian terus menerus angtara bangsa
Sinhala dan Tamil sejak negara itu merdeka.
Setelah bangsa Indonesia bernegara maka mulai di bentuk dan disepakati
apa-apa yang dapat menjadi identitas nasional Indonesia. Bisa di katakan
bangsa Indonesia relatif berhasil dalam membentuk identitas nasioanalnya,
kecuali pada saat proses pembentukan ideologi Pancasila sebagai identitas
nasional yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan untuk saling
memberi dan menerima di antara warga bangsa.

Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia adalah sebagai berikut.


a. Bahasa nasional atau Bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia berawal dari rumpun Bahasa Melayu yang dipergunakan
sebagai Bahasa pergaulan yang kemudian di angkat sebagai Bahasa
persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. Bangsa Indonesia sepakat bahwa
Bahasa Indonesia merupakan Bahasa nasional sekaligus sebagai identitas
nasional Indonesia.

8
b. Bendera negara, yaitu Sang Merah Putih.
Warna merah berarti berani dan putih berarti suci. Lambang merah putih
sudah dikenal pada masa kerajaan di Indonesia yang kemudian diangkat
sebagai bendera negara. Bendera warna merah putih dikibarkan pertama kali
pada tanggal 17 Agustus 1945, namun telah ditunjukkan pada peristiwa pada
peristiwa Sumpah Pemuda.
c. Lagu kebangsaan, yaitu Indonesia Raya.
Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan yang pada tanggal 28 Oktober
1928 dinyanyikan untuk pertama kali sebagai lagu kebangsaan negara.
d. Lambang negara, yaitu Garuda Pancasila.
Garuda adalah burung Khas Indonesia yang dijadikan lambang negara.
e. Semboyan negara, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
Bhinneka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
Menunjukkan kenyataan bahwa bangsa kita heterogen, namun tetap
berkeinginan untuk menjadi satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.
f. Dasar falsafah negara, yaitu Pancasila.
Berisi lima nilai dasar yang dijadikan sebagai dasar filsafat dan ideologi dari
negara Indonesia. Pancasila merupakan identitas nasional yang
berkedudukan sebagai dasar negara dan ideologi nasional Indonesia.
g. Konstitusi (Hukum Dasar) negara, yaitu UUD 1945.
Merupakan hukum dasar tertulis yang menduduki tingkatan tertinggi dalam
tata urutan perundangan dan dijadikan sebagai pedoman penyelenggaraan
bernegara.
h. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.
Bentuk negara adalah kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahan adalah
republik. Sistem politik yang digunakan adalah sistem demokrasi
(kedaulatan rakyat). Saat ini identitsa Negara kesatuan Republik Indonesia
yang berkedaulatan rakyat disepakati untuk tidak ada perubahan.

i. Konsepsi Wawasan Nusantara.

9
Sebagai cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya
yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam
penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegera untuk
mencapai tujuan nasional.
j. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional .
Berbagai kebudayaan dari kelompok-kelompok bangsa di Indonesia yang
memiliki cita rasa tinggi, dapat dinikmati dan diterima oleh masyarakat luas
merupakan kebanggaan bangsa atas kebudayaan nasional. Kebudayaab
nasional pada dasarnya adalah puncak-puncak dari kebudayaan yang ada.
Terkait dengan identitas nasional,sekarang ini negara telah
menetapkan Undang-Undang No.24 Tahun 2009 tentang
Bendera,Bahasa,Lambang Negara,serta Lagu Kebangsaan. Dikatakan bahwa
bendera,bahasa,lambang negara,serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan
sarana pemersatu,identitas,dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol
kedaulatan dan kehormatan negara. Bendera,Bahasa,lambang negara,serta lagu
kebangsaan Indonesia juga merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar
pada sejarah perjuangan bangsa, kesatuan keragaman budaya, dan kesamaan
dalam mewujudkan cita-cita bangsa, dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Tumbuh dan disepakatinya beberapa identitas nasional Indonesia itu
sesungguhnya telah diawali dengan adanya kesadaran politik bangsa Indonesia
sebelum bernegara. Hal demikian sesuai dengan ciri dari pembentukan negara-
bangsa model mutakhir. Kesadaran politik itu adalah tumbuhnya semangat
nasionalisme (semangat kebangsaan) sebagai gerakan menentang penjajahan
dan mewujudkan negara-bangsa Indonesia. Dengan demikian nasionalisme
yang tumbuh kuat dalam diri bangsa Indonesia turut mempermudah
terbentuknya identitas nasional Indonesia.
Jika dikatakan bahwa identitas nasional sebagai sesuatu yang
dibentuk, maka identitas nasional sesungguhnya merupakan “konstruksi”.
Menurut Sastrapratedja (2007) jati diri atau identitas bangsa adalah sebuah

10
“kontruksi” yang selalu bisa didekonstruksikan dan dikonstruksikan kembali.
Sebagai suatu kontruksi maka identitas berada dalam proses yang terus-
menerus berubah, konsep yang terus-menerus direkonstruksi dan dekonstruksi
tergantung pada jalannya sejarah, bahkan dalam era sekarang terpengaruh pula
oleh perkembangan global.
Identitas bangsa penting untuk dimiliki, dibangun, dibentuk, atau
dikonstruksikan agar suatu bangsa sebagai persekutuan hidup manusia
memiliki ciri khasnya sendiri yang terbedakan dengan bangsa lain. Selain itu
identitas berguna untuk membangun kesatuan social sebuah bangsa, tidak
mudah terombang-ambingkan oleh arus globalosasi, menciptakan cita rasa
keanggotaan yang sama, menciptakan rasa kepemilikan dan hasrat yang sama
untuk melanjutkan kehidupan. Identitas juga akan membantu melestarikan
kepercayaan dan kesetiakawanan warga negara terhadap negara bangsa. Oleh
karena itu, identitas nasional Indonesia merupakan sesuatu yang terus perlu
direkonstruksi kembali, dibangun, diwujudkan, dan dikembangkan.

D. PANCASILA SEBAGAI KEPRIBADIAN DAN IDENTITAS NASIONAL

Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat


internasional, memilki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda
dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang
menuju fase nasionalisme modern, diletakanlan prinsip-prinsip dasar filsafat
sebagai suatu asas dalam filsafat hidup berbangsa dan bernagara. Prinsip-
prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa yang diangkat dari filsafat
hidup bangsa Indonesia, yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip
dasar filsafat Negara yaitu Pancasila. Jadi, filsafat suatu bangsa dan Negara
berakar pada pandangan hidup yang bersumber pada kepribadiannya sendiri.
Dapat pula dikatakan pula bahwa pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan
Negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilai-nilai budaya dan
keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa.

11
Jadi, filsafat pancasila itu bukan muncul secara tiba-tiba dan dipaksakan suatu
rezim atau penguasa melainkan melalui suatu historis yang cukup panjang.
Dalam merevitalisasi Pancasila sebagai manifestasi Identitas
Nasional, penyelenggaraan MPK. hendaknya dikaitkan dengan wawasan:
1) Spiritual, untuk mcletakkan landasan ctik, moral, religiusiias, sebagai
dasar dan arah pengembangan sesuatu profcsi;
2) Akademis, untuk menunjukkan bahwa MPK merupakan aspek being yang
tidak kalah pentingnya, bahkan lebih penting daripada aspek having dalam
kerangka penyiapan
sumber daya manusia (SDM) yang bukan sekadar instrumen,
melainkan sebagai subjek pembaharuan dan pencerahan;
3) Kebangsaan, untuk menumbuhkan kesadaran nasionalismenya agar dalam
pergaulan antarbangsa tetap setia pada kepentingan bangsanya, serta
bangga dan respek pada jati diri bangsanya yang memiliki ideologi
tersendiri; serta
4) Mondial, untuk menyadarkan bahwa manusia dan bangsa di masa kini siap
menghadapi dialektika perkembangan dalam masyarakat dunia yang
“terbuka”. Selain itu, diharapkan mampu untuk segera beradaptasi dengan
perubahan yang terus-menerus terjadi dengan cepat.
Study Robert I Rotberg secara eksplisit mengidentifikasikan salah satu
karakteristik penting Negara gagal (failed states) adalah ketidakmampuan
negara mengelola identitas Negara yang tercermin dalam semangat
nasionalisme dalam menyelesaikan berbagai persoalan nasionalnya.
Ketidakmampuan ini dapat memicu intra dan interstatewar secara hampir
bersamaan. Nasionalisme bukan saja dapat dipandang sebagai sikap untuk
siap mengorbankan jiwa raga guna mempertahankan Negara dan
kedaulatan nasional, tetapi juga bermakna sikap kritis untuk member
kontribusi positif terhadap segala aspek pembangunan nasional. Dengan
kata lain, sikap nasionalisame membutuhkan sebuah wisdom dalam mlihat
segala kekurangan yang masih kita miliki dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dan sekaligus kemauan untuk

12
terus mengoreksi diri demi tercapainya cita-cita nasional. Makna falsafah
dalam pembukaan UUD 1945, yang berbunyi sebagai berikut:
1. Alinea pertama menyatakan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu hak
segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus
dihapuskan , karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan
perikeadilan. Maknanya, kemerdekaan adalah hak semua bangsa dan
penjajahan bertentangan dengan hak asasi manusia.
2. Alinea kedua menyebutkan: “ dan perjuangan kemerdekaaan Indonesia
telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa
mengantarkan rakyat Indonesia kepada depan gerbang kemerdekaan
Negara Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Maknanya:
adanya masa depan yang harus diraih (cita-cita).
3. Alinea ketiga menyebutkan: “ atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa
dan dengan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan
kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya. Maknanya, bila Negara ingin mencapai cita-cita maka
kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat ridha Allah SWT
yang merupakan dorongan spiritual.
4. Alinea keempat menyebutkan: “ kemudian daripada itu untuk membentuk
suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan
kebangsaan Indonesia itu dalam susunan negara Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat dan berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha
Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebikjasanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujkan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.

13
BAB III
PENUTUPAN
A. KESIMPULAN

Identitas Nasional adalah sebuah kesatuan yang terikat oleh wilayah dan
selalu memiliki wilayah (tanah tumpah darah mereka sendiri), kesamaan sejarah
sistem hukum/perundang – undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja
berdasarkan profesi.
Faktor-faktor pendukung kelahiran identitas nasional ada lima yaitu :
1. Sejarah
2. Kebudayaan
3. Suku bangsa
4. Agama
5. Bahasa

Ke lima faktor tersebut pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan


identitas nasional bangsa Indonesia, yang telah berkembang dari masa sebelum
bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain.
Pancasila sebagai dasar negara indonesia, menjadi hal paling mendasar bagi
identitas bangsa indonesia, namun pemberdayaan idetitas nasional diindonesia
masih minim sekali apalagi di zaman globalisasi ini.

B. SARAN

Menurut penulis masih banyak hal-hal di Indonesia yang perlu diperbaiki


demi menyambut era globalisasi.
Globalisasi tidak bias kita hindari, tetapi kita perlu untuk tetap
menanamkan pengamalam nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 demi terciptanya
Indonesia yang lebih maju namun tetap mempertahankan ciri ke-Indonesia-an-nya.

14
DAFTAR PUSTAKA

Kaelan dan Zubaidi.2007.Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta:Paradigma,


Edisi pertama.
Syarbani Syahrial, Wahid Aliaras. 2006; Membangun Karakter dan Kepribadian
melalui Pendidikan Kewarganegaraan, UIEU – University Press, Jakarta.
Suryo, Joko, 2002, Pembentukan Identitas Nasional, Makalah Seminar Terbatas
Pengembangan Wawasan tentang Civic Education, LP3 UMY, Yogyakarta.
Winarno.2006.Pendidikan Kewarganegaraan.Surakarta:Paradigma baru, Edisi
ketiga

15