Anda di halaman 1dari 10

PROMOSI DAN PEMINDAHAN

TUGAS SOFTSKILL

NAMA : BASANA CITRA MANTIA

NPM : 27215859

KELAS : 4EB10

DOSEN : BUDI PRIJANTO

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

JAKARTA

2018
Promosi dan Pemindahan

Jalur Promosi

Pengertian Promosi Jabatan

Motivasi yang mendorong seseorang untuk berpatisispasi aktif dalam suatu

organisasi antara lain adalah kesempatan untuk maju. Sifat dasar manusia pada

umumnya ingin menjadi lebih baik, lebih maju dari posisi yang dipunyai pada saat ini.

Karena itulah mereka pada umumnya menginginkan kemajuan dalam hidupnya.

Kesempatan untuk maju di dalam suatu organisasi dinamakan dengan promosi

(penaikan jabatan). Suatu promosi berarti pula pemindahan dari suatu jabatan ke

jabatan yang lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi.

Hal ini berarti bahwa kompensasi (penerimaan upah/gaji dan sebagainya) pada

umumnya lebih tinggi bila dibanding dengan pada jabatan lama. Suatu promosi jabatan

pada umumnya didambakan oleh setiap anggota organisasi. Oleh karena itu suatu

program promosi perlu diadakan,yang mengandung hal-hal berikut :

a) Ke arah mana suatu jabatan akan maju ?

b) Sampai dimanakah jenjang akhir suatu jabatan yang dapat dicapai ?

c) Kriteria apa dan/atau persyaratan yang bagaimana diperlukan untuk promosi

jabatan tersebut ? dan sebagainya.

Untuk itu semua perlulah kiranya diketahui lebih jauh tentang jalur promosi,

dasar-dasar untuk promosi, kecakapan kerja dan senioritas dan sebagainya, yang

relevan dengan maksud dan tujuan promosi jabatan. Perpindahan seseorang pada

jabatan baru dapat juga terjadi apabila organisasi yang bersangkutan mengalami

ekspansi ataupun karena adanya lowongan yang harus segera diisi. Perwujudan dan

prinsip orang yang tepat pada jabatan yang tepat, baik dengan jalan pemindahan
ataupun dengan jalan lain, bukan saja akan membawa hasil yang baik bagi organisasi,

tetapi juga kepada petugas yang bersangkutan.

Disinilah pentingnya suatu promosi untuk meningkatkan motivasi seseorang

petugas dalam suatu organisasi. Namun pemberian promosi harus bertitik tolak untuk

kepentingan organisasi dan bukan untuk kepentingan pribadi seseorang petugas.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pengertian promosi jabatan,

berikut dikemukakan beberapa definisi promosi jabatan menurut beberapa ahli lain :

Flippo yang dikutif oleh H. Malayu S.P Hasibuan ( 2000 ; 108 ) menyatakan bahwa :

“Promosi berarti perpindahan dari suatu jabatan kejabatan yang lain yang mempunyai

status yang lebih tinggi. Biasanya perpindahann kejabatan yang lebih tinggi ini

disertai dengan peningkatan gaji atau cepat lainnya, walaupun tidak selalu

demikian.”Sedangkan Andrew F. Sikula yang dikutif oleh Malayu S.P Hasibuan ( 2004

; 100 ) sebagai berikut : “Secara teknis promosi adalah suatu perpindahan didala

organisasi dan posisi lainnya yang melibatkan baik peningkatan upah maupun status.”

Berdasarkan kepada definisi di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa

promosi mempunyai arti yang penting bagi instansi, sebab dengan promosi berarti

kestabilan instansi dan moral pegawai akan lebih terjamin.

Promosi akan selalu diikuti oleh tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang lebih

tinggi daripada jabatan yang diduduki sebelumnya. Seseorang dipromosikan karena

dianggap mempunyai prestasi rata-rata lebih tinggi dari pegawai yang lain meskipun

mungkin oleh pimpinan dinilai prestasi yang ada belum memuaskan.

Adapun syarat-syarat yang perlu ditetapkan dalam melaksanakan promosi yaitu:

a. Pengalaman

b. Tingkat pendidikan

c. Loyalitas

d. Kejujuran
e. Tanggung jawab

f. Kepandaian bergaul

g. Prestasi kerja

h. Inisiatif dan kreatif

Syarat-syarat promosi ini harus dinyatakan secara tegas. Untuk dapat

dipromosikan maka perlu setiap karyawan memenuhi syarat-syarat yang telah

ditetapkan. Syarat-syarat tesebut hendaknya menjamin kestabilan perusahaan dan

mampu meningkatkan moral kerja dari para karyawannya. Selain itu dengan penetapan

syarat-syarat yang tegas dan jelas, akan dapat mencegah dan meminimalkan

kemungkinan timbulnya pilih kasih di dalam melaksanakan promosi.

JALUR PROMOSI

Analisa jabatan memberikan informasi dasar yang diperlukan utk menggambarkan

jalur promosi dalam suatu organisasi. Biasanya pernyataan” yang berada dalam pikirin

para karyawan / calon karyawan adalah sbb :

1. Menuju jabatan apa jabatan ini

2. Demi jabatan apa kita akan dipromosikan ke jabatan ini.

Karena itu perencanaan yang jelas tentag jalur promosi perlu dilakukan sebab sering

kalur promosi tersebut terbatas pada suatu departeman saja. contoh : seorang

pejabat bagian produksi maksimal hanya bisa naik pangkat sampai direktur produksi.
Berbagi Dasar Promosi

Pedoman yang dijadikan dasar untuk mempromosikan karyawan adalah:

1. Pengalaman (senioritas)

Pengalaman yaitu promosi yang didasarkan pada lamanya pengalaman kerja

karyawan. Pertimbangan promosi adalah pengalaman kerja seseorang, orang yang

terlama bekerja pada perusahaan mendapat prioritas utama dalam tindak promosi.

2. Kecakapan (ability)

Kecakapan (ability) yaitu seseorang akan dipromosikan berdasarkan penilaian

kecakapan. Pertimbangan promosi adalah kecakapan, orang yang cakap atau ahli

mendapat prioritas pertama untuk dipromosikan. Kecakapan adalah total dari

semua keahlian yang diperlukan untuk mencapai hasil yang bisa

dipertanggungjawabkan.

3. Kombinasi pengalaman dan kecakapan

Kombinasi pengalaman dan kecakapan yaitu promosi yang berdasarkan lamanya

pengalamandan kecakapan. Pertimbangan promosi adalah berdasarkan lamanya

dinas, ijazah pendididkan formal yang dimiliki dan hasil ujian golongan. Jika

seseorang lulus dalam ujian dan hasil ujian kenaikan dipromosikan.

Cara ini adalah dasar promosi yang terbaik dan paling tepat karena

mempromosikan orang yang paling berpengalaman dan terpintar sehingga kelemahan

promosi yang hanya berdasarkan pengalaman/kecakapan saja dapat diatasi.

1.3 Kecakapan Kerja Versus Senioritas

Masalah kecakapan kerja dan senioritas didalam perusahaan sulit untuk

diputuskan mengingat baik kecakapan maupun senioritas masing-masing mempunyai

kelebihan dan untuk memilih mana yang lebih baik. apabila kita kelompokkan

kecakapan kerja dan senioritas adalah sebagai berikut :


Kecakapan kerja:

Dalam kelompok ini perubahan organisasi, perubahan cara kerja, dan perubahan

hubungan kerja, umumnya tidak sulit diterima dan mudah untuk menyesuaikan

diri.

Senioritas:

Dalam kelompok ini perubahan organisasi, perubahan cara kerja, dan perubahan

hubungan kerja , umumnya sulit diterima karena kelompok ini sudah terbiasa

dengan cara-cara lama yang biasa dilakukan sehingga memerlukan pemahaman

kembali dan adaptasi dalam menghadapi perubahan.

Apabila kita hubungkan dengan rencana promosi akan timbul pertanyaan mana

yang lebih prioritas untuk dipromosi, apabila perusahaan dihadapkan dua pilihan

dimana kelompok-kelompok tersebut sama-sama mempunyai kecakapan, mari

berkompromi dengan melihat nilai plus dari keduanya maka yang akan muncul

adalah senioritas.

Untuk lebih jelas dan terukur perusahaan dapat membuat persyaratan seperti:

persyaratan promosi, pengalaman, pendidikan, kondite, dan masa kerja

diperusahaan sehingga terukur yang mana lebih unggul dan prioritas untuk di

promosi. Cara ini lebih ideal untuk mendapatkan keputusan objektif juga mudah

dipertanggung jawabkan, semoga cara ini dapat mengacu setiap pekerja baik yang

sudah senior maupun yang masih baru untuk eksis dipekerjaannya.

1.4 Penurunan (Demotion)

Demosi merupakan suatu bentuk mutasi vertikal yang berupa penurunan

pangkat/posisi/jabatan/pekerjaan yang secara otomatis dengan penurunan

pendapatan. Suatu demosi biasanya dilakukan karena seorang tenaga kerja telah

melakukan pelanggaran disiplin organisasi yang berat. Demosi adalah perpindahan


karyawan dari suatu jabatan ke jabatan yang lebih rendah di dalam suatu organisasi,

wewenang, tanggung jawab, pendapatan sertas statusnya semakin rendah.

Demosi adalah penurunan pangkat/jabatan seorang karyawan yang dilakukan

dalam suatu organisasi (Hasibuan, 2001: 114). Tujuan demosi adalah untuk

menghindari kerugian perusahaan, memberikan jabata/posisi, gaji dan status yang

tepat sesuai dengan kemampuan kecakapan karyawan yang bersangkutan. Demosi

ini merupakan hukuman terhadap karyawan yang tidak mampu mengerjakan tugas-

tugasnya pada jabatan yang dipangkunya hingga jabatannya diturunkan.

1.5 Pemindahan

Memindahkan karyawan dari suatu jabatan ke jabatan lain dalam satu tingkatan

organisasi secara horizontal tanpa adanya peningkatan tanggung jawab, kekuasaan

maupun gaji.

DASAR PEMINDAHAN:

 Karyawan yang bersangkutan

 Kehendak perusahaan

Pemindahan yang didasarkan atas keingian pegawai pada umunya hanya merupakan

memindahan jabatan yang sama. Alasan pemindahan tersebut misalnya pegawai

tersebut merasa kurang tepat pada jabatannya atau kurnag bisa kerja sama dengan

kawan-kawan sepekerjaan atau dengan atasan langsungnya.

Pemindahan karena keinginan perusahaan dapat terjadi karena dua sebab. Sebab

pertama adalah untuk menjamin bahwa kepercayaan pegawai bahwa mereka tidak akan

diberhentikan karena kekurangan kecakapan dan jabatan yang lama. Sebab yang

kedua adalah untuk mengurangi rasa bosan pegawai karena dianggap terlalu lama

memegang jabatan yang sama.


Menurut Manullang, pemindahan pegawai karena keinginan perusahan dapat

terjadi sebagai berikut:

1. Kebutuhan untuk menyesuaikna sementara misalnya seseorang tidak masuk kerja

2. Mengatasi keadaan darurat karena fluktuasi volume pekerjaan

3. Kebutuhan latihan, misalnya rotasi jabatan

4. Kebutuhan ploeg pekerja.

1.6 Rencana Promosi dan Pemindahan

Sebaiknya suatu perusahaan membuat rencana yang jelas untuk promosi dan

pemindahan bagi para karayawannya. Apabila perusahaan tidak memilikinya maka

perusahaan tidak mempunyai acuan tentang dasar-dasar promosi dan pemindahan

sehingga dalam prakteknya sering terbentuk pada faktor subyektifitas. Oleh karena

itu, perusahaan harus menetapkan dan membuat:

1. Hubungan horizontal dan vertikal dari masing-masing jabatan

Seorang karyawan yang hendak dipindahkan atau dipromosikan tidak boleh

ditempatkan pada sembarang jabatan. Karawan tersebut harus ditempatkan ke

jabatan yang ada hubungannya dengan jabatan sebelumnya. Oleh karena itu, sebelum

diadakan pemindahan pegawai harus ditentukan hubungan vertikal maupun horizontal

dari masing-masing karyawan.

2. Penulisan kecakapan pegawai

Apabila hubungan vertikal dan horizontal telah ditetapkan maka untuk menetukan

calon siapa yang akan dipromosikan atau dipindahkan ke jabatan yang lowong, harus

diadakan penilaian kecakapan pegawai-pegawai tersebut. Dengan penilaian yang

diadakan akan diperoleh keterangan pegawai mana yang pantas dipromosikan dan

pegawai mana yang akan dipindahkan.


3. Ramalan lowongan dan data pegawai

Berkaitan dengan lowongan pekerjaan pada suatu perusahaan terdapat dua cara

penetapan. Cara yang pertama adalah dengan terlebih dahulu mendapatkan data trun

over pegawai dan kemudian menetukan proyek-proyek yang diharapkan dibuka.

Dengan cara demikian dapat ditetukan besarnya lowongan yang mungkin dibuka pada

waktu yang akan datang. Misalnya dalam suatu perusahaan terdapat dua ratus lima

puluh orang dan trunover pegawai adalah sepuluh persen. Proyek yang diharapkan

dibuka memerlukan tambahan karyawan sebanyak dua puluh orang, maka berdasarkan

keterangan di atas dapat diketahui bahwa ramalan lowongan berjumlah empat puluh

lima orang.

Cara yang kedua, ramalan lowongan pekerjaan suatu perusahaan ditetapkan

dengan membuat skema organisasi tentang umur pegawai. Pada skema organisasi

dipakai jenis warna tertentu untuk menunjukkan umur dari pejabat. Misalnya pegawai

yang berumur di bawah 20 tahun diberi warna kuning, kelompok pegawai yang berumur

antara 20 sampai 30 tahun diberi warna hijau, pegawai yang berumur antara 30

sampai 45 tahun iberi warna biru dan pegawai yang berumur 45 tahun atau lebih

dikelompokkan dan diberi warna merah. Dengan demikian dapat ditentukan ramalan

lowongan pekerjaan untuk beberapa waktu yang akan datang.


Sumber:
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/11/promosi-dalam-konsep-sdm-definisi-dan.html
http://c1d109036.blogspot.com/2011/11/tugas-kelompok-makalah-promosi-dan.html
http://ml.scribd.com/doc/31841593/Promosi-Pada-Perencanaan-Pengembangan-SDM
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/2009-2-00759-MN%20Bab%202.pdf
http://ratnasoekarya.blogspot.com/2009/06/kecakapan-kerja-dan-senioritas.html
http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/45-promosi-jabatan.pdf
http://hendrayomagic.blogspot.com/2009/11/rencana-promosi-dan-pemindahan.html
http://id.scribd.com/doc/55331392/Promosi-Dan-Pemindahan