Anda di halaman 1dari 12

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Rancangan atau desain penelitian adalah
sesuatu yang sangat penting dalam penelitian, yang
memungkinkan pemaksimalan control beberapa faktor
yang bisa mempengaruhi akurasi suatu hasil
(Nursalam, 2008).Rancangan penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini bersifat analitik,
memberi hubungan secara sistematis mengenai
prilaku merokok orang tua dengan pertumbuhan
balita di wilayah kerja puskesmas Martapura 2
tahun 2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan
cross sectional yaitu suatu jenis penelitian yang
menekankan pada waktu pengukuran data variabel
independen dan dependen hanya satu kali pada satu
saat tetapi tidak semua subjek penelitian diteliti
pada waktu yang sama (Nursalam, 2008).

31
33

B. Kerangka Kerja Penelitian

Identifikasi masalah

Survey pendahuluan

Study kepustakaan

Membuat kerangka konsep penelitian

Menetapkan populasi yaitu 145 orang tua

Menetapkan sempel menggunakan “porposive


sampling” sampel dalam penelitian ini yaitu
59 orang tua

Pengumpulan data
menggunakan kuesioner

Analisa data
1. Analisa univariat
2. Analisa bivariat (uji chi-square)

Penyajian hasil

Kesimpulan dan saran

Bagan 3.1 Kerangka Kerja Penelitian


34

C. Populasi dan Sampel


1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek
penelitian dan apabila sesorang ingin meneliti
semua elemen yang ada dalam wilayah
penelitian, maka penelitiannya merupakan
penelitian populasi (Arikunto, 2009). Populasi
penelitian adalah semua orang tua yang
memiliki balita di wilayah kerja puskesmas
Martapura 2. Populasi pada penelitian ini
sejumlah 145 orang tua balita.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari keseluruhan
objek yang diteliti dan dianggap mewakili
seluruh populasi (Notoatmodjo, 2010).
Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini dengan cara porposive sampling
yaitu yang didasarkan pada suatu pertimbangan
tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri,
berdasarkan ciri atau sifat – sifat populasi
yang sudah diketahui sebelumnya. Sampel dalam
penelitian ini diambil dengan menggunakan
rumus Notoatmodjo(2010) maka jumlah sampel
adalah :

N
n
1  N (d ) 2
n = Jumlah sampel
N = Besar populasi
d = Tingkat kepercayaan (10%) / (0,1)
35

bila N = 145 orang


d = 0,1/(10%)

145 145
n = = =59,18 = 59
1 + 145 (0,01) 2,45

n = 59 orang tua

Jadi sampel dalam penelitian ini berjumlah


59 orang tua yang memiliki balita. Dengan
memperhatikan kriteria sampel yaitu inklusi dan
eksklusi. (Nursalam, 2008)

a. Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah
:
1) orang tua balita yang bersedia menjadi
responden.
2) orang tua balita yang dapat berkomunikasi
dengan baik.
b. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi dalam penelitian ini
adalah :
1) orang tua balita yang tidak bersedia
menjadi responden.
2) Orang tua yang tidak memiliki balita.
36

D.Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu


penelitian ( Soekidjo Notoatmodjo, 2010 ).
Ho : ada hubungan antara prilaku merokok orang
tua dengan pertumbuhan balita.

E. Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi penelitian ini di wilayah kerja
puskesmas Martapura 2 yang akan dilaksanakan pada
bulan November 2016 sampai dengan bulan mei 2017.

F.Variabel
Variabel merupakan gejala yang menjadi fokus dalam
penelitian yang menunjukkan atribut dari
sekelompok orang atau obyek yang mempunyai variasi
antara satu dengan yang lainnya dalam kelompok
(Nursalam,2008). Dalam penelitian ini variabel-
variabel yang ada diantaranya :
1. Variabel Independent (Bebas)
Variabel independent adalah variabel yang
menjadi sebab timbulnya atau berubahnya
variabel dependent (Nursalam,2008). Dalam
penelitian ini, variabel bebasnya yaitu prilaku
merokok orang tua.
2. Variabel Dependent (Terikat)
Variabel dependent adalah variabel yang
dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya
variabel independent (Nursalam,2008). Dalam
penelitian ini, variabel terikatnya adalah
pertumbuhan balita.
37

G.Definisi Operasional
Definisi operasional adalah definisi
berdasarkan karakteristik yang diamati dari sesuatu
yang didefinisikan tersebut. Karakteristik yang
dapat diamati (diukur) itulah yang merupakan kunci
defenisi operasional(Nursalam,2008).
Tabel.3.1
Defenisi Operasional

Variabel Definisi Parameter Alat Skla Hasil Ukur


operasional Ukur ukur

Variabel suatu Ketegori Kuesioner Nominal 1. Perokok


Independen: kegiatan prilaku
prilaku atau merokok 2. Bukan
merokok aktivitas 1. Perokok : perokok
orang tua membakar jika setiap
rokok dan hari atau
kemudian kadang-
menghisapnya kadang
dan merokok
menghembuska 2. Tidak
nnya keluar perokok :
dan dapat jika pernah
menimbulkan merokok
asap yang tetapi
dapat berhenti dan
terhisap tidak pernah
oleh orang- sekali
orang merokok
disekitarnya

Variabel bertambah Pertumbuhan KMS Nominal 1. pertumbuhan


dependent: banyak dan baliita Normal
Pertumbuhan besarnya sel 1. Normal jika
balita seluruh grafik KMS 2. pertumbuhan
bagian tubuh balita Tidak Normal
yang berada pada
bersifat lajur hijau
kuantitatif 2. Tidak Normal
dan dapat jika grafik
diukur pada KMS balita
anak usia berada pada
dibawah lajur warna
5tahun merah atau
warna putih
38

H.Instrumen Penelitian
Instrumen Penelitian adalah alat yang
digunakan dalam melakukan pengukuran, dalam hal ini
alat untuk mengumpulkan data pada suatu penelitian
(Nursalam,2008). Pada penelitian ini instrumen yang
digunakan adalah kuesioner untuk variable prilaku
merokok sedangkan variable pertumbuhan balita
menggunakan KMS.

I.Pengumpulan Data
1.Data primer
Data primer di kumpulkan dengan menggunakan
kuesioner. Peneliti membagikan informend consent
terlebih dahulu kepada responden setelah itu
kuesioner dibagikan dan dijelaskan kepada responden
tentang tata cara pengisian kuesioner setelah
jumlah responden terpenuhi sesuai sampel yang telah
ditentukan maka tahap selanjunya adalah pemberian
koding pada data untuk mempermudah dalam pengolahan
data. Adapun koding adalah sebagai berikut
a. usia
1. 17-25 tahun
2. 26-35 tahun
3. 36-45 tahun
4. > 45 tahun
b. pendidikan terakhir
1. tidak sekolah
2. SD/sederajat
3. SLTP/sederajat
4. SLTA/sederajat
5. Perguruan tinggi
c. Penghasilan tiap bulan
1. < 1 juta rupiah
2. 1-3 juta rupia
3. > 3 juta
39

d. pekerjaan
1. PNS/TNI/POLRI
2. Pedagang
3. Pegawai swasta
4. Tani/buruh
e. usia balita
1. < 1 tahun
2. 1-3 tahun
3. > 3-5 tahun
f. jenis kelamin balita
1. laki-laki
2. perempuan
g. perilaku merokok
1. merokok
2. tidak merokok
h. pertumbuhan balita
1. pertumbuhan normal
2. pertumbuhan tidak normal
2.Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat dari buku,
internet dan data dari Puskesmas Martapura 2.

J.Pengolahan dan Analisa Data


1.Pengolahan data
Dalam penelitian data yang telah dikumpulkan
diolah dalam bentuk distribusi frekuensi, kemudian
diinterprestasikan hasil yang diperoleh. (Nursalam,
2008).
a.Untuk data prilaku merokok orang tua menggunakan
kuesioner dengan jumlah pertanyaan 3 item.
setiap jawaban diberi bobot nilai dengan
ketentuan:
a.Nilai 0 bila jawaban “a”
b.Nilai 1 bila jawaban “b”
c.Nilai 2 bila jawaban ”c”
d.Nilai 3 bila jawaban ”d”
40

untuk pertanyaan No.1 akan menentukan prilaku


apakah orang tua perokok atau tidak perokok.
Prilaku merokok diklasifikasikan berdasarkan table
dibawah ini
Tabel 3.2
Klasifikasi Penilaian prilaku merokok orang tua

No Klasifikasi nilai Kategori

1 0-1 Tidak Perokok


2 2-3 Perokok

Untuk pertanyaan No.2 dan No.3 akan menentukan tipe


perokok berdasarkan skala ketergantungan nikotin
fagerstrom. Dengan menjumlahkan skor nilai pada
pertanyaan No.1 dan No.2. berikut merupakan table
klasifikasi perokok berdasarkan skala
ketergantungan nikotin fagerstrom.
Tabel 3.3
Klasifikasi Penilaian perokok berdasarkan skala
ketergantungan nikotin fagerstrom

No Klasifikasi nilai Kategori

1 0-1 Ketergantungan rendah


2 2 Ketergantungan sedang
3 3 Ketergantungan tinggi
4 4-6 Ketergantungan sangat tinggi

Untuk data pertumbuhan balita menggunakan penilaian


grafik KMS(Kartu Menuju Sehat) balita. Berikut
merupakan table klasifikasi Pertumbuhan baliita.
41

Tabel 3.4
Klasifikasi Penilaian Terhadap pertumbuhan balita
berdasarkan KMS( Kartu Menuju Sehat)

No Posisi Grafik Kategori

1 jika grafik KMS balita Pertumbuhan Normal


berada pada lajur hijau
2 grafik KMS balita berada Pertumbuhan Tidak
pada lajur warna merah Normal
atau warna putih

2.Analisa data
Analisis data digunakan untuk mengolah
data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan
diinterpretasikan serta untuk menguji secara
statistik kebenaran hipotesa yang telah
ditetapkan, analisa data dilakukan dengan
tahapan sebagai berikut :
a. Analisis Univariat
Analisis univariat digunakan untuk
menjabarkan secara deskriptif untuk
mengetahui distribusi frekuensi dan proporsi
masing-masing variabel yang diteliti, baik
variabel bebas yaitu prilaku merokok orang
tua maupun variabel terikat yaitu pertumbuhan
balita.
b. Analisis Bivariat
Analisis ini digunakan untuk menguji
hipotesis dengan menentukan hubungan variabel
bebas dengan variabel terikat melalui uji
chi-square.
Teknik analisis ini menggunakan batas
kemaknaan ά = 0,05. Bila nilai p < 0,05 maka
42

hipotesis diterima (Ho ditolak) dan bila p >


0,05 maka hipotesis ditolak (Ho diterima).
Bila chi-square hitung lebih besar dari tabel
maka terdapat hubungan antara kedua variabel,
tetapi jika chi-square hitung lebih kecil
dari tabel maka tidak terdapat hubungan
antara kedua variabel tersebut.

K.Etika Penelitian
Masalah etika penulisan keperawatan merupakan
masalah yang sangat penting dalam penelitian,
mengingat penelitian keperawatan berhubungan langsung
dengan manusia, maka segi etika penelitian harus
diperhatikan.Masalah etika yang harus diperhatikan
antara lain adalah sebagai berikut :

1. Informend consent
Informend consent merupakan bentuk persetujuan
antara peneliti dengan responden penelitian dengan
memberikan lembaran persetujuan. Informend consent
Tersebut diberikan sebelum penelitian, tujuannya
adalah agar subyek mengerti maksud dan tujuan
penelitian, tujuannya adalah agar subyek mengerti
maksud dan tujuan penelitian, serta mengetahui
dampaknya. Jika subyek bersedia maka mereka harus
menandatangani lembar persetujuan,jika tidak
bersedia, maka peneliti menghormati hak responden.
2. Anonymity (tanpa nama )
Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang
memberikan jaminan dalam penggunan subyek
penelitian dengan cara tidak memberikan atau
43

mencantumkan nama responden pada lembar


pengumpulan data atau hasil penelitian yang harus
disajikan.
3. Confidentiality (kerahasian)
Masalah ini merupakan masalah etika dengan
memberikan jaminan kerahasiaan hasil
penelitian,baik informasi maupun masalah-masalah
lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan
dijamin kerahasiaannya oleh peneliti.