Anda di halaman 1dari 3

Latar belakang

始めに

Meminta maaf adalah cara untuk menunjukkan bahwa kita mengaku berbuat salah dan
telah belajar dari kesalahan itu. Meminta maaf setelah melakukan kesalahan bukanlah hal yang
sederhana. Untuk meminta maaf dari seseorang, Anda harus memikirkan tindakan Anda dan
bagaimana pengaruhnya pada orang yang Anda sakiti. Meminta maaf bukanlah hal yang mudah,
karena walaupun terkadang kita meminta maaf dengan etiket yang baik, seseorang belum tentu
dapat menerimanya dengan baik. Di Jepang, cara yang umum untuk meminta maaf adalah
dengan cara membungkuk. Cara ini disesuaikan dengan seberapa besar rasa menyesal seseorang.
Semakin besar rasa bersalah semakin lama dan rendah seseorang membungkuk, bahkan jika
dibutuhkan, seseorang akan bersujud untuk menunjukkan ketulusannya meminta maaf.
Kemungkinan diterimanya suatu permintaan maaf juga ditentukan oleh seberapa besar usaha
seseorang untuk menunjukkan rasa penyesalannya. Permohonan maaf yang seharusnya
dilakukan dengan tulus dari dalam hati dan dari diri sendiri, namun di Jepang akhir-akhir ini
meminta maaf malah dapat diwakilkan oleh orang lain. Hal inilah yang menarik penulis untuk
membahas tentang fenomena jasa permintaan maaf di Jepang, dengan judul makalah “
Fenomena Jasa Permohonan Maaf di Jepang”.

Tujuan

目的

 Mendeskripsikan fenomena jasa permohonan maaf di Jepang

 Untuk mengetahui alasan munculnya agensi jasa permohonan maaf di Jepang

Alasan Pemilihan Judul

テーマお選んだ理由
Karena menurut kami fenomena jasa permohonan maaf adalah hal yang unik dan belum
pernah kami temukan di Indonesia. Hal ini yang mendorong kami untuk mencari tahu lebih
dalam mengenai jasa permohonan maaf ini.

Metode penelitian

データーを決めた方法

Data-data yang dikumpulkan adalah bersumber dari internet. Yaitu dari beberapa situs
yang membahas fenomena ini juga dari situs langsung jasa permohonan maaf ini.

Kesimpulan

結論

Dari pembahasan diatas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa:

Di Jepang terdapat agensi yang menyediakan jasa permintaan maaf , dengan


mengirimkan seseorang sebagai perwakilan klien untuk meminta maaf.

Harga yang dibayar sesuai dengan layanan, Shazaiya Aigo Pro dengan tarif
25 ibu yen untuk tatap muka, dan 10 ribu yen via email dan telepon.

40 % klien adalah wanita usia 20 sampai 40 tahun.

Agensi tersebut bukan karena untuk menghindari permintaan maaf, tapi karena orang-
orang diliputi perasaan canggung saat harus mengucapkan kata tersebut. Perasaan ini
semakin menjadi-jadi ketika permintaan maaf dengan tatap muka. Hal inilah yang
mendasari beberapa agensi jasa permintaan maaf di Jepang berkembang.

Saran
1. Walaupun adanya jasa permintaan maaf ini, sebaiknya kesalahan yang telah diperbuat
harus dipertanggungjawabkan oleh orang yang bersangkutan. Meskipun bagi sebagian
masyarakat jepang meminta maaf adalah hal yang berat dan memalukan untuk dilakukan.
2. Sebaiknya masyarakat jepang mampu mengatasi rasa canggung yang berlebihan tanpa
harus menggunakan jasa permohonan maaf dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.