Anda di halaman 1dari 14

PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIER

TUGAS SOFTSKILL

NAMA : BASANA CITRA MANTIA

NPM : 27215859

KELAS : 4EB10

DOSEN : BUDI PRIJANTO

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

JAKARTA

2018
A. Pengertian Perencanaan Karir (Career Planning)
Perencanaan Karir (career planning) terdiri atas dua suku kata, yaitu perencanaan dan
karir. perencanaan didefinisikan sebagai proses penentuan rencana atau kegiatan-kegiatan yang
akan dilakukan pada masa yang akan datang. sedangkan karir adalah semua pekerjaan yang
dilakukan seseorang selama masa kerjanya yang memberikan kelangsungan, keteraturan dan nilai
bagi kehidupan seseorang.
Jadi perencanaan karir (career planning) adalah suatu proses dimana individu dapat
mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan-tujuan karirnya.
Melalui perencanaan karir (career planning) setiap individu mengevaluasi kemampuan
dan minatnya sendiri, mempertimbangkan kesempatan karir alternative, menyusun tujuan karir,
dan merencanakan aktivitas-aktivitas pengembangan praktis.

B. Elemen Utama Perencanaan Karir (Career Planning)


Pada dasarnya perencanaan karir terdiri atas 2 (dua) elemen utama yaitu :

1. Perencanaan Karir Individual (Individual Career Planning)


Perencanaan karir individual terfokus pada individu yang meliputi latihan diagnostic, dan
prosedur untuk membantu individu tersebut menentukan “siapa saya” dari segi potensi dan
kemampuannya.
Perencanaan karir individual meliputi :
1. Penilaian diri untuk menentukan kekuatan, kelemahan, tujuan, aspirasi, preferensi, kebutuhan,
ataupunjangka karirnya (career anchor)
2. Penilaian pasar tenaga kerja untuk menentukan tipe kesempatan yang tersedia baik di dalam
maupun di luar organisasi
3. Penyusunan tujuan karir berdasarkan evaluasi diri
4. Pencocokan kesempatan terhadap kebutuhan dan tujuan serta pengembangan strategi karir
5. Perencanaan transisi karir.
2. Perencanaan Karir Organisasional (Organizational Career Planning)
Perencanaan karir organisasional mengintegrasikan kebutuhan SDM dan sejumlah aktivitas karir
dengan lebih menitikberatkan pada jenjang atau jalur karir (career path).
Tujuan program perencanaan karir organisasional adalah :
a) Pengembangan yang lebih efektif tenaga berbakat yang tersedia.
b) Kesempatan penilaian diri bagi karyawan untuk memikirikan jalur-jalur karir tradisional atau
jalur karir yang baru.
c) Pengembangan sumber daya manusia yang lebih efisien di dalam dan di antara divisi dan/atau
lokasi geografis
d) Kepuasan kebutuhan pengembangan pribadi karyawan
e) Peningkatan kinerja melalui pengalaman on the job training yang diberikan oleh perpindahan
karir vertical dan horizontal
f) Meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan yang dapat menyebabkan berkurangnya
perputaran karyawan
g) Suatu metode penentuan kebutuhan pelatihan dan pengembangan.

C. Tahapan Perjalanan Karir


Secara umum, tahapan perjalanan karir seseorang dapat dikelompokkan ke dalam 5 (lima)
tahapan yang didasarkan pada usia, yaitu :
1) pertumbuhan (<15 tahun)
2) penjajakan (15-24 tahun)
3) pemantapan (25-44 tahun)
4) pemeliharaan (45-65 tahun)
5) kemunduran (>66 tahun)
D. Langkah- Langkah Perencanaan Karir
Proses atau langkah-langkah yang akan ditempuh untuk menyusun rencana karir terdiri
atas hal-hal berikut ini :
1. Menilai Diri Sendiri
Hal utama dalam memulai perencanaan karir adalah bertanya atau memahami diri
sendiri. Mengenali peluang-peluang, kesempatan-kesempatan, kendala-kendala,
pilihan-pilihan, konsekuensi-konsekuensi, keterampilan, bakat dan nilai
berhubungan pada kesempatan karir.
2. Menetapkan Tujuan Karir
Setelah orang dapat menilai kekuatan, kelemahan, dan setelah mendapat
pengetahuan tentang arah dari kesempatan kerja, maka tujuan karir dapat
diidentifikasi dan kemudian dibentuk.
3. Menyiapkan Rencana-Rencana
Rencana tersebut mungkin dibuat dari berbagai macam desain kegiatan untuk
mencapai tujuan karir.
4. Melaksanakan Rencana- Rencana
Untuk mengimplementasika satu rencana kebanyakan diperlukan iklim organisasi
yang mendukung. Artinya bahwa manajemen tingkat atas harus mengajak semua
tingkatan dari manajemen untuk membantu bawahan mereka dalam meningkatkan
karir mereka.

E. Manfaat Perencanaan Karir


Dengan adanya perencanaan karir, maka perusahaan dapat :
1. Menurunkan tingkat perputaran karyawan (turnover), dimana perhatian terhadap karir
individual dalam perencanaan karir yang telah ditetapkan akan dapat meningkatkan
loyalitas pada perusahaan di mana mnereka bekerja, sehingga akan memungkinkan
menurunkan tingkat perputaran karyawan.
2. Mendorong pertumbuhan, dimana perencanaan karir yang baik akan dapat mendorong
semangat kerja karyawan untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian motivasi
karyawan dapat terpelihara.
3. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi akan sumber daya manusia di masa yang akan
datang.
4. Memberikan informasi kepada organisasi dan individu yang lebih baik mengenai jalur
potensial karir di dalam suatu organisasi.
5. Mengembangkan pegawai yang dapat dipromosikan, perencanaan karir membantu
membangun penawaran internal atas talenta yang dapat dipromosikan untuk
mempertemukan dengan lowongan yang disebabkan oleh masa pension, berhenti bekerja
dan pengembangan.
6. Menyediakan fasilitas bagi penempatan internasional, organisasi global menggunakan
perencanaan karir untuk membantu mengidentifikasikan dan mempersiapkan penempatan
di luar negeri.
7. Membantu menciptakan keanekaragaman angkatan kerja, ketika mereka diberikan bantuan
perencanaan karir, pekerja dengan latar belakang berbeda dapat belajar tentang harapan-
harapan organisasi untuk pertumbuhan sendiri dan pengembangan.
8. Membuka jalan bagi karyawan yang potensial, perencanaan karir memberikan keberanian
kepada karyawan untuk melangkah maju kemampuan potensial mereka karena mereka
mempunyai tujuan karir yang spesifik, tidak hanya mempersiapkan pekerja untuk
lowongan di masa depan.
9. Mengurangi kelebihan, perencanaan karir menyebabkan karyawan, manajer dan
departemen sumber daya manusia menjadi berhati-hati atas kualifikasi karyawan,
mencegah manajer yang mau menang sendiri dari pembatasan sub-ordinate kunci.
10. Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui, perencanaan karir
dapat membantu anggota kelompok agar siap untuk jabatan-jabatan penting, persiapan ini
akan membantu pencapaian rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui.

F. Metode Perencanaan Karir


Perencanaan karir dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
1. Pendidikan karir
2. Penyediaan informasi
3. Bimbingan karir
G. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karir
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perencaan karir, di mana seseorang akan
mengakui dan mau mempertimbangkan faktor-faktor tersebut saat mereka merencanakan karir,
yaitu sebagai berikut :

1. Tahap Kehidupan Karir

Seseorang akan berubah secara terus menerus dan kemudian memandang perbedaan karir
mereka pada berbagai tingkatan dalam hidupnya.

2. Dasar Karir

Setiap orang dapat memiliki aspirasi, latar belakang dan pengalaman yang berbeda satu
dengan yang lain.

Ada lima perbedaan motif dasar karir yang menjelaskan jalan bagi orang-orang untuk
memilih dan mempersiapkan karirnya, di mana mereka menyebutnya sebagai jangkar karir (career
anchors) yaitu antara lain:
a. Kemampuan manajerial
Tujuan karir bagi manajer adalah untuk meningkatkan kualitas dari diri sendiri, analitis dan
kemampuan emosional.
b. Kemampuan fungsional-teknis
Digunakan para teknisi yang akan melanjutkan pengembangan dari bakat teknisnya.
Orang-orang tersebut tidak mencari kedudukan dalam manajerial.
c. Keamanan
Digunakan untuk kesadaran keamanan individu untuk memantapkan kesadaran karir
mereka.
d. Kreativitas
Seseorang yang kreatif memiliki sedikit sikap seperti pengusaha. Mereka ingin
menciptakan atau membangun sesuatu yang benar-benar milik mereka.
e. Otonomi dan kebebasan
Dasar karir ini digunakan untuk orang yang memiliki hasrat kebebasan agar bebas dari
aturan-aturan organisasi. Mereka menilai otonomi dan ingin menjadi bos dari mereka
sendiri dan bekerja pada langkah mereka sendiri.

H. Tipe Jalur Karir


Untuk mencapai tujuan karir selain harus melakukan perencanaan dan pengembangan
karir juga perlu dibentuk jalur karir, di mana jalur karir biasanya memfokuskan pada mobilitas
kedepan dalam jabatan khusus.
Ada tiga tipe metode di dalam jalur karir, yaitu sebagi berikut :
1. Jalur Karir Tradisional
Di mana kemajuan karyawan dalam organisasi adalah lurus kedepan dari satu
pekerjaan khusus ke pekerjaan selanjutnya. Asumsi dari tiap pekerjaan yang terdahulu
adalah inti persiapan untuk menuju tingkatan kerja yang lebih tinggi.
2. Jalur Karir Jaringan
Di mana pada jalur karir ini merupakan suatu jaringan kerja yang vertical dan
rentetan dari kesempatan-kesempatan horizontal. Jalur karir jaringan mengakui pertukaran
dari pengalaman pada satu tingkat sebelum dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi.
3. Jalur Karir Dual
Jalur karir ini mengakui bahwa spesialis teknik dapat dan akan memberikan
kontribusi dan keahlian mereka pada perusahaan tanpa berharap menjadi manajer.

I. Pengembangan Karir (Career Development)


Pengembangan karir (career development) meliputi aktivitas-aktivitas untuk
mempersiapkan seorang individu pada kemajuan jalur karir yang direncanakan. Beberapa prinsip
pengembangan karir adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan itu sendiri mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pengembangan
karir.
2. Bentuk pengembangan skill yang dibutuhkan ditentukan oleh permintaan pekerjaan yang
spesifik
3. Pengembangan akan terjadi hanya jika seorang individu belum memperoleh skill yang
sesuai dengan tuntutan pekerjaan
4. Waktu yang digunakan untuk pengembangan dapat direduksi/dikurangi dengan
mengidentifikasi rangkaian penempatan pekerjaan individu yang rasional.
a. Implementasi perencanaan karir merupakan pengembangan karir. Untuk itu
pengembangan karir dapat didefinisikan sebagai semua usaha pribadi karyawan
yang ditujukan untuk melaksanakan rencana karirnya melalui pendidikan,
pelatihan, pencarian dan perolehan kerja, serta pengalaman kerja.
b. Titik awal pengembangan karir dimulai dari diri karyawan sendiri, di mana setiap
orang bertanggung jawab atas pengembangan atau kemajuan karirnya. Setelah
komitmen dimiliki, beberapa kegiatan pengembangan menguntungkan karyawan
dan organisasi, departemen SDM melakukan pelatihan dan pengembangan bagi
karyawan.

J. Manfaat Pengembangan Karir


Pada dasarnya pengembangan karir dapat bermanfaat bagi organisasi maupun karyawan.
a. Bagi organisasi, pengembangan karir dapat :

a. Menjamin ketersediaan bakat yang diperlukan


1. Meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan dan mempertahankan
karyawan- karyawan yang berkualitas
2. Menjamin agar kelompok-kelompok minoritas dan wanita mempunyai
kesempatan yang sama untuk meningkatkan karir.
3. Mengurangi frustasi karyawan
4. Mendorong adanya keanekaragaman budaya dalam sebuah organisasi
5. Meningkatkan nama baik organisasi.
b. Bagi karyawan, pengembangan karir identik dengan keberhasilan, karena
pengembangan karir bermanfaat untuk dapat :
1.Menggunakan potensi seseorang dengan sepenuhnya.
2.Menambah tantangan dalam bekerja
3.Meningkatkan otonomi
4.Meningkatkan tanggung jawab.

CAREER PLANNING
( PERENCANAAN KARIR)

CAREER
Adalah seluruh pekerjaan atau jabatan yang didapatkan selama hidupnya.

CAREER PATH / TUJUAN KARIR


Adalah serangkaian pola dari pekerjaan-pekerjaan yang membentuk karir seseorang.

CAREER GOALS/TUJUAN KARIR


Posisi seseorang dimasa yad dimana seseorang harus mencapainya sebagai suatu bagian
dari karirnya.

CAREER PLANNING/PERENCANAAN KARIR


Proses dimana seseorang memilih tujuan dari karirnya dan jenjang dalam mencapai
tujuan tsb.

CAREER DEVELOPMENT/PENGEMBANGAN KARIR


Peningkatan diri dengan salah satu cara melakasanakan pencapaian rencana karir
seseorang.
KEBUTUHAN KARYAWAN DALAM PERENCANAAN KARIR
1. CAREER EQUITY / KEADILAN KARIR
Karyawan ingin keadilan dalam hal system promosi dengan menerima peluang
kemajuan karir.

2. SUPERVISORY CONCERN / PERHATIAN SUPERVISOR


Karyawan ingin supervisornya memainkan peran aktif dalam mengembangkan karir
dan memberikan umpan balik kinerja tepat pada waktunya

3. AWARENESS OF OPPORTUNITIES /SADAR AKAN PELUANG-PELUANG


Karyawan ingin pengetahuan tentang peluang-peluang kemajuan karir.

4. EMPLOYEE INTEREST
Karyawan membutuhkan jumlah perbedaan dari informasi dan memiliki perbedaan
tingkatan dari kemajuan karir yang tergantung pada berbagai macam faktor.

5. CAREER SATISFACTION
Karyawan tergantung pd usia dan jabatan mereka memeiliki perbedaan tingkatan dari
keputusan karir.

SIKLUS KARIR
Tahapan-tahapan pengembangan karir seseorang, terdiri dari :
1. TAHAP PERTUMBUHAN
Periode dari lahir sampai usia 14 tahun. Orang mengembangkan konsep diri dengan
mengidentifikasikan diri dan berinteraksi dengan orang lain (keluarga, teman, guru,dll)
2. TAHAP PENJELAJAHAN
a. Usia 15 sampai dengan 24 tahun.
Secara serius menjelajahi berbagai alternative kedudukan , berusaha
mencocokkan alternative tersebut dengan minat dan kemampuan.
3. TAHAP PENETAPAN TUJUAN
Usia 24 sampai dengan 44 tahun
Jantung dari kehidupan kerja, terdiri dari :
  Sub Tahap Percobaan
Usia 25 sampai dengan 30 tahun
Menentukan apakah bidang pilihannya cocok, jika tidak maka akan
mengubahnya.
  Sub Tahap Pemantapan
Usia 30 sampai dengan 40 tahun
Kedudukan diperusahaan ditetapkan dan perencanaan karir lebih eksplisit
dijalankan.
  Sub Tahap Krisis Pertengahan Karir
Membuat penilaian baru yang besar atas kemajuan mereka sehubungan dengan
ambisi dan tujuan awal karir.

4. TAHAP PEMELIHARAAN
Usia 45 sampai dengan 60 tahun.
Menciptakan suatutempat didunia kerja dan kebanyakan usaha sekarang
diarahkan pada memelihara tempat tersebut.

5. TAHAP KEMEROSOTAN
Orang menghadapi prospek harus menerima berkurangnya level kekuasaan dan
bertanggungjawab.

MANFAAT CAREER PLANNING


1. Menyelaraskan strategi dan kebutuhan penempatan dari dalam perusahaan.
2. Mengembangkan kemajuan karyawan.
3. Mengembangkan fasilitas penempatan internasional.
4. Membantu keanekaragaman angkatan kerja.
5. Menurunkan turnover.
6. Menarik karyawan yang potensial.
7. Pertumbuhan personal lebih lanjut.
8. Mengurangi penimbunan bawahan kunci.
9. Kebutuhan kepuasan karyawan.
10. Membantu rencana kegiatan yang disetujui.

PERAN HRD DALAM CAREER PLANNING


 INDIVIDUAL
1. Menerima tanggung jawab untuk karir sendiri
2. Perkirakan minat, ketrampilan dan nilai sendiri
3. Cari informasi dan rencana karir
4. Bangunlah tujuan dan rencana karir
5. Manfaatkan peluang pengembangan
6. Berbicaralah dengan manajer tentang karir kita
7. Ikutilah seluruh rencana karir yang realistic

 MANAJER
1. Berikan umpan balik kinerja yang ontime
2. Berikan dukungan dan penilaian pengembangan
3. Berpatisipasilah dalam diskusi pengembangan karir
4. Dukunglah rencana pengembangan karyawan

 ORGANISASI
1. Komunikasikan misi, kebijakan dan prosedur
2. Memberikan peluang pelatihan dan pengembangan
3. Berikan informasi karir dan program karir
4. Tawarkan satu keanekaragaman pilihan karir

 FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI PILIHAN KARIR


1) Mengidentifikasikan langkah karir seseorang
2) Mengidentifikasikan Orientasi Jabatan
Ada 6 tipe ( Orientasi Kepribadian Dasar )
a. Orientasi Realistik
→ kegiatan fisik (keterampilan, kekuatan dan koordinasi) seperti perkebunan, kehutanan
dan pertanian.
b. Orientasi Penyelidikan
→ kegiatan kognitif (berpikir, berorganisasi dan memahami) seperti ahli biologi, ahli
kimia dan profesi PT.
c. Orientasi Sosial
→ kegiataninterpersonal (psikologi klinik, jasa asing dan kerja social).
d. Orientasi Konvesional
→ kegiatan berstruktur, teratur (akuntan dan bankir)
e. Orientasi Kewiraswastaan
→ kegiatan verbal yang bertujuan mempengaruhi orang lain (ahli hukum, manajer dan
Humas )
f. Orientasi Artisik
→ kegiatan individualistic (artis dan musisi) suatu kegiatan ekspresi diri dan ekspresi
emosi.
3. Mengidentifikasikan Ketrampilan
4. Mengidentifikasikan Jangkar Kerja (nilai yang tidak membuat berhenti jika pilihan sudah
dijatuhkan)
Ada 5 jangkar karir, yaitu:
a. fungsional / tekhnik
b. Kompetensi manajerial
c. Kreatifitas
d. Otonomi dan kemandirian → wiraswasta, dosen
e. Keamanan → Pegawai Negeri
DAFTAR PUSTAKA

http://anapriyangga.blogspot.com/2010/09/perencanaan-dan-pengembangan-karir.html