Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

ASKEB KEGAWATDARURATAN MATERNAL NEONATAL

ABORTUS IMMINENS

Dosen pembimbing :

Sri Yun Utama, S.Pd, SST, MKM

Disusun Oleh :

Azimah

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAMBI

JURUSAN KEBIDANAN PRODI ALIH JENJANG A

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat, hidayah, serta
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Asuhan Kebidanan
Kegawatdaruratan Maternal Neonatal, mengenai “Kegawatdaruratan Pada Kehamilan
Muda, Abortus “ ini dapat selesai dengan tepat waktu.
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas perkuliahan Asuhan Kebidanan
Kegawatdaruratan Maternal Neonatal pada semester ini. Semoga makalah ini bermanfaat dan
dapat menambah wawasan maupun pengetahuan serta dijadikan dasar dalam menuntut ilmu
bagi para pembaca.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis
mengharap kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah
selanjutnya.

Jambi, Oktober 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
1. Latar Belakang .................................................................................................... 1
2. Rumusan Masalah ............................................................................................... 1
3. Tujuan Penulisan................................................................................................. 2

BAB II : PEMBAHASAN
1. Kegawatdaruratan ................................................................................................ 3
2. Abortus ................................................................................................................. 3
3. Macam-macam abortus ........................................................................................ 6
4. Penanganan Abortus ............................................................................................ 8

BAB III : KASUS .................................................................................................... 9

BAB IV : PENUTUP
1. Kesimpulan .......................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Salah satu komplikasi terbanyak pada kehamilan ialah terjadinya perdarahan.
Perdarahan dapat terjadi pada setiap usia kehamilan. Pada kehamilan muda sering
dikaitkan dengan kejadian abortus, misscarriage, early pregnancy loss. Perdarahan yang
terjadi pada umur kehamilan yang lebih tua terutama setelah melewati trimester III
disebut perdarahan antepartum.
Perdarahan pada kehamilan muda dikenal beberapa istilah sesuai dengan
pertimbangan masing-masing, tetapi setiap kali kita melihat terjadinya perdarahan pada
kehamilan kita harus selalu berfikir tentang akibat dari perdarahan ini yang
menyebabkan kegagalan kelangsungan kehamilan itu sendiri. Dikenal beberapa batasan
tentang peristiwa yang ditandai dengan perdarahan pada kehamilan muda, salah satunya
adalah abortus.
Abortus merupakan ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin
dapat hidup diluar kandungan. Sebagai batasan ialah kehamilan kurang dari 20 minggu
atau berat janin kurang dari 500 gram.Angka kejadian abortus sukar ditentukan karena
abortus
provokatus banyak yang tidak dilaporkan, kecuali bila sudah terjadi komplikasi.
Sementara itu, dari kejadian yang diketahui 15-20% merupakan abortus spontan atau
kehamilan ektopik. Sekitar 5% dari pasangan yang mencoba hamil akan mengalami
keguguran 2 kali yang berurutan, dan sekitar 1% dari pasangan mengalami 3 atau lebih
keguguran berurutan. Rata-rata terjadi 114 kasus abortus per jam. Sebagian besar studi
menyatakan kejadian abortus spontan antara 15-20% dari semua kehamilan. Kalau dikaji
lebih jauh kejadian abortus sebenarnya bisa mendekati 50%.Abortus disebabkan oleh
beberapa faktor baik dari ibu maupun dari janin, oleh sebab itu kita sebagai
tenaga kesehatan harus memberikan wawasan dan HE pada ibu hamil untuk selalu
memeriksakan kehamilannya dan waspada terhadap komplikasi yang terjadi.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan kegawatdaruratan?
2. Apa itu Abortus?
3. Apa saja macam-macam Abortus?
4. Bagaimana cara penanganan Abortus?
5. Bagaimana suhan kebidanan pada abortus ?
6. Bagaimana penanganan di bidan komuntas dan rumah sakit?

1
C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui apa itu kegawatdaruratan
2. Untuk mengetahui apa itu Abortus
3. Untuk mengetahui macam-macam Abortus
4. Untuk mengetahui bagaimana penanganan abortus
5. Untuk mengetahui asuhan kebidanan pada abortus
6. Untuk mengetahui bagaimana penanganan di bidan komuntas dan rumah sakit

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. KEGAWATDARURATAN
Perdarahan yang mengancam nyawa selama kehamilan dan dekat cukup bulan
meliputi perdarahan yang terjadi pada minggu awal kehamilan (abortus, mola hidatidosa,
kista vasikuler, kehamilan ekstrauteri/ ektopik) dan perdarahan pada minggu akhir
kehamilan dan mendekati cukup bulan (plasenta previa, solusio plasenta, ruptur uteri,
perdarahan persalinan per vagina setelah seksio sesarea, retensio plasentae/ plasenta
inkomplet), perdarahan pasca persalinan, hematoma, dan koagulopati obstetri.
Kegawatdaruratan adalah mencakup diagnosis dan tindakan terhadap semua pasien yang
memerlukan perawatan yang tidak direncnakan dan mendadak atau terhadap pasien
dengan penyakit atau cidera akut untuk menekan angka kesakitan dan kematian pasien.
Obstetri adalah cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan persalinan, hal-hal
yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya .membahas tentang fenomena dan
penatalaksanaan kehamilian, persalinan, peurperium baik dalam keadaan normal maupun
abnormal.
Neonatus adalah organisme yang berada pada periode adaptasi kehidupan
intrauterin ke ekstrauterin. Masa neonatus adalah periode selama satu bulan (lebih tepat 4
minggu atau 28 hari setelah lahir)

B. ABORTUS
1. Pengertian
Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) pada
atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum
mampu untuk hidup diluar kandungan (Prawiroharjo, 2006).
Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi yang usia kehamilannya kurang
dari 20 minggu. Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya amenore, tanda-tanda
kehamilan, perdarahan hebat per vagina, pengeluaran jaringan plasenta dan
kemungkinan kematian janin.
Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi yang usia kehamilannya kurang
dari 20 minggu. Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya amenore, tanda-tanda
kehamilan, perdarahan hebat per vagina, pengeluaran jaringan plasenta dan
kemungkinan kematian janin.Pada abortus septik, perdarahan per vagina yang
banyak atau sedang, demam (menggigil), kemungkinan gejala iritasi peritoneum,
dan kemungkinan syok.
Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah
“abortus” berarti mengeluarkan hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma)
sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Ini adalah suatu proses pengakhiran
hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh (www.aborsi.org).
Menurut buku ilmu kebidanan, istilah abortus dipakai untuk menunjukkan

3
pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan
(Wiknjosastro, 1991;h.302)
Selain itu aborsi dapat juga didefinisikan sebagai pengakhiran kehamilan
sebelum fetus mencapai waktunya dan biasanya terjadi sebelum kehamilan
mencapai umur 20-24 minggu. Abortus didefinisikan sebagai keluarnya janin
sebelum mencapai viabilitas. Karena definisi viabilitas berbeda-beda diberbagai
negara, WHO merekomendasikan bahwa janin viabel apabila masa gestasi telah
mencapai 22 minggu atau lebih, atau apabila berat janin 500 gr atau lebih.
Abortus adalah suatu usaha mengakhiri kehamilan dengan dengan
mengeluarkan hasil pembuahan secara paksa sebelum janin mampu bertahan hidup
jika dilahirkan.

2. Etiology
Penyebab abortus ( early pregnancy loss ) bervariasi dan sering diperdebatkan.
umumnya lebih dari satu penyebab. Penyebab terbanyak diantaranya adalah sebagai
berikut.
a. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi. Kelainan inilah yang paling umum
menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum umur kehamilan 8 minggu.
Beberapa faktor yang menyebabkan kelainan ini antara lain : kelainan
kromoson/genetik, lingkungan tempat menempelnya hasil pembuahan yang tidak
bagus atau kurang sempurna dan pengaruh zat zat yang berbahaya bagi janin
seperti radiasi, obat obatan, tembakau, alkohol dan infeksi virus.
b. Kelainan pada plasenta. Kelainan ini bisa berupa gangguan pembentukan
pembuluh darah pada plasenta yang disebabkan oleh karena penyakit darah tinggi
yang menahun.
c. Faktor ibu seperti penyakit penyakit khronis yang diderita oleh sang ibu seperti
radang paru paru, tifus, anemia berat, keracunan dan infeksi virus toxoplasma.
d. Kelainan yang terjadi pada organ kelamin ibu seperti gangguan pada mulut rahim,
kelainan bentuk rahim terutama rahim yang lengkungannya ke belakang (secara
umum rahim melengkung ke depan), mioma uteri, dan kelainan bawaan pada
rahim.
Faktor-faktor penyebab lainnya :
a. Faktor ovofetal yang menyebabkan abortus adalah kelainan pertumbuhan janin
dan kelainan pada plasenta. Penyebab kelainan pertumbuhan janin ialah kelainan
kromosom, lingkungan kurang sempurna, dan pengaruh dari luar.
b. Kelainan plasenta disebabkan endarteritis pada villi koriales yang menghambat
oksigenisasi plasenta sehingga terjadi gangguan pertumbuhan bahkan
menyebabkan kematian (Prawirohardjo, S, 2002).
c. Keadaan ibu yang menyebabkan abortus antara lain:
 penyakit Ibu seperti pneumonia, tifus abdominalis, pielonefritis, malaria,
 toksin, bakteri, virus, plasmodium masuk ke janin menyebabkan kematian
sehingga terjadi abortus,
 penyakit menahun, dan

4
 kelainan traktus genitalis, seperti inkompetensi serviks, retroversi uteri,
mioma uteri, dan kelainan bawaan uterus (Prawirohardjo, 2002).
 faktor-faktor hormonal, misalnya penurunan sekresi progesteron diperkirakan
sebagai penyebab terjadinya abortus pada usia kehamilan 10-12 minggu,
yaitu pada saat plasenta mengambil alih fungsi korpus luteum dalam
produksi hormone.
3. Gejala Klinis
1. Terlambat haid atau amenorhe kurang dari 20 minggu
2. Perdarahan pervaginam mungkin disertai dengan keluarnya jaringan hasil
konsepsi
3. Rasa mulas atau nyeri yang hebat karena adanya kontraksi uterus
4. Rasa kram di daerah perut atau di daerah atas simfisis
5. Rasa tertekan pada punggung bagian belakang/pelvic
4. Mekanisme Abortus
Mekanisme awal terjadinya abortus adalah lepasnya sebagian atau seluruh
bagian embrio akibat adanya perdarahan minimal pada desidua. Kegagalan fungsi
plasenta yang terjadi akibat perdarahan subdesidua tersebut menyebabkan terjadinya
kontraksi uterus dan mengawali proses abortus.
 Pada kehamilan kurang dari 8 minggu:
Embrio rusak atau cacat yang masih terbungkus dengan sebagian desidua
dan villi chorialis cenderung dikeluarkan secara in toto , meskipun sebagian dari
hasil konsepsi masih tertahan dalam cavum uteri atau di canalis servicalis.
Perdarahan pervaginam terjadi saat proses pengeluaran hasil konsepsi.

 Pada kehamilan 8 – 14 minggu:


Mekanisme diatas juga terjadi atau diawali dengan pecahnya selaput
ketuban lebih dulu dan diikuti dengan pengeluaran janin yang cacat namun
plasenta masih tertinggal dalam cavum uteri. Plasenta mungkin sudah berada
dalam kanalis servikalis atau masih melekat pada dinding cavum uteri. Jenis ini
sering menyebabkan perdarahan pervaginam yang banyak.

 Pada kehamilan minggu ke 14 – 22:


Janin biasanya sudah dikeluarkan dan diikuti dengan keluarnya plasenta
beberapa saat kemudian. Kadang-kadang plasenta masih tertinggal dalam uterus
sehingga menyebabkan gangguan kontraksi uterus dan terjadi perdarahan
pervaginam yang banyak. Perdarahan umumnya tidak terlalu banyak namun rasa
nyeri lebih menonjol. Dari penjelasan diatas jelas bahwa abortus ditandai dengan
adanya perdarahan uterus dan nyeri dengan intensitas beragam.

5. Patofisiologi
Pada abortus terjadi perdarahan desidualis, Pelepasan embrio parsial atau komplit
akibat perdarahan kecil didalam desidua. Ketika terjadi kegagalan fungsi plasenta,
uterus mulai berkontraksi sehingga proses abortus mulai. Jika terjadi sebelum minggu

5
kedelapan, embrio defektif yang tertutup vilidan desidua cenderung dikeluarkan
dalam gumpalan yang disebut blighted ovum, walaupun sedikit konsepsi dapat
tertahan dalam uterus maupun serviks.
Perdarahan uterus terjadi sewaktu proses pengeluaran, antara minggu kedelapan
dan ke empat belas, mekanisme diatas dapat terjadi. Atau membran ketuban dapat
ruptur sehingga mengeluarkan janin yang cacat, tetapi gagal mengeluarkan plasenta.
Plasenta ini dapat menonjol di osteum serviks eksterna. Atau tetap melekat pada
dinding uterus.
Abortus ini diikuti oleh perdarahan yang banyak. Antara minggu ke14 dan 22
janin biasanya dikeluarkan dengan diikuti plasenta beberapa saat kemudian. Plasenta
lebih jarang tertahan. Biasanya perdarahan tidak berat, tetapi rasa nyeri dapat hebat,
sehingga menyerupai persalinan kecil

C. MACAM-MACAM ABORTUS
1. Aborsi Spontan
Apabila abortus terjadi tanpa tindakan mekanis atau medis untuk
mengosongkan uterus, disebabkan oleh sebab- sebab alami.
2. Abortus iminens(keguguran mengancam)
abortus ini baru mengancam dan masih ada harapan untuk
mempertahankannya, pada abortus ini terdapat nyeri akibat kram pada abdomen
bawah atau nyeri pada punggung bawah, tetapi bisa juga tidak.
Tanda dan gejala :
1. Perdarahan pervaginam
2. Mulas sedikit atau tidak ada keluhan
3. Ostium uteri masih tertutup
4. Besar uterus sesuai umur kehamilan
5. Tes urin masih positif
3. Abortus incipiens
Abortus ini sudah berlangsung dan tidak dapat dicegah lagi.abortus ini terjadi
ketika ada pembukaan serviks atau ketuban pecah disertai perdarahan dan nyeri pada
bagian abdomen bawah atau pada punggung.Abortus inkompletus (keguguran tidak
lengkap) Sebagian dari buah kehamilan telah dilahirkan tapi sebagian ( biasanya
jaringan plasenta) masih tertinggal dalam raahim, yang akan menyebabkan
perdarahan yang bertambah parah atau infeksi, terutama jika aborsi terjadi pada
trimester ke II
Tanda dan gejala :
1. Perdarahan pervaginam dan semakin bertambah sesuai dengan pembukaan
serviks
2. Serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka, tetapi hasil konsepsi
masih dalam kavum uteri
3. Mulas karena kontraksi yang sering dan kuat
4. Besar uterus sesuai dengan umur kehamilan
5. Tes urin masih positif
4. Abortus kompletus Keguguran lengkap

6
Tanda dan gejala :
1. Biasa tidak ada keluhan .
2. Biasa diawali dngan abortus iminens yang kemudian merasa sembuh, tapi
pertumbuhan terhenti.
3. Pada pemeriksaan USG akan didapatka uterus yang mengecil , kantong gestasi
yang mengecil, dan bentuknya tidak beraturan disertai gambaran fetus yang
tidak ada tanda-tanda kehidupan.
4. Pemeriksaan tes urine biasa hasil negatif setelah satu minggu dari terhentinya
kehamilan.
5. Missed abortus ( keguguran tertunda )
Keadaan dimana janin telah mati selama 22 minggu tetapi tertahan didalam
rahim selama 2 bulan atau lebih setelah janin mati.
Tanda dan gejala :
1. Perdarahan sedikit
2. Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri, ostium uteri telah
menutup
3. Besar uterus tidak sesuai dengan umur kehamilan
4. Pemeriksaan tes urine biasanya masih positif 7 – 10 hari setelah abortus
6. Abortus Habitualis
Keguguran berulang ulang, terjadi pada wanita yang telah mengalami abortus
lebih dari tiga kali.
Tanda dan gejala :
1. Ostium serviks akan mebuka ( inkompeten )
2. Tanpa rasa mules / kontraksi rahim dan akhirnya terjadi pengeluaran janin
7. Abortus infeksiosus dan abortus septic
Abortus yang disertai infeksi pada genetalia, sedang abortus septik adalah
abortus infeksius berat disertai penyebaran kuman atau toksin kedalam peredaran
darah atau peritonium.
 Aborsi Buatan (Provokatus)
Pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan mencapai 28 minggu sebagai
suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si
pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak)
 Abortus provocatus therapeuticus
Pengguguran kehamilan, biasanya dengan alat-alat dengan alasan bahwa
kehamilan membahayakan, membawa maut bagi ibu, misalnya karena ibu
menderita penyakit berat.
 Abortus provocatus criminalis
Pengguguran kehamilan tanpa alasan medis yang syah dan dilarang oleh hukum.

D. PENANGANAN ABORTUS
1. Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik mungkin akan didapatkan keadaan umum pasien yang
tampak lemah, kesadaran menurun, tekanan darah normal atau menurun, denyut nadi
normal atau cepat dan kecil, suhu badan normal atau mungkin meningkat.

7
Pada pemeriksaan ginekologi, saat inspeksi vulva akan ditemukan perdarahan
pervaginam disertai dengan ada atau tidaknya jaringan hasil konsepsi, tercium bau
busuk dari vulva, osteum uteri terbuka atau sudah tertutup. Pada colok vagina
ditemukan porsio mungkin masih terbuka atau kemungkinan juga sudah tertutup, teraba
atau tidak jaringan dalam cavum uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia
kehamilan
2. Pemeriksaan Diagnostik/Penunjang
 Tes urine untuk mengetahui kehamilan
 Pemeriksaan Dopler untuk mengetahui denyut jantung janin
 Pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk mengetahui keadaan janin
 Pemeriksaan Hb
 Pemeriksaan fibrinogen pada missed abortion
3. Diagnosis/criteria diagnosis
Diagnosa abortus dapat ditegakkan apabila seorang wanita usia produktif
mengeluh mengalami perdarahan pervaginam setelah mengalami terlambat haid,
terdapat rasa nyeri, ditemukan tes kehamilan yang positif, adanya pembukaan cerviks
atau ada jaringan dalam kavum uteri atau vagina (Wiknjosastro, 1991).
4. Terapi/tindakan penanganan
 Pemberian cairan fisiologik yang disusul dengan transfusi untuk mencegah syok
yang mungkin diakibatkan oleh perdarahan yang hebat
 Setelah syok teratasi dilakukan kuretase diikuti dengan pemberian ergometrin IM
untuk mempertahankan kontraksi uterus
 Istirahat baring membuat aliran darah ke uterus bertambah dan mengurangi
rangsang mekanik
 Pemberian antibiotic pada abortus infeksiosus

8
BAB III
KASUS

No register :
Tgl kunjungan :10-01-2011 Pukul :09.00 WIB
Tgl pengkajian :10-01-2011 Pukul :09.15 WIB

Langkah I. IDENTIFIKASI DATA DASAR


A. Identitas Istri / Suami
Nama :Ny “N”/ Tn.”A”
Umur :23 thn / 40 thn
Suku : Melayu/Melayu
Agama :Islam/Islam
Pendidikan :S1/S1
Pekerjaan :IRT/Wiraswasta
Alamat : Jl.Kompleks Bulog

B. Riwayat kehamilan sekarang


1. Keluhan utama : keluar darah dari jalan lahir disertai nyeri perut.
2. Riwayat Keluhan :Keluarnya darah dari jalan lahir mulai dirasakan ibu sejak ± 9 hari
yang lalu. Keluarnya darah berupa bercak bercak ringan disertai kram diatas simfisis.

C. Riwayat Kehamilan saat ini


1. GIIIPIIA0
2. Plano tes yang dilakukan oleh ibu sendiri di bulan 12 menunjukkan hasil positif.
3. HPHT : ? -12-2010 HTP:? -9-2011
4. Ibu mengatakan ini adalah kehamilannya yang ketiga.
5. Ibu mengatakan belum merasakan pergerakan janinnya
6. Ibu mengatakan usia kehamilannya ± 1 bulan.
7. Ibu mengatakan pernah belum mendapat suntikan TT .

D. Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu


1. Ibu tidak mengalami komplikasi selama kehamilan anak pertama dan kedua.
2. Kedua anak ibu lahir secara normal dengan pertolongan bidan, dengan berat badan
dan panjang badan dalam batas normal

E. Riwayat kesehatan
1. Ibu tidak pernah menderita malaria, DM, PMS, hipertensi.
2. Ibu mengatakan tidak ada riwayat alergi.
3. Ibu tidak pernah mengkonsumsi alkohol,obat obatan dan rokok.

F. Riwayat Reproduksi.
• Menarche :15 tahun.
• Lama haid :7 hari.
• Siklus haid :28-30 hari.

9
• Perlangsungan :Normal.
• Dismenore :Tidak ada.

G. Riwayat KB.
Ibu pernah menggunakan alat kontrasepsi sebelumnya yaitu spiral.

H. Riwayat Psiko sosial ekonomi.


1. Keluarga mendukung kehamilan ibu.
2. Ibu cemas karena perdarahan yang dialaminya, ia mengkwatirkan janin yang
dikandungnya
3. Pengambil keputusan dan penanggung biaya sepenuhnya adalah suami.
4. Hubungan ibu/keluarga dengan orang lain baik.

I. Pemenuhan Kebutuhan Dasar.


1. Nutrisi
 Sebelum hamil:
Makan : 3 kali sehari dengan nasi,lauk,sayur.
Minum : 6-7 gelas /hari
 Selama hamil :
Makan : 3 kali sehari dengan nasi,lauk,sayur.
Minum : 6-7 gelas /hari.
2. Kebiasaan eliminasi
 Sebelum hamil :
BAB : 1 kali sehari,konsistensi lunak,warna kekuningan.
BAK :2-4 kali sehari ,warna kuning, bau amoniak.500 ml
 Selama hamil :
BAB : 1 kali sehari,konsistensi lunak,warna kekuningan
BAK: Lebih dari 4 kali sehari ,warna kuning bau amoniak, > 600 ml
3. Personal hygine.
 Sebelum hamil :
Mandi : 2 kali sehari pakai sabun mandi.
Keramas: 2 kali seminggu pakai shampoo.
Sikat gigi :Tiap habis mandi dan sebelum tidur pakai pasta gigi
 Selama hamil :
Mandi : 2 kali sehari pakai sabun mandi.
Keramas:2 – 3 kali seminggu pakai shampoo.
Sikat gigi :Tiap habis mandi dan sebelum tidur pakai pasta gigi
Ganti pakaian dalam tiap merasa lembab.
4. Kebiasaan istirahat:
 Sebelum hamil :
Tidur siang : 1-1,5 jam.
Tidur malam : 6-7 jam.
 Selama hamil:
Tidur siang :Tidak pernah.
Tidur malam : 6-7 jam.

J. Pemeriksaan Fisik:
1. Keadaan umum ibu baik.
2. Kesadaran komposmentis.
3. TB :155 cm. Lila :24 cm.
10
4. BB sebelum hamil : 55 kg.
5. BB sekarang :55 kg.
6. TTV:
a. TD : 110/70 mmmHg.
b. Nadi : 80 kali / menit.
c. Pernapasan : 20 kali /menit.
d. Suhu : 36˚ C
7. Kepala dan rambut : Rambut tampak bersih ,hitam, tidak berketombe dan tidak
mudah rontok.Tidak ada nyeri tekan.
8. Mata : Konjungtiva merah muda ,sklera tidak ikterus.
9. Wajah : Tidak ada cloasma dan oedema pada wajah, ekspresi wajah nampak ceria.
10. Hidung : Tidak ada polip dan sekret, lubang hidung tampak simetris ki/ka.
11. Gigi dan mulut : Mulut tampak bersih, gigi cabut tidak ada, karies tidak ada.
12. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid ,limfe dan vena jungularis.
13. Payudara : Tonus otot payudara tampak longgar, payudara simetris ki/ka, puting susu
menonjol ,tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan.
14. Abdomen : Tidak ada bekas operasi dan tonus otot perut longgar..
15. Tungkai : Tidak ada oedema dan varises.Refleks patella positif.

K. Pemeriksaan labolatorium :
1. Hb : 10, gr %.
2. Plano tes : positif
3. VT :
- Vulva/Vagina : TAK
- Portio : tidak ada pembukaan.

Langkah II.IDENTIFIKASI DIAGNOSA /MASALAH AKTUAL.


Diagnosa : GIIIPIIA0, Gestasi 2 - 4 minggu, ibu dengan abortus imminens.
1. GIIIPIIA0
DS :
• Ibu mengatakan ini kehamilannya yang ketiga dan tidak pernah keguguran
sebelumnya..
DO :
• Hasil plano tes ibu pada bulan 12 dan tanggal 10-01-2010 positif.
• Tonus otot payudara dan perut ibu l;onggar.
Analisa dan interpretasi data:
• Hasil plano tes positif menunjukkan bahwa seseorang telah hamil.
• Pada multigravida, tonus otot perut payudara dan perut tampat longgar.
2. Gestasi 2 -4 minggu.
DS :
• Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir tgl ?-12-2010.
• Ibu mengatakan usia kehamilannya ± 1 bulan.
DO :
• Tanggal pengkajian 10-01-2011
• HPHT :? -12-2010
• HTP :?-09-2011.
Analisa dan interpretasi data dasar :
• Dari HPHT tanggal ?-12-2010 sampai tanggal pengkajian 10-01-2011 ,maka usia
kehamilan ibu menurut hukum neagle adalah 2-4 minggu.

11
3. Ibu dengan abortus imminens.
DS :
• Ibu mengeluh adanya darah yang keluar dari jalan lahir.
• Ibu mengatakan usia kehamilannya ± 1 bulan.
DO :
• Pada pemeriksaan dalam, serviks tidak membuka.
• Plano tes (+).
• Tanggal pengkajian 10-01-2011
• HPHT :? -12-2010
• HTP :?-09-2011.
Analisa dan interpretasi data dasar :
Abortus imminens ialah peristiwa terjadinya perdarahan bercak yang menunjukkan ancaman
terhadap berlangsungnya kehamilan sebelum 20 minggu tanpa adanya dilatasi serviks.
Masalah :Ibu mengalami gangguan psikologi (kecemasan).
Kebutuhan :Ibu membutuhkan dukungan psikologis dan konseling.
Dasar : Ibu mengatakan cemas, gelisah, dan takut kehilangan janinnya.

Langkah III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA /MASALAH POTENSIAL.


Diagnosa potensial : potensial terjadi abortus komplit atau inkompomlit.
DS :
• Ibu mengeluh adanya darah yang keluar dari jalan lahir.
• Ibu mengatakan usia kehamilannya ± 1 bulan.
DO :
• Pada pemeriksaan dalam, serviks tidak membuka.
• Plano tes (+).
• Tanggal pengkajian 10-01-2011
• HPHT :? -12-2010
• HTP :?-09-2011.
Analisa dan interpretasi data dasar :
• Abortus imminens adalah abortus mengancam yang bila tidak segera diatasi maka akan
kehamilan akan bisa berakhir dengan abortus komplit atau inkomplit.

Langkah IV. TINDAKAN EMERGENCY/KOLABORASI


Rujuk ke RS terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Langkah V. INTERVENSI
Diagnosa :GIIIPIIA0, Gestasi 2 - 4 minggu, ibu dengan abortus imminens.
Masalah aktual: ibu mengalami gangguan psikologis (kecemasan).
Masalah potensial : potensial terjadi abortus komplit atau abortus inkomplit.

Tujuan :
• Kehamilan berlangsung normal.
• Keadaan ibu dan janin baik
• Janin dapat dipertahankan.
Kriteria :
• Pertumbuhan dan perkembangan janin sesuai usia kehamilan.
• Ibu dapat baradaptasi dengan kehamilannya.
• TTV ibu selalu dalam batas normal.
• Perdarahan berhenti, dan janin dapat dipertahankan.
Intervensi tanggal 10-01-2011

12
1. Jelaskan pada ibu kondisi kehamilannya .
Rasional : Agar ibu merasa tenang dan tidak khawatir.
2. Anjurkan ibu untuk tirah baring.
Rasional : aktifitas yang berat dapat memperburuk kondisi ibu
3. Anjurkan ibu untuk mengurangi aktifitas seksual.
Rasional :Hubungan seksual dapat merangsang kontraksi uterus yang berakibat abortus
terutama pada kehamilan muda.
4. Beri konseling nutrisi pada ibu yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ibu.
Rasional : Untuk membantu tumbang janin yang baik.
5. Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi obat obatan.
Rasional : Untuk mempertahankan janin yang ada dalam rahim ibu.
6. Anjurkan ibu untuk kembali follow up 2 minggu kemudian.
Rasional : Agar ibu mendapatkan pelayanan yang berkesinambungan.

Langkah VI. IMPLEMENTASI


Tanggal10-01-2011
1. Menjelaskan pada ibu kondisi kehamilannya .
Hasil : ibu merasa tenang dan tidak khawatir.
2. Menganjurkan ibu untuk tirah baring.
Hasil : ibu bersedia melakukan anjuran yang diberikan.
3. Menganjurkan ibu untuk mengurangi aktifitas seksual.
o Memberitahukan ibu untuk tidak melakukan hubungan seksual untuk sementara waktu.
o Menjelaskan pada ibu bahaya bila berhubungan seksual di usia kehamilan muda
Hasil : ibu bersedia melakukan anjuran yang diberikan.
4. Memberi konseling nutrisi pada ibu yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ibu.
Hasil : ibu bersedia melakukan saran yang diberikan.
5. Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi obat obatan.
Hasil :
o Penenang : Phenobarbital 3 x 30 mg.
o Anti perdarahan : Adona, Transamin.
o Vit B kompleks.
o Penguat plasenta : Gestanon, Duphastun.
o Anti kontraksi Rahim : Duvadilan .
o Asam mafenamat.
6. Anjurkan ibu untuk kembali follow up 2 minggu kemudian ( 24- 01 -2011).
Hasil :Ibu bersedia datang kembali.

Langkah VII. EVALUASI


1. Ibu sudah mengerti tentang kondisi ibu dan janin saat ini.
2. Ibu bersedia melakukan semua yang dianjurkan.
3. Masalah abortus imminens belum terselesaikan.

13
PENDOKUMENTASIAN HASIL MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN
ANTENATAL PATOLOGIS PADA NY “N”
DENGAN ABORTUS IMMINENS
DI PKM OLAK KEMANG
TANGGAL 10 – 01 - 2011

No register :
Tgl kunjungan :10-01-2011 Pukul :09.00 WIB
Tgl pengkajian :10-01-2011 Pukul :09.15 WIB

DATA SUBJEKTIF (S)


Nama :Ny “N”/ Tn.”A”
Umur :23 thn / 40 thn
Suku : Melayu/Melayu
Agama :Islam/Islam
Pendidikan :S1/S1
Pekerjaan :IRT/Wiraswasta
Alamat : Jl.Kompleks Bulog

1. Ibu mengatakan ada keluar darah dari jalan lahir disertai nyeri perut.
2. Keluarnya darah dari jalan lahir mulai dirasakan ibu sejak ± 9 hari yang lalu.
Keluarnya darah berupa bercak bercak ringan disertai kram diatas simfisis.
3. Ibu mengatakan ini adalah kehamilannya yang ketiga dan belum pernah keguguran
sebelumnya.
4. Ibu mengatakan usia kehamilannya ± 1 bulan.
5. Ibu mengatakan hasil plano tes (+).
6. Ibu tidak menderita DM, jantung, Hipetensi, maupun PMS.

DATA OBJEKTIF (O)


Pemeriksaan Fisik:
1. Keadaan umum ibu baik.
2. Kesadaran komposmentis.
3. TB :155 cm. Lila :24 cm.
4. BB sebelum hamil : 55 kg.
5. BB sekarang :55 kg.
6. TTV:
a. TD : 110/70 mmmHg.
b. Nadi : 80 kali / menit.
c. Pernapasan : 20 kali /menit.
d. Suhu : 36˚ C
7. Kepala dan rambut : Rambut tampak bersih ,hitam, tidak berketombe dan tidak
mudah rontok.Tidak ada nyeri tekan.
8. Mata : Konjungtiva merah muda ,sklera tidak ikterus.
9. Wajah : Tidak ada cloasma dan oedema pada wajah, ekspresi wajah nampak ceria.
10. Hidung : Tidak ada polip dan sekret, lubang hidung tampak simetris ki/ka.
11. Gigi dan mulut : Mulut tampak bersih, gigi cabut tidak ada, karies tidak ada.
12. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid ,limfe dan vena jungularis.

14
13. Payudara : Tonus otot payudara tampak longgar, payudara simetris ki/ka, puting
susu menonjol ,tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan.
14. Abdomen : Tidak ada bekas operasi dan tonus otot perut longgar..
15. Tungkai : Tidak ada oedema dan varises.Refleks patella positif.

Pemeriksaan labolatorium :
1. Hb : 10, gr %.
2. Plano tes : positif
3. VT :
o Vulva/Vagina : TAK
o Portio : tidak ada pembukaan.

ASSASEMENT(A)
Diagnosa :GIIIPIIA0, Gestasi 2 - 4 minggu, ibu dengan abortus imminens.
Masalah aktual : ibu mengalami gangguan psikologis (kecemasan).
Diagnosa potensial : potensial terjadi abortus komplit atau inkomplit.

PLANNING (P)
Tanggal10-01-2011
1. Menjelaskan pada ibu kondisi kehamilannya .
Hasil : ibu merasa tenang dan tidak khawatir.
2. Menganjurkan ibu untuk tirah baring.
Hasil : ibu bersedia melakukan anjuran yang diberikan.
3. Menganjurkan ibu untuk mengurangi aktifitas seksual.
o Memberitahukan ibu untuk tidak melakukan hubungan seksual untuk sementara waktu.
o Menjelaskan pada ibu bahaya bila berhubungan seksual di usia kehamilan muda
Hasil : ibu bersedia melakukan anjuran yang diberikan.
4. Memberi konseling nutrisi pada ibu yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ibu.
Hasil : ibu bersedia melakukan saran yang diberikan.
5. Kolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi obat obatan.
Hasil :
o Penenang : Phenobarbital 3 x 30 mg.
o Anti perdarahan : Adona, Transamin.
o Vit B kompleks.
o Penguat plasenta : Gestanon, Duphastun.
o Anti kontraksi Rahim : Duvadilan .
o Asam mafenamat.
6. Anjurkan ibu untuk kembali follow up 2 minggu kemudian ( 24- 01 -2011).
Hasil :Ibu bersedia datang kembali.

15
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) pada atau
sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu
untuk hidup diluar kandungan (Prawiroharjo, 2006).
Macam-macam abortus :
1. Aborsi spontan
2. Abortus iminens(keguguran mengancam)
3. Abortus incipiens
4. Abortus inkompletus (keguguran tidak lengkap)
5. Abortus kompletus
6. Missed abortus ( keguguran tertunda )
7. Abortus Habitualis
8. Abortus infeksiosus dan abortus septic
9. Aborsi buatan (provokatus)
Pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan mencapai 28 minggu sebagai suatu
akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi
(dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak).
Abortus provocatus therapeuticus
Pengguguran kehamilan, biasanya dengan alat-alat dengan alasan bahwa kehamilan
membahayakan, membawa maut bagi ibu, misalnya karena ibu menderita penyakit
berat.
Abortus provocatus criminalis
Pengguguran kehamilan tanpa alasan medis yang syah dan dilarang oleh hukum.

16
DAFTAR PUSTAKA

Lisnawati, Lilis. 2013. Asuhan Kebidanan Terkini Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal.
Jakarta : TIM

—Ed. 1, Cet 7— Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2004 xxiv, 346
halm : ilus ; 24 cm

—Ed 1,Cet 5 — Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2009 xxiv, 608 halm:
ilus ; 24 cm

Rukiyah, Ai yeyeh.2010. Asuhan Kebidanan IV Patologi Kebidanan. Jakarta : TIM


Arafahrasyid. 2013/05/kegawatdaruratan-maternal-dan-neonatal.html diakses tanggal 20
Maret 2015
Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBPSP