Anda di halaman 1dari 3

Dampak Kondisi Jalan Raya terhadap

Perekonomian dan Sosial Kemasyarakatan di


Kabupaten Grobogan
Permasalahan transportasi di suatu wilayah akan berdampak terhadap berbagai aspek
yang ada. Transportasi merupakan unsur penting dan berfungsi sebagai urat nadi kehidupan
dan perkembangan ekonomi, sosial, politik dan mobilitas penduduk yang terjadi dalam
berbagau bidang dan sektor (Kadir, 2006). Penyediaan infrastruktur terhadap suatu wilayah
harus dilaksanakan dengan baik dengan maksud terjadi pembukaan akses dan mendukung
kegiatan produksi, ekonomi, dan sosial yang merupakan komponen penting dalam
pengembangan suatu wilayah. Aspek yang paling terpengaruh oleh adanya permasalahan
tersebut dalam bidang perekonomian, baik perekonomian daerah maupun perekonomian
masyarakat. Transportasi dan ekonomi memiliki hubungan keterkaitan yang jelas. secara luas
transportasi memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi. Transportasi memegang
peranan penting dalam usaha mencapai tujuan-tujuan pengembangan ekonomi tersebut
(Kadir, 2011).

Menurut Nandi dalam Masood, Khan dan Naqvi (2011), Sistem Transportasi Ideal adalah
jaringan transportasi yang aman terintegrasi yang mendukung regenerasi sosial dan ekonomi
dan memastikan akses yang baik untuk semua, yang dioperasikan dengan standar tertinggi
untuk melindungi lingkungan dan menjamin kualitas hidup. Sistem taransportasi yang ideal
dibutuhkan oleh tiap-tiap daerah untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya. Telah diakui
secara luas bahwa ekonomi dengan jaringan jalan dan komunikasi yang lebih baik
diposisikan lebih menguntungkan dalam hal daya saing secara keseluruhan dibandingkan
dengan negara-negara yang memiliki jaringan yang buruk (Masood, Khan dan Naqvi,
2011). Menurut Kadir (2006) peran dan pentingnya transportasi dalam kaitannya dengan
aspek ekonomi dan sosial ekonomi yang utama adalah: (a) tersedianya barang (availability of
goods), (b) stabilisasi dan penyamaan harga (stabilization and equalization), (c) penurunan
harga (price reduction), (d) meningkatnya nilai tanah (land value), (e) terjadinya spesialisasi
antar wilayah (territorial division of labor), (f) berkembangnya usaha skala besar (large scale
production), dan (g) terjadinya urbanisasi dan konsentrasi penduduk (urbanization and
population concentration) dalam kehidupan. Dengan rusaknya infrastruktur jalan raya, maka
mobilitas penduduk dan distribusi barang menjadi terkendala.
Dampak kerusakan infrastruktur jalan raya di Kabupaten Grobogan sangat
memengaruhi perekonomian masyarakat maupun pemerintah daerah dan pembangunan
Kabupaten Grobogan. Dampaknya secara langsung diterima oleh masyarakat, diantaranya
pertumbuhan ekonomi masyarakat yang statis, pendapatan masyarakat menurun serta
melonjaknya harga sejumlah kebutuhan sehari-hari. Pertumbuhan ekonomi yang statis dalam
masyarakat disebabkan karena akses jalan yang buruk sehingga usaha-usaha ekonomi yang
bertujuan untuk meningkatkan ekonomi suatu keluarga tidak dapat tercapai dengan baik.
Pendapatan masyarakat yang menurun disebabkan karena dengan akses jalan yang sulit
sehingga mobilitas manusia dan barang terhambat. Dengan terhambatnya mobilitas barang
akibat kesulitan akses berdampak terhadap melonjaknya harga kebutuhan sehari-hari.
Dampak terhadap pemerintah dan pembangunan Kabupaten Grobogan atas
permasalahan tersebut di bidang perekonomian, antara lain tingginya alokasi dana APBD
untuk perbaikan jalan, terhambatnya pembangunan wilayah Grobogan hingga investor yang
enggan menanamkan modal di wilayah Grobogan. Akibat perbaikan jalan yang terus menerus
dilakukan oleh pemerintah daerah membuat anggaran dana dalam APBD Kabupaten
Grobogan. Nurwanto dalam Suara Merdeka oleh Kenedi (2012)mengemukakan untuk
memperbaiki jalan di Grobogan memerlukan biaya sangat besar. Sebab, kondisi dan tanah
tanah di Grobogan cukup labil dan bergerak. Perbaikan harus menggunakan kontruksi
beton. Dampak selanjutnya tentang terhambatnya pembangunan wilayah Kabupaten
Grobogan. Akibat tingginya biaya perbaikan jalan, tentunya hal ini mempengaruhi kondisi
finansial daerah. Sebab, dengan APBD yang berjumlah tak terlalu banyak dan harus dibagi
terhadap berbagai bidang di dalamnya maka pembangunan wilayah Kabupaten Grobogan
tidak dapat terlaksanakan secara optimal. Dengan permasalahan tersebut, akibat infrastruktur
jalan yang buruk menyebabkan investor tidak mau menanamkan modalnya di Kabupaten
Grobogan.Zaenal dalam Suara Merdeka oleh Mulyawan (2005) menilai kerusakan jalan
merupakan salah satu penyebab mengapa investor enggan menanamkan
modalnya. Enggannya investor untuk menanamkan modalnya disebabkan oleh buruknya
kondisi jalan raya di Kabupaten Grobogan, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu proses
produksi dan proses distribusi barang ke daerah lain serta menambah biaya produksi
perusahaan tersebut.
Selain berdampak terhadap perekonomian suatu wilayah, dengan adanya
permasalahan transportasi ini juga menimbulkan dampak terhadap aspek sosial
kemasyarakatan pada suatu wilayah. Aspek ini meliputi kualitas lingkungan yang dirasakan
oleh masyarakat dan kualitas interaksi kehidupan bermasyarakat yang berdampak pada
kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kondisi infrastruktur jalan raya yang baik sangat
bermanfaat untuk meningkatkan kehidupan masyarakat daerah tersebut. Dari segi sosial
masyarakat akan sangat terbantu dalam melaksanakan interaksi sosialnya, baik antar desa
maupun wilayah lainnya sehingga setiap kegiatan yang menyangkut aktivitas sosial lainnya
dapat terlaksana dengan baik. Munculnya nilai-nilai sosial di daerah dengan baik akibat
meningkatnya mobilitas sejak fasilitas regional (mal, taman rekreasi, kawasan industri atau
lokasi produksi) dan peristiwa (olahraga, budaya, pameran) menghasilkan regional atau
bahkan antar regional lalu lintas (Masood, Khan dan Naqvi, 2011).
Dampak kerusakan infrastruktur jalan raya di Kabupaten Grobogan sangat
memengaruhi kondisi masyarakat dalam aspek sosial kemasyarakatan. Dampak tersebut
antara lain terganggunya interaksi antar masyarakat, aktivitas sosial pada masyarakat di
Kabupaten Grobogan sehingga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten
Grobogan sulit terlaksana. Dengan sulitnya interaksi antar masyarakat menyebabkan sulit
terjadi peningkatan kehidupan masyarakat yang dinamis di Kabupaten Grobogan. Selain itu,
dampak psikis yang diderita saat masyarakat melakukan perjalanan akibat kondisi
infrastruktur yang buruk adalah pola pikir masyarakat yang mudah tersulut emosi ketika
berkendara. Hal ini disebabkan akibat mereka saling berebut mendapatkan jalan yang rata
dan baik atau karena salah satu pengendara melakukan kesalahan sehingga dianggap
mengakibatkan celaka bagi pengendara yang lain, seperti melakukan pengereman mendadak
sehingga pengendara di belakangnya hampir menabrak atau sudah menabraknya. Dampak
lain yang terjadi di jalanan akibat kondisi jalanan yang buruk antara lain terjadinya
peningkatan angka kecelakaan yang terjadi karena pengendara yang terperosok lubang yang
ada di bahu jalan atau karena licinnya jalan akibat pasir atau lumpur.