Anda di halaman 1dari 2

ONE DAY ONE HADIST

Rabu 15 Agustus 2018 / 03 Dzulhijjah 1439

Umur Umat Sekarang

‫ أعنععماَهر أهامبتىِ عماَ بعنيعن بستتيعن إبعلىِ عسنببعيعن عوأعقعللههنم عمنن يعهجوُهز عذلب ع‬-‫صلىِ ا عليه وسلم‬- ‫اب‬
‫ك‬ ‫ععنن أعببىِ ههعرنيعرةع عقاَعل عقاَعل عرهسوُهل ا‬

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dia berkata bahwa Rasûlullâh n bersabda, “Umur ummatku
berkisar antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, dan sedikit yang melewatinya.” [HR. Tirmidzi;
dihasankan oleh al-Albâni]

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :

1- Umur umat ini lebih pendek bila dibandingkan dengan umur umat-umat di zaman dahulu. Oleh karena
itu, selayaknya kita memperhatikan pemanfaatan umur kita yang singkat ini.

2- Karena rata-rata umur umat ini antara 60-70 tahun, maka barangsiapa telah mencapai usia ini dan
sudah datang padanya dakwah, namun dia tetap tidak beriman, maka alasannya tidak akan diterima oleh
Allâh Azza wa Jalla . Sebagaimana hadits :

‫ئ أعاخعر أععجلعهه عحاتىِ بعلاعغهه بستتيعن عسنعةة‬ ‫ أعنععذعر ا‬: ‫ععنن أعببىِ ههعرنيعرةع ععبن الناببتىِ – صلىِ ا عليه وسلم – فععقاَعل‬
‫اه إبعلىِ انمبر ئ‬

Allâh meniadakan hujjah atau alasan seseorang yang Dia telah memanjangkan ajalnya (umurnya)
sehingga Dia memberinya umur enam puluh tahun. [HR. Bukhâri, no. 6419]

3- Oleh karena itu, orang yang telah berumur 60 ke atas hendaklah waspada, kematian bisa datang
secara tiba-tiba, dan menamatkan hidupnya di dunia.

4- Semoga menggugah kita untuk selalu berbenah diri menyiapkan bekal menuju esok hari (akhirat). Dan
semoga Allâh selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita sehingga meraih kebahagiaan disisi-Nya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an :


1- Allâh Azza wa Jalla sering mengingatkan manusia akan hal ini, agar mereka ingat dan waspada dalam
menjalani hidup ini, yaitu supaya tetap beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla semata dan tidak beribadah
kepada selain-Nya.

‫ت لبنلهموُقببنيعن عوبفيِ أعننفهبسهكنم ۚ أعفععل تهنب ب‬


‫صهروعن‬ ‫عوبفيِ انلعنر ب‬
‫ض آعياَ ت‬

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allâh) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada
dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? [adz-Dzâriyât/51: 20-21]

2- Yang dimaksud dengan “memanjangkan umurmu” di dalam firman Allâh “Dan apakah Kami tidak
memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir”, adalah
umur 60 tahun sebagaimana hadits di atas.

‫صاَلبةحاَ عغنيعر الابذيِ هكاناَ نعنععمهل ۚ أععولعنم نهععتمنرهكنم عماَ يعتععذاكهر بفيبه عمنن تععذاكعر عوعجاَعءهكهم النابذيهر ۖ فعهذوهقوُا فععماَ بلل ا‬
‫ظاَلببميعن‬ ‫طبرهخوُعن بفيعهاَ عرباعناَ أعنخبرنجعناَ نعنععمنل ع‬
‫ص ع‬
‫عوههنم يع ن‬
‫بمنن نع ب‬
‫صيئر‬

Dan mereka menjerit-jerit di dalam neraka itu (sambil merayu): "Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami
(dari azab ini); kami akan mengerjakan amal-amal yang soleh, yang lain dari apa yang kami pernah
kerjakan. (lalu Allah menempelak mereka): "Bukankah Kami telah melanjutkan umur kamu dan
memberikan masa yang cukup untuk berfikir dan beringat padanya oleh sesiapa yang suka berfikir dan
beringat? Dan kamu pula telah didatangi oleh Rasul (Kami) yang memberi amaran oleh itu, rasalah (azab
seksa), kerana orang-orang yang zalim tidak akan beroleh sesiapapun yang dapat memberikan
pertolongan".

[Fâthir : 37].