Anda di halaman 1dari 8

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI PERUSAHAAN

Maryati Rahayu1, Bida Sari2


1,2
Fakutas Ekonomi Universitas Persada Indonesia YAI
Jalan Diponegoro No. 74 Jakarta Pusat

Email: ayu.mr77@gmail.com1, sari_bida@yahoo.co.id2

ABSTRACT

The purpose of this study was to analyze factors influencing the company value, by taking samples to
LQ45 company who registered at the indonesian stock exchange the period 2013 – 2016 as many as 32 company
with the sample collection in purposive sampling. Data processed using spss.20. Based on t-test known leverage
in the proxy with debt to asset ratio, size and the quality of profit that influence the company value, while
profitability in the proxy with return on equity will not affect the company value. Based on ANOVA test there
is influence between debt to asset ratio, size, return on equity and the quality of profit together to the company
value (Q-Tobins). The value of the determination adjusted r square of 17,2%, while the rest 82,8% can be
explained by other factors that is not incorporated into research.

Keywords: leverage, size, profitability, quality of profit, the company value

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan, dengan
sampel perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013 – 2016 sebanyak 32 perusahaan
dengan menggunakan metode purposive sampling. Data diolah menggunakan spss versi 20. Berdasarkan uji t,
leverage yang diproksikan dengan debt to asset ratio, size, dan kualitas laba berpengaruh terhadap nilai
perusahaan, sedangkan Profitabilitas yang diproksikan dengan return on equity tidak berpengaruh terhadap
nilai perusahaan. Berdasarkan uji ANOVA, debt to asset ratio, size, return on equity dan kualitas laba,
berpengaruh secara bersama-sama terhadap nilai. Hasil koefisien determinasi dapat disimpulkan bahwa ketiga
variabel independen mempengaruhi nilai perusahaan sebesar 17,2% %, sedangkan 82,8% dapat dijelaskan oleh
faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian.

Kata kunci : leverage, size, profitabilitas, kualitas laba, nilai perusahaan

1. PENDAHULUAN Kebijakan hutang dapat dihubungkan dengan


nilai perusahaan, dimana kebijakan hutang
merupakan kebijakan perusahaan tentang seberapa
Nilai perusahaan merupakan persepsi jauh sebuah perusahaan menggunakan pendanaan
investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan hutang. Pada Trade off theory menjelaskan bahwa
yang terkait erat dengan harga sahamnya (Sujoko semakin tinggi perusahaan melakukan pendanaan
dan Soebiantoro, 2007). Sehingga dalam hal ini dengan hutang maka semakin besar pula resiko
ukuran keberhasilan manajemen perusahaan dilihat mereka untuk mengalami kesulitan keuangan karena
dari kemampuan perusahaan menyejahterakan para membayar bunga tetap yang terlalu besar bagi para
pemegang saham. Harga saham yang tinggi debtholders setiap tahunnya dengan kondisi laba
membuat nilai perusahaan juga tinggi, dan bersih yang belum pasti (bancruptcy cost of debt).
meningkatkan kepercayaan pasar tidak hanya
terhadap kinerja perusahaan saat ini namun juga Penggunaan hutang/pinjaman sebagai sumber
pada prospek perusahaan di masa mendatang. pendanaan perusahaan memiliki keuntungan dan

IKRAITH-HUMANIORA, Vol. 2, No. 2, MARET 2018 69


kerugian. Keuntungan penggunaan hutang diperoleh keputusan dan kegiatan yang dilakukan oleh para
dari pajak yaitu pembayaran bunga pinjaman dapat manager, sehingga akan menjadi suatu ancaman
digunakan sebagai pengurangan pajak, sedangkan bila apa yang dilakukan oleh pihak manager bukan
kerugian penggunaan hutang berhubungan dengan untuk kesejahteraan pemegang saham melainkan
timbulnya biaya keagenan dan biaya kepailitan. untuk kesejahteraan mereka sendiri. Informasi
Pada penelitian Mardiyati (2012), kebijakan hutang laporan keuangan yang berkualitas dapat membantu
berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap dalam membuat keputusan seperti bagi para investor
nilai perusahaan. Hal tersebut sejalan dengan dan calon investor. Keputusan investasi atau
penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi (2016), keputusan kontrak yang didasarkan pada laba yang
menyatakan bahwa ada pengaruh struktur modal kurang berkualitas akan dapat menyebabkan
terhadap nilai perusahaan. kesalahan wealth transfer karena laba yang kurang
berkualitas akan memberikan sinyal yang kurang
Ukuran perusahaan adalah salah satu variabel baik.
yang dipertimbangkan dalam menentukan nilai suatu
perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan Menurut Hamonangan Siallagan (2009),
cerminan total dari aset yang dimiliki suatu Discretionary accual sebagai proksi kualitas laba
perusahan. Perusahaan sendiri dikategorikan secara negatif berpengaruh terhadap nilai
menjadi dua jenis, yaitu perusahaan berskala kecil perusahaan. Semakin kecil discretionary accrual
dan perusahaan berskala besar. Menurut Wahyudi (discretionary accrual yang rendah mengindikasikan
(2016), Variabel Firm Size (FS) tidak berpengaruh kualitas laba yang tinggi) maka nilai perusahaan
terhadap Nilai Perusahaan (PBV) dan mempunyai semakin tinggi. Discretionary accrual yang rendah
hubungan positif terhadap nilai Perusahaan (PBV). mengindikasikan praktik oportunistik manajemen
Serta menurut Rumondor (2015) diperoleh hasil juga semakin rendah. Hal ini menunjukkan bahwa
penelitian bahwa ukuran perusahaan tidak pelaporan keuangan (laba) perusahaan sudah
berpengaruh dan tidak signifikan terhadap nilai merefleksikan perusahaan yang sebenamya.
perusahaan. Namun Hal tersebut tidak sejalan Sehingga dengan kualitas laba yang semakin tinggi
dengan penelitian yang dilakukan oleh Pratama (discretionary accrual yang rendah) akan direspon
(2016) dimana ukuran perusahaan secara parsial positif oleh pihak ke tiga, dengan demikian nilai
berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan akan semakin tinggi. Menurut Isti’adah
Perusahaan (2015), kualitas laba juga berpengaruh terhadap nilai
perusahaan.
Agar dapat melangsungkan aktivitas
operasinya, suatu entitas haruslah berada dalam Berdasarkan uraian di atas, maka faktor-
keadaan yang menguntungkan (profitable), karena faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan masih
tanpa adanya keuntungan akan sulit bagi perusahaan menjadi permasalahan yang menarik untuk diteliti,
untuk menarik modal dari luar. Perusahaan yang dimana penelitian dilakukan pada perusahaan LQ45
memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi akan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode
diminati sahamnya oleh investor, sehingga, dengan tahun 2013-2016.
demikian profitabilitas dapat mempengaruhi nilai
perusahaan. Menurut Mardiyati (2012), 2. METODOLOGI
profitabilitas memiliki pengaruh yang positif
signifikan terhadap nilai perusahaan. Profit yang
tinggi akan memberikan indikasi prospek Penelitian ini merupakan penelitian kausal
perusahaan yang baik sehingga dapat memicu komparatif (Causal-Comparative research) yaitu
investor untuk ikut meningkatkan permintaan tipe penelitian dengan karakteristik masalah berupa
saham. Permintaan saham yang meningkat akan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih, yang
menyebabkan nilai perusahaan yang meningkat. Hal pada penelitian ini menjelaskan faktor-faktor yang
tersebut juga sejalan dengan penelitan yang mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian kausal
dilakukan oleh Wahyudi (2016), variabel ROE komparatif merupakan tipe penelitian ex past facto
mempunyai hubungan dan pengaruh positif terhadap yaitu tipe penelitian terhadap data yang
nilai perusahaan. dikumpulkan setelah terjadinya suatu fakta atau
peristiwa.
Teori keagenan (agency theory)
menggambarkan hubungan antara agen dan Populasi dan Sampel
prinsipal. Dimana pihak manager sebagai agen Menurut Sugiyono (2010), populasi adalah
harus dapat menjalankan suatu perusahaan dengan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau
berbagai pengambilan keputusan yang terbaik untuk subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
meningkatkan kekayaan pihak prinsipal yaitu tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
pemegang saham. Namun kadangkala pihak dipahami dan kemudian ditarik kesimpulan dari
pemegang saham tidak dapat mengawasi semua penelitian yang telah dilakukan

70 IKRAITH-HUMANIORA, Vol. 2, No. 2, MARET 2018


Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam
adalah semua perusahaan yang termasuk Perusahaan proporsinya dengan dana yang diperoleh dari
LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun kreditur perusahaan.
2013-2016 yang telah mempublikasikan laporan
keuangan berturut-turut selama periode pengamatan, Berdasarkan para ahli, banyak rasio yang
sebanyak 45 perusahaan. Penelitian ini digunakan dalam perhitungan Leverage seperti Debt
menggunakan teknik Non Probability Sampling, to Asset Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Long Term
dimana semua elemen populasi belum tentu Debt to Equity Ratio. Namun dalam penelitian ini
memiliki peluang sama untuk dipilih menjadi rasio yang digunakan adalah Debt to Equity Ratio.
anggota sampel.
Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio
Pengambilan sampel dalam penelitian ini yang digunakan untuk menilai hutang dengan
dilakukan dengan menggunakan metode purposive ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah
sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan
pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010:122), dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini
tujuan mendapatkan sampel yang representatif berfungsi untuk mengetahui modal sendiri yang
sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditentukan. dijadikan untuk jaminan hutang.
Kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini Rumusan untuk mencari Debt to Equity Ratio
adalah: adalah:
a. Perusahaan-perusahaan yang termasuk
𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻
Perusahaan LQ45. 𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷 𝑡𝑡𝑡𝑡 𝐸𝐸𝐸𝐸𝑢𝑢𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 =
b. Mata uang yang digunakan dalam laporan 𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸
keuangan adalah rupiah.
c. Perusahaan yang tidak mengalami kerugian H1 : Terdapat pengaruh leverage terhadap nilai
selama periode penelitian. perusahaan
d. Perusahaan-perusahaan yang memiliki data
laporan keuangan yang dipublikasikan lengkap Size
dan merupakan data laporan keuangan auditan. Ukuran perusahaan dapat dilihat dari total
e. Perusahaan yang tidak mengalami delisting di asset yang dimiliki oleh perusahaan yang
BEI pada periode penelitian dipergunakan untuk kegiatan operasional
Berdasarkan kriteria pemilihan sampel tersebut di perusahaan. Jika perusahaan memiliki total asset
atas diperoleh sampel sebanyak 32 perusahaan yang besar, pihak manajemen lebih leluasa dalam
mempergunakan asset yang ada diperusahaan
3. LANDASAN TEORI tersebut. Jika dilihat dari sisi manajemen,
kemudahan yang dimilikinya dalam mengendalikan
perusahaan akan meningkatkan nilai perusahaan
Penelitian ini menggunakan empat variabel (Suharli, 2006).
independen dan satu variabel dependen. Keempat
variabel independen penelitian ini adalah leverage, Ferry dan Jones (dalam Rumondor, 2015),
size, profitabilitas dan kualitas laba, sedangkan mengatakan ukuran perusahaan menggambarkan
variabel dependen penelitian ini adalah nilai besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan
perusahaan. oleh total aktiva dan jumlah penjualan. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa ukuran
Leverage perusahaan adalah besar kecilnya perusahaan dapat
Ketika memutuskan untuk mengembangkan dilihat dari besar kecilnya modal yang digunakan,
potensinya, perusahaan akan membutuhkan modal total aktiva yang dimiliki, atau total penjualan yang
yang cukup besar, dan modal tersebut dapat berasal diperolehnya. Ukuran perusahaan dikalkulasi dengan
dari hutang maupun ekuitas. Hutang memiliki dua menggunakan nilai absolut total asset. Rumusnya:
keunggulan penting. Pertama, bunga yang
dibayarkan dapat menjadi pengurangan pajak. 𝑈𝑈𝑈𝑈𝑈𝑈𝑈𝑈𝑈𝑈𝑈𝑈 𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝ℎ𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎 = 𝐿𝐿𝐿𝐿 𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴
Kedua, kreditor akan mendapatkan pengembalian
dalam jumlah tetap, sehingga pemegang saham tidak H2 : Terdapat pengaruh size terhadap nilai
harus membagi keuntungannya jika bisnis berjalan perusahaan
dengan sangat baik.
Profitabilitas
Menurut Kasmir (2012), leverage merupakan Profitabilitas adalah kemampuan suatu
rasio yang digunakan untuk mengetahui seberapa perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (profit)
besar kemampuan perusahaan dalam membayarkan pada tingkat penjualan, asset dan modal saham
seluruh kewajibannya (baik kewajiban jangka tertentu (Husnan, 2001). Profitabilitas ini
pendek maupun jangka panjang). Leverage Ratio memberikan gambaran seberapa efektif perusahaan.
digunakan untuk mengukur seberapa besar dana

IKRAITH-HUMANIORA, Vol. 2, No. 2, MARET 2018 71


beroperasi sehingga memberikan keuntungan bagi tingkat hasil pengembalian investasi para
perusahaan. Profitabilitas merupakan faktor yang pemegang saham dan menekankan pada hasil
seharusnya mendapat perhatian penting karena untuk pendapatan sehubungan dengan jumlah yang
dapat melangsungkan hidupnya, suatu perusahaan diinvestasikan.
harus berada dalam keadaan yang menguntungkan Rasio ini dapat dihitung dengan cara:
(profitable). Tanpa adanya keuntungan (profit),
maka akan sangat sulit bagi perusahaan untuk Net Profit after tax
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 =
menarik modal dari luar. Total Equity

Munawir (2010) mengemukakan bahwa Dari ketiga jenis rasio profitabilitas tersebut
“Profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba Return On Equity (ROE). Rasio Return On Equity
selama periode tertentu. Profitabilitas suatu (ROE) digunakan karena terkait dengan perhitungan
perusahaan diukur dengan kesuksesan perusahaan leverage suatu perusahaan. Penggunaan financial
dan kemampuan menggunakan aktivanya secara leverage pada kenyaataan memberikan pengaruh
produktif, dengan demikian profitabilitas suatu terhadap profitabilitas perusahaan, salah satunya
perusahaan dapat diketahui dengan ditunjukan dengang besarnya pengembalian return
memperbandingkan antara laba yang diperoleh yang akan diterima oleh pemilik perusahaan melalui
dalam suatu periode dengan jumlah aktiva atau Return On Equity (ROE) perusahaan.
jumlah modal perusahaan tersebut”.
H3 : Terdapat pengaruh profitabilitas terhadap
Menurut Margaretha (2014) bahwa rasio nilai perusahaan
profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk
menilai kemampuan perusahaan dalam mencari Kualitas Laba
keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Selama ini tidak ada ukuran yang pasti atau
Terdapat beberapa jenis rasio profitabilitas yang tepat untuk mengukur seberapa besar kualitas laba
dapat digunakan untuk menilai dan mengukur posisi dari suatu laporan keuangan, yang ada hanya
keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu merupakan pendekatan yang digunakan untuk
atau untuk beberapa periode, yaitu memproksi kualitas laba tersebut. Oleh karena itu
1. Return On Asset (ROA) ukuran laba yang digunakan oleh peneliti yang satu
ROA biasa juga disebut sebagai ROI bisa berbeda dengan yang lain.
(Return On Investment). ROA merupakan
perbandingan laba bersih setelah pajak Beberapa teknik manajemen laba (earnings
(dikurangi dividen saham biasa) dengan aktiva management) yang dilakukan oleh pihak manajemen
atau ekuitas yang telah diinvestasikan pemegang dapat mempengaruhi pelaporan laba. Laba dapat
saham diperusahaan. dikatakan berkualitas tinggi apabila earnings yang
Rumus yang dapat digunakan adalah: dilaporkan dapat digunakan oleh para pengguna
(users) untuk membuat keputusan yang terbaik, dan
dapat digunakan untuk menjelaskan atau
Net Profit after tax memprediksi harga dan return saham (Bernard dan
𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 =
Total Assets Stober, 1998).

2. Net Profit Margin Pengukuran Manajemen Laba yaitu diukur


Net Profit Margin atau margin laba bersih dari Discretionary accruals. Dalam Hamonangan
merupakan ukuran keuntungan dengan (2009) , Healy (1985) menyatakan laba akuntansi
membandingkan antara laba setelah bunga dan dapat diuraikan menjadi arus kas operasi dan
pajak dibandingkan dengan penjualan. Rasio ini accruals. Accruals terdiri dari discretionary dan non
menunjukkan pendapatan bersih perusahaan atas discretionary accruals. Discretionary accruals
penjualan. merupakan penyesuaian arus kas oleh manajer dari
Rumus yang digunakan adalah: serangkaian kesempatan prosedur akuntansi yang
disusun oleh badan pembuat standar. Penelitian ini
menggunakan model Jones yang dimodifikasi
Net Profit after tax (modified Jones~Model) untuk menghitung
𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃 𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀𝑀 = discretionary accruals dengan alasan bahwa model
Sales
ini dianggap lebih baik di antara model yang lain
yang digunakan untuk mengukur manajemen laba
3. Return On Equity (ROE) (Dechow et aI., 1995).
Return On Equity menunjukkan seberapa
besar keberhasilan atau kegagalan pihak
manajemen perusahaan dalam memaksimalkan

72 IKRAITH-HUMANIORA, Vol. 2, No. 2, MARET 2018


membandingkan total ekuitas saham biasa dengan
Untuk memperoleh nilai discretionary jumlah saham beredar. Dengan membagi harga per
accruals, pertama sekali dicari nilai total accruals: lembar saham dengan nilai buku akan diperoleh
TACC;t = Net income - Cash flow from operation .... rasio nilai pasar/ nilai buku sebagai berikut:
(1)
TACCit/TAit-1=a1(1/TAit-1)+a2(∆SALit- Harga pasar per lembar saham
∆RECit/TAit-1)+ 𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃 =
a3(PPEit/TAit-1) + Nilai buku per lembar saham
έit …...……………………....(2)
NDACCit=ẩ1(1/TAit-1)+ẩ2(∆SALit-∆RECit/TAit-
1)+ẩ3(PPEit/TAit- 1) …………………………………(3)
DACCit =TACCit/TAit-1–[ẩ1(1/TAit-1) +
ẩ2(∆SALit-∆RECit/TAit-1) + ẩ3(PPEit/TAit- 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
1) ………………...(4)

H4 : Terdapat pengaruh kualitas laba terhadap Pengumpulan Data


nilai perusahaan Dari 45 Perusahaan yang terdaftar di LQ
45, 2 perusahaan yang mengalami kerugian,
Nilai Perusahaan 1 perusahaan tidak menggunakan mata uang rupiah,
Mardiyanto (2009) menjelaskan juga bahwa 2 perusahaan yang data keuangan tidak lengkap dan
“Nilai perusahaan adalah nilai sekarang dari 8 perusahaan yang delesting, sehingga hanya
serangkaian arus kas masuk yang akan dihasilkan diperoleh 32 perusahaan yang dapat dijadikan
perusahaan pada masa mendatang”. Margaretha sebagai sampel penelitian
(2005) menjelaskan juga bahwa : “Nilai perusahaan
yang sudah go public tercermin dalam harga pasar Statistik Deskriptif
saham perusahaan. Sedangkan nilai perusahaan yang Statistik deskriptif bertujuan memberikan
belum go public nilainya terealisasi apabila gambaran terhadap data-data pada variabel
perusahaan akan dijual (total aktiva dan prospek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.
perusahaan, risiko usaha, lingkungan usaha, dan Nilai statistik deskriptif yang diamati adalah nilai
lain-lain)”. minimum, maksimum, rata-rata (mean), dan standar
deviasi. Hasil statistik deskriptif dapat dilihat pada
Dari beberapa definisi di atas dapat Tabel 1 berikut ini :
disimpulkan bahwa nilai perusahaan adalah suatu
kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu Tabel 1. Hasil statistik deskriptif
perusahaan yang tercermin dalam harga pasar saham N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
perusahaan tersebut. Beberapa indikator yang
DAR 128 ,10232 ,98575 ,5318397 ,22362988
digunakan untuk nilai perusahaan diantaranya
SIZE 128 11,75940 31,74884 20,7420655 4,93747201
adalah :
ROE 128 ,00753 2,71630 ,2011047 ,27002099
KL 128 -2,86736 -,86969 -1,0298875 ,21915680
a) Price Earning Ratio (PER)
TBN 128 ,20819 4,49408 1,3765162 ,79403085
Menurut Brigham dan Houston (2001) dalam
Valid N
Wijaya dan Wibawa (2010), PER menunjukkan 128
(listwise)
perbandingan antara closing price dengan laba per
lembar saham (earning per share). PER dapat Sumber: Hasil pengolahan SPSS 20.00
dihitung dengan rumus:
Uji Normalitas Data
𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻 𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃 𝑆𝑆𝑆𝑆ℎ𝑎𝑎𝑎𝑎
𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃 =
𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 𝑆𝑆𝑆𝑆ℎ𝑎𝑎𝑎𝑎 Tabel 2. Uji Normalitas Data
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
b) Tobin’s Q ratio (Q Tobin) Unstandardized
Residual
Q Tobin adalah nilai pasar dari aset perusahaan
N 128
dibagi dengan biaya penggantiannya. Q Tobin dapat Mean 0E-7
dihitung dengan rumus: Normal Parametersa,b
Std. Deviation ,71091084
Absolute ,097
𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴 𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃ℎ𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎 Most Extreme Differences Positive ,097
𝑄𝑄 𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡 = Negative -,064
𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵𝐵 𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴 𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃ℎ𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎 Kolmogorov-Smirnov Z 1,097
Asymp. Sig. (2-tailed) ,180
a. Test distribution is Normal.
c) Price Book Value (PBV) b. Calculated from data.
PBV merupakan hasil perbandingan antara
Sumber: Hasil pengolahan SPSS 20.00
harga saham dengan nilai buku. Nilai buku per
lembar saham dapat dihitung dengan

IKRAITH-HUMANIORA, Vol. 2, No. 2, MARET 2018 73


Berdasarkan Tabel 2 di atas dapat dilihat Sumber: Hasil pengolahan SPSS 20.00
bahwa nilai significant adalah sebesar 0,180 berarti
diatas 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa data Berdasarkan Tabel 3 di atas, hasil uji t
telah berdistribusi secara normal. masing-masing variabel dapat disimpulkan sebagai
berikut:
Hasil tampilan grafik histogram pada Gambar 1 di 1. Variabel independen Leverage (DAR) diperoleh
bawah ini, menunjukkan pola distribusi yang tidak nilai signifikansi sebesar 0,003, lebih kecil dari
menceng ke kiri maupun ke kanan berarti nilai 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak
residualnya menunjukkan pola distribusi normal. dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh
Gambar 1. Grafik Histogram antara Leverage (DAR) dengan Nilai
Perusahaan (Q-Tobins).
2. Variabel independen Size diperoleh nilai
signifikansi sebesar 0,018, lebih kecil dari 0,05,
maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan
Ha diterima, artinya terdapat pengaruh antara
Size dengan Nilai Perusahaan (Q-Tobins).
3. Variabel independen Profitabilitas (ROE)
diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,768, lebih
besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa
Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak
terdapat pengaruh antara Profitabilitas (ROE)
dengan Nilai Perusahaan (Q-Tobins).
Sumber: Hasil pengolahan SPSS 20.00 4. Variabel independen Kualitas Laba (KL)
diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,040, lebih
Hasil dari uji normalitas dengan grafik P-P kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa
Plot dapat dilihat pada Gambar 2. Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat
pengaruh antara kualitas laba dengan Nilai
Perusahaan (Q-Tobins).

Uji F (ANOVA)

Tabel 4. Uji F (ANOVA test)


ANOVAa
Model Sum of df Mean F Sig.
Squares Square
Regression 15,887 4 3,972 7,611 ,000b
1 Residual 64,185 123 ,522
Total 80,072 127
a. Dependent Variable: TBN
Gambar 2. Grafik P-P Plot b. Predictors: (Constant), KL, DAR, SIZE, ROE
Sumber: Hasil pengolahan SPSS 20.00
Sumber: Hasil pengolahan SPSS 20.00

Hasil tampilan grafik P-P Plot terlihat titik-


titik tersebar disekitar garis diagonal, serta Dari hasil uji ANOVA atau F test didapat
penyebarannya mengikuti arah garis diagonal, maka nilai signifikansi sebesar 0,000, lebih kecil dari
model regresi memenuhi asumsi normalitas. 0,05, maka Ha diterima atau dapat dikatakan bahwa
Leverage (DAR), Size, Profitabilitas (ROE) dan
Uji t (Uji Parsial) kualitas laba secara bersama-sama berpengaruh
terhadap Nilai Perusahaan (Q-Tobins).
Tabel 3. Analisis Regresi
Uji Koefisien Determinasi Berganda (R2)
Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig. Tabel 5. U ji Koefisien Determinasi
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) 3,312 ,409 8,103 ,000 Model Summaryb
DAR -,968 ,318 -,273 -3,040 ,003 M R R Adjust Std. Error
odel Square ed R of the Estimate
1SIZE -,035 ,014 -,215 -2,393 ,018
Square
ROE ,079 ,266 ,027 ,295 ,768
,4
KL ,700 ,338 ,193 2,071 ,040 1 ,198 ,172 ,72237788
45a
a. Dependent Variable: TBN a. Predictors: (Constant), KL, DAR, SIZE, ROE
b. Dependent Variable: TBN

74 IKRAITH-HUMANIORA, Vol. 2, No. 2, MARET 2018


Sumber: Hasil pengolahan SPSS 20.00 Beberapa hal menjadi keterbatasan dalam
penelitian ini. Oleh karena itu peneliti
Dari hasil pengolahan Regresi Liniear memberikan beberapa saran untuk penelitian
diketahui bahwa koefisien determinasi Adjusted R selanjutnya. Keterbatasan dan saran yang
Square = 0,172, yang artinya secara bersama-sama dimaksud antara lain
Leverage (DAR), Size, Profitabilitas (ROE) dan 1. Dalam pengukuran Nilai Perusahaan,
kualitas laba mempengaruhi Nilai Perusahaan (Q- yang diproksikan dengan Q-Tobin , untuk
Tobins) sebesar 17,2 %, sedangkan sisanya 82,8% penelitian selanjutnya dapat digunakan
( 100% − 17,2% ) dijelaskan oleh faktor-faktor lain proksi yang lain seperti Price Earning
yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian Ratio atau Price Book Value.
tersebut. 2. Dalam pengukuran Leverage, yang
diproksikan dengan Debt to Asset Ratio ,
untuk penelitian selanjutnya dapat
5. KESIMPULAN digunakan proksi yang lain seperti Debt to
Equity Ratio atau Long term Debt to
Equity Ratio.
Kesimpulan hasil penelitian :
3. Dalam pengukuran Profitabilitas, yang
diproksikan dengan Return on Equity ,
1. H1 dalam penelitian ini diterima yang artinya
untuk penelitian selanjutnya dapat
terdapat pengaruh antara Leverage (DAR)
digunakan proksi yang lain seperti Return
dengan Nilai Perusahaan (Q-Tobins). Dimana
on Asset atau Net Profit Margin.
nilai signifikansi yang dihasilkan adalah
4. Dilihat dari nilai adjusted R² yang relatif
sebesar 0,003 lebih kecil dari 0,05. Hasil
kecil, maka untuk penelitian selanjutnya
tersebut sejalan dengan penelitian yang
perlu meneliti variabel lain, misalnya
dilakukan oleh Ni Putu (2016) dan Sri
komite audit yang merupakan suatu
Hermuningsih (2013).
komite yang membantu fungsi
2. H2 dalam penelitian ini diterima yang artinya
pengawasan dewan komisaris,
terdapat pengaruh antara SIZE dengan Nilai
Kepemilikan Managerial, Kepemilikan
Perusahaan (Q-Tobins). Dimana nilai
Institutional dan yang lainnya.
signifikansi yang dihasilkan adalah sebesar
0,018 lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut tidak
sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh DAFTAR PUSTAKA
Regina (2015) dan Wahyudi (2016) .Namun
hasil tersebut sejalan dengan hasil penelitian Atmaja, L.S., Ph.D (2008). Teori dan praktik
yang dilakukan oleh Angga Pratama (2016) manajemen keuangan. Edisi 1.
3. H3 dalam penelitian ini ditolak yang artinya Yogyakarta : BPFE
tidak terdapat pengaruh antara Profitabilitas
(ROE) dengan Nilai Perusahaan (Q-Tobins). Bernard, v., dan T. Stober. 1989. The nature
Dimana nilai signifikansi yang dihasilkan and amount of information reflected in
adalah sebesar 0,768 lebih besar dari 0,05. cash flows and accruals. The
Hasil tersebut tidak sejalan dengan penelitian
Accounting Review. 64 (October), 624-
yang dilakukan oleh Umi Mardiyati (2012) dan
Sri Hermuningsih (2013). 952.
4. H4 dalam penelitian ini diterima yang artinya
terdapat pengaruh antara Kualitas Laba dengan Fuad,M et,al. (2006). Pengantar bisnis. Jakarta:
Nilai Perusahaan (Q-Tobins). Dimana nilai Gramedia Pustaka Utama.
signifikansi yang dihasilkan adalah sebesar
0,040 lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut Hamonangan.(2009). Kualitas laba terhadap nilai
sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh perusahaan. Medan.Jurnal Akuntansi
Hamonangan (2009) dan Umi Isti’adah (2015). Kontemporer. 1 (1). 21-32.
5. H5 dalam penelitian ini diterima yang artinya
terdapat pengaruh Leverage (DAR), Size, Hermuningsih ,Sri. (2013). Pengaruh profitabilitas,
Profitabilitas (ROE) dan Kualitas Laba, secara growth opportunity, struktur modal
bersama-sama terhadap Nilai Perusahaan (Q- terhadap nilai perusahaan pada perusahaan
Tobins). Dimana nilai signifikansi yang publik di Indonesia. Jakarta : Buletin
dihasilkan adalah sebesar 0,000 lebih kecil Ekonomi Moneter dan Perbankan. 127-148.
dari 0,05.
Husnan,Suad. (2000). Corporate Governance di
Saran : Indonesia: Pengamatan terhadap Sektor
Corporate dan keuangan. Yogyakarta:
Program magister hukumUGM.

IKRAITH-HUMANIORA, Vol. 2, No. 2, MARET 2018 75


Margaretha, F., Dra. M.E. (2005). Teori dan aplikasi
Ikatan Akuntan Indonesia. (2012). Standar manajemen keuangan : investasi dan
Akuntansi Keuangan. Jakarta: Ikatan sumber dana jangka pendek. Jakarta:
Akuntan Indonesia. Grasindo.

Isti’adah,Umi. (2015). Faktor-faktor yang Margaretha, F. (2014). Dasar-dasar manajemen


mempengaruhi nilai perusahaan pada keuangan. Jakarta : Dian Rakyat.
perusahaan manufaktur. Yogyakarta. Jurnal
Nominal, IV (2). 57-72. Mas’ud & Hamonangan. (2006), Mekanisme
corporate governance, kualitas laba dan
Kasmir, (2012). Analisis laporan keuangan. Jakarta: nilai perusahaan. Padang: SNAIX.
PT Rajagrafindo Persada.
Munawir.(2010). Analisa laporan keuangan.
Kieso, D.E, Weygant J & Terry, (2008). Akuntansi Yogyakarta: Liberty.
intermediate. Jilid 2. Edisi 12. Jakarta:
Erlangga. Rumondor, Regina., Mangantar,
Maryam.,Sumarauw, Jacky S.B. (2015).
Pearce II, J.A & Robinson Jr, R.B. (2008). Pengaruh struktur modal, ukuran
Manajemen strategis : formulasi, perusahaan dan risiko perusahaan terhadap
implementasi, dan pengendalian. Edisi nilai perusahaan pada sub sektor plastik dan
kesepuluh. Jakarta: Salemba Empat. pengemasan di BEI. Jurnal EMBA, III(3),
159-169.
Pratama, Angga I Gusti Bagus & Wiksuana, I Sugiyono. (2010). Metode penelitian kuantitatif,
Gusti Bagus. (2016). Pengaruh ukuran kualitatif, R&D. Bandung : Alfabeta.
perusahaan dan leverage terhadap nilai
perusahaan dengan rofitabilitas sebagai Suharli, M. (2006). Studi empiris terhadap faktor
variabel mediasi. E-Jurnal Manajemen yang mempengaruhi nilai perusahaan pada
Unud, V(2), 1338-1367. perusahaan go public di Indonesia. Jurnal
Maksi, VI(1). 23-41.
Pratiwi,Ni Putu Yuni., Yudiaatmaja, Fridayana.,
Suwendra,I Wayan. (2016). Pengaruh Sujoko dan U. Soebiantoro. (2007). Pengaruh
struktur modal dan ukuran perusahaan struktur kepemilikan saham, leverage,
terhadap nilai perusahaan. Bali.e-Journal faktor intern dan faktor ekstern terhadap
Bisma Universitas Pendidikan Ganesha. nilai perusahaan. Jurnal Manajemen dan
IV, 1-9 Kewirausahaan. IX(1). 41-48.

Mardiyanto, H. (2009). Intisari manajemen Wahyudi,Henri Dwi., Chuzaimah., & Sugiarti,Dani.


keuangan. Edisi pertama. Jakarta : (2016). Pengaruh ukuran perusahaan,
Grasindo. profitabilitas, kebijakan deviden dan
keputusan investasi terhadap nilai
Mardiyati, Umi., Ahmad ,Gatot Nazir., Putri ,Ria. perusahaan. BENEFIT Jurnal Manajemen
(2012). Pengaruh kebijakan dividen, dan Bisnis, I(2), 156-164
kebijakan hutang dan profitabilitas terhadap
nilai perusahaan manufaktur yang terdaftar Wijaya, L.R.P dan Wibawa, B.A (2010). Pengaruh
di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode keputusan investasi, keputusan pendanaan,
2005-2010. Jurnal Riset Manajemen Sains dan kebijakan dividen terhadap nilai
Indonesia (JRMSI), Jakarta. III(1), 1-17. perusahaan. Makalah disajikan dalam
Simposium Nasional Akuntansi XIII.
Purwokerto.

76 IKRAITH-HUMANIORA, Vol. 2, No. 2, MARET 2018