Anda di halaman 1dari 4

TRANSFORMASI DAN TRANSDUKSI PADA BAKTERI

RESUME
untuk memenuhi tugas mata kuliah Genetika II
yang dibimbing oleh Prof. Dr. Siti Zubaidah. M.Pd.

Oleh :
Kelompok 14 / Offering G
Devi Ayu Mandasari 160342606249
Dies Nariswari Pudjafinisya 160342606263

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI BIOLOGI
Oktober 2018
TRANSFORMASI BAKTERI

Transformasi adalah suatu proses transfer genetik dengan bantuan


potongan DNA ekstraseluler. Transformasi bakteri pertama kali diamati oleh
F.Griffith dan Oswald Avery dkk yang membuktikan bahwa DNA bertanggung
jawab terhadap perubahan genetik yang terjadi akibat transformasi.
A. Transformasi Alami dan Transformasi Buatan
Pada transformasi alami, bakteri mampu mengambil fragmen DNA secara
alami sehingga mengalami transformasi secara genetic, contohnya Bacillus
subtilis. Sedangkan transformasi buatan, secara genetic bakteri diubah terlebih
dahulu agar memungkinkan mengalami transformasi, contohnya E. coli.
Spesies yang dapat mengalami transformasi adalah yang memiliki
mekanisme enzimatik yang terlibat pada peristiwa pengambilam fragmen DNA
maupun proses rekombinasi.
B. Proses Transformasi
Tahap 1 : Molekul DNA unting ganda berikatan pada tapak reseptor yang terdapat
di permukaan sel
Tahap 2 : Pengambilan DNA donor yang bersifat irreversible.
Tahap 3 : Konversi molekul DNA donor yang berupa unting ganda menjadi
molekul tunggal melalui degradasi nukleotida
Tahap 4 : Integrasi seluruh atau sebagian unting tunggal DNA donor tersebut ke
dalam kromosom resipien.
Tahap 5 : Segregasi dan ekspresi fenotipik gen donor yang telah terintegrasi.
Ukuran minimum fragmen DNA donor pada transformasi tampaknya sekitar 500
pasang nukleotida; ada pula ukuran fragmen; mencapai 20.000 pasang nukleotida.
C. Pemetaan Kromosom Bakteri melalui Kejadian Transformasi
Dewasa ini data frekuensi rekombinan rekombinasi transformasi pada bakteri
dapat dimanfaatkan untuk pemetaan kromosom bakteri. Pemanfaatan transformasi
untuk pemetaan kromosom bakteri bersangkut paut dengan pautan gen, urutan
gen, dan jarak peta atau jarak gen.
TRANSDUKSI
A. Macam Transduksi
Fenomena transduksi ditemukan pada mekanisme konjugasi bakteri
Salmonella typhimurium. Ada dua macam transduksi, yaitu:
1. Transduksi umum
Potongan acak DNA pada bakteri yang ditangkap oleh fag lalu
dipindahkan ke bakteri resipien tidak diintegrasikan pada tapak pelekatan
khusus kromosom inang (berada bebas dalam sitoplasma) sehingga transduksi
dapat diperantarai oleh jenis tertentu dari fag virulen dan fag virulen sedang.
Partikel fag yang terlibat pada transduksi umum diproduksi selama siklus
litik. Semua gen dapat ditransduksikan. Tahapan transduksi umum:
a. sel donor E. coli yang wild-type terinfeksi fag P1 (virulen sedang)
b. DNA sel inang terpotong selama siklus litik
c. perakitan fag turunan, terbentuk fag pentransduksi yang berasal dari
beberapa potongan kromosom dicakupkan ke dalam beberapa fag turunan
d. sel lisis sehingga terjadi pelepasan fag turunan pada lisat fag.
e. fag pentransduksi menginfeksi bakteri resipien yang bersifat auksotrofik
f. pindah silang ganda, terjadi pertukaran gen sel donor dan sel resipien
g. terbentuk transduktan stabil, semua turunan dari sel yang bergenotip sama
Transduktan abortif secara parsial, sel bersifat diploid dan digunakan
untuk uji komplementasi, pengungkapan jarak gen taksiran.
2. Transduksi khusus atau transduksi terbatas
Transduksi khusus, potongan DNA bakteri yang dipindahkan ke fag ke sel
resipien merupakan potongan khusus tertentu, fag yang memindahkan
potongan DNA itupun merupakan fag khusus. Integrasi kromosom fag yang
membawa kromosom bakteri itu juga terjadi pada tapak-tapak perlekatan
khusus. Transduksi khusus diperantarai oleh fag yang sifatnya virulen sedang
yang hanya mentransduksi fragmen tertentu dari kromosom bakteri. Contoh:
fag  yang menginfeksi E. coli. Kromosom fag dapat berintegrasi pada satu
atau beberapa tapak pelekatan khusus dari kromosom bakteri. Kromosom fag
pada fag virulen sedang mempunyai sifat mirip episom, yaitu dapat
bereplikasi secara otonom dan replikasi saat terintegrasi dengan kromosom
inang. Pada saat profag bersifat lisogenik, gen litik mengalami represi,
dimana gen litik ikut terlibat pada reproduksi virus maupun proses lisis sel
inang. Mekanisme represi tersebut mirip operon pada bakteri.

PERTANYAAN
(DIES NARISWARI P)
1. Mengapa transduksi umum terjadi saat siklus litik sedangkan transduksi
khusus terjadi saat lisogenik ?
Jawab : Karena pada tranduksi umum partikel fag yang terlibat diprooduksi
pada saat siklus litik, sedangkan pada transduksi khusus karena adanya profag
bakteri sehingga terjadi saat siklus lisogenik.

2. Bagaimana pembeda antara tranduksi umum dan khusus mengenai komponen


yang ditransduksi?
Jawab : tranduksi umum komponen yang ditransduksi adalah potongan acak
kromosom atau pada DNA, sedangkan pada tranduksi khusus komponen yang
ditransduksi adalah fragmen-fragmen tertentu dari sebuah kromosom.

(DEVI AYU MANDASARI)

1. Jelaskan yang dimaksud dengan sel-sel kompeten?


Jawaban: Sel-sel kompeten adalah sel-sel yang mampu secara aktif mengambil
fragmen DNA sehingga memungkinkan terjadinya proses transformasi. Sel-sel
kompeten memiliki factor kompeten yang diduga merupakan suatu protein
permukaan sel atau suatu enzim yang terlibat dalam pengikatan atau pengambilan
DNA. Sel-sel kompeten tersebut merupakan sel-sel resipien.
2. Sebutkan suatu enzim yang berperan dalam masuknya DNA donor ke dalam sel
resipien?
Jawaban: Enzim endonuklease spesifik / enzim translokasi DNA
3. Apa yang dimaksud pada tahap transformasi bahwa pengambilan DNA donor
yang bersifat irreversible?
Jawaban: pada saat pengambilan DNA donor, sel mengalami perubahan akibat
masuknya DNA donor ke dalam sel.