Anda di halaman 1dari 39

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini sangat pesat, hal ini dapat dilihat dari
begitu banyaknya software maupun hardware yang digunakan untuk membantu serta
mempermudah masyarakat dalam melakukan suatu pekerjaan dalam bidangnya masing-
masing. Salah satu produk dari kemajuan teknologi adalah sistem informasi, diharapkan
dengan diimplementasikannya sistem dapat membuat sebuah pekerjaan menjadi lebih
mudah, cepat dan efisien.
Pengolahan data yang dilakukan secara manual sudah mulai dihilangkan dan dirubah
menjadi sistem yang terkomputerisasi untuk memudahkan proses pengolahan data
sehingga bisa dilakukan dengan cepat dan tidak membutuhkan waktu yang cukup lama.
Selain itu, pengolahan dan pengaksesan data yang tidak menggunakan sistem biasanya
kurang efektif sehingga menghambat kinerja dari perusahaan atau instansi.
Bale ITE adalah salah satu instansi yang menggunakan sistem dan menghilangkan
pengolahan data secara manual. Bale ITE merupakan layanan umum UPTD Dinas
Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi
wadah komunikasi yang menghubungkan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan stakeholder pembangunan lainnya dalam
sistem pertukaran informasi yang mendukung interaksi timbal balik antar pelaku
pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Data pengunjung yang datang untuk mencari informasi dan menggunakan fasilitas
pada bale ITE berpengaruh sebagai tinjauan instansi kedepannya. Dengan adanya data
pengunjung yang berkunjung ke bale ITE membantu meningkatkan popularitas dan
eksistensi bale ITE di kalangan masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan sistem pendataan
yang lebih efisien dan efektif untuk menyimpan data pengunjung. Adanya pendataan
berbasis sistem informasi diperlukan sebagai fasilitas tambahan bale ITE, fasilitas
tambahan ini diharapkan memberikan manfaat pada berbagai pihak yang terkait salah
satunya yaitu pengunjung bale ITE. Manfaat yang dirasakan yaitu memudahkan
pengunjung dalam melakukan registrasi.

1
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka dibuat “Aplikasi Registrasi
Pengunjung pada Balai ITE Berbasis Website” dengan adanya sistem ini diharapkan
dapat memudahkan pengunjung untuk melakukan registrasi serta memudahkan pihak
instansi untuk mendata pengunjung yang berkunjung ke balai ITE. Selain digunakan
untuk registrasi, sistem yang dibuat juga digunakan sebagai media informasi bagi
pengunjung bale ITE.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalahnya adalah Bagaimana
merancang dan membangun aplikasi registrasi pengunjung berbasis website pada UPTD
Bale ITE Provinsi NTB ?

1.3 Batasan Masalah


Batasan masalah pada Praktek Kerja Lapangan ini yaitu :
a) Sistem tidak dipublikasi atau di-hosting oleh instansi.
b) Sistem digunakan pada bale ITE dan hanya dapat dikelola oleh admin bale ITE.
c) Sistem belum menggunakan tanda tangan digital sebagai validasi kehadiran
pengunjung.

1.4 Tujuan
Tujuan dari dilaksanakannya Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan di
UPTD Bale ITE Provinsi NTB ini adalah Membuat suatu aplikasi registrasi pengunjung
berbasis website yang dapat mencatat dan melakukan rekap data pengunjung yang datang
ke Bale ITE.

1.5 Manfaat
Manfaat dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan yang dilakukan selama dua bulan ini
sebagai berikut;
a) Mahasiswa yang melaksanakan kegiatan praktik kerja lapangan dapat menerapkan
pengetahuan dan keterampilannya dalam penyelesaian masalah yang berkaitan
dengan teknologi sistem informasi.

2
b) Menjalin hubungan kerja Antara pihak program studi teknik informatika Universitas
Mataram dengan instansi tempat melakukan kegiatan PKL
c) Mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa menerapkan ilmunya yang telah
didapatkan.
d) Menambah pengetahuan dan Pengalaman mhasiswa mengenai dunia kerja yang
sebenarnya,
e) Membantu mengefektif dan mengefisiensikan proses kerja pencatatan data
pengunjung pada UPTD Bale ITE Provinsi NTB.
f) Membantu petugas membuat laporan untuk data pengunjung.

3
BAB II

TINJAUAN INSTANSI

2.1 Sejarah Bale ITE Mataram


Pembangunan daerah adalah suatu proses di mana pemerintah daerah dan
masyarakatnya mengelola berbagai sumberdaya yang ada. Salah satunya adalah dengan
membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan lembaga donor, baik
dari sektor swasta maupun lembaga asing. Dalam pembangunan daerah, salah satu
penyebab yang menjadi tidak tepat sasaran serta tidak efektifnya pembangunan adalah
permasalahan data. Permasalahan ini timbul karena perbedaan angka dari berbagai
sumber akibat definisi, metode dan waktu yang berbeda. Hal ini menyebabkan kejelasan
pada data, tingkat kepercayaan terhadap data, akurasi dan segala hal yang berkaitan
dengan data menjadi berkurang atau menurun. Menyadari bahwa data dan informasi yang
tepat dan akurat mampu mendukung percepatan pembangunan daerah, maka Pemerintah
Provinsi Nusa Tenggara Barat menggagas kerja sama dengan Pemerintah Australia
melalui Program Australia Indonesia Partnership for Desentralisation (AIPD) untuk
mengelola Pusat Data Pembagunan Daerah. Pusat Data Pembangunan Daerah Provinsi
NTB ini di beri nama Bale Ite, yang dalam bahasa masyarakat Lombok Bale Ite memiliki
arti Rumah Kita. Hal ini tidak lepas dari komitmen Pemerintah Nusa Tenggara Barat yang
besar memberikan ruang atau tempat untuk Pusat Data Pembagunan Daerah Provinsi
Nusa Tenggara Barat. Pengelolaan data dan informasi pembagunan yang akurat menjadi
salah satu pilar utama yang harus di perhatikan untuk meningkatkan kualitas pembagunan
daerah. Hal tersebut juga termaktup dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang
Pemerintah Daerah, khususnya dalam pasal 274 yang menyebutkan bahwa perencanaan
pembangunan daerah didasarkan pada data dan informasi yang dikelola dalam sistem
informasi pembangunan daerah. Selain itu pemerintah juga di tuntut harus menyediakan
data dan informasi pembagunan sebagai implementasi dari Undang-undang Nomor 14
Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Pusat Data Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diberi nama Bale ITE tersebut
diresmikan oleh Gubenur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH M. Zainul Majdi pada
tanggal 10 September 2014. Saat diresmikan tersebut Bale Ite hanya menjadi unit yang

4
berada dibawah Subbidang Pelayanan Informasi pada Bidang Statistik – Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB. Seiring dengan
perkembangan regulasi yang berkaitan dengan penatausahaan kelembagaan pemerintah
daerah, maka sejak 3 Januari 2017 status Bale Ite menjadi unit tersendiri dan langsung
berada dibawah Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, dengan
nama “Unit Pelaksana Teknis Dinas – Balai Layanan Informasi, Teknologi dan Edukasi”
disingkat menjadi Bale ITE. Adapun struktur dari Bale ITE terdiri dari 1 orang
administrator (Kepala Balai) dan 3 orang pengawas (1 orang kepala subbagian dan 2
orang kepala seksi). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada struktur Bale ITE.

2.2 Profil Bale ITE Mataram


Pusat Data Pembangunan Daerah (PD2) merupakan layanan umum Bappeda yang
menjadi wadah/corong komunikasi yang menghubungkan BAPPEDA Provinsi Nusa
Tenggara Barat (NTB) dengan stakeholder pembangunan lainnya dalam sistem
pertukaran informasi yang mendukung interaksi timbal balik antar pelaku pembangunan
di Nusa Tenggara Barat

2.3 Visi Misi


a. Visi
Sebagai penyedia data terlengkap dan tempat diskusi yang nyaman
b. Misi
1. Meningkatkan pengelolaan, kuantitas dan kualitas data dan informasi pembangunan
2. Menjalin kerjasama dengan lembaga lain dalam penyediaan data dan informasi
pembangunan
3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik

5
2.4 Struktur Organisasi

Gambar 2.1 Struktur Organisasi UPTD Bale ITE Mataram

6
BAB III

LANDASAN TEORI

3.1. Konsep Dasar Sistem Informasi


3.1.1. Sistem
Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu
dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara
sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari
unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung
satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem
secara umum, yaitu :
1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur.
2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

Berikut ini beberapa pengertian sistem menurut para ahli :

1. Pengertian Sistem Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sistem adalah


kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan
tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata
adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada
dan terjadi.
2. Pengertian menurut John Mc Manaman (dalam Sutikno, M. Sobry. 2004 : 45), sistem
adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling
berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil
yang diinginkan secara efektif dan efesien.

3.1.2. Informasi
Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi, sehingga
informasi ini sangat penting di dalam suatu organisasi. Suatu sistem yang kurang
mendapatkan informasi akan menjadi luruh, kerdil dan akhirnya berakhir. Robert N.

7
Anthony dan John Dearden yang dikutip oleh Jogiyanto (2005 : 7) menyebutkan keadaan
dari sistem dalam hubungannya dengan keberakhirannya dengan istilah entropy.
Informasi yang berguna bagi sistem akan menghindari proses entropy yang disebut
dengan negatif entropy atau negentropy.

3.1.3. Sistem Informasi


Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi (information system) atau
disebut juga dengan processing systems atau information processing systems atau
information-generating systems. Sistem informasi didefinisikan oleh Robert A. Leith dan
K. Roscoe Davis yang dikutip Jagiyanto( 2005 : 11)
“Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat
manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan”
Sistem informasi memiliki komponen-komponen yang terdapat di dalamnya
yaitu terdiri dari blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis
data, blok kendali.

3.2. UML
UML (Unified Modelling Language) adalah bahasa yang mengambarkan cara kerja
maupun struktur dari suatu sistem yang dibuat terlebih menggunakan konsep OOP
(Object Oriented Programming) (Fowler, 2005), Dengan UML sebuah sistem dapat
dilihat dari struktur data yang diberikan, tingkah laku apa saja dari suatu objek hingga
aktivitas – aktivitas yang ada di dalamnya. UML sendiri sangat membantu sekali bagi
para pengembang dalam membuat rancangan sebelum program tersebut dibuat dan
membantu dalam pembuatan dokumentasi.
Pada UML itu sendiri terdapat beberapa Diagram diantaranya adalah Class
Diagram dan Activity Diagram dimana keduannya adalah sebagai berikut :

8
3.2.1. Class Diagram
Class Diagram adalah gambar yang menjelaskan struktur dari program yang akan
dibuat menggunakan konsep OOP (Object Oriented Programming). Class Diagram
menggambarkan bagaimana objek pada dunia nyata digambarkan pada struktur yang
biasa memiliki atribut dan method. Pada umumnya Class Diagram juga dapat
menunjukan hubungan antara relasi dari setiap class yang dibuat dan memperlihatkan
objek – objek yang menyusun dari sistem tersebut (Whitten, 2004).
Pada Class Diagram terdapat beberapa simbol dan beberapa cara penulisan
diantaranya sebagai berikut :

Tabel 3.1. Tabel Simbol Class Diagram

Simbol Nama Keterangan

Class adalah sebuah objek yang


menggambarkan sebuah keadaan nyata.
Class
Class memiliki: Nama kelas, atribut dan
method

Garis yang menghubungkan antara dua kelas


atau lebih dan menunjukkan bahwa kelas

Association yang terhubung menunjukkan sebuah relasi


seperti : one-to-one (1 – 1), one-to-many (1 –
M) , many-to-many (M – M)

Menggambarkan sebuah relasi dari sebuah


Composition
class yang tidak bisa berdiri sendiri

9
Aggregation Menujukkan sebuah bagian relasi agregasi

Menunjukkan operasi sebuah class yang


Dependency
menggunakan sebuah class lain.

3.2.2. Use Case Diagram


Use Case menurut Martin Fowler (Puspita, 2012) adalah teknik untuk merekam
persyaratan fungsional sebuah sistem. Use Case mendeskripsikan interaksi tipikal antara
para pengguna sistem dengan sistem itu sendiri, dengan memberi sebuah narasi tentang
bagaimana sistem tersebut digunakan. Use Case Diagram menampilkan aktor mana yang
menggunakan Use Case mana, Use Case mana yang memasukkan use case lain dan
hubungan antara aktor dan Use Case.

Tabel 3.2. Tabel Simbol Use Case Diagram

Simbol Nama Keterangan

Actor tersebut mempresentasikan


seseorang atau sesuatu (seperti perangkat,
sistem lain) yang berinteraksi dengan
sistem. Sebuah actor mungkin hanya

Actor memberikan informasi input-an pada


sistem, hanya menerima informasi dari
sistem atau keduanya menerima, dan
memberi informasi pada sistem.
Actor hanya berinteraksi dengan Use
Case, tetapi tidak memiliki kontrol

10
atas Use Case. Actor biasanya
digambarkan dengan stick
man . Actor dapat digambarkan secara
secara umum atau spesifik, dimana untuk
membedakannya digunakan suatu
hubungan atau relationship.

Gambaran fungsionalitas dari suatu sistem,


sehingga customer atau pengguna sistem
Use Case
paham dan mengerti mengenai kegunaan
sistem yang akan dibangun.

Association Menghubungkan link antar element.

Kelakuan yang harus terpenuhi agar sebuah


event dapat terjadi, dimana pada kondisi ini
<<include>> Include
sebuah Use Case adalah bagian dari Use
Case lainnya.

Sebuah element bergantung dalam


Dependency
beberapa cara ke element lainnya.

Biasa disebut juga inheritance atau


Generalization pewarisan sebuah elemen dapat merupakan
spesialisasi dari elemen lainnya.

3.2.3. Activity Diagram


Activity Diagram adalah cara untuk menggambarkan aktivitas – aktivitas yang
terdapat pada suatu sistem yang akan dibuat (Martin, 2005). Dengan activity Diagram,
alur dari kerja suatu sistem dapat dibuat dari awal hingga akhir. Activity Diagram
memperlihatkan siapa saja yang terlibat baik aktor maupun sistem serta memberikan
keterangan proses dari tiap bagian tersebut.

11
Pada Activity Diagram terdapat beberapa simbol dan beberapa cara penulisan
diantaranya sebagai berikut :

Tabel 3.3. Tabel Simbol Activity Diagram

Simbol Nama Keterangan

Menunjukkan sebuah
Activity
aktivitas yang dilakukan

Awal dari aktivitas suatu


Initial Node
sistem atau program

Activity Final Node Akhir dari suatu aktivitas

Decision Menujukkan sebuah pilihan

Menghubungkan antara
Line Connector simbol yang satu dan yang
lainnya

3.2.4. Sequence Diagram


Sequence Diagram menurut (Munawar, 2005) adalah grafik dua dimensi dimana
obyek ditunjukkan dalam dimensi horizontal, sedangkan lifeline ditunjukkan dalam
dimensi vertikal.

12
Tabel 3.4. Tabel Simbol Sequence Diagram

Simbol Nama Keterangan

Menggambarkan seseorang atau


Actor sesuatu (seperti perangkat, sistem lain)
yang berinteraksi dengan sistem

Mengambarkan interaksi antara satu


atau lebih actor dengan sistem,
memodelkan bagian dari sistem yang
Boundary
bergantung pada pihak lain
disekitarnya dan merupakan pembatas
sistem dengan dunia luar.

Menggambarkan “perilaku mengatur”,


mengkoordinasikan perilaku sistem
Control dan dinamika dari suatu sistem,
menangani tugas utama dan
mengontrol alur kerja suatu sistem

Menggambarkan informasi yang harus


Entity disimpan oleh sistem (struktur data
dari sebuah sistem)

Menggambarkan pesan/hubungan
Object Message antar obyek yang menunjukkan urutan
kejadian yang terjadi

13
Mengambarkan pesan/hubungan
Generalization obyek itu sendiri, yang menunjukkan
urutan kejadian yang terjadi

Menggambarkan pesan/hubungan
Return Message antar obyek, yang menunjukan urutan
kejadian yang terjadi.

Eksekusi obyek selama sequence


Lifeline (message dikirim atau diterima dan
aktifasinya)

3.3. ERD
ERD (Entity Relation Diagram) adalah cara untuk menggambarkan gambaran dari
dunia nyata yang akan diterapkan pada suatu database sebuah sistem. ERD melihat objek
nyata dapat sebagai sebuah entitas - entitas yang memiliki relasi antara entitas yang satu
ataupun yang lain. Dengan ERD sendiri dapat membantu mengurangi kesalahan –
kesalahan dalam melakukan perancangan database dari gambaran dunia nyata dan
struktur database seperti redudansi data , hubungan – hubungan antara entitas , dan lain
sebagainya. Pada ERD terdapat beberapa simbol dengan cara penulisan diantaranya
sebagai berikut :

14
Tabel 3.5. Tabel Simbol ERD

Simbol Nama Keterangan

Entitiy adalah objek dalam dunia nyata


Entitiy yang akan digambarkan dalam
lingkungan pemakai

Weak Entity (Entitas Lemah) adalah


entitas yang keberadaannya sangat
Weak Entity
bergantung dengan entitas lain dan bisa
dihadirkan ataupun tidak

Relationship menunjukkan adanya


Relationship
hubungan antara entitas yang berbeda

Atribute memberikan deskripsi dari


Atribute
entitas

Atribute unik yang mewakili dari


Key Atribute
sebuah entitas

15
Multi Value Atribute yang dapat diisi dengan lebih
Atribute satu nilai dengan jenis yang sama

Composite Atribute yang terdiri dari beberapa nilai


Atribute yang dapat dipecah sesuai kebutuhan

Derived Atribute yang dihasilkan dari atribute


Atribute yang lain

3.4. HTML
HTML adalah singkatan dari HyperText Markup Language yaitu bahasa
pemrograman standar yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, yang
kemudian dapat diakses untuk menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah
penjelajah web Internet (Browser). HTML dapat juga digunakan sebagai link link antara
file-file dalam situs atau dalam komputer dengan menggunakan localhost, atau link yang
menghubungkan antar situs dalam dunia internet. Supaya dapat menghasilkan tampilan
wujud yang terintegerasi Pemformatan hiperteks sederhana ditulis dalam berkas format
ASCII sehingga menjadi halaman web dengan perintah-perintah HTML.HTML
merupakan sebuah bahasa yang bermula bahasa yang sebelumnya banyak dipakai di
dunia percetakan dan penerbirtan yang disebut Standard Generalized Markup Language
(SGML).

3.5. CSS
CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets. Berisi rangkaian instruksi yang
menentukan bagiamana suatu text akan tertampil di halaman web. Perancangan desain
text dapat dilakukan dengan mendefinisikan fonts (huruf) , colors (warna), margin
(ukuran), background (latar belakang), ukuran font (font sizes) dan lain-lain. Elemen-

16
elemen seperti colors (warna) , fonts (huruf), sizes (ukuran) dan spacing (jarak) disebut
juga “styles”. Cascading Style Sheets juga bisa berarti meletakkan styles yang berbeda
pada layers (lapisan) yang berbeda. CSS terdiri dari style sheet yang memberitahukan
browser bagaimana suatu dokumen akan disajikan. Fitur-fitur baru pada halaman web
lama dapat ditambahkan dengan bantuan style sheet. Saat menggunakan CSS, Anda tidak
perlu menulis font, color atau size pada setiap paragraf, atau pada setiap dokumen. Setelah
Anda membuat sebuah style sheet, Anda dapat menyimpan kode tersebut sekali saja dan
dapat kembali menggunakannya bila diperlukan.

3.6. Javascript
JavaScript adalah bahasa pemrograman web yang bersifat Client Side Programming
Language. Client Side Programming Language adalah tipe bahasa pemrograman yang
pemrosesannya dilakukan oleh client. Aplikasi client yang dimaksud merujuk kepada web
browser seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox. Untuk menjalankan JavaScript, kita
hanya membutuhkan aplikasi text editor dan web browser. JavaScript memiliki fitur:
high-level programming language, client-side, loosely tiped dan berorientasi objek.

3.7. Bootstrap
Bootstrap adalah sebuah library framework CSS yang dibuat khusus untuk bagian
pengembangan front-end website. Bootstrap juga merupakan salah satu framework
HTML, CSS dan javascript yang paling populer di kalangan web developer yang
digunakan untuk mengembangkan sebuah website yang responsive. Sehingga halaman
website nantinya dapat menyesuaikan sesuai dengan ukuran monitor device (desktop,
tablet, phonecell ) yang digunakan pengguna disaat mengakses website website dari
browser. Pada mulanya bootstrap bernama "Twitter Blueprint" yang dikembankan oleh
Mark Otto dan Jacob Thornton di Twitter sebagai kerangka kerja untuk mendorong
konsistensi di alat internal.
Dengan menggunakan Bootstrap seorang developer dapat dengan mudah dan cepat
dalam membuat front-end sebuah website. Anda hanya perlu memanggil class-class yang
diperlukan, misalnya membuat tombol, grid, tabel, navigasi dan lainnya.

17
Bootsrap telah menyediakan kumpulan komponen class interface dasar yang telah
dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan sebuah tampilan yang menarik dan ringan.
Selain komponen class interface, bootsrap juga memiliki grid yang berfungsi untuk
mengatur layout pada halaman website. Selain itu developer juga dapat menambahkan
class dan CSS sendiri, sehingga memungkinkan untuk membuat desain yang lebih
variatif. Salah satu contoh website yang menggunakan framework bootsrap yaitu twitter.

3.8. PHP
PHP adalah singkatan dari "PHP: Hypertext Prepocessor", yaitu bahasa
pemrograman yang digunakan secara luas untuk penanganan pembuatan dan
pengembangan sebuah situs web dan bisa digunakan bersamaan dengan HTML. PHP
diciptakan oleh Rasmus Lerdorf pertama kali tahun 1994. Pada awalnya PHP adalah
singkatan dari "Personal Home Page Tools". Selanjutnya diganti menjadi FI ("Forms
Interpreter"). Sejak versi 3.0, nama bahasa ini diubah menjadi "PHP: Hypertext
Prepocessor" dengan singkatannya "PHP". PHP versi terbaru adalah versi ke-7.
Berdasarkan survei Netcraft pada bulan Desember 1999, lebih dari sejuta website
menggunakan PHP, di antaranya adalah NASA, Mitsubishi, dan RedHat. Agar dapat
mengakses halaman PHP dari web browser, maka anda harus menginstall aplikasi web
server seperti XAMPP dan menempatkan file PHP di dalam folder khusus yang
merupakan folder home dari web server. Misalnya pada XAMPP file PHP-nya harus
ditempatkan pada direktori C:\xampp\htdocs.

3.9. Laravel
Laravel adalah sebuah framework PHP yang dirilis dibawah lisensi MIT, dibangun
dengan konsep MVC (Model View Controller). MVC adalah sebuah pendekatan
perangkat lunak yang memisahkan aplikasi logika dari presentasi. MVC memisahkan
aplikasi berdasarkan komponen-komponen aplikasi, seperti : manipulasi data, controller,
dan user interface.
1. Model, model mewakili struktur data, model berisi fungsi-fungsi yang membantu
pengelolaan basis data.

18
2. View, view adalah bagian yang mengatur tampilan ke pengguna, view disebut sebagai
halaman website.
3. Controller, controller merupakan bagian yang menjembatani model dan view.

3.10. MySQL
Menurut Hendra Kurniawan, Eri dan Nur (Puspita, 2012), SQL (Structured Query
Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis
data relasional. SQL juga dapat diartikan sebagai antar muka standar untuk sistem
manajemen basis data relasional, termasuk sistem yang beroperasi pada komputer pribadi.
SQL memungkinkan seorang pengguna untuk mengakses informasi tanpa mengetahui
dimana lokasinya atau bagaimana informasi tersebut disusun.
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa
Inggris: database management system) atau DBMS yang multi thread, dan multi-user.
MySQL dimiliki dan di sponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB,
dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia
dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan
Larsson, dan Michael "Monty" Widenius.
MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang
didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License), dimana
setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk
turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu
konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL
adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan
pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah
secara otomatis.

3.11. Sublime Text Editor


Sublime Text Editor adalah editor teks untuk berbagai bahasa pemograman
termasuk pemograman PHP. Sublime Text Editor merupakan editor text lintas-platform
dengan Python application programming interface (API). Sublime Text Editor juga

19
mendukung banyak bahasa pemrograman dan bahasa markup, dan fungsinya dapat
ditambah dengan plugin, dan Sublime Text Editor tanpa lisensi perangkat lunak.
Sublime Text Editor pertama kali dirilis pada tanggal 18 januari 2008, dan sekarang versi
Sublime Text Editor sudah mencapai versi 3 yang dirilis pada tanggal 29 januari 2013.
Sublime Text Editor mendukung operation system seperti Linux, Mac Os X, dan juga
Windows. Sangat banyak fitur yang tersedia pada Sublime Text Editor diantarnya
minimap, membuka script secara side by side, bracket highlight sehingga tidak bingung
mencari pasangannya, kode snippets, drag and drop direktori ke sidebar terasa mirip
dengan TextMate untuk Mac OS.

20
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Analisis Aplikasi Registrasi Pengunjung pada UPTD Bale ITE Berbasis Web
Pada bagian ini dilakukan analisa terhadap sistem lama atau sistem yang sedang
berjalan pada instansi sehingga dapat mengetahui kekurangan dari sistem yang ada untuk
diperbaiki pada sistem yang baru.

4.1.1 Analisis Sistem Lama


UPTD Bale ITE dalam pendataan pengunjung masih menggunakan Microsoft
Excel sebagai media registrasi pengunjung. Data pengunjung yang ada disimpan dalam
satu file excel dan diakses hanya pada satu komputer yang sudah disediakan. Hal ini
membuat petugas kurang efisien dalam mengelola data pengunjung. Proses penggunaan
sistem lama digambarkan dalam bentuk flowchart. Flowchart sistem dapat dilihat pada
gambar 4.1.

Gambar 4.1 Flowchart proses sistem lama


Pada Gambar 4.1 pengunjung datang ke Bale ITE, kemudian mengisi data pada
komputer yang disediakan dengan aplikasi Microsoft excel. Apabila pengunjung sudah

21
mengisi data maka pengunjung pergi ke tempat yang dituju sesuai dengan data tujuan
yang diisi. Apabila belum mengisi data maka pengunjung diarahkan untuk mengisi data
terlebih dahulu.

4.1.2 Analisis Sistem Baru


Aplikasi registrasi pengunjung ini digunakan untuk mendata data pengunjung
yang berkunjung ke bale ITE. Sistem registrasi dapat melakukan rekap data yang dikelola
oleh admin bale ITE. Sistem juga menampilkan informasi-informasi bagi pengunjung
yaitu berupa fasilitas-fasilitas yang tersedia pada bale ITE dan daftar agenda kegiatan
yang dilakukan di dalam dan di luar bale ITE. Proses penggunaan sistem baru dijelaskan
dengan menggunakan flowchart yang digambarkan pada Gambar 4.2.

Gambar 4.2 Flowchart proses sistem baru


Pada Gambar 4.2 pengunjung datang ke Bale ITE, kemudian melihat agenda,
melihat fasilitas, dan mengisi data pada komputer yang disediakan dengan aplikasi
registrasi pengunjung berbasis web. Apabila data sudah diisi maka pengunjung pergi ke
tempat tujuan, apabila belum maka pengunjung disarankan mengisi data terlebih dahulu.

22
4.2 Desain Sistem
Pada program aplikasi manajemen data dan informasi ini terdapat lima diagram
yaitu Class Diagram, Use Case Diagram, Sequence Diagram, Activity Diagram, dan
Entity Relationship Diagram.

4.2.1 Use Case Diagram


Berikut merupakan use case diagram dari aplikasi registrasi pengunjung pada
UPTD bale ITE berbasis web :

Gambar 4.3 Use case diagram

Pada gambar 4.3 digambarkan use case pada aplikasi registrasi pengunjung bale
ITE. Admin pada kelola data pengunjung dapat melakukan rekap data, dan user dapat
melakukan isi data pada kelola data pengunjung. Admin pada kelola agenda dapat
melakukan tambah, edit, dan hapus agenda. User pada kelola agenda hanya dapat melihat
agenda yang ada pada sistem. Admin harus melakukan registrasi terlebih dahulu untuk
dapat melakukan login, sehingga dapat melakukan kelola data pengunjung dan kelola
agenda pada sistem.

23
4.2.2 Class Diagram
Class Diagram ini mengGambarkan hubungan antara relasi dari setiap kelas yang
ada pada aplikasi registrasi pengunjung bale ITE. Class diagram ini menGambarkan
struktur dari entitas yang memiliki atribut dan method.
Berikut class diagram sistem registrasi pengunjung bale ITE :

Gambar 4.4 Class diagram sistem registrasi pengunjung


Pada Gambar 4.4 dapat dilihat keterhubungan antar kelas yang terdapat pada
Aplikasi Registrasi Pengunjung Bale ITE. Kelas AgendaController, RegistrasiController,
AdminController, ExcelController, dan LoginController mewarisi semua method yang
ada pada Controller sehingga kelas-kelas tersebut dikatakan sebagai controller yang
mengatur lalu lintas setiap data dan view pada sistem. Kelas Admin, Agenda, dan
Registrasi mewarisi semua method yang ada pada Model sehingga tiga kelas ini dikatakan
sebagai model yang mengatur eksekusi database dari sistem.

4.2.3 Sequence Diagram


a. Kelola Data Pengunjung
Pada aplikasi registrasi pengunjung uptd bale ite admin dapat mengelola data
pengunjung yaitu melakukan rekap data pengunjung. Pada halaman admin, admin
menekan tombol rekap dibawah tabel data pengunjung. Data pada controller excel
dikirim ke ModelExcel untuk dilakukan eksekusi database dalam hal ini rekap data

24
menjadi file excel yang didapatkan dari controller. Dari model mengirimkan ke controller
pemberitahuan download kemudian controller mengirim ke interface bahwa download
berhasil.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram skuensial Gambar 4.5

Gambar 4.5 Sequence diagram proses mengelola data pengunujung


b. Kelola Agenda
Pada aplikasi registrasi pengunjung uptd bale ite admin dapat melakukan kelola
agenda seperti tambah, edit, dan hapus data.
- Menambah agenda, admin pada halaman admin mengisi form tambah kemudian
menekan tombol tambah. Data melalui controller admin dikirim ke ModelAdmin untuk
dilakukan eksekusi database dalam hal ini create dengan data yang didapatkan dari
controller.
- Mengedit agenda, admin pada halaman admin menekan tombol edit pada tabel
agenda, kemudian mengisi form agenda yang akan dirubah. Data melalui controller
admin dikirim ke ModelAdmin untuk dieksekusi database dalam hal ini edit dengan data
yang didapat dari controller. Dari model mengirimkan langsung ke interface bahwa data
sudah berhasil diedit.
- Menghapus agenda, admin pada halaman admin menekan tombol hapus pada
tabel daftar agenda. Data melalui controller admin dikirim ke ModelAdmin untuk
dieksekusi database dalam hal ini destroy dengan data yang didapat dari controller.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram skuensial Gambar 4.6.

25
Gambar 4.6 Sequence diagram proses mengelola agenda

c. Input Data Pengunjung


Pada aplikasi registrasi pengunjung uptd bale ite user dapat melakukan input data,
user mengisi form data pengunjung pada halaman user kemudian menekan tombol
masuk. Data melalui controller registrasi dikirim ke ModelRegistrasi untuk dilakukan
eksekusi database dalam hal ini store dengan data yang didapatkan dari controller.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat diagram skuensial Gambar 4.7

Gambar 4.7 Sequence diagram proses input data pengunjung

26
4.2.4 Activity Diagram
Menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk mendeskripsikan
aktivitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk
aktivitas lainnya. Adapun beberapa diagram aktivitas yang terdapat pada sistem adalah
sebagai berikut :
a. Diagram aktivitas rekap data pengunjung

Gambar 4.8 Diagram aktivitas rekap data


Pada Gambar 4.8 sistem menampilkan tampilan admin yang berisi tabel data
pengunjung, petugas memilih rekap data, kemudian sistem menampilkan pemberitahuan
download file, petugas melakukan download file excel, download akan diolah pada
database sesuai dengan perintah download pada sistem.
b. Diagram aktivitas kelola agenda
- Tambah agenda
Sistem menampilkan tampilan admin yang berisi agenda, petugas memilih
menambah agenda, kemudian sistem menampilkan form dan petugas mengisi form, isi
form akan diolah pada database dengan perintah ditambah. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada gambah 4.9 berikut :

27
Gambar 4.9 Diagram aktivitas tambah agenda

- Edit agenda

Gambar 4.10 Diagram aktivitas edit agenda

28
Pada Gambar 4.10 sistem menampilkan tampilan admin yang berisi agenda, petugas
memilih edit agenda, kemudian sistem menampilkan form edit dan petugas mengisi form
edit agenda. Isi form akan diolah pada database sesuai dengan perintah edit.
- Hapus agenda
Sistem menampilkan tampilan admin yang berisi agenda, petugas memilih
menghapus agenda pada sistem, kemuadian sistem melakukan pengolahan pada database
sesuai dengan perintah hapus. Agenda yang dipilih akan terhapus dari sistem. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.11.

Gambar 4.11 Diagram aktivitas hapus agenda


c. Diagram aktivitas input data pengunjung
Sistem menampilkan tampilan user yang berisi daftar pengunjung, user akan
memilih input data, kemudian sistem menampilkan form input data, user mengisi form,
isi form akan diolah oleh sistem pada database sesuai dengan perintah input. Kemudian
data yang dimasukkan akan disimpan dalam database sistem. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada gambar 4.12 berikut :

29
Gambar 4.12 Diagram aktivitas input data pengunjung
d. Diagram aktivitas login admin

Gambar 4.13 Diagram aktivitas login admin

30
Pada Gambar 4.13 sistem menampilkan tampilan user, petugas memilih login
admin, kemudian sistem menampilkan form login, petugas mengisi form, isi form akan
diolah oleh sistem pada database sesuai dengan perintah login.

4.2.5 Entity Relationship Diagram (ERD)


Berikut adalah ERD dari Aplikasi Registrasi Pengunjung UPTD Bale ITE Berbasis
Web :

Gambar 4.14 ERD aplikasi registrasi pengunjung


Berdasarkan ERD pada Gambar 4.14 maka didapatkan tabel-tabel sebagai berikut
:
Tabel 4.1 Tabel agenda

Field Type Null Default


id int(10) No Primary Key
ruangan varchar(15) No None
waktu varchar(20) No None
keterangan varchar(100) No None
created_at timestamp Yes None
update_at timestamp Yes None

Tabel 4.2 Tabel registrasi


Field Type Null Default
nomor int(10) No Primary Key

31
nama varchar(20) No None
kelamin varchar(10) No None
pekerjaan varchar(15) No None
instansi varchar(20) No None
tujuan varchar(30) No None
maksud varchar(50) No None
keterangan varchar(100) No None
created_at timestamp Yes None
updated_at timestamp Yes None
Tabel 4.3 Tabel admin
Field Type Null Default
id int(10) No Primary Key
nama varchar(20) No None
email varchar(30) No None
password varchar(15) No None
remember_token varchar(100) Yes None
created_at timestamp Yes None
update_at timestamp Yes None

4.2.6 Rancangan Interface Sistem


Berikut adalah rancangan interface dari Aplikasi Registrasi Pengunjung UPTD
Bale ITE Berbasis Web sebagai berikut :
a. Halaman User
Halaman user merupakan halaman awal yang akan terbuka ketida sistem diakses.
Pada halaman ini terdapat form input data oleh pengunjung, dan terdapat beberapa tabel
yaitu daftar pengunjung dan tabel agenda. Selain itu pada halaman user juga terdapat
daftar fasilitas pada instansi berupa slide show. Rancangan interface pada halaman user
dapat dilihat pada gambar berikut :

32
Gambar 4.15 Rancangan interface halaman user

b. Halaman Admin
Halaman admin merupakan halaman yang akan ditampilkan apabila admin berhasil
melakukan login pada halaman user. Pada halaman admin terdapat dua tabel yaitu tabel
daftar pengunjung dan tabel agenda, selain itu pada halaman admin dapat dilakukan rekap
data, tambah agenda, edit agenda dan hapus agenda. Halaman admin juga menampilkan
daftar fasilitas yang disediakan oleh instansi. Rancangan interface pada halaman admin
dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 4.16 Rancangan interface halaman admin

33
c. Halaman Login
Halaman login merupakan halaman yang digunakan oleh admin untuk masuk ke
halaman admin, halaman login memiliki sebuah form untuk mengisi data admin yang
terdaftar. Pada header halaman login terdapat tombol register yang digunakan untuk
mendaftar sebagai admin. Rancangan interface pada halaman login dapat dilihat pada
gambar berikut :

Gambar 4.17 Rancangan interface halaman login


d. Halaman Edit Agenda
Halaman edit agenda adalah halaman yang digunakan admin untuk meng-update
agenda yang sudah dibuat, pada halaman ini terdapat sebuah form untuk melakukan edit
agenda. Rancangan interface pada halaman edit agenda dapat dilihat pada gambar
berikut:

Gambar 4.18 Rancangan interface halaman edit agenda

34
4.3 Implementasi Sistem
Pada inplementasi sistem rancangan-rancangan yang sudah dibuat
diimplementasikan kedalam bentuk program dengan menggunakan bahasa
pemrograman.
4.3.1 Implementasi Database Sistem
Berikut implementasi database dari Aplikasi Registrasi Pengunjung UPTD Bale
ITE Berbasis Web :
a. Implementasi tabel agenda
Implementasi tabel agenda yaitu dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 4.19 Implementasi tabel agenda


b. Implementasi tabel registrasi
Implementasi tabel registrasi yaitu dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 4.20 Implementasi tabel registrasi

35
c. Implementasi tabel login admin
Implementasi tabel login yaitu dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 4.21 Implementasi tabel login admin

4.3.2 Implementasi Interface Sistem


Berikut implementasi tampilan (interface) program dari Aplikasi Registrasi
Pengunjung UPTD Bale ITE Berbasis Web

Gambar 4.22 Halaman user


Gambar 4.22 merupakan tampilan halaman user pada sistem. Pada halaman ini
terdapat dua tabel yaitu tabel daftar pengunjung dan tabel agenda, terdapat form input
data yang digunakan untuk mengisi data diri pengunjung yang datang ke bale ITE. Selain

36
itu pada halaman ini terdapat calendar dan fasilitas pada bale ITE. Pada header terdapat
tombol login yang digunakan oleh admin untuk masuk ke halaman admin.

Gambar 4.23 Halaman login


Gambar 4.23 merupakan halaman login pada sistem. Pada halaman ini terdapat
sebuah form yang digunakan untuk mengisi email/username dan password admin.

Gambar 4.24 Halaman admin


Gambar 4.24 merupakan tampilan halaman admin. Pada halaman ini terdapat dua
tabel yaitu tabel daftar pengunjung dan tabel agenda, pada tabel daftar pengunjung
terdapat tombol rekap yang berfungsi untuk melakukan rekap data pengunjung bale ITE.

37
Pada halaman ini juga terdapat form untuk melakukan tambah agenda, tombol edit untuk
menuju form edit agenda dan tombol hapus agenda. Selain itu halaman ini juga
menampilkan calendar dan fasilitas pada bale ITE.

Gambar 4.25 Halaman edit agenda


Gambar 4.25 merupakan tampilan halaman edit agenda. Pada halaman ini terdapat
sebuah form untuk melakukan edit terhadap agenda yang akan diubah.

38
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil implementasi dan pengujian sistem dapat diambil beberapa kesimpulan
antara lain:
1. Sistem registrasi pengunjung berhasil dibuat dengan menggunakan framework
Laravel 5.5.
2. Aplikasi registrasi pengunjung UPTD bale ITE berbasis web dapat menampilkan
statistik pengunjung berdasarkan pekerjaan, instansi, dan jenis kelamin.
3. Sistem dapat memudahkan admin untuk mengolah data pengunjung seperti
mengklasifikasi data pengunjung berdasarkan pekerjaan, instansi dan tanggal
berkunjung.

5.2 Saran
Berdasarkan hasil evaluasi sistem, penambahan atau pengembangan sistem
diperlukan untuk menghasilkan sistem yang lebih efektif membantu admin Bale ITE.
Salah satu penambahan fitur yang diperlukan sistem yaitu tanda tangan secara digital
pada sistem sebagai validasi kehadiran pengunjung.

39