Anda di halaman 1dari 4

Kinerja Bidan

1. Definisi Kinerja

Kinerja SDM merupakan istilah yang berasal dari job performance atau

Actual Performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai

seseorang). Definisi kinerja karyawan yang dikemukakan Bambang Kusriyanto

adalah :”perbandingan hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan

waktu (lazimnya per jam)”. Ahli yang lain mendefinisikan bahwa kinerja

merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis

organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribuisi pekerjaanya. Kinerja

juga dapat diartikan tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara

mengerjakannya. Dapat disimpulkan bahwa kinerja SDM adalah prestasi kerja atau hasil
kerja (output) baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai SDM persatuan

periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab

yang diberikan kepadanya.

Penilaian prestasi kerja (Performance appraisal) adalah seorang karyawan

melakukan pekerjaannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya”. Penilaian

pegawai merupakan evaluasi yang sistematis dari pekerjaan pegawai dan potensi

yang dapat dikembangkan. Penilaian dalam proses penafsiran atau penentuan nilai,

kualitas atau status dari beberapa objek orang ataupun sesuatu (barang).

Berdasarkan beberapa pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa

evaluasi kinerja adalah penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk

mengetahui hasil pekerjaan karyawan dan kinerja organisasi. Di samping itu, juga

untuk menentukan pelatihan kerja secara tepat, memberikan tanggung jawab yang

sesuai kepada karyawan sehingga dapat melaksanakan pekerjaan yang lebih baik di

masa mendatang dan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan dalam hal promosi

jabatan atau penentuan imbalan.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja


Faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja adalah faktor kemampuan

(ability) dab faktor motivasi (motivation). Penjelasan lebih lanjut adalah sebagai

berikut:

a. Faktor kemampuan (Ability)

Secara psikologis, kemampuan (ability) terdiri dari kemampuan potensi (IQ)

dan kemampuan reality (knowledge + skill). Artinya, pimpinan dan karyawan

yang memiliki IQ di atas rata-rata (IQ 110 – 120 ) apalagi IQ superior, very

superior, gifted dan genius dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya

dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka akan lebih mudah

mencapai kerja maksimal

b. Faktor motivasi (motivation)

Motivasi artinya suatu sikap (attitude) pimpinan dan karyawan terhadap situasi

kerja (situation) di lingkungan organisasinya. Mereka yang bersikap positif (pro) terhadap
situasi kerjanya akan menunjukkan motivasi kerja tinggi dan

sebaliknya jika mereka bersikap negatif (kontra) terhadap situasi kerjanya akan

menunjukan motivasi kerja yang rendah. Situasi kerja yang dimaksud mencakup

antara lain hubungan kerja, fasilitas kerja, iklim kerja, kebijakan pimpinan, pola

kepemimpinan kerja dan kondisi kerja.

Perilaku dan kinerja dibedakan menjadi tiga variabel yaitu meliputi:

(1)Variabel individu : pengetahuan, beban kerja, kepuasan, latar belakang,

karakteristik atau demografii yang terdiri dari: usia, jenis kelamin, masa kerja

dan pendidikan

(2)Variabel organisasi : sumber daya, kepemimpinan, supervisi, imbalan atau

insentif, kebijakan, struktur organisasi, desain pekerjaan (kerjasama tim)

(3)Variabel psikologis: persepsi, sikap, kepribadian, belajar, motivasi

Kinerja (performance) dipengaruhi juga oleh tiga faktor, yaitu:

(1) Faktor individual yang terdiri dari: kemampuan dan keahlian, latar belakang,
demografi;

(2) Faktor psikologis yang terdiri dari: persepsi, attitude, personality,

pembelajaran, motivasi ;

(3) Faktor organisasi yang terdiri dari: sumber daya, kepemimpinan,

penghargaan, struktur, job design

Kinerja individu adalah hasil kerja karyawan baik dari segi kualitas

maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang telah ditentukan. Kinerja

individu ini akan tercapai apabila didukung oleh atribut individu, upaya kerja

(work effort) dan dukungan organisasi.

Dengan kata lain, kinerja individu adalah hasil:

(1)Atribut individu, yang menentukan kapasitas untuk mengerjakan sesuatu.

Atribut individu meliputi faktor individu (kemampuan dan keahlian, latar

belakang serta demografi) dan faktor psikologis meliputi persepsi, attitude,

personality, pembelajaran dan motivasi.

(2)Upaya kerja (work effort), membentuk keinginan untuk mencapai sesuatu. (3)Dukungan
organisasi, yang memberikan kesempatan untuk berbuat sesuatu.

Dukungan organisasi meliputi sumber daya, kepemimpinan, lingkungan

kerja, struktur organisasi dan job design.

Teori hereditas berpandangan bahwa hanya faktor individu (termasuk

juga faktor keturunannya) yang sangat menentukan seorang individu mampu

berprestasi dalam melakukan suatu kegiatan atau tidak; sedangkan teori

lingkungan berpandangan bahwa hanya faktor lingkungan yang sangat

menentukan seorang individu mampu berprestasi atau tidak. Pendapat lain

adalah teori William stern yang dikenal dengan teori konversi William Stern

bahwa faktor-faktor penentu prestasi kerja individu adalah:

(1)Faktor individu

Secara psikologis, individu yang normal adalah individu yang memiliki


integritas yang tinggi antara fungsi psikis (rohani) dan fisiknya (jasmaniah).

Adanya integritas yang tinggi antara fungsi dan fisik, maka individu tersebut

memiliki konsentrasi diri yang baik. Konsentrasi yang baik ini merupakan

modal utama individu manusia untuk mampu mengelola dan

mendayagunakan potensi dirinya secara optimal dalam melaksanakan

kegiatan atau aktivitas kerja sehari-hari dalam mencapai tujuan organisasi.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, tanpa adanya

konsentrasi yang baik dari individu dalam bekerja, maka mimpi pimpinan

mengharapkan mereka dapat bekerja produktif dalam mencapai tujuan

organisasi. Pada umumnya, individu yang mampu bekerja dengan penuh

konsentrasi apabila ia memiliki tingkat intelegensi minimal normal dengan

tingkat kecerdasan emosi baik (tidak merasa bersalah yang berlebihan, tidak

mudah marah, tidak dengki, tidak cemas, memiliki pandangan dan pedoman

hidup yang jelas berdasarkan kitab sucinya).

(2)Faktor lingkungan organisasi

Faktor lingkungan kerja organisasi sangat menunjang bagi individu dalam

mencapai prestasi kerja. Faktor lingkungan organisasi yang dimaksud antara

uraian jabatan yang jelas, autoritas yang memadai, target kerja yang menantang, pola
komunikasi kerja efektif, hubungan kerja harmonis, iklim

kerja respek dan dinamis, peluang berkarier dan fasilitas kerja yang relatif

memadai.