Anda di halaman 1dari 3

4.

1 Asas, Prinspi dan Tujuan Koperasi

Tujuan Berdirinya Koperasi

Koperasi mempunyai tujuan yang menitikberatkan pada kepentingan anggotanya sehingga


bukan untuk menimbun kekayaan sendiri. Tujuan koperasi adalah :

1.Bagi produsen, adanya keinginan untuk menawarkan barang dengan harga yang relatif
tinggi.

2.Bagi konsumen, adanya keinginan untuk mendapatkan barang kualitas baik dengan harga
yang relatif rendah.

3.Bagi usaha kecil, adanya keinginan untuk memperoleh modal usaha ringan dan
mengadakan suatu usaha bersama.

Asas Koperasi

Koperasi mempunyai dua asas utama, yaitu asas kekeluargaan dan asas gotong
royong. Asas kekeluargaan berarti, setiap anggota koperasi mempunyai kesadaran untuk
melakukan yang terbaik pada setiap kegiatan koperasi serta hal-hal yang dianggap berguna
untuk semua anggota dalam sebuah koperasi tersebut. sedangkan asas gotong royong
berarti, setiap anggota koperasi mempunyai toleransi, tidak egois dan juga individualis,
serta mau bekerja sama dengan anggota lainnya.

Prinsip Koperasi

Prinsip adalah hal yang menjadi panutan dan pedoman. Prinsip-prinsip koperasi
merupakan garis-garis yang dijadikan penuntut dan digunakan oleh koperasi untuk
mengaplikasikan tuntunan tersebut dalam praktik berkoperasi. Prinsip koperasi meliputi
keanggotaan sukarela dan terbuka, pengendalian oleh anggota secara demokratis,
partisipasi ekonomi anggota, otonomi dan kebebasan, pendidikan pelatihan dan informasi,
kerjasama antar koperasi, dan kepedulian terhadap komunitas.
4.2 Kriteria-Kriteria Koperasi

Beberapa kriteria koperasi dapat dilihat dari :

1. Peningkatan keanggotaan perorangan. Ada dua faktor keanggotaan yang perlu


diperhatikan yaitu :
- kemampuan ekonomi, digerakkan untuk keperluan menyusun investasi, lalu
- tingkat kecerdasan anggota, merupakan penentu mutu manajemen.
2. Peningkatan modal,merupakan salah satu indikator utama dari kemandirian koperasi.
3. Peningkatan pelayanan kepada anggota dan masyarakat.Kriteria ini sukar dihitung secara
kuantitatif. Anggota dapat merasakan efeknya dengan membandingkan sebelum dan
sesudah ada koperasi. Sedangkan masyarakat dapat merasakannya melalui pelayanan
yang diberikan.

4.3 Aspek- Aspek Dalam Koperasi

Sebagai organisasi ekonomi sebagaimana juga pelaku-pelaku ekonomi yang lain harus
memperhitungkan produktivitas, efisiensi serta efektifitas;sebagai gerakan yang mempersatukan
kepentingan yang sama guna diperjuangkannya secara bersama-sama secara serempak dan lebih
baik, sehingga dimungkinkannya ditempatkan semacam perwakilan;memiliki segi sosial dan
moral yang dianggap mewarnai kehidupan koperasi yang di dalam kegiatannya harus
mempertimbangkan norma-norma sosial ataupun moral yang berlaku di mana koperasi melakukan
kegiatannya;merupakan suatu sistim ekonomi, yangdilandasi semangat cooperatisme; merupakan
filsafatekonomi dengan tujuan ilmu pengetahuan;

Dengan perkembangan pengertian koperasi sebagaimana dikemukakan tersebut, dapatlah ditarik


suatu pengertian bahwa koperasi memiliki pengertian yang dinamik. Sedangkan di sisi lain
koperasi sebagai organisasi ekonomi mempedomani sendi-sendi dasarnya (principles) memiliki
perbedaan mendasar dengan organisasi ekonomi yang lain.
https://www.google.co.id/search?safe=strict&source=hp&ei=rO6oW7KjCMrwvATShL6ACw&
q=aspek-aspek+koperasi&oq=aspek-aspek+koperasi&gs_l=psy-

ab.3..35i39k1j0i22i30k1l6.5256.13224.0.13635.32.25.2.0.0.0.900.5110.2-
10j3j2j0j1.16.0....0...1.1.64.psy-
ab..15.14.4242.0..0j0i131k1j0i203k1j0i13k1j0i20i263k1.0.7iOrG9Knhpc

https://marlen84.wordpress.com/2011/11/27/kriteria-koperasi-sukses-beserta-contohnya/

http://bunda-bisa.blogspot.com/2013/04/filosofi-aspek-konsep-dan-aliran.html