Anda di halaman 1dari 6

Disaster

Mitigasi Gempa Bumi

Oleh
Nama : Safitri Iyabu
Kelas : A Nurse B

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO


FAKULTAS ILMU KESEHATAN KEOLAHRAGAAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
T.A 2018/2019
MITIGASI GEMPA BUMI

A. Definisi Mitigasi Secara Umum


Mitigasi adalah suatu proses tindakan pencegahan untuk
meminimalkan dampak negatif bencana alam seperti gempa bumi terhadap
manusia, harta benda, infrastruktur dan lingkungan, baik kesiapan ataupun
tindakan-tindakan pengurangan resiko jangka panjangnya. Mitigasi mencakup
perencanaan dan pelaksanaan tindakan-tindakan untuk mengurangi resiko
yang terkait dengan bahaya-bahaya yang ditimbulkannya.
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko
bencana,baik melalui pengembangan fisik maupun penyadaran dan
peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana(Pasal 1 Ayat 6 PP No
21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana)
Dalam mitigasi bencana khususnya gempa bumi perlu diketahui
beberapa karakteristik dari gempa yaitu Berlangsung dalam waktu singkat,
berpotensi berulang kembali (gempa susulan) dan belum dapat
diprediksi/diperkirakan, Lokasi kejadian hanya tertentu saja, Akibatnya dapat
menimbulkan kerusakan, Tidak dapat dicegah tetapi akibat yang ditimbulkan
dapat dikurangi
B. Merumuskan tentang Mitigasi Gempa
Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan
energi di dalam bumi secara tiba tiba yang di tandai dengan patahnya lapisan
batuan pada kerak bumi. Penyebab terjadinya gempa bumi di bedakan jadi 3
jenis yaitu :
1. Gempa Vulkanik adalah gempa bumi yang di sebabkan oleh letusan
gunung api.
2. Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena adanya pelepasan
energi yang telah lama tertimbun tersebut. Gempa tektonik biasanya jauh
lebih kuat getarannya dibandingkan dengan gempa vulkanik, maka getaran
gempa yang merusak bangunan kebanyakan disebabkan oleh gempa
tektonik. Gempa tektonik memiliki kekuatan yang dahsyat.
3. Gempa runtuhan atau terban di sebabkan oleh tanah longsor. Tipe gempa
seperti ini hanya berdampak kecil dan wilayahnya sempit.

Adapun cara yang dilakukan yang dilakukan untuk menghadapi gempa bumi
yaitu:
Bila berada di luar ruangan:
1. Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik,
papan reklame, pohon yang tinggi dan sebagainya.
2. Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka.
3. Jauhi rak-rak dan kaca jendela.
Bila berada di dalam ruangan umum:
1. Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi
orang.
2. Jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, lemari, kaca jendela
dan sebagainya.
Bila sedang mengendarai kendaraan:
1. Segera hentikan di tempat yang terbuka.
2. Jangan berhenti di atas jembatan atau di bawah jembatan layang/jembatan
penyeberangan.
Bila sedang berada di pusat perbelanjaan, bioskop, dan lantai dasar mall:
1. Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan.
2. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
Bila sedang berada di dalam lift:
1. Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau kebakaran. Lebih
baik menggunakan tangga darurat.
2. Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka
tekanlah semua tombol.
3. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah.
4. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan
menggunakan interphone jika tersedia.
Bila sedang berada di dalam kereta api:
1. Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh
seandainya kereta dihentikan secara mendadak
2. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta
3. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan
mengakibatkan kepanikan
Bila sedang berada di gunung/pantai:
1. Ada kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung
ke tempat aman.
2. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika Anda merasakan
getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran
yang tinggi.
Dengarkan informasi:
Saat gempa bumi terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk
mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan
bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh
informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan
bertindak karena informasi yang tidak jelas.
Resiko yang ditimbulkan oleh bencana gempabumi terhadap kehidupan
manusia termasuk, jumlah korban meninggal,cedera/menderita dan kerusakan
ekonomi dapat dikurangi dengan
1. Perencanaan wilayah yang baik mencakup desain konstruktsi sipil, progam
pelatihan mitigasi sebelum gempa itu sendiri terjadi.
2. Penyediaan media informasi dan komunikasi yang kritis dan up to date
untuk meningkatkan response terhadap bencana ketika terjadi.
Adapun upaya yang dilakukan dalam mitigasi untuk mencegah resiko
gempabumi yaitu:
1. Pemetaan daerah rawan gempa dan tsunami.
2. Memperhatikan kaidah kontruksi tahan gempa/tsunami dalam
pembangunan.
3. Sosialisasi termasuk pemasangan pamflet dan poster mengenai
gempa/tsunami.
4. Pembangunan sistem peringatan dini terhadap gempa/tsunami.
5. Pemasangan alarm tanda bahaya.
6. Membuat akses menuju dataran yang lebih tinggi/bukit terdekat
Tujuan dari mitigasi bencana gempa bumi ini adalah untuk
mengembangkan strategi mitigasi yang dapat mengurangi hilangnya kehidupan
manusia dan alam sekitarnya serta harta benda, penderitaan manusia, kerusakan
ekonomi dan biaya yang diperlukan untuk menangani korban bencana yang
dihasilkan oleh bahaya gempa bumi.
DAFTAR PUSTAKA

Abdillah.2010. Analisis Keaktifan dan Resiko Gempa Bumi pada Zona Subduksi
Daerah Pulau Sumatera dan Sekitarnya dengan Metode Least
Square. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
Ambarrini, A. R. 2014. Studi Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi di Kota
Jayapura dan Sekitarnya berdasarkan Data Mikrotremor dengan
Metode GMPE Boore dan Atkinson 2008. Yogyakarta:UGM
Arifin, S.S., Mulyatno, B.S., Marjiyono, dan Setianegara, R. 2014. Penentuan
Zona Rawan Guncangan Bencana Gempa Bumi Berdasarkan
Analisis Nilai Amplifikasi HVSR Mikrotremor Dan Analisis Periode
Dominan Daerah Liwa Dan Sekitarnya. Teknik
Geofisika:Universitas Lampung
Assegaf, A. 2014. Analisis Sedimen Kuarter Berdasarkan Pengukuran
Mikrotremor (Studi Kasus: Kabupaten Gowa dan Kota Makassar).
Makassar:UNHAS
BMKG. 2006. InaTEWS – Konsep dan Implementasi. Jakarta: Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika
Eddy Prahasta. 2009. Sistem informasi geografis: konsep-konsep dasar. Penerbit
Informatika, Bandung
Oman Abdurrahman Priatna. 2011. Hidup diatas tiga lempeng : Gunung api dan
bencana geologi. Penerbit Badan Geologi.
http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Gempabumi_Tsunami/Gempabumi.bmkg
Buku BSE Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII