Anda di halaman 1dari 11

MANAJEMEN STRATEGIK

ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL


Pengampu : Dr. Ida Bagus Panji Sedana, S.E., M. Si

Oleh
Kelompok 3 :
I Wayan Adi Gunawan Putera (1607522102)
Ni Putu Riya Desta Debyla (1607522108)
I Putu Bayu Yuliana Putra (1607522114)
Rachmat Hidayat (1607522112)
Ida Bagus Megawisnu Kencana (1607522099)
I Kadek Rama Dwi Saputra (1607522056)

PROGRAM NON REGULER


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018

Bab I
Pendahuluan

1
1.1 Latar Belakang

Analisa internal perusahaan dilakukan untuk mengetahui tingkat daya saing perusahaan
berdasarkan kondisi internal perusahaan berdasarkan kondisi internal perusahaan.
Faktor internal perusahaan sepenuhnya dapat dikendalikan sehingga kelemahan yangdiketahu
inya dapat diperbaiki. Analisa internal yang dikenal dengan rantai nilai yangmemposisikan pe
rusahaan pada matriks strategi generik dan menemukan keunggulan bersaing perusahaan
melalui analisa kompetensi inti.Lingkungan internal merupakan suatu kondisi yang ada di
dalam suatu perusahaan.
analisis internal adalah proses perencanaan strategi menentukan letak kekuatan dankelemaha
n suatu perusahaan. Lingkungan internal menurut merupakan kekuatan dankelemahan perusa
haan pada area fungsional bisnis, termasuk manajemen, pemasaran,keuangan/akuntansi,
produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, dan sistem informasimanajemen. Analisis
Lingkungan Internal merupakan suatu proses untuk menemukan aspek-aspek
internal/variabel internal perusahaan yang diperlukan dalam menghadapi
lingkunganeksternalnya dan mengevaluasinya apakah berada dalam posisi yang kuat atau
lemah.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Bagaimana Identifikasi lingkungan internal?
1.2.2 Bagaimana Proses Analisis Dan Diagnosis Lingkungan Internal?
1.2.3 Bagaimana Penentuan Kekuatan Dan Kelemahan Perusahaan?
1.2.4 Bagaimana cara membuat table IFAS?

Bab II
Isi

2.1 Identifikasi Lingkungan Internal

2
Analisis lingkungan internal dilakukan untuk mengetahui tingkat daya saing
perusahaan berdasarkan kondisi internal perusahaan berdasarkan kondisi
internal perusahaan. Faktor internal perusahaan spenuhnya dapat dikendalikan
sehingga kelemahan yang diketahuinya dapat diperbaiki.
Analisa internal menurut Porter yang dikenal dengan rantai nilai yang
memposisikan perusahaan pada matriks strategi generik dan menemukan
keunggulan bersaing perusahaan melalui analisa kompetensi inti. Rantai nilai ini
mensyaratkan bahwa untuk mencapai suatu margin, perusahaan harus
didukung oleh kegiatan utama dan penunjang.
Analisis lingkungan internal lebih mengarah pada analisis intern perusahaan
dalam menilai atau mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari tiap-tiap
divisi keuangan dan akuntansi, pemasaran, riset dan pengembangan, personalia
serta operasional (David, 2006). Inti dari analisis lingkungan internal ini adalah
berusaha untuk mencari keunggulan strategis yang dipakai untuk membedakan
diri dari pesaing.
Menurut Jauch dan Gluech (1999), lingkungan internal adalah proses dimana
perencanaan strategi mengkaji faktor internal perusahaan untuk menentukan
dimana perusahaan memiliki kekuatan dan kelemahan yang berarti sehingga
dapat mengelola peluang secara efektif dan menghadapi ancaman yang terdapat
dalam lingkungan

FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGANALISIS


LINGKUNGAN INTERNAL
A. Pemasaran
Pemasaran adalah starting point setiap kegiatan bisnis. Fungsi-fungsi perusahaan yang
lain, seperti produksi, persediaan, keuangan, SDM dsb, merupakan derivat, langsung atau
tidak langsung, dari fungsi pemasaran. Kajian mengenai kelayakan suatu usaha selalu dimulai
dari perkiraan kemampuan melakukan penetrasi pasar. Karena itu, tak ada bisnis yang bisa
dikembangkan tanpa pemasaran.

B. Keuangan dan akunting


Faktor keuangan memberikan gambaran tentang kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan atau laba perusahaan yang tergambar dalam laporan keuangan
perusahaan.

C. Produksi, operasi,dan teknik


Bagian operasi dan teknik berkaitan dengan upaya pengendalian produksi di pabrik
tetap terjaga sesuai rencana. pengendalian produksi adalah fungsi untuk menggerakan barang
melalui siklus manufaktur keseluruhan dari pengadaan bahan baku sampai dengan
pengiriman produk jadi

3
D. Personalia
Bagian personalia berkaitan dengan perencanaan, pelatihan dan penempatan staf yang
sesuai dengan rencana perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

E. Manajemen Mutu
Manajemen mutu dilaksanakan dalam menjaga kualitas kerja dan produk sehingga
tetap memenuhi standar yang diinginkan.

F. Teknologi Informasi
Teknologi informasi merupakan bagian dari sistem penunjang pengambilan keputusan
manajemen dalam berbagai hal. Pengelolaan informasi berbasis computer sangat menentukan
proses pengambilan keputusan perusahaan.

2.2. Proses Analisis Dan Diagnosis Lingkungan Internal

Lingkungan internal merupakan suatu kondisi yang ada di dalam suatu perusahaan.
Analisis internal adalah proses perencanaan strategi menentukan letak kekuatan dan
kelemahan suatu perusahaan. Lingkungan internal menurut David (2004) merupakan
kekuatan dan kelemahan perusahaan pada area fungsional bisnis, termasuk manajemen,
pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, dan sistem
informasi manajemen. Analisis Lingkungan Internal merupakan suatu proses untuk
menemukan aspek-aspek internal/variabel internal perusahaan yang diperlukan dalam
menghadapi lingkungan eksternalnya dan mengevaluasinya apakah berada dalam posisi yang
kuat atau lemah.

Dalam menganalisis lingkungan internal ada beberapa unsur yang dianalisis, yaitu
diantaranya:

a. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi perusahaan merupakan pola hubungan di dalam perusahaan atau


bentuk formal peraturan dan hubungan antar orang sehingga setiap pekerja dapat diarahkan
dalam mencapai tujuan dan misi perusahaan.

b. Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan adalah sekumpulan kepercayaan, harapan dan nilai yang dipahami
serta dilaksanakan oleh tiap-tiap anggota perusahaan dan akan membentuk perilaku orang-
orang di dalam perusahaan tersebut.

c. Sumber daya Perusahaan

Sumber daya perusahaan adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan
guna mendukung perkembangan perusahaan, diantaranya sumberdaya manusia, sumberdaya
produksi, sumberdaya keuangan, pemasaran serta penelitian dan pengembangan.

4
Analisis dan diagnosis keuntungan strategi (internal) menunjukkan adanya penggunaan
waktu dari para penentu strategi untuk memeriksa dan mengidentifikasi faktor-faktor
keuntungan strategi perusahaan dalam rangka menentukan kekuatan dan kelemahan
perusahaan sehingga penentu strategi dapat memanfaatkan dan mengelolanya secara efektif
dan efisien.

Mengidentifikasi variabel internal merupakan alat untuk menentukan bagian-bagian


internal yg diperlukan di dalam membangun kekuatan dan kelemahan perusahaan.
Menemukan variabel yg perlu dianalisis perlu pengkajian untuk hal tersebut. Dan Hasil
kajian berupa informasi tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan atau Strategic
Advantages Profiles dari perusahaan

Terdapat beberapa cara untuk menganalisis lingkungan internal yaitu analisis PIMS ,
Analisis Rantai Nilai dan Analisis Fungsional.

a. Metode Analisis PIMS (Profit Impact of Market Strategy)


Analisis PIMS adalah analisis yang mengidentifikasikan faktor-faktor
strategi utama yang mempengaruhi 80% profitabilitas, Pertama kali diperkenalkan
pada tahun 1960 sebagai proyek internal perusahaan. Karakteristik yang mencakup
dalam analisis ini adalah:
 Biaya langsung per unit yang tinggi,
 Pangsa pasar yang tinggi,
 Intensitas investasi yang rendah,
 Kualitas pasar yang tinggi,
 Penggunaan kapasitas organisasi yang tinggi

Beberapa hal yang mempengaruhi kekuatan dan kelemahan perusahaan antara lain:

1. Intensitas investasi
2. Pangsa pasar
3. Pertumbuhan pasar
4. Daur kehudupan produk
5. Rasio biaya pemasaran dan besarnya penjualan

b. Metode Analisis Rantai Nilai

Metode yang disampaikan oleh Porter, merupakan suatu cara menguji sifat dan
luasnya sinergi organisasi di antara aktivitas internal korporasi. Menurut Porter,
setiap organisasi merupakan kumpulan aktivitas yang diciptakan untuk merancang,
menghasilkan, memasarkan, mengirimkan, dan mendukung produknya. Analisis
rantai nilai mengidentifikasi aktivitas, fungsi dan proses bisnis yang harus
dilaksanakan dalam merancang, memproduksi, memasarkan dan mengirimkan
produk. Dalam analisis rantai nilai, manajemen harus berusaha mengidentifikasi
berbagai aktivitas yang menambah nilai bahan baku menjadi barang jadi yang siap
dipakai oleh konsumen. Porter juga mengidentifikasi 5 (lima) aktivitas utama yang
terjadi dalam setiap organisasi bisnis yaitu :

5
 Operasi organisasi,
 Menyediakan logistic bahan baku,
 Melayani pelanggan
 Melakukan pemasaran dan penjualan

Analisis rantai nilai bertujuan untuk mengidentifikasi dimana keunggulan dan


kelemahan biaya rendah yang ada di sepanjang rantai nilai mulai dari bahan
mentah sampai aktivitas layanan konsumen.

c. Metode Analisis Fungsional

H. I. Ansof menganjurkan bahwa keahlian dan sumber daya juga dapat


diorganisir ke dalam profil kompetensi berdasarkan tipe fungsi bisnis yang
meliputi fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi keuangan, fungsi sumber daya
manusia, fungsi riset dan pengembangan dan fungsi terkait lainnya. Beberapa hal
yang membuat analisis dengan Pendekatan Fungsional menjadi tidak seimbang
disebabkan oleh :

 Jenis bisnis / industri

 Segmentasi pasar dan pasar sasaran

 Tahap daur kehidupan produk dan industri

 Posisi perusahaan di pasar

2.3. Penentuan Kekuatan Dan Kelemahan Perusahaan

Dalam menyusun strategi manajemen, manajemen harus mengidentifikasi berbagai


variable intern yang dapat menunjukkan kekuatan maupun kelemahan perusahaan.
Kemampuan identifikasi ini akan membantu perusahaan dalam membangun secara bertahap
kompetensi. Analisis SWOT merupakan teknik yang sering digunakan untuk mendapatkan
gambaran dengan cepat mengenai situasi strategis perusahaan. Analisis intern lain yang dapat
dilakukan yaitu: analisis value chain dan biaya strategis, analisis penilaian kekuatan
persaingan dan analisis 7 – S framework yang mencakup structure, strategy, staff,
management style, system dan procedures, skills dan shared values.

a. Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan


Strengths (Kekuatan) adalah segala hal yang dibutuhkan pada kondisi yang sifatnya internal
organisasi agar supaya kegiatan-kegiatan organisasi berjalan maksimal. Misalnya : kekuatan
keuangan, motivasi anggota yang kuat, nama baik organisasi terkenal, memiliki pengetahuan
dan keterampilan yang lebih, anggota yang pekerja keras, memiliki jaringan organisasi yang
luas, dan lainnya.

Weaknesses (Kelemahan) adalah terdapatnya kekurangan pada kondisi internal organisasi,


akibatnya kegiatan-kegiatan organisasi belum maksimal terlaksana. Misalnya ; kekurangan
dana, memiliki orang-orang baru yang belum terampil, belum memiliki pengetahuan yang

6
cukup mengenai organisasi, anggota kurang kreatif dan malas, tidak adanya teknologi dan
sebagainya.
Lingkungan dari dalam perusahan yang mempengaruhi perusahaan Aqua, antara lain:

Keuangan

 Perusahaan Aqua dari segi keuangan sangat kuat karena perusahaan ini merupakan
leader dalam industri air minum yang telah menguasai pasar (market leader) air mineral
hingga 60%.
 DANONE meningkatkan kepemilikan saham di PT Tirta Investama dari 40 %
menjadi 74 %, sehingga DANONE kemudian menjadi pemegang saham mayoritas AQUA
Group.

Pemasaran

 Memasarkan produk tidak susah, karena konsumen sudah mengetahui kualitas


produk.
 Sosialisasi ke masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi air mineral yang
bersih dan higienis dimana Aqua memiliki semua kriteria yang dibutuhkan.

 Pemberian bantuan Aqua untuk wilayah terpencil merupakan salah satu promosi Aqua
bahwa Aqua juga perduli terhadap sesama.

 Air PDAM yang sekarang sudah tidak memungkinkan untuk dikonsumsi, maka
Pemerintah menganjurkan kepada masyarakat agar mengkonsumsi air mineral dalam
kemasan

Sumber Daya Manusia

 Agen penjualan Aqua yang tersebar dimana-mana, karena untuk menjadi agen Aqua
sangat mudah, hanya dengan pengambilan minimal 20 galon Aqua.
 Di bawah bendera DANONE-AQUA, kini AQUA memiliki lebih dari 1.000.000 titik
distribusi yang dapat diakses oleh pelanggannya di seluruh Indonesia.

 Aqua memiliki sumber daya manusia yang sudah terampil dan loyalitas terhadap
perusahaan.

Operasi

 Menggunakan manajemen sumber daya air yang canggih. Sebagai bagian dari Grup
Danone di seluruh dunia, AQUA mengikuti aturan yang dituangkan dalam Piagam Danone
untuk manajemen sumber daya air untuk menjamin kualitas sumber-sumber mata airnya.
 Mempunyai peluang untuk merambah ke agen-agen kecil yang belum
mempunyai pasar local.

7
2.4. Sintesis Faktor-Faktor Strategis Internal – IFAS ( Internal Factors Analysis Summary )

Identifikasi IFAS dilakukan dengan melihat kondisi internal perusahaan. Identifikasi


IFAS dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap organisasi dengan perangkat
bernama Organizational Capability Profile (OCP). Terdapat lima variabel yang dianalisis
pada OCP yaitu:
 Financial Capability
 Profile Marketing Capability
 Profile Operations Capability
 Factors Personnel Capability
 Factors General Management Capability

Contoh Tabel IFAS


FAKTOR-FAKTOR STRATEGI INTERNAL BOBOT RATING BOBOT X RATING

Kekuatan

Kualitas SDM yang tinggi 0.2 4 0.8

Harga yang relatif kompetitif 0.2 3 0.6

Proses produksi yang menggunakan Hi-Tech 0.1 2 0.2

Struktur organisasi yang baik 0.1 1 0.1

Kelemahan

Brand awareness yang masih lemah 0.05 2 0.1

Jalur distribusi yang belum luas 0.05 3 0.15

Keadaan finansial perusahaan yang belum stabil 0.1 2 0.2

Jalur komunikasi belum baik 0.2 1 0.2

TOTAL 1

Cara untuk menentukan faktor strategi Internal dan membuat tabel IFAS adalah
sebagai berikut:

• Susun dalam kolom pertama hal yang menjadi kekuatan dan kelemahan organisasi.
• Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (sangat penting)
sampai dengan 0,0 (tidak penting). (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh
melebihi skor total 1,00).

8
• Hitung rating dalam kolom ketiga untuk masing-masing faktor dengan
memberikan skala mulai dari 4 (sangat baik) sampai dengan 1 (sangat buruk),
berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan.
• Kalikan bobot pada kolom kedua dengan rating dalam kolom ketiga, untuk
memperoleh faktor pembobotan dalam kolom keempat. Hasilnya berupa skor
pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4
(outstanding) sampai dengan 1 (poor).

• Jumlahkan skor pembobotan dalam kolom keempat untuk memperoleh total skor
pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Tujuannya adalah untuk
membandingkan perusahaan tersebut dengan perusahaan yang sejenis.

Bab III
Penutup

3.1 Simpulan

Analisis lingkungan internal dilakukan untuk mengetahui tingkat daya saing perusahaan
berdasarkan kondisi internal perusahaan berdasarkan kondisi internal perusahaan. Faktor

9
internal perusahaan spenuhnya dapat dikendalikan sehingga kelemahan yang diketahuinya
dapat diperbaiki.yaitu SDM,keuangan,pemasaran dan Operasional. Strengths (Kekuatan)
adalah segala hal yang dibutuhkan pada kondisi yang sifatnya internal organisasi agar supaya
kegiatan-kegiatan organisasi berjalan maksimal. Weaknesses (Kelemahan) adalah terdapatnya
kekurangan pada kondisi internal organisasi, akibatnya kegiatan-kegiatan organisasi belum
maksimal terlaksana. Identifikasi IFAS dilakukan dengan melihat kondisi internal
perusahaan. Identifikasi IFAS dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap organisasi
dengan perangkat bernama Organizational Capability Profile (OCP). Terdapat lima variabel
yang dianalisis pada OCP yaitu Financial Capability, Profile Marketing Capability, Profile
Operations Capability , Factors Personnel Capability ,Factors General Management
Capability .

Daftar Pustaka

http://akuntansibisnis.wordpress.com/2010/06/16/analisis-intern/

http://ndacinting.blogspot.com/2010/04/matriks-ifas-dan-efas.html

http://doktorrudy.wordpress.com/2010/10/21/tabel-efas-ifas/

10
11