Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNya
sehingga laporan ini ini dapat tersusun hingga selesai dengan judul “Laporan
Praktikum Gizi Kuliner Dasar Lauk Hewani”. Tidak lupa kami juga mengucapkan
banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga laporan ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi laporan agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin


masih banyak kekurangan dalam laporan ini, oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan laporan ini.

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................. 1

DAFTAR ISI............................................................................................ 2

BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 3

1.1 Lalar Belakang.................................................................................... 3


1.2 Tujuan................................................................................................. 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................. 5

2.1 Pengertian Lauk Hewani..................................................................... 5

2.2 Ayam Bakar Gurih.............................................................................. 5

2.3 Pepes Telur Asin.................................................................................. 6

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM.............................................. 7

3.1 Judul Praktikum................................................................................... 7

3.2 Waktu Praktikum................................................................................. 7

3.3 Tempat Praktikum................................................................................ 7

3.4 Alat dan Bahan..................................................................................... 7

3.5 Prosedur Kerja..................................................................................... 8

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................. 10

4.1 Tabel Hasil Praktikum......................................................................... 10

4.2 Pembahasan......................................................................................... 10

BAB V PENUTUP................................................................................... 13

5.1 Kesimpulan......................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................. 14

LAMPIRAN............................................................................................ 15

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di Indonesia dikenal susunan hidangan sehari-hari, dalam susunan


hidangan ini digunakan berbagai jenis bahan makanan yang terdiri atas lima
kelompok yaitu 1. bahan makanan pokok, 2. bahan makanan lauk pauk, 3.
bahan makanan sayuran, 4. bahan makanan buah-buahan, 5. susu dan telur
(Santoso, 2004). Kelompok lauk pauk adalah kelompok bahan makanan yang
secara umum digunakan sebagai bahan tambahan makanan agar makanan
kelihatan menarik sehingga menambah nafsu makan. Ada lima (5) komponen
dasar dalam suatu makanan yang memadai, yaitu karbohidrat, lemak, protein,
vitamin, dan mineral. Protein adalah salah satu kelompok bahan makronutrien
yang berperan lebih penting dalam pembentukan biomolekul dari pada
sumber energi. Namun demikian apabila organisme sedang kekurangan
energi, maka protein ini terpaksa dapat juga digunakan sebagai sumber
energi. Kandungan energi protein rata-rata 4 kkal/g atau setara dengan
kandungan energi Karbohidrat.

Protein adalah senyawa organik besar yang mengandung atom C, N, O, H


dan beberapa diantaranya mengandung Fosfor, besi/mineral, oleh karena itu
protein dalam bahan makanan sangat penting bagi tubuh. Bahan makanan
yang biasanya mengandung protein adalah lauk pauk. Protein yang ada dalam
lauk pauk terdiri atas protein nabati terdapat pada kacang-kacangan seperti,
kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, kacang tanah dan protein hewani
yang berasal dari berbagai jenis daging, telur, ikan, dan susu (Entjang 2000)

3
1.2 Tujuan Praktikum
1.2.1 untuk mengetahui berbagai bahan lauk hewani
1.2.2 untuk mengetahui proses pengolahan lauk hewani
1.2.3 untuk mengetahui bumbu yang cocok untuk lauk heewani

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Lauk Hewani

Lauk hewani adalah hidangan dalam suatu acara makan yang terbuat dari
bahan hewani dengan atau dengan tambahan bahan lainnya. Lauk hewani
yang digunakan adalah daging sapi atau daging unggas (ayam, bebek,
burung) atau berupa hasil laut (ikan, udang, kepiting dan lainnya). Lauk
hewani dapat diolah dengan cara digoreng, direbus, dipanggang maupun
dikukus.Ikan merupakan bahan pangan sumber protein hewani yang mudah
kita peroleh. Selain murah harganya, ikan mudah kita dapatkan di banyak
tempat. Selain sebagai lauk menu sehari-hari, di Indonesia, ikan yang banyak
manfaatnya untuk kesehatan ini juga diolah menjadi kudap-an atau hidangan
selingan yang sungguh unik cita rasanya, cita rasa khas Indonesia.

Bahan makanan hewani yang banyak berfungsi sebagai zat pembangun


tersedia dalam jumlah dan macam yang sangat berlimpah, antara lain ayam,
burung, ikan ,sapi, kambing,telur, dan susu.

2.1 Ayam bakar gurih nikmat

Ayam bakar adalah salah satu makanan yang lezat dan disukai oleh
banyak orang. Salah satu cara membuat ayam bakar yang tidak
membosankan, lezat, dan menggugah selera adalah dengan membakarnya
secara matang dan sempurna.

Mengolah hidangan ayam bakar hingga siap santap adalah kegiatan


memasak yang mudah bagi sebagian orang, dan sulit serta ribet bagi sebagian
yang lainnya. Dibutuhkan keahlian tersendiri dalam hal cara memasak ayam
yang tepat sehingga menghasilkan hidangan ayam bakar yang sangat lezat.

5
Membakar ayam yang tepat adalah di atas bara api, bukan di atas kobaran api.
Karena kalau membakar di atas kobaran api, ayam yang dihasilkan adalah
hangus di luar tapi masih mentah di bagian dalam. Selain itu, rasa ayam akan
menjadi pahit. Kalau membakar di atas bara api, panas akan masuk hingga ke
dalam daging ayam dan menjadikannya matang sempurna. Selain itu, untuk
menghindari ayam hangus, saat membakar bisa kita beri alas daun pisang atau
daun kunyit. Pemakaian alas daun ini selain untuk menghindari hangus pada
bagian luar ayam, juga akan menambah aroma khas pada hasil bakaran Anda.

Ada banyak cara untuk membuat ayam bakar dengan cita rasa terbaik,
salah satunya adalah dengan merendamnya terlebih dulu dalam cairan
bumbu. Perendaman dalam bumbu ini merupakan salah satu rangkaian proses
untuk membuat hidangan ayam bakar terbaik dan terlezat, lengkap dengan
bumbu dan sambal ayam bakar yang pedas, asin, manis, dan legit. Rasa ayam
bakar yang lezat tergantung dari cara memasak ayam yang akan dibakar.

Patokan ayam bakar yang lezat adalah tekstur daging ayam hasil
pembakaran terasa empuk, juicy pada bagian dalam, serta crunchy di bagian
luar. Selain itu, ayam bakar tersebut disajikan dalam balutan bumbu yang
enak dan lezat untuk ayam bakar.

2.2 Pepes Telur Asin

Sesuai dengan namanya pepes telur asin adalah pepes yang terbuat dari
telur asin yang di campur dengan bumbu yang telah diiris halus, pepes telur
asin biasanya dibuat dengan cara dikukus bukan dibakar. Citarasa dari pepes
telur asin adalah asin yang bercampur dengan rasa gurih dari bumbu
halusnya

6
BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Judul Praktikum

“Laporan praktikum lauk nabati”

3.2 Waktu Praktikum

Praktikum dilaksanakan pada selasa, 28 Agustus 2018

3.3 Tempat Praktikum

Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Makanan

3.4 Alat Dan Bahan

 Alat
1. Panci pengukus
2. Wajan
3. Piring penyaji
4. Sendok
5. Cobek dan solet
6. Sutil
7. Pisau
8. Baskom
9. Mangkuk kecil

 Bahan
1. Ayam
2. Telur asin menrah
3. Garam

7
4. Merica
5. Kunyit
6. Jahe
7. Lengkuas
8. Bawang putih
9. Bawang merah
10. Daun bawang
11. Daun seledri
12. Daun salam
13. kemangi
14. Daun salam

3.6 Prosedur Kerja


3.6.1 Prosedur Kerja Ayam Bakar

Ayam dibersihkan dan dipotong-potong

Asam jawa dilarutkan dalam air panas, diremas-remas dan diambil


airnya

Wajan dipanaskan lalu bumbu ditumis, dimasukkan serai, daun


salam, dan potongan ayam. Aduk rata

Dimasukkan santan, diaduk sampai kering dan ayam dimasak


sampai empuk

Disiapkan bakaran, dibolak-balik agar tidak gosong. Siap disajikan.

8
3.6.2 Prosedur Kerja Pepes Telur Asin

Diiris bawang merah, bawang putih, daun bawang dan serai

Dicampurkan santan dengan airsecukupnya, dimasukkan gula dan


merica

Dibentuk daun pisang dan dialasi daun salam

Dimasukkan isi telur asin mentah, ditambahkan dua sendok


adonan santan, ditaburi bawang iris, serai, kemangi, dan cabai
rawit

Dikancing menggunakan tusuk gigi

Dikukus selama 20 menit

Siap disajikan

9
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Tabel Hasil Pembahasan

No Nama lauk Teknik pengolahan Gambar


hewani
1 Ayam bakar Membakar,
gurih mengungkep, menumis

2 Pepes telur Mengukus


asin

4.2 pembahasan

Lauk hewani merupakan sumber protein yang kaya akan asam amino
esensial, tidak dapat disintesis dalam tubuh. Lauk hewani berfungsi untuk
pertumbuhan dan perkembangan organ-organ sehingga harus ada dalam
makanan. Bahan makanan hewani adalah daging, telur, ikan dan ayam.
Daging dan telur termasuk bahan hewani yang merupakan sumber protein
kaya akan asam amino esensial. Ayam termasuk bangsa burung atau unggas
yang paling populer sekarang ini karena harganya relatif murah, rasanya
cukup lezat, serta berbagai cara pengolahan dapat dilakukan dengan mudah
dan cepat. Ikan menjadi hidangan utama masyarakat didaerah pantai atau
aliran sungai karena ketersediannya melimpah (Uripi, 2002).

10
Bahan makanan hewani adalah bahan makanan yang berupa atau
berasal dari hewan atau produk-produk yang diolah dengan menggunakan
bahan dasar asal hewan. Pangan hewani mempunyai berbagai keunggulan
dibanding pangan nabati.Pertama, pangan hewani terasa gurih atau enak
karena mengandung protein dan lemak yang banyak. Kedua, pangan hewani
mengandung protein yang lebih berkualitas karena mudah digunakan tubuh
dan memiliki komposisi asam amino yang lengkap (Hardinsyah 2008).
Ketiga, pangan hewani mengandung berbagai zat gizi mineral yang
tinggi dan mudah digunakan oleh tubuh. Misalnya kalsium pada susu, zat
besi, zink dan selenium yang banyak di dalam daging, hati dan telur. Kalsium
dan zink berperan dalam pertumbuhan dan berbagai proses dalam tubuh. Zat
besi bersama zat gizi lainnya berperan dalam pembentukan sel-sel darah
merah hemoglobin. Hemoglobin berguna untuk membawa oksigen ke seluruh
bagian tubuh. Bila kadar hemoglobin rendah (anemia) maka tubuh
kekurangan oksigen, badan menjadi lemah, konsentrasi belajar dan stamina
atau produktivitas kerja menjadi menurun (Hardinsyah 2008).
Keempat, pangan hewani mengandung zat gizi vitamin yang unik.
Misalnya vitamin A dalam hati dan kuning telur yang mudah digunakan
tubuh. Kemudian vitamin B12 yang tidak terdapat pada pangan nabati.
Vitamin B12 yang kaya dalam pangan hewani berperan penting dalam
pembentukan sel darah merah yang menangkap oksigen bagi tubuh dan dalam
pembentukan myelin syaraf (Hardinsyah 2008). Apabila pangan hewani
digunakan sebagai sumber protein tunggal dalam jumlah memenuhi
kebutuhan manusia maka ia memberikan semua asam-asam amino esensial
dalam jumlah cukup. Kelebihan asam-asam amino esensial dapat digunakan
untuk mensintesis asam-asam amino nonesensial. Pangan sumber protein
hewani adalah daging, ayam, ikan, telur, susu, dan produk olahannya.
pada saat membuat ayam bakar terdapat beberapa kesalahan yaitu,
saat menumis kami menggunakan minyak terlalu banyak sehingga ayam
bakar yang kami buat banyak mengandung lemak. Santan yang kami
gunakan juga kurang, hal ini di karenakan kelapa parut yang disediakan
kurang, sehingga rasa ayam bakar kurang gurih. Kesalahan selanjutnya adalah

11
waktu pengungkepan yang kurang mengakibatkan ayam bakar belum matang
sempurna.

Pada saat membuat pepes telur asin juga terdapat kesalahan yaitu,
kami menambahakan garam lagi ditelur asinnya. Telur asin seharusnya tidak
perlu ditambahkan garam lagi karena rasa asin dari telur asin sudah cukup.
Kesulitan saat membuat pepes telur asin adalah saat membungkus
menggunakan daun pisang, hal ini sulit karena telur asin berbentuk cair
sehingga memerlukan kesabaran saat membungkusnya.

12
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari praktikum yang telah di lakukan, kami menyimpulkan :

1. Lauk hewani adalah hidangan dalam suatu acara makan yang terbuat dari
bahan hewani dengan atau dengan tambahan bahan lainnya . Ada banyak
bahan lauk hewani di antaranyanya adalah ayam, sapi, telur asin, telur
ayam, kambing, ikan, udang, kepiting, dan sebagainya.
2. Proses pengolahan ayam bakar di mulai dari membersihka ayam,
menghaluskan bumbu, mengungkep, dan membakar. Pengolahan pepes
telur asin di mulai dari mengiris bumbu, mencampurkan bumbu, santan,
air,gula, merica, dan telur lalu kocok hingga rata, membungkus pepes
menggunakan daun pusang, dan mengukus pepes.
3. Bumbu yang di gunakan dalam ayam bakar adalah bawang merah, bawang
putih, ketumbar, kemiri, merica, kunyit, lengkuas, gula jawa, garam, gula
pasir, dan kecap. Bumbu pada ayam akar di ulek hingga halus. Sedangkan
bumbu pepes telur asin adalah bawang merah, bawang putih, serai, daun
bawang, dan tomat yang diris tipis tipis lalu ditambahkan daun slam dan
kemangi.

13
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/6785561/Gizi_kuliner ( Dikutip pada 16 september 2018)

http://mohamad-alim-noho-kuliner-lauk-hewani.blogspot.com/2013/12/laporan-
pratikum-lauk-hewani.html ( Dikutip pada 16 september 2018)

http://mohamad-alim-noho-kuliner-lauk-hewani.blogspot.com/ ( Dikutip pada 16


september 2018)

https://www.galena.co.id/q/bagaimana-cara-terbaik-untuk-membuat-ayam-bakar (
Dikutip pada 16 september 2018)

https://www.academia.edu/30254691/PEMBAHASAN_LAUK_HEWANI ( Dikutip pada 16


september 2018)

14
LAMPIRAN

1. Menyiapkan bumbu 2. mengulek bumbu halus

Halus ayam bakar

4. Mengungkep ayam 3. memotong dan

Membersihkan ayam

5. Membakar ayam 6. ayam bakar disajikan

15
16