Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum KI-3141

Dinamika Kimia
Percobaan M-3
Laju Inversi Gula

Nama : M.Satria Yudha Bagaskara


NIM : 10516042
Kelompok : Kelompok 04
Tanggal Percobaan : 4 Oktober 2017
Tanggal Pengumpulan: 11 Oktober 2017
Asisten : Christopher Chandra ( 10515071 )

LABORATORIUM KIMIA FISIK


PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2018
PERCOBAAN M3

LAJU INVERSI GULA

I. TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan tetapan laju reaksi orde pertama reaksi hidrolisis sukrosa dengan katalis ion
hydrogen dengan polarimeter menggunakan metode Guggenheim

II. TEORI DASAR


Polarisasi cahaya dapat digunakan untuk menentukan laju reaksi hidrolisis sukrosa. Laju
reaksi adalah pengurangan konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi produk tiap
satuan waktu. Reaksi hidrolisis sukrosa yaitu pemutusan ikatan glikosidik pada sukrosa
dengan bantuan air, sehingga akan menghasilkan fruktosa dan glukosa. Namun reaksi
tersebut berlangsung lambat, sehingga diperlukan katalis asam. Pada percobaan kali ini
digunakan asam klorida. Adapun reaksi yang terjadi dalam percobaan ini adalah sebagai
berikut :

H+

Gambar 1. Persamaan Reaksi Inversi Gula


(Sumber : http://www.scienceofcooking.com/what_are_inverted_sugars.htm )
Sukrosa merupakan senyawa yang memiliki sifat optis aktif yang dapat memutar bidang
opolarisasai kekanan sedangkan setelah di hidrolisis spsei fruktosa akan memutar bidang
polarisasi kekiri dan glukosa kekanan. Pada percobaan kali ini dilakukan penentuan tetapan
laju reaksi hidrolisis sukrosa dengan polarimeter. Hasil yang didapatkan berupa sudut putar
yang kemudian dibuat kurva kalibrasi dengan memplotkan ln(α't-α't+∆) terhadap waktu
sehingga dari slope yang diperoleh dari persamaan garisnya menunjukkan nilai tetapan dari
reaksi hidrolisis sukrosa.
III. ALAT DAN BAHAN
Pada percobaan ini digunakan alat sebagai beikut: Polarimeter 1 set, Tabung Polarimeter,
Stopwatch, Peralatan Gelas, Botol Semprot, Hotplate, Lampu sumber.
Pada percobaan ini digunakan bahan sebagao berikut: Larutan HCl 4M dan GUla 20%

IV. CARA KERJA


Diambil 25 ml larutan gula kedalam gelas kimia dan dites apakah stopwatch sudah siap.
Ditambah 25ml asam kedalam larutan tersebut dan dijalankan stopwawtch. Diaduk
campuran larutan sampai homogen. Dibilas cepat cepat tabung polarimeter dengan larutan
campuran reaksi. Diisi tabung dengan larutan gula. Dilakukan pengukuran pertama.
Dipanaskan larutan gula bila [eriode 30 menit pertama telah selesai. Dicatat nilai
perputaran optis dari gula pada polarimeter.

V. DATA PENGAMATAN
𝛼𝑜 = 0.5
𝑡 = 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 (𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)
𝛼𝑡𝑒𝑟𝑢𝑘𝑢𝑟 = 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑜𝑝𝑡𝑖𝑠 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑝𝑒𝑚𝑎𝑛𝑎𝑠𝑎𝑛
𝛼𝑡𝑒𝑟𝑢𝑘𝑢𝑟+ 𝛥 = 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑜𝑝𝑡𝑖𝑛 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑚𝑎𝑛𝑎𝑠𝑎𝑛
Tabel 1. Set Data 1 Putaran Optis Terhadap Waktu

t (m) 𝜶𝒕𝒆𝒓𝒖𝒌𝒖𝒓 𝜶𝒕𝒆𝒓𝒖𝒌𝒖𝒓+ 𝜟


5 4.1 -2.3
10 1.7 -2.8
15 0.9 -2.9
20 -0.7 -3.15
25 -1.4 -3.5
30 -1.5 -4
Tabel 2. Set Data 2 Putaran Optis Terhadap Waktu

t (m) 𝜶𝒕𝒆𝒓𝒖𝒌𝒖𝒓 𝜶𝒕𝒆𝒓𝒖𝒌𝒖𝒓+ 𝜟


5 6.11 -2.9
10 1.5 -3
15 0.7 -3.2
20 -0.4 -3.3
25 -1.8 -3.5
30 -2.4 -3.8

VI. PENGOLAHAN DATA


𝛼𝑡 = 𝛼𝑡𝑒𝑟𝑢𝑘𝑢𝑟 − 𝛼𝑜
𝛼𝑡+𝛥 = 𝛼𝑡 − 𝛼𝑜

Tabel 3. Nilai Putaran Optis tiap Waktu Set Data 1


Sesuai dengan metode Guggenheim, dialirkan nilai Ln (𝜶𝒕 − 𝜶𝒕+𝜟 ) terhadap waktu, sehingga
akan didapatkan grafik sebagai berikut

t (m) 𝜶𝒕𝒆𝒓𝒖𝒌𝒖𝒓 𝜶𝒕𝒆𝒓𝒖𝒌𝒖𝒓+ 𝜟 𝜶𝒕 𝜶𝒕+𝜟 𝜶𝒕 − 𝜶𝒕+𝜟 Ln (𝜶𝒕 − 𝜶𝒕+𝜟 )


5 3.6 -2.8 6.4 1.8562 5 3.6
10 1.2 -3.3 4.5 1.50407 10 1.2
15 0.4 -3.4 3.8 1.3350 15 0.4
20 -1.2 -3.65 2.45 0.8960 20 -1.2
25 -1.9 -4 2.1 0.7419 25 -1.9
30 -2 -4.5 2.5 0.91629 30 -2

2
1.8
y = -0.0424x + 1.9508
1.6
R² = 0.8527
ln [(αt)-(αt+Δt)]

1.4
1.2
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
0 5 10 15 20 25 30 35
Waktu
Gambar 2. Grafik Penentuan Tetapan Laju dengan Metode Guggenheim
Dari persamaan kurva tersebut didapatkan bahwa k=-m sehinga nilai dari tetapan laju reaksi
untuk gula dalah 0.0424
Tabel 4. Nilai Putaran Optis tiap Waktu Set Data 2
Sesuai dengan metode Guggenheim, dialirkan nilai Ln (𝜶𝒕 − 𝜶𝒕+𝜟 ) terhadap waktu, sehingga
akan didapatkan grafik sebagai berikut

t (m) 𝜶𝒕𝒆𝒓𝒖𝒌𝒖𝒓 𝜶𝒕𝒆𝒓𝒖𝒌𝒖𝒓+ 𝜟 𝜶𝒕 𝜶𝒕+𝜟 𝜶𝒕 − 𝜶𝒕+𝜟 Ln (𝜶𝒕 − 𝜶𝒕+𝜟 )


5 5.91 -3.1 9.01 2.1983 5.91 -3.1
10 1.3 -3.2 4.5 1.504 1.3 -3.2
15 0.5 -3.4 3.9 1.3609 0.5 -3.4
20 -0.6 -3.5 2.9 1.064 -0.6 -3.5
25 -2 -3.7 1.7 0.5306 -2 -3.7
30 -2.6 -4 1.4 0.3364 -2.6 -4

2.5

2
y = -0.0716x + 2.4185
ln [(αt)-(αt+Δt)]

R² = 0.9661
1.5

-
1
Linear (-)

0.5

0
0 5 10 15 20 25 30 35
Waktu

Gambar 3. Grafik Penentuan Tetapan Laju dengan Metode Guggenheim


Dari persamaan kurva tersebut didapatkan bahwa k=-m sehinga nilai dari tetapan laju reaksi
untuk gula dalah 0.0716
VIII. KESIMPULAN
Didapatkan bahwa tetapan laju reaksi orde pertama reaksi hidrolisis sukrosa dengan katalis
ion hydrogen dengan polarimeter adalah 0.0424 untuk set data 1 dan 0.0716 untuk set data
2
IV. DAFTAR PUSTAKA

Atkins, P.W. dan Julio De Paulia. Physical Chemistry. ed8,2006. Halaman 665-667
D. E., Darrel. 2011. General Chemistry, Enhanced Edition. Belmont: Cengage Learning.
halaman 510.
Jespren,N.D.Brady,J.E. dan Hyslop,A.Chemistry : The Molecular Nature of
Matter,ed.6,2012,Hal. 539-540.
W. C., Gilbert. 1983. Physical Chemistry. Canada: Addison-Wesley Publishing
Company. halaman 436.
V. LAMPIRAN