Anda di halaman 1dari 9

Tugas Makalah

Psikologi Perkembangan : Penyimpangan Pada Masa Remaja

Disusun

Oleh

Lily seftiani I1032141021

Dosen Pembimbing : Yuni Djuachirianty,S.Psi.M.Si.Psikilog

Disusun

Oleh

Lily seftiani I1032141021

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat
karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang psikologi penyimpangan
pada masa remaja.

Terimakasih kepada dosen pembimbing mata kuliah psikologi. Semoga


makalah ini memberi manfaat pada pembaca dan juga menjadi pembelajaran bagi
saya. Tak lepas dari banyak kekurangan untuk itu saya menerima segala kritik dan
saran yang bersifat membangun untuk pelajaran saya di masa mendatang. Semoga
apa yang saya harapkan dapat di capai dengan sempurna.

Pontianak, Januari 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………

DAFTAR ISI……………..…………………………………………………………

BAB 1 PENDAHULUAN…………………………………………………………..

A. LATAR BELAKANG……………………………………………….

B. TUJUAN……………………………………………………………..

C. RUMUSAN MASALAH…………………………………………….

BAB 2 PEMBAHASAN……………………………………………………..

A. DEFINISI…………………………………………………………....

BAB 3 PENUTUP……………………………………………………………
A. KESIMPULAN……………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyimpangan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam
menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun
pada masa kanak-kanaknya. Masa remaja merupakan masa transisi, dimana
usianya berkisar antara 13 sampai 16 tahun atau yang biasa disebut dengan usia
belasan yang tidak menyenangkan, dimana terjadi juga perubahan pada dirinya
baik secara fisik, psikis, maupun secara sosial (Hurlock, 1973).
Pada masa transisi tersebut kemungkinan dapat menimbulkan masa krisis, yang
ditandai dengan kecenderungan munculnya perilaku menyimpang. Pada
kondisi tertentu perilaku menyimpang tersebut akan menjadi perilaku yang
mengganggu(Ekowarni,1993).
Melihat kondisi tersebut apabila didukung oleh lingkungan yang kurang
kondusif dan sifat keperibadian yang kurang baik akan menjadi pemicu
timbulnya berbagai penyimpangan perilaku dan perbuatan-perbuatan negatif
yang melanggar aturan dan norma yang ada di masyarakat yang biasanya
disebut dengan kenakalan remaja.
Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke
dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah
sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan
sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Perilaku menyimpang
dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya
sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat 2
mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang
tidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang.
Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu
membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang
disengaja, diantaranya karena pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada,
perilaku menyimpang yang disengaja, bukan karena pelaku tidak mengetahui
aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah
mengapa seseorang melakukan penyimpangan, padahal ia tahu apa yang
dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988)
mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang
menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan
karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk
melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak
menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal
biasanya dapat menahan
diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang. Bentuk penyimpangan pada
masa remaja tersebut seperti: kabur dari rumah, membawa senjata tajam, dan
kebut-kebutan di jalan, sampai pada perbuatan yang sudah menjurus pada
perbuatan kriminal atau perbuatan yang melanggar hukum seperti;
pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, seks bebas, pemakaian obat-obatan
terlarang, dan tindak kekerasan lainnya yang sering diberitakan media-media
masa.

B. Tujuan
 Anak dapat mengetahui dan memahami apa itu penyimpangan remaja.
 Anak remaja dapat mengetahui dampak dari prilaku yang
menyimpang.
 Anak juga dapat mengatasi dari kenakalan/penyimpangan remaja.

C. Rumusan Masalah
 Apa definisi penyimpangan remaja ?
 Apa yang menyebabkan terjadinya penyimpangan remaja.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Kata” remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescene yang berarti to
grow atau to grow maturity. Menurut DeBrun mendefinisikan remaja
sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dan dewasa.
Menurut Papalia dan Olds mendefinisikan masa remaja adalah masa
transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa yang pada
umunya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir
belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Menurut Adams dan Gullota
mendefinisikan masa remaja meliputi usia antara 11 hingga 20 tahun.
Adapun Hurlock membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13
hingga 16/17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18
tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada
masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang
lebih mendekati masa dewasa. Dimasa remaja, perasaan menjadi lebih
kuat. Mereka ingin menghidupkan harapan teman-temannya dan diterima
oleh teman-teman mereka. Jadi mereka cenderung menjadi kritis atau
memberontak terhadap sebagian dari keyakinan dan standart orang tua
mereka. Lazimnya, masa remaja dianggap mulai pada saat anak secara
seksual menjadi matang dan berakhir saat mencapai usia matang secara
hokum untuk mengatasi kenakalan/penyimpangan remaja adalah :
1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa
dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa
mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang
telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang
berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk
melakukan point pertama.
3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga
tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi
remaja.
4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta
orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana
remaja harus bergaul.
5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh
jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai
dengan harapan.
6. Pemberian ilmu yang bermakna yang terkandung dalam
pengetahuan dengan memanfaatkan film-film yang bernuansa
moral, media massa ataupun perkembangan teknologi lainnya.
7. Memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman
akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak
membantu mengurangi kenakalan remaja.
8. Membentuk suasana sekolah yang kondusif, nyaman buat remaja
agar dapat berkembang sesuai dengan tahap perkembangan remaja.
B. Penyebab
gggg
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari uraian diata penyimpangan pada masa remaja
DAFTAR PUSTAKA

Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group,


2011),hlm. 219

Kartini Kartono. 1988.Psikologi Remaja. Bandung : PT.Rosda Karya

Singgih D. Gunarso.1988.Psikologi Perkembangan. Jakarta : PT Gramedia