Anda di halaman 1dari 9

SEMINAR MANAJEMEN

(DINAMIKA LINGKUNGAN EKONOMI, POLITIK, DAN HUKUM

SERTA HUBUNGANNYA DENGAN PENGELOLAAN DAN KINERJA ORGANISASI)

Kelompok 2

Ni Made Gita Widiastiti (1607521016)

Komang Yoga Ade Candra (1607521017)

Reyhan Farras Brastama (1607521085)

Made Ayunidindasari (1607521128)

Meira Rofianti (1607521136)

Dosen

Dr. Ida Bagus Panji Sedana, S.E.,M.Si.

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA

TAHUN PELAJARAN 2017/2018


BAB I
TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Untuk mempelajari Aspek-Aspek Bidang Ekonomi dan Hubungannya Dengan Peluang


atau Ancaman Bisnis
2. Untuk mempelajari Aspek-Aspek Bidang Politik dan Hukum dan Hubungannya Dengan
Peluang atau Ancaman Bisnis
3. Untuk mempelajari Hubungan Dinamika Lingkungan Ekonomi, Politik, dan Hukum
dengan Pengelolaan dan Kinerja Organisasi
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Aspek-Aspek Bidang Ekonomi dan Hubungannya Dengan Peluang atau Ancaman
Bisnis

2.1.1 ASPEK EKONOMI


Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang
berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah
"ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah
tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi
diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."

Dinamika ekonomi adalah pergerakan dari suatu sistem ekonomi (atau bagian-bagiannya)
dari waktu ke waktu, serta sebuah himpunan teori untuk memahami pergerakan itu. Representasi
analitis dinamika ekonomi adalah identifikasi ciri-ciri dari suatu sistem ekonomi, dan dan
pemahaman itu akan diketahui apakah sistem ekonomi tersebut berubah atau tidak, dan jika
berubah, seperti apa dan sejauh mana perubahannya. Karena itu, konsep ini dapat menjembatani
sejarah ekonomi dan teori dinamika ekonomi.

Pada Jurnal ini menjelaskan bahwa, Aspek ekonomi tidak sesederhana melaporkan
keuangan/neraca perusahaan saja, tetapi juga meliputi dampak ekonomi baik secara langsung
maupun tidak langsung terhadap operasional perusahaan di komunitas lokal dan di pihak-pihak
yang berpengaruh terhadap perusahaan lainnya. Kunci sukses dari aspek ekonomi adalah
economic performance/kinerja keuangan perusahaan. Hadi (2011:16) menyatakan bahwa
keberadaan perusahaan yang ditujukan untuk meningkatkan nilai bagi shareholders, seperti
meningkatkan keuntungan, harga saham, pembayaran deviden, dan lainnya.

Wibisono (2007:33) menjelaskan pada hakikatnya profit merupakan tambahan


pendapatan yang digunakan untuk keberlangsungan perusahan. Konsep triple bottom lines
perusahaan tidak hanya bertanggung jawab kepada shareholders saja dengan mendatangkan
keuntungan sebesar-besarnya. Perusahaan juga harus menyadari baik secara langsung maupun
tidak langsung profit yang diperoleh tidak terlepas dari dukungan stakeholders. Perusahaan
sudah selayaknya menyisihkan sedikit keuntungannya untuk kepentingan stakeholders.

Hasil penelitian Widiyasari (2015) CSR Bidang Ekonomi berpengaruh positif terhadap
Corporate Image dengan pengaruhnya 0,778 sehingga semakin baik CSR Bidang Ekonomi yang
diberikan maka semakin meningkat pula corporate image. Hasil penelitian serupa juga
ditemukan oleh Wiguna dkk. (2016) tanggung jawab sosial (CSR) di bidang ekonomi
berpengaruh positif signifikan terhadap citra yayasan Green School. Green School dalam
menjalankan kegiatannya yang dilakukan dengan efektif, efisien dan fleksibel akan
meningkatkan citra yayasan dari Green School. Hasil penelitian ini senada dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Yusdantara dan Rahanatha (2015), Penelitian dari Wijaya dan
Husni (2015) menyatakan CSR mempunyai pengaruh positif dan signifikan pada citra
perusahaan dan menunjukkan hasil bahwa tanggung jawab di bidang ekonomi mempunyai
pengaruh yang paling kuat dan dominan. Sedangkan penelitian lainnya yang dilakukan oleh
Ulum dkk. (2014) bahwa aspek ekonomi berpengaruh terhadap Citra Perusahaan.

H2: Aspek ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra perusahaan.

Pada jurnal ini membahas tentang bagaimanakah aspek ekonomi berpengaruh terhadap
citra perusahaan pada PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Sanggaran dan juga untuk
menjelaskan pengaruh aspek ekonomi terhadap citra perusahaan pada PT Pertamina (Persero)
Terminal BBM Sanggaran. Dan hasilnya adalah Aspek ekonomi berpengaruh positif signifikan
terhadap citra perusahanaan pada PT. Pertamina (Persero) Terminal Bahan Bakar Minyak
(TBBM). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat aspek ekonomi dalam program CSR yang
dilakukan oleh PT. Pertamina (Persero) Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) akan
menyebabkan peningkatan citra perusahaan.

OPINI :

Menurut pendapat kelompok kami, melihat dari kasus yang disajikan pada jurnal yang kami
peroleh, hal yang mempengaruhi kinerja serta pengelolaan perusahaan tidak hanya berasalh dari
ekonomi dalam lingkungan makro perusahaan, melainkan juga dipengaruhi oleh aspek mikro
perusahaan seperti bagaimana kondisi keuangan perusahaan di dalam membangun citra
perusahaan. Apabila kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan yang stabil maka citra
perusahaannya akan meningkat sehingga akan dapat menarik investor sebanyak-banyaknya
sehingga dapat meningkatkan kinerja dan pengelolaan perusahaan, begitu juga sebaliknya
apabila kondisi keuangan sedang mengalami decline maka citra perusahaan akan menurun
sehingga investor akan menarik dananya dan beralih berinvestasi di perusahaan asing yang
berakibat terjadi penurunan kinerja dan pengelolaan perusahaan.

2.2 Aspek-Aspek Bidang Politik dan Hukum dan Hubungannya Dengan Peluang atau
Ancaman Bisnis

2.2.1 ASPEK POLITIK


Pengertian politik menurut definisi Prof. Meriam Budhiarjo, pengertian politik adalah
macam-macam kegiatan yang menyangkut penentuan tujuan-tujuan dan pelaksanaan tujuan itu.
Sedangkan pengerttian politik sendiri jika dilihat secara Etimologis yaitu kata "politik"
ini masih memiliki keterkaitan dengan kata-kata seperti "polisi" dan "kebijakan". Melihat kata
"kebijakan" tadi maka "politik" berhubungan erat dengan perilakuperilaku yang terkait dengan
suatu pembuatan kebijakan. Sehingga "politisi" adalah orang yang mempelajari, menekuni,
mempraktekkan perilaku-perilaku didalam politik tersebut. Oleh karena itu secara garis besar
definisi atau makna dari "POLITIK" ini adalah sebuah perilaku atau kegiatan-kegiatan yang
dilakukan untuk mewujudkan kebijakan-kebijakan dalam tatanan Negara agar dapat
merealisasikan citacita Negara sesungguhnya, sehingga mampu membangun dan membentuk
Negara sesuai rules agar kebahagian bersama didalam masyarakat disebuah Negara tersebut
lebih mudah tercapai. Menurut aristoteles politik adalah usaha yang ditempuh oleh warga negara
untuk meraih kebaikan
bersama.
Berbicara mengenai politik tentu kita tidak lepas berbicara mengenai demokrasi yang
berlaku pada suatu negara. Hal tersebut dikarenakan dalam proses demokrasi tersebut secara
jelas pasti ada kegiatan kegiatan politik para etnik-etnik politik yang mempunyai kepentingan
politik sendiri-sendiri. Demokrasi merupakan upacara politik untuk menentukan siapa yang
berkuasa dan kebijakan apa yang harus diambil dalam suatu permasalahan dengan tidak
mengesampingkan pendapat-pendapat dari kaum minoritas. Walaupun disebut sebagai
demokrasi tetap saja didalam nya ditumpangi kepentingankepentingan politik suatu golongan.
Kaitan demokrasi dengan pembangunan ekonomi telah menjadi perdebatan yang cukup sengit
dikalangan para ilmuan perdebatan ini muncul pada negara yang mengalami industrialisasi dan
urbanisasi yang baru saja terlepas dari pemerintahan penjajah. Hubungan antara raktyat dengan
pemerintah dapat dikategorikan menjadi dua bentuk relasi yaitu sistem diktator yang secara
relatif dapat memberikan pengaruh kepada pemerintah yang dapat menimbulkan tindakan
represif terhadap kaum minoritas dan sistem demokratis diamana publik yang telah dewasa
memiliki hak untuk memilih maupun dipilih dalam pemilu dan terdapat pengakuan atas hak hak
kaum minoritas.

kekuatan-kekuatan politik sangat berpengaruh sekali. Hal tersebut disebabkan karena


pihak yang membuat hukum dan kebijakan tersebut adalah para politikus yang duduk di kursi
dewan legislatif. Kita tahu sendiri bahwa kekuatan-kekuatan politik tersebut hanya merupakan
pion-pion dari para pelaku yang mempunyai modal besar tidak lain mereka adalah para
pengusaha-pengusaha. dengan tentu para pengusaha melalui pion politiknya akan memenuat
kebijakan hukum menegenai investasi asing yang menguntungkan bagi mereka sendiri bukan
bagi kemakmuran rakyat.

OPINI :

Di dalam aspek politik, jurnal yang kami peroleh menyebutkan bahwa kekuatan politik sangatlah
berpengaruh terhadap kinerja dan penglolaan peusahaan karena pihak yang membuat hukum dan
kebijakan tersebut adalah para politikus yang duduk di kursi dewan legislatif. Kita tahu sendiri
bahwa kekuatan-kekuatan politik tersebut hanya merupakan pion-pion dari para pelaku yang
mempunyai modal besar tidak lain mereka adalah para pengusaha-pengusaha. dengan tentu para
pengusaha melalui pion politiknya akan memenuat kebijakan hukum menegenai investasi asing
yang menguntungkan bagi mereka sendiri. Maka dari itu hal ini akan dapat merugikan dan
menurunkan kinerja dan pengelolaan perusahaan pesaing serta merugikan perusahaan-
perusahaan start up yang tidak memiliki cukup banyak modal di dalam mengendalikan kebijakan
melalui “oknum” politikus tersebut.
2.2.2 ASPEK HUKUM

Disini penulis berasumsi bahwa hukum merupakan produk politik. Hukum dianggap
sebagai dependent variable (variabel terpengaruh), sedangkan politik diletakan sebagai
independent variable (variabel berpengaruh). Peletakan hukum sebagai variabel yang tergantung
atas politik atau politik yang determinan atas hukum ini mudah dipahami. Sidang parlemen yang
dibuat untuk membuat undangundang sebagai produk hukum pada hakikatnya merupakan
adegan kontestasi agar kepentingan dan aspirasi semua partai politik dapat termuat dalam
keputusan dan menjadi undang-undang.

Menurut Daniel S. Lev, yang paling menentukan dalam proses hukum adalah konsepsi dan
struktur kekuasaan politik. Yaitu bahwa hukum sedikit banyak selalu merupakan alat politik, dan
bahwa tempat hukum dalam negara, tergangtung pada keseimbangan politik, defenisi kekuasaan,
evolusi idiologi politik, ekonomi, sosial, dan seterusnya. Walaupun kemudian proses hukum
yang dimaksud tersebut tidak di identikan dengan maksud pembentukan hukum, namun dalam
prateknya seringkali proses dan dinamika pembentukan hukum mengalami hal yang sama, yakni
konsepsi dan struktur kekuasaan politiklah yang berlaku di tengah masyarakat yang sangat
menentukan terbentuknya suatu produk hukum.

Dapat disimpulkan bahwa hukum dan politik sangat berpengaruh dalam kaitannya masuknya
investor asing.

Masuknya investor asing sangat dipengaruhi oleh beberpa hal diantaranya adalah iklim nyaman
yang berupa kestabilan politik dan payung hukum yang jelas terhadap para investor asing.
Dengan tidak adanya hal-hal tersebut maka para investor akan ragu menanamkan modalnya
karena para investor adalah kalangan orang-orang yang sangat peka terhadap isu-isu seerti itu
dan mereka tidak mau mengambil resiko dalam menanamkan modalnya disuatu negara. Iklim-
iklim nyaman tersebut dapat dicapai jika sutu kekuatan politik dapat mebuat produk-produk
kebijakan yang dapat menjaga kestabilan di negaranya, kestabilan tersebut meliputi kestabilan
politik, kestabilan hukum dan ekonomi.

OPINI :
Di dalam aspek ini disebutkan bahwa Masuknya investor asing sangat dipengaruhi oleh beberpa
hal diantaranya adalah iklim nyaman yang berupa kestabilan politik dan payung hukum yang
jelas terhadap para investor asing. Yang berarti bahwa kondisi politik yang stabil dan paying
hokum yang jelas maka investor tidak akan ragu di dalam menanamkan modalnya pada suatu
Negara tertentu, sehingga akan dapat menguntungkan perusahaan-perusahaan yang berada pada
suatu Negara tertentu yang sudah dapat dipastikan akan dapat meningkatkan kinerja dan
pengelolaan perusahaan. Begitu juga sebaliknya apabila kondisi politik sedangsalam keadaan
tidakstabil(seperti pilgub DKI JKT waktu silam) dan kondisi hokum tidak mendukung investor
asing, maka akan dapat memengaruhi investor asing untuk menarik modalnya dan beralih
menanamkan modalnya ke Negara lain. Sehingga akan dapat menurunkan kinerja dan
pengelolaan perusahaan pada Negara terkait.
DAFTAR PUSTAKA

https://media.neliti.com/media/publications/163525-ID-pengaruh-hukum-dan-politik-terhadap-
perk.pdf

https://ojs.unud.ac.id/index.php/Manajemen/article/view/25821/17723