Anda di halaman 1dari 68

RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMK CIJANGKAR
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XII / 5
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 20 x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan
bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standard kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak
mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.13Menerapkan metoda perakitan produk barang/jasa
4.13 Melakukan perakitan produk barang/jasa
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.13 Menerapkan metoda perakitan produk barang/jasa
3.13.1 Mempraktekkan metoda perakitan produk barang/jasa
3.13.2 Membuat metoda perakitan produk barang/jasa

4.13 Melakukan perakitan produk barang/jasa


4.13.1 menyusun perakitan produk barang/jasa
4.13.2 mengoperasikan perakitan produk barang/jasa
C. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat metoda perakitan
produk barang/jasa dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat memeriksa metoda
perakitan produk barang/jasa dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengoperasikan
perakitan produk barang/jasa dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyusun
perakitan produk barang/jasa dengan tepat
D. Materi Pembelajaran
Metoda perakitan produk barang/jasa
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 – 4
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
15
1 Pendahuluan dicapai.
Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan
digunakan
Melakukan Pre test.
Penentuan Pertanyaan Mendasar
1. Guru meminta peserta didik untuk memper hatikan
video yang ada di layar komputer tentang metoda
perakitan produk barang/jasa
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan
menyimak tayangan video tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi
atau video yang belum jelas untuk ditanyakan pada
guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi
yang telah dicatat untuk acuan dalam metoda
perakitan produk barang/jasa
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh
penjelasan yang mendetail dari guru dari tayangan
video yang telah diputar
2. Guru menjelaskan dari masing – masing
pertranyaan dari peserta didik agar peserta didik
memahaminya
3. Guru mempraktekan metoda perakitan produk
barang/jasa
4. Peserta didik mem perhatikan dan mencoba
2 Kegiatan Inti merakit produk barang/jasa sendiri
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan proses
merakit produk barang/jasa dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta
didik dalam merakit produk barang/jasa
3. Guru memberitahu ka merakit produk barang/jasa
kepada peserta didik
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau
informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk
maju mendemonstrasikan, memeriksa,
mengoperasikan, menyusun merakit produk
barang/jasa
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan
panggilan guru
3. Peserta didik berusaha mendemonstrasikan,
memeriksa, mengoperasikan, menyusun proses
merakit produk barang/jasa
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam
mendemonstrasikan, memeriksa, mengoperasikan,
menyusun proses merakit produk barang/jasa
mengarahkan jika ada peserta didik yang belum
tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh
peserta didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam
mendemonstrasikan, memeriksa, mengoperasikan,
menyusun proses merakit produk barang/jasa
3. Peserta didik mendemonstrasikan, memeriksa,
mengoperasikan, menyusun proses merakit
produk barang/jasa
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam
dalam mendemonstrasikan, memeriksa,
mengoperasikan, menyusun proses merakit
produk barang/jasa
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk
menyimpulkan tentang proses merakit produk
barang/jasa
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan
terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan
menyuruh peserta didik secara individu untuk
mengerjakannya. 15
3 Penutup
Menit
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan
mengerjakan latihan tentang proses merakit
produk barang/jasa
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan pada peserta didik untuk
mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk
memimpin doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian
Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
 Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
 Penilaian keterampilan : Praktek

Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya
sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk
memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah
kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995).
Proses juga diartikan sebagai cara, metode ataupun teknik bagaimana produksi
itu dilaksanakan. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan danan menambah
kegunaan (Utility) suatu barang dan jasa. Menurut Ahyari (2002) proses produksi
adalah suatu cara, metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa
dengan menggunakan faktor produksi yang ada.
Melihat kedua definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi
merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau
jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan
baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.
Jenis-Jenis Proses Produksi
Jenis-jenis proses produksi ada berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi. Proses
produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses perubahan
bentuk, proses assembling, proses transportasi dan proses penciptaan jasa-jasa
adminstrasi (Ahyari, 2002).

Proses Produksi Barang dan Jasa

Barang merupakan benda yang dapat diraba, sedangkan jasa adalah benda yang tidak
dapat dilihat dan diraba. Memproduksi barang biasanya merupakan kegiatan mengubah
suatu barang atau sekumpulan barang menjadi barang lain. Barang yang diproses dapat
berupa bahan mentah dari industru primer (seperti tepung dan papan). Barang yang
dihasilkan dapat berupa barang setengah jadi atau barsang akhir. Produksi jasa
terutama berlaku sebagai akibat kegiatan pengangkutan barang manusia, dan kegiatan
perdagangan barang. Jasa juga tercipta sebagai akibat pendidikan, mencari kesehatan,
memperoleh jasa keuangan dan jasa pemerintah.
Bentuk Jasa Produksi dan Keinginan yang Ingin Dicapai pada Proses produksi dapat
dibedakan kepada :
1. Proses analytic
Dalam proses ini satu barang dapat diproses menjadi jenis barang lain (misalnya karet
menjadi alat pelampung, bola, dan sarung tangan).
2. Proses synthetic
Adalah proses membentuk suatu barang dari beberapa jenis bahan mentah (contohnya
sepatu yang membutuhkan bahan perekat, karet, dan kulit)
3. Proses continuous
Adalah proses yang terus menerus berlaku untuk menghasilkan barang yang sama.
Contohnya adalah mesin penggilingan padi atau proses membuat sarung tangan karet.
4. Proses intermitten
Adalah proses produksi di mana mesinnya selalu disesuaikan dengan bentuk barang
yang ingin dibuat. Contohnya adalah mesin yang digunakan untuk membuat perabot.
Setiap proses produksi mempunyai tiga tujuan penting : menigkatkan efisiensi,
meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kualitas.

B. MERENCANAKAN JADWAL PRODUKSI


Merencanakan Kegiatan Produksi Beberapa kegiatan memproduksi sangat
kompleks dan menggunakan peralatan produksi yang sangat mahal. Dalam kasus yang
demikian kegiatan memproduksi perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya. Persiapan
untuk melakukan kegiatan memproduksi meliputi hal-hal berikut:
Memprakirakan permintaan Merencanakan kapasitas memproduksi Menentukan
lokasi untuk kegiatan memproduksi. Menentukan tata letak mesin-mesin untuk
memproduksi
Penjadwalan proses produksi sering dikatakan sebagai master production
schedule (MPS) merupakan penjadwalan waktu dari tahapan pekerjaan yang telah
direncanakan dan akan dilaksanakan
Dalam kegiatan memproses dan memproduksi barang penjadwalan kerja dapat
menggunakan salahsatu dari dua cara sebagai berikut :
1. Diagram Gantt
Diagram ini dikembangkan oleh Henry L.Gant pada awal abad ke-20. Diagram
gantti ini merupakan suatu tabel yang menunjukkan kerja-kerja yang akan
dilakukan/diproduksi dan periode pelaksanaan dari setiap pekerjaan yang akan
dilakukan
2. Diagram PERT
Seperti juga dalam menggunakan diagram Gantt, dalam menggunakan diagram
PERT, untuk setiap kegiatan perlu ditentukan durasi atau periode waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikannya. Denan cara ini dapatlah ditentukan waktu
yang diperlukan dalam melakukan kegiatan produksi.

Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud proses?
2. Apakah yang dimaksud proses produksi?
3. Sebutkan proses – proses produksi!
4. Apakah yang Anda ketahui tentang diagram PERT?
5. Sebutkan persiapan dalam memproduksi!

Jawaban
1. Suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga
kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil
2. Suatu cara, metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa
dengan menggunakan faktor produksi yang ada.
3. Proses analytic, proses synthetic, proses continuous, proses intermitten
4. Dalam menggunakan diagram PERT, untuk setiap kegiatan perlu ditentukan durasi
atau periode waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Denan cara ini
dapatlah ditentukan waktu yang diperlukan dalam melakukan kegiatan produksi
5. Memprakirakan permintaan
Merencanakan kapasitas memproduksi
Menentukan lokasi untuk kegiatan memproduksi
Menentukan tata letak mesin-mesin untuk memproduksi
Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20

Tasikmalaya, Juli 2018


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mapel

Drs. H.E. MUHTAROM, M.Si AGI MANIK LAGA


RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMK CIJANGKAR
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XII / 5
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 15 x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan
bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standard kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak
mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.14Menganalisis prosedur pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa
4.14Melakukan pengujian produk barang/jasa
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.14 Menganalisis prosedur pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa
3.14.1 Menerapkan prosedur pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa
3.14.2 Memahami prosedur pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa

4.14 Melakukan pengujian produk barang/jasa


4.14.1 menyusun pengujian produk barang/jasa
4.14.2 mengoperasikan pengujian produk barang/jasa

Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menghubungkan
prosedur pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat membagi
permasalahan prosedur pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa dengan
tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengoperasikan
pengujian produk barang/jasa dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyusun
pengujian produk barang/jasa dengan tepat
D. Materi Pembelajaran
Prosedur pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 – 3
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik 15
1 Pendahuluan
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan Menit
dicapai.
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan
digunakan
Melakukan Pre test.
Penentuan Pertanyaan Mendasar
1. Guru meminta peserta didik untuk memper hatikan
video yang ada di layar komputer tentang prosedur
pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan
menyimak tayangan video tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi
atau video yang belum jelas untuk ditanyakan pada
guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi
yang telah dicatat untuk acuan dalam metoda
perakitan produk barang/jasa
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh
penjelasan yang mendetail dari guru dari tayangan
video yang telah diputar
2. Guru menjelaskan dari masing – masing
pertranyaan dari peserta didik agar peserta didik
memahaminya
3. Guru mempraktekan prosedur pengujian
2 Kegiatan Inti kesesuaian fungsi produk barang/jasa
4. Peserta didik mem perhatikan dan mencoba
menguji kesesuaian fungsi produk barang/jasa
sendiri
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan prosedur
pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa
dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta
didik dalam menguji kesesuaian fungsi produk
barang/jasa
3. Guru memberitahu ka prosedur pengujian
kesesuaian fungsi produk barang/jasa peserta didik
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau
informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk
maju menghubungkan, membagi, mengoperasikan,
menyusun prosedur pengujian kesesuaian fungsi
produk barang/jasa
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan
panggilan guru
3. Peserta didik berusaha menghubungkan, membagi,
mengoperasikan, menyusun prosedur pengujian
kesesuaian fungsi produk barang/jasa
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam
menghubungkan, membagi, mengoperasikan,
menyusun prosedur pengujian kesesuaian fungsi
produk barang/jasa mengarahkan jika ada peserta
didik yang belum tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh
peserta didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam
menghubungkan, membagi, mengoperasikan,
menyusun prosedur pengujian kesesuaian fungsi
produk barang/jasa
3. Peserta didik menghubungkan, membagi,
mengoperasikan, menyusun prosedur pengujian
kesesuaian fungsi produk barang/jasa
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam
dalam menghubungkan, membagi,
mengoperasikan, menyusun prosedur pengujian
kesesuaian fungsi produk barang/jasa
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk
menyimpulkan tentang prosedur pengujian
kesesuaian fungsi produk barang/jasa
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan
terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan
menyuruh peserta didik secara individu untuk
mengerjakannya. 15
3 Penutup
Menit
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan
mengerjakan latihan tentang prosedur pengujian
kesesuaian fungsi produk barang/jasa
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan pada peserta didik untuk
mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk
memimpin doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
 Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
 Penilaian keterampilan : Praktek

Uraian Materi

Faktor-Faktor yang harus Dipertimbangkan dalam Perencanaan Produks!


sebelum menetapkan langkah-langkah perencanaan produksi, Anda sebagai pelaku
usaha selayaknya mempertimbangkan hal-hal berikut.
1) Jumlah kebutuhan produksi per produk selama periode tertentu.
2) Kebijakan persediaan terhadapjurnlah persediaan bahan baku/penolong, bahan setengah
jadi, clan barang jadi.
3) KebUakan kapasitas mesin atau kapasitas poduksi.
4) Tersedianya fasilitas produksi seandainya terjadi penambahan kapasitas produksi.
5) Tersedianya bahan baku clan bahan penolong Berta tenaga kerja.
6) Jumlah produksi yang ekonomis.
7) Jadwal produksi dalam satu periode anggaran tertentu.
8) skala produksi clan karakteristik proses produksi.
9) Dampak dari lamanya proses produksi.
b. Langkah-Langkah Perencanaan Produksi
setiap wirausaha perlu melakukan langkah-langkah perencanaan produksi sebagai
berikut.
1) Penelitian dan pengembanganproduk
Bagi wirausaha, penelitian produk yang dilakukan dibedakan atas penelitian terhadap
proses produksi clan pada produk yang dihasilkan.
a) Penelitian proses produksi. Penelitian proses produksi dimaksudkan untuk
memperbaiki proses produksi. Perbaikan dilakukan terhadap produksi yang
seclang berjalan maupun produksi barang barn. Contoh: penelitian terhadap proses
produksi dodol dimaksudkan agar proses pembuatan dodol berjalan lebih balk
sehingga memenuhi standar produkyangtelah ditetapkan.
b) Penelitian produk. Penelitian produk ditujukan untuk perubahan/perbaikan
produk yang sudah ada disesuaikan dengan selera konsumen. Contoh:
penelitian terhadap produk dodol yang sudah ada. Misalnya dari segi rasa,
dodol tersebut akan divariasikan dengan buahbuahan tertentu (misalnya
dodol rasa strawberry, rasa nangka, dan sebagainya), atau mengubah ukuran
dan kemasan sesuai dengan selera atau permintaan konsumen.
2) Mencari gagasan dan seleksi produk. Dari penelitian yang dilakukan balk
terhadap pro-ses produksi maupun terhadap produk, selanjutnya Anda
melaksanakan hasil penelitian dan pengembangan tersebut. Pelaksanaan tadi
dilakukan dengan tahapan:
a) Mencari gagasan, yaitu mencari gagasan-gagasan guns mengembangkan
produk. Gagasan ini dapat berasal dari pasar/konsumen, teknologi yang
digunakan, dan dari pihak ketiga.
b) seleksi produk, yaitu memilih gagasan -gagasan yang terbaik berkaitan
dengan pengembangan produk. Gagasan yang dimanfaatkan adalah gagasan-
gagasan yang tidak akan merugikan perusahaan. Ada tiga alat yang digunakan
untuk menguji kemungkinan pengembangan suatu gagasan. Ketiga alat tersebut
yaitu:
(1) Nelayakan finansial
Melalui alat yang dinamakan "Project Value Index", Anda dapat mengetahui
apakah suatu gagasan memenuhi kelayanan finansial atau tidak. Project Value Index
ini menggunakan formulasi Return on Investment (ROI) sebagai berikut.
keterangan:
— Pt Technical probability atau kemungkinan
keberhasilan teknik (0 < style="letter-spacing: 0.5pt;">
— PC Commercial probability atau kemungkinan keberhasilan komersial (0 <
style="letter-spacing: 0.5pt;">
— AV Annual Volume, yakni total penjualan produk dalam unit/tahun.
— p Profit, yaitu laba yang diperoleh per unit = Hasil — Biaya (Revenue —Cost).
— L Life, yaitu waktu kehidupan/tahun.
— TDC: Total Development Cost, yaitu jumlah seluruh biaya pengembangan
produk.
— PM Profit Margin, yaitu margin laba yang diproyeksikan atau tingkat laba yang
diinginkan.
— TC Total Cost, yaitu total biaya pengembangan produk.
Kriteria:
— Bila ROI > Tingkat bunga umum (r) = Gagasan memiliki kelayakan finansial.
— Bila ROI < style="letter-spacing: 0.5pt;"> Contoh: perusahaan Piranti Jaya dalam
setahun berharap memperoleh laba sebesar Rp2s.000.000,00 dengan biaya
operasional sebesar Rp10.000.000,00 dan tingkat bunga bank 1s %. Dengan
menggunakan rumus ROI yang sederhana, diperoleh:
2s,000.000
ROI =_____________ x 1 0 0 % = 1 6 , 6 7 %
1s0.000.000
ROI > r (16,67 % > 1s %), artinya gagasan tersebut memiliki kelayakan finansial.
(2) Kesesuaian operasi
Bagi perusahaan yang telah berproduksi, suatu gagasan yang memiliki kelayakan
finansial bukan berarti dapat langsung dikembangkan. Apabila operasi dari
produk yang akan dikembangkan berbeda dengan produk yang sudah ada,
perusahaan harus bersiap mengadakan perubahan. Misalnya, mengubah lay out
line produksi dan menambah biaya produksi. Oleh karena itu, pengembangan
suatu gagasan tidak hanya ditentukan oleh kelayakan finansial melainkan juga
ditentukan oleh kesesuaian operasi.
(s) Potensi pasar
Pengembangan suatu produk ditentukan pula oleh potensi pasar dari produk
tersebut. Apabila potensi pasarnya belum jelas, pengembangan produk tersebut perlu
dipertimbangkan masak-masak.
Dalam mengembangkan produk, Anda harus memerhatikan beberapa faktor
berikut.
(a) Persaingan. Apakah perusahaan pesaing telah melakukan pengembangan
produknya? Kalau iya, bagaimana bentuk pengembangan produknya?
(b) Persediaan bahan, baik bahan baku maupun bahan penolong. Apakah bahan baku
clan bahan penolong tersedia dalam jumlah yang cukup untuk jangka panjang?
(c) Kualitas produk yang diinginkan. Apakah perusahaan akan mempertahankan
kualitas produk atau akan memperbaiki kualitasnya?
(d) Risiko teknik. Apakah dengan pengembangan produk yang d i rencanakan berakibat
pada proses secara teknis, misalnya perlunya mesin atau peralatan yang baru dan
tenaga ahli yang baru?
(e) Volume penjualan yang diharapkan. Apakah dengan pengembangan produk dapat
meningkatkan volume penjualan?
(f) strategi perusahaan. Apakah perusahaan telah slap dengan strategi tertentu guna
mengembangkan produk clan mempromosikannya? Bagaimana bentuk strategi
pemasaran yang tepat?
faktor-faktor di atas harus mendapat perhatian dari pihak perusahaan (pengusaha/
wirausaha), agar rencana pengembangan produk benar -benar menclatangkan
keuntungan sesuai dengan harapan. Dengan demikian, pengembangan produk harus
dilakukan dengan pertimbangan clan perhitungan rasional—ekonomis (motif
ekonomis), bukan hanya sekedar didorong oleh keinginan agar dianggap sebagai
perusahaan yang maju, atau karena faktor prestise (motif psikologis).
c) Desain produk pendahuluan. sebelum menetapkan desain produk/jasa
yang akan dikembangkan, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan.
(1) Penentuan bentuk serta fungsi produk baru yang akan diproduksi.
(2) Pemilihan bahan yang akan digunakan dengan mempertimbangkan:
(a) kebutuhan jenis (spesifikasi) produk atau bagian dari produk,
(b) harga dari bahan yang akan digunakan, Berta
(c) biaya proses produksi.
(3) Kesempatan diversifikasi. Yaitu peluang untuk menambah atau
memperbanyakjenis produk yang akan dihasilkan.
Misalnya:
— semula hanya menghasilkan produk jasa angkutan, sekarang ditambah dengan
produk jasa cuci mobil/motor.
— Dari menghasilkan mesin pemotong rumput, dikembangkan dengan menghasilkan
mesin penggiling rumput untuk makanan ternak.
Bila telah diputuskan produk mans yang akan dikembangkan atau dihasilkan,
selanjutnya Anda membuat desain produk pendahuIuan. I nidesaindari produk-
produk yang terpilih untuk dikembangkan atau diprodUksi. Desain produk
pendahuluan yang dikembangkan dalam bentuk prototipe diperlukan agar
perusahaan mengetahui tanggapan konsumen atas produk itu sebelum produk
tersebut diproduksi secara massal. selain itu, pembuatan prototipe
memungkinkan perusahaan menguji kualitas bahan dan produk. Untuk itu ada tiga
faktor yang harus diperhatikan dalam menguji desain produk pendahuluan ini, yaitu:
(1) frekuensi kerusakan komponen (reabilitas),
(2) kemudahan untuk pemeliharaan clan perbaikan (maintainability), Berta
(3) umur produk. '
d) Pengujian, dimaksudkan untuk menguji apakah produk layak dikembangkan
atau ticlak, baik dilihat dari potensi pasar maupun secara teknik.
e) Desain akhir. Apabila hasil pengujian produk menyimpulkan bahwa produk
tersebut layak untuk dikembangkan, dibuatlah desain akhir. Apabila
pengujian merekomendasikan adanya perbaikan-perbaikan maka sebelum
diproduksi, perlu dibuat prototipe baru untuk diuji kembali. Pengujian ulang
dilakukan sampai produk tersebut lolos uji secara teknik maupun potensi pasar.

Latihan soal
1. Apasajakah yang harus Anda persiapkan sebelum memproduksi barang?
2. Apakah yang dimaksud kesempatan diferifikasi?
3. Sebutkan langkah – langkah perencanaan produksi!
4. Apasajakah yang harus diperhatikan dalam menguji produk?
5. Apasajakah yang harus dipertimbangkan untuk pemilihan bahan?

Jawaban
1. Jumlah kebutuhan produksi per produk selama periode tertentu.
kebijakan persediaan terhadapjurnlah persediaan bahan baku/penolong, bahan setengah
jadi, clan barang jadi.
Kebijakan kapasitas mesin atau kapasitas poduksi.
Tersedianya fasilitas produksi seandainya terjadi penambahan kapasitas produksi.
Tersedianya bahan baku clan bahan penolong Berta tenaga kerja.
Jumlah produksi yang ekonomis.
2. Yaitu peluang untuk menambah atau memperbanyakjenis produk yang akan
dihasilkan.
3. Penelitian dan pengembangan produk, mencari gagasan dan seleksi produk
4. Frekuensi kerusakan komponen (reabilitas),
kemudahan untuk pemeliharaan clan perbaikan (maintainability), serta
umur produk.
5. Kebutuhan jenis (spesifikasi) produk atau bagian dari produk,
Harga dari bahan yang akan digunakan, Berta
Biaya proses produksi.

Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20

Tasikmalaya, Juli 2018


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mapel

Drs. H.E. MUHTAROM, M.Si AGI MANIK LAGA


RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMK CIJANGKAR
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XII / 5
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 15 x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan
bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standard kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak
mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.15 Mengevaluasi kesesuaian hasil produk dengan rancangan
4.15 Melakukan pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.15 Mengevaluasi kesesuaian hasil produk dengan rancangan
3.15.1 Menyimpulkan kesesuaian hasil produk dengan rancangan
3.15.2 Menilai kerja kesesuaian hasil produk dengan rancangan

4.15 Melakukan pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan


produk/standar operasional
4.15.1 Menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional
4.15.2 Mengoperasikan pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional
C. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyimpulkan
kesesuaian hasil produk dengan rancangan dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai kerja
kesesuaian hasil produk dengan rancangan dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengoperasikan
pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyusun
pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional dengan tepat
D. Materi Pembelajaran
Kesesuaian hasil produk dengan rancangan
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 – 3
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
15
1 Pendahuluan dicapai.
Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan
digunakan
Melakukan Pre test.
Penentuan Pertanyaan Mendasar
1. Guru meminta peserta didik untuk memper hatikan
video yang ada di layar komputer tentang
pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria
kelayakan produk/standar operasional
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan
menyimak tayangan video tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang
materi atau video yang belum jelas untuk
ditanyakan pada guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari
materi yang telah dicatat untuk acuan dalam
pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria
kelayakan produk/standar operasional
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh
penjelasan yang mendetail dari guru dari tayangan
video yang telah diputar
2 Kegiatan Inti 2. Guru menjelaskan dari masing – masing
pertranyaan dari peserta didik agar peserta didik
memahaminya
3. Guru mempraktekan pemeriksaan produk sesuai
dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional
4. Peserta didik mem perhatikan dan mencoba
pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria
kelayakan produk/standar operasional sendiri
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan
pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria
kelayakan produk/standar operasional dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta
didik dalam pemeriksaan produk sesuai dengan
kriteria kelayakan produk/standar operasional
3. Guru memberitahu ka pemeriksaan produk
sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional peserta didik
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau
informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk
maju menyimpulkan, menilai, mengoperasikan,
menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan
kriteria kelayakan produk/standar operasional
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan
panggilan guru
3. Peserta didik berusaha menyimpulkan, menilai,
mengoperasikan, menyusun pemeriksaan produk
sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam
menyimpulkan, menilai, mengoperasikan,
menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan
kriteria kelayakan produk/standar operasional
mengarahkan jika ada peserta didik yang belum
tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh
peserta didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam
menyimpulkan, menilai, mengoperasikan,
menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan
kriteria kelayakan produk/standar operasional
3. Peserta didik menyimpulkan, menilai,
mengoperasikan, menyusun pemeriksaan produk
sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam
dalam menyimpulkan, menilai, mengoperasikan,
menyusun pemeriksaan produk sesuai dengan
kriteria kelayakan produk/standar operasional
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk
menyimpulkan tentang menyusun pemeriksaan
produk sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan 15
3 Penutup
terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran. Menit
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan
menyuruh peserta didik secara individu untuk
mengerjakannya.
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan
mengerjakan latihan tentang menyusun
pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria
kelayakan produk/standar operasional
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan pada peserta didik untuk
mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk
memimpin doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
 Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
 Penilaian keterampilan : Praktek

Proses perencanaan produk dilakukan sebelum suatu proyek pengembangan produk


secara formal disetujui, sumber daya yang penting dipakai dan sebelum tim
pengembang yang lebih besar dibentuk. Perencanaan produk merupakan suatu kejadian
yang mempertimbangkan portofolio suatu proyek, sehingga suatu organisasi dapat
mengikuti dan menetukan bagian apa dari proyek yang akan diikuti selama periode
tertentu. Kegiatan perencanaan produk menjamin bahwa proyek pengembangan produk
mendukung strategi bisnis perusahaan yang lebih luas dan menentukan:
a. Proyek-proyek pengembangan produk apa yang akan dilakukan.
b. Kombinasi pengembangan produk (produk baru, produk platform, atau produk
turunan).
c. Keterkaitan antar proyek dalam suatu portofolio.
d. Waktu dan urutan proyek.
Setiap proyek terpilih dilengkapi dengan tim pengembang produk. Tim ini harus
mengetahui misi proyek sebelum dimulai pengembangan. Misi setiap proyek
seharusnya memuat:
a. Segmen pasar yang dapat dipertimbangkan untuk merancang dan
mengembangkan produk.
b. Teknologi yang digunakan.
c. Target proyek secara finansial.
d. Anggaran dan deadline proyek.
Proses Perencanaan Produk
Rencana produk mengidentifikasi portofolio produk-produk yang dikembangkan dan
waktu pengenalan ke pasar. Proses perencanaan mempertimbangkan peluang-peluang
pengembangan produk, yang diidentifikasi oleh banyak sumber, mencakup usulan
bagian pemasaran, penelitian, pelanggan, tim pengembangan produk dan analisis
keunggulan para pesaing.
Rencana produk perlu diperbarui secara berkala agar dapat mengakomodasi perubahan
dan perkembangan yang ada. Untuk mengembangkan suatu rencana produk dan
pernyataan misi proyek perlu 5 (lima) tahapan proses:
1. Mengidentifikasi peluang
Peluang-peluang melibatkan beberapa dari 4 (empat) tipe proyek pengembangan
produk, yaitu:
a. Produk baru.
b. Turunan dari produk yang sudah ada.
c. Perbaikan produk yang sudah ada.
d. Produk yang pada dasarnya baru.
Identifikasi peluang dapat dilakukan dengan cara:
a. Keluhan pelanggan terhadap produk sejenis yang sudah ada.
b. Analisa keunggulan dan kelemahan produk pesaing.
c. Usulan pelanggan yang dikumpulkan secara otomatis.
d. Pertimbangan implikasi terhaadap adanya kecenderungan dalam gaya idup,
demografi dan teknologi untuk kategori yang produk ada dan peluang-peluang
kategori produk baru.
2. Mengevaluasi dan Memprioritaskan Proyek
Empat perspektif dasar yang berguna dalam mengevaluasi dan memprioritaskan
peluang-peluang bagi produk baru dalam kategori produk yang sudah ada adalah:
a. Strategi bersaing
Strategi bersaing perusahaan merupakan sebuah pendekatan pasar dan produk
yang mendasar dengan memperhatikan para pesaing. Strategi ini digunakan
untuk memilih peluang. Pada umumnya perusahaan melakukan diskusi pada
tingkat manajemen merupakan sebuah kompetensi strategi dan membantu
dalam bersaing. Beberapa strategi yang mungkin untuk diterapkan:
a) Kepemimpinan yang berbasis pada teknologi.
b) Kepemimpinan berbasis efisiensi biaya.
c) Fokus pelanggan.
d) Produk tiruan.
b. Segmentasi pasar
Pembagian pasar ke dalam segmen-segmen memungkinkan perusahaan untuk
mempertimbangkan tindakan-tindakan pesaing dan kekuatan produk
perusahaan sekarang berdasarkan kelompok pelanggan yang jelas. Pemetaan
produk-produk pesaing dan milik sendiri dalam segmen-segmen akan membantu
perusahaan dalam memperkirakan peluang produk yang menyebabkan
kelemahan lini produknya dan dan yang memanfaatkan kelemahan dari
penawaran pesaing.
c. Perkembangan teknologi
Dalam bisnis yang sifatnya intensif teknologi, keputusan perencanaanyang utama
adalah penentuan waktu untuk menggunakan teknologi dasar yang baru dalam
lini produk.
d. Perencanaan platform produk
Platform produk merupakan sekumpulan aset yang dibagi dalam sekumpulan
produk. Platform yang efektif dapat memungkinkan variasi turunan produk
untuk dirancang lebih cepat dan mudah, yang setiap produk memberikan ciri-ciri
dan fungsi-fungsi yang diinginkan oleh pasar utama.
Keputusan mengenai platform produk sangat berkaitan dengan usaha
pengembangan produk dari perusahaan dan untuk memutuskan mengenai
teknologi mana yang akan digunakan untuk produk baru.
Satu teknik untuk mengkoordinasikan pengembangan teknologi dengan
perencanaan produk adalah peta jalur teknologi. Peta jalur teknologi merupakan
cara untuk menunjukkan ketersediaan yang diharapkan dan masa depan
penggunaan berbagai teknologi yang relevan untuk produk yang
dipertimbangkan.
e. Evaluasi peluang produk baru secara fundamental
Beberapa kriteria untuk mengevaluasi peluang produk baru secara fundamental
adalah:
a) Ukuran pasar (unit/tahun x harga rata-rata).
b) Tingkat pertumbuhan pasar (persen per tahun).
c) Intensitas persaingan (jumlah pesaing dan kekuatannya).
d) Pengetahuan perusahaan mengenai pasar.
e) Pengetahuan perusahaan mengenai teknologi.
f) Kesesuaian dengan produk perusahaan lain.
g) Kesesuaian dengan kemampuan perusahaan.
f. Menyeimbangkan portofolio proyek pengembangan
Metode penyeimbang portofolio akan melibatkan pemetaan portofolio sesuai
dengan dimensi-dimensi yang berguna, sehingga manajer akan
mempertimbangkan implikasi dari keputusan perencanaan. Pendekatan
pemetaan yang dikemukakan Cooper et al (1998) melibatkan dimensi seperti
resiko teknis, pengembalian finansial, daya tarik pasar dan sebagainya.
3. Pengalokasian Sumber Daya dan Perencanaan Waktu
a. Pengelolaan sumber daya
Perencanaan agregat akan membantu perusahaan dalam penggunaan sumber
daya secara efisien dengan mengambil proyek-proyek yang beralasan untuk
diselesaikan berdasarkan sumber daya yang dianggarkan.
b. Penentuan waktu proyek
Penentuan waktu dan urutan proyek harus mempertimbangkan faktor-faktor:
a) Penentuan waktu pengenalan produk.
b) Kesiapan teknologi.
c) Kesiapan pasar.
d) Persaingan dalam penawaran produk.
4. Penyelesaian Perancangan Proyek Pendahuluan
Tahap ini dilakukan setelah proyek disetujui, tetapi sebelum sumber daya penting
digunakan. Kegiatan ini melibatkan tim fungsional silang yang disebut tim inti. Pada
poin ini pernyataan kesempatan yang lebih sesegera mungkin ditulis kembali
sebagai suatu pernyataan visi produk.
Sasaran yang terdefinisi dalam pernyataan visi produk kadang sangatlah umum.
Untuk memberikan petunjuk yang jelas bagi organisasi pengembangan produk,
biasanya tim memformulasikan suatu definisi yang lebih detail dari pasar target dan
asumsi-asumsi yang mendasari operasional tim pengembangan. Keputusan-
keputusan mengenai hal ini akan terdapat dalam suatu pernyataan misi.
a. Pernyataan misi
Pernyataan misi mencakup:
a) Uraian produk ringkas, mencakup manfaat produk utama untuk
pelanggan namun menghindari penggunaan konsep produk secara
spesifik.
b) Sasaran utama bisnis, mencakup waktu, biaya dan kualitas.
c) Pasar target untuk produk, mengidentifikasi pasar utama dan pasar
kedua yang perlu dipertimbangkan dalam suatu pengembangan.
d) Asumsi dan batasan, untuk mengarahkan usaha pengembangan.
e) Stakeholder, untuk menjamin bahwa banyak permasalahan
pengembangan ditujukan untuk mendaftar secara eksplisit seluruh
stakeholder dari produk. Daftar stakeholder dimulai dari pengguna akhir
dan pelanggan eksternal yang membuat keputusan-keputusan tentang
produk. Daftar stakeholder menyediakan suatu bayangan bagi tim untuk
mempertimbangakn kebutuhan setiap konsumen.
b. Asumsi dan batasan
Asumsi dan batasan diperlukan agar pengembangan teknis dari produk lebih
terarah. Permasalahan yang perlu dipertimbangkan dalam menyatakan asumsi
dan batasan:
a) Manufaktur, mempertimbangkan kemampuan, kapasitas, dan batasan
operasional manufaktur.
b) Pelayanan. Pelayanan pelanggan dan pendapatan pelayanan sangat
menentukan keberhasilan perusahaan, sehingga perusahaan perlu
menyatakan sasaran strategis untuk tingkat-tingkat kualitas pelayanan.
c) Lingkungan. Sasarannya adalah bahwa seluruh komponen akan
dimanufaktur kembali atau didaur ulang atau keduanya Sehingga
seharusnya tidak ada komponen yang dibuang pelanggan.
c. Penentuan staf dan kegiatan perencanaan proyek pendahuluan lain.
5. Merefleksikan hasil dengan proses
Langkah terakhir dari perencanaan dan proses strategi, tim seharusnya menanyakan
beberapa pertanyaan untuk memperlirakan kualitas hasil dan proses.
Karena pernyataan misi merupakan pegangan untuk tim pengembangan, suatu
reality check harus dilakukan sebelum melalui proses pengembangan. Langkah awal
ini merupakan waktu untuk perbaikan.

Latihan soal
1. Apakaha yang dimaksud Perencanaan produk ?
2. Misi apasajakah yang dimut dalam sebuah proyek?
3. Sebutkan permasalahan yang dipertimbangkan dalam menyatakan asumsi dan
batasan!
4. Apakah sasaran dari lingkungan?
5. Sebutkan pernyataan misi!

Jawaban
1. Perencanaan produk merupakan suatu kejadian yang mempertimbangkan portofolio
suatu proyek, sehingga suatu organisasi dapat mengikuti dan menetukan bagian apa
dari proyek yang akan diikuti selama periode tertentu
2. Segmen pasar yang dapat dipertimbangkan untuk merancang dan mengembangkan
produk.
Teknologi yang digunakan.
Target proyek secara finansial.
Anggaran dan deadline proyek.
3. Segmen pasar yang dapat dipertimbangkan untuk merancang dan mengembangkan
produk.
Teknologi yang digunakan.
Target proyek secara finansial.
Anggaran dan deadline proyek.
4. Bahwa seluruh komponen akan dimanufaktur kembali atau didaur ulang atau
keduanya Sehingga seharusnya tidak ada komponen yang dibuang pelanggan.
5. Uraian produk ringkas, pasar target untuk produk, asumsi dan batasan, stake holder

Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20

Tasikmalaya, Juli 2018


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mapel

Drs. H.E. MUHTAROM, M.Si AGI MANIK LAGA


RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMK CIJANGKAR
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XII / 5
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 15 x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan
bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standard kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak
mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.16 Memahami paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa
4.16 Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.16 Memahami paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa
3.16.1 Menerjemahkan paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif
tentang produk/jasa
3.16.2 Menerapkan paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif
tentang produk/jasa

4.16 Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang


produk/jasa
4.16.1 Membuat paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif
tentang produk/jasa
4.16.2 Mengoperasikan paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif
tentang produk/jasa
Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menerjemahkan
paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengekspresikan
paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat memproduksi
paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengoperasikan
paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
dengan tepat
D. Materi Pembelajaran
Paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 – 3
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
15
1 Pendahuluan dicapai.
Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan
digunakan
Melakukan Pre test.
Penentuan Pertanyaan Mendasar
1. Guru meminta peserta didik untuk memper
hatikan video yang ada di layar komputer tentang
Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif,
atau persuasif tentang produk/jasa
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan
menyimak tayangan video tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang
materi atau video yang belum jelas untuk
ditanyakan pada guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari
materi yang telah dicatat untuk acuan dalam
Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif,
2 Kegiatan Inti atau persuasif tentang produk/jasa
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh
penjelasan yang mendetail dari guru dari tayangan
video yang telah diputar
2. Guru menjelaskan dari masing – masing
pertranyaan dari peserta didik agar peserta didik
memahaminya
3. Guru mempraktekan Menyusun paparan deskriptif,
naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa
4. Peserta didik mem perhatikan dan mencoba
Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif,
atau persuasif tentang produk/jasa sendiri
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan pemeriksaan
produk sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta
didik dalam Menyusun paparan deskriptif, naratif,
argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
3. Guru memberitahu ka pemeriksaan produk sesuai
dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional peserta didik
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau
informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk
maju menerjemahkan,mengekspresikan,
memproduksi, mengoperasikan Menyusun paparan
deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif
tentang produk/jasa
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan
panggilan guru
3. Peserta didik berusaha
menerjemahkan,mengekspresikan, memproduksi,
mengoperasikan Menyusun paparan deskriptif,
naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam
menerjemahkan,mengekspresikan, memproduksi,
mengoperasikan Menyusun paparan deskriptif,
naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa mengarahkan jika ada peserta didik
yang belum tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
.1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh
peserta didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam
menerjemahkan,mengekspresikan, memproduksi,
mengoperasikan Menyusun paparan deskriptif,
naratif, argumentatif, atau persuasif tentang
produk/jasa
3. Peserta didik menerjemahkan,mengekspresikan,
memproduksi, mengoperasikan Menyusun paparan
deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif
tentang produk/jasa
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam
dalam menerjemahkan,mengekspresikan,
memproduksi, mengoperasikan Menyusun paparan
deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif
tentang produk/jasa
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk
menyimpulkan tentang Menyusun paparan
deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif
tentang produk/jasa
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan
terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan
menyuruh peserta didik secara individu untuk
mengerjakannya. 15
3 Penutup
Menit
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan
mengerjakan latihan tentang Menyusun paparan
deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif
tentang produk/jasa
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan pada peserta didik untuk
mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk
memimpin doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
 Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
 Penilaian keterampilan : Praktek
DESKRIPSI (PERIAN) Penulisan yang bertujuan untuk menggambarkan bentuk objek
pengamatan, wujudnya, sifatnya, rasanya, atau coraknya dengan mengandalkan
pancaindera. Penulisan yang bertujuan untuk menggambarkan perasaan atau suasana,
seperti sedih, gembira, bahagia, takut, atau sepi melalui pencerapan pancaindera.
FUNGSI DESKRIPSI Membantu pembaca untuk membayangkan suasana, orang, keadaan,
benda, serta untuk memahami suatu sensasi atau emosi, melalui imajinasi yang
terbentuk melalui ungkapan bahasa.
DESKRIPSI YANG BAIK • didasarkan pada pengamatan dan pencerapan pancaindera
yang cermat dan penyusunan yang tepat • ditandai oleh suasana hati yang jelas • diikuti
oleh pengembangan yang logis • didasarkan pada penggambaran yang dominan yang
diletakkan pada kalimat topik.
OBSERVASI Tindakan mengawasi suatu perbuatan (kegiatan, keadaan) seseorang atau
benda dengan penuh perhatian yang dapat dilaksanakan dalam jangka waktu pendek
(sesaat) dan jangka waktu panjang.
JANGKA PENDEK • Pengamatan dalam waktu yang singkat dan terbatas. • pokok
perhatian : kegiatan, perilaku, dan suara dalam pertemuan sesaat pada waktu
pertemuan atau wawancara dilaksanakan.
JANGKA PANJANG • Pengamatan yang terjadi dalam waktu yang agak panjang (beberapa
hari, minggu, bulan, bahkan tahunan). • terlihat dari penggunaan kata, seperti biasanya,
setiap, setiap kali, sering kali, kadang kala.
DESKRIPSI EKSPOSITORIS Deskripsi yang sangat logis. isinya merupakan perincian yang
disusun menurut sistem atau urutan logis dari obyek yang diamati.
DESKRIPSI IMPRESIONISTIS • menggambarkan kesan penulis atau suatu untuk
menstimulasi pembaca yang lebih menekankan kesan pada saat penulis melakukan
observasi. • Urutan yang digunakan adalah urutan menurut kuat atau lemahnya kesan
penulis terhadap obyek yang ditulis.
CAKUPAN DESKRIPSI • Deskripsi latar, tempat, atau lokasi. • Deskripsi kegiatan. •
Orang-orang yang terlibat dalam suatu acara. • Makna suatu kejadian. • Pendekatan
secara induktif.
NARASI (KISAHAN) Penulisan yang bertujuan untuk menceritakan kembali suatu
peristiwa dengan cara menghimpun informasi faktual berdasarkan pengamatan, liputan,
wawancara, dan informasi dari bacaan atau dokumen, serta dari imajinasi.
NARASI YANG BAIK • memiliki kalimat awal/teras yang menarik perhatian. • memiliki
alur dengan rangkaian adegan yang berawal dan berakhir. • memiliki alur yang
membangun klimaks. • memiliki alur yang dibangun atas peristiwa-peristiwa yang
disusun secara berurutan dan logis. • memiliki pemeran atau pelaku dalam peristiwa
yang dilaporkan.
SUSUNAN KERANGKA NARATIF 1. Urutan kejadian. 2. Urutan waktu. 3. Urutan sebab
akibat.
SUDUT PANDANG 1. Sudut pandang orang pertama (pencerita berpartisipasi dalam
cerita). 2. Sudut pandang orang ketiga (pencerita bertindak sebagai pengamat dan
menceritakan kejadian tanpa melibatkan diri ke dalamnya).
EKSPOSISI (PAPARAN) • Penulisan yang bertujuan memberikan informasi, penjelasan,
keterangan, atau pemahaman berupa – perincian khusus, – penalaran, – contoh.
memberi penjelasan atau informasi, • menguraikan sebuah proses, melukiskan proses
pembuatan sesuatu yang belum diketahui pembaca atau proses kerja suatu benda, •
menyingkapkan buah pikiran, perasaan, atau pendapat penulis untuk diketahui
pembaca, • memberi simpulan atau saran yang akan mengakhiri tulisan tersebut.
TUJUAN EKSPOSISI
JENIS-JENIS EKSPOSISI • menjelaskan prosedur atau proses, • memberikan dan
menguraikan definisi atau pandangan, • menerangkan arah, • menjelaskan dan
menafsirkan gagasan, • menerangkan bagan atau tabel, atau • mengulas suatu hal atau
peristiwa
ARGUMENTASI • Penulisan yang bertujuan untuk meyakinkan orang, membuktikan
pendapat atau pendirian pribadi, atau bahkan membujuk pihak lain untuk menerima
pendapat penulis. • Bentuk argumentasi ini tidak dianjurkan, dalam berita, karena berita
harus disajikan secara obyektif dan tidak mengandung opini penulis
Argumentasi dibangun dengan menyusun alasan secara logis untuk menunjang sebuah
kalimat topik dalam paragraf. Alasan disusun berdasarkan penjelasan atau kutipan dan
fakta- fakta yang tepat

Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud paparan deskripsi?
2. Apakah fungsi paparan deskripsi?
3. Apakah yang dimaksud paparan eksposisi?
4. Tujuan paparan argumentasi adalah?
5. Mengapa argumentasi tidak boleh dipaparkan dalam berita?

Jawaban
1. Penulisan yang bertujuan untuk menggambarkan bentuk objek pengamatan,
wujudnya, sifatnya, rasanya, atau coraknya dengan mengandalkan pancaindera
2. Membantu pembaca untuk membayangkan suasana, orang, keadaan, benda, serta
untuk memahami suatu sensasi atau emosi, melalui imajinasi yang terbentuk melalui
ungkapan bahasa
3. Penulisan yang bertujuan memberikan informasi, penjelasan, keterangan, atau
pemahaman berupa – perincian khusus, – penalaran, – contoh.
4. untuk meyakinkan orang, membuktikan pendapat atau pendirian pribadi, atau
bahkan membujuk pihak lain untuk menerima pendapat penulis
5. karena berita harus disajikan secara obyektif dan tidak mengandung opini penulis

Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20

Tasikmalaya, Juli 2018


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mapel

Drs. H.E. MUHTAROM, M.Si AGI MANIK LAGA


RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMK CIJANGKAR
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XII / 5
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 15 x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan
bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standard kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak
mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.17 Menentukan media promosi
4.17 Membuat media promosi berdasarkan segmentasi pasar
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.17 Menentukan media promosi
3.17.1 Menggunakan media promosi yang sesuai
3.17.2 menilai media promosi

4.17 Membuat media promosi berdasarkan segmentasi pasar


4.17.1 Menyusun media promosi berdasarkan segmentasi pasar
4.17.2 Menggunakan media promosi berdasarkan segmentasi pasar yang sesuai

Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai media
promosi dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat membedakan
media promosi dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengubah media
promosi berdasarkan segmentasi pasar dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat memodifikasi
media promosi berdasarkan segmentasi pasar dengan tepat
D. Materi Pembelajaran
Media promosi berdasarkan segmentasi pasar
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 – 3
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan 15
1 Pendahuluan
dicapai. Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan
digunakan
Melakukan Pre test.
Penentuan Pertanyaan Mendasar
1. Guru meminta peserta didik untuk memper
hatikan video yang ada di layar komputer tentang
Membuat media promosi berdasarkan segmentasi
pasar
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan
dan menyimak tayangan video tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang
materi atau video yang belum jelas untuk
ditanyakan pada guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari
materi yang telah dicatat untuk acuan dalam
Membuat media promosi berdasarkan segmentasi
pasar
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh
penjelasan yang mendetail dari guru dari tayangan
video yang telah diputar
2. Guru menjelaskan dari masing – masing
pertranyaan dari peserta didik agar peserta didik
memahaminya
3. Guru mempraktekan Membuat media promosi
2 Kegiatan Inti berdasarkan segmentasi pasar
4. Peserta didik mem perhatikan dan mencoba
Membuat media promosi berdasarkan segmentasi
pasar sendiri
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan Membuat
media promosi berdasarkan segmentasi pasar dari
guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta
didik dalam Membuat media promosi berdasarkan
segmentasi pasar
3. Guru memberitahu ka Membuat media promosi
berdasarkan segmentasi pasar
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau
informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk
maju menilai, membedakan, mengubah,
memodifikasi media promosi berdasarkan
segmentasi pasar
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan
panggilan guru
3. Peserta didik berusaha menilai, membedakan,
mengubah, memodifikasi media promosi
berdasarkan segmentasi pasar
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam
menilai, membedakan, mengubah, memodifikasi
media promosi berdasarkan segmentasi pasar
mengarahkan jika ada peserta didik yang belum
tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
.1 . Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh
peserta didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam menilai,
membedakan, mengubah, memodifikasi media
promosi berdasarkan segmentasi pasar
3. Peserta didik menilai, membedakan, mengubah,
memodifikasi media promosi berdasarkan
segmentasi pasar
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam
dalam menilai, membedakan, mengubah,
memodifikasi media promosi berdasarkan
segmentasi pasar
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk
menyimpulkan tentang media promosi berdasarkan
segmentasi pasar
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan
terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan
menyuruh peserta didik secara individu untuk
mengerjakannya. 15
3 Penutup
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan Menit
mengerjakan latihan tentang media promosi
berdasarkan segmentasi pasar
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan pada peserta didik untuk
mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk
memimpin doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
 Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
 Penilaian keterampilan : Praktek

URAIAN MATERI
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok
pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang
berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda.
Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasian dan
menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisis perbedaan antara pembeli di
pasar.
Dasar–dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen
Variabel geografi
Variabel tersebut, antara lain: wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan
kepadatan iklim.
Variabel demografi
Variabel tersebut, antara lain: umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan,
pendidikan, dll.
Variabel psikologis
Variabel tersebut, antara lain: kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
Variabel tersebut, antara lain: manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat
pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk.
Dasar–dasar segmentasi pada pasar industri
 Tahap 1, yaitu menetapkan segmentasi makro, yakni pasar pemakai akhir, lokasi
geografis, dan banyaknya langganan.
 Tahap 2, yaitu sikap terhadap penjual, ciri–ciri kepribadian, kualitas produk, dan
pelanggan.
Syarat
Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif, yaitu:
 Dapat diukur
 Dapat dicapai
 Cukup besar atau cukup menguntungkan
 Dapat dibedakan
 Dapat dilaksanakan
Tingkat
Pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi
menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada
beberapa tingkat yang berbeda.
 Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan
promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama
keseluruh konsumen.
 Pemasaran segmen
Pemasaran segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan,
persepsi, dan perilaku pembelian.
 Pemasaran ceruk
Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub-group di dalam segmen-
segmen. Suatu ceruk adalah suatu grup yang didefiniskan dengan lebih sempit.
 Pemasaran mikro
Praktik penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa
individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah
pemasaran lokal dan pemasaran individu.
Manfaat
Manfaat dari segmentasi pasar adalah:
 Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih
kesempatan-kesempatan pemasaran.
 Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon
pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya
secara lebih tepat pada berbagai segmen.
 Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik
pemasarannya

Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud segmentasi pasar?
2. Sebutkan manfaat segmentasi pasar!
3. Sebutkan tingkatan segmentasi pasar!
4. Sebutkan syarat segmentasi yang efektif!
5. Sebutkan contoh variable demografi!

Jawaban
1. kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda
yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin
membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda.
2. Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih
kesempatan-kesempatan pemasaran.
Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon
pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara
lebih tepat pada berbagai segmen.
Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik
pemasarannya
3. pemasaran massal, pemasaran segemen, pemasaran ceruk, pemasaran mikro
4. Dapat diukur, dapat dicapai, cukup besar atau cukup menguntungkan, dapat
dibedakan, dapat dilaksanakan
5. umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan
Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20

Tasikmalaya, Juli 2018


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mapel

Drs. H.E. MUHTAROM, M.Si AGI MANIK LAGA


RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMK CIJANGKAR
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XII / 6
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 20 x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan
bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standard kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak
mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.18 Menyeleksi strategi pemasaran
4.18 Melakukan pemasaran
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.18 Menyeleksi strategi pemasaran
3.18.1 mencari strategi pemasaran
3.18.2 mengidentifikasii strategi pemasaran

4.18 Melakukan pemasaran


4.18.1 menyusun pemasaran
4.18.2 mengoperasikan pemasaran

Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mencari strategi
pemasaran dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengidentifikasii
strategi pemasaran dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengoperasikan
pemasaran dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menyusun
pemasaran dengan tepat
D. Materi Pembelajaran
Strategi pemasaran
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Production Based Training
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 – 4
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan 15
1 Pendahuluan
dicapai. Menit
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan
digunakan
Melakukan Pre test.
Merencanakan Produk
1. Guru meminta peserta didik untuk memper hatikan
video yang ada di layar komputer tentang
Menyeleksi strategi pemasaran
2. Peserta didik menyimak tayangan video yang
diputar oleh guru
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang
materi atau video yang belum jelas untuk
ditanyakan pada guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi
yang telah dicatat untuk acuan dalam merencanakan
produk
5 Peserta didik membuat rencana produk apa yang
akan dibuat
Melaksanakan Proses Produksi
1. Peserta didik mencoba membuat produk yang telah
direncanakan atas bantuan dari guru
2. Guru membantu dan membimbing peserta didik
dalam membuat suatu produk yang telah
direncanakan sebelumnya
2 Kegiatan Inti 3. Peserta didik bertanya apabila ada kesulitan dalam
membuat atau menyusun produk
4. Setelah produk jadi, peserta didik mengetes atau
mencoba hasilnya sebelum dinilai oleh guru
Mengevaluasi Produk
1. Peserta didik mengumpulakan hasil pekerjaannya
kepada guru
2. Guru melihat dan menilai produk yang dibuat oleh
peserta didiknya
3. Guru mengadakan evaluasi terhadap produk yang
dihasilkan oleh peserta didik
4. Guru mengumumkan hasil evaluasi produk hasil
dari masing masing peserta didik atau tiap
kelompok
5. Peserta didik mencatat hasil yang diumumkan oleh
guru tentang produk buatannya
Mengembangkan rencana pemasaran
1. Guru menyuruh peserta didik untuk mencoba
memasarkan hasil produk sendiri
2. Peserta didik mencoba memasarkan hasil karyanya
dengan memasarkan lewat internet atau yang
lainnya
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta
untuk menyimpulkan tentang strategi pemasaran
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan
terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan
menyuruh peserta didik secara individu untuk
mengerjakannya. 15
3 Penutup
Menit
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan
mengerjakan latihan tentang strategi pemasaran
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan pada peserta didik untuk
mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk
memimpin doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
 Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
 Penilaian keterampilan : Praktek

URAIAN MATERI
Konsep marketing merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan
sebuah usaha. Baik peluang usaha baru maupun usaha yang telah lama dirintis, baik
usaha kecil maupun usaha yang telah berkembang sekalipun.
Semuanya membutuhkan konsep marketing untuk mengembangkan usaha yang
dijalankan. Berbicara tentang konsep marketing, maka sesungguhnya kita sedang
membicarakan bagaimana strategi pemasaran produk yang kita jual.
Hal itu pulalah yang dihadapi oleh usaha kecil yang saat ini banyak bermunculan.
Merencanakan strategi pemasaran yang tepat untuk menarik minat konsumen pada
usaha kecil masih sangatlah sulit. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk
mengembangkan usaha kecil tentunya dengan fokus pada strategi pemasaran.
Dengan terbatasnya anggaran marketing yang dimiliki usaha kecil, bukan berarti
menjadikan usaha kecil kalah dengan usaha skala besar. Untuk itu kita harus lebih
kreatif dengan anggaran biaya yang minim untuk menghasilkan strategi pemasaran
yang tepat. Berikut beberapa cara untuk mengoptimalkan pemasaran dengan anggaran
terbatas
Bekerjasama dengan pengusaha atau rekan Anda untuk pemasangan iklan. Mencoba
mengirimkan penawaran produk kepada pelanggan serta memberikan potongan harga
untuk paket pembelian tertentu.
Perkenalkan produk dan usaha Anda melalui media gratis, hal ini akan membantu
pencarian para konsumen tentang produk yang Anda tawarkan. Misalnya saja publikasi
melalui internet. Libatkan lingkungan yang ada disekitar usaha Anda, dalam salah satu
kegiatan yang usaha Anda laksanakan. Ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara
publikasi gratis kepada masyarakat sekitar.
Selain itu beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran
untuk usaha kecil yaitu sebagai berikut :
1. Konsistensi
Dengan adanya konsistensi terhadap semua area marketingnya, dapat membantu
mengurangi biaya marketing dan meningkatkan efektivitas penciptaan merek.
2. Perencanaan
Perencanaan konsep marketing yang akan dijalankan usaha kecil sangat
mempengaruhi banyaknya pelanggan yang diperoleh. Oleh karena itu luangkan
waktu untuk merencanakan strategi marketing, anggaran marketing, serta
konsep lainnya yang berhubungan dengan pemasaran.
3. Strategi
Strategi merupakan dasar untuk kelanjutan kegiatan marketing yang telah
direncanakan, misalnya siapa target pasar, bagaimana usaha kecil membidik
pelanggan, dan bagaimana cara menjaga konsumen yang ada sebagai pelanggan
tetap.
4. Target Market
Mendefinisikan secara tepat pangsa pasar yang dituju, dengan memilih satu atau
lebih dari segmen pasar yang akan dimasuki. Target pasar yang jelas akan
membuat konsep marketing lebih mudah dilaksanakan.
5. Anggaran
Menghitung anggaran marketing merupakan bagian yang berat dan
membutuhkan keakuratan hasil hitungan. Dari anggaran yang dibuat, dapat
dipersipkan dana yang akan dibutuhkan untuk pemasaran. Biasanya usaha kecil
membuat anggaran dengan tidak terlalu akurat, sehingga terjadi pemborosan.
6. Marketing Mix
Marketing mix biasanya dijelaskan sebagai produk, harga, tempat, dan promosi.
Sebagai pengusaha kecil, perlu memutuskan dengan spesifik produk (atau jasa),
harga yang sesuai, dimana dan bagaimana Anda akan mendistribusikan produk
Anda, dan bagaimana orang lain dapat mengetahui tentang produk yang
ditawarkan.
7. Website
Saat ini bisnis apapun termasuk usaha kecil usahakan memiliki website, karena
hampir 60% konsumen datang dari informasi dari internet. Sehingga informasi
produk melalui website pun sangat mendukung peningkatan jumlah pelanggan
yang tertarik dengan produk Anda.
8. Branding
Branding adalah bagaimana konsumen menerima produk dan perusahaan yang
membuat produk tersebut. Terkadang usaha kecil selalu melupakan kebutuhan
brand atau pengenalan gambar, logo, bahkan produk yang usaha kecil hasilkan.
9. Promosi dan iklan
Promosi dan iklan merupakan konsep marketing yang harus dipertimbangkan
pada berbagai bisnis dan produk, termasuk pada usaha kecil. Promosi dan iklan
yang baik akan menghasilkan pengakuan brand yang efektif hingga mampu
meningkatkan penjualan.
10. Customer Relationship Management
Pengelolaan hubungan dengan pelanggan yang tepat menjadi salah satu hal
penting untuk menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten. Misalnya saja
dengan membuat kartu membership, dan memberikan potongan harga tertentu
bagi para member.
Ingat, bahkan sebuah usaha bisa hancur jika strategi pemasaran yang diterapkan tidak
tepat. Oleh karena itu, review kembali konsep pemasaran dan rencana strategi
pemasaran Anda, agar usaha Anda dapat berkembang lebih cepat dan tepat.

Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud marketing?
2. Sebutkan cara menyusun strategi pemasaran!
3. Apakah maksud dari customer relationhip management dalam strategi pemasaran?
4. Apasajakah yang meliputi marketing mix?
5. Apakah yang dimaksud strategi dalam pemasaran?

Jawaban
1. Salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha
2. Konsisitensi, target market, anggran, marketing mix, website, branding, promosi dan
iklan, customer relation ship management
3. Pengelolaan hubungan dengan pelanggan yang tepat menjadi salah satu hal penting
untuk menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten. Misalnya saja dengan
membuat kartu membership, dan memberikan potongan harga tertentu bagi para
member.
4. Produk, harga, tempat, dan promosi
5. Dasar untuk kelanjutan kegiatan marketing yang telah direncanakan

Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20
Tasikmalaya, Juli 2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mapel

Drs. H.E. MUHTAROM, M.Si AGI MANIK LAGA


RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMK CIJANGKAR
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XII / 6
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 20 x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan
bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standard kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak
mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.19 Menilai perkembangan usaha
4.19 Membuat bagan perkembangan usaha
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.19 Menilai perkembangan usaha
3.19.1 memberikan penilaian perkembangan usaha
3.19.2 mengkritisi perkembangan usaha

4.19 Membuat bagan perkembangan usaha


4.19.1 memodifikasi bagan perkembangan usaha
4.19.2 Memahami bagan perkembangan usaha

Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat memberikan
penilaian perkembangan usaha dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengkritisi
perkembangan usaha dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengubah bagan
perkembangan usaha dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat memodifikasi bagan
perkembangan usaha dengan tepat
D. Materi Pembelajaran
Penilaian perkembangan usaha
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 – 4
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 15
1 Pendahuluan
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan Menit
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan
digunakan
Melakukan Pre test.
Penentuan Pertanyaan Mendasar
1. Guru meminta peserta didik untuk memper hatikan
video yang ada di layar komputer tentang Membuat
bagan perkembangan usaha
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan
menyimak tayangan video tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi
atau video yang belum jelas untuk ditanyakan pada
guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi
yang telah dicatat untuk acuan dalam Membuat
bagan perkembangan usaha
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh
penjelasan yang mendetail dari guru dari tayangan
video yang telah diputar
2 Kegiatan Inti 2. Guru menjelaskan dari masing – masing
pertranyaan dari peserta didik agar peserta didik
memahaminya
3. Guru mempraktekan Membuat Membuat bagan
perkembangan usaha
4. Peserta didik mem perhatikan dan mencoba
Membuat bagan perkembangan usaha sendiri
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan Membuat
bagan perkembangan usaha dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta
didik dalam Membuat bagan perkembangan usaha
3. Guru memberitahu ka Membuat Membuat bagan
perkembangan usaha
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau
informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk
maju memberikan penilaian, mengkritisi, mengubah,
memodifikasi Membuat bagan perkembangan usaha
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan
panggilan guru
3. Peserta didik berusaha Membuat penilaian,
mengkritisi, mengubah, memodifikasi Membuat
bagan perkembangan usaha
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam penilaian,
mengkritisi, mengu bah, memodifikasi Membuat
bagan per kembangan usaha mengarahkan jika ada
peserta didik yang belum tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta
didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam
penilaian, mengkritisi, mengubah, memodifikasi
Membuat bagan perkembangan usaha
3. Peserta didik penilaian, mengkritisi, mengubah,
memodifikasi Membuat bagan perkembangan usaha
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam
penilaian, mengkritisi, mengubah, memodifikasi
Membuat bagan perkembangan usaha
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk
menyimpulkan tentang menilai perkembangan
usaha
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan
terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan
menyuruh peserta didik secara individu untuk
mengerjakannya. 15
3 Penutup
4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan Menit
mengerjakan latihan tentang menilai perkembangan
usaha
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan pada peserta didik untuk
mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk
memimpin doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
 Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
 Penilaian keterampilan : Praktek

URAIAN MATERI
Dalam penilaian maka nilai yang dirujuk selalu nilai pasar, yaitu nilai yang terbentuk
dari kekuatan demand dan supply di pasar bebas, tanpa adanya intervensi dari siapapun
dalam kondisi pasar yang normal (bukan di tengah resesi ataupun pasar yang booming).
Dengan diakomodasikannya IAS 98 maka konsep nilai wajar sebagai pengganti dari nilai
perolehan juga digunakan dalam dunia penilaian. Tetapi nilai wajar ini tidak selalu
identik dengan nilai pasar. Pelaksanaan penilaian juga harus mengakomodasikan jenis
property yang dinilai. Propperty yang menghasilkan income harus dinilai dengan
pendekatan pendapatan, namun pendekatan yang mana? Apakah pendekatapan
pendapatan dalam penilaian properti atau penilaian bisnis? Nah inilah yang menarik.
Dalam penilaian properti maka yang dinilai adalah real property, yaitu hak yang sah
yang melandasi penguasaan fisik atas tanah tersebut dan semua yang melekat di atas
dan dibawah tanah tersebut baik bangunan maupun pohon ataupun konstruksi lain
namun tidak termasuk tambang atau mineral yang ada didalam tanah dan udara di
atasnya.
Standar Penilaian Indonesia (SPI) 2014 yang mengacu kepada standar internasional
(International Valuation Standard/IVS) dalam PPPI 15, Penilaian Properti dengan Bisnis
Khusus menjawab pertanyaan tersebut. Properti dengan Bisnis Khusus (PBK)-Trade
Related Property (TRP) adalah properti individual seperti hotel, restoran, Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang dapat berpindah kepemilikannya dalam
keadaan beroperasi. Properti ini mencakup tidak hanya tanah dan bangunan tetapi juga
perabotan dan perlengkapan serta komponen bisnis yang dibentuk oleh aset tak
berwujud, termasuk goodwill yang dapat dialihkan. PPPI 15 ini memberikan panduan
penilaian PBK sebagai properti yang beroperasi dan alokasi nilai dari PBK ke dalam
komponen utamanya. Nah jadi dalam menilai PBK tersebut tehnologi yang digunakan
harus penilaian bisnis, bukan penilaian properti kecuali untuk jenis income producing
property yang bukan PBK.
Penilaian Usaha/Bisnis
Penilain usaha/bisnis merupakan pengembangan lebih lanjut dari penilaian properti.
Penilaian bisnis diperkenalkan di Amerika Serikat dalam penilaian goodwill pabrik bir
yang harus ditutup karena dilarang pasca resesi ekonomi dunia tahun 1938. Penilaian
bisnis menilai kepentingan (interest) yang ada pada perusahaan. Kepentingan yang
dinilai bisa berupa saham perusahaan baik yang mayoritas maupun yang minoritas.
Nilai perusahaan yang dinilai bisa merupakan nilai ekuitas saja ataupun nilai investasi
(Market Vaue of Investment) yang merupakan nilai seluruh modal yang ditanamkan
dalam perusahaan yang mencakup ekuitas dan long term debt. Selain itu kepentingan
yang dinilai juga bisa berupa aset tidak berwujud seperti good will, pool of employee,
pool of customers, trading contract dan sebagainya.
Disamping itu maka pemilik bisnis sering kali berkepentingan untuk mengetahui apakah
transaksi yang telah dilakukan itu fair atau tidak dan apakah memberikan nilai tambah?
nah apabila jasa ini yang diperlukan maka penilai dapat menyediakan jasa yang disebut
dengan Fairness Oppinion. Jasa lainnya adalah Project Management, Feasibility Study,
Property Optimization. dll. Karena penilai juga merupakan profesi penunjang pasar
modal maka penilaian juga diperlukan dalam proses go public perusahaan tertutup
menjadi perusahaan publik.

Latihan soal
1. Apakah yang dimaksud nilai pasar?
2. Sebutkan penyedia jasa penilai pasar!
3. Sebutkan contoh bisnis yang menerapkan sistem TRP!
4. Apakah isi dari Standar Penilaian Indonesia (SPI) 2014 ?
Jawaban
1. nilai yang terbentuk dari kekuatan demand dan supply di pasar bebas, tanpa adanya
intervensi dari siapapun dalam kondisi pasar yang normal (bukan di tengah resesi
ataupun pasar yang booming).
2 Fairness Oppinion, Project Management, Feasibility Study, Property Optimization.
3. hotel, restoran, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)
4. mengacu kepada standar internasional (International Valuation Standard/IVS) dalam
PPPI 15, Penilaian Properti dengan Bisnis Khusus menjawab pertanyaan tersebut.
Penskoran

No Skor
1 25
2 25
3 25
4 25
Jumlah 100

Nilai = Betul x 20

Tasikmalaya, Juli 2018


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mapel

Drs. H.E. MUHTAROM, M.Si AGI MANIK LAGA


RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan


Nama Sekolah : SMK CIJANGKAR
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XII / 6
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 20 x 45 Menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan
bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standard kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak
mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.20 Menentukan standard laporan keuangan
4.20 Membuat laporan keuangan
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.20 Menentukan standard laporan keuangan
3.20.1 menilai standard laporan keuangan
3.20.2 Memahami standard laporan keuangan

4.20 Membuat laporan keuangan


4.20.1 menyusun laporan keuangan
4.20.2 mengubah laporan keuangan

Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menilai standard
laporan keuangan dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat membedakan
standard laporan keuangan dengan tepat
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengubah laporan
keuangan dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat memodifikasi
laporan keuangan dengan tepat

D. Materi Pembelajaran
Standard laporan keuangan
E. Pendekatan, Strategi, Metode
Pendekatan berfikir : Sientific
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1 – 4
No Kegiatan Langkah – langkah Pembejalaran Waktu
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
Melakukan pengkondisian peserta didik 15
1 Pendahuluan
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan Menit
dicapai.
Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
Menyampaikan metode pembelajaran yang akan
digunakan
Melakukan Pre test.
Penentuan Pertanyaan Mendasar
1. Guru meminta peserta didik untuk memper
hatikan video yang ada di layar komputer tentang
Membuat laporan keuangan
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan
menyimak tayangan video tersebut
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang
materi atau video yang belum jelas untuk
ditanyakan pada guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari
materi yang telah dicatat untuk acuan dalam
Membuat laporan keuangan
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh
penjelasan yang mendetail dari guru dari tayangan
video yang telah diputar
2. Guru menjelaskan dari masing – masing
pertranyaan dari peserta didik agar peserta didik
memahaminya
3. Guru mempraktekan Membuat Membuat bagan
perkembangan usaha
2 Kegiatan Inti
4. Peserta didik mem perhatikan dan mencoba
Membuat laporan keuangan sendiri
Menyusun Jadwal
1. Peserta didik mema hami penjelasan Membuat
laporan keuangan dari guru
2. Guru membuat jadwal untuk me ngetes peserta
didik dalam Membuat laporan keuangan
3. Guru memberitahu ka Membuat laporan
keuangan
4. Peserta didik mendengarkan penjelasan atau
informasi dari guru
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. Guru memanggil peserta didik sesuai absen untuk
maju menilai, membedakan, mengubah,
memodifikasi Membuat laporan keuangan
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan
panggilan guru
3. Peserta didik berusaha Membuat menilai,
membedakan, mengubah, memodifikasi Membuat
laporan keuangan
4. Guru memperhati kan peserta didik dalam menilai,
membedakan, mengubah, memodifikasi Membuat
laporan keuangan mengarahkan jika ada peserta
didik yang belum tahu
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta
didik
2. Guru menguji hasil dari peserta didik dala m
menilai, membeda kan, mengubah, memo difikasi
Membuat lapo ran keuangan
3. Peserta didik penilaian, menilai, membedakan,
mengu bah, memodifikasi Membuat laporan
keuangan
4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam
menilai, membedakan, mengubah, memodifikasi
Membuat laporan keuangan
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk
menyimpulkan tentang standard laporan keuangan
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan
terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan
menyuruh peserta didik secara individu untuk
mengerjakannya.
15
3 Penutup 4. Peserta didik diberi tugas untuk melakukan Menit
mengerjakan latihan tentang standard laporan
keuangan
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan pada peserta didik untuk
mempelajari materi berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk
memimpin doa penutup

Alat/ bahan, Media Pembelajaran


Daftar hadir
Spidol
Papan waith board
Leptop
LCD
Lembar penilaian

Sumber Belajar
Internet
Buku – buku penunjang KBM
Penilainan Pembelajaran
Teknik : Non Test dan Test
Bentuk :
 Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
 Penilaian keterampilan : Praktek

URAIAN MATERI
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (bahasa Inggris: International Financial
Reporting Standards (IFRS) adalah Standar dasar, Pengertian dan Kerangka Kerja
(1989)[1] yang diadaptasi oleh Badan Standar Akuntansi Internasional (bahasa Inggris:
International Accounting Standards Board (IASB)).
Sejumlah standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama
terdahulu Internasional Accounting Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun
1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar Akuntansi Internasional (bahasa Inggris:
Internasional Accounting Standards Committee (IASC)). Pada tanggal 1 April 2001, IASB
baru mengambil alih tanggung jawab gunan menyusun Standar Akuntansi Internasional
dari IASC. Selama pertemuan pertamanya, Badan baru ini mengadaptasi IAS dan SIC
yang telah ada. IASB terus mengembangkan standar dan menamai standar-standar
barunya dengan nama IFRS.
Struktur IFRS
IFRS dianggap sebagai kumpulan standar "dasar prinsip" yang kemudian menetapkan
peraturan badan juga mendikte penerapan-penerapan tertentu.
Standar Laporan Keuangan Internasional mencakup:
 Peraturan-peraturan Standar Laporan Keuangan Internasional (bahasa Inggris:
Internasional Financial Reporting Standards (IFRS)) -dikeluarkan setelah tahun
2001
 Peraturan-peraturan Standar Akuntansi Internasional (bahasa Inggris:
International Accounting Standards (IAS)) -dikeluarkan sebelum tahun 2001
 Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi Laporan Keuangan
Internasional (bahasa Inggris: International Financial Reporting Interpretations
Committee (IFRIC)) -dikelularkan setelah tahun 2001
 Standing Interpretations Committee (SIC)—dikeluarkan sebelum tahun 2001
 Kerangka Kerja untuk Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan (1989)
(bahasa Inggris: Framework for the Preparation and Presentation of Financial
Statements (1989))
In making the judgement described in paragraph 10, management shall refer to,
and consider the applicability of, the following sources in descending order:
(a) the requirements and guidance in Standards and Interpretations dealing with
similar and related issues; and
(b) the definitions, recognition criteria and measurement concepts for assets,
liabilities, income and expenses in the Framework.
Dalam membuat keputusan sebagaimana dijelaskan pada paragraf 10, pihak
manajemen harus merujuk kepada, dan mempertimbangkan kemungkinan
penerapan akan, sumber-sumber berikut dalam urutan menurut:
(a) persyaratan dan panduan dalam Standar dan Interpretasi dalam menangani
hal serupa dan berhubungan; dan
(b) penjelasan, kriteria pengenalan dan konsep pengukuran untuk aset,
kewajiban, pendapatan dan pengeluaran dalam Kerangka Kerja.
Kerangka kerja
Kerangka kerja gunan Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan[2] menyampaikan
prinsip-prinsip dasar IFRS.
Kerangka kerja IASB dan FASB sedang dalam proses pembaharuan dan perangkuman.
Proyek Kerangka Konseptual Gabungan (bahasa Inggris: The Joint Conceptual
Framework project) bertujuan untuk memperbaharui dan merapikan konsep-konsep
yang telah ada guna menggambarkan perubahan di pasar, praktik bisnis dan lingkungan
ekonomi yang telah timbul dalam dua dekade atau lebih sejak konsep pertama kali
dibentuk.
Tujuan keseluruhan adalah untuk menciptakan dasar guna standar akuntansi pada masa
mendatang yang berbasis prinsip, konsisten secara internal dan diterima secara
internasional. Karena hal tersebut, (dewan) IASB dan FASB Amerika Serikat
melaksanakan proyek secara bersama.

Peranan Kerangka kerja


Objektif laporan keuangan
Sebuah laporan keuangan harus menggambarkan pandangan benar dan adil atas usaha
sebuah organisasi. Oleh karena laporan-laporan ini digunakan oleh berbagai pihak,
laporan tersebut harus menggambarkan pandangan sebenarnya akan keadaan
keuangan sebuah organisasi.

Latihan soal
1. Apakah kepanjangan dari IAS?
2. Apakah tujuan IAS?
3. Sebutkan standar laporan keuangan!
4. Kapan IASB baru mengambil alih tanggung jawab gunan menyusun Standar
Akuntansi Internasional dari IASC?
5. Apakah nama standard terbaru yang dikeluarkan oleh IASB?

Jawaban
1. Internasional Accounting Standards (IAS)
2. Untuk memperbaharui dan merapikan konsep-konsep yang telah ada guna
menggambarkan perubahan di pasar
3. Peraturan-peraturan Standar Laporan Keuangan Internasional
Peraturan-peraturan Standar Akuntansi Internasional
Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi Laporan Keuangan Internasional
Standing Interpretations Committee (SIC)
Kerangka Kerja untuk Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan
4. Pada tanggal 1 April 2001
5. IFRS.

Penskoran

No Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Jumlah 100
Nilai = Betul x 20

Tasikmalaya, Juli 2018


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mapel

Drs. H.E. MUHTAROM, M.Si AGI MANIK LAGA