Anda di halaman 1dari 20

I.

Tanggal Percobaan
Kamis, 17 September 2015

II. Judul Percobaan


GGL Induksi

III. Tujuan Percobaan


1. Untuk membuktikan terjadinya induksi elektromagnetik dengan menggunakan
hukum Faraday.

IV. Landasan Teori


Kemagnetan dan kelistrikan merupakan dua gejala alam yang prosesnya dapat
dibolak-balik. Ketika H.C. Oersted membuktikan bahwa di sekitar kawat berarus
listrik terdapat medan magnet (artinya listrik menimbulkan magnet), para ilmuwan
mulai berpikir keterkaitan antara kelistrikan dan kemagnetan. Tahun 1821 Michael
Faraday membuktikan bahwa perubahan medan magnet dapat menimbulkan arus
listrik (artinya magnet menimbulkan listrik) melalui eksperimen yang sangat
sederhana (Halliday & Resnick, 1984).
Dalam usahanya untuk menghasilkan arus listrik dari medan magnet, Faraday
menggunakan peralatan seperti pada Gambar 1.

Gambar 1. Eksperimen Faraday guna menginduksi ggl

Percobaan GGL Induksi|1


Sebuah kumparan kawat X, dihubungkan dengan baterai. Arus yang mengalir
melalui X menghasilkan medan magnet yang diperkuat oleh inti besi. Faraday
berharap bahwa dengan menggunakan baterai yang berkekuatan cukup, arus konstan
di X akan menghasilkan medan magnet yang cukup besar, yang dapat
membangkitkan arus pada kumparan kedua Y. Pada rangkaian kedua Y, digunakan
galvanometer untuk mendeteksi arus listrik, tetapi disini tidak menggunakan baterai.
Percobaan ini tidak berhasil jika digunakan arus yang konstan. Tetapi pada akhirnya
teramati suatu efek, di mana Faraday melihat simpangan besar terjadi pada jarum
galvanometer di rangkaian Y pada saat ia menghidupkan saklar di rangkaian X. Dan
galvanometer menyimpang kuat ke arah yang berlawanan pada saat ia mematikan
saklar tersebut. Arus konstan di X tidak menghasilkan arus di Y. Arus timbul di Y
hanya pada saat terjadi penyambungan dan pemutusan hubungan listrik di X.
Faraday menyimpulkan bahwa meskipun medan magnet konstan tidak dapat
menghasilkan arus, namun perubahan medan magnet dapat menghasilkan arus listrik.
Arus litrik inilah yang dinamakan arus induksi. Pada saat medan magnet di kumparan
Y berubah, terjadi arus seolah-olah pada rangkaian tersebut terdapat sumber ggl. Oleh
karena itu dikatakan bahwa “ggl induksi dihasilkan oleh medan magnet yang
berubah”.
Faraday melakukan eksperimen lanjutan mengenai induksi elektromagnetik,
yaitu seperti ditunjukkan oleh Gambar 2.

Gambar 2. Eksperimen lanjutan Faraday

Percobaan GGL Induksi|2


Pada percobaan tersebut magnet batang didorong ke dalam kumparan tersebut,
dengan kutub utara menghadap pada kumparan. Ketika magnet sedang bergerak,
galvanometer menunjukkan penyimpangan, yang memperlihatkan bahwa sebuah arus
telah dihasilkan di dalam kumparan tersebut. Selanjutnya jika magnet batang
dipegang di dalam kedudukan tetap (stationer) terhadap kumparan tersebut, maka
galvanometer tidak menyimpang. Sedangkan jika magnet batang digerakkan
menjauhi kumparan, maka galvanometer menyimpang lagi tetapi arahnya berlawanan
dengan sebelumnya, yang berarti bahwa arus di dalam kumparan mengalir dengan
arah yang berlawanan. Jika digunakan ujung kutub selatan sebuah magnet sebagai
pengganti ujung kutub utaranya, maka percobaan bekerja seperti yang dijelaskan
namun penyimpangan-penyimpangan adalah kebalikan dari percobaan awal. Gerakan
atau perubahan diperlukan untuk menginduksi ggl. Tidak menjadi masalah apakah
magnet atau kumparan yang bergerak.
Adapun hasil percobaan Faraday adalah sebagai berikut:

1. Arus listrik terjadi ketika magnet bergerak mendekat atau menjauh dan tidak
terjadi ketika magnet dalam keadaan diam.
2. Gerakan magnet mendekat dan menjauh menimbulkan perubahan medan
magnet. Dengan demikian arus listrik yang terjadi karena adanya perubahan
medan magnet.
3. Makin cepat perubahan medan magnet terjadi, arus yang timbul semakin
besar. Ini artinya kecepatan perubahan fluks magnetik mempengaruhi besar
kecil arus listrik.
4. Arus dan beda potensial akibat perubahan fluks magnetik dinamikan arus dan
tegangan induksi.
5. Gejala timbulnya arus dan tegangan akibat perubahan fluks magnetik dikenal
dengan induksi elektromagnetik.

Kesimpulan dari hasil percobaan Faraday, disebut dengan hukum Faraday yang
berbunyi (Giancoli, 2001):

Percobaan GGL Induksi|3


“GGL induksi yang timbul antara ujung-ujung loop suatu penghantar
berbanding lurus dengan laju perubahan fluks magnetic yang dilengkapi oleh loop
penghantar tersebut”.

Hukum Faraday dapat dirumuskan dengan persamaan berikut:


  N ……………………………………… (1)
t

Keterangan:

 : Besarnya ggl induksi


N : Jumlah lilitan

: Perubahan fluks yang menunjukan perubahan jumlah garis gaya magnet yang
t
keluar masuk kumpuran tiap satuan waktu (fluks adalah banyaknya garis gaya magnet
yang menembus suatu bidang).

Sebenarnya besar kecil GGL induksi dapat dilihat pada besar kecilnya
penyimpangan sudut jarum galvanometer. Jika sudut penyimpangan jarum
galvanometer besar, GGL induksi dan arus induksi yang dihasilkan besar. Ada tiga
faktor yang memengaruhi GGL induksi, yaitu:

1. Kecepatan perubahan medan magnet; semakin cepat perubahan medan magnet,


maka GGL induksi yang timbul semakin besar.
2. Banyaknya lilitan; semakin banyak lilitannya, maka GGL induksi yang timbul
juga semakin besar.
3. Kekuatan magnet; semakin kuat gejala kemagnetannya, maka GGL induksi
yang timbul juga semakin besar. Untuk memperkuat gejala kemagnetan pada
kumparan dapat dengan jalan memasukkan inti besi lunak.

GGL induksi dapat ditimbulkan dengan cara lain yaitu:

1. Memutar magnet di dekat kumparan atau memutar kumparan di dekat magnet.


Maka kedua ujung kumparan akan timbul GGL induksi.

Percobaan GGL Induksi|4


2. Memutus-mutus atau mengubah-ubah arah arus searah pada kumparan primer
yang di dekatnya terletak kumparan sekunder maka kedua ujung kumparan
sekunder dapat timbul GGL induksi.
3. Mengalirkan arus AC pada kumparan primer, maka kumparan sekunder
didekatkan dapat timbul GGL induksi. Arus induksi yang timbul adalah arus
AC dan gaya gerak listrik induksi adalah GGL AC.

Untuk mendapatkan suatu ggl induksi pada ujung-ujung kumparan, dapat


dilakukan dengan beberapa cara, antara lain (Suardana, 2007):

1. Menggerakkan sebatang magnet menjauhi atau mendekati kumparan,


2. Mengubah intensitas medan magnet, dan
3. Menggerakkan kumparan di sekitar medan magnet.

Dalam percobaan ini akan ditempuh cara salah satu dari ketiga cara di atas, yaitu
dengan menggerakkan sebatang magnet menjauhi atau mendekati kumparan yang
diam.

V. Alat dan Bahan


1. Kumparan 1000 lilitan 1 buah
2. Kumparan 500 lilitan 1 buah
3. Magnet batang dengan kekuatan berbeda 2 buah
4. Galvanometer dengan batas ukur −300 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎𝑖 + 300 dengan 𝑛𝑠𝑡: 10
5. Kabel penghubung 2 buah

VI. Langkah Percobaan


1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Marangkai alat dan bahan sesuai skema di bawah ini:

Percobaan GGL Induksi|5


Gambar 3. Skema percobaan GGL Induksi
3. Menggerakkan kutub utara magnet batang masuk ke dalam kumparan, sambil
mengamati arah jarum galvanometer.
4. Mendiamkan magnet batang saat magnet berada di dalam kumparan, kemudian
mengamati arah jarum galvanometer.
5. Menarik magnet batang ke luar kumparan sambil mengamati arah jarum
galvanometer.
6. Menggerakkan magnet keluar masuk kumparan sambil mengamati arah jarum
galvanometer.
7. Membalik batang magnet (masukkan ujung Selatan) dengan melakukan langkah
yang sama seperti langkah (3) sampai (6).
8. Mengganti magnet 1 dengan magnet 2, kemudian melakukan langkah yang
sama seperti langkah (3) sampai (7).
9. Selanjutnya mengubah kumparan untuk variasi data, dan mengulang langkah (3)
sampai langkah (8).
10. Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan di bawah ini.

Tabel 1. Hasil percobaan magnet … dengan jumlah lilitan …. lilitan

Kutub
Arah Gerak Magnet Arah Gerak Jarum Galvanometer
Magnet
Masuk kumparan
U Diam dalam kumparan

Percobaan GGL Induksi|6


Keluar kumparan
Keluar masuk kumparan
Masuk kumparan
Diam dalam kumparan
S Keluar kumparan
Keluar masuk kumparan

VII. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data yang digunakan adalah secara kualitatif. Adapun analisis
yang dilakukan adalah arah penyimpangan jarum galvanometer serta besarnya
penyimpangan jarum galvanometer. Teknik analisis data digunakan untuk
membuktikan terjadinya induksi elektromagnetik dalam Hukum Faraday serta
mengetahi pengaruh jumlah lilitan dan kecepatan gerak magnet terhadap besar GGL
induksi yang ditimbulkan.
VIII. Data Hasil Percobaan
Adapun hasil pengamatan gerak jarum galvanometer yang diamati adalah:
Tabel 2. Hasil percobaan magnet 1 dengan jumlah lilitan 500 lilitan

Kutub
Arah Gerak Magnet Arah Gerak Jarum Galvanometer
Magnet
Masuk kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)
Diam dalam kumparan 0
U Keluar kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖(−)
Keluar masuk kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖 (−) 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)
Masuk kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖(−)
Diam dalam kumparan 0
S Keluar kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)
Keluar masuk kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)𝐾𝑖𝑟𝑖 (−)

Tabel 3. Hasil percobaan magnet 2 dengan jumlah lilitan 500 lilitan

Kutub Arah Gerak Magnet Arah Gerak Jarum Galvanometer

Percobaan GGL Induksi|7


Magnet
Masuk kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)
Diam dalam kumparan 0
U Keluar kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖(−)
Keluar masuk kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖 (−) 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)
Masuk kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖(−)
Diam dalam kumparan 0
S Keluar kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)
Keluar masuk kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)𝐾𝑖𝑟𝑖 (−)

Tabel 4. Hasil percobaan magnet 1 dengan jumlah lilitan 1000 lilitan

Kutub
Arah Gerak Magnet Arah Gerak Jarum Galvanometer
Magnet
Masuk kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)
Diam dalam kumparan 0
U Keluar kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖(−)
Keluar masuk kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖 (−) 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)
Masuk kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖(−)
Diam dalam kumparan 0
S Keluar kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)
Keluar masuk kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)𝐾𝑖𝑟𝑖 (−)

Tabel 5. Hasil percobaan magnet 2 dengan jumlah lilitan 1000 lilitan

Kutub
Arah Gerak Magnet Arah Gerak Jarum Galvanometer
Magnet
Masuk kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)
Diam dalam kumparan 0
U Keluar kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖(−)
Keluar masuk kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖 (−) 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)

Percobaan GGL Induksi|8


Masuk kumparan 𝐾𝑖𝑟𝑖(−)
Diam dalam kumparan 0
S Keluar kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)
Keluar masuk kumparan 𝐾𝑎𝑛𝑎𝑛 (+)𝐾𝑖𝑟𝑖 (−)

Adapun hasil pengamatan dari besarnya nilai yang ditunjukkan oleh jarum
galvanometer adalah:
1. Magnet 1 memberikan efek penyimpangan lebih besar pada galvanometer dari
pada magnet 2 dengan kumparan yang sama.
2. Kumparan 1000 lilitan memberikan efek penimpangan lebih besar dari pada
kumparan 500 lilitan dengan magnet yang sama.
3. Dengan memasukkan magnet ke dalam kumparan lebih cepat akan memberikan
simpangan pada galvanometer lebih besar dari pada memasukkan magnet ke
dalam kumparan dengan lebih lambat dengan kumparan dan magnet yang sama.

IX. Analisis Data


Berdasarkan hasil percobaan di atas, diperoleh data bahwa jarum galvanometer
akan bergerak ketika magnet digerakan ke dalam atau ke luar kumparan dan akan
diam ketika magnet didiamkan didalam kumparan. Hal ini menunjukkan bahwa
pergerakan magnet pada kumparan akan menghasilkan arus listrik dan ketika magnet
didiamkan maka tidak ada arus listrik yang dihasilkan. Berdasarkan hasil pengamatan
yang diperoleh praktikan, maka dapat dilakukan analisis data sebagai berikut:
 Percobaan dengan magnet I dengan kumparan 500 lilitan
Pada ujung magnet batang yaitu kutub utara dimasukkan ke dalam kumparan,
maka tampak adanya penyimpangan pada jarum galvanometer ke arah kanan
(arah positif), hal tersebut terjadi karena saat ujung magnet batang dimasukan ke
dalam kumparan maka jumlah garis gaya-gaya magnet yang terdapat di dalam
kumparan bertambah banyak. Bertambahnya jumlah garis-garis gaya ini
menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan. GGL induksi yang
ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir menggerakkan jarum
galvanometer.

Percobaan GGL Induksi|9


Sedangkan saat ujung magnet didiamkan dalam kumparan, maka tidak terjadi
perubahan fluks magnetik sehingga jarum penunjuk pada galvanometer tidak
menyimpang melainkan menunjukkan angka nol. Dengan kata lain, tidak adanya
perubahan fluks magnetik ini akan mengakibatkan arus induksi adalah sama
dengan nol sehingga pada keadaan seperti ini tidak terdapat arus listrik dalam
kumparan.
Ketika ujung magnet di keluarkan kembali dari kumparan, maka jumlah garis-
garis gaya magnet yang terdapat di dalam kumparan berkurang. Berkurangnya
jumlah garis-garis gaya ini juga menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung
kumparan. GGL induksi yang ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir dan
menggerakkan jarum galvanometer.
Ketika kumparan diberikan perlakuan berbeda, yaitu dengan memasukkan dan
mengeluarkan ujung magnet batang secara cepat pada kumparan, maka hal yang
terjadi adalah penyimpangan pada jarum Galvanometer ke arah kiri dan kanan
secara bergantian. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah garis-garis gaya magnet
yang terdapat di dalam kumparan bertambah dan berkurang sesuai dengan
perlakuan yang diberikan. Bertambahnya jumlah garis-garis gaya terjadi karena
ujung magnet batang dimasukan ke dalam kumparan sehingga hal ini
menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan. GGL induksi yang
ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir menggerakkan jarum
galvanometer. Sedangkan berkurangnya jumlah garis-garis gaya ini terjadi karena
ujung magnet batang dikeluarkan dari dalam kumparan sehingga hal ini juga akan
menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan. GGL induksi yang
ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir dan menggerakkan jarum
galvanometer.
Apabila ujung magnet batang yang dimasukkan pada kumparan dirubah, yaitu
ujung magnet yang dimasukkan adalah kutub selatan maka yang terjadi adalah
sama dengan yang dialami pada batang magnet yang dimasukkan kutub utaranya,
akan tetapi arah penyimpangannya berubah menjadi sebaliknya, yaitu apabila
ujung magnet yaitu kutub selatan dimasukkan ke dalam kumparan maka jarum
penunjuk pada galvanometer akan menyimpang ke arah kiri, ketika batang

Percobaan GGL Induksi|10


magnet didiamkan dalam kumparan jarum penunjuk pada galvanometer akan
diam atau menunjukkan titik nol, saat dikeluarkan jarum penunjuk akan
menyimpang kanan, dan saat dimasukkan dan dikeluarkan secara cepat akan
mengalami penyimpangan ke arah kanan dan ke kiri secara bergantian.
 Percobaan dengan magnet I dengan kumparan 1000 lilitan
Pada percobaan ini dilakukan perlakuan yang berbeda, yaitu dengan
mengganti kumparan dengan kumparan yang memiliki jumlah lilitan yang lebih
banyak yaitu 1000 lilitan dengan magnet yang sama. Adapun hal yang terjadi
adalah sama seperti sebelumnya yaitu saat kumparan yang digunakan adalah
dengan jumlah 500 lilitan. Namun perbedaan yang terlihat adalah besarnya sudut
penyimpangan pada galvanometer, dimana penyimpangan yang terjadi adalah
lebih besar dari sebelumnya dengan menggunakan kumparan 500 lilitan.
 Percobaan dengan magnet II dengan kumparan 500 lilitan
Pada ujung magnet batang yaitu kutub utara dimasukkan ke dalam kumparan,
maka tampak adanya penyimpangan pada jarum galvanometer ke arah kanan
(arah positif), hal tersebut terjadi karena saat ujung magnet batang dimasukan ke
dalam kumparan maka jumlah garis gaya-gaya magnet yang terdapat di dalam
kumparan bertambah banyak. Bertambahnya jumlah garis-garis gaya ini
menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan. GGL induksi yang
ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir menggerakkan jarum
galvanometer.
Sedangkan saat ujung magnet didiamkan dalam kumparan, maka tidak terjadi
perubahan fluks magnetik sehingga jarum penunjuk pada galvanometer tidak
menyimpang melainkan menunjukkan angka nol. Dengan kata lain, tidak adanya
perubahan fluks magnetik ini akan mengakibatkan arus induksi adalah sama
dengan nol sehingga pada keadaan seperti ini tidak terdapat arus listrik dalam
kumparan.
Ketika ujung magnet di keluarkan kembali dari kumparan, maka jumlah garis-
garis gaya magnet yang terdapat di dalam kumparan berkurang. Berkurangnya
jumlah garis-garis gaya ini juga menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung

Percobaan GGL Induksi|11


kumparan. GGL induksi yang ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir dan
menggerakkan jarum galvanometer.
Ketika kumparan diberikan perlakuan berbeda, yaitu dengan memasukkan dan
mengeluarkan ujung magnet batang secara cepat pada kumparan, maka hal yang
terjadi adalah penyimpangan pada jarum Galvanometer ke arah kiri dan kanan
secara bergantian. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah garis-garis gaya magnet
yang terdapat di dalam kumparan bertambah dan berkurang sesuai dengan
perlakuan yang diberikan. Bertambahnya jumlah garis-garis gaya terjadi karena
ujung magnet batang dimasukan ke dalam kumparan sehingga hal ini
menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan. GGL induksi yang
ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir menggerakkan jarum
galvanometer. Sedangkan berkurangnya jumlah garis-garis gaya ini terjadi karena
ujung magnet batang dikeluarkan dari dalam kumparan sehingga hal ini juga akan
menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan. GGL induksi yang
ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir dan menggerakkan jarum
galvanometer.
Apabila ujung magnet batang yang dimasukkan pada kumparan dirubah, yaitu
ujung magnet yang dimasukkan adalah kutub selatan maka yang terjadi adalah
sama dengan yang dialami pada batang magnet yang dimasukkan kutub utaranya,
akan tetapi arah penyimpangannya berubah menjadi sebaliknya, yaitu apabila
ujung magnet yaitu kutub selatan dimasukkan ke dalam kumparan maka jarum
penunjuk pada galvanometer akan menyimpang ke arah kiri, ketika batang
magnet didiamkan dalam kumparan jarum penunjuk pada galvanometer akan
diam atau menunjukkan titik nol, saat dikeluarkan jarum penunjuk akan
menyimpang kanan, dan saat dimasukkan dan dikeluarkan secara cepat akan
mengalami penyimpangan ke arah kanan dan ke kiri secara bergantian.
Arah jarum galvanometer menunjukkan arah yang sama ketika menggunakn
magnet I akan tetapi pada percobaan magnet II jarum galvanometer menunjukkan
besar penyimpangan yang lebih besar dibandingkan dengan yang ditunjukkan
oleh magnet I.

Percobaan GGL Induksi|12


 Percobaan dengan magnet II dengan kumparan 1000 lilitan
Pada percobaan ini dilakukan perlakuan yang berbeda, yaitu dengan
mengganti kumparan dengan kumparan yang memiliki jumlah lilitan yang lebih
banyak yaitu 1000 lilitan dengan magnet yang sama. Adapun hal yang terjadi
adalah sama seperti sebelumnya yaitu saat kumparan yang digunakan adalah
dengan jumlah 500 lilitan. Namun perbedaan yang terlihat adalah besarnya sudut
penyimpangan pada galvanometer, dimana penyimpangan yang terjadi adalah
lebih besar dari sebelumnya dengan menggunakan kumparan 500 lilitan.

X. Hasil dan Pembahasan


Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka diperoleh hasil analisi data
sebagai berikut.
 Hasil Analisis Data

o Untuk kumparan dengan jumlah lilitan 500 lilitan

 Kutub Utara Magnet:


1. Pada saat ujung magnet batang digerakkan masuk ke dalam kumparan,
jarum galvanometer menunjukan penyimpangan ke arah kanan.
2. Pada saat ujung magnet batang didiamkan berada di dalam kumparan,
jarum galvanometer tidak bergerak/diam, jarum penunjuk menunjukkan
angka nol.
3. Pada saat ujung magnet batang digerakkan keluar dari kumparan, jarum
galvanometer menunjukan penyimpangan ke arah kiri.
4. Pada saat ujung magnet batang digerakkan keluar masuk kumparan,
jarum galvanometer menunjukan ke kiri dan ke kanan secara
bergantian.

 Kutub Selatan Magnet:


1. Pada saat ujung magnet batang digerakkan masuk ke dalam kumparan,
jarum galvanometer menunjukan penyimpangan ke arah kiri.

Percobaan GGL Induksi|13


2. Pada saat ujung magnet batang didiamkan berada di dalam kumparan,
jarum galvanometer tidak bergerak/diam, jarum penunjuk menunjukkan
angka nol.
3. Pada saat ujung magnet batang digerakkan keluar dari kumparan, jarum
galvanometer menunjukan penyimpangan ke arah kanan.
4. Pada saat ujung magnet batang di gerakan keluar masuk kumparan,
jarum galvanometer menunjukan ke kanan dan ke kiri secara
bergantian.
o Untuk kumparan dengan jumlah lilitan 1000 lilitan
 Kutub Utara Magnet:
1. Pada saat ujung magnet batang digerakkan masuk ke dalam kumparan,
jarum galvanometer menunjukan penyimpangan ke arah kanan. Dengan
sudut penyimpangan lebih besar daripada kumparan dengan junmlah
lilitan 500 lilitan.
2. Pada saat ujung magnet batang didiamkan berada di dalam kumparan,
jarum galvanometer tidak bergerak/diam, jarum penunjuk menunjukkan
angka nol.
3. Pada saat ujung magnet batang digerakkan keluar dari kumparan, jarum
galvanometer menunjukan penyimpangan ke arah kiri. Dengan sudut
penyimpangan lebih besar daripada kumparan dengan junmlah lilitan
500 lilitan.
4. Pada saat ujung magnet batang di gerakan keluar masuk kumparan,
jarum galvanometer menunjukan ke kiri dan ke kanan secara
bergantian. Dengan sudut penyimpangan lebih besar daripada
kumparan dengan junmlah lilitan 500 lilitan.

 Kutub Selatan Magnet:


1. Pada saat ujung magnet batang digerakkan masuk ke dalam kumparan,
jarum galvanometer menunjukan penyimpangan ke arah kiri. Dengan
sudut penyimpangan lebih besar daripada kumparan dengan junmlah
lilitan 500 lilitan.

Percobaan GGL Induksi|14


2. Pada saat ujung magnet batang didiamkan berada di dalam kumparan,
jarum galvanometer tidak bergerak/diam, jarum penunjuk menunjukkan
angka nol.
3. Pada saat ujung magnet batang digerakkan keluar dari kumparan, jarum
galvanometer menunjukan penyimpangan ke arah kanan. Dengan sudut
penyimpangan lebih besar daripada kumparan dengan junmlah lilitan
500 lilitan.
4. Pada saat ujung magnet batang di gerakan keluar masuk kumparan,
jarum galvanometer menunjukan ke kanan dan ke kiri secara
bergantian. Dengan sudut penyimpangan lebih besar daripada
kumparan dengan junmlah lilitan 500 lilitan.
o Untuk magnet dengan kekuatan yang lebih besar
Untuk magnet dengan kekuatan yang lebih besar (daya tarik lebih besar),
maka sudut simpangan yang terjadi akan semakin besar pula, namun arah
simpangan pada jarum penunjuk galvanometer tetap seperti pada saat
menggunakan magnet yang lebih lemah.
o Untuk pengaruh banyak lilitan
Terdapat perbedaan dari pengaruh banyaknya jumlah lilitan pada
kumparan terhadap hasil percobaan yang telah dilakukan. Pada percobaan
yang menggunakan 1000 lilitan, penyimpangan jarum galvanometer yang
terjadi lebih besar daripada percobaan yang menggunakan 500 lilitan. Hal ini
sesuai dengan persamaan dari Hukum Faraday adalah sebagai berikut:


  N ……………………………………… (2)
t

Keterangan:

 : Besarnya ggl induksi


N : Jumlah lilitan

Percobaan GGL Induksi|15



: Perubahan fluks yang menunjukan perubahan jumlah garis gaya
t
magnet yang keluar masuk kumpuran tiap satuan waktu (fluks adalah
banyaknya garis gaya magnet yang menembus suatu bidang).

Berdasarkan persamaan di atas, besarnya ggl induksi sebanding dengan


banyaknya jumlah lilitan. Semakin banyak lilitan pada kumparan, maka semakin
besar ggl induksi yang dihasilkan. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit jumlah
lilitan maka semakin kecil ggl induksi yang dihasilkan. Hal ini terbukti dari lebih
besarnya penyimpangan jarum galvanometer yang terjadi pada kumparan yang
memiliki 1000 lilitan dibandingkan kumparan dengan 500 lilitan. Ini menunjukkan
bahwa ggl induksi yang dihasilkan kumparan dengan 1000 lilitan lebih besar dari
ggl induksi yang dihasilkan oleh kumparan yang memiliki 500 lilitan. Apabila
medan magnet yang dihasikan besar, maka fluks magnetik yang dihasilkan besar
pula, sehingga ggl induksi yang dihasilkan juga besar. Hal ini ditunjukkan dengan
lebih besarnya simpangan yang dihasilkan oleh magnet kuat dibandingkan dengan
magnet yang lemah.

 Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, maka besarnya ggl induksi
sebanding dengan banyaknya jumlah lilitan. Semakin banyak lilitan pada
kumparan, maka semakin besar ggl induksi yang dihasilkan. Begitu pula
sebaliknya, semakin sedikit jumlah lilitan maka semakin kecil ggl induksi yang
dihasilkan. Hal ini terbukti dari lebih besarnya penyimpangan jarum galvanometer
yang terjadi pada kumparan yang memiliki 1000 lilitan dibandingkan kumparan
dengan 500 lilitan. Ini menunjukkan bahwa ggl induksi yang dihasilkan kumparan
dengan 1000 lilitan lebih besar dari ggl induksi yang dihasilkan oleh kumparan
yang memiliki 500 lilitan. Apabila medan magnet yang dihasilkan besar, maka
fluks magnetik yang dihasilkan besar pula, sehingga ggl induksi yang dihasilkan
juga besar. Hal ini ditunjukkan dengan lebih besarnya simpangan yang dihasilkan
oleh magnet kuat dibandingkan dengan magnet yang lemah.

Percobaan GGL Induksi|16


Dari analisis data yang dilakukan tentunya terdapat beberapa kesalahan dan
kendala yang dialami pada saat melakukan percobaan. Adapun kesalahan-
kesalahan yang terjadi dalam percobaan ini, yaitu:
1. Kesalahan umum, yaitu kesalahan yang disebabkan karena kekeliruan manusia.
Misalnya kesalahan dalam pembacaan skala yang ditunjukkan oleh
Galvanometer.
2. Kesalahan sistematis, yaitu kesalahan yang disebabkan oleh alat
ukur/instrumen dan pengaruh lingkungan pada saat melakukan percobaan.
Misalnya keadaan kabel penghubung yang kurang baik, sehingga agak
mengganggu arus listrik yang dihasilkan.
3. Kesalahan acak, yaitu kesalahan yang tidak diketahui secara pasti
penyebabnya, tetapi berpengaruh terhadap hasil percobaan yang diperoleh.

Sedangan kendala yang dihadapi pada saat melakukan percobaan yaitu


kesulitan dalam pembacaan skala galvanometer karena gerakan jarum penunjuk
yang terlalu capat, sehingga pembacaan yang dilakukan kurang akurat. Namun
secara umum kesalahan dan kendala yang dihadapi dalam percobaan ini bukan
merupakan kendala yang serius, karena dalam percobaan ini data hanya dianalisis
secara kualitatif.

XI. Simpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang dilakukan maka dapat disimpulkan
sebagai berikut:
1. Dari hasil percobaan dan pembahasan dapat diketahui bahwa disekitar medan
magnet yang digerakkan terdapat arus listrik yang disebut GGL Induksi.
2. Besar GGL Induksi bergantung pada tiga faktor, yaitu:
 Jumlah lilitan pada kumparan,
 Kecepatan gerak magnet keluar-masuk kumparan, dan
 Kekuatan magnet batang yang digunakan.
3. Gaya gerak listrik (ggl) induksi yang terjadi antara ujung-ujung suatu loop kawat
berbanding lurus dengan laju perubahan fluks magnetik yang dilingkupi loop
kawat tersebut. Atau dapat dinyatakan gaya gerak listrik induksi timbul tidak

Percobaan GGL Induksi|17


hanya pada penghantar yang digerakkan dalam medan magnetik saja, tetapi ggl
induksi terjadi setiap ada perubahan fluks magnetik.

XII. Jawab Pertanyaan


Pertanyaan:
1. Apakah jarum Galvanometer menyimpang ketika magnet diam di dalam
kumparan? Mengapa?
2. Apakah jarum Galvanometer menyimpang ketika magnet batang digerakkan
masuk dan keluar kumparan? Mengapa? Tentukan arah penyimpangannya.
3. Jawab pertanyaan 1 dan 2) kembali jika magnet batang diganti dengan
magnet yang lebih kuat?
4. Simpulkan hasil percobaan Anda

Jawaban:

1. Jarum galvanometer tidak menyimpang pada saat magnet didiamkan dalam


kumparan, karena arus induksi akan ada ketika adanya perubahan fluks
magnetik. Perubahan fluks magnetik akan ada jika magnet yang ada dalam
kumparan digerakan, semakin cepat perubahan fluks magnetik maka akan
semakin kuat arus induksi yang didapatkan begitu juga sebaliknya semakin
pelan perubahan fluks magentik maka akan semakin lemah arus induksi
yang akan didapatkan. Pada kasus ini magnet tidak digerakan, maka tidak
akan ada perubahan fluks magnetik yang terjadi sehingga tidak akan ada
arus induksi yang dihasilkan dan galvanometer yang berfungsi untuk
mendeteksi atau mengukur kuat arus induksi ini akan diam tak menunjukan
terjadinya pergerakan jarum, hal ini karena tidak ada arus yang dideteksi
2. Jarum galvanometer menunjukan penyimpangan pada saat magnet
digerakan keluar masuk kumparan, karena arus listrik akan ada ketika
adanya perubahan fluks magnetik. Perubahan fluks magnetik akan ada jika
magnet yang ada dalam kumparan digerakan, semakin cepat perubahan
fluks magnetik maka akan semakin kuat arus induksi yang didapatkan
begitu juga sebaliknya semakin pelan perubahan fluks magentik maka akan
semakin lemah arus induksi yang akan didapatkan. Pada kasus ini magnet

Percobaan GGL Induksi|18


digerakan keluar masuk kumparan, maka akan ada perubahan fluks
magnetik yang terjadi sehingga menghasilkan arus induksi dan
galvanometer yang berfungsi untuk mendeteksi atau mengukur kuat arus
induksi ini akan menunjukan terjadinya pergerakan jarum yang menandakan
adanya arus induksi pada sistem yang diukur. Ketika kutub utara magnet di
masukkan ke dalam kumparan, ujung kumparan akan berubah menjadi
kutub utara untuk menolak pertambahan fluks, akibatnya jarum
galvanometer menunjukkan ke arah kanan. Demikian pula pada saat kutub
utara dikeluarkan dari kumparan, ujung kumparan menjadi kutub selatan
untuk menentang pengurangan fluks magnetik sehingga arah galvanometer
menunjuk ke arah kiri. Selanjutnya jika kutub selatan magnet dimasukkan,
ujung kumparan menjadi kutub selatan dan jarrum galvanometer menunjuk
ke arah kiri. Dan ketika kutub selatan magnet digerakkan keluar kumparan,
ujung kumparan menjadi kutub utara sehingga arah jarum galvanometer ke
arah kanan.
3. (Mengikuti pertanyaan 1 dan 2), jika magnet diganti dengan menggunakan
magnet yang lebih kuat maka:
1) Saat magnet didiamkan pada kumparan
Magnet yang didiamkan pada kumparan tidak akan menghasilkan
arus induksi, sebab arus induksi akan dihasilkan apabila ada perubahan
fluks magnetik. Perubahan fluks magnetik ini akan ada jika magnet
digerakan keluar masuk kumparan, namun jika magnet didiamkan maka
tidak akan ada arus induksi yang dihasilkan walaupun magnet yang
digunakan memiliki kekuatan yang lebih. Maka jarum galvanometer
tidak akan bergerak, sebab tidak ada arus induksi yang diteteksi.
2) Saat magnet digerakan keluar masuk kumparan
Jika magnet batang diganti dengan magnet yang lebih kuat maka
arah penyimpangan galvanometernya lebih kuat dibandingkan magnet
yang lemah. Hal ini terjadi dikarenakan garis gaya yang timbul makin
banyak. Dengan luasan yang sama maka fluk magnetik yang tercipta
adalah besar. Perubahan fluk yang terjadipun semakin besar. Seperi

Percobaan GGL Induksi|19


yang sudah kita ketahui bahwa laju perubahan fluk berbanding dengan
ggl induksi maka semakin besar laju perubahan fluk yang dikarenakan
makin besarnya jumlah fluk akan mengakibatkan ggl induksi yang
makin besar dan tentunya menimbulkan kuat arus yang semakin besar
pula. Pada galvanometer akan terdeteksi dan terlihat penyimpangan dari
jarum yang makin besar. Untuk arah yang ditunjukkan galvanometer
sama seperti penjelasan di atas, hanya saja penyimpangan jarum
galvanometer lebih kuat dibandingkan dengan magnet dengan kekuatan
yang lebih lemah.
4. Simpulan yang dapat diambil dari hasil percobaan GGL Induksi yang telah
dilakukan adalah disekitar medan magnet yang digerakkan terdapat arus
listrik yang disebut GGL Induksi. Besar GGL Induksi bergantung pada tiga
faktor, yaitu: 1)Jumlah lilitan pada kumparan, 2)Kecepatan gerak magnet
keluar-masuk kumparan, dan 3)Kekuatan magnet batang yang digunakan.

Percobaan GGL Induksi|20